Disclaimer: NARUTO selamanya tetap milik Mr. Masa shy Kiss shy molto Si Penyihir Gaje *PLAK* he..he ampun om, NARUTO selamanya tetep deh, milik Mr. Masashi Kishimoto!

A/N: Hallo reader sekalian! Audrey kembali lagi membawa chapter 2 dari seri ABAM a.k.a Anda Bertanya Akatsuki Menjawab! Yasudlah, daripada author membacot terus, silahkan dinikmati…..

PRESENTED BY:

Audrey Lancaster del Cano

WARNING:

OOC, Positif terinfeksi virus Fanficanustrus Gajeatis, humor garing kriuk-kriuk + super jayus

~ANDA BERTANYA AKATSUKI MENJAWAB~

0O0O0O0O

Suatu hari disebuah pagi yang cerah, ada seorang om-om ganjen tapi (sayangnya) awet muda dan (katanya) kelewat imut, sedang ngaca sambil bersenandung gaje. Mari kita dengar senandungnya…

"huo.. boneka imut namanya Sasoriii… boleh dilirik tak boleh dipegang…"

Senandung yang aslinya berjudul 'Doll From India' yang dinyayikan penyanyi kawakan Celine Dion (?) itu dengan seenak jidat lebar Sakura Haruno, diubah syairnya menjadi super narsiss dan di remix dengan lagu Suwe Ora Jamu… oleh seorang pria yang bernama Akasuna no Sasori yang berarti Sasori Si Bonsai Merah, eh maksudnya Sasori Si Pasir Merah.

"Woy… danna un! Mandinya cepetan un! Yang lainnya pada ngantri nih un!"

Seorang pria *author telah memutuskan gender Deidara* berambut pirang, dengan gaya rambut yang disebut-sebut infotaiment "KUNAI" yang selalu mengupas setajam bambu runcing, telah memplagiat gaya rambut Yamanaka Ino, seorang model iklan sandal bermerek 'KRIWIL', kelihatan sangat bahagia kerena bisa melihat siluet Sasori di pintu kamar mandi yang agak transparan *plak* maksudnya dia kelihatan sangat kesal.

Rupanya pria yang diketahui bernama Deidara Similikity ini sedang kesal karena ada om-om gaje yang ingin coba-coba mendominasi kamar mandi sendirian. Padahal kamar mandi adalah salah satu tempat paling vital di Markas AKATSUKI selain ruang tamu. Itu karena di markas AKATSUKI memang cuman ada dua ruangan, yaitu ruang tamu dan kamar mandi.

"Iya..iya.. sabaran dikit napa! Gue yang ganteng dan super cute ini memang perlu waktu yang lama untuk mandi!"

Akhirnya pria berambut pirang itu hanya bisa pundung dipojokan menanti selesainya Si Bonsai eh, Pasir Merah mandi.

'Huu.. kalau nggak ingat dia senior gue, mungkin dari tadi udah gue KATSU nih pintu kamar mandi!'

Begitulah suara hati Deidara, tapi dia membatalkan pikiran untuk meng-katsu pintu kamar mandi itu. Karena tiba-tiba bayangan kakek-kakek rentenir bercadar memasuki pikirannya, membuatnya reflex langsung memegangi dompet bulukannya. Dasar, Deidara parno…

SKIP TIME

Setelah 24 jam berlalu *author lebay* maksudnya 1 jam berlalu, Sasori pun selesai dari ritual mandi kembang 7 rupanya dan mempersilahkan kohainya yang langsung bangkit dari kepundungan, untuk gantian mandi.

"Hey.. danna un, emangnya danna mau kemana sih un? Kok rapi amat un?"

"Gue ada janji bisnis."

"Sama siapa un?"

"Nanti liat ajah deh."

'TOK..TOK..TOK..'

Terdengarlah suara pintu markas AKATSUKI yang diketuk. Pintu markas yang tadinya hanya terbuat dari kertas sekarang telah diganti menjadi besi. Darimana kah mereka mendapat uang? Rupanya pintu besi itu hasil dari pierching-pierching bekas nan karatan milik sang Leader yang dilelehkan oleh Goukayou milik Itachi dan dibentuk oleh seniman AKATSUKI, Deidara Similikity. Bendahara korup dan bercadar, Kakuzu Fulmon pun hanya mengangguk-ngangguk karena dia anak dugem eh, maksudnya kerena dia senang nggak perlu keluar duit.

"Nah, itu pasti orangnya!"

Sasori pun berlari-lari gaje diiringi background lagu 'Kabhi Gushi Kabhi Gham' menuju kearah pintu markas. Tapi lagu langsung berhenti begitu ia membuka pintu, dan backsound berubah jadi musik seperti saat kemunculan AKATSUKI di Anime 'NARTO' eh, 'NARUTO'.

"Apa yang kau cari gadis kecil?"

Sasori pun langsung memasang Gaplek Face *plak* maksudnya Poker Face nya sambil menatap seorang cewek gaje pake baju kuning bergambar Uchiha Fugaku dan Namikaze Minato lagi belly dance.

"Jangan sok kul deh! Kau pasti akan menerima tawaranku juga seperti Itachi, khe..khe..khe.." (hiruma: huu nggak kreatif! Jangan khe..khe..khe dong! Guk..guk..guk kek!)

"Huh… aku tidak bisa ditaklukkan semudah Itachi. Apa penawaranmu hah? Boneka? Aku sudah punya lebih dari 1000!"

"Aku tahu, makanya aku tidak akan menawarkan boneka. Yang akan kutawarkan adalah sebuah video…."

"Video? Video apa? Videonya vokalis band 'PETERCANTROPHUS'? Aku sudah punya semua serinya! Lebih hot daripada Icha-Icha Paradise!" Sasori pun langsung mengeluarkan salah satu DVD -piip- Favoritnya yang berjudul, 'Ariel x Tata Dado'.

"Bukan-bukan.. yang kutawarkan adalah…."

"Apa?"

"Adalah…"

"Apa?"

"Adalah…. VIDEO LIPSING KEONG RACUN VERSI BAHASA ITALIA OLEH PINOKKIO DAN PAMAN GEPETTO!"

"APA! Dari mana kau mendapatkannya Marimar?" backsound terdengar bunyi petir menggelegar dengan close-up muka cengok Sasori.

"Eh, emangnya telenovela? Sekarang, terima atau tidak?"

"Ak-aku ti-tidak mau, ta-tapi video itu adalah targetku selama ini… jadi.. demi video berharga itu aku…."

"Iya?"

"Aku…"

"Aku ingin jadi artis eh, maksudnya aku terima penawaranmu!"

"Akhirnya. Sekarang seperti Itachi kemarin, sebagai barter dari video itu kau harus bersedia menjawab semua pertanyaan dari orang-orang."

"Itachi bilang kemaren kamu nanya-nanya dia di TPU KONOHA, aku unyil eh, ogah! Cari tempat rada elit kek!"

"Hm.. baiklah. Kali ini aku tidak akan mengajakmu ke TPU KONOHA. Masih ada tempat lain yang lebih baik. Ayo!"

"Baiklah."

Akhirnya Sasori dan cewek gaje yang diketahui bernama Audrey itupun ber-apparate *kemaren BLEACH sekarang HARRY POTTER* menuju suatu tempat yang misterius….

SKIP TIME (AGAIN)

Akhirnya kedua makhluk gaje itupun sampai….

"Hmm.. kita dimana nih cin? Kok baunya nggak sedap gini sich…?"

"Yah, sesuai permintaan kamu. Katanya nggak mau di TPU KONOHA, jadi aku pilih ajah TPS a.k.a Tempat Pembuangan Sampah Konoha." Gadis bernama Audrey itu berkata dengan watadosnya membuat Si Pasir Merah cengok selama beberapa dekade *plak* beberapa detik ajah deh…

"WATDEPAK? TPS? Gue bilang kan yang lebih elit!" Sasori pun berbisik (?) menggunakan TOA curian dari kantor Hokage yang dicuri waktu Godaime lagi asik nonton reality show 'TERBENGEK-BENGEK' yang dibawakan oleh Madara Abadi Chouji.

"Yasudahlah, jangan banyak protes! Sekarang duduk dan kita mulai pertanyaan pertama. Pertama nih, dari seseorang bernama Ka Hime Shiseiten, pertanyaannya, Koleksi Barbie mu ada berapa? Boleh aku minta nggak?"

"Barbie? Barbie apaan? Aku nggak tahu yang namanya Barbie. Aku cuman punya Fairytopia, Mariposa, ama Swan Lake. Jadi aku nggak punya Barbie. Jadi nggak usah minta."

*sweatdrop* "Tapi Sas, yang kamu sebutin tadi kan Barbie semua! Masa sih Kishimoto, eh masa sih ahli boneka seperti kamu nggak tahu Barbie?"

"Yah begitulah, yang aku tahu itu kugutsu bukan babi!"

"Barbie Sas, Barbie.. bukan babi."

"Up to you, up to you silahkan kau marah padaku, salah ataupun benar up to you…"

"Kaya' kenal tuh lagu. Tapi ya sudahlah sekarang pertanyaan selanjutnya dari seseorang bernama Oh-chan is Nanda , pertanyaannya, Tolong bikini boneka voodoo anggota Akatsuki dong, biar bisa ngendaliin.."

"Boneka voodoo itu yang kaya dipake buat nyantet yah?" Sasori bertanya dengan wajah 1m03t nya yang membuat Sasori FG di seluruh dunia nosebleed 5 ember.

"Yah, fungsinya emang sama sih, tapi kenapa kalau yang berbau kriminil kamu ngeh?"

"Yah ealah! Aku kan emang kriminal! Kelas es lagi. Pernah nonton NARUTO nggak sih? "

"Ya sudlah, sekarang bisa nggak dibikinin?"

"Yah tergantung bayarannya. Aku patok harganya 5000 ryo *anggap ajah 5000 ryo = Rp.5000*"

"Lha, kok murah banget?"

"Maksudku itu, 5000 ryo per helai benang."

*sweatdrop*"Buset dah…. Pengen jadi penerusnya Kakuzu yah? Sekarang pertanyaan selanjutnya dari seseorang bernama Ichaa Hatake Youichi , pertanyaannya, Kamu pilih Si Ichaa atau Sakura?"

"Hmm.. sebenarnya aku nggak bisa pilih dua-duanya, karena aku nggak kenal Si Ichaa dan aku benci sama cewek berjidat bandara yang udah ngerendahin harga diri aku!" Sasori pun berpidato soal harga diri selama berjam-jam dengan diiringi background api bekas bakar jagung author dan kawan-kawan…

"Jadi kesimpulannya?"

"Aku lebih pilih Barrack Obama daripada Hillary Clinton!"

Dan Sasori sukses dihadiahi lemparan kaus kaki maut author yang belum dicuci selama seminggu.

"Jawab yang benar!"

"Ya sudahlah karena diancam author, aku mamutuskan untuk memilih….. Ichaa ajah deh. Nanti video ku dibatalin lagi."

"Bagus, bagus. Then, the next question datang dari seseorang bernama Oichi tyara no sasori , pertanyaannya, lebih milih nyium Kakuzu atau nyatain cinta ke Pain?"

"WATDEHEL! Pertanyaan apaan tuh! Mending nari belly dance ama Orochimaru deh! Ups… maksudku mending nggak milih dua-duanya deh!"

"Nggak boleh, mesti milih salah satunya."

'Hwaaa.. kalau nyium Kakuzu, sampai Ivan Gunawan jadi kazekage ke 6 juga gue nggak bakalan mau! Tapi kalau nyatain cinta ke leader-sama, gue takut badan gue nggak bakalan utuh lagi… hiyyy !' Suara-suara hati nista Sasori pun bedendang riang mempertimbangkan pilihan yang mempertaruhkan hidup matinya *lebay*

"Baiklah aku menunggu.."

Cewek nista bernama Audrey itu memasang tampang horror di wajahnya yang dari dulu sudah seram, dengan background daun-daun berterbangan…

"Aku memutuskan… memilih menyatakan cinta kepada leader-sama!"

"APA! Kenapa kau memilih itu Alehandro?" Audrey si cewek gaje berkaget-kaget ria ditambah efek close-up yang makin mendramatisir suasana..

"Yey.. mau eksis? Jangan sok telenovela plis! Aku milih itu karena kalo nyium Kakuzu berarti gue musti ngerasain bibir jontor nya Kakuzu dulu, hiyyy nggak mungkin mantan cover boy Sunagakure tahun 1945 kaya aku gini sampai jatuh harga dirinya! Tapi kalau nyatain cinta ke leader-sama, paling langsung dirinnengan terus rest in peace deh… jadi nggak terlalu menderita.."

"Hm hm… sungguh bonsai ehm, maksudku bocah yang malang. Sekarang pertanyaan selanjutnya ajah, ini dari seseorang bernama Yamashiro no shiroi satetsu , pertanyaannya, denger-denger kamu punya pabrik pasir besi yah? Harga 1 kilogram nya berapaan?"

"Hm.. dia kok bisa tahu aku punya usaha sampaingan? Jangan jangan dia fans fanatik aku yang terobsesi padaku dan menjadi stalker ku selama ini. Oh, Audrey apa yang harus aku lakukan?" Sasori bergaya (sok) frustasi padahal sebenarnya seneng karena ada juga yang ngefans sama dia…

"Udah deh jangan lebay! Cepet jawab!"

"Iya deh. Aku emang punya pabrik pasir besi namanya 'PT. STEEL SAND SICH', harga pasir besinya murah deh cuman 1000 ryo."

"100 ryo? Per kilogram?"

"Per butir."

"Ck..ck.. benar benar ketularan Kakuzu nih. Bytheway kata 'SICH' di nama pabrik kamu artinya apaaan?"

"SICH itu artinya Sasori Imut, Cool and Handsome."

"Sumpah, virus Orangnusus Narcissist Bangetisis sudah menyebar sampai AKATSUKI! Next question ajah deh. Yang ini dari seseorang bernama Tobi Uchiha Lein-chan , pertanyaannya, pernah punya pacar nggak? Atau paling enggak pernah naksir cewek nggak?"

"Hmm.. cowok paling cute se-Suna ini nggak butuh pacar lah, semua mata cewek yang masih waras pasti akan tertuju pada diriku yang ganteng ini. Kalau untuk naksir, aku pernah naksir beberapa cewek di Suna dan di… Konoha."

"Konoha? Siapa cewek yang sangat sial itu? Kok bisa-bisanya ditaksir om-om ganjen awet muda berwujud boneka kayu nan lapuk?"

"Enak ajah! Dia itu jounin tokobetsu Konoha yang merupakan Dango mania. Cewek imut kaya aku tapi garang, aku suka itu!"

"Dango mania? Mitarashi Anko? Yang mantan murid belly dancenya Orochimaru?"

"Iya… aku udah lama suka sama dia sejak aku memata-matai Orochimaru. Dia imut sih, serasi sama aku…"

"Ck..ck itu mau muji orang apa muji diri sendiri. Lagipula yang aku tahu Mitarashi Anko udah punya pacar lho… dan pacarnya itu….." Audrey dengan pandangan Sinar X nya langsung mengobservasi tubuh Sasori, untuk mencari kelemahannya.

"Pacarnya itu… LEBIH TINGGI daripada kamu!"

"Kenapa bawa-bawa soal tinggi badan? Dia kan yang tinggi bukan badannya tapi rambutnya!"

"Hmm.. itu sudah tinggi bersih *yang ada kan berat bersih* jadi rambut nggak dihitung, sepatu nggak dihitung, tapi tetep ajah dia lebih tinggi daripada kamu dan 100% manusia asli bukan jadi-jadian kaya' kamu! Week :P"

"Ketika mimpiku untuk jadi tinggi, tak pernah terwujud, ya sudahlah…"

"Jangan sok sedih deh. Masih banyak cewek lain di dunia ini! Masih ada Mpok Ati, Mpok Nori, Mpok Laela Sari dan mpok-mpok lainnya. Mending lanjut ke pertanyaan selanjutnya. Sekarang dari seseorang bernama rere ichan- ciro violet , pertanyaannya, Kamu nyemir rambut dimana Sas? Terus kasih tau dong kiat-kiat biar bisa awet muda terus."

"Eh, asal tau ajah ya cin, rambut eike ini udah merah cucok dari sananya cyinn… jadi eike nggak ada tuh pake nyemir-nyemir segala, ini asli a.k.a tidak palsu a.k.a real a.k.a original a.k.a bukan bajakan a.k.a natural a.k.a…"

"STOP! CUT,CUT! Mana ekspresinya eh maksudnya, kenapa kamu jadi ngondek begitu! Ayo jadi macho lagi deh!"

"Baiklah, selanjutnya kiat-kiat biar awet muda itu, yah makan makanan bergizi, olah raga yang teratur, terus baca doa sebelum tidur, bersedekah pada fakir miskin, dan naik haji bagi orang yang mampu."

"Ck,ck,ck bukan hanya ketularan matre nya Kakuzu, kamu juga ketularan autisnya Tobi! Minta ampunlah kepada DJ! Well daripada jadi makin gaje, mari kita lanjut ke pertanyaan selanjutnya. Kali ini ada seseorang bernama Ren Shiekaru , pertanyaannya, proses pembuatan beratus -ratus boneka itu perlu waktu berapa detik? Dan bagaimana caranya?"

"Hmm… sebenarnya ini adalah rahasia perusahaan, tapi karena aku baik pada para fansku*padahal karena diancam author* maka akan kubeberkan rahasia ini. Untuk proses pembuatan boneka membutuhkan waktu 5 hari, 4 hari 23 jam 59 menitnya aku gunakan untuk puasa di Gunung Fuji."

"Mau ngapain? Cari wangsit?"

"Nggak, disana ada pemandian air panas yang biasa didatangi cewek-cewek seksi lho.."

*gubrak* "Nggak cuma ketularan matrenya Kakuzu dan autisnya Tobi, tapi kamu juga ketularan mesumnya Pain! Terus yang 1 menitnya buat apa?"

"Buat bikin bonekanya lah!"

"Itu kan ratusan boneka, kok cepet amat?"

"Aku kan dapat ilmu dari bukunya Half Blood Prince…."

"Hei Bonsai Merah! Jangan seenaknya mengcrossover kan fandom yah!"

"Bukannya dari tadi kita kesini ber-apparate yah? Itu kan crossover juga dodol!"

"Oh, iya yah.. he..he pertanyaan selanjutnya ajah deh, yang ini dari seseorang bernama It's Me , pertanyaannya, Kamu sayang nggak sama Nenek Chiyo?"

"Hiks..hiks.. kau telah mengingatkan ku lagi kepada granny, aku sangat-sangat menyesal telah membunuh granny, aku sebenarnya sangat menyanyangi granny. Akan kubalaskan dendam granny pada petinggi Suna yang telah menggunakan kemampuan granny untuk membantai klan Akasuna!"

*sweatdrop* "Hei bung, kau itu salah cerita! Yang ceritanya begitu kan Uchiha Brother! Dan nggak usah pake nangis, nanti genre fanficnya berubah lagi."

Sasori pun mengusap air matanya dengan saputangan polkadot pink-putih nya diiringi lagu kebangsaan 'SUNAGAKURE RAYA'.

"Hah, sudah cukup bermelankolis rianya, pertanyaan selanjutnya nih dari sun setsuna , pertanyaannya, Gaara itu siapa mu sih?"

"Gaara? Yang jinchuriiki Ichibi itu yah? Dia itu saingan aku! Semenjak aku meninggalkan Sunagakure, aku udah tau dia bakal jadi idola baru suatu hari nanti. Dan buktinya, sekarang dia berhasil jadi Kazekage! Huwaa… aku iri padannya."

"Tapi banyak yang nyangka dia itu anakmu lho, banyak yang ngira kamu selingkuhan isteri Yondaime Kazekage. Bagaimana pendapatmu?"

"Ya enggalah, aku masih single tau, begitulah nasib mantan artis Suna, tak pernah sepi dari gossip, mungkin waktu isteri Yondaime Kazekage hamil dia sering nonton aku di tipi *emang ada?* jadinya anaknya mirip aku deh. Untung ajah dia nggak nonton acara 'BUKAN 4 MATA' yang pembawa acaranya sodara sepupu Kisame tuh, kalo dia nonton itu, nggak tahu deh Gaara bakalan jadi apa."

"Hmm.. alasan yang bisa diterima. Tapi kamu tetap bukan single, kamu itu bujang lapuk he..he..he."

"Dasar author nista."

"Baru tahu? Ya udah deh ini adalah pertanyaan terakhir, khusus dari aku sendiri! Pertanyaan yang sama seperti yang ku ajukan kepada Itachi, sebutkan salah satu potongan kalimat dari orang yang paling menginspirasi mu?"

"Engg… apa yah? Ini ajah deh, 'Don't, don't you reject my love, don't , don't you hesitate my heart. Just break up your lover, then say 'I LOVE YOU' to me'* . Nah itu dia motto hidupku sebagai playboy sejati!"

"Ya, cukup menginspirasi. Tapi dari siapa kutipan itu?"

"Charlie."

"Charlie? Chaplin?"

"Bukanlah, itu mah kuno banget. Yang ini Charlie vokalis 'The Twelve Glasses of Tea'."

"Bilang ajah ST12!"

"Mau-mau gue dong! Nah pertanyaannya udah selesai, mana perjanjian kita?"

"Nih."

Audrey pun mengeluarkan bungkusan hitam misterius dari dalam tasnya *sejak kapan dia bawa tas?* dan menyerahkannya pada Sasori.

"Videonya orisinil kan nggak bajakan?"

"Ya iyalah! Pasti asli!"

"Yasudah lah sekarang gue mau pulang nih. Mau NoBar bareng Akatsukitter yang lain. Bubay yah bo', dagh…."

Sasori pun ber-disapparate menuju gua reyot (baca: markas akatsuki) untuk NoBar a.k.a Nonton Bareng. Sementara Audrey pun bersiap-siap melakukan hal yang sama, lagi lagi ada yang mencegatnya….

"Hi Tobi!"

"Jangan panggil gue gitu, pokoknya kalau nyawa loe masih pengen selama, chapter depan adalah giliran gue. Paham?"

Rupanya Tobi yang anak baik nan autis lagi Madara mode : on.

"I-Iya deh Ma-Madara-sama, chap depan giliran anda, sekarang saya pu-pulang dulu. Bubay!"

Audrey pun menggunakan jurus pamungkasnya, 'Jurus Langkah Seribu' yang kecepatannya melebihi teleportasi Madara, dan akhirnya Audrey tiba dengan selamat dirumahnya serta siap melanjutkan chapter depan…

0o0o0o0o

Transelit: Jangan, jangan kau menolak cintaku. Jangan, jangan kau ragukan hatiku. Putuskanlah saja pacarmu lalu bilang 'I LOVE YOU' padaku.

A/N PART 2: Akhirnya chap 2 selesai! Bagaimana pendapat reader? Sebaiknya saya pake model narasi seperti ini, atau model dialog drama kaya' kemaren? Dan Audrey minta maaf karena tidak semua pertanyaan bisa dijawab, jadi tolong maafkan saya. Tapi akan saya usahakan pertanyaan di karakter lain terjawab!

Ok, akhir kata…

STAY

READ

AND

REVIEW