IT'S TIME TO BE HAPPY
.
MAIN CAST : KIM MINSEOK (XIUMIN) (GS)& XI LUHAN
OTHER CAST: KIM JOONMYEON, BYUN BAEKHYUN(GS), HWANG ZITAO(GS), DO KYUNGSOO(GS) dan akan bermunculan seiring berjalannya cerita
.
RATE : M
.
GENRE: HURT/COMFORT& FAMILY
.
CHAPTER 2
.
HAPPY READING
.
.
.
Satu tahun adalah waktu yang sangat cukup bagi seorang Xiumin yang manis dan hangat berubah menjadi seorang Kim Minseok yang dingin dan datar. Tak ada yang mengubahnya menjadi seorang Kim Minseok, dia memang Kim Minseok namun jika dulu dia adalah Kim Minseok berhati Xiumin, kini Xiumin sepenuhnya hilang dari hati Kim Minseok.
Kenyataan yang menyakitnya yang mengubah keseluruhan diri Kim Minseok. Semua kenyataan yang menampar kehidupan yang sederhana yang merubahnya. Merubah jiwa polos dan hangat Kim Minseok menjadi dingin dan juga tak berperasaan. Semua tinta yang sekaligus mencoret kehidupannya membuat semua rasa yang tak seharusnya ia rasakan menjadi harus Minseok rasakan dalam satu hempasan. menjadikan hati Kim Minseok yang putih bersih menjadi berwarna tak karuan.
.
.
.
Hari ini adalah hari pertama bagi Minseok untuk sekolah, di sebuah sekolah favorit bagi anak para orang kaya yang ada di Seoul. Penampilan Minseok Nampak sangat cantik dengan seragam yang rapi dan dengan rambut di ikat di belakang, jika kalian bertanya kenapa hari ini adalah hari pertama bagi Minseok untuk sekolah padahal ia sudah pindah ke Korea sejak setahun lalu adalah karena untuk setahun kebelakang Minseok hanya berada di rumah untuk belajar bahasa korea dan juga beberapa bahasa lainnya yang harus terpaksa ia pelajari agar ia tak memalukan saat bertemu dengan rekan- rekan kerja ayahnya yang kebanyakan bukan orang Korea.
Minseok berjalan di lorong sekolah yang sepi karena bel pertanda masuknya sekolah sudah berbunyi beberapa menit yang lalu, bukan berarti Minseok menjadi anak yang malas pada hari pertamanya sekolah, namun Minseok hanya menginginkan begitu.
Minseok berjalan di sepanjang lorong yang sepi dan kini ia tiba di kelas yanga kan menjadi kelasnya nanti, kelas 2-1, meski umurnya masih enam belas tahun namun ia sudah berada di kelas 2 karena masa depannya sudah di atur sebelum dia menyetujuinya. Dan kemudian Minseok mengetuk pintu ruang kelasnya
"masuk" seorang wanita berbicara dan kemudian Minseok masuk dengan langkah yang pasti
"apakah kau murid baru itu? Apakah kau kesulitan mencari kelas ini?" Tanya wanita itu
"iya, dan tidak" jawab Minseok dengan dingin dan singkat
Merasa pertanyaannya di jawab dengan sederhana dan cenderung tak sopan wanita itu pun kemudian mempersilahkan Minseok masuk " baiklah, kalau begitu masuklah dan perkenalkan dirimu" wanita itu berkata dengan wajah yang ramah dan dengan senyuman yan g tulus
.
.
.
Minseok mulai memperkenalkan dirinya dengan ekspresi yang datar
"namaku Kim Minseok" katanya dengan datar "senang bertemu kalian" katanya lagi tanpa ekspresi di wajahnya
"ngomong- ngomong apa pekerjaan ayahmu?" Tanya seorang murid di belakang kelas, jangan salah jika para murid disini akan langsung menanyakan apa pekerjaan orang tua dari siswanya karena uang akan selalu menjadi nomor satu disini
"apakah itu penting?" Tanya Minseok dengan datar
"itu sangat penting, kau akan tau kelasmu dan akan tau bagaimana cara kami memperlakukanmu" jawabnya lagi
"baik, ayahku bekerja sangat keras untuk keluarga kami, dia bahkan jarang pulang karena sibuk bekerja" jawab Minseok
"benarkah?" lalu keluargamu yang lain?" Tanya orang yang ada di sebelah murid yang bertanya tadi
"keluarga? Dan kakakku juga sama dia hanya pekerja panggung hiburan" jawab Minseok lagi
"jadi kawan- kawan dia ada dikelas terbawah di sekolah ini" putus siswi bermata sipit dengan nada yang centil
Jika kalian bertanya alasan Minseok melakukan semuanya, tak menjelaskan keluarga kandungnya yang sebenarnya adalah sederhana, karena Minseok tak ingin orang- orang mendekatinya karena dia anak orang kaya dan juga adik dari Kim Joonmyeon seorang bintang paling bersinar di korea bahkan di asia. Dia hanya tak ingin dihingapi oleh orang- orang yang mendekatinya karena statusnya atau karena kekayaan yang bukan miliknya.
"sudah berkenalannya nanti lagi, kau boleh duduk MInseok" sang guru pun menyuruh Minseok duduk dan memulai pelajaran kembali
.
.
.
Pelajaran berjalan dengan lancar, dan kini beristirahat berbunyi beberapa siswa pergi keluar untuk makan siang dan sisanya masih diam di dalam kelas untuk meyelesaikan urusan mereka.
"hai" sapa seorang pria berwajah tampan
"hai" jawab pria lainnya dengan ketakutan
"kau harus menatap mataku saat aku bicara padamu" pria yang lain mendekati dan memegang dagu pria yang ketakutan
"sudah, berhenti" kata seorang wanita bermata sipit
"kenapa sayang?" orang yang mencekal dagu Jongdae- pria yang ketakutan
"berhenti memanggilku sayang, aku bukan siapa-siapamu Chanyeol" Wanita sipit itu menjawab dengan centil
"tapi aku menyukaimu" Chanyeol- orang yang mencekal dagu Jongdae
"dan aku tak menyukaimu" jawab Baekhyun dengan sombong "jangan mengganggu anak miskin itu lagi kita punya mainan baru lagi" jawab Baekhyun sambil menunjuk Minseok yang masih terdiam dengan pandangan yang datar
"tapi kami tak pernah bermain dengan perempuan" pria tampan yang setadi diam menjawab dengan tatapan dingin pula
"tapi Yifan, dia ada pada kalangan terbawah bersama Jongdae sialan itu, jadi kau harus memperlakukannya sama dengan Jongdae" Baekhyun masih keukeuh mempertahankan pendapatnya
"sudah ku katakan kami tak pernah bermain dengan perempuan, jadi jangan paksa aku untuk melakukan itu, bermain bersama perempuan sama artinya dengan pengecut" Yifan menjawab lagi
"kita pergi" pria tampan yang sedari tadi diam , pemberikan perintah "jangan lupa, kau Jongdae ikut bersama kami" dia memberikan perintah lagi
"ayo ikut bersama kami, jika tidak kau tau apa yang akan Luhan lakukan padamu nanti" Chanyeol menarik paksa tubuh Jongdae
Mereka berempat pun pergi dari kelas itu dan meninggalkan Minseok Baekhyun dan gengnya
"kau beruntung kali ini anak baru" Zitao teman Baekhyun memberikan tatapan tajamnya pada Minseok
Dan Minseok hanya memandang ketiga perempuan dihadapanmnya dengan tatapan dingin
"jika mereka tak mau melakukannya, kami yang akan melakukannya" Baekhyun mengatakannya sambil menepuk- nepuk pipi Minseok
"lepaskan" Minseok menepis tangan Baekhyun dari pipinya
"baik, aku akan melepaskanmu kali ini, tapi jangan harap aku akan melepaskamu lain waktu" Baekhyun pun pergi dari kelas
'aku tak tau apa yang terjadi diantara mereka' Minseok mengatakannya dalam hati
.
.
.
Saat istirahat makan siang
"bolehkah aku duduk disini?" Minseok kaget karena ada yang ingin duduk disampingnya
"kau tak menjawabku, jadi aku akan duduk disini" orang itu pun duduk disamping Minseok
"kau tau aku kan? Aku Jongdae teman sekelasmu" Jongdae memperkenalkan dirinya
"Min.. MInseok, Kim Minseok" Minseok menjawab dengan gugup "dan Jongdae kenapa dengan wajahmu?"
"wajahku? Aku biasa mendapatkan ini, dan Minseok kenapa kau berbohong?" Tanya Jongdae pada Minseok
"berbohong? Tentang apa?" Minseok merasa bingung dengan pertanyaan Jongdae
"tentang keluargamu, aku tau kau adalah anak pemilik sekolah ini, aku juga tau kau adalah adik dari Kim Joonmyeon, jadi kau adalah anak orang kaya, dan kenapa kau menyembunyikan semua itu?" Jongdae berbicara dengan panjang lebar
Minseok hanya diam dengan pernyataan dan pertanyaan yang diajukan Jongdae ekspresinya berubah menjadi dingin lagi "aku tak berbohong, aku hanya tak menyebutkan secara spesifik bagaimana keluargaku, benarkan ayahku jarang pulang ke rumah dan kakakku juga seorang pekerja panggung hiburan dan apa itu penting bagimu? Dan dari mana kau mengetahuinya?" Minseok malah balik bertanya pada Jongdae
"aku tak sengaja mendengar percakapanmu dengan guru di ruang guru kemarin, jadi aku mengetahuinya" Jongdae menjawab
"tetap diam dan jangan beritahukan pada siapa- siapa" Minseok berkata dengan dingin
"kenapa? Kau akan lebih aman jika kedudukan keluargamu diketahui, kau tak akan menjadi seperti aku" Jongadae berkata sambil menunjuka wajahnya yang babak belur
"kau hanya tak tau alasanku, jadi tetap diam" Minseok pergi setelah menjawab itu
"tapi Minseok kau akan aman jika kau mengatakannya" Jongdae berniat ingin mengejar Minseok
"diam, dan jangan katakana semuanya pada siapapun" Minseok berbalik dan mengatakan ucapannya dngna sangat dingin
"aku akan memberitahukan semuanya pada Baekhyun dan juga pada Luhan, mereka tak akan berani menyentuhmu" Jongdae berbicara di belakang Minseok
"tetap diam, dan jika kau mengatakannya pada orang lain kau taukan apa yang akan terjadi padamu dan aku juga tak akan menjamin dengan apa yang terjadi pada keluargamu, kau taukan siapa aku aku bisa lebih parah memperlakukanmu dari pada Luhan dan juga Baekhyun" Minseok berbalik dan juga mengancam Jongdae
"baik.. baiklah aku mengerti" Jongade menjadi ketakutan.
"sekarang kau ikut denganku" Minseok memberikan perintah pada Jongdae
.
.
.
Ini berbeda dengan apa yang Minseok bayangkan, hari pertama sekolahnya tak begitu menyenangkan dan juga tak begitu mengerikan. Pertama tak begitu menyenangkan karena Minseok tak pernah senang bersekolah di sekolah itu dan kedua tak begitu menyeramkan karena mungkin ini baru permulaan dengan ancaman wanita centil bernama Baekhyun dan juga kawanannya, mungkin ini masih permulaan entah apa yang akan terjadi esok hari.
.
.
.
Minseok pulang ke rumah dengan naik bus umum, alasannya karena dia tidak suka naik mobil yang diperuntukan untuknya, karena tidak hemat dan juga membuang buang tenaga supir. Lebih baik ia naik bus saja karena lebih efisien dan juga lebih merakyat. Setibanya di dalam rumah Minseok masuk begitu saja, karena Minseok sudah berubah, bukan Minseok yang dulu lagi.
"Nona Minseok, kau sudah pulang?" Jongin anak pelayan Minseok, menyapa Minseok dengan senyuman manisnya
MInseok hanya melirik Jongin sebentar lalu pergi begitu saja, namun saat langkahnya melaju dan sampai pada anak tangga pertama, Minseok melihat ada sepasang sepatu mengkilap di hadapannya dan Minseok langsung medongak
"Oppa?" Minseok bertanya
"berhenti memanggilku Oppa, aku bukan Oppamu, aku tak punya adik sepertimu" Joonmyeon berkata pelan namun tajam
Mendengar jawaban Joonmyeon Minseok menjadi sedih, dia sedih karena selama setahun dia hidup di rumah ini, Joonmyeon masih belum mau menerimanya menjadi seorang adik, dia hanya diperlakuakn seperti orang asing yang datang bertamu ke rumah ini.
Namun bukan Minseok jika mempelihatkan kesedihannya di hadapan Joonmyeon dan apalagi disini ada Jongin. Jadi Minseok mengontrol ekspresinya sebaik mungkin dan mengubahnya menjadi ekspresi dingin kembali.
.
.
.
Setelah menjawab Minseok dengan tidak ramah Joonmyeon pun melangkahkan kakinya pergi dari hadapan Minseok dan kemudian tibalah Joonmyeon di dekat Jongin
"Jongin apa kabarmu? Bagaimana sekolahmu?" Joonmyeon berkata dengan ramah dengan senyuman yang tulus
"aku baik, dan sekolahku menyenagkan seperti biasa" Jongin menjawab dengan senyuman namun pandangan memandang sedih ke arah Minseok
.
.
.
Bukan hanya sekali Minseok melihat adegan seperti itu, Joonmyeon yang begitu dingin dan membenci Minseok akan tersenyum dengan tulus dan seperti yang sangat menyayangi Jongin yang semata- mata hanya adalah anak pelayan di rumah ini, catat hanya anak pelayan dan Minseok adalah adik kandungnya.
TBC
Luhan POV
Aku tak tau, tadi pagi ada murid baru yang masuk kedalam kelasku, dia hanya seorang anak dari kalangan bawah. Namun lebih dari itu aku menatap pada matanya dan matanya mirip dengan mata itu, mata yang bersinar dengan kilauan air mata, mata yang hanya sekali aku lihat, mata yang indah itu hanya mengucapkan satu kata saat aku bertemu dengannya.
Namun semuanya tak mungkin dia hanya anak kalangan bawah yanag tak mungkin pernah aku temui, apalagi si pemilik mata itu pastilah orang kaya karena dia hanya sekali bertemu dengannya di makam neneknya yang hanya untuk kalangan atas dan juga si pemilik mata itu juga berlari menuju mobil mewah yang pastinya tak akan di miliki oleh orang bawah seperti Minseok- anak baru di kelasnya.
.
.
.
Gmana? Maaf ya udah menghilang sekian lama, aku ga maksud buat menghilang dan berhenti nulis, tapi aku ga punya waktu aja, real life aku berubah banget pas pertama2 aku nulis FF ini aku lagi nyantai2nya pas beberapa bulan ini, aku bener2 sibuk banget, belum lagi mood aku yang rubah2 bikin aku pusing sendiri, maaf ya sekali lagi.
Makasih banyak banget buat yang udah mau setia nungguin ini FF, makasih banyak juga yang udh mau ngefollow dan juga ngefav ini FF, dan beribu terima kasih lagi buat yang udh mngriview ini FF dan maaf aku ga bisa balas satu2
Sekali lagi makasih, maaf atas Typo
MIND TO RIVIEW?
AND SEE YOU ON NEXT CHAPTER
