True Story ver. Vocaloid
First fanfic! Gimana jadinya kalau true story di dunia nyata ini, diperankan Vocaloid?
Disclaimer :
Vocaloid itu milik Crypton Fuji Media Corp. dan Yamaha Inc.
Cerita ini milik author Yuumi.
Warning :
Typo, sangat GAJE, tidak menerapkan EYD, berantakan.
.
11. Lomba Tahan Tawa
"Main lomba yuk!" Rinto teriak di sebelah telinga Lenka.
"Rinto! Jangan bikin kaget!" Lenka menutup telinga.
"Emang lomba apaann?" tanyanya.
"Lomba tahan tawa!" teriak Rinto senang.
"Pernah denger.. Yang nanti kita gak boleh ketawa itu bukan sih? Yang ketawa duluan kalah," kata Lenka.
"Iya, yang itu! Aku ngajak kamu main itu, soalnya kan kamu murah ketawa!" ucap Rinto.
"Hei, bukan berarti aku bisa kalah." Lenka melipat tangan di depan dada. Rinto ternyata lupa kalau Lenka itu tukang lawak.
"Huh, kita lihat saja nanti! Ayo mulai!" kata Rinto.
"Eh, tar dulu. Mau nanya nih, kalo gerak-gerak boleh kan?" tanya Lenka. Rinto mengangguk.
Mereka hanya saling pandang untuk beberapa saat. Lenka pun mulai tersenyum, tetapi kemudian ia menarik senyumannya, teringat bahwa biasanya yang kalah diberi hukuman.
Lenka mengambil hape, menyalakan lagu khasnya yaitu 'Goyang Dumang'. Lalu Lenka mulai menari dengan gaya seperti duyung.
Rinto pun tertawa, tapi dalam hati. "Huh, lihat saja kau Lenka."
Rinto pun berusaha untuk memikirkan hal lain agar tidak melihat dan mendengar Lenka yang sedang bergoyang ria. Setelah Lenka selesai menari, barulah ia melihat Lenka kembali.
Lenka pun sedikit kesal karena tak berhasil membuat Rinto tertawa. Muka Rinto menjadi seperti 'aku-melamunkan-hal-lain' dan alhasil Lenka berteriak.
"Rinto, kau cur- BRUK!" Lenka jatuh menggelinding dan alhasil hapenya pun tertimpa oleh dirinya, sehingga entah bagaimana hape itu membunyikan lagu 'Rolling Girl'. Ia masih tetap menggelinding berputar-putar karena terjatuh dari meja yang di bawahnya ada sofa.
"Pfftt- WAKAKAKAKAAKAAKAKA! WANJIR NGAKAKKK!" Rinto pun akhirnya tertawa ngakak sampe guling-guling. Berguling ya, bukan bergelinding kek Lenka.
Setelah beberapa saat, Lenka pun akhirnya berhenti menggelinding karena nabrak tong sampah. Kepalanya benjol gede sampai kayak topi.
"Setidaknya gue menang, meskipun sakit banget sih. Kepala gue sampe benjol neh," kata Lenka sambil megang-megang kepalanya.
Cara Lenka kek gitu memang cukup ampuh 'sih, tapi 'sakitnya tuh di sini'!
.
12. Mimpi Buang Air Kecil
"Hei Dell, bikin kartu buat ulang tahun Kaito, 'yuk!" kata Haku.
.
Hening
.
"Dell?" Haku menengok ke arah orang di sebelahnya. Ternyata Dell tertidur.
"Hoakmm.." Dell menguap sangat lebar.
"Jadi membuat kartu untuk Kaito tidak? Kalau kau mau tidur, ya sudah sana ke kamar. Kalau kau mau bikin kartu, nanti ke kamarku ya," ucap Haku.
Haku pun meninggalkan sofa di ruang tamu dan pergi ke kamarnya. Sedangkan Dell, ia berjalan menuju kamarnya dengan letoy(?).
Mari kita lihat keadaan Dell di kamar..
"Hoahmmm.. Jangan tidur... Kartu... Kaito–" Dan 1 detik kemudian Dell tertidur di lantai kamarnya dengan pulas.
Di dalam mimpi Dell~
"Hei Dell, bikin kartu ulang tahun buat Kaito, 'yuk!" kata Haku.
"Ayo!" Mereka pun akhirnya ke kamar Haku, karena alat-alat untuk membuatnya berada di sana.
"Bentuk apa yang akan kau buat?" tanya Dell.
"Hmm, sepertinya.." Haku berpikir.
"Aku akan membuat kartu dari buffalo biru tua dan biru muda. Aku akan membuatnya menjadi bentuk es krim, sehingga berarti aku butuh warna coklat untuk membuat cone. Warna biru tua dan muda adalah warna es krim. Untuk ucapan dan tulisan, sepertinya aku akan membuat asap dingin es krim dari buffalo putih keabu-abuan dan di asap tersebut kutuliskan ucapannya." Haku menjelaskan apa yang akan ia buat. "Kalau kau sendiri?"
"Sepertinya, aku akan mengambar chibi Kaito yang bisa dibuka seperti kartu biasanya. Di dalamnya baru kubuat doodle dan ucapan-ucapan. Simple 'kan?" Dell tersenyum bangga. Ia 'kan, memang jago membuat doodle dan menggambar.
Mereka pun mengerjakan tugas masing-masing dengan baik. Tetapi, pada saat Dell ingin menggunting gambarnya, ia kebelet buang air kecil.
"Kau kenapa, Dell?" Haku yang tampaknya curiga dengan gerak-gerik Dell membuka mulut.
"Boleh kupinjam toilet?" Haku pun mengangguk.
Di dalam toilet, Dell pun membuang air kecil sangat lama. Ditambah karena di dalam kamar mandi Haku, ada tombol khusus untuk menyalakan lagu apa saja.
"Ini mah di sini terus betah," kata Dell.
Tetapi, lama-lama ia merasa ada keanehan.
"Wait. Kok, celana gue kayaknya basah gitu padahal kan gue sekarang pip–"
"El- Dell– DELLLLLLLLL!"
Keluar dari mimpi Dell~
"DELLLLLLLLLLLLLL!"
"Hoamm.. Kenap–"
"KENAPA?! LU GA LIAT LANTAI LU UDAH KEK LAUTAN GINI?!" teriak Haku. Sekarang ia berada di luar kamar Dell karena enggan masuk.
"Hah? Ga ngert– WATDEPAK KENAPA GUE BISA NGOMPOLLLL?!" Dell syok. "DAN KENAPA JUGA GUA TIDUR DI LANTAI?!"
"Hanya lu dan Tuhan yang tau," kata Haku.
Dan cerita ini pun diakhiri dengan Dell yang menangis-nangis gaje karena ia mesti membersihkan kamarnya yang baunya gak nahan itu.
.
13. Gambar Masa Lalu
"Yak, selamat datang di kamar gua. Gak perlu basa-basi, yuk langsung ngerjain tugasnya!" kata Kaito.
"Ngerjain? Kai, gue mending ngerjain di atas genteng daripada di kamar lu!" Meiko melihay kamar Kaito yang isinya.. beuhh. Barang di mana-mana, es krim berlumeran, tong sampah full bahkan tumpah-tumpah. Intinya : Meiko gak suka sama yang beginian!
"Ohh, berantakan ye. Lu mau rapi? Yaudah bantuin gue rapiin yuk," kata Kaito.
"Ini mah bukannya ngerjain tugas kelompok, malah beres-beresin kamar lu," kata Meiko.
Dengan gerak cepat mereka pun langsung mengerjakan tugas baru mereka, yaitu membersihkan dan merapikan kamar Kaito. Karena Meiko lagi males nyapu dan ngepel, Meiko lebih milih untuk menata barang. Kalo Kaito, tugasnya nyapu, ngepel, dan buang-buangin sampah. Kenapa Kaito banyak? Karena ini kamar Kaito, bukan kamar Meiko.
30 menit berlalu, Kaito udah selesai buangin sampah. Baru itu doang? Yaiyalah, kamar Kaito kan rapi banget! /disirem Kaito
Sekarang tugas Kaito adalah nyapu, baru ngepel. Waktu dia mau mulai nyapu–
"BWAHAHAHAHAHAH!" Meiko ngakak kenceng banget, sampe kucing yang lewat di luar rumah Kaito langsung lari ketakutan.
"Lu kenapa sih, Mei? Gila?" tanya Kaito.
"GAMBAR LU! BWAKAKAKAKAKK!" Meiko menunjukkan sebuah buku gambar ke Kaito.
"Buku gambar? Sejak kapan tuh? Liat dong," Kaito mendekati Meiko.
Waktu Kaito liat sampulnya, tertulis namanya dan kelas 1 SD. Kaito ingin melihat gambarnya, tapi dicegah Meiko.
"Gue dulu woiii. Lu selesain dulu aja nyapu ngepel lu, kalo gue sih udeh! Wakakakka," Meiko ketawa terus sampe keluar air mata.
Kaito pun akhirnya menyapu dan mengepel secepat mungkin, karena ia sudah oenasaran akan buku itu.
10 menit berlalu, akhirnya Kaito selesai juga. Dia udah bener-bener penasaran, apalagi si Meiko ketawa terus gak berhenti-berhenti.
"Gue udah selesai, Mei. Liat dong!" kata Kaito.
"Nih, kebetulan gue udah selesai liat juga. WYAHAHAHAHA." Meiko memberikan buku itu pada Kaito.
Kaito pun langsung mengambil buku itu dan melihatnya.
Halaman pertama :
Aku sayang mamah dan papah!
(Dengan gambar stickman besar, stickman kecil, dan stickgirl(?))
Halaman kedua :
Aku bisa gambar!
(Gambar orang. Idungnya bentuk segitiga, matanya bulet serem, mulut gede)
Halaman ketiga :
Cita-citaku jadi pembuat es krim
(Gambar anak kecil dengan mata menyeramkan dan pake topi yang bergambar es krim, sambil megang es krim yang keliatannya sih lumer)
Halaman keemp–
"Ini bukan gambar gueee!" teriak Kaito.
"Jelas-jelas itu ada nama lu Kai," Meiko menahan ketawa.
"Semua gambar ini bukan gambar gue! Mungkin gambar orang lain yang namanya Kaito juga!" Kaito tidak mau mengakui gambarnya.
"Bukan cuman itu doang, Kai. Liat halaman terakhir lu," kata Meiko.
Kaito langsung membuka halaman terakhir buku gambar itu. "WATDEFAKK?!"
Tulisan yang sangat besar dan berantakan terdapat di situ.
"4ko3h c4y4n6zZ 5eMu4a 0r4nGg~~
C3mUaA 0124nG6 Ch4yAnK 4k0e3~!"
"Alay banget ya lu Kai, pfff," kata Meiko.
Hening.
"Kai?" Meiko menengok ke arah Kaito.
"WANJRITTTT! KAI! LU KENAPE?!" Meiko melihat Kaito yang sudah tepar di lantai dengan mulut berbusa.
Dan cerita ini berakhir dengan Kaito yang masuk rumah sakit dan Meiko yang harus mengerjakan tugas kelompoknya sendirian.
.
14. Koki Cilik
"Rana!" teriak kaa-san Rana.
"Kenapa, kaa-san?" tanya Rana kecil.
"Kaa-san baru beli sabun baru sama shampoo baru! Kebetulan juga Rana belum mandi 'kan?" kata kaa-san Rana.
"Iya! Ini baru mau mandi!" Rana mengambil plastik dari kaa-sannya. "Rana mandi dulu ya!"
Di kamar mandinya~
(Readers : author bokep! / Shiren : ini kan ga parah, jadi gapapa)
Rana melihat berbagai barang terdapat di kamar mandi. Rana yang ingin menjadi koki pun tak tinggal diam.
"Saatnya masak-masakkan!" teriak Rana senang.
"Pertama, kita ambil gayung sama sikat gigi," gumam Rana. Ia mengambil gayung dan sikat gigi buat ngaduk-ngaduk.
"Lalu.. Emm, taruh pasta gigi sedikit ke dalam gayung," Rana menekan pasta gigi ke dalam gayung.
"Lalu, ambil sendok deterjen(?)," Rana mengambil sendok/alat yang biasa buat ambil deterjen(?). "Masukkan sabun ke gayung sekitar 2 sendok."
"Lalu, masukkan shampoo 2 sendok dan conditioner 1 sendok," kata Rana. Setelah merasa semua cukup, ia mulai mengambil air.
"Masukkan air kira-kira 5 sendok atau lebih," Rana memasukkan air ke gayung. "Aduk terus hingga berbusa."
Rana pun mengaduk kira-kira selama 5 menit atau lebih, hingga busa itu memenuhi gayung.
"Dan kue pun jadi!" teriak Rana senang.
Lalu ia mengambil kantong plastik yang berwarna bening atau transparan. "Mari kita membuat minumannya. Caranya, ambil sabun cair putih kira-kira 3 sendok dan masukkan ke plastik,"
"Lalu, masukkan air secukupnya, dan kocok atau aduk!" kata Rana.
Setelah 5 menit, ia berhenti mengocok dan mengaduk. "Lalu, buang busanya, dan jadilah minumannya!"
"Ini dia makanan dan minuman ala Rana!" kata Rana senang.
"Ranaa... Lagi ngapain? Kok lama banget mandinyaa?" teriak kaa-san Rana dari luar.
"Iya, sebentar lagi!" Rana membuang 'masakannya' tersebut dengan penuh kepaksaan dan berat hati. Ia pun lalu mandi seperti biasanya, tanpa melanjutkan pekerjaannya sebagai koki itu.
.
15. Temenan-Musuhan
"Gumiya, main yuk!" kata seorang anak perempuan 5 tahun, Gumi.
"Ah, enggak ah, cape," balas Gumiya, anak laki-laki 5 tahun.
"Gumiya jahat! Kita musuhan, FUH~" Gumi meniup jari kelingkingnya.
"Oke! FUH~" Gumiya juga meniup jari kelingkingnya.
Keheningan pun terjadi dalam beberapa saat. Gumi dan Gumiya merasa bosan karena tidak melakukan apapun.
"Gumi, temenan lagi yaa," kata Gumiya. Ia memberi jari kelingkingnya.
"Oke!" kata Gumi. Jari kelingking mereka bertemu dan saling berkait.
"Sekarang kita main 'ya!" kata Gumi.
"Oke! Main petak umpet ya?" usul Gumiya.
"Jangan, ini tempatnya kecil!" tolak Gumi.
"Yaudah, kita musuhan! FUH~" Gumiya meniup kelingking. Gumi juga.
Dan akhirnya mereka bertemanan lagi, tamat. (Readers : cerita apaan nih?)
.
Yap, inilah part 3!
Maaf lama update TTATT
Tugas numpuk dan ada masalah hpxD
Gomen pendek banget ;_; Gomen segomen-gomennya(?)
.
Ripiuuu owo
Hana Shianata
OkexD Snack bolong-bolongXD Meski bentuknya bolong tapi yang penting enak(?)
Arigatou udah ripiuu~
.
Lightning Sun
MakasihxD Padahal ceritaku banyak yang garing(?)
Arigatou udah ripiuu~
.
Fuyukaze Mahou
Iya, beneran ditampilin, soalnya lucu sihXD
Aku juga jadi keinget masa kecil yang bahagia (': XD
Arigatou udah ripiuu~
