~ FALL IN LOVE ~

(YeWook Version)

.

By Mei Hyun15

Genre : Romance

Disclaimer :

Saya hanya meminjam nama mereka. Fict ini milik saya dan murni hasil imajinasi saja.

Rate : T

Warn : genderswitch, gaje, typo(s), abal, aneh dsb

!DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

Enjoy reading ^^

.

.

.

Sosok yang masih berada di depan pintu ruangan tersebut mengembangkan senyumannya. "Annyeong~" sapanya kembali pada Yesung dengan satu tangan yang masih memegang nampan dan satu tangan lainnya ia lambaikan ke arah Yesung yang masih diam terpaku. "Wae?" Sosok itu mengernyit heran melihat ekspresi datar Yesung yang memandangnya dengan tatapan yang tidak ia mengerti.

"Kim Ryeowook" Yesung kembali menyebutkan nama tersebut.

"Ya?" Sosok bernama lengkap Kim Ryeowook tersebut semakin dibuat heran oleh tingkah namja yang kini tengah berdiri berhadapan dengan dirinya ini.

"Kau... Tidak kaget melihatku?" ucap Yesung polos yang membuat Ryeowook seketika mengulum senyumnya sebelum terkikik geli. "Kenapa kau malah tertawa seperti itu?" Yesung menatap Ryeowook dengan pandangan heran.

"Hahahaha kau ini lucu sekali oppa... Untuk apa aku kaget melihatmu?" Ryeowook mati-matian menahan tawanya saat melihat wajah Yesung yang menurutnya lucu itu.

Yesung mengernyitkan dahinya. "Kau—"

"Bagaimana kalau aku masuk terlebih dahulu?" Sosok tersebut menunjuk sofa yang ada disebelah Yesung yang membuat Yesung sedikit tersentak. "Oppa tidak mau kan jika ada orang lain lagi yang mengetahui identitas oppa yang sebenarnya?" lanjut sosok tersebut yang membuat Yesung terlihat berpikir sejenak sebelum mengangguk kaku.

"Ne... Ayo masuk" ucap Yesung tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok bernama Ryeowook tersebut.

.

.

Sudah sejak setengah jam yang lalu Yesung dan Ryeowook tenggelam dalam obrolan hangat yang mereka ciptakan di ruangan tersebut. Sesekali keduanya tampak tersenyum, terkikik geli, bahkan beberapa kali mengerutkan kening dengan wajah serius.

Heran dengan situasi ini?

Ya... Yesung dan Ryeowook memang sudah akrab jauh sebelum Ryeowook menghilang tiba-tiba dari Alstromeria Cafe selama 3 tahun belakangan ini. Ryeowook juga sudah mengetahui identitas asli Yesung sejak dulu. Jadi tidak heran jika ia tidak terkejut ketika Yesung yang notabene-nya saat ini adalah salah satu penyanyi dari boygroup yang mulai terkenal di kancah internasional ini berada dihadapannya.

"Jadi, kau pergi ke Jepang untuk menemani ibumu selama ayahmu ditugaskan untuk sementara waktu disini?" tanya Yesung dengan wajah serius.

"Umm" Ryeowook mengangguk pelan. "Eomma-ku punya usaha restaurant disana. Eomma tidak mau ikut pindah ke Korea bersama appa karena restaurant-nya baru saja mulai terkenal saat itu. Jadi aku memutuskan untuk pulang ke Jepang untuk menemani eomma"

Yesung mengangguk mengerti. "Lalu kenapa lama sekali?" tanya Yesung. "Sampai 3 tahun begini..." tambah Yesung sambil meminum sedikit jus jeruk yang Ryeowook hidangkan padanya tadi.

Ryeowook mengembangkan senyum tipisnya. "Sebenarnya aku disana hanya 2 tahun lebih sedikit. Sebelum aku pergi kesana aku sempat sakit. Heechul eonnie melarangku bekerja di cafe karena dia takut kondisiku drop lagi. Hehehe"

Yesung menautkan alisnya. "Memangnya kau sakit apa?"

"Demam berdarah dan typus"

"Mwo?" Yesung tersentak kaget. "Kenapa aku tidak tahu?" Yesung terlihat berpikir sejenak. "Padahal setiap hari aku mengobrol denganmu"

Ryeowook kembali mengembangkan senyum tipisnya. "Tentu saja. Karena seminggu sebelum aku sakit, aku sudah tidak bekerja di cafe lagi" jawab Ryeowook. "Waktu itu aku meminta libur seminggu penuh pada Heechul eonnie karena teman-teman SMA yang se-angkatan denganku mengadakan reuni selama seminggu penuh di Jeju. Sepulangnya dari reuni aku jatuh sakit karena kelelahan menurut dokter" Ryeowook terkekeh pelan setelah mengatakan kalimat terakhirnya.

"Kau ini... Tidak di cafe, tidak di luar sana, selalu saja bekerja terlalu keras" Yesung mengacak pelan surai Ryeowook yang membuat Ryeowook menundukkan wajahnya dengan kedua pipi yang menampakkan semburat merah yang tipis. "Tapi tetap saja 2 tahun itu lama" ucap Yesung setelah menjauhkan tangannya dari surai Ryeowook yang diacaknya tadi.

"Sebenarnya hanya 1 tahun. Tapi appa-ku merajuk. Ia memintaku untuk tinggal lebih lama lagi karena menurutnya aku tidak adil" cerita Ryeowook sambil memainkan apron biru muda yang dikenakannya. "Aku pulang ke Jepang untuk menemani eomma dan aku akan kembali ke Korea setelah appa kembali ke Jepang. Jadi wajar saja jika appa merasa seperti itu. Appa merasa jika aku hanya menyayangi eomma dan tidak menyayanginya kkkkk. Makanya aku baru kembali sekarang" Ryeowook mendongak menatap Yesung. Menanti reaksi apa yang akan ditunjukkan oleh namja yang usianya lebih tua darinya itu setelah mendengarkan ceritanya tadi.

"Tapi kenapa harus kau? Kau terlihat sibuk disini dan kau juga terlihat sangat menikmati pekerjaanmu. Kenapa tidak saudaramu yang lain saja yang menemani eomma-mu di Jepang sana?" tanya Yesung yang membuat Ryeowook mengerutkan keningnya.

"Saudara?" ulang Ryeowook.

"Umm" angguk Yesung.

"Aku—"

Tok, tok, tok

Tiba-tiba terdengar suara pintu yang diketuk dari luar.

Yesung dan Ryeowook saling beradu pandang sejenak sebelum Ryeowook beranjak dari posisi duduknya dan berjalan ke arah pintu ruangan tersebut.

"Maaf, siapa?" tanya Ryeowook sambil memutar handle pintu tersebut.

"Tentu saja ini aku Wookie chagi" sahut Heechul yang tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan tersebut sambil mendorong sedikit tubuh Ryeowook ke belakang dengan gerakan halus sebelum menutup kembali pintu ruangan tersebut. "Annyeong Sungie~" sapa Heechul ramah yang dibalas senyuman hangat oleh Yesung.

Ryeowook mengerutkan keningnya, bingung. "Apa yang eonnie lakukan disini? Pelanggannya?"

Heechul mengibaskan tangannya. "Tenang saja chagi. Ada Hyukkie yang bersedia menjaga sebentar di depan sana" Heechul kemudian menarik tangan Ryeowook dan mengajaknya untuk duduk di sofa yang berhadapan dengan sofa yang di duduki oleh Yesung. "Bagaimana? Apa kau terkejut melihat oppa yang tampan ini berada disini?" Heechul mengerlingkan sebelah matanya pada Ryeowook. Bermaksud untuk menggoda salah satu dongsaeng manisnya selain Sungmin ini.

"Eung... Apa maksud eonnie?" Ryeowook terlihat bingung. Ia kemudian berusaha menghilangkan raut bingung di wajahnya saat ia melihat Yesung memberinya kode lewat kerjapan matanya. "A-ahh... Tentu saja aku terkejut. Aku benar-benar tidak percaya jika Yesung oppa yang sangat terkenal hingga ke mancanegara ini berada di cafe kecil kita" bohong Ryeowook sambil sesekali melirik ke arah Yesung.

Heechul yang sama sekali tidak curiga dengan sikap gugup Ryeowook terkekeh pelan sebelum ia melenyapkan kekehannya itu dan mengganti raut jahilnya menjadi raut menyesal. Heechul menatap Yesung dalam. "Maafkan aku Sungie. Aku terpaksa menyuruh Wookie mengantarkan minuman dan kue untukmu dan menambah daftar orang yang mengetahui identitas aslimu karena aku sibuk sekali tadi. Pelanggan yang datang begitu banyak, tidak seperti biasanya" jelas Heechul. Ia terlihat merasa begitu bersalah.

Yesung tersenyum kecil mendengarnya. "Tidak apa-apa noona. Toh Ryeowook-ssi adalah adik noona. Jadi aku tidak masalah jika ia juga mengetahui identitasku yang sebenarnya" Ryeowook yang semula terdiam mendengarkan tiba-tiba tersentak kaget begitu Yesung menyebutkan namanya seolah mereka belum pernah berkenalan sebelumnya. Ia menatap Yesung tajam, seolah meminta penjelasan. Yesung yang mengerti akan tatapan Ryeowook padanya tersebut balas menatap Ryeowook dengan pandangan teduh namun sarat akan makna darinya. 'Tidak sekarang Ryeowookie... Belum waktunya...' ucap Yesung dalam hati sebelum kembali mengalihkan pandangannya pada Heechul. "Oh iya... Ada apa noona kemari? Apa ini mengenai Sungmin?" tanya Yesung, berusaha mengalihkan pembicaraan dari hal yang sebelumnya mereka bicarakan.

Heechul mengangguk pelan. "Dia bilang dia akan datang sedikit terlambat"

Yesung mengangguk mengerti. "Hmm... Tidak apa-apa. Aku akan menunggu. Kyu bilang hari ini dia tidak bisa mengantar Sungmin kemari karena langsung menyambung melatih kelompok menyanyi yang lain karena pelatih mereka yang seharusnya tidak bisa melatih mereka hari ini"

"Ne Sungie. Tadi juga Kyu meneleponku dan memberitahuku seperti itu. Tidak apa-apa" Heechul mengulas senyum tipisnya. "Ah iya! Mengenai Wookie... Umm... Kau jangan memberitahu Sungmin dulu ne?"

Yesung mengernyitkan dahinya sambil menatap Heechul dan Ryeowook bergantian. "Memangnya kenapa?" tanya Yesung penasaran.

Ryeowook mengulas senyum tipisnya. "Aku hanya ingin membuat kejutan untuknya. Aku yang akan muncul langsung dihadapannya nanti. Bukan orang lain yang memberitahunya akan keberadaanku yang sudah kembali dari Jepang ini" Ryeowook memberitahukan rencananya dengan mata yang berbinar senang, yang membuat Yesung mati-matian menahan perasaan ingin mengacak rambut Ryeowook yang duduk tepat dihadapannya itu.

"Emm... Baiklah... Aku mengerti" Yesung mengangguk pelan. "Aku tidak akan memberitahukan keberadaanmu pada Sungmin" janji Yesung, yang dihadiahi senyuman manis penuh kelegaan dari Ryeowook.

"Ya sudah... Kalau begitu, ayo kita keluar sekarang chagi" Heechul menepuk pelan bahu Ryeowook. "Kira-kira 10 menit lagi Sungminnie akan tiba" Heechul melirik jam tangan pink yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. "Kau tidak mau ketahuan kan?"

Ryeowook mengangguk mengerti. Ia menatap Yesung dan mendapati pria yang duduk dihadapannya itu mengangguk samar padanya. "Ne eonnie. Kajja" ucapnya sambil beranjak dari posisi duduknya.

"Baiklah Sungie... Kami pergi dulu ne?" pamit Heechul pada Yesung, yang hanya dibalas anggukan singkat oleh Yesung. "Sungmin akan tiba sebentar lagi dan—" Heechul melirik kue yang ada di atas meja. Kue itu masih utuh seperti yang ia berikan pada Ryeowook untuk diberikan kepada Yesung tadi. "Habiskan saja kue yang kuhidangkan untukmu itu. Aku tahu kau menyukainya" ucap Heechul yang membuat Yesung mendadak memasang raut wajah tak enak-nya.

"Eng... Tid-tidak noona... Aku—"

"Jangan sungkan padaku Sungie. Kau sudah kuanggap seperti adikku sendiri" Heechul tersenyum geli melihat ekspresi Yesung yang menurutnya lucu itu. "Kalau kau mau tambah minumnya, katakan saja pada Minnie. Nanti aku yang akan mengantarkannya kemari"

"Ne... Terima kasih noona..."

Heechul tersenyum mendengarnya. "Terima kasih kembali..." sahutnya sebelum menutup pintu ruangan tersebut dari luar.

.

Prok, prok, prok, prok, prok…

Terdengar suara tepukan tangan dari sebuah ruangan khusus di café kecil tersebut.

"Bagus sekali Sungmin-ah… Daebak! Aku bangga padamu… Baru 2 kali aku melatihmu, tapi kau sudah bisa membawakannya dengan sangat baik. Aku yakin, semua yang menontonnya pasti akan tercengang dengan penghayatanmu" Yesung bertepuk tangan senang setelah Sungmin selesai menyanyikan sebuah lagu dengan baik.

"Ah… Oppa… Kau bisa saja… Itu tidak mungkin kan? Aku hanya mendubbing suara Yoonji eonni saja. Aku tidak tampil di atas pang—"

BRAAKK!

Terdengar suara pintu yang dibuka dengan sangat kasar, yang membuat Sungmin dan Yesung terkejut setengah mati hingga tidak melanjutkan pembicaraan mereka.

"Sungmin-ah! Kajja! Kita harus ke SM sekarang!" Kyuhyun datang dengan nafas yang terengah-engah dan peluh yang perlahan membanjiri dahinya, yang membuat Yesung mengernyit heran saat melihatnya.

"Kyuhyun-ah, waeyo? Kenapa kau lari-lari seperti itu?" tanya Yesung, sedikit khawatir dengan keadaan dongsaengnya yang sedikit berantakan itu.

"Ah… Itu… Mendadak ada hal gawat yang terjadi… Di SM…" ucap Kyuhyun, masih dengan nafas yang tersengal-sengal.

"Kyu… Gwenchanayo? Duduk dan minumlah dulu…" Heechul yang tadi melihat Kyuhyun berlari masuk ke dalam café-nya, segera menyusul Kyuhyun ke ruangan tersebut sambil membawa sebotol air mineral dingin untuk Kyuhyun.

"Gomawo noona" Kyuhyun mengambil botol air mineral yang disodorkan Heechul padanya dan duduk di samping Sungmin yang kini tengah menatapnya bingung.

"Nde… Waeyo? Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Sungmin tak sabaran.

"Mm… Begini… Tiba-tiba saja Lee Yoonji tidak bisa mengikuti drama musikal ini jadi—"

"MWO?" Sungmin terlonjak kaget mendengar penuturan Kyuhyun. "Bagaimana bisa drama ini dilakukan tanpanya? Dia pemain utama dan drama musikal ini akan dipentaskan 4 hari lagi" Sungmin menundukkan kepalanya.

Yesung tampak diam memperhatikan dua orang yang usianya lebih muda darinya itu. Namun dalam diamnya tersebut, diam-diam Yesung pun ikut memikirkan jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi oleh Sungmin dan Kyuhyun.

"Haah… Itulah yang membuatku pusing sekarang… Yoonji mendadak harus ke Jepang dan tidak bisa menundanya lagi karena appa-nya mendadak sakit keras dan dia harus merawatnya… Sedangkan pemain lain yang tersisa hanya tinggal Lee Taemin dan kau saja. Tapi itu rasanya tidak mungkin, karena kau selama ini hanya berlatih menyanyi untuk mendubbing bagian menyanyi Yoonji saja dan Taemin sudah mengambil bagian untuk menjadi pemain pendukung sebagai kekasih Minho di atas panggung nanti" jelas Kyuhyun sambil mengurut pelipisnya pelan.

"Aish… Eotthokke?" desah Sungmin pelan.

"Itulah yang membuatku bingung… Hwang seongsaengnim memintaku untuk memakaimu menggantikan Yoonji—"

"MWO?" pekik Sungmin kaget.

"Wae?" tanya Kyuhyun bingung.

"Ya! Kau tahu sendiri kan? Selama ini aku hanya berlatih menyanyi untuk mendubbing bagian menyanyi Yoonji eonnie saja. Aku juga tidak bisa akting. Kenapa harus aku yang menggantikan Yoonji eonnie? Kenapa tidak mencari pemain lagi saja?" protes Sungmin.

"Tapi Min… Hwang seongsaengnim sudah berpesan padaku kalau dia hanya menginginkanmu untuk menggantikan Yoonji, mau tak mau kau harus mau katanya. Jadi—"

"Shireo! Aku tidak mau! Aku—"

"Sungmin-ah…" panggil Yesung lembut sambil tersenyum pada Sungmin. Berusaha untuk menenangkan yeoja itu dengan tatapan dan senyuman lembut miliknya.

Setelah yeoja itu bisa sedikit tenang, Yesung mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun. "Kyu… Bagaimana kalau aku melatih akting Sungmin juga secara khusus? Mungkin itu akan sedikit membantu" ujar Yesung tiba-tiba.

"Tapi oppa… Aku ini tidak bisa berakting… Itu tidak akan mungkin untuk drama musikal yang akan dipentaskan 4 hari lagi" Sungmin menundukkan kepalanya lemas.

"Tapi Sungmin-ah, tidak ada orang lain yang dapat menggantikan Yoonji selain dirimu. Lagipula kau pasti sudah hafal bagian Yoonji kan?" Kyuhyun berusaha memberikan pengertian pada Sungmin secara perlahan.

"Ta-tapi… Aku…"

"Gwenchana… Aku akan melatihmu sampai kau bisa… Kau tenang saja" ujar Yesung lembut sambil mengelus bahu Sungmin.

"Ne… Kurasa hanya itulah satu-satunya cara supaya drama musikal ini bisa berjalan dengan lancar. Karena drama musikal ini sangatlah penting" tambah Kyuhyun.

"Mwo? Sepenting itukah?" Heechul yang sedari tadi hanya diam mendengarkan, kini ikut andil dalam percakapan itu.

"Ne noona… Acara ini katanya akan dihadiri oleh perwakilan dari agensi-agensi pencari bakat terkenal. Selain itu juga katanya akan dihadiri oleh orang-orang penting yang entah siapa saja… Aku tidak tahu…" jawab Kyuhyun.

"MWO?" kembali Sungmin terkejut dengan pernyataan dari Kyuhyun.

"Gwenchana… Kau pasti bisa… Percayalah" ucap Yesung menenangkan Sungmin.

"Ne saengie… Hwaiting!" sahut Heechul sambil mengepalkan tangannya ke udara menyemangati Sungmin.

.

.

Hari ini, kembali Yesung sudah berada di salah satu privacy room yang ada di Alstromeria Cafe. Dan kali ini Ryeowook ikut duduk menemani setelah sebelumnya gadis itu mengantarkan beberapa potong kue dan segelas jus untuknya.

"Kau sudah mengejutkan Sungmin?" tanya Yesung penasaran sambil meminum jus yang Ryeowook antarkan padanya tadi.

Ryeowook menggeleng pelan. "Keadaan Minnie eonnie kemarin membuatku mengurungkan niatku untuk mengejutkannya. Padahal ini sudah hari ketiga aku disini" gumam Ryeowook yang membuat Yesung mengernyitkan dahinya.

"Hari ketiga?" ulang Yesung.

"Umm" Ryeowook mengangguk pelan. "Hari pertama adalah lusa, saat oppa pertama kali datang kesini untuk melatih Sungmin eonnie. Hari keduanya adalah kemarin. Dan hari ketiganya adalah hari ini"

Yesung semakin mengernyitkan dahinya. "Jangan-jangan... Kau..."

Ryeowook menatap Yesung dan mengembangkan senyum tipisnya. "Ne... Yang berbincang dengan Heechul eonnie saat oppa datang waktu itu adalah aku" ungkapnya jujur. "Tapi aku heran, kenapa oppa bersikap seperti itu waktu itu? Seolah-olah tidak pernah berkunjung ke cafe ini sebelumnya" Ryeowook tanpa sadar mengerucutkan bibirnya, yang membuat kadar keimutannya semakin bertambah, yang membuat Yesung berusaha menahan diri untuk tidak menyentuh kedua pipi Ryeowook.

"E-eum... Itu... Oppa hanya ingin tahu reaksi eonnie-mu saja"

Ryeowook mengernyitkan dahinya. "Apa?"

Yesung menggaruk tengkuknya pelan. "Kau tahu? Sebelum aku kenal se-dekat ini dengan Heechul eonnie-mu, aku merasa jika Heechul eonnie-mu itu sangat menyeramkan" jelas Yesung yang membuat Ryeowook semakin mengernyitkan dahinya.

"Menyeramkan?" ulang Ryeowook.

"Ne" angguk Yesung. "Dimataku, Heechul noona adalah sosok yeoja yang cantik, namun juga sangat galak di saat yang bersamaan. Aku merasa ngeri luar biasa jika membayangkan eonnie-mu itu marah dan mengamuk hebat" Ryeowook terkikik geli mendengar penuturan Yesung. "Wae? Kenapa kau menertawaiku seperti itu?" protes Yesung tak terima.

Ryeowook berusaha menguasai dirinya sebelum menanggapi protesan Yesung. "Kau ini lucu sekali oppa... Kkkkk..." kikiknya lagi yang membuat Yesung semakin mendengus kesal. "Heechul eonnie memang seperti itu... Dia akan sangat galak pada orang-orang yang membuatnya tak nyaman. Tapi dia akan berlaku sangat baik dan lembut pada orang-orang yang disayanginya" jelas Ryeowook. "Dia hanya ingin melindungi dirinya sendiri jika sifat galaknya itu muncul" tambah Ryeowook lagi sambil mengulas senyum tipis di akhir ucapannya.

Yesung ikut mengembangkan senyum tipisnya dan mengangguk pelan. "Lalu selama ini kau tinggal dimana hingga Sungmin tidak menyadari keberadaanmu sampai saat ini?" tanya Yesung tiba-tiba. "Kau juga tinggal disini kan?" tambahnya lagi.

Ryeowook mengangguk pelan. "Ya... Aku tinggal disini... Kamarku ada di lantai dasar, di samping kamar Heechul eonnie. Jika aku sedang melakukan sesuatu yang cukup berisik di kamar, Sungmin eonnie tetap tidak mengetahui kalau aku sudah kembali karena kamar Sungmin eonnie berada di atas kamar Heechul eonnie. Dia pasti akan mengira keributan itu terjadi di ruangan cafe, bukan kamarku" jelas Ryeowook yang membuat Yesung mengerti.

"Umm... Mengenai—"

Drrtt... Drrrttt... Drrrrrttt...

Getaran halus yang berasal dari ponsel yang tergeletak di atas meja yang ada dihadapan Yesung dan Ryeowook tersebut menginterupsi kegiatan keduanya. Yesung menatap Ryeowook sebentar sebelum menerima panggilan masuk di ponselnya tersebut.

"Yeoboseyo... Ne... Kau dimana?... Ng... Baiklah, tunggu aku. Aku akan datang... Ne, aku masih ada urusan... Hm... Sampai bertemu nanti"

Yesung memeriksa sejenak layar ponselnya sebelum ia memasukkan ponselnya tersebut ke dalam kantung jaket yang dikenakannya.

"Siapa?" tanya Ryeowook penasaran.

"Kyuhyun" jawab Yesung singkat.

Yesung kemudian meminum jus-nya dengan terburu-buru yang membuat Ryeowook kembali melayangkan sebuah pertanyaan padanya. "Kau akan pergi sekarang, oppa?" Yesung hanya mengangguk pelan sebagai respon. Kedua tangannya sibuk merapikan partitur lagu yang berserakan di bagian meja sebelah kanan dan memasukkannya dengan sedikit tergesa, yang membuat Ryeowook mengernyit heran. "Lalu Sungmin eonnie?" tanya Ryeowook lagi.

Yesung menghentikan kegiatannya dan beralih menatap Ryeowook. "Setan kecil itu mengajak Sungmin berlatih di dorm kami. Entah apa maksudnya"

"Mwo?" Ryeowook terkejut mendengarnya. "E-eum... Setan kecil?... Maksudnya Kyu—"

"Ya. Dia. Tidak ada orang lain lagi yang pantas dipanggil setan selain dirinya" sahut Yesung cepat. Ia kembali ke kegiatannya sebelumnya dan berhenti saat semua keperluan yang dibawanya tadi sudah ia masukkan semuanya ke dalam tas-nya. "Mungkin maksudnya supaya Sungmin banyak yang mengajari" ucap Yesung tiba-tiba saat suatu dugaan tiba-tiba melintas di pikirannya.

"Maksud oppa?" tanya Ryeowook tak mengerti.

"Ada member lain selain aku yang pandai berakting" Yesung mengembangkan senyumnya dan mengacak pelan surai Ryeowook. "Aku pergi dulu ne? Jarak dorm kami dengan cafe ini lumayan jauh. Aku sudah berjanji pada Kyuhyun akan segera datang sebelum anak itu merajuk dan berulah lagi padaku nanti" Yesung tersenyum kecut membayangkan kenakalan dongsaeng-nya yang satu itu jika keinginannya tidak dituruti.

"Jadi dia benar-benar evil magnae?" Ryeowook memandang Yesung dengan wajah penasarannya.

"Hmm" Yesung memejamkan matanya dan mengangguk pelan. "Dia sangat merepotkan" ujar Yesung. "Namun dia anak yang baik" Yesung membuka kedua matanya kembali dan mengembangkan senyum tipisnya saat mengingat kebaikan-kebaikan yang dongsaeng terkecilnya itu lakukan.

Ryeowook ikut mengembangkan senyumnya sebelum ia menyadari sesuatu. "Eum... Chakkaman oppa. Kuenya masih utuh... Aku bungkuskan ne?" ucap Ryeowook sebelum Yesung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut.

"Tidak usah Ryeowookie. Aku sudah banyak merepotkan kalian dengan datang kemari dan kalian tidak mengijinkanku membayar semua makanan dan minuman yang kalian hidangkan padaku setelah kejadian lusa kemarin. Aku merasa tidak enak jika—"

"Tidak apa-apa oppa... Sama sekali tidak merepotkan... Kudengar member lainnya juga menyukainya bukan? Aku akan bungkuskan juga untuk—"

"Tidak usah Ryeowookie... Kue itu kalian jual ke pelanggan kalian saja... Kami—"

"Tidak ada kata tapi" ucap Ryeowook final. "Tunggu disini sebentar sampai aku kembali" ucap Ryeowook sebelum melesat cepat ke dapur dengan sepiring kue ditangannya.

Yesung mendesah pelan. Ia kembali mendudukkan tubuhnya di sofa dan tersentak kaget saat menyadari keadaannya saat ini. 'Celaka! Aku tidak mengenakan penutup wajah apapun saat ingin keluar tadi' batinnya.

Diam-diam ia bersyukur dan berterima kasih karena tadi Ryeowook menahannya sesaat sebelum ia benar-benar keluar dari ruangan ini. Ia kemudian mengeluarkan kacamata dan maskernya, lalu memakainya dengan tergesa saat ia mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke ruangan dimana ia berada saat ini.

"Sudah menyadari penampilan oppa dan memakainya, hm?" Ryeowook terkikik geli melihat ekspresi terkejut di wajah Yesung.

"Kau sengaja tidak mengatakannya langsung padaku dan bermaksud membuatku menyadari sendiri apa yang terjadi padaku eoh?" dengus Yesung kesal.

Ryeowook mengulas senyumnya sambil berjalan mendekati Yesung. "Tidak oppa... Aku bermaksud memberitahumu setelah aku selesai dengan ini" Ryeowook menyodorkan sebuah kotak yang lumayan besar yang terbungkus tas plastik dengan merk Alstromeria Cafe pada Yesung, yang hanya dibalas oleh pandangan bertanya dari laki-laki bermata sipit tersebut. "Kue untukmu dan saudara seperjuanganmu" jawab Ryeowook saat mengerti arti tatapan Yesung tersebut padanya.

"Terima kasih" ucap Yesung tulus sambil menerima kotak tersebut. "Berapa?"

Ryeowook mengernyitkan dahinya. "Maksud oppa?"

"Berapa harga semuanya?" ulang Yesung dengan lebih jelas.

Ryeowook menggeleng pelan. "Bukankah sudah kukatakan jika kami memberikannya gratis untuk kalian?"

"Tapi—"

"Anggap saja ini hadiah dari fans-mu karena memang pada kenyataannya kami terutama Heechul eonnie adalah fans kalian" sahut Ryeowook cepat sebelum Yesung menyelesaikan protesannya. "Heechul eonnie akan memarahiku dan memarahi oppa juga kalau oppa berani membayar kue ini"

Yesung mengernyit. "Marah?" ulangnya.

"Ya... Marah padaku karena aku tak berhasil mencegah oppa untuk tak membayar kue ini dan memarahi oppa karena berani membayar kue yang eonnie berikan dengan tulus ikhlas untuk oppa dan saudara-saudara oppa" jelas Ryeowook

Yesung mengembangkan senyum dibalik maskernya dan beranjak dari posisi duduknya. Ia berjalan mendekati Ryeowook yang masih berdiri di depan pintu dan mengangkat sebelah tangannya. "Arraseo... Aku tidak akan membayarnya... Puas?" Yesung mengacak pelan surai Ryeowook yang membuat Ryeowook menunduk tersipu.

"Kau memang tidak boleh membayarnya, oppa" gurau Ryeowook dengan wajah yang masih tertunduk.

"Kalau begitu, oppa pulang dulu ne? Besok oppa akan kembali melatih Sungmin disini" Yesung menyingkirkan tangannya dari helaian surai lembut Ryeowook yang membuat gadis itu kembali mendongak menatapnya.

"Ne oppa... Hati-hati di jalan" balas Ryeowook sambil menyunggingkan senyuman yang begitu Yesung sukai.

.

.

.

.

.

.

.

Annyeong~ ^^

Chap 3 up! xD

YeWook moment-nya udah banyak kan?

Semoga suka ne? ;)

Maaf kalau saya update-nya kelamaan. Kemarin-kemarin mendadak saya pergi ke pulau seberang untuk mengantar eyang saya pulang dan menginap selama beberapa hari disana. Saya ga bisa ngelanjutin ff ini karena saya tidak membawa laptop kesana T.T

Jeongmal mianhae *bow*

Terima kasih untuk AyyaLaksita yang ngucapin selamat ultah ^^ Hehehe :D

Iya saeng, eonnie ultah tanggal 15 kemarin, bareng sama publish-nya chap pertama fict ini *sengaja* Tapi sayang 2 hari setelah itu ff-nya dihapus pihak ffn dan baru bisa republish di tanggal 20 T.T

.

Terima kasih sudah membaca, meninggalkan review, mem-fave dan mem-follow fict ini

Saya akan usahakan bisa cepat meng-update chap berikutnya.

| Guest | Heldamagnae | yulia cloudsomnia | ayyaLaksita | Guest | meidi96 | jeremy kim84 | uruskyclouds | Veeclouds |

.

Seperti biasa...

Yang mau lanjut, review neee~

Sebagai penyemangat gitu... Hehehe...

GamshaHAE
*bow*

.

-Mei Hyun-

.