Sebelumnya…..

'jong woon oppa…'

'jong …..'

'DUAAGGGHHH'

"Apooo….."

.

.

.

My Lovely Idol…..

by : Lody Charming

Cats : Kim Jong Woon, Kim Ryeowook
dan rekan-rekan senasib

Disclaimer :
Mereka adalah mahluk Tuhan yang lagi popular.

Warning : Geje, Typos dimana-mana.
yah maklum, namanya juga manusia.

Summary : ketika cinta yang dianggap sebuah mimpi menjadi begitu nyata.

Don't Like Don't Read

.

.

.

.

"Apooo….." teriakan mengenaskan itu terdengar bersamaan dengan terpentalnya 2 tubuh namja keatas tanah.

"aagghhhhh…." Seorang namja yang baru saja diterjang jong woon masih duduk merintih diatas tanah.

Jong woon yang menyadarinya segera berdiri dan berjalan mendekati sang namja yang kini sibuk memunguti bukunya yang berantakan.

"ahh….miandhe…" kata jong woon mengulurkan tangan pada namja berseragam sekolah dihadapannya. Butuh beberapa detik sampai sang korban terjangan jong woon menerima uluran tangannya.

"gwenchana…" kata sang namja tersenyum pada jong woon.

.

.

_Jong Woon PoV_

"gwenchana…" kata namja yang baru kutabrak dan tersenyum padaku.

'DEG….'

Aigooo… jantungku seketika berdegub tak tau aturan…. Sangat berantakan dan begitu keras…. Kenapa ini…..? menatap namja dihadapanku membuatku salah tingkah, taukah…? Dia sangat manis sekali….. tubuhnya kecil, tingginya hanya sebatas leherku, rambutnya kecoklatan, tertiup angin, hidungnya kecil dan mancung, iris mata coklat caramel meneduhkan sekali dan bibirnya semerah mawar. Aigoooo… namja ini terlihat cantik ketimbang tampan, dan dia membuatku….. jatuh hati seketika.

Kenalkan, aku kim jong woon…. Usiaku sekarang 23 tahun, aku seorang penyanyi solo yang kata orang sih sedang naik daun…. Yah, mereka itu… aku disamakan dengan ulat, naik daun… Aku juga masih kuliah di seoul university. Hari ini aku datang ke icheon karena aku akan mengadakan konser disini minggu depan. Kukira warga kota disudut seoul ini tak ada yang tau siapa kim jong woon, tenyata dugaanku salah. Bahkan tiket konserku terjual habis hanya dalam waktu kurang dari 1 hari. Hebat yah….? Aku saja tak percaya jika tiketku habis terjual disini, jika di seoul sih aku tak heran.

_Yesung PoV end_

.

.

_Normal PoV_

"ap…apa kau terluka….?" Tanya jong woon sedikit gugup menatap namja didepannya.

"anniya…" sang namja menggeleng dan menatap jong woon seakan tak percaya.

'aiiigo….wajahnya seperti kim jong woon….. ahh, mungkin hanya mirip…'

Pikir sang namja yang ditabrak jong woon masih dengan menatap jong woon tak percaya.

"si..siapa namamu….?" Tanya jong woon pada sang namja didepannya.

"ahh… Kim Ryeowook imnida….. tapi panggil saja wookie…." kata namja yang ternyata wookie –dan manis menurut jong woon- itu sambil tersenyum lalu menunduk sopan membuat jong woon semakin salah tingkah.

"Kim….."

'jong woon oppa….'

'oppa….saranghaeyo….'

'jong woon oppa saranghae….'

Kata-kata jong woon yang akan membalas perkenalan diri itu terhenti seketika saat suara yeoja yang tadi mengejarnya kembali terdengar dibelakanganya.

"jad…di kau….?" Wookie yang juga mendengar teriakan para fans jong woon seakan semakin tak percaya jika sosok namja didepannya adalah penyanyi idolanya.

"Ne….. bisakah kau bawa lari aku….? Aku tak tau daerah sini…." Kata jong woon seakan tau arti pertanyaan wookie dan meminta wookie membantunya pergi.

!

!

"gomawo kau sudah melarikan aku….." kata jong woon tersenyum pada wookie.

Setelah kabur dari para fans dengan bantuan wookie kini jong woon dan wookkie sedang duduk disebuah taman dan sedang menikmati kopi hangat ditengah cuaca mendung.

"Ne… cheon jong …." jawab wookie tanpa menoleh pada jong woon disampingnya. Bukanya tak sopan, tapi wookie masih tak percaya jika yang disampingnya adalah artis idolanya.

"haisshh….. wookie-ah…. Panggil saja aku hyung… aku tak suka kau memanggilku formal begitu…. Kulihat kau masih sekolah jadi panggil aku hyung… Ne….?" kata jong woon pada wookie yang kini menunduk.

"Ne… hyung…." wookie mengangguk pelan dan tetap menunduk.

'TEP'

"aku disini wookie…. kenapa kau melihat tanah…..?" jong woon meraih kepala wookie dan diputar kearahnya agar wookie menatapnya.

"yah…yah….hyung….leherku bisa patah…." Kata wookie saat kepalanya diputar jong woon.

"yahh….. wookie-ah…. Kau itu terlalu berlebihan…." Dengus jong woon "kau kira aku gila mematahkan leher orang….. salah sendiri tak melihatku…"

"kau tak sopan hyung….." kesal wookie mempoutkan bibirnya membuat jong woon terbelalak kaget.

'OMONA…..! imut sekali dia, benar-benar manis sekali wookie….'

"aiiihhhh… manisnya adek kecil satu ini…." Yesung yang tak lagi bisa menahan diri mencubit pipi wookie membuat wookie meringis.

"Yah, Kim jong …. appo… tadi leher, sekarang pipi, nanti apa lagi…. Eoh….?" Dengus wookie mencibir membuat jong woon terkikik.

Sepertinya suasana canggung antara artis dan fansnya tak lagi terlihat, wookie terlihat begitu santai bercanda dengan jong woon. Begitu juga sebaliknya, jong woon dan wookie seperti sudah lama saling kenal dan tak sungkan untuk bercanda.

"Kim Ryeowook …" sebuah suara membuat wookie menatap kesumber suara.

Seorang yeoja dengan gaya angkuhnya berdiri dibelakang jong woon dan menatap hina pada wookie. sunny, teman sekolah wookie, salah satu kawanan han soo hee disekolah, dan sudah pasti jika seperti itu maka akan ada hal menyakitkan yang akan dikatakan pada wookie.

"punya kekasih juga kau…" kata sunny menatap remeh wookie, membuat wookie diam dan hanya menahan diri. "berkencan ditaman…. Hmm, romantis juga….. tak kusangka abnormal sepertimu bisa punya kekasih…." Kata sunny lagi sinis.

'JLEB…!'

Seakan ditusuk ribuan pisau, hati wookie begitu sakit mendengar kata-kata sunny padanya. Bahkan jong woon sejak tadi tak bereaksi apa-apa. Hanya diam dan mendengarkan dengan diakhiri mata yang membulat saat sunny menyebut kata 'abnormal' dengan begitu lantang dan ringan tanpa beban.

"sudah melupakan kim jong woon…eoh….?" Kata sunny sengit.

'kim jong woon…..? bukankah itu aku….? Apa maksudnya melupakan kim jong woon…..'

Kim jong woon yang mendengar namanya disebut oleh yeoja itu hanya mampu menebak-nebak dalam hatinya, ini pertama kalinya dia bertemu dengan wookie jadi bagaimana mungkin yeoja itu mengatakan hal seperti itu.

"bukankah kau cinta mati pada artist ternama itu…..?" kata sunny yang masih saja mencerca wookie.

"sun…sunny-ah…. Hentikan….." pinta wookie dengan nada memohon.

"wae….? Aku benar kan….? Ternyata kau itu benar-benar tak normal ya…..? selain kau gay, kau juga mencintai seorang artis….. oh kim ryeowook…. Bermimpi saja terus…..!" kata sunny sambil tertawa menghina membuat wookie menunduk.

'apa…..? mencintaiku…..? jadi wookie mengidolakan aku…. Mencintaiku….?'

Jong woon yang mendengar kata-kata sunny seketika membulatkan matanya, kemudian menatap wookie, tapi sayang wookie menunduk begitu rendah hingga wajahnya tak terlihat oleh jong woon.

"ryeowook, kau pasti harus memberi imbalan yang besar pada namja yang mau jadi kekasihmu kan…..? kau tau ryeowook….. jika seperti itu, ahjussi tetanggaku juga mau dan bisa kau jadikan kekasihmu….." kata sunny tersenyum sinis.

Wookie yang seakan sudah tak memiliki harga diri seketika berdiri dan berlari meninggalakan sunny dan jong woon yang masih berdiam disana. Hati wookie terlalu sakit untuk sekedar merasa senang karena akhirnya bertemu dengan idolanya. Justru itu menambah sakit hatinya saat sang idolanya mendengar dengan jelas bahwa dirinya seorang gay, namja yang tidak normal.

"kau…kau…." Sunny menatap tak percaya saat melihat jong woon yang sejak tadi duduk membeakanginya berdiri dan menatapnya.

"kau puas sudah membuatnya pergi…? Jaga ucapanmu atau penjara yang akan menutup mulutmu selamanya…..!" bentak jong woon dalam sekali helaan nafas. Terlihat benar dari sorot matanya terpancar kemarahan.

Entah kenapa rasanya sangat tak rela wookie direndahkan seperti itu oleh seseorang, walaupun kenyataannya wookie memang gay terus apa salahnya….? Bukankah menjadi gay tidak membuat dunia berakhir….?

"jo…jong…woon kah dia….?" Sunny bertanya pada dirinya sendiri saat melihat jong woon sudah berlari menghampiri wookie.

!

!

"euhmm…." Lenguhan terdengar dari bibir wookie, sejenak dia mengerjapkan matanya. Lalu bangun dan duduk diranjang.

"sudah sadar….?" Seorang menyambut wookie dengan senyumanya. Kim jong woon.

"hyu…ng…. kau….?" Wookie bertanya kaget. "aku ada dimana….?" Tanya wookie lagi saat sadar dia tak ada ditempat yang dia kenal.

"tadi sore….. apakah kau ingat kejadian ditaman….?" Tanya jong woon sedikit ragu pada wookie.

"Ne….." wookie seketika menunduk.

"kau pingsan….. kau juga menangis wookie-ah….." kata jong woon mendekatkan diri pada wookie.

Benar, saat wookie berlari karena kata-kata sunny yang menghinanya jong woon mengejarnya, dan betapa kagetnya jong woon saat tau wookie menangis. Jong woon yang bingung hanya memeluk wookie memberi sedikit ketenangan, tapi entah karena kurang sehat atau terlalu banyak yang dipikirkan wookie jatuh pingsan. Sekali lagi jong woon yang bingung tak tau harus mengantar wookie kemana akhirnya membawa wookie ketempat dia menginap selama di icheon.

"umma…appa….." pekik wookie seakan mengingat sesuatu. "mereka pasti mengkhawatirkan aku…"

"wookie-ah…. Istirahatlah dulu disini….. kondisimu masih lemah…. Kurasa mereka akan bisa mengerti…. berikan no telepon rumahmu, nanti akan aku telepon keluargamu…..." Kata jong woon melarang wookie.

"tapi hyung….."

"percayalah padaku wookie….. mereka akan mengerti…" kata jong woon meyakinkan "aku tak peduli kau mau menolak seperti apapun….. malam ini istirahatlah disini, aku tak mau terjadi apa-apa padamu…" jong woon membelai kepala wookie lembut.

Wookie hanya mengangguk pelan, kepalanya lantas menunduk. Untuk saat ini wookie benar-benar tak memiliki keberanian menatap jong woon, artist idolanya itu. terlebih saat wookie ingat kejadian dimana sunny, teman sekelasnya membuka aibnya di depan jong woon dan beberapa orang yang ketika itu ada disekitarnya. Wookie seakan tak memiliki wajah untuk berhadapan dengan jong woon.

"wookie… kenapa kau terus menunduk…..? apakah aku menakutkan…..?" Tanya jong woon mulai bosan karena sejak 10 menit yang lalu wookie hanya diam dan menunduk.

"…" tak ada jawaban dari bibir wookie, hanya gelengan pelan sebagai gantinya.

"jika begitu…. Kenapa kau menunduk…..?" Tanya jong woon lagi. Jong woon tau jika saat ini wookie merasa malu untuk berhadapan dengannya.

"anniya….." jawaban pelan mirip bisikan yang terdengar dari wookie diselingi gelengan kepala.

"kalau begitu pandang hyung….!" jong woon yang mulai jengah mengangkat dagu wookie untuk membuat wookie mendongak.

BINGO…! Jong woon menatap tepat iris coklat caramel milik wookie, membuatnya justru menjadi salah tingkah sendiri. Dadanya menjadi berdetak lebih cepat.

"hy…yung…." Wookie menatap nanar namja yang 5 tahun lebih tua darinya itu.

"hyung tau apa yang sedang kau pikirkan….." kata jong woon lembut pada wookie.

"mian…dhe…." Wookie kembali akan menunduk jika jong woon tak menahan dagunya dan memintanya tetap mengangkat kepalanya.

"untuk apa meminta mav…..? aku tak pernah merasa kau punya salah…" kata jong woon selembut mungkin.

"mollayo…. Tapi rasanya aku harus minta mav…" jawab wookie dengan wajah bingung. Pikirannya benar-benar kacau saat ini.

"wookie-ah….. boleh hyung bertanya padamu…..?" Tanya jong woon sopan pada wookie.

"yang hyung dengar semuanya benar hyung….." kata wookie seakan tau apa yang akan ditanyakan jong woon padanya.

"eh….?" Jong woon mengangkat alisnya. Sedikit merasa tak enak hati.

"hyung ingin Tanya soal kejadian ditaman kan…..?" Tanya wookie menatap yesung yang hanya dibalas anggukan. "yang hyung dengar itu benar… apa yang dia katakan semuanya kenyataan….. seperti itulah aku….." jawab wookie lirih.

"miandhe wookie…. bukan maksud hyung untuk….."

"gwenchana….." kata wookie tersenyum tapi sunguh senyuman dengan begitu banyak beban dan kepedihan "aku sudah biasa…. Aku mendengar kalimat seperti itu hampir 3 tahun terakhir… lagipula hanya 1 orang…. Biasanya semua hakseng disekolahku mengatakan hal serupa dengan kompak setiap hari…" kata wookie lagi mengulas senyumnya membuat hati jong woon miris.

"tak ada yang salah denganmu… justru kau adalah namja yang beruntung…. Karena kau masih diberi hati untuk merasakan cinta….. cinta itu datang dari hati wookie, bukan dari gender... " jong woon menunjuk dada wookie lalu tanpa sadar menggenggam tangan wookie membuat wookie sedikit tersentak.

"aku berbeda dengan namja lain hyung…." kata wookie masih tersenyum getir.

"bukankah perbedaan itu indah…? Kau bukannya berbeda wookie….. tapi kau istimewa…." Kata jong woon membelai kepala wookie lembut.

"kuharap seperti itu….." jawab wookie pelan.

"euhm…. Wookie…" panggil jong woon membuat wookie menatapnya. "jika semua yang kudengar itu benar, bukankah yeoja itu mengatakan jika kau mencintai…" yesung menggantungkan kalimatnya dan menatap wookie dengan senyum jahil.

"yah…yah… itu…." kata wookie tergagap, dia benar-benar salah tingkah sekarang

"jadi benar ya…..?" kata jong woon menggoda wookie membuat wookie semakin gugup tak jelas.

'KLEKK'

Tiba-tiba seorang yeoja masuk kamar wookie dengan buru-buru, yeoja yang terlihat seusia wookie, berparas cantik dan pembawaan yang lembut, hanya sepertinya sedikit aktif. Melihat yeoja masuk kekamar, jong woon melepaskan genggaman tangannya pada wookie. dan membuat wookie bernafas lega, karena paling tidak dia tak perlu membahas masalah cinta-cinta itu kan….?

"ahh…. Dia sudah bangun oppa….." Tanya yeoja itu pada jong woon dan buru-buru melompat keatas ranjang membuat jong woon harus segera berdiri dari sana.

"kau bisa melihatnya sendiri kim yoona….." kata jong woon pada yeoja bernama kim yoona itu.

"kau…. Kau sudah sadar…?" Tanya yoona sambil menatap wookie lekat-lekat "syukurlah…. Kami disini sangat khawatir padamu….. kami takut kau gegar otak….. kau tau saat jong woon oppa membawamu tadi kami kira dia membunuh anak orang….." cerocos yoona pada wookie yang hanya menahan tawanya.

"yah, kim yoona…. Maksudmu apa….? Kau kira oppa mu pembunuh… eoh…? Kau itu yang gegar otak…. Seenaknya saja bilang oppa membunuh orang…!" hardik jong woon galak tak terima membuat wookie tanpa sadar melengkungkan senyumnya.

"wuuaahhhhhh… kau tersenyum….. " kata yoona pada wookie dengan semangat membuat wookie kaget dan menghilangkan senyumnya "yah… kenapa….? Senyummu itu sangat manis….." kata yoona lagi dengan polosnya terdengar nada kecewa karena wookie menghilangkan senyumnya.

"dia takut padamu yoona-ah….. dia pikir kau yeoja gila…. Dari tadi nyerocos terus….." dengus jong woon melihat sikap hiperaktive dongsaengnya, yoona.

"aiisshhh… oppa cerewet…..!" bentak yoona pada jong woon "ahh….kim yoona imnida…. Aku dongsaengnya jong woon oppa yang aneh itu….." kata yoona memperkenalkan diri pada wookie sekaligus merangkap mengejek jong woon.

"MWO….? Apa katamu yoona…? Kau bilang oppa apa…..?" teriak jong woon melotot.

"tuh kan…. Selain dia aneh, dia juga sedikit tuli….. aku heran kenapa dia bisa jadi artis…" kata yoona dengan santainya menatap wookie yang lagi-lagi tersenyum lebar melihat sikap polos yoona. Membuat jong woon mendengus sebal.

"kim ryeowook imnida…. Panggil saja wookie…" kata wookie membalas perkenalan diri yoona padanya.

"dia juga masih SMU sepertimu…." Sahut jong woon dari sofa didekat ranjang wookie.

"ahh….. kau manis sekali, seperti yeoja saja….." yoona tanpa ragu membelai wajah wookie yang hanya tersenyum. Dan berhasil membuat jong woon seperti kebakaran jenggot.

"dia tak suka yeoja yoona-ah…." Kata jong woon sambil meneguk tea nya. Wookie tersentak mendengar kata-kata yesung.

"eh…?" yoona ikut menoleh menatap jong woon.

"dia tak akan tergoda padamu….. percayalah pada oppa, kau hanya akan lelah menggodanya…." Kata jong woon dengan santainya, tapi wookie sudah menunduk. Tak menyangka jong woon akan mengatakan itu pada orang lain lagi.

"oppa serius…..?" Tanya yoona pada jong woon lalu mengalihkan pandanganya pada wookie.

"Ne….." jawab jong woon singkat.

"ahh… pantas saja dari tadi oppa tersenyum terus….. aku tau apa yang ada dipikiranmu oppa…." Kata yoona mendengus pada jong woon lalu menatap wookie lagi dan tersenyum ceria.

"bagaimana….? Salah pilihkah oppa….?" Tanya jong woon diselingi senyuman manis.

"anniya…. Sangat tepat…. Tapi kasihan wookie juga sih oppa…." Kata yoona menepuk pipi wookie. sementara wookie hanya diam, dia tak mengerti apa yang yoona dan jong woon bicarakan sedari tadi.

"kasihan kenapa….?" Tanya jong woon menyelidik.

"anak semanis wookie harus dipertemukan dengan namja aneh, lemot dan narsis sepertimu….." kata yoona dengan watadosnya.

"Kim Yoonaaa….." geraman itu terdengar menggaung dari mulut jong woon karena kesal dengan entah kepolosan atau ke baboan sang dongsaeng.

"Jong woon - ah…."

.

.

.

TBC

To be continued dulu.

Thank you very much….
I know this is a bad story…..

I just wanna to fun…..
you wanna to review…? I'm not force you to do it….

Gomawo… *bow…bow…bow…*

.

.

.

yes, this is Lody- gege...
i don't know, why my story is lost...
i think this fandom was delete it...

and, i'll try to re-post this story from beggining...

jadi, berharap saja FF gege tidak didelete lagi...
maaf, kalau riviewnya gga di bales... soalnya dulu udah pernah... :D

_Thank You_