A/N : Harap di maklumi bila ada kesamaan cerita dengan fic lainnya.
Disclaimer : Naruto dan High School DxD bukan milik saya.
Rate : M
Warning : Au, OC, OOC, STRONG! Naru, SMART! Naru.
Summary : terbangun setelah 100 tahun tertidur, Membuat Naruto menentukan takdir nya tetap hidup atau memilih...
Chapter 3 : buku harian Boruto part 2 End.
.
.
.
Naruto membuka lembar demi lembar tulisan yang ada di buku catatan milik anaknya, tangan nya terkepal erat sehingga jari-jari tangannya memutih 'Keparat' Itulah umpatan Naruto terhadap Hades yang berani menyerang konoha dan mengincar jubi yang tersegel di dalam tubuhnya.
Flashback on...
Boruto menatap kedua mata itu untuk yang pertama kalinya. Kejam, tidak ada belas kasihan, menyala, dan ganas. Itulah tatapan sang dewa dunia bawah hades. Dan Boruto harus mengalahkan dewa itu, tidak peduli apa yang terjadi. Desa Konoha benar-benar terancam.
Gamakichi, yang sudah di-summon oleh boruto, sangat penasaran bagaimana Boruto akan menghadapi hades dan puluhan cerberus itu. Semua kodok pernah mendengar tentang dewa yang satu ini. Dan mereka pun sangat takut terhadapnya.
"Lapor juudaime!" seorang anbu kepercayaan Boruto muncul lewat kepulan asap di samping Boruto yang sedang berdiri diatas kepala Gamakichi, lalu berlutut. "Kami sudah sekuat tenaga mencoba melawan para siluman ini, tetapi sia-sia. Tidak ada senjata mana pun yang nampaknya bisa melukai secara serius siluman ini. Tidak ada ninjutsu yang mempan, tubuhnya bisa menolak semua jurus yang kami lancarkan. Siluman ini juga memiliki kekuatan menyembuhkan yang sangat kuat, dan tubuhnya sepertinya imun terhadap semua ninjutsu. Kami mencoba membuatnya terperangkap dalam genjutsu tetapi hanya berhasil selama sepuluh menit, selebihnya dia kembali sadar. Kami terdesak Juudaime, kami menunggu perintah selanjutnya."
"Genjutsu ya..." Boruto kembali menatap lurus ke depan setelah mendengar laporan dari anbu itu. "Kalau begitu..." Boruto menarik sebuah kunai dengan tiga ujung lancip, lalu melemparkan kunai itu ke arah siluman itu. Kunai itu melesat lalu mengenai tepat ke bahu siluman itu. Borutoo lalu merapalkan beberapa segel. Ia menutup mata dan dalam sedetik ia sudah berada di atas pundak siluman anjing berkepala tiga itu. Boruto menempelkan tangannya ke kepala anjing penjaga neraka, lalu menutup kedua matanya. Semua melihat dengan terpana.
"Itulah Hokage kita! putra dari Nanadaime Hokage murid dari kabuto sang sannin naga!"
Mata Cerberus itu seketika melirik ke arah Boruto dan seketika mengayunkan ekor nya ke arah Boruto, tetapi Hokage itu sudah menghilang dan kembali muncul di atas kepala Gamakichi di dekat sebuah kunai yang sama seperti yang dilemparkannya ke siluman itu barusan.
Sedangkan diatas hades hanya melihat pertarungan tersebut dengan wajah penuh kebosanan, tetapi setelah teringat tujuannya kemari dia tersenyum kecil. Senyuman yang penuh kelicikan.
"Ce-cepatnya... jurus teleportasi milik hokage kesepuluh bahkan lebih cepat dari teleportasi Sasuke-sama hokage ke delapan," bisik seorang jounin.
"juudaime" anbu yang barusan melapor mendekati Boruto. "Kami menunggu perintah dari anda!"
Boruto masih berpikir.
Hanya genjutsu yang mempan terhadap siluman itu. Tetapi pengendali genjutsu yang paling kuat di antara kami hanya mampu mengendalikan siluman itu selama sepuluh menit. Tetapi setelah aku memeriksa sendiri aliran energi siluman itu... ada energi yang mengalir tidak terkendali di dalam tubuh siluman itu tapi bukan chakra Seperti sesuatu yang belum pernah ada di dunia shinobi. Anehnya, aliran energi ini sangat mirip dengan sihir di buku cerita.
"Mitsuki... lepaskan topengmu."
Anbu itu memandang ke arah Boruto dengan ragu, "Tetapi Juudaime..."
"Sebenarnya merahasiakan indentitasmu sebagai anggota anbu yang sebentar lagi mengundurkan diri setelah anakmu yang pertama akan lahir sudah tidak diperlukan. Malam ini malam terakhirmu sebagai anbu."
"Hokage-sama, mungkin ini bukan saat yang tepat untuk membicarakan hal itu," Mitsuki menatap ngeri ke arah siluman berkepala tiga itu yang memandang Boruto dengan tenang dan was-was seolah gerakan selanjutnya akan menjadi perangkap bagi dirinya sendiri.
"Tidak, justru sekarang aku akan meminta bantuanmu. Aku sudah memikirkan sebuah cara untuk melawan kumpulan anjing kampung itu, tetapi aku perlu memastikan dulu apakah jurus ini akan berhasil atau tidak, dan aku masih memerlukan sesuatu setelah aku memastikannya. Sekarang dengarkan baik-baik," Minato summon seekor kodok yang lebih besar dari dirinya sendiri.
"Gamatatsu, ambillah bayi yang dibawa oleh anbu beruang, dia ada di rumahku."
"Baik!" Kodok itu melompat cepat ke arah desa Konoha.
"Mitsuki, panggil sang Hokage kesembilan, shikadai dan juga inojin kesini, dan suruh para shinobi yang lainnya kembali ke desa."
"Hokage-sama akan melawan kumpulan monster itu hanya dengan bantuan sang Hokage kesembilan, shikadai dan inojin ?Itu tidak mungkin!"
"Bukan, yang akan melawannya adalah aku sendiri. Aku hanya ingin mengatakan sesuatu kepada sang Hokage kesembilan dan sahabatku."
"Tetapi Hokage-sama..!"
"Kamu sendiri bilang sedang menunggu perintah saya. Kalian yang mempercayakan gelar sang Hokage kepadaku harus percaya kepada keputusanku. Sekarang pergilah."
Mitsuki menunduk sedikit, lalu melepaskan topengnya. Ia berlutut di depan Boruto, "Baik Hokage-sama." Lalu ia menghilang.
Boruto menatap siluman itu dengan tatapan serius. Lalu ia memfokuskan matanya ke sebuah shiluet yang berdiri di atas kereta perang berwarna emas yang melayang, tidak jauh dari siluman itu. Boruto tidak bisa melihat wajah atau sesuatu yang lain dari orang itu selain jubah hitam dan helm hitam yang menutupi dirinya dan wajahnya... dan dua mata merah yang menatap dingin dan mencemoh ke arah Boruto. Hokage itu baru pertama kalinya bertemu orang itu yang punya peran penting dalam sejarah yunani... dan ia bisa menduganya ia akan berperan juga dalam masa depan keluarganya
"Aku... akan melindungi Konaha dari bencana yang sekarang... asal kamu tahu... masa depan desa akan kupercayakan sama anakku dan ayah bila ia sudah sadar.." Boruto tersenyum pada orang itu. Senyum yang sedih. Sedetik kemudian orang itu menghilang.
Tiba-tiba para siluman itu melepaskan sebuah auman yang sangat keras dan siap-siap melompat ke arah desa. Tetapi sang boruto sudah siap. Secepat kilat ia melompat dari kepala Gamakichi, dari satu dahan ke dahan yang lain sambil melepari kunai berujung tiga ke tubuh salah satu anjing itu. Setelah mengitari cerberus itu sekali ia merapalkan beberapa segel lalu cerberus itu mengaum sekerasnya saat merasakan tubuhnya seperti dialirkan cakra dalam bentuk listrik melalui tubuhnya. Boruto menancapkan sebuah kunai besar ke tanah tepat di depan kakinya lalu memusatkan cakranya ke kunai itu. Setelah memastikan bahwa ia membuat siluman itu tidak bisa berkutik selama tiga menit ia menoleh ke belakang. Untungnya sang Hokage Kesembilan konohamaru dan inojin sudah datang. Begitu juga Gamatatsu dengan sebuah bundelan kain yang terlihat bergerak sedikit.
Sedangka ditempat Kabuto sang Sannin naga pertapa terkuat yang melampaui tiga sannin pendahulu, Rookie 9 yang terdiri dari sakura istri hokage kedelapan, dan salah satu dari dua pahlawan dunia Shinobi, ditambah ino, sai, shikamaru, kiba, shino, dan chouji.
"sialan beraninya anjing-anjing besar itu menyerang konoha... " kata kiba sambil mengamati cerberus.
"bukankah Akamaru juga seekor anjing yang besar" ucapan kiba ditimpali oleh suara datar Shino
" gerrrr diamlah kau Shino "
" bisa tidak kalian sedikit tenang" akhirnya percakapan antara shino dan kiba terhenti.
" biarkan aku yang memulai serangan " ' sepertinya aku harus menggunakan jurus 'itu' apapun yang terjadi semua ini untuk menebus dosaku' batin kabuto
.
.
.
.
"sepertinya ini semua ulah hades" Hokage kesembilan menghampiri Boruto dengan cepat. Sudah siap dalam pakaian tempur.
"Maksud anda dewa dari mitologi yunani itu," Konohamaru mengangguk pelan.
"jika kita ingin mengalahkan siluman-siluman itu kita harus mencari dewa Hades"
"kalian tidak perlu repot-repot mencariku." Hades muncul dari dalam tanah, berdiri tepat di belakang mereka
"Boruto," Inojin menatap ngeri ke arah hades yang berdiri di depan mereka, sama halnya dengan rekan setimnya Shikadai pun menatap horror kearah Hades.
Shinka!
Setelah mengucapkan nama jurusnya, Puluhan ribu ular berwarna putih muncul dari dalam tanah, ular-ular tersebut berbondong-bondong menuju kearah kabuto. Menyatu menjadi satu dengan tubuh sang sannin naga,
Tiba-tiba tubuh kabuto berubah menjadi seekor ular naga, Ia memiliki kepala seperti unta, Sisiknya seperti ikan dengan tanduk seperti rusa. Mata merah seperti siluman, telinganya seperti lembu, leher dan tubuhnya seperti ular. Perutnya seperti tiram, telapak kakinya seperti harimau. Dan cakar seperti rajawali.
Goooarrrrrrrrr
"Apa itu, MONSTER"
"Sepertinya guru kabuto sudah berubah bentuk" Boruto tersenyum sedih melihat pengorbanan sang guru. " AKU AKAN MELAWAN KUMPULAN ANJING KAMPUNG ITU SENDIRIAN, DAN KU USAHAKAN MENJAUHKAN MEREKA DARI DESA"
Suara kabuto meggema ke berbagai penjuru desa, sehingga para shinobi mampu mendengarnya.
Dengan tubuh panjang yang mencapai 35 meter, Kabuto menghempaskan tubuh para siluman penjaga neraka tersebut.
Hades yang melihat cerberus berhasil ditahan oleh kabuto menggeram marah' tidak kusangka ternyata desa ini mempunyai se-ekor naga, aku harus menangkapnya'
Boruto yang melihat hades pergi kearah kabuto dengan cepat melempar kunai bermata tiga ke arah sang dewa, Hades yang melihat kunai mengarah ke kepala hanya tersenyum mengejek. " Senjata seperti ini tidak akan mampu melukai ku"
" RASENGAN " Boruto menghilang dari tempatnya berdiri dan muncul di belakang hades dengan jurus ciptaan kakeknya. Punggung hades terkena telak membuat ia jatuh menukik kebawah
Boom!
Terciptalah kawah besar ditempat hades tadi terjatuh, " khukhukhukhu menarik, menarik buat darah ku mendidih manusia "
TRANK! TRANK!
Adu senjata antara Boruto dan Hades pun berjalan sengit, tidak nampak tanda kelelahan diwajah mereka. Seolah mereka mumpunyai stamina yang berlimpah
"Apa itu gamatatsu" Inojin sedikit melemparkan pandangan heran ke arah bundelan kain yang dibawa Gamatatsu dan sekarang menyerahkannya ke Inojin.
"Aku akan memberitahu beberapa hal penting sekarang mohon dengarkan baik-baik."
selagi boruto bertarung melawan hades gamatatsu pun mulai berbicara" dengarkan baik-baik", Sang Hokage Kesembilan, shikadai dan inojin mengangguk, tidak membuang-buang waktu lagi.
"Kemungkinan besar Boruto akan mati setelah melancarkan sebuah jurus rahasia kepada dewa itu. kami tidak bisa membantu untu mengalahkan atau membunuh dewa itu. Itu mustahil. Tapi Kabuto bisa memindahkannya ke dimensi yang lain... dan menyegelnya agar ia tidak pernah keluar lagi.
"Menyegelnya kemana?" tanya inojin gugup.
"Maksudmu ketubuh anak Boruto, jangan bercanda," ujar marah konohamaru lalu menatap isi bundelan itu dengan tatapan yang begitu tajam yang hanya gamatatsu bisa mengerti karena punya anak.
"maksudmu anak ini" tanya Inojin ikut memandang ke arah bayi itu yang sekarang menguap dalam pelukan gamatatsu.
"Namanya Shuri himejima ... dia anakku aku mengganti nama klannya himejima supaya ia tidak menjadi incaran para musuh ayahku yang ingin balas dendam .. jadi bisa aku pakai dalam penyegelan dewa dunia bawah itu" entah dari mana tiba-tiba Boruto muncul dengan pakaian compang-camping.
Sang Hokage Kesembilan memandang Boruto dengan tatapan tidak percaya. Ia bahkan membuka mulut untuk mengatakan sesuatu, tetapi Boruto menggelengkan kepalanya sekali.
"Aku mohon setelah aku menyegel dewa ini, bawa dan jagalah anakku ini dengan sepenuh hati. Anggaplah ia sebagai pahlawan desa ini. Dan berikanlah anak ini apa yang dibutuhkan. kyuudaime...inojin, aku mohon dengan segenap hati untuk melindungi anak ini dan juga untuk shikadai, jadilah wali untuk anakku"
Sang Hokage Kesembilan dan Inojin, dan juga Shikadai memandang boruto sebentar lalu mengangguk dengan yakin.
"Satu lagi... begitu anak ini menjadi genin, aku mohon biar Inojin jadi sensei-nya. Dan karena energi sihir bisa mengacaukan aliran chakra dan melukai Shuri bilamana dewa ini bangkit di dalam dirinya, aku mohon ditempatkan satu ninja medis dalam kelompoknya. Dan untuk mencegah terjadinya bencana seperti ini lagi mohon ditempatkan seorang Ahli genjutsu di dalam kelompoknya juga."
"Ahli genjutsu?" tanya kyuudaime memastikan.
"Setelah bertarung melawan dewa ini aku mengetahui sebuah fakta, ternyata dewa dunia bawah ini lemah terhadap genjutsu. Di umur yang ke tiga belas shuri tidak akan bisa tumbuh normal sepeperti anak-anak pada umumnya, dia butuh waktu bertahun-tahun untuk menyesuaikan sihir sebagai pengganti chakra setelah itu dia akan tumbuh normal kembali"
" dari mana kau tau " tanya si jenius dari klan nara yang mulai serius.
" Hanya insting seorang ayah "
"Rauuuurrrrr" kabuto mengaum keras seolah memanggil sesuatu, Ia menghempaskan satu demi satu cerberus yang datang kearahnya.
Terjadi retakan dimensi diatas langit konoha, setelah itu munculah sang kaisar naga merah Draig.
" Ternyata itu kau kabuto, sekarang kau malah mirip si putih. Ada apa kau memanggilku?"
" Aku hanya ingin kau mengikat kontrak dengan muridku "
"Kita seperti ternak yang terkepung oleh Sergala" ucap salah satu jounin sambil melihat kearah Cerberus, Kabuto dan Draig
"Bukan Serigala, tapi monster" ucah temannya yang berdiri tepat disampingnya.
"Kalian menjauhlah!" Boruto kembali menghadap siluman itu sambil memegang erat Shuri dengan satu lengan.
"Boruto dimana istrimu" tanya Inojin saat hendak menolong Boruto, tetapi dihadang oleh Hokage Kesembilan
" Sarada telah tewas " bukan Boruto yang menjawab, melainkan Shikadai yang saat ini tengah menyalakan sebatang rokok.
"shikadai aku butuh bantuanmu ..." Boruto berbalik ke arahnya untuk yang terakhir kalinya. "Kamu tidak perlu bersusah payah membuktikan bahwa kamu ninja yang baik. Kamu memang ninja yang baik, sahabat yang aku sayangi. Jalani jalan ninjamu. Gunakan jurus bayanganmu untuk menahan pergerakan dari hades...aku mohon untuk para raja di masa depan "
Mendengar ucapan Boruto barusan membuat Shikadai teringat perkataan sang ayah.
Inojin memasang wajah bingung mendengar kalimat Boruto yang terakhir, tetapi ia tidak bisa bertanya apa-apa. Ia hanya bisa membantu dari kejauhan.
Tangisan shuri bercampur dengan auman dua naga itu saat boruto hendak melakukan jurus segel rahasia dan terlarang itu tetapi tangannya ditahan oleh konohamaru. Sebuah cahaya menyinari langit malam itu dan menerangi sampai ke desa. Lalu semuanya kembali gelap... dan tenang. Seolah malam itu tidak terjadi bencana apa pun. Hanya pohon-pohon tumbang dan jenazah para shinobi yang gugur yang bisa menjadi bukti kedatangan dewa itu.
" shikadai sekarang " perintah konohamaru.
Kagemane no jutsu!
Sebuah bayangan mengikat pergerakan hades, membuat pergerakan dari dewa penguasa dunia bawah itu tertahan.
" KEPARAT LEPASKAN AKU MAHLUK RENDAHAN. " aura hitam menguar dari dalam tubuh hades.
" RASAKAN KEKUATAN DEWA "
Dance of death!
Gelombang angin dari sabit hades yang mengarah menuju Konohamaru dan Shikadai, membuat mereka berdua terpental jauh menabrak beberapa pohon hingga tumbang.
"chi kuso ternyata mengalahkan dewa sangat sulit tapi aku bingung bagaimana naruto nii-san menyegel kaguya bersama sasuke-teme"
Shikadai sudah berlutut di samping Konohamaru dengan perut yang terluka akibat terkena serangan hades, menunduk sambil mengepalkan tangannya. Mencoba menahan sakit pada bagian perutnya yang seperti terbakar.
Choju Giga!
Puluhan burung terbuat dari tinta keluar dari lukisan inojin, tersenyum mengejek kearah shikadai.
"hey rusa sampai kapan kau duduk disitu"
"diamlah kau pelukis jalanan"
"Apa katamu rusa pemalas"
"Hentikan pertengkaran kalian, sekarang bukan saatnya bertengkar" Karena kesal dengan junior nya akhirnya sang Hokage kesembilan angkat bicara.
Sedangkan boruto mulai bangkit, mencoba menyerang dengan ribuan bunshin yang keluar dari alatnya [alat yang digunain buat lawan Shikadai di Boruto : Naruto the movie].
Waves of Sorrow!
Muncul puluhan lingkarn sihir diatas para bunshin Boruto, dari lingkaran sihir tersebut keluar gelombang kasat mata mengarah ke kumpulan bunshin itu, menyebabkan para bunshin menghilang menjadi kepulan asap.
" shikadai sekarang "
Kagemane no jutsu!
Untuk kedua kalinya hades terkena jurus pengikat bayangan dari klan nara tersebut, inojin yang melihat kesempatan menggambar dua ekor ular naga.
Choju Giga!
dua ular naga tersebut keluar dari gambar inojin, dan melilit tubuh Hades membuat pergerakan sang dewa tertahan. Konohamaru menyiapkan altar tempat penyegelan ditengah altar terbaring shuri yang tertidur.
SHIKI FUJIN!
Muncul sosok shinigami dibelakang konohamaru, hades hanya tersenyum sinis kearah shinigami.
" BIAR KAMI BANTU BOCAH " draig dan kabuto berdiri dibelakang konohamaru
[ Boost!], [ Transfer!]
" sialan kalian para manusia, Kaisar naga merah, Naga putih yu-long, Dan Shinigami mitologi dari jepang tunggu pembalasanku " hades berhasil kabur dari jerat shinigami dengan mengganti tubuhnya dengan roh manusia yang akan berenkarnasi.
A/N : disina kabuto salah satu dari 5 raja naga, Setelah ini namanya jadi yu-long.
Malam tanpa bintang, hanya awan hitam yang ada di langit konoha, tangisan para shinobi akibat kehilangan orang-orang yang disayangi, Shikadai berlutut disamping bayi yang menjadi wadah dari separuh kekuatan hades dan di pusarnya terlihat segel yang ditinggalkan Konohamaru.
"Namamu Shuri ya..." bisik shikadai, lalu ia mengangkat bayi itu.
Inojin menyerahkan Shuri ke boruto, setelah itu ia membawa anaknya ke rumahnya, mencari Sarada tetapi menemukannya tidak bernyawa di dalam kamarnya. Karena Boruto tidak ingin membebankan Shuri dengan bagaimana ibunya meninggalkannya, sang Hokage membereskan jenazah Sarada. Esok harinya ia kembali diangkat sebagai Hokage. Saat pidatonya, Hokage kesepuluh yang kembali ke dalam jabatannya memberitahukan bagaimana Hokage sebelumnya meninggal, dan dimana sang dewa sekarang. Para shinobi kaget mendengarnya begitu juga mitsuki. Tetapi karena peraturan baru yang dibuat oleh sang Hokage, semua shinobi tidak memperlihatkan rasa amarah mereka terhadap Shuri.
...
"Are...dimana aku setahuku aku tadi hendak dibawa ke sumur renkarnasi, kenapa sekarang aku disini" Mikoto mendapati dirinya terkurung di tempat yang tidak dikenali. memperlihatkan kanji aneh di depan kurungan membuat ia tidak dapat keluar.
"Kita berdua tersegel" ucap hades tanpa menoleh ke mikoto yang berada disampingnya
"Bagaimana bisa?" jawab Mikoto dengan wajah terkejut.
"Sewaktu aku bertarung dengan suami dari cucumu, aku hampir saja kalah namun aku berhasil kabur dengan cara membagi tubuhku menjadi dua. Diriku yang lain menggunakan jurus pertukaran tempat dengan media roh sehingga tidak sengaja aku yang lain dan kamu berganti posisi ."
"Ummm sekarang kita dimana..." Mikoto menunduk sedikit.
Hades akhirnya berbalik ke arah roh yang akan berenkarnasi tersebut, Tatapannya tajam dan mengancam.
" kita berada di tubuh bayi yang baru dilahirkan cucumu "
" jadi begitu " ucap pelan Mikoto.
Pagi hari di Konohagakure, satu-satu nya desa Shinobi yang tersisa akibat serangan dari dua orang tidak dikenal, mereka mengaku sebagai anggota klan Otsutsuki yang terakhir.
Sekarang keberadaan dua orang keturunan Otsutsuki tersebut tidak diketahui, setelah berhasil membunuh Uchiha Sasuke dan kelima kage.
Di hutan kematian berdirilah dua ekor Naga dan seorang manusia.
"Jadi kenapa kalian memanggilku" ucap pemuda yang menjabat sebagai Hokage.
"AKU MEMANGGILMU KARNA ADA HAL PENTING YANG INGI-"
"Hal penting apa guru" bletak! Sebuah kepalan tangan mendarat di kepala Boruto.
"Jangan menyela bocah, aku ingin menyampaikan dua hal penting padamu" boruto memandang sang guru dengan pandangan serius.
"Pertama aku akan pergi untuk berkelana, dan kedua Draig setuju mengikat kontrak padamu" boruto memandang kabuto dengan pandangan sedih.
" BAIKLAH BOCAH TULIS NAMAMU PADA GULUNGAN YANG DIBERIKAN KABUTO KEMARIN" ucap Draig dengan suara berat.
Mengeluarkan gulungan yang diberikan sang guru kemarin dari balik jubah Hokagenya, setelah itu ia mulai menulis nama nya pada kertas gulungan dengan darah dari ibu jarinya.
"BAIKLAH KAMI PERGI DULU BOCAH, SAMPAI JUMPA"
"SELAMAT JALAN GURU, NAGA MERAH" Teriak Boruto melihat guru dan partnernya mulai terbang menjauh.
.
.
.
Flashback of...
'Huh sudah jam 5 pagi padahal aku belum selesai membacanya '
"Shuri-chan.., kapan kau berdiri disitu? Bahkan aku tidak merasakan keberadaanmu?" Tanya Naruto penasaran saat mereka –NaruShuri- tengah berada di kamar Boruto. "sejak satu jam yang lalu kek, bukankah sudah pernah ku bilang aku seorang penyihir jadi tidak memiliki chakra." Jawab Shuri sambil tersenyum sopan. "Eh? begitu ya aku lupa" Ucap Naruto sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. 'Bahkan seorang warga sipil pun aku dapat merasakan aura nya, tapi dia sedikit berbeda atau karena pengaruh kekuatan hades aura keberadaan nya jadi samar' pikir naruto.
Sejenak Naruto melihat sekeliling. 'Masih sama.' Batin Naruto. Tapi kemudian ia menyadari sesuatu yang janggal pada tempat itu. "Shuri-chan? Kenapa disini sepi sekali? Dimana akeno?" Tanya Naruto bingung. Mendengar pertanyaan Naruto, Shuri menunduk sejenak dan menarik nafas panjang sebelum menjawab, "akeno sedang ada kegiatan klub dengan kelompok iblisnya". Dan jawaban Shuri sukses membuat Naruto mebelalakkan matanya tidak percaya. "Iblis"
Mendengar kata iblis membuat naruto ketakutan " Mereka bukan hantu kok jadi masih bisa dilihat dan di pegang "
"Jika kakek ingin menemuiku dan Akeno setiap hari, kakek bisa bersekolah di kuoh" jelas Shuri membuat Naruto semakin membelalakkan matanya tidak percaya.
" maksudmu aku harus bersekolah di kuoh " shuri mengangguk sebagai jawaban
"baiklah demi melindungi kalian aku akan bersekolah ke kuoh "
Cup
Pipi naruto dicium oleh shuri , membuat wajah pemuda berkulit tan itu memerah "Ara...ara...ufufufufu "
Naruto dapat melihat Shuri mengenakan pakaian khas miko, sebuah hakama berwarna merah[ sejenis celana panjang longgar atau rok panjang dilipat]. Naruto menyimpulkan bahwa selain menjadi guru di Kuoh Shuri juga seorang miko
" jaga dirimu kek aku pergi dulu " teriak shuri sebelum menghilang melalui sihir teleportasi.
Sejenak Naruto mengepalkan kedua tangannya dengan erat, 'Sialan! Aku tidak menyangka kematian Madara dan menyegel kaguya akan membawa bencana sebesar ini!' batin Naruto kesal. Setelah berhasil mengendalikan emosinya, Naruto menarik nafas sejenak kemudian menghembuskannya perlahan. "Baiklah, pertama aku akan mengganti mata ini dengan Rinnegan dan Byakugan.., aku membutuhkan waktu sehari penuh untuk menyembuhkan mataku nanti?" ucap Naruto " Bersekolah ya sepertinya akan membosankan"
Naruto teringat kata-kata di buku tentang musuhnya. "Musuh? Memangnya siapa musuhku?" Tanya Naruto sambil memiringkan kepalanya, tanda bingung. "Apa sewaktu aku tertidur kaguya bangkit? Sepertinya tidak, lebih baik nanti aku membaca lagi. Tapi pertama tama aku harus mengganti mata ini dengan milik si teme dan hinata-chan "
Setelah kepergian Shuri, Naruto pun jadi bingung sendiri. "Eh? Bagaimana mencari tempat untuk melakukan oprasi dirumah seluas ini ya?" gumam Naruto sambil menggaruk-garuk kepalanya. "Ah! Tanya pendapat mereka saja!" seru Naruto senang saat mengingat di dalam tubuhnya masih bersemaya sembilan siluman legendaris, Mulai dari ekor satu sampai sembilan. Sesaat kemudian, Naruto duduk bersila sambil memejamkan matanya, berkonsentrasi menemui sahabatnya.
Tbc
Maaf bila banyak typo, dan pendeskripsian yang bikin bingung ( maklum ngetik pake hp )
Terimakasi sudah membaca dan review fic aneh bin ajaib milik ane.
