Title : Rasa Ini [Sequel]

Author : NicKyun

Cast : Lee Donghae,Lee Hyukjae

Rated : T (Maybe)

Genre : Hurt, Drama

Warning : BL, YAOI, TYPO dimana-mana

"DON'T LIKE DON'T READ"

Chapter 3 :::

.

.

.

.

.

.

"Hyuk-ah ini adalah Donghae, dia akan menjadi model dalam edisi majalah kita. Nah, aku tinggalkan kalian silahkan mengobrol dulu. Aku harus pergi ada kepentingan. Bye~~." Zhoumi pamit ada keperluan yang ia kerjakan, dan kini tinggal Donghae dan Hyukjae.

Hyukjae yang biasanya sangat cerewet kini harus terdiam, coba bayangkan bila orang yang dulu disukai dan tidak pernah berjumpa. Kini harus menghadapi situasi yang luar biasa yaitu bertemu kembali dengan Donghae. Tapi karena diam itu membosankan Hyukjae memulai pembicaraan.

"ekhmm.. hm Donghae-ssi bagaimana kabarmu?" ujar Hyukjae.

"Berhenti seperti orang asing, hilangkan embel-embel ssi itu." Ucap Donghae Dingin.

"Mi-mianhae, tapi a—ku tidak -."

"Ckk.. " decak Donghae

"Donghae-ah, kabarmu bagaimana?." Donghae yang mendengarnya tersenyum simpul, nama yang dulu ia sebut ketika masih bersama.

"Aku tidak baik, selama kau meninggalkanku tanpa memberi kabar. itu sangat buruk kau tau!."

"M—maaf " Cicit Hyukjae

"Tapi sekarang sudah berubah setelah aku berjumpa lagi dengan mu, Hyukkie-ah." Donghae menarik pinggang ramping Hyukjae lalu memeluknya, melepas rindu. Hyukjae yang mendapat prilaku tersebut terpaku.

Berpelukan tidak terlalu lama, karena Hyukjae-lah yang menarik diri. Ini tidak benar ia tidak boleh terlena dikarenakan Donghae sudah menikah dan juga mempunyai anak, ia tidak mau merusak hubungan mereka. Batin Hyukjae-.

"Wae Hyukkie? apa kau tidak merindukanku?" tanya Donghae.

"ini salah Hae-ah, kau sudah mempunyai istri. Dan juga kita tidak boleh begini, maaf aku permisi."

"Tapi, tidak yang kau bayangkan. Aku dan Luna sudah- Yaak Lee Eunhyuk. " Donghae yang akan mengatakan hal yang penting terputus, dikarenakan Hyukjae sudah meninggalkannya.

[Hyukjae Pov]

Aku tidak boleh terlena dengan Donghae, dia sudah mempunyai istri. Aku tidak mau dianggap sebagai merebut suami orang.
Dan juga kenapa perasaan ini masih ada di sini –Hati-.

[Hyukjae Pov End]


Pemotretan untuk majalah dilakukan hari ini, para kru sibuk dengan pekerjaaannya. Zhoumi juga datang untuk melihat para bawahannya bekerja, Majalah edisi kali ini harus sukses, seperti edisi-edisi yang lainnya.

Kita lihat namja yang sebagai modelnya kali ini, ia sangat tampan dengan pakaian setelan jas berwarna putih. Pesonanya membuat para kru yeoja berteriak senang, Donghae yang mengetahuinya hanya tersenyum kepada mereka.

"Ckkk.. namja sok tampan. Dia membuat para kru tidak konsen dengan pekerjaannya." cibir Hyukjae. Apa Hyukjae mulai cemburu?

"Berhenti mengumpat Hyukkie-ah." Ujar Donghae

"Yaakk.. kau membuatku terkejut,bodoh. Bukankah kau disana bersama yeoja-yeoja genit itu"

"Aku sudah sedari tadi disini Hyukkie-ah, kau jangan cemburu ?" ucap Donghae, lalu ia menyetuh pipi berisi Hyukjae.

"Mwo! Tiidaak"

"yaa, Yaa.. aku tau itu kau cemburu. Rambutku sudah bagus belum"

"ckk.. apa kau tidak merapikannya diruang tatarias? Disana ada Katty, dia bertugas sebagai hairstyle disini" Ujar Hyukjae.

"dia sudah menata rambutku, tapi aku mau kau juga melihat rambutku. Apa ada yang kurang!"

"Baik-baik.. ini disini kurang rapi." Hyukjae menata sedikit rambut Donghae ada yang kurang, dan itu membuat kru yang lagi bekerja mengalihkan perhatian mereka kearah Donghae dan Hyukjae. Zhoumi yang melihatnya hanya tersenyum.

.

.

.

.

.

.

Seminggu setelah majalah tersebut beredar, perusahaan tersebut mendapatkan berbagai pujian. Dikarenakan Zhoumi berhasil mengaet Donghae sebagai model di sampul majalahnya, sebab beberapa dari Majalah yang berada diLondon tidak berhasil membujuk Donghae. Dan juga penjualan edisi kali ini sangat laku, sebagai rasa terimakasih Zhoumi ia mengadakan pesta dirumahnya. Pesta untuk para kru dan juga karyawan. Donghae juga diundang.

"Haii.. sweety sendirian ehm..?" Tanya namja tampan.

"ckk..kau lagi. Jangan dekat-dekat Lee Donghae." Ancam Hyukjae.

"Padahal aku ingin mengajakmu berkencan disini."

"Berhenti menganggu Hae-ah, cepat kau pergi dari sini. Aku tengah menunggu seseorang."

"Seseorang? Pacar-mu?" tanya Donghae

"Yaaa.. kau gila eum. mana mungkin aku berpacaran dengan istrinya Zhoumi-hyung itu namanya cari mati."

"oh begitu. Bagus deh, kalau kau belum mempunyai pacar. jadi aku bisa mendekatimu, baby."

"jangan memulai, Lee Donghae." Hyukjae yang merasa jengah dengan sikap gombalnya Donghae, memukul kepala Donghae.

"Hyukkie-hyung kenapa kau memukul-nya?" Tanya Si namja polos bernama Henry, ia adalah istri Zhoumi.

"Mwo! Heheh tidak aku hanya membersihkan sesuatu di rambutnya." Bohong Hyukjae. Hyukjae tau kalau Henry itu adalah namja polos yang Hyukjae temui. Mereka bersahabat ketika di universitas London dan sampai sekarang.

"Baby.. sakit kau memukul kepalaku terlalu kencang." rengek Donghae

"Hyukkie-hyung tidak boleh begitu eum.! Ahh maafkan Hyukkie hyung nde."

Hyukjae tidak mendengarkan Henry yang menyuruhnya meminta maaf kepada Donghae, ia malah menarik Henry menjauhi Donghae. Hyukjae menatap Donghae dengan pandangan mematikan –Menurut Hyukjae- dan itu adalah Hal terimut dimata Donghae. Donghae tertawa ketika matanya melihat raut wajah Hyukjae yang seolah berkata, Kali ini kau menang Hae-ah, tunggu pembalasan ku- .

"Bagaimana kau menyukai pestanya eum?" Tanya Zhoumi

"Hmm.. Lumayan Terimakasih sudah mengundangku, Zhoumi-ah!"

"Tapi kenapa kau terlihat lesu? Apa karena Eunhyuk?" Goda Zhoumi.

"iya begitulah. Dia terlalu cuek kepadaku." Ungkap Donghae

"Sudahlah jangan kau fikirkan, aku yakin Eunhyuk pasti ada rasa terhadapmu." Ujar Zhoumi

"eum kuharap begitu"

"hey.. come on jangan bersedih, kajja kita bergabung bersama yang lainnya." Ajak Zhoumi.

Acara makin meriah dikarenakan pesta ini tepat dilakukan dengan ulang tahun Istri Zhoumi –Henry- . Zhoumi sengaja membuat pesta ini sebagai kado ulangtahun spesial untuk Henry.

Hyukjae sangat menikmati pesta ini, ia merasa senang dan bahagia melihat Henry seperti sekarang, Henry sekarang selalu ceria tidak seperti dulu ketika mereka masih duduk dibangku Kuliah. Dulu Henry sangat pendiam dan tidak mau berdekatan dengan siapapun, itu disebabkan oleh Eomma tirinya yang tidak suka dengannya. Ia selalu disiksa dan kadang diperlakukan tidak baik, Henry memang berasal dari keluarga yang kaya. Tapi semenjak sang appa meninggalkannya untuk selama-lamanya, eomma tirinya mulai bertindak sesuka hati.

Awal mula Hyukjae mengenal Henry pada saat, Hyukjae menemukan Henry yang pingsan ditaman. Hyukjae merawat Henry sampai sembuh, ketika Henry sembuh ia menceritakan semuanya dan Hyukjae tau masalah yang Henry hadapi. Pada saat itu Hyukjae menyuruh Henry untuk tinggal bersama-nya.

Dan Ketika mereka lulus Henry sudah dibawa oleh calon suaminya, Hyukjae tidak tau siapa calon suami Henry. Henry hanya bilang ia tidak perlu cemas sebab namja yang akan bersanding dengannya adalah namja yang betanggung jawab dan bisa membahagiakannya, Dan itu terbukti ketika mereka berjumpa sekitar dua bulan yang lalu. Lalu sebulan kemudian Hyukjae berjumpa dan menjalin kerja sama bersama suami dari Henry –Zhoumi- dan dari situ Hyukjae tau ternyata Henry berkata benar ia hidup bahagia sekarang.

Hyukjae yang tengah asik melamun kini terganggu oleh namja tampan yang memperhatikannya sedari tadi.

"Jangan melamun." Donghae membuyarkan lamunan Hyukjae. Sungguh menyebalkan.

"Yaaa kau selalu saja mengangguku." Gerutu Hyukjae.

"Aku senang menganggu-mu. Kenapa sendirian tidak bergabung bersama yang lain?." tanya Donghae.

"Tidak, aku lebih senang sendirian seperti ini. Dan kau sendiri mengapa disini?."

"Hanya ingin bersama-mu saja, wae tidak boleh?."

"ckk.. sama saja, kalau aku melarangmu kau juga akan datang kesini dan menempel kepadaku." Jawab Hyukjae telak, dan itu membuat Donghae tertawa.

"mau minum bersama?." Tawar Donghae

"Maaf, aku tidak minum." Tolak Halus Hyukjae.

"Ternyata kau masih sama yang dulu."

"kalau kau mengetahuinya, mengapa kau menawarkan kepadaku?" jawab Hyukjae Ketus.

"Aku hanya mengetes saja. salah?"

"Lupakan."

"Hyukkie Handphonemu berbunyi." Peringat Donghae

"eoh!" Hyukjae mengangkat handphonenya, ternyata itu dari Sungmin. Sungmin menyuruhnya untuk pulang kemansion sebab kedua orangtuanya sudah kembali dari perjalanan bisnis kenegeri sakura-jepang- itu .

"yaa .. kau mau kemana?" tanya Donghae

"Aku ingin pulang, Aku pamit." Hyukjae beranjak dari situ dan langsung menghampiri Zhoumi dan Henry untuk meminta izin pamit. Donghae yang ditinggal sendirian hanya bisa menghela nafas panjang. Aku ditinggal lagi –batin Donghae-.

.

.

.

.

.

Setelah menjumpai ayah dan Ibunya dimansion, Hyukjae pamit untuk pulang sebab ia benar-benar letih dengan pekerjaan yang dia lakukan seminggu ini. Tapi biarpun lelah yang ia rasakan, Hyukjae senang menjalankan.

Hyukjae sudah berdiri didepan pintu Apatermen-nya, ia langsung masuk. Hyukjae ingin cepat-cepat berbaring diranjangnya yang empuk. Tapi sebelumnya ia harus membersihkan diri. kini mengganti pakaian piama bergambar monyet lucu. Sedari Hyukjae membersihkan diri sampai ia memakai baju piamanya ada seseorang yang memperhatikannya. Siapa dia?.

Greb...

"Si-siapa kau?" Ucap Hyukjae gugup, pasalnya ia tidak tau siapa yang memeluknya dari belakang sekarang.

"baby, aku merindukan mu~~~" Desah si namja yang dibelakang Hyukjae.

"Do-Donghae, lepas..."

"Tidak, aku tidak akan melepaskanmu. Kau milikku." ujar Donghae, lalu membalikkan tubuh Hyukjae supaya mereka bisa berhadapan.

"H-Hae, Kau ma—mabuk. Hikss lepas." Hyukjae mulai panik ketika Donghae tidak mau mendengar perintahnya. Ia takut terjadi hal yang tidak ia inginkan.

"Never..."

Donghae mendorong Hyukjae keranjang lalu menindihnya, Hyukjae mencoba melawan dengan cara mendorong Donghae. Tapi apa daya, kekuatan Donghae benar-benar kuat ia tidak bisa mengimbanginya. Padahal mereka sama-sama namja.

"hikss.. ku—mohon jangan lakukan itu Hae." Isak Hyukjae, tapi Donghae tidak memperdulikannya, Donghae benar-benar dikuasai oleh nafsunya. Donghae mulai mencium leher putih Hyukjae dan membuat tanda kemerahan. Sukses membuat Hyukjae mendesah.

"akhhmmm.. Hae jangan.. aakmmm."

Donghae terus membuat tanda merah disekitar leher putih Hyukjae, Donghae mulai berpindah kini dihadapannya adalah bibir merah merekah Hyukjae yang belum tersentuh siapapun. Donghae mengetahuinya, karena Hyukjae adalah tipe namja pemalu bila berhadapan dengan namja atau yeoja. Hanya dengan Donghae saja ia lebih terbuka dan menujukan sifatnya yang manja.

Kedua bibir itu bertemu, awalnya hanya bertautan saja. tapi lama-kelamaan Donghae mulai menyesap dan melumat bibir sexy Hyukjae. Hyukjae yang mendapat serangan dari Donghae hanya bisa diam, ia tidak tau cara membalasnya. Ia adalah namja polos yang belum pernah merasakan ciuman seintim ini, Donghae terus melumat sampai pasokan oksigen Hyukjae berkurang. Hyukjae membutuhkan oksigen, ia bukan seperti Donghae yang sudah mahir melakukannya.

Tautan mereka terlepas, menyisakan benang saliva yang tidak tau milik siapa. Hyukjae menghirup udara sebanyak-banyaknya. Hyukjae sekarang benar-benar sexy dimata Donghae dengan mata kecil Hyukjae terpenjam, pipi yang memerah dan jangan lupa bibirnya sudah membengkak akibat ulah nakal Donghae.

"kau sungguh sexy, sayang. Aku ingin melakukannya sekarang." Ucap Donghae telak.

"Kau—mau apphaaaahh..." Hyukjae ingin berteriak tapi bibirnya sudah benar-benar diambil alih oleh Donghae, dan hanya bisa terdengar desahan sexy Hyukjae. Itu sukses membuat selangkang Donghae megembung dibalik balutan celananya.

-T.B.C-


aaaa itu apaan yang diatas -_- , sumpah garing banget chapter ini! Maaf maaf T.T
dapet gak momen HaeHyuk-nya? :v

dan juga udah menjerumus ke ehm-ehmm noh ! Horeeeeeeee *nari - can you feel it* saya lagi mabok dengan itu dance, mamah cuteee dengan diikat rambutnya gitu ... dady haek bener" pinter milih istri :*

Ditunggu review-nya, kalau ada yang mau kasih saran saya terima kok, hitung2 buat pembelajaran kedepannya.
Terimkasih yang udah kasih saran dichapter kemaren, hihihi jadi dapat ilmu lagi deh ;)

Dan juga thanks buat yang udah kasih review,follow,favorite *kecup satu-satu*

dekdes . .1 . HAEHYUK IS REAL . Misshae d'cessevil . Haehyuk546 . abilhikmah . kakimulusheenim . mankhey .

'HAEHYUK'