Han - ChuL "Heechul remains to be my best friend"...Part 3
~oOo~
Cast :
Kim Heechul
Hangeng
Zhou Mi
Yesung
Lee Sungmin
~oOo~
Author :: - Miss Twinsball - ( ok nama gue emang frontal -_- )
~oOo~
FF ini terinspirasi dari BBF, banyak scene yang gue ambil dari sana, tapi ini MURNI PERSAHABATAN.
gue cuma bikin FF ber genre YAOI dan FRIENDSHIP
silahkan dinikmati (?)
Super Junior milik ELF dan KIM HEECHUL milik SAYA !
ok saya akui saya hanya PINJAM NAMA saja :(
- Happy Reading –
~oOo~
RnR please ~^^
##########################################################################
"Hankyung, kita jalan jalan yuk, "ajakku pada Hankyung yang tengah membaca buku di Perpustakaan.
"Kemana?"
"Ke Taman Hiburan, "
"Yah sudah, setelah pulang sekolah kan?"
"Ani, sekarang, "
"Mwo?"
"Kita membolos saja, atau jangan jangan kau mementingkan image ya, sudahlah ayuk, kali ini saja, temani aku," bujukku
"Baiklah, "
Aku tersenyum mendengar jawabannya.
"Hya ! Hankyung kau sedang baca buku apa? Serius sekali, " tanyaku
"Cara merawat anak," jawabnya singkat
"Ne? kau sudah punya anak ?" tanyaku serius
"Belum, tapi aku ingin punya anak darimu, " jawabnya enteng
"MWO ? KAU KIRA AKU PEREMPUAN BISA MELAHIRKAN? SEENAKNYA SAJA KAU BICARA !" seruku tanpa memperdulikan bahwa ini adalah perpustakaan.
"Memangnya kenapa? Cinderella?" dia semakin meledekku
"HYA ! HANKYUNG ! BENAR BENAR KAU YA?" seruku lagi
"Pangeran, maaf ini perpustakaan, jangan berisik, " ucap penjaga perpustakaan
"Oh…mianhae…" ucap Hankyung sambil membungkukkan badannya
"Gara gara kau tuch, " tuduhku
"Loch kok aku, itu karenamu yg teriak teriak tadi, jangan salahkan pangeranmu, Cinderella,"
"HYA ! …"
Aku hendak mengomelinya lagi, tapi dia menutup mulutku, "Sssssttt..perpustakaan…kau mau kita diomelin lagi, sudah ayo keluar, " bisik Hankyung
.
.
.
.
.
.
.
"Hya ! Heechul tunggu, kita kesini sebentar, aku mau memberikanmu sesuatu, " ucap Hankyung
Aku mengikutinya masuk ke sebuah toko pernak pernik.
"Selamat datang Pangeran !" sapa penjaga toko
Hankyung tersenyum, lalu dia menuju kasir.
"Maaf, pesananku kemarin sudah jadi?" tanyanya
"Sudah pangeran, pangeran mau melihatnya, ?"
Hankyung mengangguk, penjaga toko itu lalu memberikan Hankyung sebuah kotak kecil, Hankyung membuka kotaknya dan didalamnya terdapat sepasang bracelet.
"Kau suka Heechul?" tanya Hankyung
"Ne?"
"Ini untukmu, dan satunya untukku, "
Aku melihat bracelet berwarna merah bertuliskan Han - Chul. Aku senang sekali.
"Gomawo Hankyung,"
Hankyung tersenyum.
.
.
.
.
.
.
.
"Kau senang Heechul?" Tanya Hankyung saat kami tiba di Taman Hiburan.
Aku mengangguk, lalu kami duduk di salah satu bangku yang berada di Taman Hiburan itu. Aku melihat Hankyung bersenandung kecil sambil mendengarkan Ipod warna hitamnya.
"Hankyung, kau sedang dengar lagu apa?" tanyaku penasaran
"Shining Star – Super Junior, kau tahu?"
"He em, aku tahu, "
"Aku akan menyanyikannya sedikit untukmu, "
…..Shining Star! like a little diamond, makes me love
Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo
Hangsang hamkke halgeora till the end of time….
Hankyung menyanyikan lagu itu untukku, aku senang, suaranya sangat indah, apalagi dia menyanyikannya untukku.
"Wah…aku suka lagunya, sangat suka, " ucapku. "Tapi aku lebih suka kau diam, karena suaramu tidak bagus, " lanjutku bohong
Aku langsung berlari keluar dari Taman Hiburan sebelum Hankyung mengomeliku. Dia mengejarku, dan kami tertawa bahagia, aku ingin ini selamanya, tak berhenti.
Tiba tiba…
"Heechul awas !" seru Hankyung
Aku hampir saja tertabrak mobil, untung Hankyung cepat menarikku. Mobil itu berhenti persis di depan kami. Hankyung memperhatikan mobil itu, lalu kaca mobil pintu itu terbuka.
"Jadi, kau disini rupanya, " ucap seorang wanita setengah baya, dia berbicara menggunakan bahasa China.
"Kau membolos sekolah hanya demi anak itu, jalan jalan dan tak mementingkan image mu yang notabene adalah seorang pangeran, Hangeng…" ucap wanita itu lagi
Aku benar benar tak mengerti yang wanita itu ucapkan, aku melihat Hankyung diam saja dan tak menatapnya.
"Hangeng…masuk kemobil, " perintah wanita itu
Hankyung tak menjawab
"HANGENG !" seru wanita itu
"Aku tak mau !"
"Hankyung, dia siapa?" tanyaku
"Kau belum tahu siapa aku? Ternyata kau tak mengerti bahasa China rupanya, aku Ibunya Hangeng, " jelas wanita itu, dia berbahasa Korea.
MWO ? Ibunya Hankyung? Tapi kenapa Hankyung terlihat tak senang dengan ibunya?
"Oh…annyeong haseyo, Heechul imnida, aku temannya Hankyung, "sapaku memperkenalkan diri sambil membungkukkan badan
"Masuk !" suruh ibu Hankyung, dia tidak memperdulikan sapaanku.
"Kalau kau memaksaku sekali lagi, aku takkan pulang kerumah, ingat itu !" ucap Hankyung
Lalu Hankyung menarikku pergi dari sana, tak lupa aku membungkukkan badanku lagi kepada ibunya Hankyung.
Hankyung tak sopan….batinku
.
.
.
"Hya ! Hankyung, kenapa kau tak sopan dengan ibumu?" tanyaku
"Aku tak suka dengannya, dia selalu mengaturku, aku benci hal itu, " jawabnya
Aku diam, kami mendengar suara klakson mobil yang berkali kali.
"Apa lagi sich….." gerutu Hankyung dan dia menoleh kebelakang. "Zhou Mi?"
Hankyung kaget melihat orang yang mengklaksonnya dari tadi.
Orang itu tersenyum dan keluar dari mobilnya, " Kapan kau datang?" Tanya Hankyung. Lagi lagi berbicara dalam bahasa China, aku kan tak mengerti…menyebalkan.
"Tak lama sebelum ibumu datang, bagaimana keadaanmu di Korea? Keliatannya kau bahagia sekali, " Tanya Zhou Mi
"Seperti yang kau lihat, "
Orang yang bernama Zhou Mi itu menatapku, aku merasa risih ditatap seperti itu,
"Hangeng , dia siapa? Teman sekolahmu, " Tanya Zhou Mi
"Bukan, dia sahabat sekaligus Cinderella ku, "
Aauuwwww !
aku menginjak kaki Hankyung.
"Hya ! Heechul, kau kenapa sich, asal injak kakiku saja, memangnya kau mengerti apa yang ku katakan?" omelnya
"Aku mendengar ada kata Cinderella, kau kira aku tak tahu kau membicarakan siapa, hah?" balasku tak mau kalah
Zhou Mi tersenyum melihat kami bertengkar seperti anak kecil.
"Temanmu lucu Hangeng, "ucapnya
"Ne? kau bisa berbahasa Korea?" tanyaku pada Zhou Mi yang menggunakan bahasa Korea tadi.
Dia hanya tersenyum
"Hya ! dia ini pintar tak sepertimu," ledek Hankyung
"Mwo? Hya, kau kira aku tak pintar, yang selalu mendapat juara 1 di sekolah siapa? Hah? Sedangkan kau masuk 5 besar saja tak bisa, " balasku emosi
"Hya ! maksudmu apa ! kau meledekku?"
"Kau duluan yang meledekku, siapa suruh? Dasar ! " ucapku kesal sambil menjulurkan lidahku
"Ahhh…sudah sudah….jangan bertengkar lagi, lebih baik, kita pulang, ayo, " Zhou Mi melerai kami yang sedang adu mulut, lalu kami masuk kedalam mobil Zhou Mi.
"Oh ya, kita belum berkenalan, namaku Zhou Mi, kamu?" Tanya Zhou Mi di dalam mobil
"Oh, aku Heechul, Kim Heechul, " jawabku
"Hangeng, apa dia sudah melihat Heechul?" Tanya Zhou Mi
Bisa ga sich kalian berbicara tidak dalam bahasa yang tidak aku mengerti…
"Sudah, " jawab Hankyung singkat
"Lalu? Reaksinya?"
"Seperti biasa, dia tak berubah, "
"Kau tahu apa resiko yang akan dia hadapi?"
"Aku yang akan menanggungnya, " jawab Hankyung sambil menatapku.
Aku tersenyum, dan dia juga tersenyum.
.
.
.
.
.
.
.
Author POV
"Aku mau kalian cari tahu siapa orang yang bersama dengan Hangeng tadi, mulai dari latar belakangnya, semuanya…mengerti kalian?" ucap Ibu Hankyung
"Baik, Nyonya Besar, "
.
.
.
.
.
.
.
#keesokan paginya
Hankyung keluar dari kamarnya dan menuju ke sekolah, saat tiba di ruang makan, dia melihat ibunya sedang makan disana, seleranya langsung hilang, dia lalu pergi tanpa pamit pada ibunya.
"Hangeng, jauhi dia, dan jangan berteman dengannya lagi, " ucap Ibu Hankyung
"Kau tak punya hak mengatur siapa temanku," jawab Hankyung dan dia langsung pergi.
.
.
.
"Nyonya Besar, ini data mengenai anak itu, " ucap Paman Huang
Ibu Hankyung lalu membuka map tersebut dan membaca data data tersebut, dia kembali menutup mapnya.
"Aku ingin pergi, antarkan aku, " perintah ibu Hankyung kepada Paman Huang
Ibu Hankyung lalu pergi dari ruang makan.
.
.
.
Hankyung POV
Aku kembali teringat kata-kata Zhou Mi, aku tak perduli apapun resikonya, aku akan menanggungnya. Jika dia berani menyakiti Heechul, aku takkan memaafkannya.
Aku masuk kekelas, dan Heechul sudah ada disana.
"Annyeong Hankyung, "sapanya riang
"Annyeong…" jawabku
Lalu para siswa berhamburan masuk kelas, Lee songsaenim pun datang. Dan dia membawa seorang siswa, sepertinya aku mengenalnya
ZHOU MI !
"Hari ini kita kedatangan pangeran baru lagi, namanya pangeran Zhou Mi, dia adalah teman dari pangeran Hankyung, " ucap Lee Songsaenim
"Annyeong, namaku Zhou Mi, salam kenal, "ucapnya sederhana
"Nah, pangeran kau bisa duduk di kursi belakang sana." Tunjuk Lee songsaenim
"Ye, gomawo.."
Lalu Zhou Mi duduk di sebelah meja ku dan Heechul.
.
.
.
Heechul POV
"Heh, apa apaan kau? Kau berniat tinggal di Korea apa?" Tanya Hankyung saat istirahat
"Memangnya kenapa, kau tak usah panik gitu donk…"
"Mianhae…kalian berdua kan bisa bahasa Korea, tolong pergunakan bahasa korea jika bersamaku, "ucapku
"Maaf Heechul , kami lupa, " ucap Zhou Mi
"Lupa ? ingatan kalian parah , "
Lalu aku mendengar ada ramai ramai diluar kelas, aku dan Hankyung pun melihat ada apa sebenarnya, aku pun mendengar bisik bisik dari para siswa.
"Hya ! katanya ibu pangeran mau berkunjung ke sekolah, " ucap salah satu siswa
"Ibu pangeran? Pangeran Hankyung atau pangeran baru Zhou Mi? "
"Tentu saja pangeran Hankyung, "
"Wah, aku mau lihat calon ibu mertua ku, "
Mwo? Calon ibu mertua? Dasar tukang gossip.
Aku menatap Hankyung, dia terlihat seperti tak senang mendengar ibunya akan datang.
.
.
.
"Mari Nyonya, saya perkenalkan dengan juara 1 di sekolah ini, " ucap Kepala Sekolah
"Heechul, kemari sebentar, " panggil Kepala Sekolah
Aku berjalan mendekati Kepala Sekolah dan Ibu Hankyung.
"Perkenalkan, ini Kim Heechul, dia selalu mendapat juara 1 di sekolah ini, "
"Apa latar belakang kedua orang tuanya?" Tanya Ibu Hankyung
"Kedua orang tuanya sudah tidak ada Nyonya, " jelas Kepala Sekolah
"Bisa tinggalkan kami berdua, aku ingin mengenal anak pintar ini, "
"Baik,"
Kepala Sekolah pun pergi dan meninggalkanku berdua dengan Ibunya Hankyung
"Benar kau murid yang pintar?" Tanya Ibu Han
Aku mengangguk kecil
"Pintar tapi tak ada uang, masuk kesekolah ini karena beasiswa, menyedihkan sekali, "
"Maaf, apakah ada hal yang ingin anda katakan padaku?"
"Jauhi Hangeng, jangan berteman dengannya lagi, "
"Apa ada yang salah, kenapa aku tak boleh berteman dengan Hankyung?"
"Karena kalian berbeda,"
"Karena kalian orang kaya, sedangkan aku tidak, apa itu jadi hambatan untuk kami berteman?"
"Iya !"
"Kenapa kau bersikap seperti ini pada Hankyung, ?" tanyaku
Ibu Han tidak menjawab, melainkan dia kembali bertanya padaku.
"Kau mendekati anakku apa karena uang? Berpura pura menjadi temannya padahal menginginkan uang anakku,"
"Aku tak serendah yang kau kira, aku berteman dengannya bukan karena uang, ingat itu, permisi, " aku pun pergi dari sana, karena aku tak kuat dihina terus terusan oleh Ibu Han.
"Kau akan tahu resikonya jika berani melawanku, " ucap Ibu Han tersenyum
Aku tak memperdulikannya.
Aku berlari pergi, aku ingin sekali menangis, tapi aku tak mau dibilang lemah.
Tiba tiba ada yang menarik tanganku dan memelukku dari belakang.
"Heechul…." ucapnya pelan
Hankyung…..
"Ku mohon jangan kau dengarkan perkataan ibuku barusan, aku tak pernah merasa kalau kau berteman denganku karena uang, aku tahu kau berteman denganku tulus, "
Jujur, aku sakit hati dengan ucapan Ibu Han tadi, dadaku terasa sesak mendengar perkataannya,
"Heechul…lupakan…yang penting aku tetap jadi sahabatmu, "
Aku akhirnya menangis, menangis kencang, aku membalikkan tubuhku dan menatap Hankyung,
"Sahabat?" Hankyung mengacungkan jari kelingkingnya
Aku mengangguk dan mengaitkan jari kelingkingku padanya. Lalu aku memeluknya.
Aku harap ucapanmu bukan mimpi Hankyung.
Karena aku sudah terlanjur percaya padamu.
.
.
.
.
.
.
.
Author POV
#keesokannya
"Heechul….." panggil teman sekelas Heechul
"Wookie? Ada apa?" Tanya Heechul
"Aku tak mengerti soal no 7, kau mau membantuku? " tanyanya ragu
"Tentu, mana bukumu?"
"Ehm….Mana pangeran? Kenapa dia tak bersamamu?"
"Mollayo, mungkin dia sedang diruangannya,"
.
.
.
.
.
.
.
"Pangeran, ada titipan untuk pangeran, " ucap salah seorang siswa sambil memberikan sebuah amplop kepada Hankyung yang sedang duduk santai di ruangannya
"Untukku? Apa ini?" Tanya Hankyung
"Maaf pangeran, saya tidak tahu, permisi, "
Hankyung lalu membuka isi amplop itu dan terdapat sebuah cd didalamnya, dan diatasnya ada sebuah tulisan,
"Kau dengarkan cd ini, dan kau akan tahu kebenarannya…."
Kebenaran?kebenaran apa?...batin Hankyung
Hankyung lalu memutar cd itu dan mendengarkannya lewat Earphone, dan Hankyung benar benar kaget setelah mendengar suara dan apa yang dibicarakan di cd ini. Hankyung lalu melepaskan Earphone-nya dan bergegas keluar.
.
.
.
.
.
.
.
Heechul POV
"Heechul, bisa ikut aku sebentar?" Tanya Hankyung
Hankyung lalu menarik tanganku. Dia membawaku keruangannya,
"Akh….sakit… Hankyung…." Aku meringis kesakitan saat Hankyung melepaskan cengkraman tangannya di tanganku tadi.
"Hankyung….ada apa? Kenapa kau mengajakku kesini?" tanyaku
Hankyung lalu memutar cd dan mencabut Earphonenya dan membesarkan volumenya.
Aku terbelalak, aku mendengar suaraku sendiri disana.
"Aku berteman dengan Hankyung karena uang, aku tak tulus berteman dengannya, dulu dia pernah membohongiku, aku membencinya, aku ingin membalasnya."
"Hankyung…..aku….aku…aku tak pernah mengatakan hal itu Hankyung, aku tak pernah mengatakannya, " ucapku
"Aku mau tanya padamu, ini suaramu kan? "
Aku diam, itu memang suaraku, tapi aku tak mengatakan hal itu.
"Heechul jawab, suaramu kan?"
Aku tetap diam.
"HEECHUL JAWAB ! ITU SUARAMU BUKAN ?" Hankyung membentakku.
"Hankyung…apa apan kau? Kenapa berteriak?" Tanya Zhou Mi yang tiba tiba masuk
"Heechul, kutanya kau sekali lagi, itu suaramu kan? ITU SUARAMU KAN HEECHUL !" Hankyung kembali membentakku
"Iya. Itu suaraku, tapi aku….."
"LALU KENAPA KAU TAK MENGAKUINYA HAH !" potong Hankyung, bentakan Hankyung terdengar lebih keras, dan itu membuatku takut. Karena baru kali ini Hankyung membentakku.
"Hankyung, tak perlu membentaknya, kau tak sadar telah membuatnya ketakutan, " ucap Zhou Mi
"Kau tahu, aku membelamu di depan Ibuku, tapi…" Hankyung tak meneruskan kata katanya, dia menghela nafas panjang, " Ternyata yang dibilang Ibuku benar, kau cuma seorang penipu, dan tak lebih dari itu, " lanjut Hankyung dan dia pergi dengan marah.
Aku terduduk, dan sangat shock dnegan kejadian ini, Zhou Mi mencoba menenangkanku.
"Sudah Heechul, jangan sedih, "
"Dulu waktu Hankyung membohongiku, aku tak sesedih ini, tapi saat dia membenciku kenapa hatiku terasa sangat sakit, " ucapku hampir menangis.
.
.
.
.
.
.
.
TBC-
ma'on clouds :: kurang yah angst-nya, oke bakalan gue siksa Heechul di next part #BerapiApi . Aku lagi mikir mau nambahin siapa, aku baru nambahin Wookie doank #ngesot
stevanie7227 :: makasih, udah bilang FF ku bagus :) #BahagiaLahirBatin . Ok udah ditambahin penyedap rasa kok, garam, gula, kecap sama Royco juga udah. Mau apa lagi #AuthorMintaDirebus
Mayahahaha :: #IkutNiupTerompet HAPPY NEW YEAR ! usia ku, aku baru berumur 7 tahun, aku masih imut2 penuh aegyo dan ratunya yadong (?).
