Name: Konoha White Dragon Emperor
Author: Axis Artelion
Rating: T(Tapi bisa naik)
Genre: Friendship, Adventure

Disclaimer: Naruto, Highschool DxD dan Rosario + Vampire, and Vocaloid bukan milik saya.

Pair: Vali Lucifer x Hatsune Miku, Naruto Uzumaki x Mizore Shirayuki, Sasuke Uchiha x Sakura Haruno, Arthur Pendragon x , Bikou x , Le Fay Pendragon x Gaara(Maybe)

Chapter 3: The Trio Come To Elemental Nation

-Tokyo, DxD Dimension-

Bikou, dan dua bersaudara Pendragon itu pun menatap Sun Wukong dengan tatapan bingung setelah mendengar istilah yang tidak mereka kenali yaitu Elemental Nation. Bikou pun menyilangkan tangannya di kedepan dada bidangnya dan bertanya kepada kakeknya itu.

"Apa itu Elemental Nation, pak tua… Aku baru mendengarnya?" Tanya Bikou.

"Elemental Nation adalah tempat yang keseluruhan tempatnya ditempati oleh manusia pengguna chakra atau aku dan Yasaka bilang sebagai Shinobi." Jawab Sun Wukong dan itu membuat tiga orang itu terkejut.

"Aku kira manusia tidak ada disini yang bisa memiliki chakra, pak tua… Kecuali para Youkai seperti kita." Ucap Bikou.

"Di tempat ini memang iya, tapi disana berbeda bikou. Beberapa manusia disana terlahir spesial dan mereka terlahir dengan chakra di tubuhnya untuk bertarung dan bertahan hidup. Jika chakra itu benar-benar habis, maka manusia itu akan mati." Balas Sun Wukong.

"Tapi kenapa anda bisa tahu semua itu, Sun Wukong-sama?" Tanya Arthur.

"Aku tahu karena saudaraku adalah guardian disana sekaligus suami dari Yasaka yang bernama Kurama." Jawab Sun Wukong, dan itu ditatap oleh Bikou dengan ekspresi terkejut. Bikou pun ingin bertanya padanya tapi dia potong "Aku tahu kau akan menanyakan apa Bikou… Sebenarnya aku memang memiliki seorang saudara dan dia adalah pemilik nama dan gelar asli dari Sun Goku. Dia memiliki kekuatan yang sama kuatnya denganku tapi ada pertapa tua yang datang dan menawarkan diri menjadi guardian di dunia miliknya yang dia buat setelah dia mengalahkan dan menyegel Primordial God di tempatnya. Dia pun menerimanya dan aku pun terpaksa harus menggantikannya sebagai Youkai monyet terkuat selain dia. Aku pernah pergi kesana beberapa tahun lalu dengan Yasaka untuk mencari mereka berdua, Kurama dan Son Goku… Tapi saat tiba disana, kami tidak menyangka kalau disana sedang terlibat perang besar yang aku dengar sebagai Perang Dunia Shinobi Ke-3. Karena aku dan Yasaka tidak mau mencari masalah dengan perang yang menggelora disitu, kami pun kembali kesini."

"Wow!" Ucap Bikou. Hanya itu yang bisa dikatakan Bikou… Dia tidak menyangka kalau kakeknya mempunyai saudara yang juga sama kuatnya dengan dirinya dan juga dia adalah protector dari dunia dari para manusia spesial pemilik chakra.

"Jadi Sun Wukong-sama… Apa anda tahu tempat itu dimana? Agar kami bisa menemui Vali-nii?" Tanya suara imut dan feminim yang berasal dari Le Fay Pendragon, adik dari Arthur Pendragon.

"Sayangnya aku tidak tahu… Karena aku sudah lama tidak kesana." Jawab Sun Wukong dengan nada sedih, kemudian dia melihat mereka bertiga dan berkata "Tapi ada yang ingin aku katakan… Untuk apa kalian mencari tempat itu dan menemui Vali? Kalian tidak kesana untuk menyeret dia kembali kesini kan? Kalau benar… Apa iya dia akan mau ikut dengan kalian? Karena tujuannya untuk pergi dari sini adalah mencari kehidupan baru. Kalian tidak bermaksud untuk menjauhkan Vali dari tujuannya untuk mencari kehidupan barunya kan?"

"Bukan begitu pak tua…" Jawab Bikou, kemudian dia melanjutkan "Aku tidak ingin menyeret dia, tapi aku ingin ikut dengan dia ke tempat itu dan kami semua akan tinggal bersama dia. Aku tidak ingin tinggal di dekat orang yang membuat sahabatku pergi karena perbuatannya. Aku sudah muak melihat ekspresi senyuman dan ciuman mereka saat hati Vali merintih serasa ditusuk ribuan [Light Spear]."

"Itu benar Sun Wukong-sama…" Tambah Arthur, kemudian dia melanjutkan "Tanpa Vali… Kami bukanlah tim Vali. Jadi aku ingin menemui ketua kami dan membantunya di saat dia kesusahan. Anggap saja ini balas budi karena dia telah mengganggap aku dan adikku sebagai keluarga di tim Vali. Dan aku tidak bisa melakukan apa-apa saat dia seperti itu…"

Sun Wukong tersenyum saat mendengar ucapan Bikou dan Arthur. Kemudian dia melihat mereka bertiga dan berkata "Baiklah, aku izinkan kalian untuk mencari Vali. Tapi aku ada saran untuk membantu kalian mencari Vali. Carilah Yasaka… Aku yakin dia bisa membantu kalian meskipun tidak banyak."

"Terima kasih atas infonya pak tua. / Sun Wukong-sama." Ucap Bikou, Le Fay, dan Arthur segera pergi ke Kyoto. Tempat dimana Yasaka dan putrinya yang bernama Kunou tinggal.

'Semoga mereka berhasil dan bocah naga itu bahagia dan berhasil mendapatkan kehidupan barunya…' Batin Sun Wukong saat melihat cucunya dan juga kedua temannya pergi dari tempatnya.

-Konohagakure, Elemental Nation-

Saat ini Vali Lucifer atau Rikuto Rushifa sedang membaca buku tentang Elemental Nation di apartemennya yang dipinjam olehnya di perpustakaan Konoha. Kemudian dia menghentikan perbuatannya itu karena dia merasakan sesuatu dan dia pun berkata pada partnernya, Albion.

"Ehm, kenapa aku merasakan bahwa mereka akan menyusulku kesini ya?" Tanya Vali pada Albion setelah dia menutup buku yang dibacanya.

[Maksudmu Kuroka dan Issei serta yang lain? Kalau yang lain aku sudah menduga bahwa mereka akan mencarimu tapi kalau dua orang itu?] Balas Albion, kemudian dia terdiam sejenak dan melanjutkan [Bukannya mereka sendiri yang membuat kau pergiAtau jangan-jangan mereka sudah mengetahui hal yang sebenarnya dari temanmu yang bernama Bikou itu?]

"Mungkin…" Balas Vali, kemudian dia melanjutkan "Tapi siapa peduli… Mau mereka berdua dan yang lain sudah tahu kebenarannya atau tidak, aku tidak peduli… Yang penting, aku tidak akan mau kembali kesana."

Albion pun terdiam saat mendengar perkataan Vali, kemudian dia berkata [Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang disini?]

"Tentu saja memulai kehidupan baruku disini sesuai tujuan awalku dan ini adalah awal dari tujuanku itu…" Jawab Vali, kemudian dia pergi ke kasurnya dan membaringkan tubuhnya serta menutup matanya untuk mengakhiri harinya saat ini.

-Kyoto, DxD Dimension-

Saat ini Bikou, Le Fay dan Arthur sedang berada di kota Kyoto… Rumah dari para Youkai Kitsune dan mereka sudah berada di depan pintu kediaman Yasaka. Bikou pun berpikir-pikir untuk menemui Yasaka sekarang atau kembali lagi esok... Le Fay yang disebelahnya pun melihat Bikou dan berkata padanya.

"Sepertinya kita kembali saja besok, Bikou-nii…" Ucap Le Fay yang sedang berada disebelah kakaknya, Arthur.

"Tidak mungkin Le Fay… Kita sudah sampai disini, tidak mungkin kita kembali lagi." Balas Bikou, kemudian dia melanjutkan "Here we goes…"

Tok

Tok

Tok

Beberapa lama kemudian, Yasaka pun keluar tanpa anaknya. Dia pun terkejut saat melihat 3 anggota tim Vali selain Kuroka muncul di rumahnya, kemudian dia berkata "Kalian semua… Ada apa kalian semua kesini? Malam-malam begini lagi…"

"Ehm begini, Yasaka-san…" Ucap Bikou, kemudian dia melanjutkan "Kami baru saja dari tempat kakekku dan kami sedang membahas menghilangnya Vali… Dan kemudian dia menduga bahwa Vali berada disuatu tempat bernama Elemental Nation. Kami ingin mencoba mencarinya kesana dan dia bilang bahwa kau tahu sesuatu tentang tempat itu selain dia, jadi dia meminta kami untuk menemuimu."

'Jadi Vali mengikuti saranku untuk pergi ke Elemental Nation waktu itu…' Batin Yasaka yang memegang dagunya karena dia sudah paham akan kejadian menghilangnya Vali. Kemudian dia melihat mereka bertiga dan berkata "Tapi kenapa kalian ingin mengetahui tempat itu anak muda? Aku bisa saja memberitahukannya pada kalian… Tapi aku tidak bisa. Aku tidak bisa membuat resiko Elemental Nation berada dalam bahaya karena tempat itu diketahui oleh kalian. Aku sebagai istri dari guardian di Elemental Nation tidak bisa memberitahukan hal berbahaya ini pada kalian. Aku memberitahu Vali karena dia benar-benar butuh tempat untuk mencari hidup barunya dan juga aku merasa dia tidak akan melakukan sesuatu yang buruk di Elemental Nation."

"Tapi Yasaka-sama… Kami juga tidak punya keinginan untuk melakukan hal buruk di tempat bernama Elemental Nation itu." Bantah Le Fay, kemudian dia melanjutkan "Kami hanya ingin tinggal bersama Vali-nii. Tanpa dia… Kami bukanlah tim Vali."

"Itu benar Yasaka-sama…" Balas Bikou dan Arthur.

'Dasar anak-anak keras kepala…' Batin Yasaka sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri saat melihat tekad dari ketiga orang di hadapannya itu, kemudian dia melanjutkan "Baik-baik… Akan aku beritahukan pada kalian."

Bikou, Arthur, dan Le Fay pun tersenyum saat mendengar perkataan Yasaka. Yasaka pun menghela nafas dan berkata "Tempat satu-satunya dari sini untuk menuju ke sana adalah hutan di dekat rumahku itu dan tempat itu sangatlah rahasia yang hanya diketahui oleh aku atau Sun Wukung saat dia mencoba mengunjungi saudaranya. Di dalam kedalaman hutan akan ada portal yang menghubungkan tempat ini dan Elemental Nation. Cepatlah pergi kesana… Kau tidak ingin ada orang yang menyusul kalian kesana seperti Kuroka bukan?"

"Kita sudah cukup dapat banyak informasi…" Ucap Bikou, kemudian dia melihat Arthur dan berkata "Bagaimana kalau kita langsung ke tempat yang diinformasikan oleh Yasaka-san, Arthur?"

"Itu ide bagus. Sebelum Kuroka atau yang lain menemukan kita." Jawab Arthur, kemudian dia melihat Yasaka dan berkata "Terima kasih atas infonya, Yasaka-sama…"

"Sama-sama anak-anak." Balas Yasaka

Mereka pun berpamitan pada Yasaka dan mereka ke tempat hutan yang diberitahukan oleh Yasaka. Saat mereka memasuki bagian lebih dalam dari hutan yang dimaksud Yasaka… Hutan yang mereka lewati tadi pun tidak terlihat dan sekarang berganti dengan gurun yang dingin suhunya karena hari sudah malam dan angin berhembus dengan kencang dan juga membuat pandangan mereka mengabur.

"Angin di gurun pasir ini sangat kencang…" Ucap Le Fay, kemudian dia melanjutkan "Aku bahkan tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ada di depan, onii-sama, Bikou-nii."

"Kau benar Le Fay…" Balas Arthur, kemudian dia melanjutkan "Tapi berhati-hatilah dan jangan jauh-jauh dari kami. Nanti kau bisa tersesat."

"Baik onii-sama." Balas Le Fay yang mendekat dengan posisi kakaknya dan Bikou.

Bikou pun melihat sesuatu bergerak di dalam gurun dengan samar-samar dan itu terlihat seperti seorang manusia. Bikou yang melihat itu pun mengeluarkan Bo Staff miliknya dan berkata "Siapa disana!"

Arthur dan Le Fay pun langsung melihat sosok yang dimaksud Bikou dan juga Arthur sudah mengeluarkan Caliburn miliknya untuk berjaga-jaga jika yang mereka lihat adalah monster atau musuh. Tapi Arthur memasukkan pedangnya kembali saat sosok yang dilihat Bikou ternyata adalah seorang kakek tua berambut putih dan berjanggut panjang yang memakai haori berwarna putih dengan motif magatama di lehernya dengan tongkat Shakujo di tangan kanannya. Le Fay yang melihatnya pun berkata "Kakek ini siapa?"

"Jangan khawatir anak muda… Aku tidak bermaksud untuk melukai kalian. Namaku Hagoromo Otsutsuki… Aku adalah ayah dari semua guardian di tempat ini." Jawab kakek tua itu yang ternyata adalah Hagoromo Otsutsuki. Sang kreator para Bijuu, sang legendaris Rikudou Sennin dan juga ayah dari kehidupan terdahulu dari Naruto, Hashirama, Sasuke dan Madara yang di kehidupannya dahulu bernama Ashura dan Indra.

'Aku harus berhati-hati… Dia bukan orang sembarangan.' Batin Arthur.

'Aura ini… Dia pengguna Senjutsu, sama sepertiku' Batin Bikou, kemudian dia melanjutkan " Tapi Senjutsu miliknya lebih kuat daripada milikku, kakek, Kuroka dan Yasaka-san. Kalau aku melawannya dengan gegabah, aku bisa mati…'

"Apa yang kau lakukan disini, kek? Kakek seharusnya tidak boleh keluar di gurun seperti ini pada keadaan malam-malam seperti ini." Tanya Le Fay yang mendekati Hagoromo.

"Aku hanya ingin melakukan ini…" Jawab Hagoromo dan saat dia menjentikkan jarinya… Tubuh Bikou, Arthur, dan Le Fay pun diselimuti cahaya berwarna putih dan mereka menghilang dari pandangan Hagoromo. Hagoromo pun kemudian melihat ke atas langit dan berkata sebelum menghilang menjadi serpihan cahaya "Kalian belum siap untuk menemui temanmu itu, sekarang, anak-anak… Mungkin nanti takdir akan mempertemukan kalian."

-Konohagakure, Elemental Nation-

Keesokan harinya, sang Hakuryuukou Vali Lucifer atau Rikuto Rushifa bangkit dari tidurnya dan dia segera mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah dia mandi dan mengganti bajunya dengan salah satu baju dan jaket yang dia punya. Dia pun duduk di kasurnya untuk berdiam diri sejenak.

"Ini hari kedua dalam hidup baruku sebagai Rikuto Rushifa… Bukan Vali Lucifer lagi, Albion." Ucap Vali pada partnernya.

[Ya, aku tahu…] Balas Albion, kemudian dia melanjutkan [Good for you…]

"Terima kasih…" Ucap Vali, kemudian dia melanjutkan "Terima kasih karena telah bersamaku dalam senang maupun duka partner."

[Jangan berterima kasih padaku…] Balas Albion, kemudian dia melanjutkan [Memang sudah tugasku untuk membantumu yang merupakan partnermu, Vali.]

Tok

Tok

Tok

'Siapa ya yang datang pagi-pagi begini… Apa Naruto-san?' Batin Vali, kemudian dia berkata "Ya sebentar…"

Dia pun membuka pintunya dan terkejut saat melihat ternyata Miku yang ternyata mengetuk pintu apartemennya. Dia bukan hanya terkejut tapi juga terdiam… Miku hari ini terlihat sangat cantik di mata Vali. Dia memang sering melihat gadis yang cantik dan seksi di dunianya tapi hanya Kuroka yang bisa mendapatkan hatinya dan dia sudah direbut oleh Issei. Tapi Miku… Dia memang tidak lebih seksi dari Kuroka. Tapi kecantikan dan keimutan dia tidak kalah dari Kuroka atau gadis-gadis di dunianya yang mungkin sudah menjadi harem milik Issei. Miku yang diperhatikan dengan intens oleh Vali pun wajahnya memerah dan dia pun berkata…

"Kenapa kau melihatku seperti itu, Rikuto?" Tanya Miku dengan nada bingung.

"Ahhh, maaf Miku." Balas Vali, kemudian dia membalas dengan nada yang casual "Aku tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja aku lihat kau hari ini lebih cantik daripada kemarin."

Miku pun tertegun saat mendengar jawaban Vali. Dia tidak menyangka Vali akan mengatakan hal seperti itu padahal mereka baru saja bertemu kemarin dan perkataan itu terlihat tulus di telinga Miku… Tidak seperti Chunnin dari Kirigakure yang bernama Kaito Shion yang sesekali selalu datang ke Konoha dan merayunya hanya untuk mempermainkan perasaannya. Tidak dia sangka wajahnya sudah memanas dan dia pun berkata "Terima kasih, uhm… Rikuto."

"Oh ya Miku. Kenapa kau bisa tahu kalau aku tinggal disini?" Tanya Vali.

"Aku dengar dari para warga ada orang baru yang menempati apartemen Naruto-san. Karena aku tahu kalau kau adalah orang baru yang mereka maksud… Jadi aku pergi kesini untuk menemuimu." Jawab Miku.

"Untuk menjemputku dan membawaku ke tempat kerja kita?" Tanya Vali, kemudian dia melanjutkan "Aku bisa jalan sendiri, kau tahu."

"Uhm, sebenarnya…" Ucap Miku, dia pun gemetaran saat ingin mengatakan kata selanjutnya pada Vali. Kemudian dia mengambil nafas sejenak dan melanjutkan "Kau sudah sarapan atau belum Rikuto?"

"Huh…"

"Aku tanya apa kau sudah sarapan atau belum, Rikuto?" Tanya Miku sekali lagi.

"Belum…" Jawab Vali, kemudian melanjutkan "Memangnya ada apa?"

[Kau benar-benar serius untuk menanyakan itu?] Tanya Albion membuat Vali bingung pada partnernya itu [Sudah jelas dia ingin mengajakmu kencan Vali. Apa kau sebegitu bodohnya sampai tidak menyadarinya.]

"Diamlah bodoh!" Balas Vali, kemudian dia melanjutkan "Tidak mungkin dia mengajakku kencan. Kita baru bertemu dua kali… Masa dia sudah mengajakku kencan?"

[Terserah kau sajalah Vali…] Balas Albion.

"Rikuto…" Panggil Miku. Vali pun tersadar dari pembicaraannya dengan Alibon dan Miku pun berkata "Bagaimana kalau kita sarapan berdua di kedai ramen sekitar sini. Biar aku yang traktir."

"Boleh." Jawab Vali, kemudian dia melanjutkan "Tapi biar aku membayar punyaku sendiri. Tidak etis juga kan kalau laki-laki dibayari oleh seorang perempuan."

"Aku memaksa…" Ucap Miku

'Kenapa perempuan selalu saja memaksa seperti itu…' Batin Vali sambil menghela nafas, kemudian dia melihat Miku dan berkata "Baiklah… Kau menang Miku. Tapi hanya kali ini saja."

Vali dan Miku pun pergi ke kedai Ichiraku Ramen. Kedai favorit Naruto dan juga kedai satu-satunya yang menjual ramen di Konohagakure. Mereka pun duduk di bangku mereka dan mereka cukup terkejut saat melihat pasangan suami istri yang sedang memakan ramen disana yang ternyata adalah Naruto dan Mizore. Naruto pun melihat mereka berdua dan menyeringai pada Vali dan membuat Vali serasa tidak nyaman.

"Kalian sedang kencan ya?" Tanya Naruto pada mereka berdua dan membuat wajah Miku merona dengan hebat dan kemudian dia melihat istrinya dan berkata "Kami juga sama…"

Kali ini wajah istri dari Naruto yang memerah. Dia pun mencubit pinggang Naruto dan berkata "Jangan keras-keras Naruto-kun… Aku malu tahu."

"Kenapa kau harus malu… Kau kan istriku." Balas Naruto dan itu membuat rona di wajah Mizore semakin memerah.

"Jadi… Kalian sedang kencan atau tidak, young one?" Tanya Naruto.

"Kami tidak sedang kencan Naruto-san." Jawab Miku.

"Lagipula mana bisa aku kencan dengan Miku. Kami ini baru bertemu 2 hari." Tambah Vali, kemudian dia melihat Naruto dan berkata "Dan kau tahu kan kenapa aku mengembara sejauh ini ke Konohagakure… Aku belum siap untuk merasakan itu lagi sekarang."

"Aku tahu itu…" Balas Naruto. Dia tahu luka di hati Vali karena dia juga senasib dengannya, meskipun takdir mereka berbeda. Naruto ditinggal mati oleh Hinata meskipun posisi Hinata sudah tergantikan sepenuhnya oleh Mizore dan juga Vali patah hati karena Kuroka lebih memilih Issei dibandingkan dia. Entah kenapa Vali sekarang berpikiran kalau alasan sebenarnya Kuroka lebih memilih Issei bukan karena penolakan Vali waktu itu… Tapi karena Issei sudah lebih kuat daripada dia karena Issei sudah menjadi Diabolos Dragon karena dia memiliki tubuh baru dari Great Red dan kekuatan dari Ophis. Apalagi keinginan Kuroka memiliki bayi dari seseorang yang kuat dan pilihan itu jatuh kepada Issei bukan dia yang hanya bisa mencapai Empireo Juggernaut Drive.

'Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Rikuto? Apa dia disakiti oleh seorang gadis dan dia belum bisa melupakan itu dan belajar mencintai lagi?' Batin Miku.

"Duduklah dan pesan berapa pun yang kau mau. Aku yang traktir." Ucap Naruto.

"Ti-Tidak usah Naruto-san… Aku akan membayarnya sendiri." Ucap Miku.

"Tidak apa-apa…" Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Lagipula aku disini kan sedang mencoba membantu kalian berdua dalam kencan kalian. Jadi hargai usahaku ini, oke."

"Sudah kami bilang kalau kami tidak berkencan saat ini!" Teriak Miku dan Vali dengan OOC-nya dan membuat Naruto tertawa terbahak-bahak sedangkan Mizore hanya tersenyum saat melihat sikap iseng Naruto yang satu ini.

-Sunagakure, Elemental Nation-

Le Fay saat ini terbangun di sebuah rumah sakit dan dia melihat bangunan tempat dia berada seperti terbuat dari pasir. Kemudian dia melihat pintu rumah sakit itu terbuka dan seorang pria tampan berambut spiky berwarna merah dengan tato bermakna cinta di dahinya dengan sebuah guci kecil di bagian kiri celananya.

'Aneh…' Batin Le Fay, kemudian dia melihat orang itu dengan seksama dan melanjutkan 'Aku baru lihat ada orang yang tidak mempunyai alis.'

"Jadi kau sudah sadar?" Tanya orang itu dan dijawab oleh anggukan oleh Le Fay.

Le Fay pun melihat orang itu dan berkata "Ini dimana?"

"Kau ada di Sunagakure atau yang bisa disebut desa pasir tersembunyi karena banyak bangunan disini terbentuk dari pasir." Jawab orang itu dengan santai. Kemudian orang itu melihat Le Fay dan dia pun berkata "Jadi siapa namamu, anak muda?"

'Seenaknya saja dia memanggilku anak muda. Dia sendiri sama mudanya dengan onii-sama.' Batin Le Fay dengan kesal, kemudian dia melanjutkan "Namaku adalah Le Fay Pendragon."

'Aneh… Aku tidak pernah dengar nama Le Fay Pendragon dari semua desa termasuk kelima desa besar di Elemental Nation.' Batin orang itu, kemudian dia melanjutkan "Perkenalkan… Namaku adalah Gaara. Aku adalah Kazekage atau bisa kau bilang pemimpin di desa ini."

'Ti-Tidak mungkin…' Balas Le Fay dan dia pun melanjutkan 'Orang yang tidak jauh lebih tua daripada onii-sama adalah seorang pemimpin di tempat ini. Sebenarnya apa yang terjadi dan dimana onii-sama dan Bikou-nii?'

-Kirigakure, Elemental Nation-

Berbeda dengan Le Fay, Arthur yang sudah sadar pun membuat kekacauan karena dia terpisah dari adiknya dan Bikou. Dia sudah melukai beberapa Chunnin, Gennin, dan bahkan Jounin dengan pedangnya yang bernama Caliburn. Salah satu dari Seven Swordsmen of Mist yang tersisa yaitu Chojuro sang pemilik Himerakirei pun takjub dengan kemampuan berpedang milik Arthur tapi dia tahu bahwa dia harus menghentikan amukan Arthur sebelum keadaan Kirigakure bertambah parah.

Seorang Jounin pun melihat Chojurodan berkata "Chojuro-san… Kita harus menghentikan dia sebelum Mei-sama datang kesini."

"Aku tahu…" Balas Chojuro yang melihat Arthur dari kejauhan, kemudian dia berkata "Lawanmu adalah aku, pemuda-san."

"Kau…" Ucap Arthur, kemudian dia berlari dengan cepat ke arah Chojuro dan berteriak "Kembalikan adik dan sahabatku, bangsat!"

Trannnnkkk

"Sudah aku bilang padamu kalau kami tidak menyembunyikan adik dan sahabatmu. Kami hanya menemukanmu di gerbang Kirigakure." Balas Chojuro yang menahan pedang Arthur dengan pedang Himerakirei miliknya.

"Jangan bohong padaku sialan!" Teriak Arthur yang mencoba memperkuat serangan pedang Caliburn miliknya.

'Cih, tidak ada pilihan lain…' Batin Chojuro. Kemudian dia melompat menjauh dari Arthur dan berkata "Himerakirei!"

Pedang Chojuro pun secara ajaib langsung berubah menjadi sebuah palu energy raksasa dan dia arahkan ke arah Arthur yang terlempar jauh dan menabrak tembok di belakangnya dengan keras sampai-sampai tembok itu jebol. Arthur pun serasa kesakitan di semua tubuhnya setelah tubuhnya dihantam oleh wujud sebenarnya dari Himerakirei… Apalagi dia hanya seorang manusia biasa bukan seperti di Elemental Nation yang para manusianya terlebih yang merupakan Shinobi bisa melakukan hal-hal extreme. Dia pun melihat Chojuro dengan tajam saat pandangannya sudah mengabur dan dia pun berkata "Sialan kau…"

"Bawa dia ke penjara bawah tanah kita. Dia sudah cukup membawa masalah bagi kita." Ucap Chojuro pada Jounin di dekatnya saat melihat Arthur sudah tidak sadarkan diri atas serangan Chojuro.

"Baiklah…" Balas Jounin itu yang kemudian memanggil temannya untuk membawa tubuh Arthur yang sudah tidak sadarkan diri ke dalam penjara.

-Kumogakure, Elemental Nation-

Sedangkan dengan Bikou saat ini… Dia sudah tersadar di sebuah rumah sakit di Kumogakure. Dia melihat banyak orang dari ketiga lelaki berkulit hitam. Yang pertama dia mempunyai rambut berantakan dan wajahnya seolah menunjukkan dia tidak mempunyai semangat hidup, yang kedua pria berotot berambut light blonde dan memakai kacamata hitam dan di belakangnya terdapat pedang yang diselimuti oleh perban. Dan yang satu lagi adalah pria besar berambut light blonde dan berotot yang memakai jubah berwarna putih dan juga topi. Tapi mata dia terpaku pada sosok perempuan berambut blonde pendek dengan dada yang besar meskipun tidak sebesar dua harem milik Issei yang bernama Rias dan Akeno.

'Waw… Pasti Oppai Dragon akan sangat menyukai ini. Mengingat dia itu maniak perempuan atau wanita beroppai besar.' Batin Bikou dengan sarkastik saat dia menyebutkan julukan dari Issei.

"Uhm, pemuda-san… Tidak sopan melihat dada seseorang wanita seperti itu." Ucap perempuan itu sambil melipat tangannya di depan kedua dadanya.

"Maaf…" Balas Bikou, kemudian dia melanjutkan "Hanya saja aku teringat mantan rekanku yang sangat mesum dan maniak oppai. Kalau kau bertemu dengan dia, mungkin dia akan tersenyum layaknya seorang maniak."

"Hmft, kalau aku bertemu dengan dia… Akan aku kurung dia di Bennihisago." Balas perempuan tadi.

'Bennihisago… Aku baru mendengar senjata itu. Tapi sepertinya menarik kalau senjata itu bisa mengurung Oppai Dragon itu. Anggap saja balas dendam dariku atas apa yang dia lakukan pada Vali. Dasar orang tidak pernah tahu bersyukur.' Batin Bikou dan dia mengepalkan tangannya saat dia mengingat Issei adalah penyebab kepergian Vali. Bersama Kuroka tentunya.

"Kau pergilah Samui…" Ucap pemuda besar berotot itu, kemudian dia melanjutkan "Biar kami bertiga yang mengurusnya."

"Kau serius Raikage-sama? Bagaimana kalau dia membahayakan anda?" Tanya perempuan bernama Samui.

"Tenang saja Samui…" Ucap pria berkacamata hitam di sebelah pria berotot tadi, kemudian dia melanjutkan "Tidak akan terjadi apa-apa dengan brother Ay. Brother Ay itu Kage yang cukup kuat. Lagipula disini juga ada calon Raikage baru dan juga Jinchuuriki terkuat selain Naruto."

"Baiklah kalau begitu, Bee-sama. Aku pergi dulu semuanya." Balas Samui, kemudian dia pergi dari rumah sakit itu.

Setelah melihat Samui pergi, Bikou pun mengeluarkan Bo Staff miliknya dan pemuda berkulit hitam dengan pedang lumayan besar di belakang bajunya pun berkata "Tenanglah pemuda-san… Kami datang dengan damai."

Percaya dengan perkataan orang itu. Bikou pun menaruh senjatanya di tanah, kemudian dia melihat Ay dan berkata "Dimana ini?"

"Kumogakure…" Jawab Ay, kemudian dia melanjutkan "Salah satu desa besar di Elemental Nation. Dan aku adalah pemimpinnya, Yondaime Raikage."

"Jadi siapa kau ini, pemuda-san?" Tanya Bee.

"Namaku Bikou. Aku adalah pendatang dari negeri jauh. Aku terpisah dengan kedua temanku setelah seorang kakek tua membuat sebuah cahaya putih dan mengirim kami semua ke lokasi yang berbeda." Jawab Bikou.

"Sepertinya dia tidak berbahaya, Bee-sama." Bisik pemuda berkulit hitam tadi.

"Kau benar Darui." Balas Bee, kemudian dia melihat Bikou dan berkata "Jadi apa rencanamu berikutnya?"

"Aku tidak tahu…" Jawab Bikou, kemudian dia melanjutkan "Mungkin mencari teman-temanku dan mencari tempat untuk tinggal."

"Kau bisa tinggal disini dengan gratis tapi ada syaratnya…" Ucap Ay.

"Syarat apa itu?" Tanya Bikou.

"Kau akan menjalankan misi yang aku berikan bersama dengan Bee dan aku akan membayarmu jika pekerjaanmu memuaskan. Bagaimana?" Balas Ay.

"Baiklah aku terima. Tapi aku harap aku mendapatkan harga yang mahal atas pekerjaan yang aku lakukan." Jawab Bikou.

"Itu bisa diatur…" Balas Ay sambil tersenyum.

-Konohagakure, Elemental Nation-

Sedangkan kembali dengan Vali, saat ini dia pulang dari bekerja di restoran milik Mikuo setelah mendapatkan bayaran atas pekerjaannya. Dia masih memikirkan kejadian di Ichiraku Ramen meskipun dia harus tahan menahan malu akibat godaan Naruto dan ocehan Albion membuatnya semakin parah. Tiba-tiba ada suara yang menarik perhatiannya dari arah Training Ground yang biasa dipakai Team 7 untuk latihan dari generasi Minato ke generasi Naruto dan dia melihat Naruto melawan seseorang berambut raven yang menutupi mata kirinya dari pohon tempat dia bersembunyi. Mereka sudah terengah-engah dan dia melihat Naruto sudah mengeluarkan bola energi yang terus berputar di tangannya dan juga pria itu sudah mengeluarkan listrik yang mengeluarkan bunyi seperti kicauan seribu burung.

"Kau sudah siap memakan debumu sendiri, Sasuke?" Tanya Naruto.

"Hn… Dalam mimpi Naruto." Jawab pria bernama Sasuke itu, kemudian mereka berlari ke arah satu sama lain dengan jurus mereka yang masing-masing sudah aktif.

"Rasengan!"

"Chidori!"

Boooooooooooommmmm

Sebuah ledakan besar pun tercipta dan Naruto dan Sasuke pun terpental ke belakang. Vali yang melihat dampak benturan kedua jutsu mereka pun berkata "Daya hancurnya hebat juga…"

Mereka berdua pun bangkit dan Naruto pun berkata "Kau masih hebat teme… Bahkan dengan satu tangan."

"Kau juga sama dobe." Balas Sasuke, kemudian dia melanjutkan "Dan aku dengar kau sudah menguasai Kenjutsu juga ya?"

"Ya begitulah…" Jawab Naruto.

Sasuke yang merasakan sesuatu pun melemparkan pedangnya yang bernama Kusanagi ke arah Valid an dia bisa menghindarinya dengan cara rolling meskipun pipinya sedikit tergores oleh pedang Sasuke karena lemparan Sasuke sungguh cepat dan pedang itu menancap di pohon di sebelahnya. Sasuke pun melihat tempat persembunyian Vali dan berkata "Siapa kau? Cepat keluar! Sebelum aku bakar kau dengan Amaterasu…"

-To Be Continued-

Review:

Damar Wulan: Mereka akan ketemu sendiri pada akhirnya meskipun mereka kepisah-pisah di desa-desa lain.

Tenshisha Hikari: Tentu saja.

StiffMarco: Nanti bakal ada fight buat Vali kok tapi untuk sekarang belum.

Ai no Est:

Enggak tahu… Rate bisa nambah.

Shoukaku: Iya… Memang pair Vali si Miku.

Uchiha Kimcil: Mungkin dia datang ke tempat Vali bareng sama tim DxD yang mau jemput Vali dan dia enggak mau. Dan Ophis pun memilih tinggal di Elemental Nation.

Darkness Ryuu: Bagus deh kalo suka.

Papa Haise The Centipede: Enggak papa… Malah bagus kalo ada yang nunjukkin kesalahan saya dimana. Daripada flamer enggak bertanggung jawab yang bilang fic orang sampah tapi gak bisa jelasin salahnya dimana.

Michael Gabriel: Sebelum jadi pacar Miku, iya… Tapi pas udah jadi pacar Miku udah enggak lagi.

Bima Otsutsuki: Buat musuh ane udah kepikiran MonShi(Momoshiki sama Kinshiki)+Toneri.

Muhammad Ramadhan: Thanks.

The Fourty Seventh: Pokoknya Kuroka akan hancur sekali dan susah untuk ditenangin. Apalagi nanti ane bakal buat scene Vali bawa Miku terbang dengan sayap mekaniknya dan mencium dia di udara. Kaya NaruHina kiss di The Last.

Ryuuki Namikaze Lucifer: Jawabannya ada di chap ini.

Putra Uzumaki: Iya… Tapi terpisah-pisah. Le Fay di Suna, Arthur di Kiri, terus Bikou di Kumo.

Loji: Sip brayyy

Shinn Kazumiya: Kayaknya kedua Shinn-san. Kan fic saudara ane yang The Tale of Gutsy Shinobi itu settingnya di Narutoverse juga

Forneus787: Sorry kalo ada typo.

Ayub Pratama: Kayaknya Toneri sama MonShi dah. Kalo Shin ane udah buat kaya di Gaiden.