Chapter #3

" di sini terasa sakit bummie " ucap siwon sambil memegang dadanya sebelah kiri dan mencoba membalikan badannya menghadap kibum yang membelakinya

" na anbago sipeundae " jawab Kibum datar dengan masih membelakangi siwon

" waeyo?"

" nan Molla . . . . "

" Amumal Hajima . . . . "

" na neol shireoyo " jawab Kibum tegas, dan berjalan meninggalkan siwon dengan tenangnya . . . walau sebenarnya dia bener bener merasakan sesak di dadanya . . . tanpa dia tahu penyebab rasa sesak itu.

" nan saranghae bummie . . . . " suara siwon lirih dan mencoba berjalan dengan tenang

-sunflower-

halte Bus

Kim kibum duduk menerawang tanpa tahu apa yag akan di lakukannya, dia tidak punya keinginan untuk melangkahkan kakinya lagi, dia benar benar dalam kebingunan yang dia sendiri tidak tahu apa penyebab nya dan harus bagaimana mengatasi kegelisahan hatinya . . . .

[Dengar Kim kibum,untuk apa kau memikirkan seorang choi siwon, dia tidak jauh beda dengan laki laki di luaran sana, yang punya tampang lebih dan kekayaan di atas rata rata . . . jelas saja dia hanya mempermainkanmu dan menganggapmu sama dengan perempuan perempuan yang pernah dia dekati gumam kibum dalam hatinya] karna terlalu fokus dengan pikirannya sendiri sampai sampai dia tidak sadar sudah ada 2 bus yang meninggalkanya tanpa bergeming . . . sampai sampai ada mobil ferrari putih berhenti di depannya dan dia masih saja tidak menyadari siapa pemilik mobil tersebut.

" apa kau akan tetap disitu sampai besok pagi " suara bass itu benar benar bisa membangunkannya dari lamunan yang etah telah berapa lama merajai jiwanya

Dan Kim kibum hanya menatapnya dengan senyuman datar . . . .

" dan apakah kau akan membuat nari menunggumu lebih lama lagi " suara bass itu langsung membuat bibirnya yang semula tersenyum datar mampu membuat wajahnya menjadi kaget

" aigo . . . . nari . . . " sambil clingak clinguk mencari taksi

" masuklah aku akan mengantarmu "

Tanpa pikir pajang lagi kibum langsung masuk ke mobil cowok pemilik suara bass itu yang tak lain adalah choi siwon

Seolah mereka berdua masih merasa canggung dengan suasana yang ada di dalam mobil karena mengingat kejadian tadi siang. Tidak ada yang bersuara dan tidak ada yang berniat membuka suara sampai di tempat tujuan yang di maksud, walaupun sebenarnya mereka tidak menikmati suasana seperti ini.

rumah Nari

" annyeoaseong" ucap kibum sebelum masuk ke dalam rumah nari . . . . sambil berjalan masuk ke dalam ruang tengah tempat mereka biasa belajar berdua

"annyeongaseong Miss Kibum . . . " sambil membukukkan badannya 90 derajat " eeccc . . . annyeongaseong uncle siwon . . . . "

Kibum hanya membulatkan matanya tanda dia kaget mendengar nari memanggilnya paman . . . .

" ne Nari . . . " sambil berjalan menuju nari dan duduk di sofa belakang nari . . . . tak lupa kibum juga ikut berjalan ke arah nari dengan tatapan kaget yang belum hilang sampai dia berada tepat di hadapan Nari . . . .Matanya tidak bisa lepas dari namja sempurna yang sekarang lagi sibuk dengan handphone nya dan sesekali tersenyum saat membaca pesan yang masuk . . . . situasi ini benar benar membuat kibum semakin tak bisa konsentrasi membantu Nari belajar

" Miss Kibum . . . "panggil Nari yang tepat membuat kibum kelabakan

" ne ne ne . . . nari . . . " dengan gugupnya dia memeganng pensil dan mebuka buka bukunya . . . .

" dari tadi Miss Kibum kok lihat siwon uncle trus . . . ." tanya nari polos sambil melihat namja cakep itu { dan membuat siwon bener bener melambung }

"a a a ni . . . "jawab kibum semakin gugup dan mulai bertingkah aneh

Nari dan Siwon memandangnya dengan tatapan penuh curiga hingga membuat kibum semakin salah tingkah . . . . Belajar di rumah nari kali ini benar benar memacu adrenalinya karena harus satu ruangan dengan namja yang di bencinya atau mungkin mantan namja yang pernah di kaguminya dan sekarang statusnya berubah menjadi namja yang di bencinya . . . . .

-sunflower-

Kamar Kibum

Dia merebahkan badannya di kasur empuknya yang berselimutkan warna abu abu dengan memejamkan matanya sambil tersenyum merasakan aroma terapi lavender yang menyelimuti kamar berwarna putih bersih. Belum terlalu lama dia merebahkan badannya tiba tiba dia merasakan ada yang naik di atas ranjangnya dan sepertinya ada sesuatu benda yang ada di atas wajahnya . . . . dengan takut kibum mencoba untuk membuka matanya secara perlahan . . . .

"mwoooooo . . . . " kagetnya sambil berlari kearah ujung ranjangnya waktu melihat sosok choi siwon ada di atasnya . . . . " bagaimana kau bisa di kamarku " tanyanya dengan nafas yang belum sepenuhnya teratur normal.

" bukannya aku ini murid mu " jawab siwon dengan santainya sambil beranjak mendekati kibum . . . dan sontak saja membuat kibum semakin takut dan membuat wajahnya semakin tampak menarik [menurut siwon,wajah kibum lebih menarik dalam kondisi panik dan pabbo,,,heheheh]

"stoooppppp" teriak kibum sambil mengangkat tangannya tepat di wajah siwon " bisakah kau menjauhkan tubuhmu dariku sejauh 10 jengkal saja " minta kibum hati – hati

" bagaimana kalau begini saja . . . . . " siwon semakin mendekatkan wajahnya dan membuat kibum menutup matanya

" eomma . . . . . " teriak kibum sambil mencoba berlari . . . . tapi alhasil dia malah terjatuh dari ranjang dan membuat posisinya benar benar tidak nyaman dan tidak enak di lihat dengan kaki yang masih di atas ranjang dan tubuh yang dibawah , , , , sontak saja membuat rok sekolah kibum terbuka dengan indahnya tanpa menutupi bagian yang tak boleh di ekspos sembarangan. . . .

" appo . . . . " rintihnya . . . sambil menarik kakinya ke bawah sejajar dengan tubuhnya, tanpa dia sadari tadi sudah memberi tontonan gratis di depan choi siwon

Siwon yang melihat kejadian itu sebelumnya sempat sok dan ingin menolong tapi karena mengingat posisinya kibum dia hanya membalikkan wajahnya karena merona merah gara gara melihat posisi kibum saat terjatuh tadi.

" are u okey" tanya siwon dengan hati hati . . .

" a ani . . . " jawabnya lirih, dengan mencoba bangun tapi terjatuh lagi . . . .

Melihat itu siwon langsung turun dan mengangkatnya dengan sigap ke atas kasur

"harusnya tadi kau tidak mencoba kabur" ucap siwon dengan nada yang sangat halus

" kau menakutiku" jawab kibum tetap merintih sambil memegangi pinggangnya yang sepertinya patah " tolong siwon,ssi . . . panggilkan eomma ku " pintanya . . . .

"bukannya semua keluargamu tidak di rumah hari ini?

"aaaaaaaaaaaaaaaarrrggggggg" kibum mengerang kesakitan . . . " ne, aku lupa . . . . . pulanglah siwon,ssi biarkan aku istirahat . . . . "

Melihat siwon yang langsung pergi membuat dada kiri kibum merasakan sakit seperti di iris iris pisau tajam , di tusuk tusuk tanpa ampun . . . . bisa bisanya choi siwon pergi begitu saja dan tidak memperdulikannya yang sedang merintih kesakitan . . . walaupun kibum menyuruhnya pergi harusnya siwon bisa menolaknya dan merawatnya untuk malam ini saja . . .

"aaiiisshhh,,, dasar choi siwon,,tak bisakah kau pura pura menghawatirkanku" guman kibum

Kibum memejamkan matanya mencoba menahan sakit . . . . mungkin sudah lama dia tertidur sampai kibum membuka matanya saat merasakan ada rasa dingin di pinggangnya . . . .

"mianhe . . . apa aku membangunkanmu?"

"hhhmmmmm,,, siwon,ssi kau masih disini" aku mencoba bangun dan dia membantuku dengan lembutnya

" minumlah . . . " sambil mengambil susu di sampingku . . . . aku meraihnya dan akan meminumnya " tapi jangan salahkan aku kalau rasanya agak aneh" sahutnya sebelum aku sempat meminumnya . . . .

Aku langsung menurunkannya sambil mem-pout bibir merahku

"waeyo . . . . cobalah menghargai usahaku" sambil mengembangkan senyumnya . . . membuat lesung pipit itu semakin jelas di pipi mulusnya

Aku makin mempout mulutku . . . .

Siwon mengambil gelasku dan meminumnya kemudian mengarahkan mulutnya berada tepat di mulutku . . . siwon menciumku dengan memasukkan susu yang ada di mulutnya dan membuat mataku melebar dan membulat kaget . . . . dia melepaskan bibirnya dan tersenyum sambil mengusap ujung bibirku . . .

"rasanya manis?"

"menjijikkan" gumamku marah dan melotot ke arahnya

" lagi . . . ?" tanyanya dengan sangat menggoda dan memegang dagu ku

" no no no . . . . " jawabku cepat sambil menutup mulutku dengan kedua tangan ku

Malam ini kami menghabiskan malam berdua di kamarku tanpa membuka pembicaraan sama sekali, kami hanya saling berpadang karena aku juga tak ingin merebahkan tubuhku,, aku masih berada di posisi awalku dan siwon yang masih berada di depanku . . . kami berdua hanya saling berpandang dan kadang saling membuang muka jika kami merasa canggung dengan apa yang kami lakukan . . . .

" bummie . . . apa kau tidak ingin tidur?"

" aaaaaaa . . . ." belum selesai dengan ucapanku

Tiba tiba saja dia rubuh di pangkuanku . . . tak ada niatan untuk merubah posisinya dari pangkuanku dan membiarkannya dengan posisi seperti ini . . . . aku juga tak berniat tidur . . . aku ingin menjaganya sampai pagi . . . . aku hanya membelai rambutnya,kulihat wajahnya yang sangat polos dan semakin tampan saat siwon tertidur pulas, wajah pervert nya yang selalu aku lihat saat bersamaku hilang lenyap,,wajah sombongnya juga tidak terlihat . . . . saat tidur dia benar benar menjadi sosok yang berbeda, lebih tenang dan bibirnya benar benar menggoda. Aku mendekti wajahnya dan mencoba menciumnya tapi aku urungkan dan hanya mendekatkan mulutku di telinganya " saranghae siwonie" ucapku lirih . . . . . berharap dia tidak mendengarnya . . . .

kamarku [ pagi hari ]

" " erang siwon sambil membuka matanya dan mencoba membangunkan tubuhnya . . . . matanya membulat saat tahu aku di depannya dan masih dengan posisi yang sama dengan semalam

"hhhmmmmm"siwon menautkan sebelah alis matanya

"waeyo .. ..." aku pasang senyumku

"kau tidak tidur dari semalam?" tanyanya ragu

"bagaimana aku bisa tidur jika kau tidur di pangkuanku"

"eeeee,,,mianhe . . . bummie . . . " dia tersenyum sambil menggaruk ngaruk belakang kepalanya

Dan aku hanya tersenyum melihatnya . . . . .

Dia berdiri dan membuka jendela kamarku menunggu matahari terbit dan membagikan sinarnya ke seluruh dunia . . . .

" bummie . . . " matanya masih menerawang keluar

"ne . . . " aku melihatnya

Dia berjalan menghampiriku membuat jantungku berdetak tak karuan . . . [apa yang akan dia lakukan tuhan . . . . Gumamku dalam hati ]

Dia menatapku lembut dengan tangannya membelai pipiku,,membuatku benar benar tak bisa berucap dan pasrah saja menerima perlakuaanya . . . .

" saranghae . . . ."

Aku hanya terdiam . . . .

"maukah kau menjadi sunflower ku yang selalu berada di sampingku tanpa bosan dan selalu meyinari hari hari ku tanpa batasan waktu?"

Tak ada satu katapun yang keluar dari mulutku . . . . aku masih sangat terkejut dengan pengakuannya . . . . .

Tiba tiba dia tersenyum " aku dengar apa yang kamu ucapkan semalam . . . nado saranghae Kim Kibum"

Mataku melebar tanda aku benar benar tak percaya,ternyata semalam dia hanya menipuku . . . . kemudian dia tertawa dengan kerasnya . . .

" ya ya ya choi siwon . . . apa yang kau tertawakan " dengan nada marah dan wajahku yang sudah merah karena malu

" Kiss morning chingu " sambil memayunkan mulutnya ke arah ku . . . . .

Dan aku langsung menciumnya . . . .

Ciumaan pagi ini benar benar kunikmati dengan tak ingin melepaskan tautan bibir kami . . . . ciumannya benar benar hangat . . . . tapi terkadang dia juga kasar menyapu bibir mungilku yang harus beradaptasi dengan bibirnya . . . . . tapi walau begitu tak ada niatan untuk menghentikannya, hanya sesekali kami berhenti untuk menggambil nafas . . . .

Tanganya juga tak diam . . . . dia mulai memasukkan tanganya ke baju seragamku yang dari kemarin masih melekat di badanku . . . . kegiatan pagi ini bener bener panas dan kami sangat menikmatinya . . .

" bummie . . . bummie . . . " suara itu tiba tiba menghentikan pekerjaan pagi yang kami lakukan . . . Siwon menghentikan kegiatannya dan mendengus kesal . . . .

" kenapa eomma harus datang sepagi ini" keluhnya

"mwo?eomma?sejak kapan kita resmi jadi . . . . " aku tak meneruskan kata kata ku . . . . karna aku dengar ada jejak kaki yang mulai mendekat ke arah kamarku . . . .dan gagang pintu pun mulai agak bergerak . . . . kita berdua hanya memandang pintu dengan tatapan was was . . . .

-end-

*i love you choi siwon . . . . terima kasih kau telah mencintaiku . . . saranghae siwonnie . . . .

Minta maaf yang sebesar besarnya jika selama penulisan dari chapter 1 s/d 3 ini banyak penulisan kata yang kurang tepat atau bahkan tidak tepat sama sekali serta banyak tulisan yang kurang sesuai atau bahkan tidak sesuai dengan EYD. Saya minta maaf yang sebesar besarnya *membungkukkan badan 90° beberapa kali*

Dan terima kasih buat semua yang telah berkunjung ^^

Thanks to :

Cho97 : thanks sudah mengunjungi ff ini

-frosyita-

-23 maret 2012-