#BeCarefull !

Chapter 3

Rated M for Lime/Lemon. Some of violence scene. Verbal Abuse

SasuSakuIta

Naruto punyanya Om Masashi Kishimoto

Romance, hurts/comfort

#Warning : NC-17, PWP, DLDR! Kalo ada yang yang dirasa gak cocok, KLIK BACK yaa tau kan tombolnya :*

#BiniPertamaCanonUntukSelamanya Uchiha Itachi

odes

-0000000-

"Bukalah.. " ujar Itachi sambil mulai melepas kancing kemeja flanel hitam yang dikenakannya.

Sakura sempat tercekat mendengar kata-kata yang baru saja meluncur dari bibir bos nya. Apakah pemuda tampan itu ingin bercinta dengannya?

Namun gadis itu segera mengenyahkan ragu. Bagi gadis yang kehormatannya sudah koyak seperti dirinya, tak akan ada beda jika dia kembali bercinta dengan pria lain. Toh rasanya sama saja. Lagipula ini demi memuluskan rencananya menjatuhkan adik semata wayang sang Tuan Muda.

Sakura mulai melepaskan kancing turtle blouse yang dikenakannya. Baru satu kancing atas yang terlepas, tatapan sulung Uchiha itu mendelik ke arahnya.

"Apa yang kau lakukan, Haruno ?" tanya Itachi dengan nada tak mengerti. Mengapa gadis merah muda itu melepaskan kancing kemejanya?

Kali ini gadis cantik itulah yang memandanginya seolah dia adalah alien yang baru tiba di bumi. Sang Tuan Muda baru sadar ada yang salah dengan ucapannya.

"Maksudku, bukalah sepatumu..." ujar Itachi sambil tersenyum. Sakura merasa wajahnya panas karena malu. Bagaimana mungkin dia bisa salah menyangka seperti ini?

Gadis merah muda itu menuruti kata-kata Tuan nya tersebut. Begitu pula saat pemuda tampan itu memintanya mendekat dan duduk di sebuah kursi besar yang biasanya menjadi tempat pemuda itu bersantai.

Tanpa bertanya dan basa basi, Itachi menarik kaki Sakura ke pangkuannya. Kemudian, tangannya dengan sigap membuka laci meja tempat dia menyimpan segala obat-obatan. Diusapkannya sebuah kapas yang sudah diberi cairan steril dan obat merah ke bagian tumit gadis itu yang tampak terluka.

"Kau tidak perlu berpura-pura atau menahannya. Jika sakit, kau boleh bicara kapan saja padaku." ujar Itachi serius tanpa menoleh ke arah gadis cantik yang sedang dia rawat lukanya.

Sakura menatap pemuda ini dengan tatapan tak percaya. Bagaimana bisa Tuan Muda Uchiha itu begitu memperhatikannya dengan mengetahui bagian kakinya ada yang terluka?

"Aku melihatmu berjalan sambil menahan sakit. Aku tahu itu pasti karena kau tidak terbiasa menggunakan top toe seperti itu..." kali ini onyx sempurna itu menatapnya sekilas dengan tatapan seolah mengejek, namun Sakura tak merasa tersinggung dibuatnya. Dia malah merasa terharu, pewaris klan ternama itu bgitu memperhatikan para pegawainya.

Apa ini hanya cara pemuda tampan berambut raven sepanjang punggung itu untuk merayunya? Jika iya, caranya hampir berhasil membuatnya luluh dengan momen romantis yang tak bisa dinikmati oleh sembarang orang tersebut. Dia gelengkan kepalanya untuk mengenyahkan perasaan aneh yang sempat menghinggapinya. Dia harus fokus pada rencana semula.

Dia belum lama mengenal pemuda ini. Sejak awal berjumpa memang ada kesan yang berbeda dari sang sulung Uchiha dibanding adik bungsunya yang berkelakuan buruk itu.

Sebuah rencana muncul di kepala nya. Bagaimana jika dia uji saja Tuan Muda satu ini? Apa benar beda atau justru sama saja bejatnya seperti adiknya?

Selesai mengobati kaki gadis merah muda itu, Itachi berangkat bangkit dari duduknya. Namun langsung ditahan cepat oleh Sakura yang menarik kembali tangannya hingga jatuh terduduk di tempat semula.

Gadis dengan helaian merah muda itu bergerak merapatkan tubuhnya pada sang sulung Uchiha. Dia kembali duduk di pangkuan sang tuan muda hingga roknya tersingkap naik. Memamerkan pahanya yang putih mulus tanpa sedikitpun noda dan cacat disana.

Itachi kaget dengan perbuatan Sakura. Gadis itu selalu saja melakukan hal yang menerobos tabu para gadis pada umumnya.

"Sebagai rasa terima kasihku padamu, kau boleh menggunakan aku sepuasmu Tuan Muda..." ujar gadis itu dengan suara lembut yang terdengar menantang dan memberinya sebuah kecupan singkat di bibir yang meninggalkan rasa manis buah cherry di bibir sang Uchiha sulung tersebut.

Sakura merasa kaget saat Itachi jutru mendorongnya menjauh dan melepaskan tubuh mereka yang sudah menempel erat. Pemuda itu berdiri dan menyunggingkan sebuah senyuman ganjil di matanya.

"Lain kali tawaranmu akan ku pertimbangkan,Haruno. Sekarang aku lelah..." tolak Itachi halus. Sakura terperangah. Jadi sulung Uchiha itu menolaknya? Apa dia kurang cantik? Kurang sexy? Kurang menantang?

"Besok pagi, akan ada rapat direksi utama. Tugasmu adalah membawa Sasuke ke Taka Corp besok pagi pukul 10 tepat. Memang tidak akan mudah, tapi kau bisa kan melakukannya?!" Tanya tuan muda itu sambil menyunggingkan senyuman.

Sakura mengangguk hati-hati. Kemudian dia segera pamit undur diri dari kamar sang Tuan Muda sulung itu.

'Untung saja aku dapat mengendalikan diri dari pesonamu, Haruno. Mungkin jika Sasuke-lah yang di posisiku, dia pasti takkan melewatkan kesempatan ini dan melukai kewanitaanmu...' desah Itachi dalam hati.

-00000000-

Malam ini dia bermimpi...

Kejadian buruk yang menimpanya sebulan yang lalu ternyata masih membayangi. Meski sudah sebulan berlalu sejak peristiwa mengerikan itu, namun hingga kini Sakura masih dapat merasakan semuanya dengan kasar sang pemuda, hembusan nafasnya yang panas dan terengah, isak tangis dan ucap permohonannya yang dianggap angin lalu saja, hingga erangan erotis yang keluar dari bibir sensual Tuan Muda bungsu klan ternama itu saat mengukir noda di atas tubuhnya.

Semua itu terjadi begitu saja. Dia tak mempunyai daya untuk menghentikan dan melawan. Atau berharap belas kasih sang bungsu Uchiha untuk menghentikan aksinya. Rasanya persis seperti mimpi buruk yang menjadi nyata.

Sakura terengah saat terbangun dari mimpinya. Nafasnya memburu dan emeraldnya terlihat membelalak kaget. Sudah sebulan berlalu, namun dia masih saja memimpikan kejadian itu. Rasanya seperti noda yang digurat di atas kulitnya dan takkan pernah bisa hilang.

Gadis berhelai merah jambu itu bangkit dari ranjangnya. Dia teringat tugasnya untuk membawa sang pemuda yang telah tega menodai kegadisannya itu dalam sebuah rapat penting hari ini jam 10 tepat.

Sakura berdiri tepat di depan kaca indah bergaya versailles itu. Diamati bayangan wajah dan tubuhnya yang terpantul lewat cermin. Sebuah senyum sinis terkembang di wajah cantiknya.

"Kita akan bertemu lagi, sayangku..."ujarnya sambil mengibaskan helaian merah muda panjangnya, lalu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

-0000-

Sakura memasuki ruangan itu perlahan. Ruangan besar itu merupakan kamar pribadi sang Uchiha bungsu. Sakura harus menjalankan tugasnya untuk menjemput dan membawa sang bungsu Uchiha itu untuk pergi ke Taka Corp untuk sebuah rapat direksi yang tampak penting.

Sakura mendapati sang tuan muda baru saja selesai mandi. Tubuhnya yang polos hanya berbalut kimono handuk. Helaian raven chicken buttnya tampak basah. Melihat semua itu, gadis merah muda itu merasa keberuntungan berpihak padanya.

Sambil menyembunyikan senyum sinisnya, Sakura berjalan mendekati sang Uchiha.

"Biar saya bantu, Tuan Muda..." saat dilihatnya Sasuke tengah bersiap memakai kemejanya.

"Kau... gadis yang ku tabrak malam itu, bukan?!" Pemuda itu mengenali helaian merah muda gadis dihadapannya sebagai korban kecelakaan yang dilakukannya beberapa hari yang lalu.

"Iya Tuan Muda. Dan berkat kebaikan hati Tuan Muda Itachi, kini saya bekerja sebagai asisten pribadinya. " jawab Sakura sembali memberikan seulas senyum tipis yang menggoda untuk menyembunyikan tawa sinisnya. Pemuda itu mengenalinya hanya sebatas korban tabrakan saja, bukan gadis yang telah direnggut kesuciannya oleh sang pemuda. Tentu saja karena saat melakukan tindakan asusila itu di kamar hotel, Sasuke tengah dalam keadaan mabuk berat.

Mendengar jawaban tersebut, pemuda itu tampak biasa saja dengan kehadiran Sakura.

"Rapatnya jam 10 kan ?"tanya Sasuke padanya sambil memakai kemeja biru dengan dibantu oleh Sakura.

"Ya Tuan Muda. Ddan kita tidak boleh telat..." jawab gadis itu sambil tersenyum manis.

Tapi sayangnya kau akan telat datang kesana sayangku.. takkan kubiarkan kau datang begitu saja dan mencapai posisimu lagi. Kau harus jatuh ke neraka bersamaku !

Saat membantu mengancingkan kemeja sang Tuan Muda bungsu, Sakura dengan sengaja membusungkan dadanya sehingga terkadang dada mereka saling bergesekan. Dia sengaja melakukannya, dia memang ingin merangsang sang Uchiha.

Sasuke sendiri mulai tampak salah tingkah. Pandangan onyxnya tak lepas menatap ke arah dada gadis itu dan belahannya yang menyembul menantang untuk dijelajahi. Sakura senang dengan respon Sasuke yang langsung merespon dan termakan jebakannya. Gadis itu melirik jam. Pukul 9 tepat. Artinya dia harus mengulur waktu satu jam lagi agar Sasuke datang terlambat ke rapat itu. Sakura tersenyum puas. Pemuda raven chicken butt ini lebih mudah dijebak dari sang kakak.

Sakura berpura-pura berbalik badan. Dan dengan sengaja membuat posisi yang lebih merangsang sang Tuan Muda bungsu. Dia berpura-pura mengambil sepatu Sasuke yang berada di rak bawah. namun di mata pemuda yang mulai dikuasai hawa nafsunya, pose Sakura tadi sangatlah sexy dan menantang kelelakiannya .

Binggo! Dalam tatapan itu, Sakura dapat menangkap binar nafsu birahi yang mengkilat dan memuncak menuntut pemuasan. Sedikit lagi... pemuda itu akan jatuh ke pelukannya.

Saat kembali berbalik badan dan membawa sepatu Sasuke, gadis merah muda itu kembali berakting akan terjatuh sehingga Sasuke dengam sigap menangkapnya dan membuat mereka dalam posisi berhimpitan,

Bergesekan dengan gadis cantik itu Sasuke mulai merasa lupa diri. Syahwatnya sebagai lelaki ingin dimanjakan dan dia butuh belaian seorang wanita untuk dapat memuaskan hasratnya. Sekarang juga !

"Aaahh~ Maaf Tuan Muda..." desah Sakura pelan. Namun di telinga Sasuke, itu suara desahan paling sexy dan mengalahkan desahan wanita mana pun yang pernah ditidurinya selama ini.

Sasuke tak tahan lagi! Dia mendekap Sakura erat dan mencari bibir ranum Sakura untuk dilumatnya. Sementara tangannya yang lain mulai meraba liar tubuh indah gadis itu. Mencari gundukan padat dan kenyal untuk diremas-remas.

Ada rasa jijik yang seketika menghinggapi Sakura dengan apa yang dilakukan Sasuke padanya. Namun dia harus bertahan demi rencana balas dendamnya.

Dan karena memikirkan rencananya yang berjalan mulus, Sakura makin bersemangat dan berani untuk membalas ciuman panas Sasuke dan mengeksplor tubuh menawan pemuda raven itu. Sakura membalas ciuman liar Sasuke, sementara sang pemuda raven yang mulai kesetan oleh birahinya sendiri mulai mempreteli bajunya dan baju gadis yang tengah bergumul panas dengannya.

Sasuke terperangah melihat pemandangan di depannya ini. Tubuh gadis dengan helaian merah muda itu sangat indah dan membangkitkan gairah kelelakiannya dengan cepat.

"Tak kusangka kau sangat indah, Pinky..." bisik Sasuke mesra sambil melumat daun telinga Sakura. Membuat gadis itu sedikit menggelinjang.

"Tapi rapatnya... Tuan Muda,.." desah Sakura pelan. Berpura-pura mengingatkan Sasuke akan rapat yang harus mereka datangi sebentar lagi.

"Persetan dengan rapat itu!" Maki Sasuke. Hawa nafsu telah membutakan pikiran dan akal sehatnya dan Sakura senang mendengarnya.

Sasuke membopong tubuh setengah telanjang Sakura ke ranjang pribadinya yang berukuran king size tersebut

"Puaskan aku, Pinky ! Baru kita datang ke rapat sialan itu!" Ujar Sasuke menggoda lalu menerkam tubuh indah sang gadis merah muda di atas pembaringan bagaikan singa yang kelaparan.

'Dengan senang hati.. tuan muda...' bisik Sakura sinis di dalam hati, sementara dari luar dia terlihat memasang senyum penuh pesonanya.

-000000000-

3 jam!

Perlu waktu 3 jam sampai mereka menyelesaikan permainan dewasa mereka dan saling mereguk kepuasan, entah untuk kali ke berapa. Sasuke berjalan lemas namun terlihat sangat puas menuju ruang rapat dengan di dampingi oleh lawan dari permainan syahwat mereka beberapa saat lalu. Sakura sendiri tampak tetap enerjik baik di atas ranjang maupun sekarang saat mereka sudah tiba di Taka Corp.

"Apa rapatnya sudah dimulai?! "tanya Sasuke tanpa basa-basi sambil membuka pintu ruang pertemuan itu hingga semua mata tertuju padanya.

"Aku tidak terlambat kan?" Tanya Sasuke dengan angkuh sambil berjalan masuk ke dalam ruangan rapat. Lalu dengan seenaknya dia duduk di tempat kosong yang seharusnya menjadi milik sang kakak, Itachi.

Karena saat itu break siang dan rapat dilanjutkan setelah jam makan, para petinggi dari Taka tinggal menunggu saja kehadiran pemimpin mereka yaitu Itachi Uchiha. Tuan Muda sulung keluarga Uchiha sekaligus orang yang digadang-gadangkan akan ditunjuk sebagai sang pewaris klan.

Namun Sasuke dengan seenaknya justru mengambil tempat sang kakak. Membuat gadis dehgan helaian merah muda yang berdiri di belakangnya menyunggingkan sebuah senyum sinis yang tak terbaca.

"Bisa kita mulai rapatnya?" Tanya pemuda tampan itu sambil bergaya layaknya seorang bos besar. Sikapnya terlihat tak sopan meski jajaran direksi dari Taka Corp terdiri dari sosok yang jejang usianya lebih senior dari dirinya.

Lalu tiba-tiba, pintu terbuka dan munculah sosok pemimpin Taka yang sebenarnya. Itachi masuk dengan tindak tanduknya yang tenang. Sekalipun dia melihat adiknya yang sembrono dan tukang mencari masalah sudah datang, raut wajahnya tetap sama dinginnya.

Sasuke hanya melirik kedatangan kakak semata wayangnya melalui ujung iris onyx nya. Lalu bibirnya mencibir ke arah lain dengan bola mata yang berputar seolah meremehkan sang kakak.

Itachi dengan tenang menghampiri kursinya yang tengah diduduki adiknya yang bengal. Melihat sang kakak hanya berdiri disampingnya tanpa berkata apapun, Sasuke akhirnya bangkit dari kursi itu.

"Terimakasih..."ujar Itachi tenang sambil menyunggingkan senyum lembut melihat kesediaan adiknya untuk berdiri sendiri dari kursinya. Berbanding terbalik dengan raut kesal yang tergambar di wajah Tuan Muda bungsu klan Uchiha itu.

Sasuke duduk tak jauh dari Itachi, sementara Sakura dan Sai berdiri di belakang sang Tuan Muda sulung. Dan selalu siap sedia jika sang Tuan Muda membutuhkan mereka.

"Baiklah... karena Sasuke sudah datang, aku akan membahas soal masa depan Sasuke dengan Taka. Seperti yang kalian tahu, dia sudah dipecat dari perusahaan. Namun dengan sebuah pertimbangan, Sasuke akan diterima kembali bekerja di sini..." penjelasan sang kakak telah mengukir senyuman lebar di wajah tampan pemuda dengan helaian raven chicken butt itu.

"Tapi dengan syarat. Dia diturunkan menjadi pegawai biasa dan segala fasilitasnya sebagai seorang General Manager akan dicabut!" Ujar Itachi tegas. Ucapan yang membuat Sasuke seketika meradang.

"APA?! Memangnya kau pikir kau siapa hah?! Bicara mu sudah seperti pewaris klan saja! Aku tidak terima kau memecatku dan aku juga tidak terima kau menurunkan jabatanku !" Maki pemuda tampan itu langsung. Seolah tidak peduli mereka sedang berada di mana. Sementara sang kakak hanya dingin saja menanggapinya seolah amarah Sasuke adalah hal yang biasa baginya.

"Kalau tidak setuju, kau boleh pergi sekarang..." ujar sulung Uchiha itu sambil menjentikkan tangannya ke arah pintu. Seolah memberitahu sang adik kemana arah keluar dari ruangan tersebut.

Wajah tampan Sasuke terlihat murka. Dengan langkah yang dipenuhi amarah dia berjalan keluar. Namun tepat di hadapan kakaknya, pemuda dengan sejuta pesona itu berhenti. Onyx nya menatap sinis ke arah Itachi.

"Jangan lupa di mana posisimu seharusnya. Anak di luar nikah jangan berlagak seperti pewaris sejati Uchiha. Harusnya kau mati saja bersama Ibumu dulu !" Ucap Sasuke. Dingin dan sinis. Sebuah sindiran yang ditujukan pada Itachi.

Itachi dan Sasuke memang saudara se-Ayah namun berbeda Ibu. Saat belum memiliki keturunan, Ayah Sasuke, pewaris klan Uchiha sebelumnya, Fugaku Uchiha terlibat skandal perselingkuhan. Hasil dari perbuatan di luar norma itu adalah Itachi, sang putra sulung. Tak berapa lama sejak kelahiran Itachi, sang Nyonya Uchiha, Mikoto Uchiha dinyatakan positif hamil hingga lahir lah buah hati mereka yaitu Sasuke Uchiha.

Secara darah, mereka sama-sama memiliki darah Uchiha. Hanya berbeda satu terlahir dari istri sah sang Uchiha, sementara yang satu lagi terlahir dari hubungan di luar norma.

Itachi berhasil mencapai posisinya saat ini sebagai pemimpin tertinggi Taka Corp pun berkat kerjas kerasnya sendiri. Sama sekali tidak mengandalkan nama Uchiha yang disandang di punggungnya meski Taka adalah perusahaan pribadi milik Uchiha.

Sasuke berjalan melewati Itachi dengan raut murka.

"Ayo kita pergi, Pinky...! Ajak sang Tuan Muda bungsu sambil menarik sebelah tangan gadis gadis berhelai merah muda yang berdiri tak jauh dari kakaknya. Setengah terseret, Sakura dengan terpaksa mengikutinya.

Namun sebelah tangannya yang lain segera ditangkap oleh sang sulung yang menahan langkahnya.

"Jangan ajak dia. Jangan libatkan orang lain dalam amarahmu!" Tegas Itachi. Sakura berbeda dengan gadis lain yang dikenalnya. Gadis itu berani menerobos tabu. Sang Tuan Muda hanya tak ingin gadis itu terluka oleh Sasuke seperti banyak dialami wanita disekitarnya.

-000000000000-

TO BE CONTINUE~

Haiii haiii~

Tengkyuuhh readers yang udah mau-maunya baca dan ngeripiu cerita ini :* apdetan kali ini cukup panjang dan Odes mau mengklarifikasi satu hal. Di chap 1 ada tulisan kalo Itachi saudara kandung Sasuke. Hal itu emang bener. Di chap ini kan dibilang kalo mereka satu Ayah tapi BEDA Ibu. Nah mereka tetep terhitung saudara kandung karena berasal dari benih yang sama. Lain cerita jika SAMA Ibu dan beda Ayah. Okee? Sampe sini ngerti kan maksud Odes?

Chap ini panjang loh sumpah :Dv awaass yaa yang masih ngomelin karena apdetannya pendek Odes aduin Mas Itachi loh :*

Sekarang waktunya balesan komentar Readers Tercinta :D check it out ( maaf sebelumnya jika ada kesalahan dalam penulisan nama)

-JamueLumutan462 : heheheh, silahkan. Tengkyuu yahh sebelumnya udah mau follow en fav fic odes :*

-Bang Kise Ganteng : Odes juga mau liat bang~ #eeakkk #apaaninih?

-SasuSakuIta18 : hehehehe, Odes juga suka

-FiaaATiasRizqi : hahahaha, sebegitu gak relanya Sasuke jadi jahat kah? Sayangnya emang Sasu disini antagonis dan di chap ini udah dijelasin kenapa Sasu gak inget kalo cewe yang dia perkosa itu Saku.

-Slacker Sasha : Karma Sasuke akan segera tiba :* jadi tunggu aja

-Lightflower22 : wkwkwkw, tenang aja. Kan udah dibilang ini mah fic lama tapi foldernya baru nemu, soal fic lain mah emang pasti dilanjut kok :D

-Cherryhamtaro : tengkyuu yahh dukungannya :*

-Kyuaiioe : hahahah Odes juga seneng :*

SHL7810 :eeakkk Puja nenek Lampir :* biar lu udah pensiun di fandom ini, gue seneng lu masih mau nyempetin nyampah dimari nek :* Cucu yang selalu durhaka sama elu, Bininya Itachi :D

-Luca Marvel : Itachi ada hubungannya sama akyuu :*

Yoriko Yakodichan : hmmm, Crime nya? Maksudnya bagian perkosaan itu? Gak ada crime nya kok kalo selain itu maksudnya :D

-Rizka Scorpiogirl : Odes juga geregetan nulisnya

-dianarndraha : heheheh okee deh :* tengkyuuu yaahh diana :* tunggu aja fic yg lain

-ayuniejung : wkwkwkw kesannya... TwT authornya kok yang pervert *eeehh

-Fenna : aaiihhh tengkyuu Fenna. Jadi terhura :D

-Guest : okee siap!

Respitasari : maksudnya mau yang bagian nganuhnya lama kah? Wkwkwkw *eehhh maap yaak klo kecepetan

-Lady Bloodie : apa kabar? Makasih loh senpai udah mau-maunya review emang susah dimengerti siholeh orang sekelas senpai TwT maafkan :D

-zarachan : udah lanut, makasih :*

-beautifulcreature: hahahah, odes suka Itachi sih :* #BodoAmatamaGue wkwkwkwk

-Asiyah Firdausi : weeehh? Nani? Enak aja! #NgumpetinItachiDalemKancut

-Cherryma : hahahah makasihh loh :*

-undhot : udah :D

-Frozen Queen : ahhahaha, maaf yaak kalo menurutmu kecepetan, tapi buat Odes sih usah cukuplah. :D

-Eci : yang disini yang Hot duluan SasuSaku dulu nih :D ItaSakunya nyusul yaakk :D ntar ada alesannya kok kenapa ItaSaku gak bisa cepet-cepet. Sabar yaak :*

-Guest : udah lanjut :D

-Daun Momiji : awass yaakk masih dibilang pendek hehehhee :*

-Vani : udah lanjut :*

-Mei 135 : udah dilanjut kok :* makasih yaaa

-Cherry480 : hehehehe, makasih :* Odes akan usahakan. Yosshhh :D

Fiiyuuhh,, okee deh,

Akhirnya sesi balesan Readers tercinta udah selesai :D

Terimakasih banyak atas kebaikan kalian meramaikan kolom komentar dan juga memberikan masukan-masukan.

Enjoy the story and Happy Reading :*