Disclaimer : Masashi-senseeeiiiiiiii

A bit canon, AU, OOC,typo(s), oc , gaje

DLDR!

Pairing : sasusaku

Chapter 3 :perasaan yang tak terbendung

Sakura POV

" Uukh kepalaku sungguh sakit rasanya… sepertinya tadi aku bermimpi aneh " Aku memijat kepalaku yang berdenyut hebat sambil duduk di pinggiran tempat tidur ruang kesehatan, tanpa kusadari di luar telah gelap.

"sepertinya aku tertidur terlalu lama? Kenapa yuka tidak membangunkanku sih?" gerutuku , aku berdiri berencana mengambil tasku yang tentu masih ada di kelas, seharusnya… tetapi kulihat tasku sudah berada di kursi dekat tempat tidurku.

"Siapa yang membawanya? Ah pasti yuka atau rikka! Hmm tapi kenapa tidak membangunkanku sih" teriakku sambil menghentakkan kakiku "Ah sudahlah hari semakin gelap.. sebaiknya aku pulang saja sebelum keluargaku menelepon" gumamku .

"ah… kalau di pikir-pikir sedari tadi handphoneku kan ku set diam?" batinku, aku merogoh kantongku mengambil handphoneku , kulihat sebanyak 10 missed call dari ibuku , 2 dari yuka dan rikkadan 15 dari saso-nii "gawat bisa-bisa aku di marahin sampai rumah ini!" saat ingin memasukkan handphoneku dan berniat berlari handphoneku bergetar.

Saso-nii calling

"waa! Niichan?!"

Klek

"M-moshi-moshii niichan?" jawabku gugup membayangkan apa yang akan di katakana oleh niichanku yang sangaaaat over protektif .

"SA-KU-RA! Kemana saja kau? Kaa-san mengkhawatirkanmu? Kenapa telephon dariku tidak kau angkat? Ibu bahkan menangis karena khawatir dari tadi! Kau dimana? Biar nii-chan jemput sekarang juga?kau dengar saku? Aakh kau ini membuatku dan kaasan khawatir setengah mati! Coba liat sekarang jam brapa? Kalau tousan sampai tau bisa marah besar! Saku?!" sembur (?) sasonii-chan tanpa henti.

"H-hai niichan… gomeen….!" Kataku sambil menunduk "Dan aku masih berada di sekolah kok… nanti kujelaskan di rumah niichan…" jawabku lemas membayangkan akan di marahi oleh kaa-san dan nii-chan bersamaan "Eh? Tunggu niichan di rumah?" tanyaku setelah menyadari kalimat yang di ucapkan bahwa niichan akan menjemput.

"Harusnya menjadi kejutan untukmu tapi .. Aakh sudahlah niichan akan datang ke sekolahmu kamu tunggu di gerbang ya… Jangan kemana-mana lima menit lagi niichan sampai ke sana" Kata saso-niichan yang langsung memutuskan sambungan sebelum sempat kujawab.

Aku melangkahkan kakiku ke gerbang sekolah, sekolah di sore hari sungguhlah menyeramkan lorong-lorong yang sangat gelap dan suasana yang tenang membuatku merinding, kuputuskan untuk berlari kearah gerbang.

Saat hendak menuruni tangga tanpa sengaja aku menabrak seseorang membuat suara berdebum keras, aku jatuh terduduk di lantai sedangkan orang yang kutabrak hanya diam saja berdiri .

"Itta-ta-ta-ta…" aku mengelus belakangku yang sakit karena berbenturan dengan lantai, orang yang kutabrak hanya diam saja menatapku tidak berniat menolongku.

End Sakura POV

'v'

"Hei! Kenapa diam saja? Bantu aku berdiri kenapa?" gerutu sakura sambil masih mengelus-elus belakangnya dengan harapan rasa sakitnya bisa hilang, tidak ada respon dari orang itu Sakura memberanikan diri menatapnya mata emerald bertemu dengan onyx kelam pemuda itu ,

Sasuke hanya diam terus menatap Sakura dari matanya bisa di lihat berbagai perasaan melintas, Merasa risih di tatap tanpa kedip sakura memalingkan mukanya dan berdiri sendiri .

"Ah su-sudahlah toh aku yang bersalah.. gomenasai.." Sakura membungkuk meminta maaf, namun kelihatannya tidak ada tanggapan dari dia, Sakura kembali berdiri tegak "e-eto… u-umm! Ah aku harus pulang saso-niichan sudah menungguku" saat Sakura hendak meninggalkannya tangan Sasuke menahan tangan sakura.

"Jangan pergi lagi.. maafkan aku.." katanya lirih , sakura memandang dengan heran "u-um kau mengatakan sesuatu? Dan tolong lepaskan tanganku" kata sakura sambil memandang lengannya yang di genggam sasuke , bukankah melepaskan tanganku sasuke malah semakin mempererat genggaman tangannya ,

"Le-lepaskan!" teriak Sakura. Sakura tiba-tiba merasakan perasaan yang—entah apa namanya, perasaan tidak nyaman dan merasa dirinya dalam bahaya. Sakura dengan perasaan was-was mencoba melihat wajah Sasuke. Mata onyx Sasuke menyiratkan sebuah kesedihan yang mendalam, namun Sakura tidak bisa melihatnya. Yang dilihat oleh Sakura adalah wajahnya yang terasa familiar , Sakura merasa pernah melihatnya baru-baru ini .

"Uchiha-san! Lepaskan Sakura-san!" teriak seorang pria dari atas tangga.

Dengan sangat terpaksa Sasuke melepaskan Sakura bersamaan dengan bunyi 'tch' yang keluar dari mulutnya

"Bukan hal yang bagus untuk memaksa seorang gadis Uchiha-san" lanjut pria itu, yang ternyata adalah guru baru sekolah Sakura Kakashi-sensei.

Sasuke hanya terdiam sebentar lalu pergi entah kemana, Sakura yang mengelus pergelangan tangannya kini berojigi sambil berkata 'terimakasih' kepada senseinya. Sakura merasa jantungnya berdebar lebih cepat setiap kali melihat Kakashi-sensei, padahal baru saja mereka bertemu hari ini.

"A-ano.. S-sensei saya permisi pulang sepertinya Saso-niichan sudah berada di depan" Sakura bergerak menuju rak sepatunya untuk mengganti sepatu dalam miliknya menjadi sepatu luar

"E.. jangan buat menunggu Sasori.." Kata Kakashi sambil berlalu pergi

Sesaat Sakura tertegun 'eh kapan aku menyebut nama Sasori? Apa Kakashi-sensei mengenal niichan ya?' batin sakura.

-'v'-

"Niichaaannnn gomen… tadi niichan menunggu lama ya?" Tanya Sakura yang kini telah duduk di samping Sasori yang sedang menyetir mobil menuju rumah.

"Haaah.. kau ini… sebenarnya apa yang membuatmu terlambat sih saku?" Sasori mengacak rambutnya frustasi, apakah saku tidak tahu bagaimana khawatirnya ibu? Coba kalau ayah tau.. bisa mati kita semua. Kira-kira seperti itulah pemikiran yang ada di otak Sasori saat menjemput Sakura di sekolahan.

Sakura hanya terkekeh, bingung akan menjawab apa … jika diberitahukan tentang kejadian Sasuke mencegahnya atau saat Sakura pingsan tentu mereka akan memarahinya . Sekarang dia bingung apa yang harus dikatakannya saat ditanyakan kenapa larut pulangnya,,

Sesampainya di rumah ibu Sakura sudah menunggu bagai setrika berjalan di depan halaman rumahnya , saat melihat mobil Sasori yang diparkir Konan –ibu Saku- berlari menghampiri mereka. Konan segera memeluk Sakura "Saku.. kau jangan membuat ibu khawatir…" kata Konan lirih sambil meneteskan air mata. Sebenarnya sakura terkadang heran, kenapa keluarganya begitu overprotektif padanya.

"gomenne… kaasan.." kataku lirih.. merasa tidak enak juga membuat keluarganya begitu khawatir, tapi kenapa ya? Mereka terlalu khawatir? Sakura kan sudah besar.. tapi yah.. bukan hal yang buruk juga 'kan?

"Sudahlah… yang penting kau sudah disini Saku…kau lelah bukan? Bagaimana kalau mandi dulu? Ibu akan siapkan makan malam yang enag karena kakakmu pulang hari ini?" Kata ibu yang kini sudah kembali ceria.

Sakura hanya mengangguk sebagai balasan, badannya sangat pegal mungkin mandi akan membantu. Sakura segera menuju kamar mandi, mencopot seluruh pakaian yang melekat di badannya dan masuk ke dalam kamar mandi.

"Uwaah.. segarnya…" gumam Sakura saat berendam di bak mandinya

Sakura memandang kea tap, melamunkan kejadian hari ini yang sangat aneh menurutnya. Perasaan yang timbul saat bertemu dengan Kakashi-sensei, murid pindahan yang sangat banyak '… kalau di piker-pikir datangnya murid pindahan 5 orang sekaligus adalah hal yang jarang bukan? Biasanya hanya 1 atau 2 orang… ah sungguh aneh ' batin Sakura

"dan lagi.. dia.. sepertinya aku pernah bertemu…" bisiknya sambil berdiri menuju ke cermin yang ada di dekat pintu ruang ganti , terdapat juga timbangan disana .. niat awalnya Sakura ingin melihat berat badannya tapi secara tidak sngaja dirinya melihat ke cermin yang memantulkan dirinya.

"Eh? Sejak kapan aku memiliki luka ini?" gumam Sakura heran sambil menyentuh dada kiri atasnya, terlihat sebuah luka seperti garis namun tidak panjang. Seingat Sakura selama ini dirinya tidak pernah terluka atau berdarah di daerah itu, ingatan masa kecilnya pun sangat kuat.

"mungkin akan kutanyakan pada ibu saja.." Sakura segera memakai bajunya dan bergegas ke ruang makan.

"Sakura.. kau lama sekali…" Protes Konan sambil meletakkan piring-piring di atas meja makan , terdapat 3 set makanan di meja itu.

"Hehehe gomen kaa-san… Sakura sangat menyukai berendam… eeh tousan tidak pulang lagi hari ini?" Tanya Sakura sambil memasang wajah sedih.

"Iya.. tousan sedang sibuk… sudahlah ayo makan.. niichanmu sudah kelaparan tuh…"

Sakura segera duduk di meja makan, dia duduk di samping Sasori, setelah ibunya mengambilkan nasi untuk Sasori dan Sakura kegiatan makan-pun berlangsung.

"Nee… Kaasan.. apakah Sakura pernah terluka di bagian dada atas sebelah kiri?" Tanya Sakura sambil memakan tempuranya. Sesaat dilihatnya badan Konan yang tegang "Sa-sakura.. jangan berbicara saat makan.. selesaikan makanmu lalu belajar ya.." Kata Konan sambil tersenyum canggung. Tidak ingin membantah ibunya akhirnya Sakura kembali makan dalam diam 'aneh…' batin Sakura, ingin bertanya sebenarnya tapi melihat gelagat ibunya Sakura mengurungkan niatnya.

Setelah selesai makan Sakura pun pamit untuk ke kamar dan belajar sempat di liriknya sang ibu yang menghembuskan nafas lega 'ah sepertinya ibu tak ingin berbicara soal hal itu.. sudahlah toh tidak penting' batin Sakura.

'v'

Di sebuah rumah yang terdapat di gunung belakang sekolahnya, tinggalah 6 orang manusia disana. Merekalah kelima murid pindahan dan sang guru , yang tentu saja kalian tau siapa bukan? (a/n bukan yg di H*RP*t loh!) mereka sedang berkumpul di sebuah ruangan.

"Sasuke! Sudah kubilang jaga jarak terlebih dahulu dengan Sakura!" pertemuan itu diawali oleh suara bentakan dari sang guru, Kakashi-sensei. Sasuke hanya mendecih pelan dan memalingkan muka sebagai respon.

"Aku tau.. kita semua juga merasakan hal yang sama.. tapi Sasuke… kumohon bertahanlah.. ini belum saatnya" Kakashi mengacak rambutnya bingung harus bagaimana mengatur muridnya yang satu ini. "aargh!" erangnya frustasi saat melihat respon Sasuke yang tidak menggubris sama sekali perkataannya dan malah pergi ke kamarnya yang ada di lantai 2.

"Se-senseii..sudahlah… pahamilah si teme…sensei… dia pasti merasa bersalah .. kehilangan Sakura untuk kesekian kalinya karena kelalaiannya…" Kata Naruto mencoba menenangkan Kakashi.

"Aku tau Naruto… tapi tetap saja semua butuh prosses.. kita belum menemukan di mana keberadaan 'dia' kita tidak bisa dengan cerobohnya mendekati Sakura dan memaksanya kembali…" Naruto hanya menunduk, dia tau misi ini akan sulit untuk dijalani. Hinata menggenggam lengan Naruto berusaha memberinya kekuatan untuk tidak menyerah , meski Hinata tau Naruto pasti tidak akan menyerah.

Suasana di ruangan itu kini menjadi canggung, sangat malah mereka hanya terdiam dan menunduk . Mereka merasa bodoh sangat bodoh… Sakura berada di depan mata namun sangat sulit untuk meraihnya dan membawa kembali ke tempat dimana mereka seharusnya berada.

"Sai! Hinata!" seru Kakashi memecahkan keheningan , mereka tidak menjawab tetapi pandangannya teralih pada Kakashi menandakan mereka memperhatikan "Malam ini lacak 'dia' pastikan apakah dia ada di sekitar Sakura, dan cek siapa saja yang menjaga Sakura. Meski mereka tidak bisa melacak cakra kalian tapi 'dia' bisa. Kalian harus berhati-hati" ujarnya menjelaskan. Mereka menunduk dan menghilang bersama kepulan asap

"Ino.. kau dekati Sakura secara alamiah.. jangan menunjukkan bahwa kau kenal dia!" lanjutnya sambil memandang Ino "Hai!" jawab Ino tegas.

"Lalu aku sensei?" Tanya Naruto tidak sabar, sebenarnya baru saja Kakashi akan menjelaskan tugas Naruto namun sebelum sempat membuka mulut Naruto sudah mendahuluinya

"Tugasmu hanyalah menjaga Sasuke untuk jangan mendekati Sakura terlebih dahulu… sekarang kalian beristirahatlah!" Kata Kakashi sambil berjalan ke kamarnya untuk menghindari rengekan Naruto yang hanya mendapatkan tugas kecil saja.

Di dalam kamar Kakashi mengeluarkan sebuah alat seperti bola Kristal yang terdapat gambar Tsunade di sana.. Ah bukan gambar mati , tetapi gambar bergerak. Benda itu adalah sebuah komunikator baru buatan konoha. Memastikan tidak ada siapapun Kakashi mulai berbicara dengan benda itu, lebih tepatnya pada Tsunade melalui benda itu.

"Kakashi melapor! Kami sudah menemukan Sakura namun seperti yang telah kita perkirakan dia sama sekali tidak mengingat kita!"

"Bagus… jangan bertindak gegabah pikirkan terlebih dahulu sebelum bertindak! Bagaimana dengan 'dia'?" Tanya Tsunade sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi khusus milik hokage

"Belum.. saya menyuruh Sai dan Hinata untuk melacaknya malam ini.. tapi aku yakin menemukannya akan sulit… "

"Ya.. aku tahu.. tetaplah berusaha… kupercayakan kepadamu!" sesaat setelah berkata demikian Tsunade memutuskan sambungannya .

Sasuke hanya bisa memukul dinding di kamarnya dia sangat kesal , Sakura ada di depan matanya namun semuanya terasa lain. Sakura yang di depan matanya tidak sana dengan Sakura yang di kenalnya, tidak ada lagi mata yang memancarkan rasa suka dan kagum kepada dirinya, bukannya narsis hanya saja hal itu yang membuat Sasuke merasa ada orang yang benar-benar peduli dan saying padanya. Sasuke sangat menyesal seharusnya dia tidak melakukan hal itu. Namun sekarang sudah terlambat yang bisa di lakukannya hanyalah mencoba mengembalikan semuanya seperti semula.

"Sakura.." gumam Sasuke sambil merebahkan dirinya di tempat tidur mencoba untuk pergi ke alam mimpi.

'v'

Saat membuka mata Sakura melihat sekelilingnya sangatlah gelap, "aku dimana?" gumamnya sambil melihat sekelilingnya mencoba mencari jalan keluar. Terlihat sebuah cahaya di ujung kanannya, Sakura pun menuju ke cahaya itu, tangannya mencoba menghalangi cahaya yang terlalu silau sesaat setelah Sakura sampai di cahaya itu. Perlahan-lahan matanya bisa menyesuaikan diri, dilihatnya seorang anak kecil yang tengah menangis di bukit.

Anak kecil itu tengah meringkuk sambil tersedu-sedu, warna rambutnya yang sama dengannya membuat Sakura tertarik dan menghampirinya namun di urungkan niatnya saat seorang perempuan kecil berambut pirang menghampirinya , di amencoba menenangkannya dan memberikannya sebuah pita merah sambil tersenyum lebar ,kini perlahan pemandangan itu menjauh berganti saat gadis itu remaja, mereka, gadis berambut merah dan pirang itu bertengkar terlihat dari ekspresi mereka yang menunjukkan mereka tengah berdebat oleh sesuatu.

"Saki…." Suara yang begitu familiar terdengar di telinganya , Sakura menoleh kebelakang dia melihat gadis pirang itu tengah memeluk gadis itu yang menangis , mereka berdua terlihat lebih dewasa dan tiba-tiba semuanya gelap kembali.

"huhuhuhuhu…"

"siapa yang membuatmu menangis? Kenapa kau menangis"

"Mereka mengatakan jidatku lebar… anak-anak itu… hiks… hiks…"

"Kau harus lebih percaya diri… pakailah ini…"

"terimakasih…"

"Mulai sekarang kitra berteman .. kau akan kupanggil Saki mulai sekarang!"

Hanya terdengar suara dua orang yang sedang berbincang, dinilai dari suaranya mereka masih kecil… apakah penglihatan yang tadi? Pertanyaan itu terlintas di pikiran Sakura yang kini sedang mencerna apa sebenarnya yang terjadi.

"dia milikku! Aku yang pantas bersanding dengannya!"

"Tidak dia milikku Saki!"

"Jangan panggil aku Saki mulai sekarang Pig!"

"A-apa kau bilang jidat lebar?! Baiklah mulai sekarang kita adalah musuh!"

Lagi… suara itu terngiang di telinganya… Siapa mereka? Saki? Siapa? Batin Sakura terus bertanya-tanya mengapa ini terjadi padanya.. apa yang sebenarnya terjadi?

"Saki…"

Lagi… suara itu memanggil Saki.. siapa dia? Mengapa aku merasa familiar dengan nama itu…?

..

…...

...

"SAKU!"

"SAKUUU!"

BRUKK

"Saku bangun… mataku…. Susah sekali anak ini di bangunkan…." Keluh konan yang sedang memegang selimut yang semula melilit badan Sakura.

"ittai… kaasan,,,, tega sekali kau menarik selimutku dan membuatku jatuh kaasan…" Sakura mengusap-usap hidungnya yang tadi berciuman dengan lantai kamarnya,

"astaga Saku.. mau sampai kapan kau akan tidur… lihat sudah jam berapa ini?!" Konan meraih jam yang ada di meja dekat tempat tidur Sakura dan menunjukkannya pada Sakura.

"taihen! Sudah jam 7! Saku bisa telat lagi,,,,!" Sakura segera berdiri dan membuka semua piyamanya dan berganti dengan seragam sekolah yang selalu dia gantung rapi di dinding kamarnya. Sesaat Konan melihat luka yang ada di dada atas Sakura dengan pandangan yang sulit dijelaskan.

"Jangan lupa sarapan dulu.. kaasan sudah menyiapkan roti dengan selai stroberi kesukaanmu.. dan Sasori sudah menunggumu di mobil.. dia tau kau akan telat bangun seperti biasanya jadi hari ini dia akan mengantarmu sampai sekolah…" setelah mengatakan itu Konan berlalu menuju kamar Sasori, sepertinya ingin membersihkannya? Entahlah .

"hai! Ne Kaasan.. ittekimasu~" jawab Sakura yang kini sudah berada di bawah mengambil rotinya dan berlari kea rah mobil yang sudah siapa melaju kapan saja.

"itteirashaii…."

Tanpa banyak bicara Sasori menancap gasnya menuju sekolahan karena jika terlambat berangkat semenit lagi sudah bisa dipastikan Sakura akan benar-benar terlambat.

"ne.. niichan.. malam ini aku bermimpi aneh lagi,,," Sakura memulai membuka suara saat dirinya selesai memakan sarapannya.

"Apakah mimpi di bunuh lagi hm?" Tanggap Sasori tanpa memalingkan mukanya.

"Bukan… entahlah.. aku tidak begitu ingat ,,, yang aku ingat hanyalah sebuah nama,,, Saki.. ya.. aku sepertinya mengenalnya… apa niichan kenal dengan nama itu?"

"Tidak… ah sudahlah Saku… jangan terlalu di pikirkan… nah sudah sampai,,, jangan terlalu di pikirkan oke… " Mobil berhenti tepat di gerbang sekolah yang sudah di jaga oleh komite kedisiplinan sekolahnya.

"haaaiii,,,, jaa ne.. niichan" Sakura keluar mobil dan mulai berlari ke arah sekolahnya.

"Cih merepotkan! Dasar sialan! Konan dan aku benar-benar bisa di bunuh olehnya jika dia tau kejadian kemarin!" gerutu Sasori saat Sakura sudah meninggalkan mobilnya, mobilnya kini kembali berjalan ke rumah dengan laju normal

"kejadian apa?" sebuah suara menganggetkan Sasori membuatnya mengerem mendadak, beruntung jalanan sepi membuatnya selamat dari kecelakaan.

"To—ah maksudku.. tousama... bu-bukan apa-apa.." suara Sasori gemetar menunjukkan ketakutan yang luar biasa.

"hmp.. sudahlah.. tidak masalah,, hal ini akan semakin menarik ne.. Sakura-ku" gumam pria yang berada di jok belakang mobil Sasori "Sekarang pulang.. aku ingin membicarakan sesuatu!" titahnya.


A/N :

Hounto ni gomenasaaaaiiiii *ojigi berkali-kali

Sudah lama ngepostnya… mana gaje hasilnya,.,, uuh beneran maaf..

Ujiannya sebenarnya udah selesai… hanya urusan mendadak membuat Mika tidak bisa menulis Salahkan Dosenku yang menyebalkan ituuuuu aaarghhhhhh DDX padahal tangan sebenarnya udah gregetan pengen publish karena ada ide,,,, ilang deh!

Oh iya,… Sebenarnya Mika janji sama seseorang bakal publish dua tapi sepertinya nggak bisa,,, jadi Mika ghanti janjinya… … Mika janji nge-publish oneshoot aja yah… yang sebenernya buat BTC III tapi telat ngepostnya ahahahahah

Dan karena Mika lupa udah nge reply review kalian atau belum buat yang login… jadi mika bales semua di sini aja ya XD

ksatriabawangmerah : thanks X3 ini udah q coba buat lebih teliti lagi.. kalau masih ada salah bilang ya XD . . . . dan ini ide baru bolong2 salahkan dosen itu yang menyebabkan semua ideku ilang!

Fai Chekesury : thanks yaaaa XD iya Mika masih sering malas buat check typonya… tapi yang ini udah q check berulang-ulang… jadi kalau masih ada maafkan aku ya DX

NamikazeMiNaru: Maaf ga bsa update cepat DX beneran maaf ne… iyaa endingnya bakal Sasu saku kok Cuma tetap ada pair lain dulu – tapi tenang aja gag bakalan endingnya nonsasusaku- buat konflik batin Sasuke *ketawa sadis*

hanazono yuri : maaf ga bisa update kilat DX *ojigi tapi ini udah aku update XD

Fivani-chan : arigatouuu X3 ini udah lanjut silahkan dibaca X3

Uchiha Mizuki : Sante bakalan Sasusaku kok XD anyway kurang kalau pakai toa aja sambungin ke pengeras suara /plak ah,,, thanks udh review.. review lg ya :3

Guest : thaaanks X3 baiklaaah sepertinya udah saya tentukan bakalan sasusaku meski slight pair lain buat konflik batin Sasuke XD lagi suka nyiksa Sasuke saya mwahahahaha /dichidori Sasuke

lways sasusaku :Hai! Arigatou… ini lanjutannya silahkan di baca X3

Seo Elfishy : Sakuranya jadi gelap gitu ya sifatnya? Hmm boleh juga tuh XD jadiin crita aja… tau aja ideku XD atau emang udh psran y aide kyk gtu… /pundung, nantikan saja ya XD salam kenal jugaa thaaanks for the review :3

Racchan Cherry-desu : ending Sasusaku kok… tapi mungkin tergantung mood juga soal sad atau happy endingnya *digantung reader. Gomen ga bisa update kilat DX sebagai gantinya besok atau besoknya, yang pasti dalam waktu dekat bakalan publish sasusaku oneshoot XD

: ini ada slight naruhina sama saiino XD, kalau mau nambah lagi char ceweknya bakalan makin lama ceritanya meski author belum rencanain ampe chapter brapa *dibuang kelaut

Arisaa ayugai : nyallo X3 thanks dah review… bukan mereka bukan dari masa depan… X3

Kalau ku kasih tau sekarang tar spoiler jadi nantikan kelanjutan ficku yg gaje nian ini XD

CN Bluetory : iyaa thanks X3 Mika udah berusaha… apakah ada perubahan? Atau masih sama aja? Thanks yaaa

Aoi Lia Uchiha : concritnya saya terima dengan lapang dada.. X3 ,makasih malah.. memang saya masih author baru dan benar-benar baru menulis sebuah cerita itu ya baru sekarang ini… mika mulai coba perbaiki soal yg ngomong dalam hati.. kalau masih ada yang kelupaan kasih tau ya.. review lagi yaa X3 tolong kasih concrit lagi yang mendukung bila memang ada kesalahan dalam fic… Mika gag bakal marah kok Cuma dendam muehehehehe /dilempar sandal

Mila Hatake12 : uwaaaaah XD penggemar kakasaku X3 aku sebenarnya juga penggemar kakasaku loooo /gagda yang nanya, tapi maaf yang ini fic sasusaku… Cuma nanti kalau ad aide bakalan ada kok fic kakasakunya X3 mohon reviewnya lagi,.. dan silahkan dibaca kalau berminat X3

Yapz… sekian… akhir kata mohon maaf kalau masih ada kesalahan… Mika menerima concrit.. flame silahkan tapi login ya :3

R

E

V

I

W

PLEASEEEEE :3