Saat dirinya melewati sebuah taman, Baekhyun melihat sosok lelaki tinggi yang di kenalnya di seberang sana sedang mencium pipi seorang gadis cantik yang memiliki tinggi badan yang menurut Baekhyun lumayan tinggi untuk ukuran seorang gadis. Gadis itu lalu memasuki apartemen itu lalu sang lelaki menaiki mobilnya dan pergi begitu saja.

'setelah dengan kurang ajarnya kau merebut ciuman pertamaku, kau seenaknya sudah mencium gadis lain. Apa sebenarnya tujuanmu Park?'
Baekhyun meremas dada kirinya yang terasa sangat sesak. Baekhyun ingin menangis saat itu. Ia bingung dengan perasaan aneh yang tengah ia rasakan kini.

.

.

YUTA PRESENTS

FEELING ME? (CHANBAEK)

Cast : Park Chanyeol x Byun Baekhyun, Kim Jongin (Kai) x Do Kyungsoo and others

Disclaimer : Fanfic ini murni buatan Yuta, tanpa ada copas sedikit pun dari cerita manapun. Mohon maaf bila ada kesamaan, itu tidak disengaja. Fanfic ini hanya terinspirasi dari beberapa pengalaman Yuta selama ini/? #bapercoy xD
Para tokoh bukan punya siapa-siapa/? Yuta juga juga bukan punya siapa-siapa xD #abaikan

Warning : YAOI, LEMON, SHOUNEN-AI, BOYSLOVE, MATURE CONTENT, Typos, Yang ga suka sama yang berbau homo atau maho/? Mendingan pulang aja/? '-' Mungkin akan banyak NC di chapter-chapter yang akan datang. Yang minat silahkan di baca #kedip2

a/n : FanFic ini terinspirasi dari Lagu Davichi - Heaven. Kalian wajib dengerin ^^

.

.

kling~

From : Park Jelek
To : Me

Baek, nanti siang bisa kah kita bertemu?
aku ingin meminta maaf soal kejadian kemarin.
aku harap kau datang, aku menunggumu di gedung olahraga.

Ponsel Baekhyun berbunyi menandakan ada pesan masuk, yang ternyata adalah pesan dari Chanyeol.

'cih! tumben sekali dia bersikap baik padaku. Awas saja ya kau Park, aku tidak akan percaya dengan kata-katamu lagi'

.

.

"Chanyeol? sedang apa kau disini?"
gadis cantik yang bernama Irene itu duduk disamping Chanyeol.

"uhm, aku sedang menunggu seseorang"
Chanyeol tersenyum memaksakan. Irene dulu sebenarnya adalah kekasih Chanyeol, namun mereka putus karena Chanyeol dengan tidak sengaja memergoki Irene yang sedang berciuman dengan Jonghyun sunbae mereka. Semenjak saat itu Chanyeol langsung memutuskan hubungan mereka dan tidak bertegur sapa lagi sampai sekarang.

"ohh.. bolehkah aku menemanimu?" Irene dengan tiba-tiba langsung bersandar dibahu bidang Chanyeol. Chanyeol langsung tersentak namun sebelum dia sempat menghindar, tangan Irene telah mencekal pergerakan Chanyeol sehingga Chanyeol tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah(?).

"a-apa yang k-kau lakukan?" tanya Chanyeol agak sedikit risih.

BRAK!

Keduanya sontak melihat ke arah suara itu yang di ketahui adalah Baekhyun yang sedang membanting pintu gedung olahraga dengan tatapan yang sulit diartikan.

"jadi kau menyuruhku datang kesini hanya untuk melihat kalian bermesraan? beginikah caramu meminta maaf Chan? kau sungguh baik"
ucap Baekhyun sangat sinis dan akhirnya Baekhyun memutuskan untuk meninggalkan Chanyeol -bersama Irene- disana.

"Baek! tunggu! a-aku.. arghhh!" Chanyeol langsung mengejar Baekhyun tanpa menghiraukan Irene sendirian disana.

'apa kau tidak ingin kita seperti dulu lagi Chan? aku menyesal, sungguh aku masih mencintaimu Park Chanyeol' Irene terisak seorang diri.

.
.

"Hey! apa kau tuli? aku menyuruhmu untuk berhenti Baek!" Chanyeol akhirnya sudah pada tingkat akhir kesabarannya. Dengan sekuat tenaga Chanyeol menarik pergelangan tangan Baekhyun dan menahan kedua bahu Baekhyun pada dinding lorong sekolah yang sudah sepi.

"Baek, dengarkan aku dulu, kau tidak boleh menyimpulkan begitu saja. Aku dan Irene sudah tidak ada hubungan apa-apa, percayalah padaku" ucap Chanyeol memelas sambil menatap mata Baekhyun yang sepertinya ingin menangis.

"lalu apa urusannya denganku? lakukanlah sesukamu Chanyeol. Semuanya tidak ada hubungannya denganku!"
Baekhyun berusaha menahan airmatanya agak tidak terjatuh, tubuhnya bergetar menahan emosi.

"jelas ini ada hubungannya dengan mu Baek, karena aku mencintaimu.."

DEG!

"t-tapi Chan- mmpphh"

Chanyeol langsung membungkam bibir Baekhyun begitu saja, Chanyeol tidak ingin mendengar apapun yang keluar dari mulut Baekhyun. Bibir Chanyeol menekan permukaan bibir Baekhyun yang lembut, dan Chanyeol mulai memejamkankan matanya menikmati ciuman yang terkesan tidak memaksa itu. Chanyeol hanya menempelkan bibir itu saja, dan Chanyeol sangat bahagia karena menyadari tidak ada penolakan sama sekali dari Baekhyun seperti kemarin. Sebenarnya Baekhyun ingin menolak, tapi tubuhnya tidak bisa diajak bekerjasama. Otaknya seakan lumpuh hanya karena bibir tebal seorang Park Chanyeol. Tangan Chanyeol yang tadi menekan bahu Baekhyun kini beralih menggenggam jemari lentik Baekhyun dengan lembut juga. Dan itu yang membuat Baekhyun sangat nyaman, perasaannya menghangat dan ikut memejamkan matanya juga. Perasaan menggelitik dan juga menyenangkan yang kini mereka rasakan.

Sekitar 2 menit lamanya mereka berciuman dan akhirnya tautan itupun terlepas. Chanyeol menyingkap poni Baekhyun dan ia mengecup singkat dahi Baekhyun. Ia mengangkat tangan kiri Baekhyun dan menempelkannya di dada kirinya lalu menatap dalam mata cokelat Baekhyun. Baekhyun pun balik menatap sepasang onyx tajam milik Chanyeol.

"kau bisa merasakannya Baek? jantung ini berdegup kencang hanya saat bersamamu saja. Aku rasa aku benar-benar mencintaimu Baek"
Saat Chanyeol ingin mencium bibir Baekhyun lagi, Baekhyun terlebih dulu mengalungkan tangannya pada leher Chanyeol dan berjinjit(?) lalu dengan wajah yang sudah semerah tomat Baekhyun memberanikan diri mencium bibir Chanyeol dan sedikit menyesapnya. Chanyeol tersenyum dalam ciuman itu dan memeluk pinggang ramping Baekhyun. Walaupun Chanyeol tahu Baekhyun belum bisa menjawab semua perasaan Chanyeol padanya, tapi Chanyeol akan berusaha mendapatkan pria mungil itu lambat laun.

Tanpa Chanyeol dan Baekhyun sadari, ada seseorang yang mengamati mereka dari balik tangga yang terletak tidak jauh dari tempat mereka.

'hiks, aku tidak peduli jika Chanyeol mencintai lelaki itu dan mereka saling mencintai. Aku akan tetap merebut Chanyeol kembali kedalam pelukanku lagi. Bagaimanapun caranya akan aku lakukan'

.

.

"besok ulang tahunku, aku mengundangmu untuk datang ke acara yang diadakan dirumahku. Aku harap kau datang" Irene meletakkan undangan yang berwarna pink di atas meja Chanyeol.

"baiklah aku akan datang" singkat Chanyeol sambil memegang undangan itu.

"hey, apa aku dan Kyungsoo tidak diundang?" Kai bersama kekasihnya tiba-tiba datang.

"ah ne, kalian juga diundang, datanglah. Ah maaf, aku harus segera pergi" setelah menampilkan senyumnya Irene pergi meninggalkan mereka bertiga.

"apa kau sedang mengalami yang namanya 'cinta lama bersemi kembali' yeol?" tanya Kai sambil duduk di sebelah Chanyeol, sedangkan Kyungsoo masih berdiri.

"apa yang kau bicarakan kkamjong? aku tidak mengerti maksudmu" acuh Chanyeol.

"ya Kai benar, sepertinya Irene masih mengharapkan cintamu yeol" Kyungsoo menambahkan.

"aku tidak ingin dan tidak akan mau kembali padanya asal kalian tau, aku sudah mencintai seseorang melebihi apapun"

Kai dan Kyungsoo saling tatap, "apa kau sudah menyatakan cintamu pada Baekhyun yeol?" Kyungsoo membulatkan matanya yang sudah bulat itu karena penasaran.

"yaa sepertinya iya, aku sudah menyatakannya kemarin sepulang sekolah. Tapi Baekhyun belum menjawabnya" ucap Chanyeol lesu.

"kau harus bersabar menunggu jawaban Baekhyun yeol, kau jangan terlalu memaksakannya. Yaa walaupun aku tau kau sungguh tidak sabar untuk menikmati tubuhnya seperti waktu aku menunggu jawaban Baby Soo dulu kkkk~"

pletakk!

"jaga bicaramu Tuan Kim Mesum!" Kyungsoo memberikan ciuman kasih sayang di kepala Kai dengan kepalan tangannya yang membuat Kai sedikit meringis.

"aku hanya bercanda sayang :* :* mumumu" Kai memonyong-monyongkan(?) bibirnya yang sudah monyong itu kearah Kyungsoo.

Kyungsoo merajuk dan memanyunkan 'heart shapes lips' nya lucu. Chanyeol hanya tertawa menyaksikan sepasang sahabatnya itu.

"sudahlah, kalian membuatku iri. Aku masih punya janji untuk mentraktir kalian, ayo ke kantin"

.

.

Di sebuah rumah yang tidak bisa di bilang kecil itu terlihat sangat ramai dengan sejumlah anak muda yang ternyata sedang berpesta merayakan ulang tahun teman sekolahnya itu. Irene terlihat sangat cantik dan anggun dengan gaun berwarna ungu lembut selutut. Rambutnya yang panjang di biarkan terurai begitu saja menambah kesan yang seksi namun menggemaskan. Irene didampingi sang kakak pada saat itu sampai Irene melihat Chanyeol datang bersama kedua temannya -Kai dan Kyungsoo- dan juga...

Baekhyun?

'hell aku tidak mengundangnya tapi kenapa pria sok cantik perusak hubungan orang itu datang? cihh'

Irene langsung bergelayut pada lengan sang kakak dan memanyunkan bibirnya seperti orang merajuk.

"oppa~ apa kau mau membantu adikmu yang manis ini? :3 " manja Irene kepada kakaknya yang bernama Kris.

"membantu apa? bukankah aku sudah membantu semuanya?" tanya Kris bingung.

"ck! aku tau orientasi seks mu itu sedikit bermasalah, mau kah kau menemani lelaki itu mengobrol sebentar oppa? lalu bawa dia ke kamarku setelah kau aku kirimi pesan. Jika kau tidak mau, aku akan membongkar rahasiamu ke Appa dan Umma" Irene menunjuk kearah Baekhyun sambil sedikit mengancam kakaknya.

"ancaman macam apa itu? tapi baiklah, hanya membawa lelaki itu kekamarmu kan? dan kau harus berjanji jangan memberitahu Appa dan Umma tentang kekasihku Tao"

"ne yaksok!" mantap Irene.

.

.

"Chanyeol, aku dan Kyungsoo ingin jalan-jalan dulu. Tidak apa-apa kan?" ucap Kai pada Chanyeol.

"hm. Lagi pula aku bersama Baekhyun" Chanyeol tersenyum ke arah Baekhyun dan Baekhyun langsung merona saat melihat senyuman tampan sekaligus mematikan(?) dari Chanyeol itu.

"haha baikhlah, kalau nanti kalian tidak menemukan kami, pulanglah saja duluan, jangan menunggu kami" Kai menampilkan smirknya pada Chanyeol dan Baekhyun tanpa diketahui oleh Kyungsoo.

"baiklah"

"bye"

Drrrtttt Drrtttt~

Tiba-tiba ponsel Chanyeol bergetar, Chanyeol memberikan kode pada Baekhyun untuk menunggunya disini sementara Chanyeol mengangkat teleponnya agak jauh dari tempat Baekhyun berada.

"huft" Baekhyun mendesah kecewa ditinggal sendirian.

PUK

"hey manis, sedang sendirian? boleh aku temani?" sapaan Kris sontak membuat Baekhyun sedikit terlonjak.

"hu'um" Baekhyun mengangguk lemah

"bagaimana kalau kita duduk dulu" Kris mengajak Baekhyun duduk di bangku yang tidak jauh dari posisi mereka.

Baekhyun hanya bisa menuruti Kris toh Kris hanya mengajak Baekhyun duduk kan, apa yang perlu ditakutkan?

"minumlah dulu, jangan terlalu tegang haha" Kris memberikan Baekhyun soda dan sedikit gurauan agar tidak terlalu canggung. Baekhyun menerimanya dan minum satu teguk.

"by the way tadi aku melihat kau bersama lelaki tinggi itu, apa dia kekasihmu?" Kris memulai pembicaraan.

"bukan eh iya, eh bukan.. aish bagaimana menjelaskannya ya?" Baekhyun menggaruk-garuk kepalanya. Kris mengernyitkan dahinya. Tak lama kemudian Kris tertawa melihat tingkah lucu Baekhyun barusan.

"kenapa tertawa? apa ada yang lucu?" Baekhyun bingung.

"kau. Kau yang lucu, sangat lucu haha Bagaimana kau bisa berbicara seperti itu? tinggal jawab saja dia kekasihmu atau bukan kan?"

"sebenarnya dia telah menyatakan cintanya padaku, tapi aku belum memberikan jawaban padanya.." Baekhyun menunduk merasa bersalah telah menggantungkan perasaan Chanyeol.

"sepertinya dia lelaki yang baik, kenapa kau belum menerimanya?" lanjut Kris

"anu.. belum ada waktu yang tepat saja untuk membicarakan ini lagi" Kris menganggukan kepala mengerti atas jawaban Baekhyun.

.

.

Mereka sudah saling akrab dan tidak terasa mereka mengobrol sudah hampir satu jam tapi Chanyeol belum juga kembali. Baekhyun mulai khawatir.

"kenapa Chanyeol lama sekali?" Baekhyun panik.

"oh jadi namanya Chanyeol. Mau aku temani untuk mencarinya Baek?" tawar Kris setelah menerima sebuah pesan singkat dari sang adik. Tentunya Kirs mengecek pesan itu tanpa diketahui oleh lelaki mungil itu.

"apa tidak merepotkan? kau sudah terlalu baik Kris"

"tidak masalah" Kris tersenyum.

.

.

"yeoboseyo?"

"Chanh~ tolong aku"

"Irene kau kenapa?" Chanyeol mulai panik

"t-tolong a-akuh" rintih Irene diseberang sana

"katakan kau sedang berada dimana aku akan segera kesana"

"a-aku dikamarkuh di-di lantai satu yeol, cepatlah kemari a-aku membutuhkanmuh~"

Tanpa menunggu lama lagi Chanyeol segera berlari memasuki rumah Irene dan menemukan kamar yang Irene maksud, Chanyeol segera menuju kesana dan membuka kenop pintu tersebut. Keadaan kamar sangat gelap sekali dan Chanyeol memberanikan diri untuk memasukinya karena ia mendengar suara rintihan Irene disana.

"irene, kau-"

CLEK

Lampu kamar menjadi terang dan Chanyeol sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. Irene berdiri disana dengan tegap sangat bertolak belakang dengan suara rintihannya di telepon barusan. Dalam kejapan mata Irene langsung menghambur kepelukan Chanyeol. Dan tanpa Chanyeol sadari Irene mengunci pintu itu. Irene memeluk tubuh tinggi Chanyeol sangat erat dan membawa Chanyeol untuk berbaring dikasurnya. Chanyeol hendak berontak namun Irene meletakkan telunjuknya dibibir Chanyeol agar Chanyeol tidak bergerak.

"aku tau kau masih mencintaiku yeol, buktinya kau masih peduli padaku hm?" Irene menindih tubuh Chanyeol

"hentikan Irene! sial! kau menipuku!" Chanyeol mendorong tubuh Irene dan Irene tersungkur membuat dandanannya berantakan. Chanyeol berlari menuju pintu namun naas pintunya terkunci.

"hahaha buka saja jika kau bisa yeol" Irene tertawa seperti orang psycho dan ia mulai berjalan kearah Chanyeol.

"JANGAN MENDEKAT ATAU AKU AKAN BERBUAT KASAR!" bentak Chanyeol.

.

.

Kris yang sudah tau rencana gila adiknya itu hanya tinggal berakting menuruti skenario sang adik -tentunya semua ia lakukan karena ia sangat mencintai kekasihnya yang bernama Tao itu-. Ia membawa Baekhyun ke kamar Irene pada saat yang tepat. Baekhyun hanya membuntuti Kris dengan perasaan yang tidak enak. Sesampainya mereka disana Baekhyun mendengar suara keributan samar-samar.

"... ATAU AKU AKAN BERBUAT KASAR!"

DEG!

'i-itu suara Chanyeol?'

Baekhyun semakin keringat dingin mendengar suara Chanyeol.

BRAKK!

Kris mendobrak pintu itu kasar dan nampaklah Chanyeol seperti sedang menahan tangan Irene dan Irene dengan sengaja menampilkan ekspresi kesakitan dan ia mulai menangis sesunggukkan. Irene yang melihat disana ada Baekhyun langsung menyunggingkan smirk tipisnya dan akting dimulai.

"ouhh! Chan! jangan lakukan ini padaku hiks aku tau aku pernah berbuat kesalahan padamu, maafkan aku, jangan lakukan ini Chan hiks" sungguh bagus sekali aktingmu Irene.

Chanyeol yang terkejut dengan kedatangan Baekhyun langsung menepis tangan Irene. Air mata sudah membanjiri wajah mulus Baekhyun, Baekhyun langsung berlari sekuat tenaga menjauh dari tempat itu.

"dasar kau wanita jalang!" setelah berkata seperti itu pada Irene, Chanyeol langsung berlari mengejar Baekhyun tanpa memperdulikan Kris yang juga berada disana.

"cih! aku sangat puas melihat mereka hancur, hahaha" Irene tertawa lagi.

"tugasku sudah selesai. Anggap saja aku tidak mengenalmu Irene. Dan tepati janji mu.." ujar Kris sebelum meninggalkan tempat itu.

.

.

TBC!

Hohoho~ ada yang bisa nebak siapa perempuan yang dicium Chanyeol itu? Apakah perempuan itu cabe-cabean Chanyeol? O_O #astagaa
Liat aja jawabannya di Chapt selanjutnya.

Thanks for all support!

Terutama yang sudah Review, Follow apalagi Favorit hehe :D

Terima kasih banyak!