Hai terima kasih sudah mau membaca dan mereview cerita ini—saya senang sekaliii XD Maaf saya update terlambat, jadi sebagai permintaan maaf saya buat dua drabble sekaligus. Semoga tidak mengecewakan dan selamat menikmati *bows*
.
Sang Kapten dan Bayangan
"Kumpulan drabble mengenai hubungan mereka"
By Rakshapurwa
Rate: T
Pair Nijimura x Mayuzumi
Warning: Shounen-ai, Kemungkinan OOC, dan AU NijiMayu!Kelas3SMA
Disclaimer: Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi
Masih ingin membaca?
Enjoy
.
Cemburu
.
Terkadang Mayuzumi merasa sebal ketika melihat Nijimura terlalu akrab dengan adik-adik kelasnya. Mayuzumi bilang dia tidak cemburu, hanya kesal—dan akan semakin kesal apabila Nijimura mengelus kepala mereka di hadapan Mayuzumi. Entah Nijimura yang tidak peka atau terlalu bodoh sampai tidak menyadari perubahan Mayuzumi kala itu. Yang jelas setelahnya Mayuzumi mogok bicara seharian, dan sukses membuat Nijimura kehabisan uang karena harus membelikan novel kesukaan Mayuzumi—agar dia mau memaafkannya.
Setelah kejadian itu—dan telah menyadari akar kekesalan Mayuzumi—Nijimura tak lagi menebar afeksi berlebih—apalagi kalau Mayuzumi mengawasi di belakangnya.
.
Terkadang Nijimura merasa cemburu, salahkan Mayuzumi yang terlalu fokus membaca hingga melupakan keberadaannya. Nijimura merasa kalah, daya tarik light novel tersebut lebih kuat darinya. Sudah berbagai cara ia lakukan—memanggil, mengusap kepala Mayuzumi, memeluk pinggang Mayuzumi—namun semua tak ada yang berhasil. Sang kekasih masih saja sibuk dengan novel di tangan.
Kalau sudah begini, Nijimura terpaksa menggunakan cara terakhir—meski tau Mayuzumi pasti akan memukulnya. Ya—hanya ciuman di bibir yang dapat mengembalikan perhatian Mayuzumi pada Nijimura—meski selajutnya sebuah jitakan mendarat di kepala Nijimura.
.
.
Chihiro
.
Ada kalanya teman-teman yang biasanya cuek, berubah menjadi kepo tak terkendali. Ya—seperti yang tengah Nijimura rasakan sekarang. Hanya karena tak sengaja meninggalkan handphone-nya dalam keadaan aplikasi pesan terbuka—mendadak semua temannya menggoda habis-habisan. Hanya karena melihat sebuah nama yang tertera di layar—Chihiro.
"Punya pacar tidak bilang-bilang—anak mana? Kelas berapa?"
Sudah setengah jam lebih Nijimura merasa seperti sedang diinterogasi. Semua temannya bertanya seakan mengorek informasi yang begitu penting—membuat Nijimura berulang kali mendengus sebal. Dia tampak tak ingin menjawab semua pertanyaan yang diberikan—tetap diam dan sibuk memainkan handphone-nya.
"Oi Nijimura, dia cantik tidak?"
Siapa? Mayuzumi? Ya—menurut Nijimura tentu saja Mayuzumi cantik. Apalagi saat melihat wajah yang biasa jutek tak tertolong itu tersenyum ramah—kalau Nijimura tidak kuat, bisa-bisa dia pingsan di tempat.
Nijimura memilih mengangguk pelan.
"Waaah terus—dia mulus tidak?"
Jawabnnya iya—lihat saja kulit Mayuzumi, begitu putih dan bening. Kulitnya juga sangat lembut saat disentuh—makanya Nijimura betah berlama-lama berpelukan dengan Mayuzumi.
Nijimura kembali mengangguk.
"Seksi?"
Tentu—Mayuzumi sangatlah seksi—terutama saat ia bermain basket, tubuh bermandikan keringat, dan rambut yang sedikit basah. Nijimura yang memikirkan hal iu sempat menelan ludah paksa. Tiba-tiba merasa agak haus.
"Iya, dia seksi."
Semua teman berteriak iri—bisa-bisanya Nijimura yang urakan, mendapakan kekasih sesempurna itu. Mereka jadi penasaran, sebenarnya Chihiro itu perempuan yang seperti apa. Sebentar—perempuan?
"Chihiro itu pasti perempuan yang aneh. Bisa-bisanya mau denganmu—"
"Hah? Perempuan? Dia itu—"
Belum sempat menjawab, sebuah suara sukses menghentikan. Tampak Mayuzumi—bahan pembicaraan sejak tadi—berdiri santai di depan pintu kelas. Menjemput Nijimura yang tadi janji pulang bersama. Pandangan mata lurus menatap Nijimura, mengisyaratkan agar Nijimura segera keluar kelas—Mayuzumi paling tidak suka menunggu lama-lama.
Di sisi lain, Nijimura tampak tersenyum seakan membalas pandangan itu. Menoleh hendak berpamitan dengan teman-temannya, sebuah ide malah muncul di otak—
"Tunggu aku Mayu—"
—Ide iseng yang pasti akan membuat semua temannya terkejut.
"—Chihiro."
Sungguh pengucapan nama kekasih yang penuh penekanan jelas.
.
.
Kebiasaan [Bonus Drabble]
.
Nijimura memiliki suatu kebiasaan. Entah ia menyadarinya atau tidak yang jelas Mayuzumi yang selalu merasakan imbasnya. Bukan hal berat dan tak terlalu merepotkan—terlebih kalau Mayuzumi sedang dalam mood yang baik, mungkin durasi saat melakukan kebiasaan itu akan berlangsung lebih lama dari biasanya. Dan meski terkadang sebal karena waktu berharganya terganggu—Mayuzumi tak pernah menolak. Mungkin karena iba?
Ya habis—kebiasaan itu hanya muncul saat Nijimura lelah. Seperti sekarang ini, ketika sedang asik membaca light novel di tangan, Mayuzumi malah dikagetkan dengan rengekan Nijimura yang menggerutu kecapekan. Mayuzumi tak terlalu peduli, meski Nijimura berjalan lunglai ke arahnya. Hingga jarak mereka sudah begitu dekat, novel di tangan baru ia letakkan—kemudian diam seakan menunggu sesuatu yang akan datang.
"Mayuzumi...biarkan aku mengisi energiku..."
Nijimura menjatuhkan diri, memeluk erat tubuh Mayuzumi—yang saat ini terlihat pasrah dan diam saja menerima. Mayuzumi terdengar mendesah sembari memperhatikan wajah Nijimura yang tengah terlelap. Perlahan pelukan sepihak terbalas, usapan lembut di kepala Nijimura membuatnya semakin terlelap.
"Jangan lama-lama Nijimura, aku bisa pegal..."
Mayuzumi kembali mendesah, meski kini senyuman kecil terhias di bibirnya. Kebiasaan Nijimura memang sempat menganggunya, tetapi berpelukan seperti ini lumayan hangat—Ya, tidak terlalu buruk.
.
Chap 3 Selesai~
.
Halo~ Saya mau menjawab beberapa pertanyaan di review.
Yang pertama: Kenapa saya update nya malam? Itu karena saya cuma punya kuota malam doang XD
Yang kedua: Kenapa mereka gak manggil nama kecil? Karena di antara mereka belum ada yang mau memulai lebih dulu ' ')/ Nanti akan ada drabble yang memulainya kok XD
Yang ketiga: Kenapa Mayuzumi terkesan tsundere? Saya suka kalau Mayuzumi tsun tapi sebenarnya saya gak bermaksud begitu XD Jadi begini berdasarkan asumsi saya, Mayuzumi kan jarang berinteraksi dengan orang lain—pasti dia belum pernah pacaran, apalagi pacaran dengan laki-laki /nak/ Jadi dia gak bakal sadar kalau dia cemburu atau ingin selalu bersama, dan perasaan2 jatuh cinta lainnya. Makanya sifatnya begitu :3
Sekian dari saya Rakshapurwa undur diri ' ')/
