Chapter 3
Eh ...?
Laki-laki ..?
GLEK! Kyaaaaaaaaa ...
Akibat teriakan Chanyeol, seluruh penghuni asrama keluar dari kamarnya "A..ada apa?" "Monsterkah ..?" dan dapat dilihat dilorong-lorong asrama para putri bingung dan khawatir dengan teriakan tersebut. Tapi tak lama teriakan sudah tidak terdengar lagi, melihat keadaan sudah tenang para putri memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya masing-masing.
.
Chanyeol Is Boyish
.
Setelah mendengar teriakan dari Chanyeol, Yifan segera menutup mulut Chanyeol dengan tangannya dan mengambil kalungnya dari tangan Chanyeol.
"Kamu ini memang benar-benar deh ..." keluh Yifan pada Chanyeol.
HMMMPH! Chanyeol berusaha melepaskan tangan Yifan namun tidak bisa "Kuat sekali! Aku tidak bisa melepaskan tangannya sedikitpun." pikir Chanyeol.
"Kalung ini barang yang sangat berharga untukku. Jangan sekali-sekali menyentuhnya." bisik Yifan tepat disamping telinga Chanyeol, membuat pipi Chanyeol bersemu merah sekarang. "Lalu ... tentang kenyataan bahwa aku ini laki-laki, mohon jangan pernah kau katakan pada siapapun." ucap Yifan udara.
"Yifan itu laki-laki" kata Chanyeol setelah dia keluar dari kamar mandi. Sekarang Chanyeol sedang terduduk di atap kamarnya sambil merenungkan kejadian yang baru saja terjadi. Bingung itulah yang dialami Chanyeol sekarang, "kenapa laki-laki bisa ada di sekolah khusus perempuan?" "sebenarnya apa-apan sich dia itu?" itulah sedikit pertanyaan yang ada di kepala Chanyeol sekarang. "Sejak dia datang, aku jadi ... Hatiku jadi tidak tenang begini!" lirih Chanyeol sambil merasakan detak jantungnya yang berdetak tidak karuan. dheg dheg dheg ...
"Chanyeol"
Chanyeol tersentak dari lamunannya mendengar namanya disebut oleh seseorang. Saat menolehkan kepalanya Chanyeol bisa melihat Yifan berjalan ke arahnya.
"Maafkan aku, maaf aku sudah kasar padamu."
"Ka ... kamu ini ... padahal kamu kan laki-laki! Kenapa bisa masuk Princess Academy ?!" teriak Chanyeol pada Yifan.
Mendengar pertanyaan Chanyeol, Yifan membuang nafas dan mengalihkan pandangannya ke langit yang malam itu dipenuhi dengan bintang, "Maaf ... aku punya alasan dan kondisi yang membuatku berada di academy ini." ucap Yifan tanpa melihat ke Chanyeol.
Dari tempatnya berdiri Chanyeol dapat melihat raut wajah Yifan, "A..apaan, sich ... Kalau pasang tampang sedih begitu, kan aku jadi sulit mengejar jawaban yang kuinginkan! Apa maksudnya alasan dan kondisi itu ?!" kata Chanyeol dalam hati.
"Ta..tapi, aku ingin minta maaf karena sudah membuatmu terkejut. Ini tadi ketinggalan." Yifan menyerahkan pedang Chanyeol. Ah, Chanyeol ingat tadi membawa pedang, tapi karena terkejut Chanyeol hanya lari keluar tanpa membawa pedangnya.
"Chanyeol ..! Aku serius waktu aku bilang bahwa baru dengan Chanyeol saja aku pernah bertarung sungguh-sungguh. Memang aku yang menang dalam pertandingan itu. Tapi sebenarnya, kekuatan hatimu yang tidak pernah khawatir itu yang sudah mengalahkanku. Karena itu, jangan terlalu terbawa keinginan untuk bisa menang dariku. Karena sebenarnya, sudah sejak lama aku kalah darimu. Nah, aku permisi dulu. "
Chanyeol hanya diam, dia kehilangan kata-kata. Chanyeol ingin mengatakan sesuatu tapi tidak bisa mengucapkan, dia hanya membuka dan menutup mulutnya sampai akhirnya Yifan sudah tidak terlihat lagi. "Apa-apaan sich itu tadi ?!" batin Chanyeol. Deg..deg..deg .. jantung Chanyeol kembali berdetak dengan cepat dan terlihat pipi Chanyeol yang mulai terlihat merah.
.
Chanyeol Is Boyish
.
Keesokan harinya ...
"Emh, putri Yifan .. Mau tidak mengajariku teknik pedangmu yang elegan itu?" itulah yang didengar Chanyeol saat dia melihat beberapa putri mendatangi Yifan dengan membawa pedang. Yup, semenjak kejadian tadi malam Chanyeol selalu mengikuti Yifan kemanapun.
Saat Chanyeol melihat kearah Yifan, ternyata Yifan juga tengah melihatnya dan juga tersenyum pada Chanyeol. Chanyeol yang melihat itu hanya bisa merasakan kalau pipinya mulai memanas. "Arrghhh, kenapa mukaku memerah?!" Kata Chanyeol sambil memegang kedua pipinya.
Setelah wajahnya mulai kembali ke warna normal, Chanyeol kembali fokus melihat Yifan mengajarkan pedang pada putri-putri disana. Namun, Chanyeol hampir terkena serangan jantung saat melihat salah satu putri yang bernama luhan, tidak sengaja merobek bagian depan baju Yifan dengan ujung pedangnya. Sebelum luhan dan putri yang lain melihat dada Yifan, Chanyeol berlari kearah Yifan dan langsung memeluknya. Grep
"Aku akan menutupimu. Diam dan jangan bergerak dulu." Yifan terus melihat Chanyeol, melihat apa yang dilakukan Chanyeol pada dirinya.
"Tolong bawakan baju ganti kesini! Yifan jadi malukan!" pinta Chanyeol pada luhan. "Ba..baik" jawab luhan sambil berlari mencari baju ganti untuk Yifan.
"Terima kasih." kata Yifan sambil memegang sebelah pipi Chanyeol. Dan sekali lagi putri Chanyeol kita memerah bahkan lebih merah dari sebelumnya. Deg .. deg .. deg ..
Kini Chanyeol hanya berdua dengan Yifan di taman sekolahnya. Setelah mengganti pakaiannya Yifan ditarik paksa oleh Chanyeol kearah taman.
"Apa yang kamu lakukan, sich ?! Kamu nyaris ketahuan, tahu!" protes Chanyeol pada Yifan dengan emosi.
"Maaf" Yifan berkata sambil tersenyum kearah Chanyeol.
"Hooy! Ngapain senyam-senyum segala ?! Kenapa malah aku yang marah-marah begini!" kesal Chanyeol.
Senyum Yifan tidak pernah pergi dari wajahnya melihat tingkah Chanyeol. "Chanyeol memang baik hati, ya .. Terima kasih sudah mau menyimpan rahasiaku." Kemudian Yifan menundukkan badannya dengan satu kaki menopang tubuhnya, dan setelah itu, "CUP" Yifan mencium tangan Chanyeol.
"Aarrrgghhh ... Kau! Hentikan kebiasaanmu yang langsung main cium tangan orang!" Chanyeol salah tingkah dan jangan lupakan wajahnya yang memerah lagi. Hehehehe entahlah sudah berapa kali wajah Chanyeol memerah hari ini akibat ulah Yifan.
.
Chanyeol Is Boyish
.
Tanpa disadari oleh Yifan dan Chanyeol, sejak mereka di taman, mereka telah diawasi oleh 3 penyusup. Para penyusup tersebut bersandar pada batang pohon tak jauh dari tempat Yifan dan Chanyeol berdiri.
"Ini kesempatan. Selama tidak ada orang lain" kata penyusup 1.
"Bagaimana dengan orang yang satunya?" tanya penyusup 2.
"Bereskan saja sekalin." jawab penyusup 3 tegas.
"Siap" penyusup 1 dan 2 menjawab serempak.
Srek! Sreek! Seerr ...
DEG! Yifan dan Chanyeol sama-sama diam saat mendengar suara dari pohon di dekat mereka. Mereka serempak melihat ke atas dan cepat menghindar saat ada beberapa orang yang mengarahakan pedangnya kearah mereka.
"Kalian ini siapa?!" tanya Chanyeol.
"Kau tidak perlu tahu." ucap salah satu penyusup. "Yifan! Atas perintah Tuan Wu, serahkan nyawamu!". Kemudian ketiga penyusup tersebut mulai menyerang Yifan dan Chanyeol.
TRANG .. TRANG ..
"Yifan! Tuan Wu itu siapa ?!" batin Chanyeol. Karena terlarut dalam pikirannya Chanyeol tidak menyadari salah satu penyusup mengarahkan pedang ke arahnya. Untungnya Yifan cepat menarik Chanyeol dan menyembunyikan Chanyeol dibelakang tubuhnya "Chanyeol, kesini!" Yifan terus menggenggam tangan Chanyeol. Chanyeol menatap punggung Yifan, "Yifan! Sebenarnya kamu siapa ?! Kenapa sampai ada yang mengincar nyawamu ?!" kata Chanyeol dalam hati.
Chanyeol kembali fokus pada para penyusp dan membantu Yifan melawan mereka. Namun, karena kurang hati-hati Chanyeol terpeleset dan jatuh.
"Chanyeol!" Teriak Yifan pada Chanyeol saat melihat para penyusup akan menyerang Chanyeol. "Grep" Yifan langsung memeluk Chanyeol untuk melindunginya. "Yifan" ucap Chanyeol pelan sambil melihat kearah Yifan. Ketika Chanyeol melihat dibelakang Yifan, "huwaaaaaa" para penyusup mengarahkan pedangnya kearah punggung Yifan.
Tapi sebelum pedang itu mengenai punggung Yifan, terdengar suara ledakan yang cukup keras.
BAAAMM ..
"Wahai rantai sang cahaya ... kuncilah kebebasan para penyusup lancang ini ..!"
"Kepala sekolah" teriak Chanyeol saat melihat kepala sekolahnya menangkap penyusup menggunakan rantai sihirnya.
"Kalian berdua baik-baik saja?"
"Kepala sekolah" seru Chanyeol sambil memeluknya. "Me..mereka tahu-tahu menyerang kami! Katanya, mereka mengincar nyawa Yifan!" adu Chanyeol dengan menunjuk para penyusup.
"Yifan! Mereka itu siapa ?! Kenapa mereka sampai mengincar nyawamu ?!"
"Chanyeol .. Aku akan menceritakan semuanya padamu. Jangan salahkan Yifan."
"Kepala sekolah ?!" sela Yifan.
"Yifan, Chanyeol pasti bisa mendukungmu."
"Tapi ..."
Belum sempat Yifan menyelesaikan pidatonya, Kepala Sekolah Pearl memotongnya, "Malam ini, datanglah ke ruang Kepala Sekolah."
.
Chanyeol Is Boyish
.
Ruang Kepala Sekolah
Selama perjalanan ke ruang kepala sekolah, baik Yifan dan Chanyeol tidak ada yang saling berbicara. Mereka larut dengan pikirannya masing-masing.
Chanyeol semakin bingung setelah melihat dan mendengar percakapan antara kepala sekolah dengan Yifan, "Apa maksudnya ini? Apa Kepala Sekolah dan Yifan sudah saling mengenal ?!". Saat mencapai pintu ruang kepala sekolah Chanyeol semakin bersemangat karena, akhirnya dia bisa tahu siapa Yifan yang sebenarnya.
"Permisi" seru Chanyeol sambil membuka pintu dengan diikuti Yifan dibelakangnya.
"Chanyeol"
"HAAA ... Ayah kenapa bisa ada disini ?!"
TBC ...
An: Hallo, akhirnya raja park keluar juga suka banget aku sama ayahnya Chanyeol ini ... hehehe mikirin anak cewek satu-satunya yang tomboy sampai kepalanya botak ... hehehe
Apakah ada yang tahu maksud kedatangan raja park? coba tebak ...
owh ya q bakal kasih bonus biodatanya Chanyeol nich, yuk lihat ...
Bonus Biodata "Park Chanyeol":
Nama: Park Chanyeol
Usia: 16 tahun
Bintang: Sagitarius
Golongan darah: B
Warna mata: Sky Blue
Warna rambut: Flame red
Makanan favorit: Crepes buatan ratu dengan selai, pasta, chocolate parfait, omelette, etc.
Tinggi badan: 170 cm (aku buat tinggi Chanyeol segini soalnya diakan cewek ^^)
Hobi: menyelinap keluar dari istana dan bermain bersama anak-anak yang tinggal di kota yang terletak di dekat istana.
Warna favorit: merah dan pink (warnanya cewek banget tapi tomboy..hehee)
Charm point: telinga
Sekian biodata Chanyeol, chapter selanjutnya giliran kris oppa..okey
Thanks to:
Kim sohyun, .5, nandha0627, bright16, enchris.727, chank, duotower, my0061, Double BobB.I
Ditunggu review and ... ^^
