CHAPTER 3
Maaf kalau ceritanya pasaran tapi ini murni karya saya..
Author pov
Yunho kini tengah berjalan keluar dari area bandara dengan changmin berada dalam gendongan sisi kanan yunho setelah 2 jam perjalanan dengan pesawat dan kini mereka menanti kedatangan mobil jemputan yang nantinya akan membawa yunho ke hotel tempatnya menginap sedangkan sang sekertaris terlihat masih berjalan kesusahan dengan menenteng koper yunho dan kedua koper jaejoong sendiri, kini ia berjalan menyusul yunho dalam jarak sekitar 5 meter dibelakang yunho namun jaejoong terlihat sedikit aneh karena sekarang wajahnya terlihat pucat dan tatapan matanya pun terlihat kosong jaejoong seperti orang syok yang habis melihat hantu atau kecelakaan yang parah, belum genap ia mengampiri yunho dan berhenti untuk mengambil nafas sejenak mobil jemputan yunho sudah datang membuat jaejoong kembali harus membopong koper-koper tersebut untuk dimasukkan ke dalam bagasi, jaejoong baru mengambil nafas setelah duduk di dalam mobil tubuhnya memang lega setelah melepas beban berat ditubuhnya namun kini gantian pikirannya berkecamuk kembali karena menatap wajah bossnya yang masih terlihat seperti beruang marah yang siap menerkam kapan saja, yaa alasan jaejoong pucat karena sebelum berangkat tadi jaejoong telah kenyang mendapat omelan, cacian, dan makian yang mungkin panjangnnya lebih dari selusin kereta api beserta gerbongnnya akibat teriakan reflek jaejoong menanggapi tentang changmin yang menurut yunho bisa membuat sang bayi laki-laki mungil itu jantungan bahkan jaejoong berpikir jika tidak ada changmin dalam pangkuan yunho mungkin pipi jaejoong telah berubah warna dan mungkin gigi-giginya juga sudah rontok. Mobil itu kemudian melaju dengan kecepatan yang sedang dan ketiga penumpang dalam mobil itu larut dalam duniannya masing-masing changmin masih sibuk dalam mimipinya sedangkan yunho alisnya terus bertaut entah apa yang dipikirkannya dan jaejoong masih setia dengan wajah pucatnya sesekali matanya melirik changmin yang terlelap nyaman, jaejoong merasa bahwa wajah changmin yang damai sedikit-sedikit bisa mengurangi rasa kalutnya suasana tetap sunyi hingga tanpa terasa mobil sudah sampai di depan hotel memaksa mereka turun menuju kedalam hotel.
"selamat datang, ada yang bisa kami bantu?" ucap petugas hotel
"reservasi atas nama park yoochun" ucap yunho cepat dan petugas langsung mengambil kunci kamar untuk yunho
"silakan kamar nomor 203"
"apa tuan park hanya memesan satu kamar?" Tanya yunho
"ne reservasinnya hanya untuk satu kamar tuan"
"kalau begitu sediakan satu kamar lagi"
"maaf tuan tapi kami kehabisan kamar.."
"apa? Mana mungkin hotel besar begini kehabisan kamar?" sewot yunho sedangkan jaejoong hanya berdiam diri dengan muka bodohnya disarming yunho
"itu karena ini musim liburan sekolah jadi banyak keluarga yang berlibur ditambah ada rombongan dari kementerian pariwisata dan kru pembuatan iklan yang membooking hampir seluruh kamar disini, sungguh kami minta maaf tuan" jawab sang resepsionis yang juga sedikit takut dengan tatapan tajam yunho
"baiklah kalau begitu" pasrah yunho
Mereka sudah berada dikamar sekarang jaejoong terlihat sangat gelisah terlihat dari bola matanya yang bergerak kesana kemari baru saja ia akan membuka mulutnya untuk menanyakan sesuatu pada yunho namun dengan cepat yunho memotongnnya seakan mengerti apa yang akan jaejoong katakan.
"kau tidur sekamar denganku tapi kau tidur di sofa karena ranjang hanya untuk aku dan changmin, kau tenang saja ini hotel mahal jadi kau tidak usah khawatir kalau sofa itu akan membuat badanmu pegal-pegal." Ucap yunho gampang
"ne … " jawab jaejoong lirih sambil matannya melirik ranjang king zize yang terlihat elegan dengan sprei warna kuning gadingnnya "huh padahal ranjangnya cukup jika ditambah diriku bahkan cukup untuk 5 orang. lagi pula kami sama-sama namja tak ada yang akan terjadi, ah tapi kalau dipikir-pikir aku juga tidak mau jika harus tidur dekat-dekat dengan beruang galak itu." Gerutu jaejoong dalam batin.
Author pov
Setelah membereskan urusan dikamar tadi seperti membereskan barang-barang kini yunho dan jaejoong sudah rapi dengan setelan jas hitam untuk menghadiri rapat proyek iklan, rapat juga dilakukan di dalam hotel sedangkan changmin lagi-lagi harus dititipkan di penitipan anak yang kebetulan tersedia di hotel tersebut. Rapat dihadiri cukup banyak orang dan berlangsung sedikit alot karena perbedaan pendapat tentang bagaimana pelaksanaan konsep yang telah disetujui sebelumnya hal tersebut membuat rapat berlangsung lebih lama dari seharusnya rapat berlangsung dari jam 11 siang dan kini baru selesai jam 5 sore dipotong jam makan siang yang membuatnya semakin lama lagi-lagi rasa bersalah pada changmin menghinggapi yunho apalagi malam ini dia harus mengecek hasil rapat tadi seperti jumlah budget,konsep,artis dan perijinan tempat, yunho merasa malam ini pasti akan sangat berat untuknya hingga kemungkinan untuk lembur sangatlah besar padahal besok pagi ia harus meninjau lokasi yang akan digunakan. Lamunan yunho buyar ketika sampai di penitipan ia melihat changmin menangis hebat meski sudah dicoba ditenangkan oleh beberapa wanita yang sepertinya adalah pengasuh ditempat itu, kemudian mata changmin menangkap sosok appanya yang mendekatinya dengan raut wajah khawatir ,namun justru tangisan bertambah kencang, changmin seakan marah pada appanya meninggalkan ia lama ditempat asing yang belum dikenalnya bukan tempat biasanya changmin dititipkan ia akan selalu tersenyum riang saat sang appa menjemputnya. Kini mereka sudah berada dalam kamar dan ini sudah dua jam changmin menangis tanpa henti membuat yunho kalang kabut dan wajahnya Nampak sengat frustasi namun tak pernah menyerah untuk menimang-nimang agar ia berhenti menangis hinnga sebuah suara menginterupsi kegiatan yunho.
"bolehkah aku mencoba menenangkan changmin?" Tanya jaejoong hati-hati seketika itu yunho langsung menatap tajam jaejoong
"ani tidak boleh aku tidak ingin changmin terluka karena kecerobohanmu lebih baik cepat selesaikan pekerjaanmu saja dan ingat jangan sampai ada kesalahan sedikitpun araso?"
"ne.." jawab jaejoong menunduk pasrah sedikit kecewa karena ucapan bossnya, bagimanapun seceroboh-cerobohnya jaejoong dia tidak akan mencoba melukai seorang anak kecil dengan lesu iapun melanjutkan pekerjaan yang tidak bisa ditangani oleh yunho padahal harusnya jaejoong hanya membantu namun kini ia terpaksa harus mengerjakan semuanya.
Satu jam kemudian changmin telah jatuh tertidur mungkin karena ia terlalu lelah menangis berjam-jam hal ini membuat yunho lega namun disisi lain perasaan bersalah mendominasi, dari awal niatnya adalah bekerja sambil berlibur namun sepertinnya akan sangat sulit untuk mengatur waktu agar seimbang diantara keduannya setelah membaringkan changmin diposisi yang nyaman serta menyelimutinnya ditempat tidur yunho bergegas menghampiri jaejoong namun ternyata jaejoong sendiri telah terlelap nyenyak di sofa tak kalah dengan changmin dengan laptop yang masih menyala, melihat wajah jaejoong yang damai dalam tidurnnya membuat yunho tidak tega untuk membangunkannya sepertinnya namja manis itu sangat lelah yunho masih ingat dengan jelas bagaimana seharian ini jaejoong seperti mayat hidup sejak tiba di bandara tadi yunho sudah menyuruh jaejoong melakukan ini dan itu bahkan terlihat seperti pembantu ketimbang sekertaris, yunho menyuruhnya membawa kopernya yang bisa dibilang tidak ringan itu belum lagi jaejoong harus membawa kopernya sendiri bahkan m tak jarang ketika jaejoong berjalan dibandara tadi menabrak orang-orang didepannya membuatnnya berulang kali harus meminta maaf belum lagi saat rapat tadi tenaga jaejoong juga cukup terperas menerima perintah-perintah dari yunho dan yang paling parah adalah kejadian sebelum berangkat ke jeju dimana yunho memaki jaejoong yang mungkin sedikit berlebihan karena yunho memarahinnya terlalu keras terlihat dari wajah jaejoong yang suram setelah dimaki oleh dan yunho sebersit rasa bersalah menyeruak di hati. Bukan maksud yunho untuk memaki jaejoong terlalu keras hanya saja yunho sedikit tegang karena ini pertama kalinnya ia akan mengenalkan identitas changmin dan statusnnya sebagai seorang ayah yang selama ini ia tutupi dan jaejoonglah orang pertama yang mengetahuinnya namun reaksi jaejoong yang mengagetkan membuat yunho sedikit emosi sehingga ia bertindak berlebihan. Yunhopun memutuskan untuk melanjutkan pekerjaannya sendiri dan membiarkan jaejoong tertidur dengan sebelumnya ia menyelimuti tubuh jaejoong.
Pagi telah tiba dan ketiga namja dikamar 203 kini tengah menikmati sarapan mereka dengan tubuh yang telah rapi berbalut jas menandakan mereka telah siap untuk pergi bahkan namja kecil yang kemarin terus rewel itu kini terlihat tenang menerima suapan bubur dari appanya sedangkan jaejoong yang berada diantara mereka masih sibuk melirik kedua namja yang berseberangan dengannya seolah ada yang tertahan dimulutnnya hingga akhirnnya ia memberanikan diri.
"presdir maaf aku ketiduran semalam, eeeeemmm hari ini kita akan mengunjungi beberapa tempat untuk keperluan syuting dan mungkin akan memakan waktu lama, bahkan lebih lama dari kemarin aku hanya khawatir dengan changmin yang mungkin saja ia hari ini ia tidak betah lagi dipenitipan."
"aku akan membawannya bersama kita"jawab yunho tanpa menanggapi permintaan maaf jaejoong mungkin ia tidak ingin terlihat baik di depan jaejoong yang akan mengurangi kharismannya.
"ne presdir" ucap jaejoong lemah sesaat sebelumnya ia sempat membelalakan matanya kaget bahwa bayi mungil ini akan diajak bekerja 'kenapa tidak ditinggalkan saja ia dengan ibunya sih apa ia tidak kasian changmin pasti akan sangat lelah' tambah jaejoong dalam hati merutuki kelakuan yunho yang seenaknya saja membawa bayi saat bekerja 'apa jangan-jangan yunho sudah mempersiapkan changmin untuk menjadi penerusnya sejak bayi dia sungguh gila kalaupun di ajak apa changmin akan langsung tau tentang bisnis' begitu pikir jaejoong.
Author pov
Waktu hampir masuk jam makan siang dan Kini mereka sudah berada dilokasi ketiga yang akan digunakan untuk syuting, berupa perbukitan hijau yang terpampang luas dengan pepohonan yang rindang dan angin yang semilir sejuk namun keindahan itu seperti tidak bisa dinikmati oleh yunho dan rombongannya karena jika diperhatikkan dengan baik rombongan yunho kini terlihat sedikit kacau karena lagi-lagi changmin menangis keras sejak berada di lokasi kedua tadi disebuah pantai dan tentu saja wajah yunho kembali menyiratkan rasa frustasinnya ia sungguh tidak mengerti apa yang menyebabkan changmin menangis seperti ini sebelumnnya changmin adalah bayi yang jarang rewel beruntung rombongan yunho sangat mengerti dan tidak marah pada presiden direktur muda itu beberapa orang memang sempat syok tadi ketika bertemu yunho yang membawa bayi dan mengatakan bahwa itu anaknnya tapi tidak ada dari mereka yang berani bertanya lebih lanjut karena takut dikira terlalu dalam mencampuri kehidupan orang lain, orang-orang yang ada dalam rombomgan yunho turut khawatir melihat bayi lucu itu terus menangis sehingga satu persatu dari mereka mencoba menenangkan changmin entah sudah ditangan orang keberapa yang mencoba menenangkan changmin namun semuannya gagal changmin hanya berhenti menangis sekitar 5 menit kemudian kembali menangis hampir semua orang disana sudah menngendong changmin hanya ada satu orang yang belum mencobannya yaitu kim jaejoong ia terlalu takut untuk menawarkan diri teringat yunho yang tak memperbolehkannya namun hasratnnya untuk memcoba menenangkan changmin yang sebernannya sejak awal sudah mencuri hatinnya bahkan meskipun sudah dimaki yunho jaejoong masih sangat ingin menyentuh changmin dan menggendongnya,memangkunnya dan jangan lupa untuk mencium pipi cubbynya hasrat yang tak tertahankan itu akhirnnya membuat jaejoong memberanikan diri menhampiri yunho ia juga sudah tidak tahan dan tidak tega melihat changmin yang terus menangis bisa-bisa kotak menangis changmin akan habis nantinnya.
"presdir " panggilnya pada yunho yang sedang mengamati changmin yang masih menangis dalam gendongan seorang staff perempuan.
"ada apa?" Tanya yunho tanpa menoleh
" aku ingin mencoba menenangkan changmin" kali ini ucapan jaejoong berhasil membuat yunho menatapnya.
"tidak boleh" jawab yunho singkat
"kenapa hanya aku yang tidak boleh ?" keluh jaejoong yang belum mau menyerah
"karena kau ceroboh" jawab yunho datar
"aku memang ceroboh tapi aku tidak akan melukainnya"bela jaejoong lagi
"kau tidak bisa menjamin itu bahkan kau sering melukaiku" jawab yunho dengan seringai yang meremehkan pada jaejoong
"tapi aku…" ucapan jaejoong terpotong oleh yunho "sudahlah sekali kubilang tidak maka artinya tidak" sambil yunho berjalan meninggalkan jaejoong tanpa jaejoong sadari matannya sudah berkaca-kaca hatinya sakit tidak bisa menyentuh changmin ia juga merasa begitu rendah dimata yunho, jaejoong tau ia sering berbuat kesalahan tapi bukan berarti yunho bisa selalu merendahkannya dia memang lelaki tapi lelaki juga punya hati yang bisa terluka.
At hotel
Jam sudah menunjukan jam 7 malam yunho dan jaejoong sudah kembali kekamar mereka dan sudah selesai membersihkan diri, tadi mereka pulang lebih dulu dan tidak ikut melanjutkan perjalanan mengingat kondisi changmin, kini bayi itu telah terlelap seperti sebelumnnya ia tidur karena lelah menangis bahkan ia belum sempat meminum susunya untuk makan malam. Yunho dan jaejoong sedang duduk di sofa dengan laptop masing-masing ada dihadapan mereka baru saja mereka akan mulai bekerja tiba-tiba
"oooooaaaaakkk ooooooaaaaakkkk…" suara tangisan changmin kembali menngema dikamar yang sunyi itu untung saja ruangan itu kedap suara jadi yunho tidak perlu khawatir akan mengganggu penghuni kamar sebelahnya. Yunho bergegas menuju ke ranjang tempat changmin berada dan segera menggendongnya ketika yunho berbalik ia melihat jaejoong yang ternyata mengikutinnya untuk kesekian kalinnya jaejoong ingin menawarkan diri menenangkan changmin.
" kembalilah bekerja, aku akan menenangkannya"
"tapi aku.."
"tidak boleh, kau akan tetap mendapat jawaban yang sama" akhirnya jaejoong berbalik hendak kembali ke sofa untuk bekerja namun tiba-tiba ia berhenti melangkah dan membalikan badannya menghadap yunho yang kini masih berdiri menyamping. Yunho yang merasakan jaejoong masih disitu menghadapkan dirinya menatap jaejoong dan betapa kagetnya yunho saat ini menatap mata bulat dan manik hitam milik jaejoong yang berkaca-kaca digenangi air mata yang yunho yakin pandangan jaejoong sudah buram tertutupi air matanya sendiri, dan hingga akhirnyaa jaejoong terisak pelan.
"hiks… hiks… hiks" dan tiba-tiba "HUUWWAAAAAA HIKS KIKS HIKS " jaejoong menangis keras "huwwaaa hiks hiks oooaaakk ooaaaakkk "saling bersahutan dengan tangis changmin, yunho membelalakan matanya dengan kedua namja yang kini menangis di sekitarnnya yang satu menangis dalam gendongannya dan yang satu lagi namja dewasa yang sudah menginjak kepala dua kini juga menangis didepannya. Ini adalah pertama kalinya yunho melihat sosok namja dewasa yang menangis bak anak 5 tahun yang permennya direbut. seketika pikirannya blank~ membuat telingannya tiba-tiba menjadi tuli pada suara tangisan yang meraung-raung karena kekagetannya namun tanpa disangka kini situasinya sedikit berubah changmin yang sekarang masih berada dalam gendongan yunho menghentikan isakan tangisnya, sekarang changmin justru sibuk menatap dengan mata beningnnya yang basah pada jaejoong yang menangis didepannya, sepertinnya changmin juga sama terkejutnnya dengan sang appa. isakan changmin yang berhenti menyadarkan yunho dari keterjutannya kemudian yunho mendudukan changmin di ranjang dan menghampiri jaejoong saat akan memegang bahu jaejoong tiba-tiba tangisan jaejoong menjadi lebih keras membuat yunho bingung setengah mati bahkan lebih bingung ketimbang saat changmin menangis.
60 menit kemudian jaejoong dan yunho duduk berdampingan disofa yunho masih sibuk mengusap punggung jaejoong dan tanpa henti berkata "maaf" isakan jaejoong kini sudah berkurang dan hampir sepenuhnya jaejoong berhenti menangis. Akhirnnya jaejoong benar-benar sudah berhenti menangis dan sekarang ia tengah mengelap sisa air matanya dengan baju lengan panjangnnya yang membuat yunho melongo karena jaejoong benar-benar terlihat seperti anak kecil. Baru saja yunho akan bertanya sebab jaejoong menangis namun kembali terdengar suara tangis changmin "oaakkk oaaakk". Shit ! yunho mengumpat dalam hati bagaimana mungkin ia bisa lupa meninggalkan changmin sendirian di ranjang untuk menenangkan jaejoong, saat tubuhnya beranjak yunho mengentikan langkahnnya dan menatap jaejoong.
"kali ini kau boleh mencoba menenangkannya jaejoongah" ucap yunho lembut." WHUSSS" dengan cepat jaejoong berlari melewati yunho seperti kilat menuju changmin, 'apa dia benar-benar ingin menyentuh changmin' Tanya yunho dalam hati meskipun ia mengijinkan jaejoong namun sebersit kekhawatiran masih mengglayuti yunho, mengingat sifat jaejoong yang ceroboh tapi mengingat jaejoong yang sudah meledak ia tidak ingin menambah lagi masalah dengan namja manis itu toh dia juga ada disini kalau-kalau jaejoong mulai bersikap ceroboh bagaimanapun juga yunho juga masih punya persaan dan tidak ingin membuat anak orang menangis, yunho akui dia memang kasar dan dingin namun sebenarnya ia adalah lelaki yang hangat dan penyayang hanya saja akhir-akhir ini hidupnnya terasa begitu berat setelah ditinggal istri dan harus mengurus anaknya yang masih kecil yang masih butuh kasih sayang seorang ibu hal inilah yang membuat yunho berubah ia menjadi orang yang sangat sensitive sehingga menyebabkan orang lain menerima akibatnya bukan hanya jaejoong banyak yang sering kecipratan dampak sifat sensitive yunho contohnya yoochun sahabatnya namun jaejoonglah yang paling sering karena ia orang yang paling dekat dengan yunho saat ini, jaejoong memang ceroboh tapi jika yunho pikir ulang jaejoong juga tidak terlalu keterlaluan ia juga selalu berusaha memperbaiki diri dan meminta maaf hanya saja yunho yang terlalu berlebihan menanggapinya dan yunho baru menyadari itu tadi ketika emosi jaejoong meledak dan kini secara tidak langsung ia berjanji pada dirinya sendiri akan bersikap lebih lembut pada jaejoong mencoba kembali menjadi yunho yang ramah dan hangat meski masih banyak sifat buruknya yang lain. Tak disangka tangisan jaejoong itu bisa menggugah yunho untuk memperbaiki dirinya apalagi changmin membutuhkan role model yang baik agar ia kelak juga bisa jadi orang yang baik. Yunho masih sibuk menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya bahwa sifatnya bisa membuat namja dewasa sekertarisnya itu menangis, jika lelaki saja menangis lalu apa mantan-mantan sekertaris wanitannya yang punya perasaan lebih lembut dulu ia buat menangis dengan sifat galaknya tanpa sepengetahuannya dulu.
Yunho masih saja melamun dan menginteropeksi sifatnya kemudian ia mengingat jaejoong yang mencoba menenangkan changmin ia menengok ke arah ranjang namun sudah tidak ada tanda-tanda disana membuat ia berdiri dan matanya menjelajah setiap sudut kamar lalu retina matanya menagkap sosok jaejoong yang sedang menggendong changmin hangat dekat kaca balkon kamar jari-jari jaejoong menunjuk ke arah luar sepertinnya sedang sibuk menceritakan apa saja yang ada diluar sana, changminpun sudah tidak menangis lagi sekarang membuat yunho terkejut betapa cepatnya ia menenangkan changmin padahal sudah banyak yang mencobannya dan gagal bahkan yunho sendiripun gagal. Jika diperhatikan cara menggendong jaejoong persis seperti seorang ibu ia terlihat professional berbeda dengan yunho yang masih kaku dalam menggendong changmin. Akhirnya yunho memutuskan untuk tidak ikut campur dengan apa yang jaejoong lakukan ia lebih memilih untuk memperhatikan saja.
Setelah lama jaejoong berada di balkon kini jaejoong menggendong changmin dengan alat bantu dan tangannya yang menganggur mulai mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat susu untuk changmin, ia ingat dengan jelas kalau changmin pasti lapar, jaejoong membuat susu changmin dengan cekatan ia menuang air panas kedalam dot namun tidak sampai penuh kemudian menambahkan sedikit air dingin lalu menutup dan mengocok susu tersebut sebelum memberikan susu tersebut pada changmin jaejoong terlebih dulu mencicipi susu tersebut dengan meneteskan sedikit kepunggung tangannya.
"cha suhunya sudah pas minnie-ah sekarang waktunya untuk meminum susumu.." ucap jaejoong pada changmin sambil memberikan susu tersebut.
Yunho yang masih memperhatikan jaejoong dari sofa untuk kesekian kalinya ia dibuat terkejut oleh kim jaejoong karena lagi lagi jaejoong menunjukan bahwa ia professional dalam mengurus bayi, hal yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh lelaki pada umumnya oh sekarang betapa menyesalnya yunho yang tidak sejak awal mengijinkan jaejoong untuk menenangkan changmin, image ceroboh jaejoong seketika hilang tertutupi dengan sifat lembutnya rasa sesal itu bercampur dengan rasa curiga 'apa mungkin jaejoong sudah pernah punya anak ya' Tanya yunho dalam hati. ' ah tapi di profilnya ia masih single, sudahlah untuk apa aku repot memikirkannya nanti aku bisa tanyakan padanya dari mana dia mendapat keahlian itu sekarang yang penting changmin tidak rewel.' Batin yunho dan memutuskan untuk kembali mengamati jaejoong.
Changmin telah habis meminum susunya kemudian jaejoong membaringkan changmin diranjang dan memeriksa popok changmin.
"omoo popokmu sudah penuh minie-ah ahjussi akan segera menggantinya ne agar kau bisa tidur dengan nyenyak ne." Jaejoong segera mengambil popok dan mengganti popok changmin yang dirasa sudah kotor ia menggantinya dengan cepat tanpa kesalahan sedikitpun tidak seperti yang sering dilakukan yunho yang memakaikan popok dengan asal pada changmin, mata yunho melebar melihat adegan tersebut.
"sepertinya aku akan terkena penyakit jantung jika aku terus-terusan terkejut begini" ucap yunho lirih
Setelah popok changmin jaejoong ganti kini jaejoong ikut berbaring disebelah kiri changmin tangannya kemudian terulur untuk menepuk-nepuk lembut pantat changmin lalu mulutnya bergerak mulai menyanyikan lagu pengantar tidur untuk changmin perlahan mata bayi imut itu tertutup menandakan bahwa lagu jaejoong sukses mengantarkan changmin tidur, namun lagu itu juga sukses mengantarkan jaejoong sendiri ke alam mimpi ia kini terlelap damai disamping changmin dengan jarak yang dekat seolah menghangatkan tubuh bayi kecil yunho yang masih rapuh itu.
Yunho pov
Aku lega Akhirnya changmin bisa tertidur dengan tenang dan nyaman bukan karena lelah menangis seperti sebelumnya, kini aku tengah duduk diranjang mengamati dua sosok yang ada disampingku tadi aku sempat merasa sebagai orang asing karena terlihat jaejoong dan changmin memiliki duniannya sendiri, malam ini entah berapa kali aku dibuat terkejut oleh sekertarisku ini, benar kata yoochun hidupku menjadi lebih berwarna sejak ia datang meski sering membuatku marah dengan sifat cerobohnya yang sebenarnya kadang juga membuatku tersenyum diam-diam mengingat betapa konyolnya dia, ini pertama kalinnya aku menatap wajah jaejoong intens lagi-lagi aku terkejut meskipun aku sudah lelah terkejut namun aku tidak bisa menahan untuk tidak terkejut aku baru sadar jika jaejoong memiliki kulit bersih yang seputih susu aku rasa kulit itu akan sangat halus bila disentuh dan ia memiliki mata bulat hitam yang bening terlihat sangat jelas ketika aku menatap matanya yang menangis tadi bahkan mata itu masih terlihat sangat indah saat tertutup dengan berhiaskan bulu mata lentik,pandanganku turun menuju hidungnya, hidung mancung yang indah dan ketika pandanganku turun kebibirnya mataku sempat terpaku dan tak bisa berkedip untuk beberapa saat jaejoong memiliki bibir penuh dengan warna semerah cherry padahal ia tidak menggunakan pemulas bibir. Jika disimpulkan maka satu kata untuk jaejoong "CANTIK" untuk ukuran namja jaejoong ini memilki wajah yang cantik bahkan tubuhnnya tidak ditumbuhi bulu-bulu seperti namja kebanyakan, kulitnya mulus putih bersih dan aura keibuannya menguar begitu saja sangat terlihat ia adalah orang yang lembut dan hangat dengan caranya tadi mengurus putraku dan kini ia benar-benar terlihat seperti seorang ibu untuk changmin.
Author pov
Tiba-tiba mata yunho melebar setelah ia sibuk dengaan pikirannya tadi "aish apa yang aku pikirkan bagaimana mungkin aku berpikir kalau ia seperti ibu untuk changmin" umpat yunho pada dirinya membuat changmin menggeliatkan tubuhnya terusik karena umpatan yunho, yunho yang menyadari itu langsung berusaha menenangkan dan ia sangat lega ketika changmin kembali tidur dengan tenang melihat wajah damai changmin benar-benar membuat hati yunho tentram dan bahagia membuat ia ingin changmin terus bisa seperti ini. Perlahan yunho menundukan kepalanya dan mengecup kening changmin dengan sayang lalu ekor matanya menangkap jaejoong 'yang satu ini tidak butuh kecupan selamat tidur dariku' ucap yunho dalam hati ditujukan pada jaejoong.
Yunho kini berbaring bersiap untuk tidur disamping kanan changmin dan jaejoong disisi kiri membuat mereka terlihat seperti keluarga lengkap jika saja jaejoong seorang wanita. mata yunho masih menerawang memandang langit-langit kamar, yunho akui bahwa ada desiran halus didadanya tadi saat mulai memperhatikan jaejoong mengurus changmin dan melihatnya terlelap tenang dengan wajah polosnya, namun yunho tidak terlalu memperdulikan desiran itu ia hanya berpikir bahwa itu hanya sebatas rasa kagum atas keahlian jaejoong yang tak di dugannya kemudian yunhopun mulai menutup matanya berusaha menuju ke alam mimpi dan berharap desiran ini akan hilang esok dan pikiran-pikiran anehnya tentang jaejoong juga akan hilang.
TBC…..
Terimakasih herojaejae dan yang sudah mereview membuat saya semangat dan terimakasih juga untuk yang memfollow dan memfavoritkan ; ) dan saya akan berusaha untuk bisa update cepat..
