Title : My lovely enemy

Genre : Humor, Romance, hurt/comfort (?)

Rated : T-M (?).

Author: atikayunjae

Chara : Yunjae,YooSu, and others

Warning! Gaje, abal, Yaoi, Humor gagal,gak mutu, pasaran

DON'T LIKE DON'T READ = ="

Length : 3 of (?)

Disclaimer : Jae-umma milik Yunho-appa. yang jelas fic ini milik saya.

Summary :

"y-ya! Jung yunho.. apa yang kau lakukan?"ucap jaejoong takut-takut saat yunho mulai mendekatkan wajahnya pada wajah jaejoong.

"aku.. aku ingin memakan mu.." ucapnya penuh seringaian mesum.

.

.

.

Yunho makin mendekatkan wajahnya pada wajah jaejoong. Hal itu membuat jaejoong bisa merasakan terpaan nafas yunho pada wajah cantiknya. Kini muka jaejoong yang putih mulus bersemu merah saat melihat dirinya berada di mata yunho sangkin dekatnya jarak mereka saat ini.

Sementara itu, yunho menelan ludahnya saat melihat dengan sangat dekat wajah jaejoong. Ia benar-benar kagum akan ciptaan tuhan yang satu ini. 'kau benar-benar cantik boo~. Mata indah mu seperti menyedot ku kedalamnya, bibir cherry mu seakan memintaku untuk melumatnya.'ucapnya dalam hati.

Namja tampan itu terus mendekatkan wajahnya pada wajah namja cantik di depannya. Yunho menatap lekat-lekat wajah jaejoong. Ia mendekatkan bibir sexy nya pada bibir cherry milik jeaejoong. dekat..dekat.. dekat.. hingga..

DUK!

"akh! Sakit!" ringis yunho saat jidatnya beradu dengan jidat jaejoong.

"r-rasakan itu!" teriak jaejoong pada yunho.

"HEI! Kim jaejoong! Apa kau sengaja eoh?" bentak yunho pada jaejoong.

Jaejoong hanya terdiam. Wajah nya kini benar-benar merah. 'hyaa! Kenapa jantungku serasa ingin meledak! ? Kenapa berdetak begitu kencang?'tanyanya pada diri sendiri.

"kim jaejoong! Apa kau tuli? Aku bertanya kenapa-" ucapannya terhenti saat dilihatnya poni jaejoong sedikit terangkat keatas saat angin bertiup kearah mereka, sehingga membuat jaejoong terlihat.. sangat .. err… menggoda (?) (backsaund lagu kutch kutch hota hai(?) author gila -abaikan-)

DEG..DEG..

suara detak jantung yunho menggila saat melihat pemandangan indah (?) di depan matanya. Ia menatap jaejoong tak berkedip. Ia kembali mendekatkan wajahnya pada wajah jaejoong. Sontak membuat jaejoong terkejut. Wajah nya yang memang sudah memerah tambah memerah saat yunho kembali mendekatkan wajah mereka. 'hya! Omo! Apa yang ingin dia lakukan?'

wajah mereka kembali mendekat.. dekat.. dekat.. hingga sekali lagi terdengar suara..

DUK!

Kali ini terdengar lebih keras. "AKH! YA! Pabo! Mengapa kau melakukan hal itu lagi?!" teriak yunho frustasi.

"i-itu.. itu memang hobby ku!" jawab jaejoong asal.

Saat ini otaknya belum bisa berfikir jernih. "Dan! K-kau! Mengapa kau selalu mendekatkan wajah bodoh mu pada ku?! Itu mebuat ku takut!" kesal jaejoong pada yunho.

'omo! Wajah bodoh? Ya! Wajah ku itu tampan! Bukan bodoh!' teriak yunho dalam hati.

"ya! Beruang! Apa kau bisu?" tanyanya dengan nada sinis. Ia benar-benar kesal saat ini.

"itu.. itu karna ada upil di hidung mu (?)" jawab yunho berbohong. 'ya! Jung yunho! apa tidak ada penjelasan lain! Mengapa harus upil!'sesalnya dalam hati.

"HAH?! U-upil?" teriak jaejoong.

pernyataan yunho tadi benar-benar membuat jaejoong syok! 'mworago?upil? Ada upil di hidung ku?' batinya. Sekarang ia benar-benar malu. Bagaimana tidak? Ia sempat berfikir yang macam-macam saat yunho mendekatinya. Ternyata itu hanya karna sekutil upil?!

Jaejoong yang sudah terlanjur malu. Menutup hidungnya dengan kedua telapak tangannya. Kemudian ia pergi meninggalkan yunho sendiri di atap. Yunho yang melihatnya hanya menganga di buatnya.

Kemudian yunho terduduk lemas di atap sekolah. "hah… rencanaku gagal" desisnya dengan raut muka kecewa.

#

Baberapa hari kemudian…

-kelas-

"hah… hujannya benar-benar lebat.."desah seorang namja imut, yang tak lain adalah kim junsu.

"benar.. hah.. sangat dingin.." ujar seorang namja cantik sambil melihat keluar dari kaca kelasnya.

" bhe.. nhuar.. sa..nat.. ngin?" ucap changmin dengan mulut penuh dengan makanan.

"aiissh! Kulkas ini! Habiskan dulu makanan mu! Baru kau bicara..kau terlihat seperti orang idiot" desis jaejoong pada namja jangkung ini.

DUAR!

Tiba-tiba terdengar bunyi petir yang sangat kuat. Membuat seisi kelas tersebut tersentak kaget. Tak terkecuali ketiga namja tadi.

"KYAAA!" teriak namja cantik yang ternyata adalah kim jaejoong. Ia menutup matanya sambil memeluk changmin yang ada di depannya. Changmin yang kaget dengan gerakan tiba-tiba jaejoong mengeluarkan kembali makanan yang belum berhasil di telannya. Alhasil junsu yang ada di depannya telak terkena 'makanan' changmin tadi.

"YAA! IGE.. IGE..HEI! Kulkas! Apa yang kau lakukan?!" teriak junsu.

"mian.. mianhe hyung.. jangan salah kan aku.. salahkan jae-hyung!" ucap changmin gugup.

Jaejoong segera melepaskan pelukannya pada changmin dan berbalik menatap junsu dengan tatapan memelas. "junsu-ya.. mianhe.. tadi aku refleks memeluk changmin, kau tahu aku takut petir kan?" ucapnya sembari memberikan puppy-eyes nya pada junsu, berharap namja imut itu memaafkan kesalahannya.

"aiissh! Ini sangat menjijikkan!" ujar junsu sambil memberikan deathglare-nya pada jaejoong dan changmin tentunya. Lalu ia pergi keluar kelas untuk membersihkan pakaiannya di toilet. Sedangkan jaejoong dan changmin hanya menatap pasrah pada sepupunya itu.

#

-toilet-

'aiishh! Awas saja kalian ya! Tak kan kuberi ampun!' rutuk junsu dalam hati.

namja imut ini terus membersihkan bajunya, sampai tak melihat 'bahaya' sedang berada di depannya.

"KYAAAA!" teriak junsu saat merasakan 'butt' kesayangannya di remas oleh seseorang.

"hm… seperti yang kubayangkan. Sangat sexy dan montok" ucap seorang namja tampan sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

"hyaaa! Si..siapa kau? Dan apa yang barusan kau lakukan terhadapku?" ujar junsu yang sudah memerah sempurna.

"aku? Apa kau sudah tidak ingat padaku, hm?" ucap namja itu lagi sambil memberikan senyuma menggodanya, yang dapat meluluhkan hati yeoja manapun.

"k-kau? Temannya si 'beruang mesum' bukan?" Tanya junsu takut-takut.

" 'beruang mesum' huh?" ujar namja itu sambil mendekati junsu, Sontak junsu mundur kebelakang. Hingga kini ia sudah terjebak di dinding.

DEG!

'hyaaa.. kenapa ia mendekati ku! Dan mengapa jantungku berdetak sangat cepat?!'batin junsu sambil menutup erat kedua matanya.

"mengapa menutup matamu, hm?"bisik namja itu di tepat di telinga junsu.

"y-ya! Apa yang ingin kau lakukan, jidat lebar?" bentak junsu pelan. Kini ia sudah membuka kedua mata indahnya.

"hei manis.. apa tidak ada panggilan yang lebih bagus untukku?"bisik namja itu lagi.

"hyaa! Menjaukah dari ku! Kau membua-" ucapan junsu terputus saat namja tampan itu sudah membungkam mulutnya dengan bibir basah milik namja tampan itu.

Mata junsu membelalak kaget. Ia diam mematung seperti sebuah boneka. jantungnya seperti akan meledak saat ini juga.

"bibirmu sangat manis, seperti dirimu" ucap namja tersebut setelah melepaskan bibir nya dari bibir namja imut tersebut.

"w-wae?! mengapa kau melakukan hal itu! Ji-" belum sempat junsu menyelesaikan ucapannya, jari telunjuk namja tampan tersebut tiba-tiba di letakkan di bibir junsu. Seolah memberi tanda untuk diam.

"hei, namja manis..aku melakukannya karna bibir mu sepertinya enak untuk di 'lahap' dan ternyata aku benar.. rasanya sangat manis.. satu lagi, namaku adalah park yoochun.. jadi jangan pernah memanggilku dengan sebutan yang aneh. Araso?" ucapnya tepat di depan wajah junsu.

"n-de"jawab junsu pasrah. Entah setan apa yang masuk ke dalam dirinya. Tapi semua perkataan namja yang bernama park yoochun tersebut seperti menghipnotisnya.

"anak pintar" ujar yoochun sebelum keluar dari toilet tersebut. "semoga kita bertemu lagi manis" tambahnya.

SRET..

Junsu terduduk lemas setelah yoochun pergi. Kini otak lemotnya sudah dapat mencerna semua kejadian tadi. 'omo! Apa yang ku lakukan? Ciuman pertamaku di rebut orang yang bahkan tidak ku kenal.' Desisnya dalam hati.

"otthoke?"tanyanya pada diri sendiri sambil menyentuh bibirnya.

#

Teng..teng..teng..

Bel pertanda pulang terdengar menggema di seluruh penjuru sekolah. Semua murid tampak berkemas untuk pulang kerumah masing-masing. Lain hal nya pada namja manis yang kini tampak melamun sambil melihat keluar jedela yang berembun karena hujan masih belum berhenti.

"junsu-ya.." panggil seorang namja cantik kepada namja manis tersebut.

-hening-

" Junsu- ya!" teriaknya setelah tidak mendapat respon dari namja tadi.

-masih hening-

"KAU! KIM JUNSU! APA KAU TULI EOH!" lengkingan suara namja cantik terebut sukses membuat roh namja manis di depannya kembali setelah mekakukan perjalanan panjang(?)

"ah! Ada jae-hyung ternyata" ujar junsu innocent. Jaejoong hanya mengurut dadanya sabar, Atas perbuatan sepupnya tersebut. " ada apa hyung?" tanyanya dengan tatapan polos.

"tidak jadi, sekarang bereskan bukumu, setelah itu ayo pulang" titah jaejoong pada junsu.

"memangnya kita sudah pulang ya?" Tanya junsu lagi.

Dan itu membuat jaejoong sekali lagi mengurut dadanya. "nde.. " ujarnya dengan tersenyum kecut.'ada apa dengannya? Di terlihat aneh sekali" batin jaejoong.

"oh ya hyung, mana changmin? Apakah ia sudah pulang?" Tanya junsu pada namja cantik yang ada di depannya.

"dia ada latihan bakset, oh ya.. ada apa denangan mu? Dari tadi kau terlihat aneh. Dan kau juga melamun setelah kembali dari toilet.. apa terjadi sesuatu, hm?" Tanya jaejoong yang sudah tidak tahan dengan sikap aneh junsu.

"ah.. ani.. aniyo.. gwenchana, ayo kita pulang.." ujar junsu mengalihkan pembicaraan.

#

SRASSH! DUAAR!

Ternyata di luar hujan masih sangat deras. Bahkan petir dan kilat terus menyambar. Terlihat raut kesal kim bersepupu(?). Ternyata keduanya tidak membawa payung. Menyebabkan mereka tidak bisa pulang dan harus terus menunggu, sampai hujan berhenti.

" ah boo! Mengapa masih di sini? Apa kau tidak pulang eoh?" teriak seorang namja dengan suara berat. Suara yang sangat di hafal namja cantik yang di panggil 'boo' tersebut. Suara yang dapat membuat mood jaejoong bertambah buruk.

"nde.."jawab jaejoong sambil menundukkan kepalannya. Ia masih sangat malu atas kejadian 'upil' beberapa hari lalu.

Kini namja tampan tersebut mendekatinya dengan wajah ceria. "mau ku antar eoh?" tawarnya. "aku membawa mobil" ujarnya lagi.

"ani.. aku bisa pulang sendiri" jawab jaejoong ketus.

"ah ayolah boo~ hujannya sangat lebat. Apalagi banyak petir dan kilat." Ujarnnya sedikit memaksa.

"hei! Jung yunho! apa kau ti-"

DUARR!

Terdengar suara petir yang sangat kuat. Beserta kilat yang menyambar."KYAA!" teriak jaejoong sambil refleks meutup kedua telinganya. "boo! Gwenchanayo?" Tanya yunho kwatir melihat namja cantik tersebut.

"jae-hyung.. pulanglah.. biarkan yunho-sunbae mengantarmu..kau terlihat pucat hyung" ujar junsu yang dari tadi hanya diam menyaksikan live drama di depannya.

"benar kata junsu! ayo ku antar ne?" ucap yunho sambil menarik jaejoong memasuki mobilnya yang terparkir di dekat mereka.

"ya! Lepaskan beruang jelek! Junsu-ya.. bagaimana dengan mu?" Tanya jaejoong pada junsu.

"jangan kwatir hyung.. aku akan pulang dengan changmin.. bukannya ia sedang latihan basket? Aku akan menunggunya. Pulanglah.." jawabnya sambil tersenyum simpul kearah jaejoong yang menatapnya.

"nde.. tapi kalau ada apa-apa, telfon aku ne?" ucap jaejoong sembari masuk ke dalam mobil audi hitam milik yunho. "nde.. hati-hati ne?" ucap junsu, sambil melambaikan tangannya kepada jaejoong.

"ndegomawo junsu –ya, kami pergi dulu" ujar yunho pada junsu. junsu hanya mengangguk sebagai jawaban. Setelah itu mobil audi hitam tersebut mulai hilang dari pandangannya.

Kini junsu hanya duduk sambil mengusapkan kedua tangannya. "shh.. dingin" ujarnya sambil menggosokkan kedua telapak tangannya.

"dingin eoh?" terdengar suara seorang namja, sontak junsu menoleh keasal suara. Matanya membelalak melihat namja tersebut.

"k-kau.. park yoochun.." ujar junsu gugup. Jantungnya memompa dua kali lebih cepat dari biasanya.

"euum.., kita bertemu lagi. kurasa kita berjodoh" ucap namja yang di panggil park yoochun ini.

Junsu masih terdiam. Lidahnya terasa kelu untuk mengucapkan kata-kata. "hei.. mengapa diam, hm?" Tanya namja tesebut sambil tersenyum manis.

DEG!

Junsu sangat berdebar-debar sekarang. Apalagi mukanya sudah memerah. "omo! Muka mu memerah,, sebaiknya kau cepat pulang..mari kuantar.." uajrnya sambil menarik tangan junsu menuju mobilnya.

"ah.. ani.. gwenchana.." ucap junsu sambil menundukkan kepalanya. "hei.. apa kau mau mati kedinginan eoh? Ayolah.. ne?" bujuk namja bersuara husky ini.

Junsu hanya mengangguk pasrah, sambil masuk kedalam mobil namja tersebut.

Tbc

Mind to review?

Fufufu.. selesai juga nih chap 3 nya.. walau pendek lagi (?)

Arigatou, terimakasih, gomawo, buat semua yang udah ngereview itu membuat saya makin semangat '-')9

Setelah saya membaca ulang, memang bangak banget penggunaan 'ya' nya xD mian mian, di chap ini bakal di kurangi(?) hehe

Dan di chap ini.. saya lebih fokus ke humornya biar readers semua gak bosan baca ni fic.. (walaupun garing)

Di chap kali ini juga saya sudah memunculkan pairing yoosu. Buat NC nya ditahan dulu ne(?) _ karna gak mau terburu-buru (?) maaaaf . *bungkuk-bungkuk*

Nah….

Seperti biasa. Saya menunggu review dari readers lagiiii..

Dan akhir kataaaa..

Gomawo..

Arigatou gozaimasu minna.. :D