Halo! Ketemu lagi bersama Evil alias Evil Red Thorn dan Narator!
Narator: hai...
Erena: kok aku gak disebut?!
Evil: oh iya, maaf yah Erena-chan...
Narator: tumben, kalian gak berantem?
Evil: hehehe... kita kan udah baikan! Iya kan, Erena-chan?
Erena: iya!
Narator: syukurlah kalau begitu, jadi tidak ada yang menganggu acara tidurku nanti... silahkan lihat balasan reviewnya...
xtreme guavaniko:
horeee! Hidup Yama-chan!
Yamahiku: ... dasar Author sarap...
Evil: hei! Evil denger! By the way, thanks atas reviewnya!
Gianti-Faith:
Betuuul! Horeeee! Selamat, Gianti-san! Anda betul! Silahkan menerima hadiahnya dengan meneleppon nomor 0123456789 (?) Thanks atas reviewnya!
Aiko Ishikawa:
Iya! "wajah kuda"! macam dia ini! *tunjuk Jean dari SnK*
Jean: ngapain nunjuk gue?
Evil: gak apa-apa kok. Cuma ingin menunjukkan kalo kamu mukanya mirip kuda
Jean: ...
Thanks atas reviewnya!
Scarlet. and. blossom:
Ne-chan juga nonton Hakkenden? Evil juga! Oh, Daikaku... *mata cling cling gede*
Daikaku: ...
Thanks atas reviewnya!
SoniCanvas:
Narator: tuh kan, saya bilang juga apa. Kamu tuh endingnya ganjel terus
Evil: habisnya Evil bingung mau bikin endingnya kayak gimana! Kalo mau, kau saja yang bikin fic ini!
Narator: 'kok, jadi dia yang marah?'
Hehehe... Thanks atas reviewnya!
Kirina Fujisaki:
Gak gaje?! Hontou ni?! Arigatou, Kirina-san! *hug Kirina* Thanks atas reviewnya!
ZackFair:
Coba ditebak, Yamahiku kemana?
Zaman Baheulah
Zaman Batu
Zaman tiga kerajaan
Thanks atas reviewnya!
Dynasty Warriors are belongs to KOEI, not Evil
.
.
.
Setelah aku masuk kedalam portal aneh itu, semuanya menjadi gelap. Aku tidak bisa melihat apa-apa. Sama halnya seperti masa laluku. Gelap, dan kosong. Tidak ada cahaya satupun yang masuk kesini. Yang kulihat hanyalah hitam, hitam, dan hitam.
Moshi kimi no egao ga nagereba
Kitto ima mo kodoku wa
Tsuzuite darou
Lagu itu lagi! Kenapa lagu itu selalu menghantuiku? Entah kenapa, tiba-tiba kepalaku terasa begitu sakit...
"Ukh... aku harus... keluar dari sini..." aku berjalan sambil memegang kepalaku yang terasa sangat sakit. Lagu itu terus menerus melantun di kepalaku.
Todoke todoke
Kimi wo nukete
Boku wo matsu kimi no moto e
"Ukh... berhenti bernyanyi..." aku pun duduk dan masih memegangi kepalaku. Aku berusaha untuk melupakan lagu itu, tapi tidak bisa. Setiap lirik lagu itu kembali muncul dikepalaku.
"Kepalaku sakit sekali... aku... tidak kuat lagi..." seketika, pandanganku menjadi kabur dan aku tidak bisa melihat apa-apa lagi.
.
.
.
"Ukh..." perlahan, aku membuka mataku dan menyadari bahwa hari sudah malam. Loh? Bukannya tadi masih sore? Kenapa tiba-tiba sudah malam? Aku berusaha untuk mencari ponselku yang ada di dalam tas sekolahku. Tapi hasilnya nihil. Tas sekolahku hilang entah kemana.
"Hei, kau tidak apa-apa?"
Terdengar suara pria dari belakangku. Tangan pria itu ingin memegang pundakku. Dengan sigap, aku menyelengkat kakinya hingga ia terjatuh. Aku menarik kedua tangannya hingga ke belakang tubuhnya dan menahannya.
"... Kau siapa?" Tanyaku pada pria itu.
"A-aku Xu Shu"
"Aku tidak tanya namamu,bodoh. Sekarang kuulangi pertanyaanku. Kau siapa?"
"Aku hanya orang yang kebetulan lewat disini. Lalu aku melihatmu terbaring tidak berdaya. Jadi, aku mendekatimu dan ingin menanyakan keadaanmu"
"...oh"
"Yah... tapi, bisakah kau melepaskanku? Kedua tanganku benar-benar terasa begitu sakit"
"baiklah" Aku melepaskan kedua tangan miliknya. Pria itu berdiri dan memegang pergelangan tangannya yang masih sakit karena aku mungkin menahannya terlalu keras.
"Namamu siapa?" tanyanya padaku. Saat aku melihat wajahnya, alangkah kaget-nya aku ketika wajah dia benar-benar mirip dengan...
"... Zakuro?"
"Zakuro? Nama yang cukup aneh"
"Ah, bukan bukan. Namaku Yamahiku" Aduh, kelepasan ngomong Zakuro! Habisnya, wajah pria ini mirip Zakuro. Jadi, aku tidak sengaja melontarkan nama 'si bodoh' itu.
( Sementara itu, di kamar Zakuro...
Zakuro: HACHIII! Ada yang ngomongin aku yah?)
... Oke, back to the story.
"Yamahiku yah? Nama yang indah" katanya sambil tersenyum.
Aku yakin, wajahku sudah semerah tomat. Baru kali ini, ada yang mengatakan bahwa namaku itu 'indah'. Aku memalingkan wajahku dari dia dan aku melihat sebuah 8 gerbang yang membentuk lingkaran dari kejauhan.
"Itu namanya 'Eight Gates Formation'" Kata Xu Shu yang bisa membaca pikiranku.
"oh... Tapi, sepertinya tidak hanya kita berdua yang ada disini. Aku melihat banyak tentara di base sebelah sana" Aku menunjuk ke arah base yang penuh dengan orang-orang yang mengenakan baju biru tua. Tapi, ada juga yang mengenakan baju ungu.
"Sepertinya Wei ingin menyerang Shu" kata Xu Shu yang berusaha untuk melihat ke arah yang kutunjukkan.
Wei? Shu? Sepertinya pernah dengar... Oh iya! Aku ingat! Aku pernah membaca sebuah buku yang berjudul 'Romance of The Three Kingdoms' di perpustakaan. Kalau tidak salah, tempat yang ada 'Eight Gates Formation' itu di...
"Apakah ini di Xinye?" tanyaku pada Xu Shu.
"Iya. Ini di Xinye"
"Hem..." Lalu, aku melihat ke arah base yang ada di bawahku (Karena Yamahiku dan Xu Shu berdiri di jalan yang menanjak, jadi bilangnya dibawah deh). Ternyata, ada juga yang menempati base itu. Sepertinya itu Shu. Sedangkan yang di sebelah sana itu Wei.
"Hei, Xu Shu?"
"Hem?"
"Bagaimana kalau kita membantu Shu? Sepertinya seru"
"Yah, aku pikir juga begitu"
"Lantas, apa yang kau tunggu? Ayo kita bantu mereka" Aku menarik tangan Xu Shu dengan paksa dan menuruni tanjakan itu.
"He-Hei! Jangan tarik terlalu keras!"
"Diam"
Lalu, kami berhasil menuruni tanjakan itu dan sekarang berdiri di belakang 3 orang yang (sangat) menyeramkan. Sepertinya mereka sedang memperhatikan 'Eight Gates Formation' dengan seksama.
"Itu adalah 'Eight Gates Formation'" Kata Xu Shu yang membuat mereka bertiga menengok ke arah kami berdua.
"Berjalan lurus ke dalamnya, kalian akan bertemu dengan kematian" Lanjut Xu Shu yang sekarang sedang dipelototi oleh 6 mata (?)
"Kau siapa?" tanya pria yang berada di tengah alias yang wajahnya paling bijak diantara mereka bertiga.
"Oh, namaku Xu Shu. Saya kebetulan lewat sini"
"Hem... Kau terdengar mencurigakan bagiku!" kata pria yang paling menyeramkan diantara mereka bertiga.
"Ahaha... Mencurigakan? Yah, saya tidak bisa berkata 'tidak setuju'..."
Tentu saja kau dibilang mencurigakan. Datang secara tiba-tiba, ditambah mengenakan hoodie. Kau tampak seperti assasin yang akan membunuh mereka bertiga, tahu.
"hem... jadi, apa yang kalian berdua lakukan disini?" tanya pria yang di tengah itu kepada kami.
"Kami ingin membantumu, Tuan Liu Bei" kata Xu Shu
"Membantu?"
"Iya, membantumu. Saya dengar, anda belum mempunyai strategist. Jadi, saya ingin mencalonkan diri untuk menjadi strategist anda"
"oh, aku memang tidak mempunyai strategist. Tapi kudengar ada seorang strategist hebat. Julukannya 'Si Naga Tidur'. Apa itu kau?"
"emm... bukan... tapi, aku bisa mengantarkanmu ke rumahnya"
"Benarkah?"
Xu Shu menganggukan kepalanya.
"Pertama-tama, kita harus melawan Wei terlebih dahulu. Lalu..."
Xu Shu pun menjelaskan strategis yang ia miliki secara panjang lebar. Ketiga orang yang bernama Guan Yu, Liu Bei, dan Zhang Fei itu pun mendengarnya dengan seksama. Karena aku merasa bosan, akhirnya aku berniat untuk berjalan-jalan disekitar base.
BRUUK!
"Ouch... ah, maaf. Aku sedang melamun jadi aku tidak memperhatikan ke depan" kataku yang mengelus-elus hidungku yang sakit karena menabrak seseorang.
"Ah, tidak apa-apa. Yang lebih penting, apa kau baik-baik saja?"
"iya, aku baik-baik saja..."
"syukurlah kalau begitu. Ah, Nama saya Zhao Yun. Saya adalah jenderal Tuan Liu Bei" kata Zhao Yun sambil membungkukkan badannya.
"... Namaku Yamahiku"
"Yamahiku? Nama yang terdengar asing. Tapi, itu nama yang indah"
Untuk kedua kalinya wajahku memerah.
"Yamahiku, sebentar lagi perang akan dimulai. Kau mau ikut atau tidak?" kata Xu Shu dari belakang, membuatku tersontak kaget.
"Tentu saja aku ikut"
"Tapi, apa kau membawa senjata?"
"Untuk apa menggunakan senjata, kalau kau bisa memanfaatkan kedua tanganmu?" kataku yang dibalas dengan senyuman oleh Xu Shu.
"Gerbang akan segera dibuka!" teriak seseorang dari kejauhan.
Walaupun aku sudah sering bertarung dengan orang lain, tapi tetap saja deg-degan. Karena, ini perang. Yang namanya perang, tidak ada prajurit yang tidak membawa senjata. Sedangkan aku, aku hanya bertarung dengan menggunakan kedua tangan kosongku. Tidak membawa senjata apa-apa. Yah, sebenarnya aku membawa pisau, tapi aku tidak begitu suka memakainya jadi aku simpan saja.
"Kau siap, Yamahiku?" tanya Xu Shu
"Iya"
GREEEEK!
"Gerbang sudah terbuka!" lagi-lagi teriak seseorang
"Ayo, Yamahiku"
Aku pun mengangguk.
Dan perang di Xinye pun dimulai dari sekarang.
Yo, Yo! Maaf kalau fic ini aneh karena Evil (hampir) kehabisan ide! Dan maaf apdetnya lama soalnya Evil sedang sibuk!
Erena: yeah, sibuk makan...
Evil: hei! Evil dengar!
Narator: hah... berantem lagi... jangan lupa reviewnya, minna. Sayonara...
