spoiler spoiler spoiler buat FMA chapter 69 – later ehm..not really sih, soalnya aku mengubah beberapa poinnya..hehehe

­3. Something out of the ordinary


A warrior of the light always does something out of the ordinary. He may dance in the street as he walks to work. Or look into the eyes of a stranger and speak of love at first sight. From time to time, a warrior puts forward an idea which may sound ridiculous, but which he believes in.


The warriors of the light allow themselves such days.


He is not afraid to weep over old grievances, or to marvel at new discoveries. When he feels the time is right, he leaves everything behind and goes after the dream he has longed for.

When he understands that he is at the limits of his resistance, he withdraws from the combat, without blaming himself for having committed one or two unexpected reckless acts.


A warrior does not spend his days trying to act out the part that others have chosen for him.

---

Siapa pernah kata Roy Mustang dapat diprediksi cara berpikirnya ?

Seribu satu kuntum bunga yang dihadiahkan pada Hawkeye tanpa ada hujan badai atau langit cerah atau apa pun itu sudah menjadikan saksi bisu untuknya.

Siapa yang juga pernah terbayang bahwa seorang pahlawan perang yang penuh dengan determinasi jugalah sama dengan lelaki yang terkadang ditendang keluar dari bar karena membuat kericuhan hanya karena masalah (dituduh) merebut wanita bersuami ?

Terkadang orang akan berdecak dalam kagum, juga sinis.

Dia terlalu santai menghadapi hidup, beberapa mengakusasi.

Dia tidak pantas menjadi figuran contoh bagi generasi Amestris selanjutnya – tidak dapat dicatat dalam buku sejarah, pengrusak generasi, lainnya menuding tajam.

Di antara semua olokan-olokan rumor tajam itu, tidak satu pun yang diambil serius oleh dirinya. Toh, dia sudah pernah merasakan tudingan yang lebih tajam dari semua itu – ditolaknya pengakuan dara pertamanya.

Pertama kali dia bertemu dengan letnannya yang sekarang, dengan beraninya dia menggenggam tangannya dan berkata, "Ka..kamu cantik sekali. Jadi pacarku ?"

Dan tentunya yang selanjutnya sudah dapat ditebak, paku tajam yang dipalu ke dalam hatinya, menembus tulang hingga daging ke belakang. Hingga saat paku tersebut dicabut pun, lubang besar bekas peninggalannya itu akan tetap tercamkan jauh dalam hatinya.

Kadang kala, memang, dia lepas control dan menjadi lupa akan limitasi kemampuannya, namun hal tersebut bukanlah sebuah kecerobohan semata tak beralasan. Kepercayaannya pada bawahan-bawahannya, bahwa mereka tidak akan membiarkannya bertindak bodoh itulah yang membuatnya seolah-olah dikata 'ceroboh', 'terlalu percaya diri', 'tidak dapat membaca situasi' di mata dunia pemirsa.

Karena dialah termasuk satu berbeda diantara seribu spesies sejenisnya.

(sedangkan sang letnannya itu ialah satu dari seziliun lainnya…)

--