BACK TO YOU
Author : aimiicha
Rated : T
Chapter : 3
Genre : School, Romance
Disclaimer : Yunho dan Jaejoong adalah cast milik agency mereka masing-masing dan Tentunya Tuhan yang Maha Esa. INGAT FF INI 1000% MILIK AUTHOR !
WARNING ! BOY X BOY ! SHONEN AI ! YAOI ! Author sudah memperingatkan ! DON'T LIKE DON'T READ ! Tidak menerima Bash.
.
aimiicha
.
Salju di bulan Februari memang sudah tidak terlalu lebat, tapi ada yang lebih lebat daripada serangan salju yaitu tumpukan surat cinta dari murid perempuan Kirisawa Koukou. sasarannya siapa lagi kalau bukan loker dua makhluk paling indah sepanjang tahun ini, Kim Jaejoong dan Jung Yunho.
Jaejoong menghela nafasnya, lagi-lagi lokernya dipenuhi amplop berwarna pink dengan tanda hati ditengahnya. Hey, bukannya Jaejoong tidak menyukainya. Ia sangat menyukainya malah, itu membuktikan bahwa ia populer kan ? Setidaknya ia bisa membuktikan bahwa ia lebih populer daripada Park-Dahilebar-Yoochun si ketua OSIS yang playboynya minta ampun. ah, jangan lupakan bahwa Junsu yang notabene sahabatnya sendiri sudah jatuh cinta pada si Yoochun itu.
Aish, Jaejoong menghela nafasnya, sudah sepanjang tahun ini ia berusaha mengabaikan semua pernyataan cinta yang disampaikan padanya.
"Ini gara-gara si Jung bodoh sialan itu. kenapa aku masih belum bisa melupakannya?"
Jaejoong merutuki dirinya dalam hati. Sudah setengah tahun ia bersekolah disini dan sudah setengah tahun pula ia berusaha menghindari Jung Yunho, oke bukan menghindari tapi ia memang tidak bisa menghindari Jung Yunho yang memang sekelas dengannya.
Entah kenapa sepanjang tahun ini menjadi tahun yang penuh masalah bagi Jaejoong, sejak pertemuannya dengan Changmin saat itu. Ia merasa sejak saat itu, selalu ada peristiwa-peristiwa dengan Jung Yunho yang dengan sangat tidak mungkin bisa ditolaknya.
seperti 2 bulan yang lalu...
.
.
"Baiklah hari ini kita akan menentukan pergantian posisi tempat duduk. kalian silahkan ambil nomor bangku kalian dan duduklah sesuai nomor yang tertera di meja." kata Yoshimoto-sensei , wali kelas kami.
Jaejoong mendapat nomor 4 berarti dia duduk di pojok dekat jendela. Tiba-tiba saja Jung Yunho langsung di belakang kursi Jaejoong.
"Y..YA ! Kenapa kau duduk disini?"
Dengan santai Yunho menunjukkan angka 5 yang ia dapat dan –sialnya- umpat Jaejoong, bangku nomor lima adalah bangku di belakang bangku yang ia tempati sekarang. Oh tidak, itu berarti Jaejoong akan menghabiskan waktu 1 semester bersama Jung Yunho di belakangnya. TIDAAAAAK.
.
.
Jaejoong menggeleng-gelengkan kepalanya. itu masih salah satu dari sekian banyak kesialan yang ia hadapi bersama Jung Yunho.
atau seperti kejadian 1 bulan yang lalu...
.
.
"Pelajaran olahraga kali ini adalah sit-up silahkan kalian menentukan pasangan masing-masing untuk melakukan Sit-up dari hasil undian ini."
'Oh man, kenapa harus selalu diundi.' Jaejoong menghela nafasnya.
"Kim Jaejoong." Dan jaejoong pun segera mengambil undian yang ada. "Aku mendapat nomor 7 sensei"
"Ah, kau Sit-Up bersama Yunho-kun. Dia tadi juga mendapat nomor 7"
Baiklah, dia mendapat giliran sit-up dengan Jung Yunho
.. Tunggu
Tadi Jaejoong tidak salah dengar kan?
Dengan Siapa?
Jung Yunho?
Demi suara cempreng bebek Junsu, apa yang harus ia perbuat?
.
.
Lagi-lagi Jaejoong menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha menghapus memori itu. Sejak kejadian sit-up itu Jaejoong makin merasa gugup pada Yunho. Bagaimana-pun Jaejoong adalah orang yang tidak mudah melupakan masa lalunya begitu saja. Ah, itu semua yang tadi belum semuanya, seminggu yang lalu ia juga mendapat tugas dari gurunya untuk membawa setumpuk buku teball bersama Yunho.
.
.
"Kim Jaejoong dan Jung Yunho. tolong bawakan semua buku ini ke ruang guru." Yoshimoto-sensei memberi isyarat tangan kepada Jaejoong dan Yunho.
"T-tunggu dulu sensei, kenapa harus aku dan DIA?" Jaejoong memberi sedikit penekanan pada kata 'DIA' agar Yunho terintimidasi dengan ucapannya itu.
"Karena sepanjang pelajaran tadi kau tidak memperhatikanku Kim Jaejoong. Sadarlah bahwa kau ada di bangku depan. dan Yunho, sekarang adalah jadwal piketnya. Sudah jangan banyak protes dan bawakan buku-buku itu."
Oh sial, Jaejoong memang tidak terlalu menyukai pelajaran sejarah. karena itu sepanjang pelajaran ia hanya menggambar coretan-coretan kecil di bukunya. Sebenarnya itu bukan lagi dapat disebut coretan karena satu halaman buku tulisnya sudah dihiasi dengan gambar benang kusutnya.
Jaejoong berjalan beriringan dengan Yunho.
Tidak. Tidak beriringan.
Jaejoong menjaga jarak sejauh 3 meter dari Yunho.
Sehingga tampak Yunho berjalan disisi kanan koridor sementara Jaejoong berjalan di sisi kiri koridor.
Setelah sampai di depan ruang guru, mereka malah berebutan ingin saat itu sekolah sudah sepi karena memang Jaejoong dan Yunho adalah murid terakhir yang tinggal di kelas dan membereskan buku-buku tebal milik Yoshimoto sensei.
"Kau duluan" kata Yunho pada akhirnya.
Jaejoong melangkah memasuki ruang guru dan mendecih pelan pada Yunho. Meletakkan buku Yoshimoto-sensei dan berlari meninggalkan Yunho sendirian.
.
.
Dan hari ini, Kim jaejoong berharap tidak ada peristiwa lain yang akan mengganggu hidupnya.
.
aimiicha
.
-Jung Yunho pov-
hari ini kuperhatikan lagi langkahnya. setiap hal yang dilakukannya adalah hal yang menarik bagiku untuk disimak. Kulihat dia terlihat kesal dengan setumpuk surat cinta yang berada di lokernya. Perlahan di ambilnya satu-satu surat cinta yang ada di lokernya itu,memasukkan semuanya dalam kantong plastik –yang aku duga- sudah ia siapkan dari rumah. dan memasukkan sepatunya di loker.
Aku tahu, ia menghindariku tapi entah kenapa beberapa bulan ini Dewi Fortuna selalu ada di pihakku. Aku mendapat bangku berada di belakangnya, membuatku dapat memperhatikannya sepanjang hari. Ah, jangan lupakan ketika pelajaran olahraga ia menjadi pasanganku untuk Sit-Up. Aku masih mengingat wajahnya yang merona merah ketika wajahnya bertatapan denganku. Oh Shit, ia sangat manis. Bibirnya yang penuh membuatku ingin sekali menciumnya.
Dan tentu saja aku berterimakasih pada Yoshimoto-sensei karena seminggu yang lalu ia menugaskanku dengan Jaejoong ke ruang guru bersama-sama. Aku terkekeh pelan dalam hatiku ketika melihat ia menjaga jarak denganku. Tapi tak kutunjukkan padanya. Aku tau ia masih kecewa padaku dan pada saat itu memang itu adalah salahku. Apa yang bisa kulakukan, kuharap Tuhan memberiku kesempatan untuk berbaikan dengannya. "Kau duluan" Kata kedua yang aku ucapkan pada Jaejoong. Dan kulihat ia mendecih pelan dan berlari meninggalkanku sendiri. Aku tersenyum melihat kelakuannya. Tak berubah, masih kekanakan seperti dulu. Aku tak bisa mengabaikannya bahwa sampai saat inipun aku masih menyu- ah tidak, aku mencintainya.
Kulihat bahwa lokerku juga penuh dengan setumpuk surat cinta. Hey, Valentine saja masih seminggu lagi kenapa semua murid perempuan menjadi agresif seperti ini?
Hmm... surat cintaku tak kalah banyak. berarti aku bisa pamer pada sepupuku, si Ketua OSIS Park Yoochun. Yah walaupun dahi lebar itu adalah seorang playboy tapi terkadang ia sangat membantuku soal masalah percintaanku.
Dan Hari ini, Yunho berharap akan ada sesuatu lagi yang akan mendekatkan dia dengan Jaejoong, lagi.
.
aimiicha
.
"Kalian semua sudah tau kan bahwa sekolah ini akan mengadakan Prom Night pada malam Valentine ? kalian sudah mempunyai pasangan masing-masing untuk Prom Night nanti?" Seluruh kelas langsung berbisik-bisik mendengarkan penjelasan dari Park Jungsoo, sang ketua kelas.
"Sudah tenang. Kalian tidak usah khawatir soal pasangan Prom Night . Seperti tahun-tahun sebelumnya pasangan Prom Night kalian akan ditentukan. Nah, silahkan kalian mengambil undian ini. Undian ini yang akan menentukan pasangan Prom Night kalian. beruntunglah apabila kalian mendapat pasangan cewek/pasangan cowok. tapi apabila undian menunjukkan bahwa cewek berpasangan dengan cewek dan cowok berpasangan dengan cowok maka salah satu dari mereka harus berdandan seperti cowok atau cewek."
"APAAAAA?" seluruh kelas menggema.
"Tidak ada protes, cepat kalian ambil undian ini. Jangan lupa untuk memperebutkan Raja dan Ratu Valentine tahun ini ya."
Jaejoong kesal. Sangat kesal. Kenapa harus undian lagi. Ia sudah muak dengan yang namanya undian.
"Kim Jaejoong, ambil undianmu."
"Neee..."
Jaejoong memasukkan tangannya dalam kotak undian sambil memohon dalam hatinya,
'Kumohon jangan Jung Yunho.'
"Ah, aku mendapat kode B1" kata Jaejoong setelah menarik secarik kertas.
"sebentar, pasanganmu adalah yang mendapat kode A1. DISINI ADA YANG MENDAPAT KODE A1"
Dan Jaejoong berharap saat itu juga malaikat pencabut nyawa datang menjemputnya, karena orang yang mengacungkan secarik kertas bertuliskan A1 adalah...
.
.
.
Jung Yunho.
.
aimiicha
.
-Yunho pov-
"Jae, tunggu." kataku sebelum namja manis di depanku ini meninggalkan bangkunya.
"Apa?"
"Aku ingin membahas Prom Night."
"Kalau kau ingin aku jadi ceweknya lupakan saja karena aku tidak akan datang denganmu. Atau begini saja, aku mau datang denganmu kalau kau jadi ceweknya."
"Kenapa?"
"Oh God Jung Yunho. kau bayangkan saja aku berdandan seperti perempuan. Kemana harga diriku? Aku tak mau."
"kata Jungsoo ini wajib."
"Kau memaksaku? Untuk berdandan?"
"Tidak."
"Lalu?"
"Aku mau kau datang bersamaku. Dan tidak mungkin kan aku jadi ceweknya karena lihat saja, kau lebih cantik dariku." Kataku tanpa keraguan. Kulihat bola matanya mulai bergerak kesana-kemarii menandakan bahwa ia sedang gelisah. Pipinya yang putih itu menunjukkan rona kemerahan.
"Kumohon. sekali ini saja." Kutatap langsung manik matanya.
"Te-terserah kau sajalah." dan ia langsung mengambil tasnya dan meninggalkanku.
Aku tersenyum dalam hatiku. Mungkin ini cara Tuhan menghukumku. Tapi kalau Tuhan memberiku kesempatan untuk memperbaikinya aku tak akan menyiakan kesempatan itu. Kim Jaejoong, mianhae, saranghae.
.
.
"Kudengar Jaejoong-oppa akan datang bersama Yunho-oppa di Prom Night"
"Yang benar? Mereka menjadi pasangan."
"ini akan jadi berita menghebohkan. Raja dan Ratu Prom Night tahun lalu Kim Heechul dan Tan Hangeng senpai kan ?"
"Jaejoong-oppa pasti akan sangat manis mengenakan gaun"
"Ah, aku akan mendukung mereka."
"Yunho-oppa pasti akan tampan sekali mengenakan kemeja."
.
God, apa yang Jaejoong dapat ia dengar pagi ini adalah Gosip. Dan apa kata mereka tadi? Aku mengenakan dress? Please
Jangan heran mengapa mereka mengenakan embel-embel oppa karena 60% siswa disini adalah orang Korea Selatan. dan aku tidak tau aku harus bagaimana di Prom Night nanti -_-
.
aimiicha
.
Seorang gadis berjalan keluar dari bandara. Dengan sedikit gaya angkuhnya ia berjalan menuju supir pribadinya yang sudah menunggunya.
"Konnichiwa, Ahra-sama."
"apa mereka sudah mengurus kepindahanku ke Kirisawa Koukou?"
"Nde."
"Bagus, aku akan mengejutkan Jung Yunho-oppa saat Prom Night nanti. Aku sudah tak sabar bertemu dengannya. Prom Night Kirisawa Koukou akan menjadi pesta pertunanganku dengan Yunho-oppa." Ahra menyunggingkan smirknya dan memasuki mobilnya menuju kediamannya.
.
TBC
.
I'm baccckkkk!~ akhirnya dapat feel lagi buat ngelanjutin ff ini. aku dihantui Jaemma di hari ulang tahunnya gara-gara ga ngelanjutin ff ini T^T
special Thanks for
bumkeyk | Guest | | irengiovanny | KimYcha Kyuu | Vic89 | Joongie | MaghT | Lynda Jung | Guest | Guest
thanks udah review dan terima kasih udah baca
