Chapter III mohon di review, Arigato!

Bleach created by Tite Kubo

Chapter III

"i..i love you?"

Paulownia Plaza Mall – theater

Pukul 16.10

Rukia POV

Sial aku kedinginan, mana suasana disini mencengkram, kira kira berapa lama aku bisa bertahan disini?.

"Hasyiim.." tiba tiba aku bersin, siaal aku sangat kedinginan.

"Rukia? Kau kedinginan ya?" tanya Ichigo kepadaku.

"Aah t..tidak kok!" Jujur aku kaget saat Ichigo menanyakan itu, jadi aku langsung membuang mukaku.

"Jangan bohong, ini pakai jaketku saja!" kata Ichigo sambil melempar jaketnya kepadaku.

"Ah arigato! Tapi bagaimana denganmu Ichigo?" tanyaku.

"bodoh aku ini laki laki, jadi aku kuat!" jawab Ichigo.

"B..baiklah" dan saat kupakai jaketnya, sangat tercium bau khas Ichigo, sangat wangi apa mungkin ia memakai parfum ya?. Lumayan hangat untuk menghangatkan tubuh.

Dan yap dari belakang lagi aku mendengar suara Momo dan Tatsuki.

"Ehem"

Entah suara siapa itu aku tidak mau menengok kebelakang. Dan sekarang aku sangat merasa tegang, karena mungkin sebentar lagi ada adegan mengagetkan.

"KYAAA.." teriakku bersama penonton lain.

Setelah itu berakhir aku menarik panjang nafasku dan..

Deg!

Tanganku ternyata menggenggam Ichigo dari tadi, aku sama sekali tidak sadar. Dan itu membuatku malu, hampir saja aku mau melepas tanganku, Ichigo sudah berkomentar.

"Oi sakit!" ringis Ichigo

"Ah m..maaf, itu hanya reflek kok" segera aku melepas tanganku

"Segitu takutkah kau midget? Awas loh! pasti nanti mimpimu buruk!" kata Ichigo

"Hei jangan begitu dong! Kan aku sudah minta maaf!" jawabku padanya.

"Iya iya!" akhirnya ia mengalah juga hoho.

Dan ada lagi lagi saat aku ingin mengambil popcorn yang kudapatkan malahan tangan Ichigo yang sedang mencari popcorn sama denganku. Yap disaat itu juga aku benar benar hilang kendali, entah apa yang kurasakan.

"Ah maaf, sepertinya kita kehabisan popcorn" jawab Ichigo.

"I..iya" kataku sambil menundukan kepalaku, jujur aku masih malu.

"Yasudah aku belikan ya!" jawab Ichigo

Saat Ichigo mencoba berdiri entah aku reflek memegang tanggannya sambil menghadapkan mukaku ke hadapannya. Aku sepertinya kehabisan kata kata.

"Ah.. mm..maaf, te..tetaplah disini!" jawabku sambil mencengkram tangan Ichigo.

"Baiklah.. kalau itu maumu.." jawab Ichigo sambil tersenyum manis.

Waaa jantungku serasa mau meledak, sejak kapan Ichigo menjadi manis terhadapku. Dan mungkin saat film berlanjut aku masih menggenggam tangan Ichigo dan itu terasa hangat..

End Rukia POV

Ichigo POV

Kok suara Renji dan yang lain tidak terdengar, coba kutengok.. Ah ternyata mereka sedang tegang, sampai sampai Ishida yang dingin itu sampai tegang begitu. Tapi masih ada yang menjanggal dipikiranku semenjak Rukia memegang tanganku.. saat aku ingin membeli popcorn, ia menjadi gemetar begitu, apa mungkin dia ketakutan pada filmnya sehingga tidak ingin aku pergi? Haah dasar cebol.. Eh? Tanganku masih dipegangnya ternyata.

"Err Rukia?.. Tanganmu—" Saat aku menengoknya ternyata ia tertidur lelap dipundakku.

'Sejak kaapaan?! Aku tidak merasakannya!.' berkata dalam hatiku sendiri

Kalau dilihat lihat ternyata saat ia tertidur pulas juga, seperti tidak ada kehidupan. Tenang, sunyi, damai.. dan hangat. Aah sudahlah apa sih yang kupikirkan, mungkin dia mengantuk karena kecapekan.

Tanpa kusadari ternyata filmnya sudah selesai, dan sekarang mungkin sebentar lagi mereka akan…

"Jadi dari setadi kalian seperti itu yaa? Haha ketauan kan!" Kata Momo-san

"Sepertinya Rukia senang tuh, sampai tertidur pulas" Lanjut Hitsugaya-kun

"Hm" sampai sampai Ishida tersenyum seperti itu, sial-_-.

"Sudahlaah ayo kita pulang, mungkin dia kelelahan" jawabku.

Saat aku ingin membangunkannya aku merasa bahwa tubuhnya panas, lalu aku segera memegang leher dan dahinya untuk merasakan panasnya.

"Ah dia panas!" kataku

"Mungkin karena ia kedinginan" jawab Renji

"Aku segera membawa Rukia pulang!, kalian! jika ingin makan malam lanjutkan saja tanpa kami!" kataku sambil menggendong rukia tepat dibelakang punggunggku, lalu aku langsung lari dan tidak memikirkan bahwa kami sedang dilihat oleh banyak orang

End Ichigo POV

Normal POV

"Sepertinya Ichigo berbeda dengan biasanya ya.. Dia sepertinya sangat mengkhawatirkan Rukia" kata Inoue.

"Tentu saja mereka kan sangat dekat sejak kecil, tapi aku khawatir dengan Rukia juga, sepertinya ia kelelahan" jawab Momo

"Hem semoga dia segera sembuh" kata Hitsugaya.

End Normal POV

Ichigo POV

Siaaal bisnya tidak muncul muncul, apa aku jalan saja, tapi bisa memerlukan beberapa menit. Sudahlah yang penting Rukia segera sampai rumah!.

Setelah beberapa menit kemudian..

"hosh..hosh, Sial.. kuatkan dirimu Ichigo! hampir sampai!" kataku sambil berjalan cepat.

"Ah akhirnya!" akhirnya aku sampai dirumah Rukia yang bersebelahan dengan rumahku, lalu aku segera mengetuk pintu rumah Rukia.

End Ichigo POV

Rumah Rukia

Pukul 07.10

Rukia POV

"Hoaaam.. eh dimana aku?" aku melihat sekeliling ku ternyata di tempat tidurku.

"Bukannya aku di.. Si..siapa yang membawaku kemari?!" kali ini aku berbicara dengan nada keras, lalu tiba tiba ada seseorang yang membuka pintu kamarku.

"Ah! Kau sudah bangun Rukia, nii-sama sangat khawatir, kemarin kau sakit panas kata Ichigo, dan sampai sampai Ichigo rela menggendongmu dari Paulownia Mall loh, dengan jalan kaki! Bayangkan, kau seharusnya beruntung mendapat pacar sebaik Ichi—"

"Stoooopp, bisaakah nee-chan berhenti berbicara?, lalu teman teman yang lain?"

"Ah katanya mereka terpaksa sudah memesan restaurant jadi mereka makan, sedangkan Ichigo harus mengantarmu, karena suhu badanmu panas sekali!, Ichigo sangat khawatir sepertinya karena dia sangat cerewet bertanya keadaanmu!"

Lalu nee-chan bercerita tentang tadi malam..

FLASHBACK

Normal POV

'tok..tok'

"Iya tunggu sebentar.. Ah Ichigo ada ap—"

"Rukia, Rukia badannya panas Kuchiki-san!" jawab Ichigo dengan buru buru

"Ceritakan lebih lengkapnya didalam Ichigo, mari masuk." Hisana menyilahkan Ichigo masuk dan membawa Rukia kembali kekamarnya dan mengompresnya.

"Ah.. Bagaimana Rukia?!"

"Tenang Ichigo, sepertinya ia sudah tidak apa apa, suhu badannya sudah normal kok, lalu teman yang lain dimana?." Tanya Hisana

"Jadi begini tadi saat kami selesai menonton, aku merasa tubuh Rukia panas lalu saat aku mengecek badannya benar benar panas sepertinya dia kedinginan. Lalu teman yang lain sudah terlanjur memesan meja di restaurant jadi supaya tidak merepotkan mereka aku membawa Rukia pulang." Jelas Ichigo

"Ah lalu.. kau kesini naik apa?"

"Jalan kaki.."

"Looh kan jarak mall itu jauh bisa sampai setengah jam."

"Habis aku telah menunggu bis, tetapi tidak kunjung datang akhirnya kuputuskan untuk jalan kaki saja, karena Rukia badannya sudah sangat panas Kuchiki-san"

"Kalau begitu terima kasih banyak Ichigo, kau sangat membantu Rukia dan melindungi Rukia sejak kalian berteman dari kecil" jawab Hisana

"Ah iya sama sama, Rukia juga kok. Kuchiki-san aku pulang dulu ya, tolong titipkan salam pada Rukia jika ia sudah bangun"

"Ah iya"

End Flashback

Rukia POV

"Oh.. jadi begitu.." jawabku sambil menundukkan kepala, aku tidak percaya ternyata Ichigo sampai segitunya..

"Oh ya ngomong ngomong jaket yang kau pakai punya Ichigo kan? Ada nama labelnya Ichigo.."

"Ah..i..iya"

"Ada apa? Kau malu ya haha, yasudah tolong antarkan ya kerumah Ichigo!" jawab nee-chan kepadaku.

"A..apa tidak kok, baiklah."

Lalu aku segera menuju rumah Ichigo dan mengetuk pintunya.

'tok..tok..tok'

Dan munculah adik Ichigo yaitu Yuzu

"Ahh Rukia-chaan silahkan masuk, mencari Ichi-nii kan?" tanya Yuzu

"I..iya apa Ichigo ada?" tanyaku

"Tentu saja kak!, sepertinya kemarin Ichigo habis pergi jauh, karena sampai rumah ia langsung pingsan dan kakinya luka luka, tapi sekarang sudah tidak apa hehee" jelas Yuzu

"Ah baguslah.." saat mendengar itu aku sangat berasa bersalah.. lalu aku langsung masuk kedalam rumah Ichigo.

"Loh Rukia-chan! Apa kabar? Kalau mencari Ichigo silahkan masuk ke kamarnya saja" jawab Karin, adik Ichigo yang pertama yang paling tomboy, yaah bisa dibilang seperti Tatsuki-san

"Aku baik, tidak usah, aku hanya menitipkan ini kok!" jawabku

"Ayoo tidak usah malu maluu Rukia-chaan" kata Yuzu sambil mendorongku

"Baiklah.."

Lalu aku segera memasuki kamar Ichigo tanpa mengetuk"

"Ah Rukia! Bagaimana keadaanmu?" tanya Ichigo

"A..aku.. tidak apa apa.. ini jaketmu.." jawabku pelan..

"Oh iya hehee.. terima kasih midget" jawab Ichigo

Kali ini aku mulai serius.. aku tidak sanggup menahannya..

"Ichigo… kau bodoh.. kenapa kau tidak bangunkan aku dan membiarkanku pulang sendiri hah?! Gara gara itu kau sampai pingsan tau! Aku sudah tau dari Yuzu! Cobalah pikirkan dirimu sendiri! Ba..baka!" jawabku sambil memukul dada Ichigo.. tanpa kusadari air mataku telah menetes..

"Maaf Rukia.. aku hanya mencemaskanmu… Heh dasar bodoh bagaimana aku bisa meninggalkanmu sendirian?!, Entahlah Rukia aku hanya tidak mau apa apa terjadi padamu.." jawab Ichigo

Deg!

Saat mendengar itu aku merasa wajahku memerah dan bercampur aduk. Aku sama sekali tidak tau.. tapi.. kali ini aku tau..

"Sudah selesai kan midget penjelasanku?" jawab Ichigo sambil mengusap rambutku

Awalnya aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya..

"Apa apaan kau Ichigo tetap saja dasar jeruk jelek!" ejekku.

Bertanya tanya.. apa ini?..

"Biarin week! Cebol!" ejek Ichigo

Merasa tenang.. sunyi.. nyaman.. apa ini?..

"Aku tidak maafkan nih!" sambil memeletkan lidahku.

Akhirnya aku tau..

"Hei hei baiklah maaf hehe" sambil tersenyum dengan menyeringai menunjukkan gigi giginya, dan lagi lagi wajahku memerah..

Ya rasanya aku tidak percaya tetapi..

"Baiklah! kalau begitu, kau harus jadi budakku dulu!" jawabku

"Tidak mau!" jawab Ichigo.

Kau tau Ichigo?..

"Yasudah deh! Aku ingin es krim strawberry!" kataku

Kau adalah..

"Hmm baiklah!" jawab Ichigo..

Cinta pertamaku..

End Chapter III

I..I love you?

Haha selesai juga! Tenang its not the end kok, sebenarnya pas Rukia tau perasaan nya kepada Ichigo itu saya ambil dari pengalaman saya hehe X3 jadi jika tidak bagus maaf! Mohon review untuk komentar, saran, dan kesalahan dalam penulisan! Itu sangat membantu :3~ wait for chapter IV~