Previous :
Baekhyun menyebutkan beberapa menu makan sebelum Kyungsoo berlari ke Counter makanan di kantin. Dia kembali ke meja dengan beberapa makanan lainnya untuk Minsoek dan Yixing. Setelahnya mereka makan bersama, Kyungsoo makan bekal Baekhyun sehingga buburnya terbengkalai begitu saja.
Sedangkan di meja sudut lain kantin yang diduduki oleh Chanyeol, Luhan dan kelompoknya beberapa kali mengawasi meja Kyungsoo. Terutama namja tinggi yang bernama Chanyeol, tatapannya tertuju ke arah Kyungsoo.
"Sepertinya menarik," Batinnya.
.
.
NEXT CHAPTER :
.
Love With You
.
Chanyeol Pov
Pagi ini kulihat Kim saem masuk kekelas ku dengan seorang yeoja yang cukup menarik perhatianku. yeoja manis dengan mata bulat dan senyum heartlipsnya sungguh menarik menurutku.
"Siapa dia?" lirihku saat melihatnya berdiri dengan senyumnya.
Sesaat setelahnya Kim Saem memperkenalkan dirinya bahwa dia merupakan murid baru dikelasku. Dengan mata dan senyum indahnya dia berdiri di sebelah Kim saem dan mulai memperkenalkan dirinya.
"Kyungsoo"namanya yang langsung aku ingat sejak saat itu. Sejak dia duduk di kelasku dan duduk di sebelah Baekhyun mataku tidak lepas mencuri pandang kearahnya. Sungguh dia membuatku terpesona dengan semua yang ada pada didirinya.
"Sepertinya dia dekat dengan Baekhyun?" Batinku.
Iya, bahkan dari pertama masuk kelas aku melihatnya selalu menatap Baekhyun dengan senyumnya seakan mereka adalah teman lama. Bahkan, dia langsung memilih duduk sebangku dengan Baekhyun.
Kulihat Luhan - kekasihku - mendekati bangku Kyungsoo dengan pandangan tidak suka. Aku hanya memperhatikan dari bangkuku apa yang akan dilakukan Luhan. Kudengar Luhan sudah mulai bicara dengannya.
"Apa? Anak Panti?" batinku saat mendengar ucapan Luhan. Aku cukup terkejut dengan itu, namun semua jadi semakin menarik saat kulihat dia -Seorang murid baru- berani melawan Luhan yang merupakan yeoja populer dan berkuasa di sekolah ini. Bahkan dia juga dengan santainya meninggalkan Luhan seakan tak berarti.
Luhan langsung mengadu ke aku mengenai Kyungsoo, aku hanya menanggapi dingin ucapannya dengan jawaban bahwa ini belum waktunya.
"Karena aku ingin bermain lebih dengannya"lanjutku dalam hati.
Chanyeol Pov End
.
.
.++
Setelah menyelesaikan makan siang mereka berempat memutuskan untuk pergi keperpustakaan untuk mengejarkan tugas. Mereka duduk berhadapan di satu meja, Kyungsoo bersebelahan dengan Baekhyun sedang Minsoek dan Yixing duduk di depan mereka. Mereka sibuk dengan soal2 sulit mereka terkecuali Kyungsoo yang sedang sibuk dengan handphonenya. Dia sedang chat dengan Sehun.
'Sehun-ah,,,,'
' Hai Sayang, bagaimana hari pertama?'
' Menyenangkan, aku sekelas dengan Baekhyun. Dan aku mendapat teman baru lagi. Mereka sahabat Baekhyun Namanya Yixing dan Minsoek. Ah senangnya..'
' Wah senang mendengarnya Kyung, aku bisa lebih tenang sekarang '
' Hahaha... Ayolah Hun-ah aku sudah 17 th bukan balita . Sudah ya, aku mau belajar dengan BaekMinXing dulu, sepertinya mereka sedang kesulitan'
' Oke oke, ingat minum obatmu. Nanti aku jemput ya, :*'
' Siap Hun-ah, aku menunggumu :*'
Kyungsoo mengakhiri chatnya dengan Sehun. Dia memasukkan handphonenya kedalam saku sebelum melihat ketiga temannya yang sepertinya sedang kesulitan dengan tugas mereka.
"Kalian sedang mengerjakan apa ?" tanya Kyungsoo memotong konsentrasi teman-temannya, sambil mencondongkan badannya melihat buku diatas meja.
"Tugas dari Kim Saem, Kyung. Dan ini sangat susah, kami dari tadi kesulitan menyelesaikannya," jelas Baekhyun.
"Coba aku lihat," ucap Kyungsoo mengambil buku Baekhyun. "Ah,,,sepertinya ini mudah"lanjutnya sambil mengambil pensil Baekhyun dan memulai mengerjakannya. Baekhyun dan yang lain tercengang melihat Kyungsoo dengan mudahnya menyelesaikan dan menjelaskan soal yang sedari tadi mereka bingungkan.
Triiiinngggg,,,
Tak terasa bel masuk sudah bunyi yang menandakan bahwa semua siswa harus segera kembali ke kelas masing- masing. Kyungsoo dan teman-temannya sudah berada di kelas masing-masing sebelum bel berbunyi. Sebelum Saem datang ke kelas, Kyungsoo memutuskan untuk pergi ke toilet terlebih dahulu. Dia berjalan di lorong sepi karena semua siswa sudah berasa di kelas masing-masing. Tiba-tiba langkahnya terhenti saat dia mendengar ada suara tangisan dari arah kamar mandi. Dengan langkah semakin cepat dia menghampiri suara itu, dan langsung kaget saat mendapati bahwa itu adalah Yixing yang sedang meringkuk di sudut kamar mandi karena di bully oleh Luhan.
"Yakk,, Apa yang kau lakukan?" teriaknya sambil meraih tangan Luhan yang hendak memukul Yixing dan langsung di hempas. Diapun jongkok mensejajarkan tubuhnya ke Yixing. "kau baik-baik saja?" ucapnya menghapus airmata Yixing, sambil membantunya berdiri. Dia hendak mengajak Yixing pergi dari sana sebelum di tahan oleh Luhan.
"Minggir," ucapnya tegas.
"Berani sekali kau ikut campur urusanku," ucap luhan.
"Memang kau siapa? Hingga aku harus takut?" dia mendorong Luhan untuk menyingkir dari hadapannya dan melanjutkan langkahnya, namun sebelumya dia sempat menoleh singkat ke Luhan, "Jika kau berani melakukan hal gila seperti ini lagi, aku tak segan-segan melakukan lebih dari yang kau lakukan. Ingat itu." Ancamnya. Setelahnya dia mengantar Yixing ke ruang kesehatan, untuk menenangkannya.
1jam berlalu setelah Yixing sudah mulai tenang dan bisa kembali ke kelasnya. Sehingga, mereka telat masuk kekelas yang memulai pelajarannya.
"Permisi Saem, "Kyungsoo di kelas Yixing, "Maaf mengganggu, saya hanya ingin mengantarkan teman saya Yixing, karena tadi kami dari Ruang kesehatan." Jelasnya kepada Saem di kelas Yixing.
Ahn Saem mengangguk dan mengijinkan Yixing kembali ketempat duduknya sebelah Minsoek. Minsoek memandang pernuh tanya ke Kyungsoo, yang hanya di jawab dengan senyuman pernuh arti -Semua baik-baik saja. Kyungsoo undur diri kembali ke kelasnya.
"Permisi Saem, maaf saya terlambat," Kyungsoo masuk ke kelasnya sambil membungkuk ke arah Min Saem, "Saya dari ruang kesehatan, ada teman saya yang sakit," jelasnya.
"Baiklah silahkan kembali ketempat dudukmu," ijin Min Saem. Kyungsoo membungkuk sebelum kembali ketempat duduknya, sekilas dia menatap Luhan dengan tatapan tajam.
Jam pelajaran berjalan lancar hingga bel pulang sekolah berbunyi, para siswa sudah banyak yang berlarian keluar kelas. Kyungsoo dan Baekhyun masih duduk di bangkunya perlahan membereskan buku2nya kedalam kelas. Belum sempta Kyungsoo dan Baekhyun berdiri dari bangkunya, tiba-tiba Luhan datang dan menggebrak mejanya.
Brakkkkkk,,,,
Kyungsoo terperanjat kaget dengan keadaan tiba-tiba itu, begitu pula dengan Baekhyun. Chanyeol dan teman-temannya yang masih di dalam kelaspun ikut kaget.
"Apa yang kau lakukan?" Kyungsoo berdiri menghadap Luhan. Luhan menatapnya tajam.
"Jangan sok jadi pahlawan, kau belum tahu siapa aku?"
"Memangnya kau siapa?" Kyungsoo senyum mengejek, "Yang ku tahu kau hanya seorang pecundang bernama Luhan."
"Kau..." Luhan mengangkat tangannya hendak menampar Kyungsoo, namun tangan kiri Kyungsoo langsung menangkapnya dan tangan kanannya yang bebas menampar Luhan dengan keras. Semua yang didalam kelas kaget dengan kejadian itu, terutama Baekhyun yang langsung menutup mulut dengan tangannya.
"Itu untuk apa yang sudah kau lakukan ketemanku. Bukankah aku sudah mengingatkanmu, dan aku tak pernah bercanda dengan apa yang sudah aku katakan, "lanjutnya. Diluar kelas Kyungsoo, Yixing dan Minsoek berdiri mematung melihat kejadian itu.
"Ayo Baek,," Kyungsoo menghempas tangan Luhan dan mengajak Baekhyun keluar kelas.
"Kurang ajar, "Luhan menarik Kyungsoo, namun yang tertarik malah Baekhyun. Sehingga Baekhyun langsung terhempas kelantai. Kyungsoo yang melihat Baekhyun, ingin menampar Luhan tapi tangannya di tahan tangan lain, yaitu tangan Chanyeol yang sudah berdiri dibelakangnya.
"Lepaskan,," Kyungsoo berusaha melepas tangannya, "Siapa kau? Jangan ikut camput," dia memutar tubuhnya menatap Chanyeol. Chanyeol hanya menjawabnya dengan seringaian. Keduanya saling menatap dengan sorotan mata tajam.
Luhan hendak memukul Kyungsoo, sebelum suara Chanyeol menghentikannya ," Hentikan Lu.." . Kyungsoo memutus kontak mata dan melepas tangannya. "Tentu saja aku ikut campur, karena kau sudah menampar kekasihku"ucap Chanyeol. Kyungsoo mendesis, dan memutar tubuhnya menghampiri Baekhyun membantunya berdiri.
"Aku tak perduli Luhan siapamu, karena bagiku dia sudah menyakiti temanku," ucap Kyungsoo membawa Baekhyun keluar kelas bersama Yixing dan Minsoek.
Luhan dan Tao mengejarnya dan menghentikan langkah Kyungsoo saat di depan kelas. Diikuti Chanyeol dan teman-temannya. Luhan akan berbicara sebelum ada suara lain yang menghentikannya.
"Kyungg... "teriak seorang namja dari arah belakang Luhan dan teman-temannya. Kyungsoo mendorong tubuh Luhan kesamping melihat siapa yang memanggilnya, seketika dia tersenyum melihat sosok namja yang ternyata Sehun.
"Ternyata kau disini, "ucap Sehun berdiri dihadapan Kyungsoo sambil menggenggam tanganya, "aku sudah menunggumu dari tadi parkiran, tapi kau tak muncul2 juga"lanjutnya tak menghiraukan sosok lain.
"Aku tadi masih bicara dengan teman-temanku Hun-ah," jawab Kyungsoo senyum, "ayo, kenalin teman-temanku," Dia menarik tangan Sehun menuju Baekhyun dan teman-temannya.
"Baek, kenalin ini Sehun, Dan Sehun kenalin ini Baekhyun, Yixing dan Minsoek temanku," Kyungsoo menunjuk satu-satu temannya.
"Hai," Sehun menyapa "kenalkan aku Sehun, Oh Sehun tunangan Kyungsoo," jelasnya sambil tersenyum manis. Semua terkejut mendengar ucapan Sehun yang mengatakan bahwa dia adalah tunangan Kyungsoo, langsung menatap Kyungsoo -meminta penjelasan. Kyungsoo hanya menjawab dengan anggukan dan senyuman sambil menunjukan cincin di jari manisnya, menghiraukan Chanyeol dan Luhan yang menatapnya.
"Apa? Ternyata dia sudah bertunangan?" batin Chanyeol.
"Ayo," ajak Sehun menarik tangan Kyungsoo di genggamannya.
"Ayo Baek, Cing, Min, "Kyungsoo menarik Baekhyun dengan tangan bebasnya.
Langkah Sehun terhenti tepat di depan Chanyeol, menoleh ke Kyungsoo seakan bertanya - siapa mereka. "Mereka teman sekelasku, ayo," jawab Kyungsoo sekilas menarik Sehun. Sehun tersenyum sekilas sebelum berjalan mengikuti Kyungsoo
"Hun-ah bisa kita antar teman-temanku dulu?" Kyungsoo bertanya memohon.
"Tentu Kyung, ayo kita antar mereka," jawab Sehun lembut. Setelahnya mereka berlima masuk ke mobil mewah Sehun dan segera melesat meninggalkan area sekolah.
Mobil Sehun kini telah terparkir rapi di halaman rumah mewah Kyungsoo, setelah mengantar teman-teman Kyungsoo, Sehunpun langsung mengantar pulang Kyungsoo karena dia merasa Kyungsoo sedikit pucat dan demam sepulang sekolah.
"Sekarang istirahatlah," ucap Sehun disamping Kyungsoo yang sedang berbaring di ranjangnya. Kyungsoo hanya menjawabnya dengan anggukan lemah dan senyum manisnya. Sehun mengelus surai lembut dan menemani Kyungsoo hingga tertidur. Sebelum keluar dari kamar Kyungsoo, dia mengecup kening Kyungsoo lama.
"Aku mencintaimuu," ucapnya sebelum keluar dari kamar Kyungsoo dan menghampiri orang tua Kyungsoo yang sedang duduk di ruang tengah untuk pamit.
.
.
.++
Jarum pendek jam di dinding kamar Kyungsoo menunjuk angka 1 saat tubuh Kyungsoo bergetar dan meringkuk memegang perut dibawah selimut dengan peluh di dahinya. Dia merintih kesakitan, berusaha bangkit dari tempat tidurnya dengan menyibak selimut sutra yang menutupi tubuhnya. Dengan tertatih dia berhasil melangkah beberapa langkah dari ranjangnya sebelum tiba-tiba dia merasakan sakit diperutnya semakin menyiksa dan dia bisa merasakan aliran darah menetes dari hidungnya yang berarti dia sedang mimisan. Dia terjatuh di lantai dekat pintu, dengan masih merintih menahan sakit teramat dia berusaha memanggil mamanya.
"Eo,,,,,mma," ucapnya lirih, namun sepertinya usahanya belum berhasil karena suara terlalu pelan untuk memanggil orang bahkan di depan pintu kamarnya. Dengan sekuat tenaga dia berusaha meraih benda di atas nakas, dan menjatuhkannya berharap ada orang yang mendengarnya.
Praaaggggggg,,,,,,
Do Ryeowok -eomma Kyungsoo - yang sedang tertidur terbangun dari tidurnya saat mendengar bunyi benda jatuh dari kamar sebelah yang merupakan kamar putri tunggalnya -Do Kyungsoo-. Dia langsung membangunkan suaminya yang sedang terlelap disebelahnya.
"Yeobo, bangun," dia menggoncang tubuh suaminya -Do Jongwon-," sepertinya aku mendengar sesuatu dari kamar Kyungsoo"ucapnya saat suaminya sudah bangun.
"kau serius?" tanya Jongwon, Ryeowok mengangguk, "ayo kita lihat," mereka melangkah menuju kamar Kyungsoo.
Krieet,,,
Perlahan Jongwon membuka pintu kamar Kyungsoo. -Gelap- dengan sigap dia menekan saklar sehingga seketika kamar itu menjadi terang.
"Astaga,,,, "Ryeowok terpekik menutup mulutnya saat melihat tubuh putrinya tergeletak lemah dengan hidung mimisan, peluh disekujur tubuhnya serta lantai berantakan. "Kyung ,,,,,,,,sooooo,,,,,,," ucapnya lirih memeluk tubuh putrinya.
"E,,o,,,mm,,a"lirih Kyungsoo sebelum kehilangan kesadarannya. Jongwon -appa Kyungsoo- langsung meraih telepon menghubungi seseorang yang dikenal dengan nama Kris - Dokter pribadiya. Setelahnya dia melepas rengkuhan istrinya di tubuh Kyungsoo dan menggendong Kyungsoo untuk di baringkan ke ranjangnya.
"Yeobo, tolong ambil air hangat dan handuk," ucapnya ke istrinya. Sedang Istrinya masih diam dengan tangis sesenggukan. "Yeoboo,,," ucapnya lebih keras membuat Ryeowok sadar dan segera berlari menyiapkan apa yang diminta suaminya.
Tak perlu lama akhirnya dia kembali ke kamar Kyungsoo dan menyerahkan ke suaminya yang sekarang duduk di pinggir ranjang putrinya. Dia menatap sedih, takut putrinya yang sekarang sedang terbaring lemah dengan muka pucat. Jongwon langsung membasuh muka Kyungsoo serta membersihkan darah mimisan di wajah Kyungsoo. Dan beberapa maid yang terbangun membantu membersihkan pecahan barang di lantai kamar Kyungsoo.
10 menit kemudian sosok yang dipanggil dengan nama Kris itu muncul dari balik pintu kamar Kyungsoo dengan muka sedikit paniknya. Dia langsung mendekati ranjang Kyungsoo dan mengeluarkan alat dokternya untuk memeriksa kondisi pasiennya. Setelah hampir setengah jam dia memeriksa dan memasangkan beberapa alat kesehatan seperti alat bantu pernafasan, deteksi jantung dan infus ketubuh Kyungsoo dibantu dengan perawat pribadi Kyungsoo. Jangan heran kenapa semua alat-alat itu ada dirumah Kyungsoo karena dia bukanlah seperti yeoja sehat lainnya. Kyungsoo sebenarnya seorang yang sedang berjuang hidup melawan penyakit yang menyerang lambungnya parah dari dia berusia 10 tahun. Maka dari itu orang tua Kyungsoo sangat melindungi Kyungsoo, sehingga dari kecil Kyungsoo dikirim ke London untuk pengobatan dan pendidikan dan sangat menutup info soal Kyungsoo kedunia luar bahwa dia putri tunggal keluarga DO.
"Sebaiknya kita bicara diluar," ajak Kris ke orang tua Kyungsoo. Mereka bertiga akhirnya keluar dari kamar Kyungsoo.
"Bagaimana kondisinya Kris?" tanya Jongwon.
"Kondisinya lemah, sepertinya dia habis makan sesuatu yang mengakibatkan kontraksi parah di lambungnya, ditambah lagi kondisinya yang sedang lemah. Kita harus intensif mengawasinya," jelas Kris. Setelahnya dia undur diri. Ryeowok menemani Kyungsoo hingga pagi, dia berbaring di ranjang sama sambil terus memeluk putri tunggalnya.
"Eomma mohon kuatlah sayang," bisiknya.
.
.
.++
Pagi hari Sehun keluar dari mobilnya yang terparkir di halaman rumah Kyungsoo dengan membawa bucket bunga mawar merah ditangannya. Dia ingin segera menemui Kyungsoo karena dari kemarin perasaannya merasa ada sesuatu yang terjadi, maka dari itu dia pagi-pagi sekali sudah pergi kerumah Kyungsoo.
"Pagi Ajumma," sapanya dengan senyum merekah pada maid yang membuka pintu, tapi seketika senyumnya lenyap saat dia melihat raut muka maid itu, "apa yang terjadi?" tanyanya.
"Kyung,,,,soo agashi,,,,," maid itu gemetar.
Sehun langsung berlari masuk kelantai dua, perlahan dia membuka pintu kamar Kyungsoo. Tubuhnya langsung lemas saat dia melihat Kyungsoo terbaring lemah dengan berbagai alat ditubuhnya. Dengan langkah pelan dia mendekati Kyungsoo yang sedang ditemani Ryeowok.
"Kyung,,,, ?" panggilnya pelan saat dia sudah berdiri disamping ranjang Kyungsoo, tangannya terkulai lemas dengan bucket mawar. Ryeowokpun menoleh saat mendengar suara Sehun. Dia langsung berdiri menghadap Sehun.
"Sehun... "Ryeowok menangis dipelukan Sehun. Sehun masih terpaku dengan suasana ini. Setelah dia bisa menguasai dirinya, dia melepas pelukan Ryeowok dan duduk di ranjang Kyungsoo.
"Sayang,, "ucapnya sambil menyentuh pipi Kyungsoo, "hei aku datang, kau suka mawar kan?" dia mengangkat bucket ditangannya, airmatanya jatuh.
Seharian itu Kyungsoo masih belum sadar, dan selama itu pula Sehun selalu menemaninya. Dia duduk di samping ranjang Kyungsoo dan menggenggam tangannya. Sesekali dia juga mencium kening dan punggung tangan Kyungsoo.
Kyungsoo baru tersadar sore keesokan harinya, saat itu dia hanya di temani Sehun yang masih setia menggenggam tangannya.
"Akhirnya kau bangun sayang," ucapnya melihat Kyungsoo membuka mata, dia langsung memanggil Kris yang memang ada disana. Kris langsung memeriksa kondisi Kyungsoo.
"Untunglah," ucap Kris, "kondisinya sudah membaik, dia hanya perlu istirahat." lanjutnya.
Setelahnya, dia undur diri. Kyungsoo sudah membaik dan ditemani Sehun, mereka saling ngobrol dan Sehun dengan telaten menyuapi Kyungsoo bubur seperti biasa. Sehun sama sekali tidak membahas mengenai penyakit dan alasan kenapa Kyungsoo bisa drop ke Kyungsoo karena dia tahu bahwa Kyungsoo tak menyukai bahasan itu saat ini. Dan juga karena dia sudah mendapat penjelasan dari Kris dan Orang tua Kyungsoo.
2 hari Kyungsoo tidak masuk sekolah. Dan di hari ketiga dia memaksa untuk tetap masuk sekolah walaupun orang tuanya dan Sehun memintanya untuk tetap istirahat dulu. Namun, dia memaksa.
"Ayolah Sehun, aku baik-baik saja. 2 hari sudah cukup buatku istirahat"rayunya.
"Tapi Kyung, kau bahkan baru sadar kemarin sore. Bagaimana bisa hari ini kau memaksa masuk sekolah?" tolak Sehun.
Setelah perdebatan panjang, akhirnya Sehun mengalah. Dia mengijinkan Kyungsoo untuk sekolah asal dia berjanji bahwa dia tidak boleh kecapean, dan harus menghubungi Sehun selalu. Kyungsoo dengan antusias mengangguk setuju.
.
.
.++
Kyungsoo memaksakan diri untuk tetap masuk sekolah padahal dirinya masih sangat lemah karena jujur dia kawatir dengan teman-temannya. Dan benar seperti yang dia takutkan. Selama 2 hari dia tidak masuk sekolah setelah kejadian dengan Luhan membuat Luhan semakin keterlaluan membully Baekhyun dan teman-temannya. Seperti hari pertama Kyungsoo ijin, Luhan mempermalukan Baekhyun dan temannya di depan seluruh sekolah. Mereka di dandani seperti badut dan disuruh berkeliling sekolah. Sedangkan hari kedua mereka disuruh menyanyi ditengah lapangan.
"Hahahhahha,," Luhan tertawa keras diikuti oleh Tao dan yang lainnya, disana juga ada Chanyeol dan teman-temannya yang ikut menyaksikan acara itu namun berdiri cukup jauh dari lapangan.
"Bagaimana rasanya?" tanya Luhan, "Mana teman kalian yang sok pahlawan itu? Lihat sekarang dia sudah kabur setelah berlaku kurang ajar padaku? Hah?" suaranya meninggi didepan wajah Baekhyun. Mereka bertiga hanya bisa menunduk dan menangis.
"Memang si Kyungsoo itu kemana ya?" tanya Jongin ke teman-temannya yang hanya di jawab dengan mengangkat bahu.
"Mungkin memang dia sudah kabur seperti kata Luhan?" jawab Suho.
"Tapi sepertinya Kyungsoo tak semudah itu menyerah?" ucap Jongdae. Chanyeol hanya diam dengan pikirannya sendiri.
' Apa yang terjadi?' batinya.
.
.
TBC
.
.
.
Akhirnya update new Chapter untuk FF ini,,,
Semoga tidak mengecewakan ya,,
Masih setia mohon maaf bila ada typo bertebaran atau alur yang berantakan :D
.
.
Dan aku harap masih semangat untuk menyelesaikan ini, Karena jujur secara pribadi suka banget sama alur cerita nih FF :D
.
.
Untuk FF yang I know your heart, aku juga masih berusaha untuk segera menyelesaikanya :D
