Trio Riuricky : Hahahaha, yah, kita liat aja kelanjutannya nanti yah.. thanks dah review..

kizurahinata : Sip, nih aku lanjutin, makasih yah, gara-gara kamu yang semangat ngeriview aku jadi semangat buat cepet-cepet bikin lanjutannya. Thanks dah review..

Minazuki Miharu : hehehe,, gomen, gomen..nanti aku perbaiki lagi.. Thanks dh review..

Review lagi yah minna-san.. ^_^


For The Some Reason

Story by Ishikawa Ayica

Naruto dan kawan-kawaan masih milik Masashi Kishimoto

Warning : AU, Gaje, OOC, dan lain-lain

DON'T LIKE? DON'T READ, DON'T OPEN, DON'T ENTER!

Happy reading..


Cerita ini hanya fiksi dan hasil imajinasi author, jadi yang ada di dalam cerita ini tidak ada di dunia nyata, kalaupun ada berarti itu sebuah kebetulan semata.. lagian mana ada juga makhluk seperti ini di dunia nyata.. hehehehe..


Kejadian aneh mengenai Sakura membawa kegemparan di Wings of the sky, para wings merasa aneh dan tertantang dengan jati diri Sakura yang sebenarnya, hingga beberapa wings setiap hari datang mencoba namun hasilnya selalu sama, atas hal tersebut para sannin mengutus Sasuke, Ino, Hinata, Neji, Gaara, Tenten dan Naruto serta Shikamaru untuk menyelidiki tentang gadis merah muda tersebut.

Dengan bantuan asisten Tsunade yang bernama Sizune yang saat ini sedang menjadi guru pengawas UKS di Konoha Senior High, sehingga memudahkan para wings menyusup masuk. Kemampuan Sizune adalah sama seperti Itachi yang dapat memanipulasi ingatan, sehingga Sizune dapat membuat seluruh penghuni KSHS mengingat bahwa para wings adalah bagian dari sekolah ini sudah sejak lama, mengingat pihak sekolah tidak mungkin dapat menerima siswa baru dalam jumlah banyak dan dalam kurun waktu yang sama. Selain sekolah, Sizune juga sudah melakukan hal yang sama pada tempat tinggal Sakura, berhubung Sakura tinggal di sebuah asrama campuran khusus kalangan orang-orang terpandang.

"Sakura, mau pulang bareng?" Tanya Ino sambil mengamit lengan Sakura, yah beginilah tingkah Ino selama 3 hari ini, baru 3 hari ini Ino dan para wings memasuki sekolah namun tingkah Ino seperti sudah lama mengenal Sakura. Sementara Sakura hanya memberi anggukan pertanda jawaban setuju atas ajakan Ino.

Memang baru 3 hari para wings sekolah, namun para siswa sudah mengetahui identitas palsu para wings itu sendiri, tentunya berkat bantuan Sizune. Besok adalah libur musim panas, hingga sekolah di liburkan dan itu berarti mereka para wings akan lebih bisa mengawasi Sakura di asrama. Informasi dari Sizune ternyata memang benar, bahwa Sakura adalah gadis yang tertutup, ia akan keluar kamarnya hanya saat akan makan, melakukan ritual kamar mandi, atau berangkat sekolah, selain itu hanya dinding kamar pribadinya yang tau apa aktivitas Sakura seharian.

Perjalanan pulang diisi oleh kesunyian, meskipun Ino berusaha mengajak Sakura bicara, Sakura hanya akan menanggapinya seadanya seperti tersenyum singkat atau anggukan kepala. Masih terlihat Ino yang dengan semangat berbicara panjang lebar yang sedang berjalan beriringan dengan Sakura dan Temari, di belakang mereka Tenten dan Hinata menyusul berbisik yang entah apa, di belakang para gadis ada para pemuda yang berjalan santai, dingin dan malas. Sedikit kesal setiap kali Ino berbicara Temari lah yang akan menyahut, sedangkan Sakura masih tetap berdiam diri. Dan agaknya hal ini membuat para pemuda yang ada di belakang mereka merasa risih dengan tingkah Sakura, dan gadis-gadis yang selalu terkekeh ataupun memuji sosok mereka saat mereka melewati beberapa tempat yang ramai dengan kaum hawa tersebut.

"Aku rasa percuma, Teme. Sakura-chan tidak memberikan kita satu petunjukpun." Ucap Naruto yang berjalan beriringan dengan Gaara dan Neji di belakang barisan Sasuke dan Shikamaru.

"Ini baru hari ketiga Naruto, memang kau sudah berusaha?" Tanya Shikamaru malas menanggapi ocehan Naruto.

"Yah, setidaknya aku berusaha menyampaikan bahwa aku tak ingin terjebak selamanya disini, haaah, aku rindu langit." Ucap Naruto kini malah memandang langit, seolah mengidamkan sesuatu yang hanya ada di atas langit.

"Sana pulang, memang yang butuh kau siapa?!" Tanya Sasuke datar dan tak mempedulikan Naruto yang memandang Sasuke sambil memicingkan mata dan mengerucutkan bibirnya.

"Sudahlah, aku rasa kita hanya perlu lebih dekat dengannya." Kata Gaara menengahi, jangan sampai akan ada keributan hanya gara-gara perkelahian Naruto dan Sasuke di tempat ini, bisa tambah rumit dan menyusahkan nanti.

"Merepotkan!" Ucap Shikamaru malas dan berlalu kini berjalan sejajar dengan Temari yang masih mengoceh bersama Ino dan mengabaikan keberadaan Sakura, dasar Ino, bukannya memancing Sakura bercerita malah ia yang terpancing bergosip dengan Temari.

"Sakura, liburan musim panas ini kau akan kemana?" Tanya Shikamaru santai dan memandang Sakura malas.

"Tidak kemana-mana." Jawab Sakura tanpa melihat wajah lawan bicaranya.

"Eh, tapi bukankah lebih menyenangkan jika kita pergi liburan saja?" Tanya Temari yang ternyata mendengar pertanyaan Shikamaru pada Sakura, niat hati agar mereka semua bersenang-senang namun semua harapan itu harus berakhir saat Sakura berkata

"Selamat bersenang-senang." Ucapnya kemudian berlalu memasuki halaman asrama, yah mereka telah sampai di asrama campuran tersebut.

"Hhhh.." Hanya helaan nafas berat dan frustrasi yang menjawab kepergian Sakura.

"Aku akan mencoba berbicara dengan Sakura-san." Ucap Hinata segera melangkah masuk namun lengan Hinata segera di tahan oleh Temari.

"Biarkan saja Hinata, Sakura tidak suka di paksa ataupun di bujuk. Hanya akan membuatnya mengamuk." Ucap Temari tersenyum canggung pada Hinata. Sementara Temari mengucapkan hal tersebut Shikamaru terkejut dan mendelik curiga pada Temari. Dan Gaara yang dapat mendengar fikiran Shikamarupun ikut meneliti Temari cermat, Ino yang mengetahui ini segera membuat kontak telepati di antara mereka dan berbicara melalui telepati membuat mereka semua terdiam. Lama terdiam, hanya pagar asrama yang tinggi serta beberapa pohon di dalamnya dan lapangan parkir yang luaslah yang memperhatikan mereka saat ini.

"Ehm, ano.. aku akan masuk lebih dulu." Ucap Temari bergegas dan kembali ke asrama. Selepas perginya Temari, Hinata segera berbalik menatap Shikamaru.

"Jadi, apakah kecurigaanmu itu benar? Aku tidak percaya ini." Ucap Hinata menatap Shikamaru serius.

"Ini baru kecurigaanku, kalian mendengarnya sendiri tadi kan?" balas Shikamaru pada Hinata.

"Ck, tak berguna. Kenapa juga kekuatan kalian bisa tak berfungsi di sini. Padahal hal ini akan mudah jika saja Hinata bisa kembali melihat masa depan, atau Neji yang dapat membaca niat buruk seseorang, atau mungkin Gaara yang dapat mengetahui jati diri kedua gadis aneh itu." Naruto menanggapi dengan frustrasi, semua ini menjadi begitu rumit menurutnya.

"Sudahlah, kita amati saja dulu." Ucap Tenten menenangkan.

"Sampai kapan?" Tanya Neji pada tenten.

"Yang pasti aku tak ingin berlama-lama di tempat ini." Kata Sasuke memandang serius bangunan asrama tersebut kemudian memasukinya.

"Memangnya siapa yang mau?!" Kata Gaara kemudian menyusul Sasuke. Satu persatu mereka memasuki asrama yang memang sudah kosong meninggalkan mereka para wings, Sakura dan Temari, karena penghuni lainnya tengah berlibur musim panas.

Sesampainya di dalam, para wings mendapati Temari sedang berbicara serius dengan Sakura di ruang TV, hal yang jarang di lakukan Sakura. Para wings segera kembali ke kamar masing-masing dan berganti pakaian. Asrama ini, terdiri dari 2 lantai, lantai Dasar adalah dapur, ruang makan, kamar mandi, ruang mencuci, ruang menonton dan beberapa kamar para maid. Sementara lantai pertama adalah lantai di mana kamar-kamar para pemuda berjejer rapi, dan di lantai 2 adalah kamar para gadis berjejer rapi. Soal fasilitas di dalam kamarnya tak perlu di pertanyakan, fasilitas disini lengkap. *Kalau aja ada kos kayak gini, pindah deh gw :D ..*

Sakura masih menonton bersama Temari. Sedangkan Para wings masih belum keluar kamar, yang pertama selesai berganti pakaian adalah Hinata, terlihat dari dirinyalah yang pertama kali keluar dan duduk di sebelah kanan Sakura yang serius tengah menonton film horor. Kemudian di susul oleh yang lainnya. Begitu hening, bahkan Ino yang tak bisa diampun kini tak bersuara, menimbulkan efek horor hadir di dalam ruangan ini, padahal masih siang hari, namun keadaan benar-benar mencekam. Tenten mengumpat kesal dalam hati, ia benci terjebak di situasi kaku seperti ini, namun sejurus kemudian Sakura menolehkan kepala menghadap Hinata, memperhatikan Hinata dengan lekat. Para wings yang melihat itu segera bersiaga, menebak kemungkinan yang akan terjadi, mencari tau mengapa selama tiga hari ini Sakura selalu saja menatap Hinata lekat, yah, hal ini bukan hanya terjadi saat ini, tapi beberapa hari kebelakang Sakura memang lebih sering memperhatikan Hinata, entah itu di kantin, di UKS, di kelas dan dimana saja setiap ada kesempatan.

"Ehm, ada apa Sakura-san?" Tanya Hinata kikuk, ck, dasar Hinata, kembali lagi sifat pemalunya itu.

"Kau.." Ucap Sakura menggantung, membuat para wings bertanya-tanya apakah Sakura mungkin mengetahui sesuatu.

'Sial, ada apa ini?' Bathin Shikamaru tegang namun terlihat malas.

'Masaka..' bathin Naruto lebay.

"Kau.. Wangimu lavender, kau memakai parfum lavender?" Tanya Sakura pada Hinata yang kaget kemudian menghela nafas lega.

GUBRAK!

Para pemuda wings segera menatap Sakura aneh, sementara para wanita tersenyum kikuk.

'Cih, pembicaraan wanita, ku fikir ada apa' Bathin Sasuke malas kemudian menatap layar TV yang sedang menampilkan seorang wanita yang tengah lari di kedalaman hutan gelap yang entah sedang di kejar oleh apa.

"Ehm, ya.. Sakura-san bisa menebaknya ternyata, ehehehe" jawab Hinata pada Sakura yang kini tersenyum pada Hinata.

"Ya, seorang teman lama memiliki wangi yang sama denganmu." Ucap Sakura tersenyum, dan hal ini cukup membuat beberapa pemuda yang ada di ruangan ini merona.

'Manis' bathin Naruto yang malah menyengir menatap Sakura. Sedangkan pemuda lainnya memilih untuk tidak menghiraukan gejolak di dalam hatinya, membantah setiap kata yang keluar dari hati mereka, yah bisa gawat kalau Gaara tau, meskipun Gaara adalah pemuda yang dingin namun Gaara bisa menjadi sangat usil dan itu pastilah akan menjatuhkan harga diri mereka di bangsa mereka. Wings menyukai manusia? Cih, yang benar saja.

"Haaah, Bosaaaaaaan.." Teriak Naruto gaje, sementara yang lainnya mendelik malas padanya karena suara cempreng Naruto yang mengalahkan alarm di pagi hari.

"Yah, bumi memang membosankan." Ucap Temari murung kini menopang dagunya dengan kedua tangannya beralih pandang pada langit yang kini sedang hujan. Para wings menatap Temari bingung kecuali Shikamaru yang malah menatap Ino malas.

'Apa? Aku hanya berusaha mendinginkan cuaca, kenapa kau menatapku begitu?' tanya Ino pada Shikamaru melalu telepatinya.

'Apanya yang cuaca? Kau tau cuaca sedang panas karena begitulah namanya MUSIM PANAS, kau selalu membuat hujan sesukamu, kalau kau lupa itu nona Yamanaka' balas Shikamaru pada Ino yang hanya membalas Shikamaru dengan memeletkan lidahnya kemudian memutus koneksi telepati mereka.

"Memangnya kau mau kemana, kau kan memang makhluk bumi." Balas Neji pada Temari dengan mengangkat alisnya tinggi, masih bingung dengan kata-kata Temari.

"Mungkin di langit akan sedikit lebih baik dari pada di sini, aku tau kau ingin ke langit Temari, kau boleh pergi." Ucap Sakura menjawab pertanyaan Neji pada Temari.

Sementara para wings terkejut bukan main, Hinata menatap Sakura ragu dan tak percaya, Sasuke memandang Sakura siaga, Ino menatap tak percaya, Gaara melihat Sakura dengan biasa sambil bergumam 'sudah ku duga ia tau sesuatu', sementara Tenten masih antara sadar dan tidak dan Shikamaru mulai mencari jawaban apa yang tepat atas jawaban Sakura, Naruto malah memuji Sakura dan mengucapkan kata 'Hebat', Neji lebih memilih menyimak dan bersiap dengan kenyataan apa yang akan ia dengar sementara Temari malah berbinar senang.

"Benarkah? Ayo pergi ke sana sama-sama" Ajak Temari pada Sakura namun Sakura hanya mengendikan bahu dan menggelengkan kepala.

"Bagaimana cara kalian ke langit?" tanya Shikamaru serius pada kedua gadis di hadapannya.

"Kalian tau tak mudah bagi orang biasa memasuki langit." Ucap Sasuke tegas dan memicing pada Sakura, sementara yang lainnya lebih memilih diam menyaksikan.

"Itu mudah, karena Sakura adalah pemilik langit." Ucap Temari bangga.

"Hah?" Tanya Ino yang sukses menganga bingung dengan jawaban Temari. Bagaimana bisa, para Sannin yang merupakan penguasa tertinggi saja tidak memiliki langit apa lagi Sakura.

"Iya, mendiang ayah Sakura adalah pembuat taman bermain itu, memang hanya orang-orang dari kalangan atas yang menikmatinya, namun semenjak Sakura yang menjadi pemegangnya Sakura membuka itu untuk umum bahkan anak yatim pun bisa menikmatinya." Ucap Temari bangga dan memperlihatkan kartu VIP yang dimilikinya untuk memasuki taman bermain tersebut.

"Tunggu dulu, jadi langit yang kau maksud adalah taman bermain?" Tanya Naruto bingung.

"Langit adalah taman bermain yang ayah buat untuk menemaniku yang kesepian, tanpa Ibu, tanpa Kakak, tanpa teman. Namun taman langit itupun hanya berlaku bagi orang dari kalangan yang sama dengan kami, ketika ayah meninggal semua aset perusahaan di berikan padaku, dan aku mengubah peraturan yang ada, aku membuat taman langit bisa dikunjungi oleh semua orang." Ucap Sakura menjelaskan tanpa melihat wajah kebingungan yang tertera jelas di wajah para wings.

"Ah, ahahaha.. Aku fikir apa.." Ucap Tenten kikuk berusaha mencairkan suasana.

'Sial, untung saja salah satu dari kami tak membocorkan tentang langit yang sesungguhnya.' Bathin Neji mengumpat dalam hati, yah, salahkan mereka yang terlalu terfokus mencari jati diri Sakura sehingga mereka tak mengetahui bahwa di Tokyou ternyata mempunyai taman bermain seperti itu, dan sialnya mereka malah taman bermain tersebut bernama Langit, membuat mereka mengira maksud Sakura ke langit adalah langit yang sesungguhnya.

"Tapi Sakura-san baik sekali, mau berbagi dengan semuanya di taman langit itu." Kata Hinata tulus memuji Sakura yang kini tersenyum.

"Yah, karena aku sadar, banyak dari mereka yang ingin terbang mencapai langit namun tidak semua dari mereka yang memiliki sayap." Ucap Sakura pada Hinata masih dengan tersenyum.

"Ya sudah, jadi kita akan kesana?" Tanya Ino yang tadinya tegang kini malah bersemangat.

"Tidak, aku tidak ikut." Ucap Sasuke yang kini beranjak meninggalkan ruang menonton.

"Aku ikut, Sakura aku ingin tau seperti apa langit milikmu." Ucap Gaara tersenyum tipis.

"Sakura-chan, apa di sana ada kedai makanan atau apapun yang menyediakan ramen?" Tanya Naruto pada Sakura antusias.

"Yah, semua yang kau butuhkan ada di sana, dan tentu saja, mari ku tunjukan langit milikku pada kalian." Ucap Sakura tersenyum.

"Kau yakin tak ingin ikut Sasuke?" Tanya Sakura pada Sasuke kemudian.

"Jangan sampai kau menyesal, karena kami tak akan berbagi informasi denganmu." Tekan Shikamaru pada Sasuke, dan membuat Sasuke ragu untuk meneruskan keinginannya untuk tidak ikut, yah Sasuke benci tempat ramai dan hal itu sudah cukup untuk membuat seorang Uchiha Sasuke menjauh dari tempat seperti itu, namun mendengar Shikamaru mengatakan Informasi, Sasuke tau, informasi disini adalah informasi mengenai Sakura yang mungkin mereka dapatkan bukan informasi tentang seberapa menyenangkannya taman bermain langit tersebut.

"Baiklah aku ikut." Ucap Sasuke kemudian mengalah. Terpaksa ia harus ikut demi informasi yang mungkin ia dapatkan nanti.

"Tapi sebenarnya kalian ini datang dari mana, aku fikir kalian tau taman bermain paling di incar dan terkenal di Tokyou ini, aneh.. kalian seperti orang baru saja." Kata Temari tersenyum mengejek kemudian melangkah menuju kamarnya meninggalkan para wings yang membatu.

'Sial, gara-gara manipulasi ingatan Sizune pada mereka tanpa memberi kami informasi tentang dunia mereka, aku tau Temari bukan orang sembarangan, pasti ada sesuatu tentangnya.' Bathin Shikamaru yang di beri anggukan setuju oleh Gaara, satu-satunya wings yang dapat mendengar fikiran Shikamaru saat ini.


Tsudzuku~~

Nah, minna-san, sampai sini dulu yah, nanti di lanjutin lagi..

dan oh ya, buat para readers yang emang nggak suka dengan fanfic aku, aku kan udah bilang di atas kalau nggak suka, ya jangan di baca, jangan di buka, jangan masuk, akhirnya kesel sendri kan? nah loh..? kalo ngereview flame dan macem-macem juga percuma kan.. aku paling baca reviewmu abis itu ya udah selesai.. kalau emang nggak suka dri pada ribet mending amankan diri ajalah.. karena aku juga nggak bisa berhenti ngelanjutin ceritanya hanya karena alasan "KAMU TIDAK SUKA", pikirkan juga bagi mereka yng menantikan ficku ini, sekalipuun nggak ada yang nantiin aku tetep bakal lanjutin karena aku bukan orang yang suka menarik kata-kataku sendri, saat aku udah mulai maka aku nggak bisa berhenti sampai selesai. Harap di maklumi..

okay mas n mba broo.. Salam damai..

Spesial Thanks untuk para Reviewers

Trio Riuricky

kizurahinata

Minazuki Miharu

Da... babay.. ^_^/ Mampir lagi yaah ^_^

Sampai jumpa di chapter 4..