Previous
Sekarang, hanya suara jangkrik yang mengisi keheningan diantara mereka. Mereka berdua serius menyantap hidangan lezat mereka dengan tidak tergesa gesa. Tidak ada yang berbicara disana.
"Kris.." Baekhyun akhirnya memecah keheningan terlebih dahulu.
"bolehkah aku ikut denganmu saja?" ucap Baekhyun lantang
Between You and Him
Kris tertegun. Ia menatap Baekhyun lekat kemudian menghela napas panjang.
"tidak boleh" ucap Kris datar
"kenapa? kau tidak biasanya melarangku seperti ini" protes Baekhyun
Kris terdiam. Ia menyimpan sendok dan garpu yang ia genggam sedari tadi. Matanya menatap Baekhyun lekat.
"Aku memang tidak pernah melarangmu. Tapi kumohon, tetaplah hidup" jelas Kris
"Kris.. tapi aku tidak bisa. Aku tidak menjamin aku bisa bertahan tanpamu" ujar Baekhyun dengan tatapan memohonnya
"bawa aku pergi bersamamu Kris. Kumohon" pinta Baekhyun dengan tatapan memelasnya
Kris tersenyum kecil. Tangan kekarnya meraih tangan mungil namja bermata sipit yang ada didepannya itu. Kris tetap menggeleng.
Tidak. Itulah jawaban Kris untuk Baekhyun. Baekhyun tersenyum sedih menerimanya. Kris tidak tinggal diam. Kris beranjak dari kursinya dan berpindah posisi berlutut di hadapan Baekhyun. Baekhyun menatap wajah Kris sendu. Kris sedikit menengadahkan kepalanya karena posisinya lebih rendah dari Baekhyun. Telapak tangannya menggenggam pipi yang sedikit tembem itu. Kris tersenyum lembut.
"jangan menangis" kata Kris masih sambil tersenyum lembut. Ia mengecup punggung tangan putih milik namja yang duduk dihadapannya dengan sayang
"pabbo. Bagaimana aku tidak menangis? kau mengatakan padaku kau akan pergi meninggalkanku lagi, lalu sekarang kau melarangku ikut denganmu? Kau tidak membutuhkanku? Kauㅡ" Baekhyun sudah tidak bisa menahan tangisnya. Ia menunduk dalam dan menahan ledak isakan yang sebentar lagi akan ia keluarkan
"kau.. tidak mencintaiku" lanjut Baekhyun gemetaran. Suaranya bahkan hampir tidak terdengar oleh Kris. Badannya terguncang dengan isakkan yang keluar karena sudah tidak tertahan lagi.
Kris tersentak. Ia berdiri dari posisinya dan menarik tubuh mungil itu. Menjatuhkan badan itu hingga bersandar pada tubuh jangkungnya. Kris memeluk sangat erat tubuh mungil yang gemetaran itu.
"bukan itu maksudku" ucap Kris kemudian mengeratkan pelukannya pada Baekhyun. Baekhyun semakin bergetar dipelukan Kris.
"kumohon. Jangan berpikiran seperti itu. Saranghae. Saranghae. Saranghae" bisik Kris dengan mengucapkan terus menerus kata saranghae pada telinga Baekhyun.
Baekhyun meremas kemeja Kris dan membuat kemeja itu sedikit kusut. Kris merasakan itu. Kris merasakan isakkan Baekhyun semakin kencang
"Kau tahu Kris? Suho hyung pernah mengatakan yang sama sepertimu. Ia melarangku ikut denganmu. Awalnya aku berpikir untuk menurut. Tapi itu sulit." Baekhyun memberi jeda.
"bawa aku denganmu. Aku tidak mau pergi dari mimpiku. Aku ingin terus bersamamu. Jangan biarkan aku bangun di dunia nyata" pinta Baekhyun tersenyum tulus. Air matanya lolos dan mengalir perlahan dari sudut mata indah Baekhyun. Tapi Baekhyun masih menatap Kris dengan menampilkan senyuman tulusnya itu.
Kris menutup matanya erat dan merasakan getaran tubuh Baekhyun dipelukannya.
"baiklah" jawabnya singkat
Kris mengatakan "baiklah". Apa maksudnya?
Membuat Baekhyun tersenyum bahagia. Baekhyun bahagia karena akhirnya Kris mau mengabulkan permohonannya untuk membawanya pergi. Baekhyun mengeratkan lilitan tangan mungil yang memeluk Kris tapi kenapa semakin ia memeluknya Kris semakin menghilang. Baekhyun seperti memeluk udara.
Kosong. Kini yang Baekhyun rasakan adalah kosong.
"Kris?" Baekhyun membuka matanya cepat. Benar. Kris memang menghilang. Baekhyun menggerakkan padangannya keseluruh sudut penglihatannya. Ia tidak menemukan Kris. Rupanya ia berbohong pada Baekhyun. Kata baiklah itu hanya bualan Kris saja.
Tapi tunggu. Baekhyun mengenali tempat dimana ia berdiri sekarang. Bukan meja makan dengan makanan lezat lagi yang ada di hadapannya
Tapi.
Gang kecil itu.
Ia hafal betul dimana gang itu. Gang itu adalah gang kecil. Tempat Kris membawa Baekhyun untuk bersembunyi. Baekhyun menggelengkan kepalanya cepat
"tidak.. tidak.. tidak.. jangan bawa aku kesini" jerit Baekhyun dalam hati
Tidak lama kemudian Baekhyun mendengar sebuah suara tembakan yang disusul dengan suara jeritan seorang yeoja di luar gang itu. Kejadian itu sama persis dengan hari dimana Kris dibunuh. Baekhyun terlambat lagi. Suara tembakan itu mendahului rencana Baekhyun. Tadinya ia berniat untuk cepat berlari dan mengubah keadaan. Walaupun ia tahu kalau itu sama sekali tidak akan membuahkan hasil.
Ia menangis frustasi sambil berlari keluar gang itu. Ia menabrak seseorang yang barlari seperti orang kesetanan -lagi-
Baekhyun curiga dengan namja itu. Namja yang menabraknya berlari seperti menghindar dari kejaran. Mungkinkah namja itu yang membunuh Kris?
Baekhyun cepat menahan lengan namja itu. mengcengkram dengan menatap tajam dengan mata yang basah karena air matanya, membuat eyelinernya sedikit luntur. Tapi namja itu tidak mau kalah. Dengan sekali hentakan namja itu menepis tangan Baekhyun kasar dan mengarahkan mulut pistolnya pada kening Baekhyun. Baekhyun melotot terkejut mengetahui mulut pistol itu sangat dekat dengan keningnya.
Baekhyun terus menatap namja itu. Tanpa memerdulikan mesin peluru itu berjarak sekitar 5 cm dari keningnya.
Namja itu menatap tajam dalam diam pada Baekhyun kemudian menurunkan tangannya dan kembali berlari ketika terdengar suara orang orang yang semakin dekat. Larinya kencang. sangat kencang. Kecepatan Baekhyun sangat tidak bisa mengimbangi kecepatan namja itu. Ah Baekhyun kehilangan namja itu lagi. Seketika di pikirannya terbayang sosok Kris yang tergeletak tidak berdaya di aspal jalan. Baekhyun langsung berlari ke tempat dimana ia menemukan Kris yang sudah tidak bernyawa lagi saat itu. Ia melihat orang orang yang berkumpul di titik yang sama.
"Itu pasti Kris" tangis dan jerit Baekhyun dalam hati
Baekhyun mendekati titik itu dan menerobos masuk kedalam sekumpulan titik itu.
Foila! Kosong. Ia tidak menemukan Kris. Hanya bercak darah Kris yang menodai aspal itu yang bisa Baekhyun tangkap. Baekhyun semakin menangis frustasi
"Kris! Kemana kau?" teriaknya dalam tangisan.
"Kris!" Baekhyun terbangun mendadak dari tidurnya. Ia menangis histeris memanggil nama Kris terus menerus. Dadanya sesak. Ia berusaha mengatur nafasnya. Ia berteriak memanggil Kris terus
Brak!
Pintu kamar Baekhyun terbuka paksa. Ternyata Suho.
Suho berlari mendekati Baekhyun yang menangis histeris. Ia langsung merengkuh Baekhyun dalam pelukan. Suho terus berusaha membuat Baekhyun tenang.
"Baekhyun.. tenanglah.. aku disini" bisik Suho kemudian mengeratkan rengkuhannya pada Baekhyun
"kumohon.. Kris.. jangan.. pergi lagi" kata kata yang terucap dari mulut Baekhyun terpenggal-penggal karena ia berbicara sambil terisak
Suho menghela nafas dalam. Ia mengusap punggung adiknya itu lembut. Alhasil, membuat Baekhyun sedikit tenang. Tapi Baekhyun masih menangis tersedu sedu dalam pelukan Suho.
Baekhyun perlahan tenang. Dan tangisannya berhenti. Ia menyenderkan kepalanya pada dada bidang Suho dan mencengkram sedikit baju yang Suho kenakan
"sudah baikan?" kata Suho dengan lembutnya
Baekhyun mengangguk lemah namun tubuhnya masih gemetaran memeluk Suho.
Suho tersenyum miris melihatnya. Ia terus mengelus rambut Baekhyun lembut
"sudah.. jangan menangis. Kau pasti bermimpi buruk hm?" tanya Suho hati hati
"seharusnya mimpi indah. Tapi mimpiku berubah menjadi mimpi terburuk yang kudapat" ucap Baekhyun gemetaran
Karena tidak ingin membuat adik manisnya menangis lagi. Ia mengurungkan niatnya untuk bertanya mimpi apa yang Baekhyun dapat. Tanpa Baekhyun ceritakan. Suho sudah bisa menduga apa yang baru saja Baekhyun mimpikan.
Baekhyun terdiam di pelukan Suho. Suho masih memeluknya erat.
"hyung.. sudah lama disini?" akhirnya Baekhyun mulai bicara.
Suho tersenyum hangat "aku hanya ingin berkunjung kemari. Tadi malam aku melihatmu menangis, tadinya aku ingin menahanmu tapi kurasa kau sedang kacau dan langsung mengurung diri di kamar"jelas Suho
Baekhyun tersenyum miris. Ia hanya menjawab dengan gelengan seakan mengatakan pada Suho bahwa ia tak apa. Suho mengerti. Ia mengangguk dan membiarkan adik kesayangannya itu tidak menceritakannya.
Luhan melotot melihat penampilan Baekhyun yang sangat kusut. Pakaiannya lusuh. Matanya sembap. Jalannya gontai.
Baekhyun memasuki ruang kelas itu dengan muka yang benar benar kusut.
Luhan menarik nafas panjang. "Sepertinya memang sulit bagimu untuk melupakannya"
Baekhyun hanya terdiam. Ia seperti menulikan pendengaraannya. Tidak menoleh pada Luhan sedikitpun. Terus menatap ke depan. Tangannya meraih tasnya dan mengeluarkan beberapa catatan dari dalam tasnya.
"selamat pagi.." sapa sang dosen. Tapi kali ini bukan Wufan yang mengajar dikelasnya.
Dan semuanya berjalan seperti biasanya.
Baekhyun menatap murung kedepan. Wajahnya seakan memperhatikan dosen ekonomi itu. Tapi nyatanya dipikirannya terputar gambaran mimpinya tadi malam. Selain mimpinya, ia terus memikirkan apapun yang ia telah lakukan dengan Kris
Flash back
"Kris aku malu. Kau mandi duluan saja kalau begitu" ucap Baekhyun malu malu sambil mengerucutkan bibir mungilnya itu lucu.
Kris terkekeh geli dan malah mengeratkan pelukannya pada Baekhyun.
Bagaimana Baekhyun tidak malu? Kris memposisikan dirinya duduk di bathtub dengan Baekhyun yang duduk memunggungi diatas paha Kris. Baekhyun terlihat sangat kaku. Tentu saja. Keadaan tubuh mereka kini telanjang bulat. Kulit mereka bersentuhan membuat Baekhyun bergerak kegelian.
"boleh aku melakukannya baby?" Goda Kris
Baekhyun tersentak malu.
"apa? aku tak salah dengar Kris?" elak Baekhyun malu malu
"aku ingin menjadi yang pertama baby" goda Kris lagi
"tidak!" tolak Baekhyun dengan mengerucutkan bibirnya kembali
"ayolah"
"tidak"
"sebentar"
"tetap tidak"
"tadi kan kau sudah berjanji kalau aku tidak mabuk dan datang ke club kau akan bermain denganku malam ini" ucap Kris sambil mengangkat sudut bibirnya, menyeringai.
"mwo? Tiㅡ
"ucapan Baekhyun terpotong mendadak. Entah bagaimana caranya. Sekarang posisi Baekhyun tertindih badan kekar itu. Ia terbaring pasrah di bathtub yang setengah terisi dengan air busa di dalamnya.
Dan malam itulah Baekhyun menyerahkan keperjakaannya pada Kris.
Baekhyun masih menatap kosong kedepan.
"Kris! anak ini tidak mau berhenti menangis" teriak Baekhyun memanggil Kris yang berjalan cuek menjauh dari Baekhyun yang masih sibuk menenangkan anak kecil yang menangisi permennya yang jatuh karena ulah Kris.
Sedangkan Kris? Ia masih barjalan menjauh sambil melempar dan menangkap bola basketnya santai.
"ya! Kris jelek!" teriakan Baekhyun semakin melengking
Tapi anak itu malah menangis semakin kencang. Membuat Baekhyun semakin panik.
"aigoo.. bagaimana ini.." panik Baekhyun
Baekhyun kebingungan sekarang.
"kita membeli permen yang baru otte?" rayu Baekhyun. Bocah itu semakin menangis kencang.
Tangisan anak itu tiba tiba mengecil dan terhenti ketika sebuah permen lolipop sudah ada dihadapan anak itu. Baekhyun menolehkan pandangannya pada orang yang memberikan permen itu. Ternyata Kris.
Kris dengan santainya menyodorkan permen itu. Tangan yang satunya mendribble bola basket.
"ambillah.." ucap Kris
Bocah itu tersenyum manis dan langsung mengambil permennya dan berterimakasih pada Kris.
Kris masih mendribble bolanya santai kemudian tersenyum.
Tak lama anak itu pergi sambil mengemut permen lolipop pemberian Kris.
Baekhyun mendengus. Ia memukul pelan lengan Kris dengan menampilkan wajah cemberutnya. Kris tersenyum. Ia mebungkukkan badannya mendekat ke wajah Baekhyun dan..
Chu.
Ia mengecup agak lama bibir manis Baekhyun. Baekhyun bagaikan tersengat tegangan beribu ribu volt. Ia membeku.
Masalahnya bukan itu. Kris sudah biasa mengecup bibirnya. Tapi kali ini Kris menciumnya di depan banyak orang
Baekhyun cepat mendorong tubuh Kris. Wajahnya sudah merah menahan malu. Baekhyun memicingkan mata dan memasang wajah galaknya pada Kris
"ya!" Baekhyun kembali berteriak saat Kris berjalan duluan sambil mendribble kembali bola basket kesayangannya dan meninggalkan Baekhyun sendirian.
.
Baekhyun tersenyum kecut dan lagi lagi menghela nafasnya.
"nanti malam aku mau membeli buku tentang akuntansi. Kau mau ikut? Sekalian jalan jalan" ucap Luhan mengganggu lamunan Baekhyun.
Baekhyun yang terganggu kemudian menoleh dan menatap Luhan
"hm boleh juga" jawab Baekhyun
Setelah pelajaran usai, Luhan dan Baekhyun kini tengah berjalan menuju kantin.
Wajah dan penampilan Baekhyun masih kusut. Mereka jalan dalam ada yang memulai bicara diantara mereka.
Tatapan Baekhyun masih kosong. Bahkan saat berjalan saja pikirannya tidak fokus.
"kau kenapa lagi? Ini adalah penampilanmu yang paling kusut baek. Ada apa?" tanya Luhan hati hati sambil menggigit sandwichnya kemudian mengunyahnya baik baik. Pandangannya tidak lepas dari Baekhyun. Ia tetap memandang Baekhyun intens menunggu jawaban darinya.
"Kris pergi meninggalkanku" ucap Baekhyun seadanya sambil menggigit roti creamnya. Namun tidak sambil memandang Luhan di depannya.
Luhan mengangguk. Luhan tahu. Baekhyun pasti merindukan Kris lagi.
"bukan seperti yang kau pikirkan" koreksi Baekhyun
"lalu?" raut wajah Luhan kini berubah menjadi kebingungan
"tidak. Bukan apa apa" jawab Baekhyun singkat. Membuat Luhan berdecak sebal mendengarnya.
Hening. Mereka berdua sibuk menghabiskan makanannya tanpa ada yang berbicara.
"2 hari yang lalu. Wufan seosaengnim menanyakanmu" ucap Luhan lagi lagi yang memecah keheningan diantara mereka.
Gerakan rahang Baekhyun yang sedang mengunyah rotinya terhenti. Ia menatap Luhan.
"dia menanyakan keadaanmu. Sepertinya dia bisa melihat keadaanmu, buruk katanya" Luhan melanjutkan
Baekhyun hanya diam sebagai responnya. Ia menyuapkan roti terakhirnya kedalam goa mulutnya kemudian meneguk air mineral yang sudah ia beli tadi.
"ia menanyakan rumah, teman teman, dan segalanya tentangmu. Aku bingung dengan dosen muda itu. Ia itu terlalu peduli padamu atau bagaimana. Masalahnya kalian belum pernah mengobrol. Hanya bertatapan muka. Tapi pertanyaannya terlalu spesifik" ujar Luhan lagi. Luhan tahu Baekhyun tetap tidak akan merespon, tapi ia tetap mengatakan itu pada Baekhyun
"Dia adalah kakak sepupu kyungsoo,namjachingu Chanyeol. Aku sedikit berbincang dengannya kemarin sore, saat aku berkunjung ke rumah kyungsoo" akhirnya kalimat yang cukup panjang itu diucapkan Baekhyun untuk membuat Luhan jelas.
Luhan mengangguk mengerti mendengarnya. Kemudian ia berbicara lagi
"sepertinya seosaengnim menyukaimu"
Baekhyun membeku ditempat. Menatap Luhan dengan tatapan yang sulit diartikan.
"wae? itu hanya dugaanku. Pertanyaannya begitu spesifik. Mungkin dia tertarik padamu" ujar Luhan
"aku tidak akan membukakan hatiku padanya" protes Baekhyun
"tapi aku yakin suatu saat, ia akan berhasil menarik hatimu"
TBC
a/n: nah yeorobun.. bagaimana updetannya? Cepet ya? Hohoho lagi semangat nulis ff nih hohoho. Disini baekhyun susah banget move on karena kris itu first lovenya.. kasihan uri baekkie :( oh iya, wufan itu bukan kembaran kris. dia cuma mirip doang kok~ ga ada hubungan apa apa sama kris.. oke sip hoho
review if you like ya :D
Silahkan tinggalkan review pada kotak yang sudah disiapkan (?)
Review kalian akan sangat berarti dan membuat saya bersemangat bikin next chap
Gomaptaa # bow
