BOYS SEX II
By : Han Kang Woo
Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Exo Member, etc.
Main Cast : ChanBaek
Genre : Romance
Warning : BL (Boys Love), NC, Banyak Typo, FF ini hanya pinjam nama saja
Rated : M plus
DLDR
= Happy Reading =
O…O…O…O…O…O…O…O…O
o
o
o
o
Baekhyun sampai di rumahnya beberapa menit kemudian. Di rumahnya hanya ada seorang pembantu dan Nichkhun, karena Victoria saat ini sedang ada urusan diluar. Oh, jangan lupakan Chanyeol juga.
Baekhyun melewati Nichkhun yang baru saja melintas di ruang tamu. Dia tidak menyapa namja itu.
"Hei. Tiga hari lagi aku sudah kembali ke Thailand. Kau tenang saja." kata Nichkhun, dia yang menyapa duluan.
"Terserah." timpal Baekhyun, menanggapi dengan singkat. Dia lekas berlalu, naik keatas kamarnya.
"Aku betul betul tidak berniat mengganggu kakak sepupumu. Aku juga tidak bermaksud mengganggu hidup kalian." lanjut Nichkhun, seraya mendesah. Baekhyun tidak menanggapinya lagi.
Baekhyun sudah sampai didepan pintu kamarnya, dia menolehkan wajah ke kiri dan kanan, untuk memastikan keadaan aman. Namja itu merogoh sakunya, mengeluarkan kunci kamar, lalu membuka kamarnya.
"Selamat sore pangeran tampan." gumam Baekhyun, menutup pintu kamar lagi, menguncinya. Dia memandangi sosok Chanyeol yang masih ada diatas ranjang. Tidak lupa melempar tas sekolahnya sembarangan.
Chanyeol sama sekali tidak menjawab, namja itu memejamkan matanya. Penampilannya sangat kacau, tubuhnya masih bugil, hanya selimut yang menutupi area intimnya.
Baekhyun menyunggingkan senyuman. Dia lekas mengambil alat pencatok rambut, lalu mencolokkan benda itu ke stop kontak. Tidak lupa juga mengecek kamera video yang sejak kemarin ditaruhnya untuk merekam Chanyeol.
Lima menit berlalu. Baekhyun mencabut colokan pencatok rambut. Dia memegang pencatok itu tepat didepan wajah Chanyeol.
"Hei pemalas. Bangun!" bentak Baekhyun, seraya menekan bagian lempengan panas pencatok itu tepat di dada bidang nan seksi Chanyeol.
"Arghhh... Akkhh..." Chanyeol sontak menjerit, dia membuka matanya, kaget.
"Akhirnya kau bangun juga." Baekhyun tertawa puas. Sekali lagi menekan catokan ditangannya, keras.
"Argh.. Hen.. Hentikan... Sa.. Sakit..."
"Aku tidak peduli." Baekhyun semakin menjadi jadi. Membuat dada dan perut Chanyeol memerah karena panas catokan. Dia tertawa lagi.
Brak. Baekhyun melempar catokan itu ke sembarang tempat. Lalu dengan cepat membuka bajunya sendiri dan naik keatas ranjang.
Deg.
Mata sipit Baekhyun dan mata bundar milik Chanyeol saling tatap, agak lama. Namun Baekhyun membuyarkan tatapan itu dengan tawa yang seperti ledakan tabung gas elpiji lima kiloan.
"Bagaimana? Apa yang kau rasakan? Sakit? Tersiksa? Atau mungkin lapar?" Baekhyun mendesis, seperti berbisik. Nafasnya menyapu wajah tampan Chanyeol yang berantakan.
"Ka.. Kau..." Chanyeol sulit berucap, dia sangat lelah. Sejak kemarin belum makan. Seluruh tubuhnya sakit, kram dan pedih. Semua bercampur jadi satu.
"Kau pasti berharap seseorang akan menyelamatkanmu sang pangeran jantan. Tapi kau salah. Ponselmu sudah rusak dan tidak ada seorangpun yang tahu kau berada disini, dikamarku. Kau tidak terlacak." lanjut Baekhyun, tertawa horor ala Chuky.
Chanyeol menimpali kalimat Baekhyun dengan geraman tidak jelas. Hal itu malah membuat Baekhyun semakin memperbesar tawanya.
"Oh iya, aku hampir lupa. Kata fans fansmu kau masih perjaka. Dan kau ingin melepas keperjakaanmu disuatu tempat, bersama gadis gadis cantik nan seksi. Kau juga sangat benci hubungan boy x boy. Dan sekarang bagaimana kalau aku memperkenalkan hal seperti itu padamu..." Baekhyun menjeda kalimatnya untuk menampilkan efek dramatis.
"Ap.. Apa mak.. maksudmu?" tanya Chanyeol, berusaha mengeluarkan suaranya yang tercekat.
"Apa kau bodoh, Sudah jelaskan... Aku yang akan mengambil keperjakaanmu, dengan holeku. Keperjakaanmu diambil oleh seorang namja, dan itu aku sendiri." jawab Baekhyun, membisikkan itu ditelinga Chanyeol. Dia sudah nekat dan akan melakukan sesuatu yang selama ini tidak pernah dilakukannya, demi pembalasannya.
Deg.
Chanyeol mendadak menegang.
"Aku tidak akan berlama lama lagi Park Chanyeol." tukas Baekhyun, dan langsung beraksi.
Namja bersenyum kotak itu menaiki tubuh polos Chanyeol. Dia sempat menarik nafas dalam, dan menghembuskannya pelan. Saat ini juga dia akan berubah menjadi 'namja binal'.
Baekhyun memulai dengan menjilat bekas merah di bagian dada Chanyeol, menarikan lidahnya dengan lumayan mahir.
Slruup.
"Ahhh..." Chanyeol mendesah, kegelian.
Jilatan Baekhyun yang awalnya pelan, lama lama jadi cepat dan binal. Namja itu menjilat jilat disertai isapan isapan kecil. Tubuh Chanyeol terasa asin, maklum saja, namja tinggi itu sejak kemarin belum mandi. Belum lagi masih ada sisa bau spermanya sendiri. Namun hal itu malah membuat sensasi tersendiri bagi Baekhyun.
"Ahhh... Ka..kau... Ahhh."
"Nikmati saja. Aku baik bukan, aku memuaskanmu." gumam Baekhyun, menghentikan sejenak aksi menjilat dan mengisapnya, matanya memandangi wajah Chanyeol lekat lekat.
"Uhh... Ahh... Ishh..."
Baekhyun mengarah kebagian leher Chanyeol, dia menghisap leher namja itu, yang membuat si namja menggelinjang geli sekaligus enak. Ahhh. Sesekali dia memelintir nipple Chanyeol yang seksi. Perpaduan sensasi yang nikmat dan tidak terlukiskan. Baekhyun berharap perlakuannya itu membuat Chanyeol merasa terhina, karena Chanyeol selama ini tidak suka dengan hal hal berbau yaoi. Sangat anti.
Dan yang pasti kamera video Baekhyun diatas TV masih terus merekam adegan itu, tanpa sensor.
Baekhyun berganti menjilat telinga lebar Chanyeol, mengigitnya pelan.
"Ah.. Ishh.. Uhh.. Ahh..." Chanyeol terus mengeluarkan desahan bassnya. Dan hal itu memancing Baekhyun untuk sekali lagi menikmati bibirnya.
Yeah, Baekhyun menggerakkan bibirnya, mengarah ke bibir Chanyeol, namun tidak langsung menciumnya.
"Aku harap kau akan mengingat ini seumur hidupmu, Park Chanyeol. Selamanya." bisik Baekhyun, menggesek gesekkan bibirnya ke dagu Chanyeol, mereka sangat intim sekarang.
Dan dengan efek slow motion, Baekhyun mendaratkan bibirnya ke bibir Chanyeol. Untuk kedua kalinya mereka berciuman dengan intens. Baekhyun memperdalam hujatan bibirnya. Dia menyapu setiap inci bibir Chanyeol, dan tidak lupa mengabsennya dengan lidah.
"Mmffhh.. Ahh..."
"Uffmff..."
Chanyeol tentu saja tidak bisa berbuat apa apa, namja itu pasrah. Posisinya masih tetap sama, terikat dengan kuat. Keringat sudah membanjiri seluruh tubuhnya yang seksi.
Ciuman itu berlangsung selama beberapa menit saja, hingga akhirnya terlepas, karena Baekhyun kehabisan nafas.
"Bibirmu begitu memabukkan Park Chanyeol. Aku mabuk kepayang." kata Baekhyun, terdengar bitchy. Namun Chanyeol tidak menimpalinya.
Baekhyun tertawa penuh kemenangan, dia senang dan bahagia melihat ekspresi jijik dari wajah tampan Chanyeol yang berkeringat. Dia senang melihat raut wajah itu mendeliknya, dia senang melihat sorot mata itu menusuk mata sipitnya. Yeah, dia sangat senang. Kesenangan yang akan terus berlanjut.
"Dan tibalah saat yang ditunggu tunggu. Adegan seks..." tukas Baekhyun, lalu dengan gerakan kilat menarik selimut yang menutupi area kejantanan milik Chanyeol sejak kemarin.
Jreeeng. Kini penis Chanyeol kembali terpampang nyata.
"Adik besar ini perlu dibangunkan." desah Baekhyun, binal. Dia mulai meraba dan mengocok kejantanan lemas itu.
"Hm... Bau spermamu masih ada Park Chanyeol." Baekhyun menggumam, mengarahkan wajahnya dan menghirup aroma penis milik Chanyeol.
"Ka.. Kau be.. benar benar namja jalang. Se.. Sesuai dugaanku." Chanyeol mengeluarkan suaranya, walau itu sulit.
Baekhyun membalas perkataan Chanyeol dengan tawa cetar membahana.
"Hahahahaha... Kau sendiri yang mengubahku Park Chanyeol. Tidak sadarkah kau. Aku ini namja baik baik. Tapi jangan salahkan jika sekarang aku berubah. Semua salahmu." teriak Baekhyun, air liurnya mengenai helm penis Chanyeol yang menggairahkan.
Chanyeol bungkam.
"Sebentar lagi akan tercatat dalam sejarah Korea Selatan bahwa penis seorang Park Chanyeol diobok obok oleh namja yang bernama Byun Baekhyun. Apakah itu terdengar keren?" Baekhyun bersmirk.
Lagi lagi Chanyeol bungkam.
"Itu sangat keren Park Chanyeol. Aku mendokumentasikannya. Kamera videoku merekam apa yang akan kita lakukan. Dan itu akan menjadi sejarah. Hahahahaha..." Baekhyun tertawa lagi, betul betul terdengar seperti orang gila.
Tidak ada yang bisa dilakukan, terutama oleh Chanyeol. Namja itu harus menerima nasibnya, sebagai tawanan seks Baekhyun. Dan entah sampai kapan Baekhyun akan memenjarakannya.
Waktu terus berjalan.
Baekhyun kembali memfokuskan dirinya ke penis Chanyeol. Namja itu memilin dan memainkan tongkat emas itu agar bisa menegang dengan cepat. Kocok dan kocok. Sangat jelas sekali terlihat lecet di pangkal penis Chanyeol, karena efek di kocok secara kontinyu oleh Baekhyun kemarin. Namun seperti sudah hukum biologi, penis Chanyeol itu dengan cepat menegang oleh gesekan dan kocokan tangan Baekhyun.
"Yey... Akhirnya menegang juga. Wuihh." girang Baekhyun, seperti anak kecil yang disodorkan gulali rasa merica.
"Ahhh..." Chanyeol mendesah, dia memejamkan matanya. Penisnya masih perih, namun juga sedikit nikmat oleh kocokan Baekhyun.
"Baiklah. Ini cukup. Kita mulai adegan intinya." ujar Baekhyun, lalu berdiri. Namja bermarga Byun itu lantas mempelorotkan sendiri celananya, hingga membuat dirinya bugil didepan Chanyeol.
Baekhyun 'mengangkang' tepat diatas selangkangan Chanyeol, dan secara otomatis diatas penis Chanyeol yang sudah siap tusuk. Dia akan melakukannya segera, tidak ingin buang waktu lagi.
Namja itu menarik nafas agak dalam, lalu menghembusnya pelan. Jantungnya mendadak berdegup kencang, maklum saja, ini adalah moment dan pengalaman pertamanya. Dia akan menyerahkan holenya kepada Chanyeol. Dan tentu saja itu untuk membuat Chanyeol merasa hina, karena seharusnya vaginalah tempat penis bersarang dan bukan malah hole milik namja, apalagi namja sekelas Baekhyun.
Dug dug deg deg dug dug.
'Aku sudah membuat keputusan. Adegan seks ini harus tetap dilakukan.' Baekhyun membatin, meyakinkan dirinya yang agak ragu.
Baekhyun sekali lagi mendesah, matanya tertuju ke penis Chanyeol yang tegak berdiri. Sesekali dia juga memandang Chanyeol yang kini hanya bisa memejamkan mata saja, pasrah.
Dan tanpa lama lama lagi, Baekhyun mulai mengarahkan ujung penis Chanyeol ke holenya. Dia memperbaiki posisi agar tetap mengangkang. Tangannya menggenggam kejantanan itu, liang holenya juga siap sedia.
Sedetik, dua detik... Tiga detik...
Namun...
Tok tok tok.
Terdengar ketukan keras diluar sana. Yang tentu saja mengganggu moment bersejarah yang sebentar lagi terjadi.
"Baek. Apa kau didalam? buka pintunya." seru seseorang, suara namja.
Deg.
'Kyungsoo? Itu suara Kyungsoo.' kaget Baekhyun, dia menoleh cepat kearah pintu. Temannya datang disaat yang tidak tepat.
"Baek. Buka pintunya. Maaf, aku langsung masuk. Pintu depan rumahmu tidak terkunci. Aku ingin membicarakan sesuatu." ulang suara itu. Suara Kyungsoo. Terus mengetuk pintu kamar Baekhyun.
"Tooll..." Chanyeol ingin berteriak, namun gagal. Tangan Baekhyun sudah menyumpal mulutnya dengan cepat.
"Jangan coba coba berteriak. Atau aku akan memutilasimu. Aku tidak main main." ancam Baekhyun. Dan itu langsung diangguki oleh Chanyeol.
"Tapi aku tidak mempercayaimu." bisik Baekhyun, kembali melakban mulut Chanyeol, membungkamnya. Dan lagi lagi Chanyeol tidak bisa berbuat apa apa.
"Baekhyun Byun, kau didalam kamarmu kan?" panggil Kyungsoo diluar sana.
"Tunggu. Aku segera membuka pintu." Baekhyun menjawab.
Namja yang sudah tidak polos itu menatap penampakan seksi Chanyeol, sepersekian detik. Lalu menyelimuti namja itu. Dari ujung kepala hingga kaki, seluruhnya. Terlihat gerakan pelan dari Chanyeol.
Baekhyun beranjak, memakai celananya dengan gerakan ala PSK di panti pijat plus plus, lalu membuka pintu kamarnya.
"Kyung. Ada apa?" Baekhyun berkata, menghalangi pandangan Kyungsoo untuk melongok ke kamarnya.
"Tidak. Apa aku bisa masuk?"
"Oh tidak. Jangan." tukas Baekhyun cepat.
"Kau sangat aneh Baekhyun. Dan... dan kenapa kau tidak pakai baju?" heran Kyungsoo, yang tidak biasa melihat sahabatnya itu telanjang dada.
"Ahh, aku lupa. Sebentar." Baekhyun kembali masuk kedalam kamarnya, menutup pintu. Lalu beberapa detik muncul lagi, sambil memakai kaos putihnya.
Kyungsoo menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Mata bulatnya memandangi Baekhyun dengan pandangan ingin tahu dan penasaran. Tidak biasanya perilaku Baekhyun ganjil seperti itu.
"Apa ada sesuatu yang penting? Sebenarnya kau bisa menelfonku." kata Baekhyun, sambil menutup pintu kamarnya, tidak lupa menguncinya. Dia sudah mengatakan pada sahabatnya itu untuk tidak berkunjung sementara waktu.
"Tidak. Aku hanya rindu padamu." timpal Kyungsoo, tersenyum bentuk hati.
Mereka berdua turun kelantai dasar, inisiatif Baekhyun sebenarnya, yang tidak ingin Kyungsoo berlama lama didepan kamarnya.
"Kakak sepupumu mana?" tanya Kyungsoo, saat sudah duduk di sofa.
"Belum pulang kerja sepertinya." jawab Baekhyun. Kakak sepupu Baekhyun alias Victoria bekerja sebagai pegawai sebuah bank swasta di kota Seoul.
"Pembantumu?"
"Mungkin di dapur."
"Dan kenapa Nichkhun ada di rumahmu? Kalian keluarga?" tanya Kyungsoo lagi.
Deg.
"Kau tahu tentang namja asal Thailand itu?" Baekhyun membulatkan matanya, agak terperanjat.
"Tentu saja tahu. Tadi aku baru saja melihatnya di ruang tengah. Dia siapamu?" jelas Kyungsoo, lalu bertanya balik.
"Jelaskan dulu, kenapa kau tahu nama namja itu Nichkhun?" Baekhyun tidak sabar.
"Aku tahu namja itu karena dia adalah pacar Tiffany. Kau tahukan yeoja cantik itu. Dia kakak Park Chanyeol."
Baekhyun semakin kaget dan terperanjat, hampir saja dia merosot dari duduknya.
"Nichkhun berpacaran dengan kakak si Chanyeol itu?" tanya Baekhyun, betul betul ingin kejelasan sedetailnya.
"Tentu saja. Burungpun tahu kalau mereka berpacaran." jawab Kyungsoo, diselingi tawa ringan.
"Jangan bercanda Do Kyungsoo. Aku serius. Jelaskan apa yang kau ketahui." kata Baekhyun, nada bicaranya mendesak dan tidak sabar.
"Ah, kau terlalu serius Baekhyun. Ahh.. Atau jangan jangan kau berpacaran dengan Nichkhun itu dan sekarang namja tersebut tinggal bersamamu. Oh no, kau dalam masalah besar Baek."
"Jangan main main."
"Ok ok baiklah. Nichkhun dan Tiffany alias kakak Chanyeol itu berpacaran. Aku mengetahuinya dari kakak perempuanku, Yoona noona. Dia satu kampus dengan si Tiffany itu. Tapi aku dengar dengar kalau Nichkhun dan Tiffany sudah putus... Dan aku heran si Nichkhun malah ada disini, dirumahmu. Dunia memang hanya selebar daun toge." jelas Kyungsoo, tidak lupa menampilkan senyuman bentuk hatinya yang khas.
Hening.
Baekhyun nampak berpikir, agak lama. Informasi dari Kyungsio membuat otaknya berputar putar, berbagai kejadian selama ini dihubung hubungkannya. Nichkhun yang berpacaran dengan kakak perempuan Chanyeol. Nichkhun yang tinggal dirumahya atas persetujuan Victoria. Dan pembullyan Chanyeol yang sampai sekarang belum diketahui apa motifnya. Dia menghubungkan semuanya itu.
'Apa mungkin Chanyeol membullyku karena aku adalah adik sepupu Victoria noona? Apa mungkin Chanyeol tahu sesuatu, dan mengira Victoria noona mengambil pacar kakak perempuannya? Ahh.' batin Baekhyun, menyandarkan kasar punggungnya ke sandaran sofa.
"Hei ratu Baek. Kau melamun." ucap Kyungsoo tiba tiba, seraya menggoyangkan telapak tangannya didepan wajah imut Baekhyun.
"Ah, tidak." balas Baekhyun, sadar. Dia mendesah halus. Pikirannya masih bercabang cabang.
"Lalu kenapa Nichkhun ada disini? Kau belum menjawab pertanyaanku itu." tanya Kyungsoo, hampir lupa.
"Nichkhun adalah teman lama Victoria noona. Aku tidak bisa mencegah namja itu tinggal disini. Semua kemauan Victoria noona." jawab Baekhyun, lirih.
"Oh begitu." Kyungsoo mengangguk, pelan.
Terjadi keheningan diantara kedua namja itu. Baekhyun sibuk dengan pikirannya, sedangkan Kyungsoo mengarahkan mata bulatnya kearah kamar Baekhyun dilantai dua, entah mengapa dia merasa ada sesuatu yang 'disembunyikan' sahabatnya itu disana.
"Baek. Aku ingin meminta masker bengkoangmu. Aku akan mengambilnya sendiri." ucap Kyungsoo, lalu berdiri dari duduknya.
"Tidak biasanya kau ingin memakai masker. Tunggu, tapi maskerku habis." tahan Baekhyun, dia mencegah Kyungsoo naik keatas kamar.
"Oh, kalau begitu aku ganti dengan cream anti penuaan dini. Aku sudah tahu dimana kau menyimpannya." ganti Kyungsoo.
"Tu.. Tunggu Kyung. Benda itu juga habis." Baekhyun kembali menghalangi langkah Kyungsoo. Pasang badan.
"Ok. Kalau begitu aku ingin pinjam..."
"Do Kyungsoo bermata bulat... Stop. Kau aneh, sangat aneh." potong Baekhyun, menyemprot Kyungsoo dengan air liurnya.
"Haloo. Seharusnya aku yang bertanya itu. Kau terus mencegahku masuk kedalam kamarmu. Sebenarnya apa yang kau sembunyikan Ratu Byun." balas Kyungsoo, tidak habis pikir dengan sikap dan perubahan Baekhyun. Dia mengelap liur Baekhyun dengan ujung bajunya.
Baekhyun lalu memegang kedua bahu Kyungsoo, membaliknya dan mengarahkan sahabatnya itu ke pintu depan.
"Sebaiknya kau pulang. Aku tidak ingin kau melihat 'sesuatu yang tegak berdiri' dikamarku dan kau malah tidak ingin pulang, sebelum kau 'digoyang'..." timpal Baekhyun, asal saja.
"Apa? Kau bilang apa?" Kyungsoo gagal paham.
"Tidak ada apa apa. Bye Kyungsoo...Sampai bertemu di sekolah. Cuci kaki sebelum tidur anak manis." tutup Baekhyun, setelah Kyungsoo berhasil dibawanya keluar dari ruang tamu. Dia melambai sambil tersenyum dan kembali menutup pintu rumahnya.
Blam.
Hening.
"Aku semakin penasaran Byun Baek. Hm..." Kyungsoo menggumam, dan kemudian meninggalkan rumah Baekhyun itu.
o
o
o
o
O...O...O...O
Baekhyun terlihat mondar mandir didepan pintu kamarnya. Dia baru saja ingin masuk, tetapi ada sesuatu yang mengganjalnya. Ya, sesuatu itu adalah informasi yang baru saja disampaikan oleh Kyungsoo.
'Apa pembullyan Chanyeol padaku ada hubungannya dengan kisah cinta kakak perempuannya yang bernama Tiffany itu?' pertanyaan demi pertanyaan terus membayangi benak Baekhyun.
Namja itu ingin menghilangkan pikiran yang mengganggunya, lalu tiba tiba Nichkhun muncul dan mengagetkannya. Namja asal negeri gajah putih itu muncul didekat tangga.
"Hai. Apa noonamu belum pulang?" tanya Nichkhun, ramah. Namja itu berjalan menuju Baekhyun.
"Berhenti disitu. Jangan mendekat. Aku masih SMP." timpal Baekhyun, lebay. Kalimat itu meluncur begitu saja.
"Kau lucu. Sama seperti noonamu." kata Nichkhun, tersenyum kalem, mata kenarinya juga tersenyum.
"Sebaiknya kau pulang. Tempatmu bukan di Korea Selatan. Tapi di Thailand sana. Jangan ganggu Victoria noona." tukas Baekhyun, nadanya meninggi.
"Maaf, aku tidak pernah mengganggu noonamu. Aku memang akan pulang ke Thailand, tapi bukan sekarang. Maaf, jika kehadiranku mengganggumu." jelas Nichkhun, masih dengan nada ramah.
Baekhyun mendengus. Dia melipat kedua tangan kedadanya, bergaya ala yeoja berumur yang batal nikah muda. Dia sebenarnya mencoba ingin mengerti, tapi itu sangat sulit. Terlebih dengan adanya info yang diberikan oleh Kyungsoo beberapa saat yang lalu. Kehadiran Nichkhun bisa dipastikan akan menimbulkan masalah.
"Aku tidak ada waktu berbicara denganmu. Dan kusarankan sebaiknya kau tinggal saja di rumah Tiffany. Perbaiki hubungan kalian... Dan aku tidak ingin mendengar jika nama noonaku dibawa bawa dalam hubungan kalian." ucap Baekhyun, dengan cepat masuk kedalam kamarnya.
Brak.
Nichkhun mengernyitkan dahinya, tidak paham.
Lalu pintu kamar Baekhyun terbuka lagi, namja pemilik kamar itu hanya melongokkan kepalanya saja.
"Dan satu lagi... Jangan sampai penismu menegang di rumah ini. Aku takut kau melampiaskannya ke noonaku. Jangan macam macam!" Brak. Baekhyun kembali menutup pintu kamarnya.
Hening.
Nichkhun mendesah tertahan, betul betul tidak mengerti dengan kata kata adik sepupu Victoria tersebut. Namja tampan blasteran itu kemudian beranjak dan turun kelantai dasar.
o
o
o
o
O...O...O...O
Hening. Sunyi.
Baekhyun berdiri didalam kamarnya, seperti patung. Namja bermarga minoritas itu memandangi sosok Chanyeol yang masih ada diatas ranjang besar miliknya. Perasaannya berkecamuk, pembalasan dendam itu masih ada, namun ada sesuatu yang seperti berniat menghentikannya.
'Tidak Baekhyun, tidak. Jangan pedulikan alasan Chanyeol menghina dan membullymu... Namja itu sudah salah berurusan denganmu. Pembalasanmu harus diteruskan.' Baekhyun meyakinkan dirinya dalam hati. Itu adalah suara hatinya.
Baekhyun berpikir lumayan keras.
"Baiklah. Pembalasan ini harus diteruskan." Baekhyun bergumam, nyaris seperti bisikan. Dia mengepalkan tangannya. Siap.
Lalu tanpa berlama lama lagi, namja tersebut melepaskan pakaian, seluruhnya. Baik baju maupun celana, plus boxer dan celana dalam. Dia bugil total sekarang. Dan langsung mendekati Chanyeol.
"Malaikat imut telah datang. Bagaimana kabarmu sang pangeran?" desis Baekhyun, sangat bitchy. Dia memandangi tubuh Chanyeol dari atas hingga bawah.
Chanyeol tentu saja tidak bisa menjawab, mulutnya masih dilakban. Tubuhnya juga masih terikat kuat. Matanya membuka, dengan sorot yang sulit dijelaskan. Namja itu sudah lelah menggoyangkan tubuhnya, karena sia sia saja. Tenaganya sudah terkuras habis, spermanya sudah keluar beberapa kali, dan dia sama sekali belum makan, sedikitpun.
"Jangan memandangiku seperti itu..." kata Baekhyun, meniup wajah Chanyeol, lalu tertawa.
"Kita akan melanjutkan yang tadi. Bersiaplah." tutup Baekhyun. Memulai aksinya.
Namja yang pandai bernyanyi itu langsung naik keatas tubuh bugil Chanyeol, tepat diatas selangkangan namja tampan itu. Dia menyibak cepat selimut yang menutupi area intim Chanyeol, hingga menampakkan kejantanan yang lemas.
Tanpa mengucapkan apa apa, Baekhyun memegang penis lemas Chanyeol, agar benda panjang itu bisa tegang kembali. Dia mengocoknya, dengan awal yang pelan dan lembut, namun lama lama cepat dan super cepat. Baekhyun mempergunakan teknik mengocok tingkat tinggi yang entah berasal dari mana. Penis Chanyeol lama kelamaan akhirnya menegang juga.
Kini rudal milik Chanyeol sudah menegang sempurna, telah siap menemukan sasaran tembaknya.
Masih tanpa mengucapkan kata kata, Baekhyun mulai mengarahkan penis itu untuk masuk kedalam holenya. Dia kembali mengangkang seksi, menuntun 'si otong' memasuki tubuhnya. Baekhyun menarik nafas dalam, lalu menghembuskannya dengan sangat pelan. Ini adalah kali pertamanya, jadi dia harus betul betul siap. Jam sudah menunjukkan pukul 17.15. Dan sebentar lagi hari bersejarah akan terukir bagi seorang Byun Baekhyun.
Baekhyun memejamkan matanya, siap. Dan tanpa menunggu lama lagi, dia menekan holenya kebawah, untuk bisa dimasuki oleh penis Chanyeol. Tekan dan tekan.
Lalu...
Blash.
Yuhuu. Penis Chanyeol berhasil masuk tanpa hambatan berarti, lendir bekas sperma memudahkan kejantanan itu lolos. Yes.
"Aarrghhh..." Baekhyun sontak menjerit, dia menggigit bibir bawahnya. Holenya langsung perih, sakit bukan main. Dia mencoba menguasai diri dan terbiasa.
Sedangkan Chanyeol hanya bisa memandang Baekhyun dari bawah, dia mendesah, namun tertahan oleh lakban dimulutnya. Keperjakaannya sudah melayang, bukan diserahkan kepada PSK tidak jelas diluar sana, namun kepada seorang Byun Baekhyun, namja yang selalu dibullynya di sekolah. Penisnya sudah tergesek oleh hole sempit Baekhyun.
"Argh... Ahhh..." Baekhyun antara menjerit dan mendesah, dia mencoba menggoyangkan tubuhnya.
"Akkhh..."
Baekhyun akhirnya bisa merasakan bagaimana rasanya dimasuki oleh benda keras berdaging. Walau dia merasakan perih, namun lama lama perih itu hilang dan tergantikan oleh rasa nikmat, geli geli nikmat.
"Ahhh.. Ahh.. Ahh.." Baekhyun mendesah tanpa malu malu, dia menggoyangkan tubuhnya naik turun, karena dialah yang memegang kendali. Dia 'memperkosa' Chanyeol.
Dibawah sana, Chanyeol memejamkan matanya. Dia tidak punya pilihan selain menikmati dan mengikuti permainan dan pembalasan seorang Byun Baekhyun. Lagi pula pembalasan itu berupa seks. Siapa yang tidak menyukai seks? Mungkin semua suka.
"Ahh.. Ahh.. Ba.. Bagaimana Park Chan... Chanyeol? Keperjakaanmu.. Ahh.. Hilang. Dan.. Aku.. Aku yang mengambilnya. Kau... Kau pasti merasa terhina sekarang. Haha.. Ahhh..." Baekhyun bergumam, mendesah dan tertawa. Yeah, kompilasi yang terdengar aneh.
"Mm.. Akk..." Chanyeol menjawabnya tidak jelas. Dia pasif.
"Ohh ahh.. Kau.. Kau terlihat semakin tampan... Pangeran yang kini menjadi tawanan... Ahhh.. Oh.." Baekhyun mendesah lagi. Terus menggoyangkan tubuhnya. Penis Chanyeol menghujam holenya seiring gerakan seksi yang dilakukannya.
Plok plok plok.
Bunyi suara penyatuan tubuh terdengar jelas. Semua perabotan yang ada dikamar Baekhyun menjadi saksi bisu hubungan seks yang dilandasi pembalasan dendam. Si pemilik kamar bergoyang dan meliuk indah seperti penari ular kacangan. Semua dilakukannya dengan total tanpa setengah setengah.
Kegiatan seks yang menguras tenaga dan keringat tersebut terus berlangsung. Sudah hampir 15 menit lamanya Baekhyun menggerakkan tubuhnya dan bergoyang goyang. On the Top.
"Ahh.. Ouch... Ka.. Kau begitu menggoda..."
Baekhyun memandangi seluruh tubuh Chanyeol yang nampak seksi oleh keringat. Terlebih masih ada bekas merah disana, bekas catokan panas yang ditekan ditubuh itu. Baekhyun tidak bisa menahan diri, namja itu memajukan tubuhnya dan mulai menjilati dada bidang nan seksi Chanyeol. Menjilatinya dengan bringas, seperti orang kelaparan.
Slup slup slup. Ah.
Baekhyun menyapu setiap inci dada Chanyeol, menjilat puting seksi namja itu. Merasakan bagaimana asinnya keringat si namja.
"Kau dalam kuasaku sekarang. Park Chanyeol... Ahhh..."
Baekhyun berganti menjilati leher Chanyeol, menenggelamkan wajahnya diceruk leher namja tampan itu. Rasanya sulit dijelaskan dengan kata kata, dialah orang pertama yang melakukan itu pada Chanyeol. The first.
"Pembalasanku nikmat bukan? Kau keenakan." gumam Baekhyun, bergerak kearah wajah Chanyeol. Dia menatap wajah itu lekat lekat, intes. Lalu dengan cepat membuka lakban di mulut Chanyeol. Kasar.
Belum sempat Chanyeol merasakan kebebasan dari mulutnya, Baekhyun sudah menghujaminya dengan sebuah ciuman dalam. Cepat dan sigap.
Hap. Chup.
Baekhyun untuk ketiga kalinya mencium bibir merah Chanyeol, melumat dan memasukkan lidahnya. Dia sempat mengira Chanyeol akan menggigit lidahnya, tapi dia salah, Chanyeol pasif dan tidak melakukan perlawanan.
Oh, jangan lupakan bahwa Baekhyun masih terus menggerakkan dan menggoyangkan bokongnya naik turun. Adegan keluar masuk penis besar Chanyeol masih terus terjadi, tanpa jeda. Cairan licin bekas sperma Chanyeol menambah sensasi tersendiri disana.
Fuuh, panas.
Plok plok plok.
"Hm... Fffhh.. Ah..."
"Hhmmmm... Ahh..."
Setelah puas, akhirnya Baekhyun melepaskan ciumannya. Matanya beradu tatap dengan mata Chanyeol, nafasnya mereka bertemu, terengah engah.
"Bagaimana? Apa.. Apa kau masih kuat? Adegan kita masih lumayan lama." desis Baekhyun, wajahnya hanya beberapa inci saja dari wajah Chanyeol. Dia menjilat keringat di dagu Chanyeol.
Chanyeol tidak menjawab, dia hanya membuka mulutnya, namun tidak ada kata yang terucap. Sesekali terdengar desahan kecil, yaa maklum saja, penisnya tergesek kuat dan itu menimbulkan sensasi dahsyat yang tidak terlukiskan. Baekhyun sudah merenggut semua darinya.
"Aku ingin benihmu keluar Park Chanyeol... Keluarkanlah..." ucap Baekhyun, lalu menormalkan posisinya, dia mencengkram dada Chanyeol, dan kembali menghentak dengan 'goyang blender' yang keras.
Plok... Plok... Plok..
"Ahh.. Ah.. Oh.. Ahh..." Baekhyun menjerit jerit seperti yeoja Jepang di film porno. Ikke ike kimochi.
"Akhh.. Ahhh..." Chanyeol juga menjerit. Ritme penisnya yang 'maju mundur tampan' membuatnya keenakan, nikmat. Dia memejamkan matanya.
"Ahh.. Park Chanyeol ah.. Oh.. Ah..." Baekhyun meracau, menggelinjang.
"Uuhh... Ehh. Ahh..."
Hubungan seks tanpa ikatan itu sudah berlangsung cukup lama, hampir sejam. Chanyeol belum juga mengeluarkan cairan kelakiannya. Mungkin dikarenakan cairan itu sudah sering keluar. Namja itu lelah bukan kepalang, tenaganya terkuras.
Sedangkan Baekhyun terus aktif, bergoyang dan bergerak. Menghentak tubuhnya seperti seseorang yang menggila dilantai dansa, yeaahh. Dia tertawa dalam hati, merasa bahwa Chanyeol sudah sangat terhina sekarang. Hina sehina hinanya.
"Aahh.. Oh.. Ahh... Park.. Chan.. Ahh..."
Chanyeol membuka matanya, penisnya berkedut dengan hebatnya. Mata besarnya mengarah kebagian bawahnya, dia bisa melihat batang penisnya yang timbul tenggelam, masuk kedalam hole sempit Baekhyun. Tanpa sengaja dia menggerakkan bokongnya, keatas. Merasakan bahwa sebentar lagi cairan cintanya akan keluar.
"Yeaah.. Ahh.. Lakukan terus. Kau.. Kau pintar prince tampan..." desah Baekhyun, yang merasakan keaktifan Chanyeol dimenit menit akhir.
Chanyeol lagi lagi tidak menimpali, namja itu terus menggerakkan bagian bawahnya, hal itu semakin memperkuat dorongan penisnya yang semakin memerah.
Plok... Plok... Plok...
"Ahhkk... Yeah.. Ouch.. Hm.. Ah.."
"Aahhhhhhhhhhh..."
Lalu...
Crot crot crot crot.
Lolongan panjang Chanyeol yang keluar, menandakan bahwa cairan spermanya juga keluar. Cairan kental itu membasahi hole Baekhyun, sebagian meluber keluar, memuncrati semua yang ada disekitarnya. Kental dan lengket.
Baekhyun tersenyum puas. Wajahnya melongok kebawah, dia akan tetap menancapkan penis Chanyeol ke holenya. Namja imut yang penuh peluh itu kembali bergerak lincah, naik turun.
"Argh.. Hen.. Hentikan.. Punyaku sa... sakit.. Hentikan..." tukas Chanyeol, lemah. Spermanya sudah keluar, dan sangat menyakitkan jika penisnya itu masih digesekkan.
"Diam... Bukan kenikmatan yang kuinginkan terlihat darimu, tapi kesakitan. Sakit yang tidak akan kau lupakan sampai mati!" bentak Baekhyun, kejam.
"Ber.. Berhenti.. Kumohon.. Henti.. Hentikan..." Chanyeol mengiba, peluh membasahi dahinya. Penglihatannya perlahan berkunang kunang.
Sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Dan itulah yang kini dilakukan Baekhyun pada Chanyeol.
"Aku tidak akan berhenti... Tegakkan lagi penismu.. Ahh..." racau Baekhyun, holenya juga sangat perih. Tapi dia menahannya. Dia akan terus bergerak dan menggoyangkan bokongnya. Jemari lentiknya terus mencengkram dada, tepat bagian nipple seksi Chanyeol.
Hot... Hot... Hot...
"Ahhhh... Ahhhh..."
Lalu, secara tiba tiba dan tidak terduga, seseorang membuka pintu kamar Baekhyun yang lupa dikunci. Kedatangannya begitu mendadak dan tidak terprediksi.
Blam. Pintu terbuka lebar.
Deg.
Baekhyun sontak menoleh, wajahnya langsung pucat pasi. Kaget. Si pembuka pintu sama kagetnya. Wajahnya menegang.
"Ap... Apa yang kalian lakukan?"
Baekhyun 'ketahuan'.
o
o
o
o
o
o
o
TBC
O...O...O...O...O...O...O
Chapter 3 up. Chap ini update khusus buat pembaca yang sudah memberikan Reviewnya, maaf NCnya kurang hot. Hehehehe... Terima kasih ya, kalian semualah yang membuat FF ini update lagi.
Terima kasih juga untuk semangatnya, aku berusaha agar tidak down lagi, hehehee... Sangat tidak enak jika FFku malah berhenti ditengah jalan, terutama kepada reader semuanya yang sudah mengikuti FF ini.
Semoga FF ini tetap bisa dinikmati.
Baiklah, Review lagi ya chingu... Semoga bisa fast lagi.
Love you.
Han Kang Woo
