OH MY BABY

.

.

Cast : KaiHun with Taeoh

.

Genre Fluff, Romance

.

Rated T

.

Gabungan Oh My Baby ama We Got Married

.

Author KILLA8894

.

HAPPY READING

.

CHAPTER 3

.

Baekhyun berulang kali menguap, dan ia memilih mengistirahatkan kepalanya di pundak Chen. Ini masih pagi dan Exo sudah datang ke studio untuk syuting acara reality show, Oh My Baby, bersama boyband Controversy, sebagai komentator.

" Baek... " Suho menyenggol tubuh Baekhyun pelan. Ini acara live dan Baekhyun hampir tertidur, ia melirik kearah presenter yang mulai memperkenalkan member member Controversy.

" Mom, aku masih ngantuk. " rengek Baekhyun tak sadar diri kalau saat ini mereka sedang syuting live.

Suho menepuk jidatnya. Merasa malu mendengar ucapan Baekhyun.

" Mom? " Heechul, presenter acara ini mengerutkan keningnya.

Baekhyun nyengir menyadari kesalahan kecilnya tadi. Ia menatap kearah Suho dengan tatapan meminta maaf.

" Iya, kami memanggilnya mommy di dorm. " Chen membantu Baekhyun yang tampaknya masih shock dengan apa yang ia ucapkan tadi.

" Kenapa kalian memanggilnya mommy? " Moonkyu yang sedari tadi duduk dengan bosan di ujung sofa segera memajukan badannya, merasa tertarik.

" Ya, aku pikir seorang namja tak akan suka kalau di panggil Mommy. " Leeteuk, presenter yang satunya lagi mengangguk setuju.

" Itu karena Suho mom, mengurus kami semua seperti seorang ibu yang merawat anak anaknya dengan baik. Ia bahkan sangat cerewet kalau itu mengenai kesehatan para member kami. " Jawab Chen.

" Bukankah leader kalian itu Chanyeol? " tanya Taemin, ia melirik kearah Ravi yang sedari tadi terus menerus menatap Suho tanpa peduli kamera yang berulang kali menyorot kearahnya.

" Ya, dan ia melakukan tugasnya dengan baik, dengan menjaga kami semua, tapi diluar itu, Suho mom lah orang yang merawat kami semua dengan sama baiknya. " Baekhyun tersenyum kearah kamera.

" Ya, karena itu kami memanggil Chanyeol hyung dengan sebutan Dad, dan Suho hyung dengan panggilan mom. " Chen tertawa sambil menepuk pundak Baekhyun.

" Ah, jadi kalian memiliki sebuah keluarga yang lengkap di dorm. Dan sekarang adik bungsu kalian sudah menikah. " Ucap Heechul, mengangguk anggukkan kepalanya. " lalu bagaimana dengan Controversy ? apakah kalian menerapkan sistem yang sama? "

" Tidak... " ucap Moonkyu dengan cepat.

" Aku bahkan tidak bisa membayangkan kalau Ravi hyung menjadi seorang ayah di dalam dorm kami. " Taemin menggedikkan bahunya.

" Dan mempunyai ibu seperti Taemin hyung itu buruk. " Sambung Moonkyu.

" Siapa juga yang mau memiliki anak sepertimu. " Sembur Ravi, matanya mendelik kearah maknae. " Dan aku tak akan mau menganggap Taemin sebagai istri, tapi kalau itu Suho aku mau mau saja. " Sambungnya dengan nada meyakinkan.

" Mwo... "

" ANDWAEEEE... " teriak Baekhyun. " Aku tak akan mau mempunyai Daddy seperti dia. " Dengan kurang ajarnya , ia menunjuk kearah Ravi. " Chan dad, jelas lebih baik. "

" Yak, aku juga tidak mau punya anak sepertimu. Cerewet." Balas Ravi.

"Apa kau bilang? " Baekhyun melempar bantal sofa dipangkuannya kearah Ravi.

" Apa yang kau lakukan bocah. " Ravi dengan geram bangkit dari duduknya dan melangkah ke arah Baekhyun dan menjewer telinganya.

" Aww... daddy, help me... " teriak Baekhyun dengan suara memelas.

" Yak, jauhkan tanganmu dari Baekhyun. " Chanyeol ikut ikutan berdiri dan melangkah mendekati Ravi dan Baekhyun. Ia melepaskan tangan Ravi dari telinga Baekhyun dengan kasar.

" Aku hanya ingin memberi pelajaran padanya, untuk bersikap lebih sopan. " Ucap Ravi.

" Tapi jangan seperti itu juga. " Balas Chanyeol.

Ravi mencibir. "Kau tidak cocok berperan menjadi suami untuk Suho. Kalau sikapmu seperti ini. "

Chanyeol mendengus kesal. " Kau bahkan lebih kasar dariku."

Kedua leader bertubuh jangkung itu saling melotot, membuat kedua MC menepuk jidatnya. Okeh, ini acara live dan mereka semua bertingkah memalukan seperti ini, apa kata penonton nanti ?

Suho yang mulai menyadari situasi bisa berubah lebih buruk dari ini segera bangkit dari posisi duduknya. " Kalian berdua hentikan sifat kekanakan seperti itu. " ucapnya dengan nada lembut.

" Wow, Suho memang istri idaman, aku tak keberatan kalau kau yang benar benar menjadi pasanganku. " Ravi menyeringai.

" Tidak akan ku biarkan. " Chanyeol menarik Suho ke dalam pelukannya di iringi sorakan Baekhyun dan Chen.

" Hidup Mommy dan Daddy... Ayo berjuang Dad... " Seru Baekhyun sambil melompat lompat di sofa.

" Akhh... Mommy dan Daddy sweet sekaliiiii... " Chen menangkupkan kedua telapak tangannya di pipinya.

Heechul dan Leeteuk menepuk jidat mereka bersamaan. Okeh, acara live ini mulai terlihat semakin kacau dan norak karena kelakuan bintang tamunya yang begitu parah. Apakah ini kelakuan asli para anggota boyband terkenal seperti mereka ?

" Bisakah kalian diam, dan kita bisa menonton pasangan baru yang akan kami tayangkan di layar? " Leeteuk bahkan harus berteriak untuk mengatasi keributan Di sana.

Chen yang lebih dulu tersadar segera menarik Baekhyun untuk turun dari atas sofa dan kembali duduk dengan rapi di samping Chanyeol yang memangku Suho.

" Chan hyung, lepaskan tanganmu. Aku bisa duduk sendiri. " ucap Suho, ia berusaha melepaskan tangan Chanyeol yang melingkar dengan erat di pinggangnya.

" Dan membiarkan Ravi mendekatimu. Andwae... Aku tidak mau. " tolak Chanyeol tegas.

Di seberang sofa Ravi mencibirkan bibirnya. " Hormatlah padaku bocah, aku lebih tua darimu. "

Chanyeol ingin membalas, namun Suho lebih dulu meletakkan Jari telunjuknya di bibir Chanyeol. " Diamlah. " bisiknya lirih.

" Ah, kenapa aku merasa pasangan di acara ini adalah Chanyeol dan Suho. " ucap Leeteuk.

" Jangan bermesraan di depan orang yang masih sendiri bocah. " geram Heechul.

Chanyeol nyengir dan Suho hanya bisa tertunduk malu.

" Ah, itu Jongin. " tunjuk Taemin kearah layar.

Semua mata segera tertuju kearah layar, yang mana sedang menampakkan Jongin berjalan menuju kearah sebuah kamar.

" Apa itu kamar Sehun? " tanya Baekhyun.

Tak ada yang menjawab karena seisi studio sedang terpaku melihat pemandangan Jongin yang membuka selimut yang menutupi tubuh Sehun.

" Wow, itu benar benar tubuh seorang namja? " tanya Moonkyu dengan ekspresi tak percaya.

" Beruntungnya Jongin. Aku iri... Tubuhnya bahkan jauh lebih baik dari mantan yeojachinguku. " Heechul menggigit bibirnya.

" Seksi. " Leeteuk dan Taemin berucap bersamaan.

" Andwae... Bayiku. " ratap Suho.

" Ya Tuhan, kenapa mereka tidak menyensor bagian itu. " geram Chanyeol kesal.

" Ah, sudah ku duga, tubuh maknae kami yang terbaik. " Chen nyengir.

" Ah, aku tak menyangka Jongin bisa segentle itu menggendong Sehun. " celetuk Moonkyu.

Mereka kembali fokus ke layar. Dan ...

" Andwaeee..., first kiss maknae... " ratap Chen. " Hunnie selalu menolak ciuman dariku dan kenapa dia tidak menolak ciuman dari makhluk hitam itu. "

" Dia tidak hitam, tapi seksi. " bantah Baekhyun. " Ah, maknae, bolehkan kita tukar posisi, aku juga mau di cium Kai. "

" Bayiku... " ratap Suho.

" Aku tak percaya ini. Dia berani mencium Sehunie kita. " Chanyeol menunjuk kearah layar.

" Baekhyun dari pada kau mencium Jongin, kenapa tidak kau cium saja Ravi hyung." celetuk Taemin.

" Andwae, aku tidak mau. " tolak Baekhyun mentah mentah.

" Aku tidak keberatan. " balas Ravi. " Ya, walau aku masih berminat pada Suho. Tapi Baekhyun boleh juga. "

" Mati kau leader gila. " Baekhyun melompat dari duduknya, menghampiri Ravi dan segera memukulinya. " Aku tidak akan mau denganmu... "

" Aww, hentikan itu anak kecil. " Ravi berusaha menghindari serangan Baekhyun yang memukulinya dengan bantalan sofa.

" Ha ha ha... Kalau Ravi hyung dengan Baekhyun. Aku mau kok dengan Chen. " ucap Moonkyu.

" Apa kau bilang? " Chen menatapnya dengan murka.

Dduakk

Brugh

" Aww... Kenapa kau menendangku ." gerutu Moonkyu.

" Itu salahmu sendiri. " balas Chen.

" Kau merusak tatanan rambutku. " pekik Moonkyu. Secepatnya ia menerjang Chen dan keduanya berkelahi di lantai.

Heechul dan Leeteuk hanya bisa tersenyum kaku kearah kamera. Tak menyangka acara mereka berakhir kacau seperti ini.

" PD- nim, bisakah Anda mengusir mereka dari siaran live ini? "

Cara tercepat menghentikan kekacauan bukankah dengan mengusir mereka yang membuat suasana jadi kacau ? Dan MC kita terpaksa melakukannya sekarang..

.

.

.

Sehun keluar dari dalam mobil dengan perasaan bingung. Setelah acara lamaran dadakan dari Kai di atas kapal, begitu mereka kembali ke hotel, mandi dan berganti pakaian, namja tampan itu segera membawanya ke tempat ini.

Sebuah rumah dengan gaya minimalis bercat abu abu berdiri dengan kokoh di hadapannya. Ada kolam air mancur di halaman depan yang di kelilingi oleh berbagai tanaman bunga yang tampak begitu rapi. Di samping kanan rumah terdapat kolam renang yang tidak begitu besar dan di samping kiri rumah terdapat ayunan dan juga tempat duduk dan meja untuk bersantai. Tempat itu di kelilingi pohon palem yang membuat udara di sekitar begitu terasa sejuk.

" Ini rumah siapa? " tanya Sehun saat Kai sudah berada di sampingnya.

" Tentu saja ini rumah kita, chagiya. "

" Chagi? " ulang Sehun dengan bingung.

" Ne, karena kau istriku sekarang kau juga harus memanggilku yeobo. " Ucap Kai.

Sehun tampak tidak senang dengan itu. " Kenapa aku yang harus menjadi istri sih. Aku kan manly hyung. " omelnya.

" Oh ya? " Kai menyeringai pelan. Ia berjalan ke belakang Sehun dan melingkarkan lengannya di leher namja berkulit putih itu.

Kameramen melangkah mundur untuk memberi ruang yang cukup untuk mereka berdua.

" Kai hyung, apa yang kau lakukan? " Sehun tampak risih saat Kai mencium pundaknya.

" Mau bertaruh? " Tantang Kai.

" Apa? "

" Kalau kau memang manly, kau pasti bisa menggendong ku hingga mencapai pintu itu. Dan aku akan mengakui kekalahan ku. Tapi kalau kau kalah... "

Sehun menelan ludahnya, tangannya terkepal menahan rasa gugup. " Apa hyung? " suaranya nyaris tidak terdengar karena terlalu gugup.

" Kau harus mau aku panggil chagi. Bagaimana, deal? "

Sehun mencoba menguatkan mentalnya. Bibir Kai yang nyaris menempel di tengkuknya membuatnya nyaris tak bisa berpikir. " Deal. " ucapnya dengan suara serak.

Kai tersenyum dan ia mengeratkan tautannya di leher Sehun. " Kajja... "

Sehun mengulurkan tangannya ke belakang untuk menopang tubuh Kai yang jauh lebih besar dari tubuhnya. Demi Tuhan, Sehun mengutuk dirinya sendiri yang begitu jarang berolahraga, kenapa tubuh Kai terasa begitu berat untuknya ?

" Uhh, hyung berat. " Sehun mengeluh saat mulai melangkahkan kakinya.

" Kau menyerah? " bisik Kai.

" Tidak akan..." Sehun gengsi tentu saja. Namun tekadnya untuk menang tak sejalan dengan kenyataan. Baru beberapa langkah ia berjalan, kakinya tersandung dan Sehun pun sukses terjatuh di halaman yang untungnya di lapisi rumput tebal yang di pangkas rapi.

Namja manis itu merasakan napasnya tercekat saat merasakan beban tubuh Kai yang menimpa tubuhnya. Ia pun menoleh ke belakang hingga hidungnya bersentuhan dengan hidung Kai.

" Bisakah hyung menyingkir ? Tubuh hyung berat. " Pinta Sehun.

" Katakan dulu kalau kau menyerah dan panggil aku yeobo. "

Sehun mendengus kesal. " Baiklah... Baiklah... Yeobo, bisakah kau menyingkir sekarang. Kau berat sekali. "

Kai tersenyum, ia mengecup sekilas bibir tipis Sehun sebelum menyingkir dari atas tubuh Sehun dan membantu istri virtualnya itu bangun.

" Aww... Punggungku... " keluh Sehun.

Tanpa mengucapkan apa apa Kai langsung menggendong Sehun dan membawanya masuk ke dalam rumah. Kedua kameramen itu tidak ikut masuk karena memang di dalam sudah di pasang kamera di mana mana.

" Yeobo... Lepaskan aku... " rengek Sehun.

" Tidak sayang, bukankah kau bilang kalau punggungmu sakit. " balas Kai.

Rumah itu tidak terlalu besar. Hanya ada dua buah kamar yang dilengkapi kamar mandi dan satu ruang kerja. Satu dapur dan ruang makan sekaligus ruang bersantai serta satu ruang tamu dan garasi yang cukup menampung dua buah mobil.

" Aku tak tau seleramu seperti apa, jadi aku memilih sendiri rumah ini. " ucap Kai seraya membaringkan tubuh Sehun di atas kasur king size di kamar yang akan mereka tempati berdua di rumah ini.

" Rumahnya bagus, aku suka. "

Kai berbaring di samping Sehun dan menarik namja putih itu untuk berbaring di pelukannya. " Aku senang kalau kau suka. "

Sehun tersenyum, jujur saja ia merasa nyaman berbaring di pelukan Kai, dan matanya mulai menutup, bersiap untuk tidur.

" Chagiya. "

" Hmm... " gumam Sehun menyamankan posisi kepalanya di dada bidang Jongin.

" Apa kau ingin kita mencari anak untuk kita asuh sekarang? " tangan Kai mengelus lembut punggung Sehun.

Namja cantik itu mengerucutkan bibirnya. " Hunnie ngantuk... " rengeknya dengan nada manja.

Kai tertawa pelan. " Arra... Kita tidur dulu, nanti sore baru kita ke panti. "

" Kyaaaaaa... "

Sehun berteriak terkejut saat Kai mengangkat tubuhnya untuk berbaring di atas tubuh kekarnya.

" Yeobo... " Rengek Sehun.

" Jalja, chagiya. " bisik Kai lembut.

Sehun tersenyum manis. " Jalja.. "

Sehun bersiap untuk membaringkan kepalanya di dada Kai saat tangan namja itu menghentikannya.

" Apa? " tanya Sehun bingung.

" Poppo dulu chagiya. "

Dengan malu malu Sehun mendekatkan wajahnya ke wajah Kai dan...

Cup

" Good... Ayo kita tidur chagiya. " Kai mengeratkan pelukannya dan mulai memejamkan matanya di susul oleh Sehun.

.

.

.

" Yeobo... Palli... " Sehun menarik tangan Kai dengan tak sabar memasuki panti asuhan tempat mereka akan memilih bayi atau mungkin anak kecil yang akan mereka asuh.

" Iya, sebentar sayang. " Kai berjalan dengan santai mengikuti langkah tak sabaran istrinya.

Sore ini keduanya nampak segar mengenakan pakaian berwarna senada, biru bergaris putih dan juga celana jins selutut. Jangan lupakan keduanya kompak mengenakan sendal jepit yang sama. Sedikit mengejutkan memang karena baru hari ini keduanya mengetahui kalau mereka ternyata sama sama suka memakai sendal jepit saat sedang bersantai.

" Yeobo.. " Sehun merengek, ia menghentakkan kakinya ke lantai dengan muka cemberut. " Palli... "

Kai terkekeh pelan melihat istrinya yang tampak begitu menggemaskan.

Cup

Dengan kurang ajar ia mengecup bibir Sehun sebelum merangkul pinggang ramping namja cantik itu dan membawanya menemui ibu pengasuh di sana.

Setelah berbicara singkat tentang maksud kedatangan mereka ketempat itu. Ibu panti itupun segera mengajak mereka berkeliling untuk melihat anak anak panti.

" Yeobo... Apa kita harus memilih anak yeoja ? Aku sering melihat pakaian yang lucu lucu untuk anak yeoja. " Sehun melingkarkan tangannya di lengan Kai masih dengan matanya yang melihat kesana kemari.

" Tidak. Kau tau aku bukan orang yang bisa mengasuh anak kecil. Dan ku rasa yeoja akan lebih merepotkan dari namja. " tolak Kai.

Sehun mengerucutkan bibirnya. " Iya sih, tapi... Ah, bagaimana kalau yang itu. " Sehun menunjuk ke arah seorang anak kecil berusia sekitar 4 tahun yang berlari mengejar bola tak jauh dari mereka.

Kai menatap sekilas lalu menggeleng. " Terlalu hyperactive. Bagaimana kalau yang itu? "

Sehun mengikuti arah yang ditunjuk Kai. Ia cemberut. Yang benar saja. Kau ingin memilih seorang anak yang terlihat seperti kutu buku itu ? Sehun tak akan mau.

" Shireo. "

"Kenapa? dia terlihat pendiam dan penurut. Pasti tak akan susah merawatnya. " Ucap Kai.

" Tapi aku tidak mau. " tolak Sehun.

" Ya sudah ayo kita cari lagi. "

Setelah sejam lebih berkeliling, keduanya belum juga menemukan seorang anak yang mereka inginkan.

" Kakiku pegal. " keluh Sehun. Tak sadar kalau sekarang kameramen mereka sudah berkeringat begitu banyak karena harus terus memegang kamera tanpa istirahat dikarenakan dirinya yang begitu antusias kesana kemari tadi.

" Sini aku gendong. " Kai segera jongkok dan menggendong tubuh Sehun di belakangnya.

" Hiks... Apa kita tidak akan menemukan bayi yang akan kita asuh? " Sehun mulai terisak di punggung Kai.

" Sabar sayang... "

" Hiks, tapi kita sudah berkeliling tempat ini dan tidak menemukannya. " Sehun merengek lagi.

" Kau mau minum ? Mungkin setelah minum tenaga istriku yang cengeng ini akan pulih. "

Kai dapat merasakan Sehun yang mengangguk di punggungnya dan dengan itu iapun membawa Sehun ke arah dapur.

" Masih haus? " tanya Kai saat Sehun sudah menghabiskan segelas air putih.

Sehun menggeleng. Wajahnya masih agak murung karena belum menemukan anak yang mereka inginkan.

" Ya Tuhan, bagaimana bisa kau merasa lapar lagi setelah menghabiskan makananmu, Taeoh- ya. "

Sepasang suami istri virtual itu menoleh kearah pintu dapur saat seseorang yang mereka yakini sebagai suster perawat datang membawa seorang anak kecil di gendongannya.

Keduanya sempat tertegun saat melihat anak di gendongan suster itu menoleh dan tersenyum memamerkan gigi atasnya yang baru tumbuh empat dan gigi bawahnya yang berisi dua gigi.

" Kyaaaaaa... Kyeopta... " teriak Sehun.

" Bayi yang cute. "

Keduanya saling pandangan lalu tersenyum. " Kita pilih dia. " ucap mereka bersamaan.

Name : Kim Taeoh

Age : 1 tahun 8 bulan

Secara resmi kini menjadi anak angkat pasangan Kim Jongin dan Oh Sehun.

.

.

.

.

.

Omake

Sehun menyamankan posisi berbaring di pelukan Kai di atas kasur king size mereka. Ini sudah larut malam dan mereka sedang beristirahat setelah seharian syuting.

" Kau sedang melihat apa? " tanya Kai, mengintip sejenak Sehun yang sedang sibuk dengan tabnya.

" Hanya melihat komentar fans tentang kita. " Sahut Sehun.

" Mana, sini aku juga mau lihat. "

Kai bergeser untuk duduk bersandar pada tumpukan bantal dan menarik Sehun ke pangkuannya. Sehun tidak protes dan ia menyerahkan tabnya ke tangan Kai. " Kita baca sama sama. "

Guest 1 : Wkwkwkk, Sehunie pingsan di saat pertemuan pertama sama Jongin, wkwkwk... # penonton dan Monggu ngakak # HAHAHAHA Sehunie unyu2 gini ya, masa di suruh mengasuh bayi, yang ada dia harus di asuh. Kekekee...

Guest 2 : Aku tidak suka. Acara apa ini ? Kenapa Kai kami yang tampan harus berpasangan dengan anak kecil sok cantik itu ?

Guest 3 : Baru juga ketemu Sehun udah pingsan apa lagi nanti ? Woah ga kebayang :v ' Bayi ' ngurus bayi, apa bisa ? Apalagi si Jongin yang bilang gak suka ma anak kecil. Kolaborasi yang luar biasa.

Guest 4 : Wow, Hunnie lucuuu aaah kyeoptaaa. Mau aku bawa Hunnienya, tapi apa harus karungin bareng Jongin. Kekekekekeeeee

Guest 5 : Andwaeeee... Kenapa harus Kai ? Dia tidak pantas dipasangkan dengan Sehun. Jelek.

Guest 6 : Kai hitam dan pesek. Sedangkan Sehun begitu sempurna. Menggelikan. Apa tidak ada orang yang lebih baik untuk Sehun.

Guest 7 : aku rasa, aku jatuh cinta dengan couple KaiHun. Keduanya cocok.

Guest 8 : Wow, bagaimana bisa Kai berpasangan dengan orang yang tingkahnya kekanakan seperti itu. Bodoh pula, apa yang bisa diharapkan darinya. Kai berhentilah ikut acara itu dengannya.

Guest 9 : Hun sini Hun, Noona karungin # plakk unyu aned chiii hahaha suka deh Hunhun yang kayak gini, bikin emezz

Guest 10 : Saoloh pengen mereka beneran real. Wkwk

Guest 11 : MANLY dari mana coba ? Kamu itu cantik Hun, gak ada manly nya aigooooo... Yes, sudah mulai syuting.. Gak sabar pengen lihat moment KaiHun.

Guest 11 : kyaaa... Ini kenyataan banget tuh KaiHun... Berasa bukan syuting. Hahahaha...

Guest 12 : Sehunie besok besok kamu jangan kek anak kecil ya buat Jongin! Kamu harus bangun pagi, nyiapin sarapan, ngurusin anak kek eomma eomma di luar sana. Jongin pasti bangga punya istri kek Thehun.

Guest 13 : Benar benar menjengkelkan kalau punya istri seperti Sehun. Sifatnya mirip anak kecil dan aku membencinya.

Guest 14 : Aduduh mereka manis banget, duh jiwa KaiHun ship gue makin menjadi. Aaaaaa... So sweet banget, alamak gue senyum senyum sendiri jadinya. Awawawawaw... Sehun kiyutnya kebablasan. Jadi pengen gue karungin bawa ke KUA terdekat. Hehe... # dipenggal Jongin.

Sehun menatap Kai yang meletakkan tab miliknya ke atas meja nakas.

" Hyung... " panggilnya pelan. Oke, ini bukan saat syuting jadi Sehun bisa kembali memanggil Kai dengan Sebutan hyung.

" Apa? " Kai kembali memeluk tubuh Sehun yang entah bagaimana bisa menjadi favoritnya sekarang ini.

" Apakah aku cantik ? Kenapa mereka mengatakan aku cantik dan komentar negatif itu... "

Cup

" Jangan pikirkan komentar negatif, hanya pikirkan aku dan Taeoh. Dan Sehun... "

Kai mendekatkan wajahnya pada wajah Sehun.

" Apa? " tanya Sehun pelan.

" Kau memang cantik. "

Cup

Kai mengecup kening Sehun. " Ayo kita tidur. "

.

.

.

.

.

TBC

Ada yang merasa familiar dengan komen di atas ? Reviews kalian yang terpilih akan aku share di sini. Jadi please reviews ya...

NOTE MOHON DIBACA DAN DIPAHAMI.

Begini bukannya Killa gak mau nerima kritik tapi cobalah realistis dikit yaa, Killa baru belajar nulis dan ngebangun karakter baru yang sudah dibentuk dari awal cerita itu akan susah buat diubah. Otomatis pasti harus ngerombak secara keseluruhan ide cerita .

Jadi mohon pengertian buat readers semua, bukannya gak mau nerima kritik.

Kalau gak terima Sehun menye2 manja dsb. Silahkan close FF ini, gak sulit kan. Tolong jangan inbox dengan kata2 kasar. Bangun mood buat nulis itu susah, gak semudah baca. Jadi tolong saling menghargai. Kalo mau kasih saran atau kritik silahkan tapi pakailah bahasa yang sopan.

Oke, kalo masih pengen lanjut tolong review dan mohon sekali lagi jangan minta untuk ngubah karakter. Kalau banyak yg gak nrima, FF OMB ini gak bkln di post di FFN lgi nnti bkln di post di Wordpress dgn password. Jadi nanti, bagi yg berminat baca Sehun menye aza dikasih passwordnya.

Maaf, kalau ada yang gak trima ama statement diatas, soalnya lama2 kesel juga dpt inbox kata2 kasar.

Terima kasih buat yang selalu review, yang udah ngasih saran dan kritik dengan kata kata sopan.