#Tittle:: My Cousin Is My Best Partner -Chapter 3-
Kim JongIn
Do KyungSoo
Yang berharap Kyung jadi anak manis di ff ni silahkan mundur dengan perlahan. Karna ini akan membuat anda mengalami kekecewaan yang mendalam #plakkkk bhsa gueee g nahan euyy!#
Mau promo nihh sebelumnya silahkan baca FF ku di FFn juga kokk.. -UNCOMMITED (KaiSoo)- & -Because Of Our Rings (KaiSoo)-
Gomawoo~~
Ada Note dibawah sekalian dibaca ok.
Do KyungHee present
Chapter 3
"Mwooo? Apa aku tidak salah dengan perkataanmu Do KyungSoo?!" Kai terkejut dengan permintaan Kyungsoo.
"bukankah kau yang selalu menolak ajakanku untuk sex disekolah?! Apakah kau benar benar menikmati permainanku humm?"Kai menggoda Kyungsoo dengan kalimat dan wajahnya yang ia dekatkan pada wajah Kyungsoo,saat ia mengetahui bahwa ia tidak salah pendengaran atau Kyungsoo salah mengucapkan kata katanya barusan. Tingkah Kyungsoo yang kikuk dengan wajah yang memerah menunjukan itu pada Kai bahwa ia tidak salah dengar.
"lu lupakan! Minggir!"Kyungsoo mendorong tubuh Kai menjauh dari tubuhnya.
"hahaha,, kau tahu?kau sangat manis dengan wajah memerahmu. Heiii yakkk Kyungiee mau kemana kau!tunggu aku!" kekehan kai terhenti saat Kyungsoo pergi meninggalkannya dengan langkah cepat. Kai terburu mengejar Kyungsoo didepannya
"Aishhh!apa yang ku katakan tadi. Arghh memalukaaann! Eomma aku maluu~~"runtuk Kyungsoo sambil memukul kecil kepalanya dalam perjalanan menuju shalter bus terdekat disekolahnya.
Greepp
Tangan Kyungsoo tertahan oleh telapak tangan seseorang
"Kau meninggalkanku Kyungie!. Haha sudah tak usah malu, kau itu seperti diriku sendiri, dan aku seperti dirimu. Jadi tidak ada perlu rasa malu diantara kita. Arracii?!" Kai mensejajarkan tinggi badannya dengan Kyungsoo yang lebih rendah dengannya. Menatap Kyungsoo dengan lembut memberikan usapan sayang dirambut Kyungsoo. Kyungsoo terdiam dengan perlakuan Jongin Padanya.
"Kajja.. Kita pulang" Kai menggenggam telapak tangan Kyungsoo yang dihiasi dengan jemari kurus nan mengikuti Jongin dibelakangnya, matanya terfokus pada genggaman tangan mereka dan punggung lebar Jongin.
18.30 kst
"Kyungie, bangunkan Jongin untuk Makan malam." nyonya Do. Eomma Kyungsoo dan adik dari nyonya Kim,eomma Jongin. Menyuruh putri tunggalnya yang berada di ruang keluarga seraya menonton sebuah acara cartoon favoritnya. Terkadang terkekeh kecil karna tingkah karaker yang ia suka,mengeluarkan kepolosannya.
"ne eom.."
"tidak perlu kyungie aku sudah bangun" ucapan kyungsoo terpotong dengan hadirnya Jongin yang menuruni anak tangga. Merebahkan dirinya di sofa yang bersebelahan dengan sofa yang Kyungsoo duduki
"kenapa kau malah tiduran disini? Pergilah ke ruang makan, makan malam sudah siap."heran Kyungsoo yang melihat Jongin merebahkan dirinya.
"ne~~" berdiri dengan malas dan beranjak hendak ke arah dapur. Sesaat kemudian ia berbalik mendapati Kyungsoo yang masih menikmati acara TV
"dan mengapa kau masih menikmati cartoon itu Kyungsoo. Pergi ke ruang makan, makan malam telah siap." membalas persis ocehan kyungsoo yang tadi ia dapatkan dari sepupunya itu.
"Aku tidak makan malam Jongin..aku sedang diet. Aku merasa tubuhku sedikit membesar. Kau makan dengan eomma dan appa saja."
"apa apaan kau! Tubuhmu itu sudah seperti tulang terbalut kulit. Besar dari mana?huh!"
'kecuali butt dan breast mu yang padat itu kyung' Jongin membatin
"mengapa kau menjadi cerewet seperti itu denganku?! dimana KAI yang selalu Cool di sekolah huh!" balas kyungsoo dengan memutar bola matanya malas akan kecerewetan Jongin padanya.
Tanpa banyak omong Jongin menarik tangan Kyungsoo. Menggiringnya keruang makan keluarga Do itu.
Eomma dan appa Kyungsoo terlihat sudah menduduki dua dari enam kursi yang mengelilingi meja makan dengan beberapa makanan di atasnya.
"duduk dan makanlah kalian. Karna ada yang ingin appa bicarakan pada kalian. Terutama denganmu Kyungsoo." suruh saat melihat dua orang termuda di rumah itu.
"mwontae? Apa yang ingin apa katakan" tanya Kyungsoo yang terheran.
"makanlah dahulu. Setelah itu appa akan memberitahu mu."
Keheningan tercipta dari acara makan malam tersebut,karna mereka telah dibiasakan oleh untuk tidak berbicara saat makan. Hanya dentingan alat makan yang mereka gunakan terdengar pelan. Beberapa menit berlalu, mangkuk serta sumpit yang mereka gunakan kini berhenti bergerak, menandakan bahwa selesainya acara makan malam itu
Kyungsoo menatap appanya seakan menunggu apa yang ingin dikatakan oleh kepala keluarga tersebut.
"Kyungie,bolehkah appa meminta satu permintaan padamu?!" tanya terhadap putri tunggalnya yang cantik.
"apa itu appa?" bertanya untuk mendapatkan jawaban yang lebih pasti dari sang appa
"kencanlah dengan anak atasan appa."ucapan suskses membuat Kyungsoo membesarkan mata bulatnya yang terlihat semakin besar. Masih tidak mengerti arti dari permintaan . Melirik pada sang ibu yang juga terkejut.
"Appa maksud appa? Kencan? Dengan siapa?"Kyungsoo bertanya dengan nada rendah. Ia masih ingin mendengar kejelasan .
"putra dari . Anak dari atasan appa. dan anaknya melihatmu saat kau datang ke kantor appa untuk mengantarkan berkas appa minggu lalu, kau ingat?. mengatakan bahwa anaknya menyukaimu, begitupula ,dia bilang kau cantik dan ia ingin kau berhubungan dengan anaknya." Tanpa mereka sadari bahwa satu orang diantara mereka terlihat geram, mengepalkan telapak tangannya yang disembunyikannya dibawah meja guna meredam emosi sejak mengatakan permintaannya.
"appa tidak memaksamu. Tapi appa berharap kau mau mencobanya. Jika kau keberatan kau bisa mengatakannya pada appa. Tapi appa meminta alasan yang jelas untuk tolakanmu. Mungkin dengan alasan kau mencintai seseorang atau kau sudah punya kekasih? Ku rasa appa menerima alasan seperti itu."terang yang melihat raut kebingungan pada wajah cantik anaknya.
"Aku a aku akan memikirkannya appa." dengan terbata Kyungsoo menjawab karna melihat sebuah sorotan sepasang mata tajam itu.
00.24 kst
Menumpukan dua lengannya pada lutut yang ia tekuk,serta menundukan kepalanya menatap lantai kamarnya yang ia duduki.
'apakah aku memang tidak bisa bersama denganmu? Tidak cukupkah kenyataan bahwa aku adalah sepupumu sehingga membuatku tak bisa memilikimu. Dan kini kau akan bersama dengan pria lain disampingmu?sanggupkah aku melihatnya Kyungsoo?!' lirih Jongin dalam hatinya.
'tidak!aku tidak bisa! Aku tidak bisa menyerahkanmu kepada siapapun itu. Aku akan membuatmu untuk tetap bersamaku.' bangkit dan berjalan ke arah pintu kamarnya untuk menuju kamar Kyungsoo.
Jongin terdiam di pintu kamarnya saat melihat Kyungsoo berada dibalik pintu coklat itu seraya menggenggam boneka keroro yang mirip dengannya.
"Jongin-ahh~~~~ aku tidak bisa tidurrrr.. Temani aku." dengan suara manja dan pelan Kyungsoo mengucapkannya.
Memegang lengan putih Kyungsoo untuk masuk kedalam kamarnya.
Mendudukan Kyungsoo diranjangnya dan ia pun duduk di samping Kyungsoo.
"Wae? Katakan apa yang mengganggu pikiranmu" Jongin terlalu mengenal Kyungsoo, mengetahui apa sebab Kyungsoo tidak bisa tidur adalah hal yang mudah untuknya, Kyungsoo tidak bisa tidur jika pikirannya terganggu oleh sesuatu yang membuatnya tidak nyaman. Walau Jongin tau sesuatu itu apa,tapi ia ingin mendengarnya langsung dari bibir manis Kyungsoo.
"aku terpikirkan dengan ucapan appa tadi. Aku bingung harus menerimanya atau tidak. Aku tidak ingin berkencan dengan seseorang yang tidak ku kenal. Tapi mengingat dia adalah anak dari atasan appa aku takut menolaknya. Aku tak mau penolakanku berdampak oleh pekerjaan appa." Kyungsoo dan Jongin terdiam. Sibuk dengan pikirannya masing masing.
"Heiii.. Bukankah kita Partner,, kenapa kita tidak bekerja sama?!" Jongin memecah keheningan itu dengan sebuah seringaian mematikan.
"bekerja sama!? Untuk menolak acara kencan itu?!"
"Ralat!bukan menolak tapi Mengacaukan" Kyungsoo mencerna perkataan Jongin dan sesudahnya mengembangkan seringaian yang tak kalah mematikannya dari milik Jongin.
"Aaaaaaaahhhh... Benaarr ahhh kau cerdas Jongin.. Ck ck ck! Mengapa tak terpikir olehku. Padahal aku lebih genius dari padamu." heboh Kyungsoo seakan mengerti apa yang ada diotak Partnernya.
"Kau tidak perlu khawatir Kyungie~ karna aku akan selalu berada disetiap kau membutuhkanku. Aku akan selalu berada di belakangmu dan menjagamu seperti orang tuamu yang menjagaku sejak aku kecil dan tinggal bersama mereka. Jadi bersandar dan ceritalah padaku saat kau membutuhkanku tanpa harus aku bertanya padamu,humm?"lembut,sangat lembut tatapan dan tangan yang menggenggam jemari Kyungsoopun terasa sangat lembut dan hangat.
"Jonginahh~hentikan kelembutanmu itu. Sebelum aku jatuh cinta padamu,sepupuku sendiri." Jongin teramat kaget mendengar kalimat Kyungsoo yang masih menatap dalam pada matanya.
"Itu yang ku inginkan Kyung. Membuatmu mencintaiku."
TBC!
NOTE::
Mueheheheh Kembali pada cerita dua anak manusia ini
Siapa yang minta KaiSoo bersatu?! REVIEW!
Clo sedikit yang minta aku end sampe sini! Biarin si Kaisoo ngegantung dipohon kelapa!
Ohh ia yang tanya Kaisoo udah sering 'this and that'?! Ya! Aku bikin disini ceritanya mereka udah sering melakukan 'itu'
Dan kenapa Kyungsoo bisa ga hamil
Jawabannya di next chap..cz menurutku ini udah panjang. Jd buat chap depan aja.
And buat yadongers chapt4 kubuat NC tapi dikit aja ne ga usah bnyk bnyk. Hehe
Dan terima kasih yang sudah meripiu chap 1&2
Chap ini ripiu lagi ne..
Hub kejelasan Kaisoo ditangan kalian.. Wkwk Ok gamsahaeyooo.. Anyeong!^^.
