Main cast : Luhan , Sehun , Chanyeol
Main pairing : HanHun , ChanHun
Genre : Psyho , romance
Rated : M
Note : BoyxBoy
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Situasi sekarang berbeda. Sangat dan sangat berbeda.
Tiada lagi tawa manja dari namja manis bersurai darkbrown itu.
Tiada lagi mata yang membentuk bulan sabit kecil saat namja manis itu tersenyum.
Tiada lagi kata-kata cinta yang selalu di ucapkan dari bibir tipis itu.
Sehun nya bukan seperti yang dulu lagi.
" Sehunna." Ia menyentuh pundak namja itu pelan. Dan sentuhannya membuat namja itu menoleh ke belakang dan wajah itu lagi.
Wajah dingin nan datar.
" Eum." Jawab Sehun dingin. Sedingin es yang membeku.
" Please. Ini suda berapa minggu kau seperti ini, Hun." Chanyeol mencoba membawa namja itu ke pelukannya namun nihil.
Sehun malah mengelak dan berdiri dari sofa empuk yang ada dalam apartemen miliknya itu.
" Aku baik-baik saja, hyung. Sudahlah, lebih baik kau pulang saja. Besok aku harus ke sekolah."
Chanyeol menarik napas panjang. Mencoba memberitau dirinya, Sehun nya masih seperti dulu mungkin saja ia masih trauma semenjak ia di culik dua bulan yang lalu.
" Baiklah, jaga dirimu. Aku selalu ada untukmu." Ia merusak surai lembut Sehun sebelum mengecup pipi itu lembut. Meakipun tidak mendapat apa-apa tindak balas dari sang kekasih.
" Hmm."
Setelah Chanyeol keluar dari apartemen nya, Sehun kembali duduk di sofa. Ia menarik napas panjang sebelum melepasnya dengan keluhan berat.
Apa yang terjadi ?
Kenapa sikapnya berubah drastis seperti ini ?
Ruang di hatinya seperti kehilangan sesuatu dan ia tau sesuatu itu apa.
" Lu Han." Nama itu terselit dari bibir pinknya. Tanpa sadar air mata mengalir. Ia tersenyum bodoh menyadari air matanya yang mengalir.
Ia tidak tau kenapa air mata ini bisa mengalir.
Apa karna Lu Han ? Lu Han yang melepaskannya setelah membuat ia berubah seperti ini ?
Atau apa karna Chanyeol ? Chanyeol yang masih tetap mencintainya meskipun ia suda tidak sama seperti dulu ?
Sehun terisak di situ. Beban di dalam relung hatinya semakin berat. Ia butuh seseorang. Seseorang yang mampu menghilangkan rasa sakit dan kehilangan yang ia rasakan ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Dia bukan seperti yang dulu, Baek. Meskipun ia sudah kembali ke sisi ku , nyatanya hati itu bukan seperti dulu. Ia tidak mau mengatakan siapa yang menculiknya. Sikapnya berubah. Dia bukan Sehunku." Desahan kecil lolos dari mulut Chanyeol. Ia menjambak surainya sebelum menatap lirih kepada teman dekatnya.
Baekhyun mengusap pundaknya. Berniat ingin memberi semangat untuk teman nya itu. " Mungkin dia masi trauma, Yeol."
Chanyeol tersenyum , senyuman yang tidak pantas menghiasi wajah tampan itu. " Tidak, Baek. Ini semua pasti berkait langsung dengan penculik yang menculiknya."
" Jongdae sudah mencoba mengesan orang yang menculik Sehun tapi tidak bisa. Dia susah sekali untuk di kesan." Baekhyun menghirup Americano miliknya. Ia membuang pandang ke luar jendela.
" Kita adukan kepada polisi aja."
" Tidak, Sehun tidak mau memperbesarkan masalah ini." Bantah Chanyeol.
" Tapi, Yeol. Kita harus tau sebab Sehun berubah begini. Dia bukan seperti yang dulu lagi. Dia seperti anak patung yang menjalani rutinas harian doang. Apa kau tidak lihat pandangan matanya yang kosong ? Apa kau tidak lihat matanya yang selalu saja membengkak seperti baru abis menangis ?"
Chanyeol sekali lagi mencoba menahan rasa sebak dalam hatinya. " Aku lihat semuanya, Baek. Bagaimana hatinya tidak lagi memandang ku. Bagaimana sikapnya yang mendingin. Aku lihat segalanya dan itu membuat ku terluka."
Kali ini Baekhyun yang mengambil napas sedalam yang bisa sebelum melepaskannya dengan dengusan kasar. " Aku akan ke apartemen nya malam ini."
Chanyeol menggeleng laju. " Tidak, jangan ganggu dia dulu, Baek. Biarkan dia."
" Oh god, Chanyeol. For God sake, ini sudah satu bulan ia kembali dan sikapnya masi seperti itu ! Dia tidak bisa membuat teman ku menjadi gila seperti ini ?!"
Akhirnya Chanyeol mengalah.
" Tetapi, jangan membuatnya menangis, Baek. Kau tau kan aku tidak suka melihat air matanya."
" Tenang saja."
.
.
.
.
.
.
.
Malam itu, Baekhyun mendatangi apartemen Sehun. Meskipun namja manis itu tetap tersenyum tapi senyuman itu nampak tidak iklas. Sinar matanya juga redup. Jangan lupakan sosok tubuh Sehun yang makin susut. Pokoknya, Sehun kelihatan sangat kacau. Beda sekali dengan Sehun yang ia kenali.
" Katakan pada hyung. Kau kelihatan seperti mayat hidup, Hun. Apa sebenarnya yang terjadi ?" Ia mengelus surai lembut Sehun.
Sehun itu sudah ia perlakukan seperti dongsaeng nya sendiri.
" Tiada apa-apa yang terjadi, hyung. Semuanya baik-baik saja."
Baekhyun mendesah pelan. Ia memegang kedua pundak Sehun lalu mengelusnya pelan.
" Aku bisa lihat kau sedang terluka, Hun. Kau dan Chanyeol bukan seperti dulu lagi. Semuanya seperti bukan kalian."
Sehun tersenyum kecil. " Benaran, Hyung. Aku baik-baik saja kok. Aku cuma lelah. Tugasan di sekolah begitu banyak. Kau tau kan aku akan majlis graduasi ku dua minggu lagi ? Aku sibuk beberapa hari ini, hyung."
Baekhyun tau, Sehun membohonginya. Mustahil sekali Sehun sibuk. Dia anak yang pintar. Segala tugasan pasti akan ia lakukan dengan cepat. Tidak mungkin la anak cemerlang seperti Sehun akan melakukan tugasannya selambat ini.
" Oh Sehun." Suaranya mulai serius. " Sesibuk apapun kau, tidak seharusnya kau membuat Chanyeol seperti itu. Kau tidak tau bagaimana keadaannya saat kau di culik dua bulan yang lalu. Dia kusut, lelah dan seperti orang yang tidak waras karna mu. Dan sekarang setelah kau kembali, kau malah tidak mempedulikannya dan mengabaikan dia. Dia juga manusia, Hun."
Sehun menekup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. " Aku takut untuk berdepan dengannya, hyung. Aku sudah membuat kesalahan. Aku tidak mau melihat wajah konyol nya yang tetap tersenyum itu."
Perlahan Baekhyun menarik tubuh Sehun lalu mendekapnya pelan. Ia mengusap punggung Sehun penuh kasih dan sesekali mengecup kepala Sehun. Berniat ingin menenangkan dongsaeng tersayangnya itu.
" Apa pun yang berlaku saat kau diculik, lupakan semuanya, Hun. Chanyeol mencintaimu. Dia tidak mau kau memendam perasaan sendiri. Luahkan kepadanya apapun itu yang menganggu pikiran mu."
" Bagaimana kalau dia akan meninggalkanku ?"
" Percayalah, si konyol itu mana tega meninggalkanmu. Kau itu ibarat dunia untuknya. Ibarat nafas untuknya."
Malam itu Sehun tertidur di pangkuannya. Dengan jejak air mata yang masih jelas tercetak di wajah cantik itu.
Baekhyun mengangkat tubuh mungil itu masuk ke kamar. Menarik selimut tebal dan menutupi tubuh kecil Sehun. Ia mengusap surai Sehun sebelum mengecup ringan dahi Sehun.
" Aku tidak mau kalian berdua terluka, Hun. Siapapun itu yang menculikmu, dia telah membawa pergi Sehun yang aku kenali."
Dan ia menutup kamar Sehun sebelum mengeluarkan ponselnya dan menelepon Chanyeol.
" Yeol, kemarilah."
.
.
.
.
.
.
.
Sehun mengedipkan matanya berulang kali sebelum berjaya mengadaptasi dengan suasana di sekelilingnya. Ia mengerutkan alisnya saat ia berdiri di tempat yang ia tidak tau di mana.
Bunga berwarna-warni menghiasi tempat yang sama persis seperti taman indah itu. Haruman bunga menghiasi dan betebaran di udara. Ia tersenyum saat matanya terlihat seekor kucinf kecil berwarna putih.
Tempat ini indah. Menenangkan hatinya yang beberapa minggu ini tidak karuan. Hatinya yang bingung. Binggung dalam cinta yang menjerat dirinya
Apa dia lebih mencintai Chanyeol atau hati kecilnya sudah berpindah untuk Lu Han ?
Ia tidak tau. Ia ingin mencari jawaban itu. Tetapi ia tidak tau bagaimana.
Saat ia melangkah, ia mendengar bunyi dentingan piano yang memainkan bunyi indah dan syahdu. Hatinya berdetak. Perlahan ia mencari sumber musik itu. Kakinya melangkah sesuai dengan perintah dari hatinya.
Dan tidak lama kemudian, ia melihat satu sosok berpakaian serba putih memainkan melodi indah itu. Wajah menawannya begitu bercahaya membuat Sehun pada mulanya sukar untuk melihat wajah sosok itu.
Bibirnya melengkung ke atas saat melihat wajah yang sudah menganggu tidurnya itu.
Lu Han
Perlahan ia melangkah, melangkah ingin mendekati sosok itu. Setiap langkah membuat jantungnya berdetak hebat.
" Lu Han." Bisiknya pelan. Seolah mendengar bisikannya , Lu Han mendongak bersama senyuman menghiasi wajah tampannya. Ia berhenti memainkan piano dan berdiri untuk menyambut Sehun. Ia menghulurkan tangannya.
Sehun tersenyum semanis yang mungkin. Ia tidak pernah merasa sedamai ini. Tidak pernah merasa ia pernah tersenyum sebahagia ini. Dengan sedikit berlari, ia menuju ke arah Lu Han.
Akhirnya Lu Han akan kembali untuknya.
Dan saat ia yakin yang ia sudah berhasil mendapatkan Lu Han, satu tangan menahan pergelangan tangannya. Ia terhenti di situ. Alisnya berkedut heran.
Sehun menoleh ke belakang. Ia melihat satu sosok lagi berpakain serba putih. Senyuman konyolnya membuat ia tampan dan begitu ringan tanpa beban membuat Sehun ikutan tersenyum.
" Chanyeol hyung !" Nama itu terluncur dari bibirnya.
Chanyeol perlahan menariknya. Menariknya semakin menjauh dari sosok Lu Han yang sudah menunggu agar ia menyambut huluran tangan dari namja itu.
Sehun menggeleng pelan. " Tidak. Biarkan aku perg, hyung. Lu Han ge sudah menunggu ku terlalu lama." Lalu melirik ke arah Lu Han yang masih tersenyum kepadanya. Ia berusaha melepaskan genggaman Chanyeol tetapi tenaga namja itu lebih besar darinya. Ia mulai panik begitu merasakan ia semakin jauh dari jangkaun Lu Han.
" Lu Han ge. Andwae. Chanyeol hyung, kumohon. Lepaskan aku." Ia merintih. Air mata mulai berucucuran saat ia sadar, Lu Han semakin menjauh.
Chanyeol tetap mengheretnya menjauhkan Sehun dari Lu Han.
Tidak.
Bahkan dalam mimpi ini, ia tetap mau bersama Lu Han.
Bahkan dalam mimpi singkat ini, biarkan ia bersama Lu Han.
Ia terisak persis seperti anak kecil sembari mengumam nama Lu Han.
" Lu Han ge. Jangan pergi." Desisnya pilu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Lu Han. Lu ge." Sehun terbangun dari tidurnya. Keringat dingin membasahi wajah manisnya. Jantungnya berfungsi dengan sangat cepat.
Ia menarik napas saat ia sadar itu semua cuma mimpi. Ia mengatup matanya rapat. Matanya memanas saat mengingati Lu Han.
Ia merindukan Lu Han.
Sehun membuka matanya saat ada tangan yang menghapus air mata nya. Ia tersentak kaget melihat Chanyeol yang berbaring di sebelah nya. Sedang tersenyum lembut. Sebelah tangannya memeluknya posesif.
" Chan hyung." Ucapnya pelan.
Apa Chanyeol mendengar nama Lu Han yang meluncur darinya ?
" Go to sleep, princess." Kecupan ringan singgah di dahinya.
Kalau dulu, kecupan itu mampu membuat hatinya berdetak hebat tapi kini, ia malah merasa bersalah.
" Maafkan aku, hyung." Sehun memeluk tubuh kokoh Chanyeol. Menyembunyikan wajah nya di ceruk leher Chanyeol.
Chanyeol mengusap surainya lembut. Sesekali mengecup nya penuh kasih.
" Lu Han yang melakukannya kan ?"
Sehun makin menangis. Ia menggengam erat kaos Chanyeol.
" Maafkan aku, hyung. Hiks, maafkan aku."
" Kau tidak salah, Hun."
Sehun menggeleng pelan. Ia menatap ke anak mata Chanyeol. " Ini semua salahku. Hubungan kita dingin juga salahku."
Chanyeol tetap dengan senyuman lembutnya. Ia menarik Sehun agar semakin dekat dengannya. " Aku mencintaimu, my white puppy."
" Aku, hiks aku ..." buat pertama kalinya, Sehun tidak mampu untuk membalas ayat itu. Buat pertama kalinya Sehun tidak bergetar kerana kalimat itu.
" Gwenchana, Sehunna. Apapun yang Lu Han lakukan kepadamu, lupakan semuanya. "
Tidak, ia tidak bisa melupakan Lu Han yang sudah membuat cintanya kepada Chanyeol menghilang.
Ia tidak bisa melupakan rasa kehilangan yang Lu Han berikan saat lelaki itu melepaskan ia untuk Chanyeol.
" Maaf, hyung. Hiks, aku tidak bisa. Hiks."
Chanyeol tetap memeluknya. Membisik kata cinta di telinganya. Mengecup seluruh wajahnya.
Dan ia berharap Lu Han yang melakukan itu semua.
.
.
.
.
.
.
.
Majlis Graduasi Sehun sudah berlalu dua hari yang lalu. Sekarang ia hanya menunggu agar ada pihak universitas mengambilnya.
Hubungan nya dengan Chanyeol juga kembali seperti dulu. Yah, mungkin tidak.
Chanyeol masih mencintai nya meskipun Sehun sudah memberitau segala yang berlaku saat Lu Han menculiknya.
Chanyeol masih tersenyum hangat untuknya meskipun ia kadang kadang akan merasa ingin pergi dari sisi namja itu.
Karna jauh di sudut hatinya, ia masih mengharapkan Lu Han.
Karna jauh di sudut hatinya, ia masih menginginkan Lu Han.
" Sehunna , kau ikut kan ?"
Sehun menoleh ke sisi kanannya. " Kemana, hyung ?"
Baekhyun memutar bola matanya malas. " Ke rumah Chanyeol la. Apa kau lupa besok itu ulangtahun kekasihmu ?!"
Sehun mengeluh. Ia memberi senyuman kecil sebelum kembali melemparkan pandangannya ke luar jendela. Baekhyun terus berbicara itu ini kepada Chen yang setia mendengarnya.
Ia tidak bisa meneruskan ini semua. Berpura-pura mencintai Chanyeol maka yang ada di dalam lubuk hatinya hanya ada Lu Han.
Dan beberapa hari ini, kepalanya selalu sakit. Kadang kadang ia akan bangun awal pagi dan terus ke toilet untuk memuntahkan segala makanan yang ada di dalam perutnya.
Mungkin saja badannya tidak sihat.
" Hun, kau kelihatan pucat. Apa kau mau aku menghantarmu ke rumah sakit ?" Baekhyun menyentuh pipi Sehun khawatir.
Sehun tersenyum sebelum menggeleng pelan. " Tidak kok. Aku sihat aja, hyung."
Baekhyun masi saja khwatir sewaktu ia menghantar Sehun ke apartemennya setelah itu.
Sehun menutup pintu apartemenya setelah meyakinkan Baekhyun yang ia baik-baik saja. Tubuhnya terasa lemah sekali.
Merasa sesuatu akan keluar dari kerongkongnya, ia buru-buru berlari ke tandas. Memuntahkan segalanya.
Dan sungguh, ia menyesal tidak menerima ajakan Baekhyun yang ingin menghantarkannya ke rumah sakit.
Kerana, kepalanya berdenyut kuat.
" Ada apa denganku ?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jeng jeng , whats happen to uri Sehunnie ?
Okay, here the short updates. Mian kalau jelek.
Hahh, author lihat banyak yang ingin fanfic ini jadi mpreg ya ?
So, di sini author ingin tanya sekali lagi. Berapa banyak yang ingin fanfic ini jadi mpreg ?
Kalau banyak yang mau, author akan teruskan jadi mpreg.
Kalau nggak banyak yang mau, author akan teruskan jadi yang normal aja.
Bagaimana ? Review for the answer.
And thank you very much kepada review tersayang author. Gue cinta sama kalian. Kalian la yang membakar semangat author untuk teruskan ini.
akhir sekali, mian kalau banyak typo. Any suggestions just let me know , okei darlings.
Kiss and hugs to all my lovely , pretty and my darlings yang sudah review.
Don't be a ghost, if you reading it without review, just go away. Okay ? /Puppy eyes with Sehunna/
Anyeong yeorobeun !
