" Bagaimana ini? masa beneran rusak sih "
" Entahlah, pintu tadi memang belum kita cari semua tapi yang benar saja! pintu itu terlalu banyak! "
" Arrrgh ini membuatku gila ! "
Sebuah suara suara, siapa? Luffy dkk melihat beberapa orang didalam sana.
" Eh? "
Luffy dkk tak percaya dengan penglihatan mereka.
" K-kalian " ujar Luffy terbata bata
" L-LUFFY " sahut beberapa orang tersebut, yang ternyata adalah Sanji,Ussop,Robin, Kaya dan Olivia.
" EEEEEH "
Zero Escape: The Nonary Games
Disclaimer : Eichiro Oda
Chapter 2 : Gone
Story By : Portgas D
" Kalian " Seru Luffy kaget, ia tak menyangka akan bertemu dengan teman temannya secepat ini.
" Robin! Kaya! " seru Hancock dan Nami bebarengan
" Omaera " ujar Sanji sama tak percayanya, sepertinya pintu bernomor itu menghubungkan mereka semua agar bertemu lagi.
" Bagaimana bisa? " ujar Ussop
" Bagaimana kalian bisa sampai ketempat ini? " tanya Kaya
" Itu pertanyaanku juga untuk kalian, bagaimana kalian berakhir disini juga? " tanya Nami
" Hmmm, sepertinya ruangan ini memang sengaja dijadikan tempat pertemuan kita lagi, pintu bernomor itu, mungkin Zero sudah merencanakan ini semua " ujar Robin
" Gah, tonikaku kita harus bertukar informasi dulu " ujar Zoro mulai muak dengan Zero
" Baiklah "
Setelah selesai menjelaskan Sanji menghela nafas panjang, ia tampaknya lelah dengan semua ini, terlebih mereka memiliki masalah baru.
" Jadi, saat kalian sampai keruangan ini REDnya tidak menunjukan huruf vacant? dan kalian mencoba mencari petunjuk untuk mengembalikan RED seperti semula? " tanya Nami
Mereka berlima mengangguk.
" Dan kalian mencari kelorong disebelah sana karena tak dapat menemukan apapun diruangan ini? " tanya Hancock
" Ya begitulah " ujar Kaya
" Dan sewaktu sedang mencari-cari petunjuk kalian mendengar suara-suara? " tanya Zoro
" Ya "
" Lalu kalian mengikuti asal suaranya dan kembali disini? " tanya Luffy
" Benar, dan kita bertemu dengan kalian sekarang." ujar Ussop.
" Tunggu dulu, memangnya RED nya kenapa? " tanya Nami, tentu saja ia belum tahu ada apa gerangan dengan RED nya.
" Coba kalian lihat, tampilan di RED itu, tidak ada apa apanya " ujar Robin
Kemudian Luffy dkk melihat kearah RED,
" Hah? maksudmu? " tanya Luffy tak mengerti, sedangkan Zoro masih tanpak berfikir kira kira apa yang salah dengan RED nya? berbeda dengan kedua mahluk (?) itu. Hancock dan Nami sudah menangkap maksud Robin.
" Tulisannya! " seru Nami
" Tidak ada " ujar Hancock
" Hah? kalian paham? " tanya Luffy cengo
" Tentu saja, kau tidak ingat? RED yang ada dipintu bernomor dekat tangga tadi, pintu bernomor pertama yang kita buka bersama " ujar Hancock berusaha menjelaskan
Luffy masih tak paham, Hancock menghela nafas panjang kemudian melanjutkan
" Di RED yang pertama kita gunakan ada tampilannya, lebih tepatnya tulisan VACANT "
Luffy tampak berfikir keras, ia berusaha mengingat ingatnya, sama halnya dengan Zoro.
" Disebelah sini, " Hancock menunjuk tampilan atas RED yang seharusnya memang ada tulisan VACANT
" seharusnya ada tulisan ' Vacant ' Luffy " jelas Hancock
" Aku tak terlalu paham tapi apa itu artinya pintu ini takkan terbuka? " tanya Luffy
" Ya, tepat sekali kami sudah mencoba memverifikasi gelang kami tapi tak terjadi apa apa " jelas Ussop
" Hah, haraheta " Luffy malah memegangi perutnya dan terduduk tampak lelah.
Semuanya menggelengkan kepala masing masing.
" Baiklah jadi gimana? kalau begini kita takkan bisa melanjutkannya, pintu bernomor itu, kita takkan bisa membukanya jika masih takada tulisan ' vacant ' " ujar Sanji
Sementara Luffy mulai berbaring disalah satu kasur diruangan itu, tunggu? kasur? Ruangan besar yang terbentang di tempat mereka bertemu kembali ini lebih seperti aula daripada ruangan. Seisi ruangan penuh dengan deretan tempat tidur sederhana yang hanya terbuat dari pipa besi dan matras tipis.
" Oi oi ruangan apa ini? " tanya Luffy yang baru menyadari situasi ruangan
" Hah kau baru sadar? ini mungkin saja Rumah sakit " jelas Ussop
" Ah benar, aku juga baru sadar " ujar Nami diikuti Hancock juga Zoro, sedangkan Boa masih terlelap tidur namun Hancock sangat lega karena demamnya sudah turun total.
" Rumah sakit ya? " gumam Zoro
" Tapi hei, apakah ada jalan keluar lain selain pintu bernomor itu " ujar Nami
" Sepertinya tidak ada " jawab Robin mematahkan harapan Nami
" Gahhh " ujar Nami frustasi
" Tunggu, kalian tadi bilang mencari petunjuk dilorong sebelah sana, apakah ada pintu atau semacamnya? " tanya Hancock
" Deretan pintu lebih tepatnya, dan jumlahnya sangat banyak " jawab Kaya
Mendengar itu Hancock dkk minus Boa dan Luffy, tunggu? Luffy? ternyata dia sudah tertidur pulas dengan posisi tidak elit dan iler yang kemana mana, ckckck
" Jangan katakan pintunya terkunci " Nami menyuarakan apa yang ada difikiran Hancock
" Cih aku sudah muak dengan pintu terkunci " ujar Zoro sebal, karena kesal ia memutuskan untuk merebahkan diri, mengikuti jejak kaptennya dan tertidur lelap, mungkin dengan beristirahat sejenak ia bisa sedikit rileks.
" Tenang saja, pintunya tidak terkunci kok " ujar Sanji
" Dan didalam setiap pintu lebih seperti kamar pasien untuk individu " ujar Olivia mengeluarkan pendapat
" Diujung lorong ada pintu yang lebih besar dari pintu lainnya, tapi terkunci " jelas Robin
" Sudah kuduga " gumam Nami
" Dan dipintu itu terdapat simbol Astrologi, " ujar Sanji
" Simbol? " tanya Nami
" Astrologi? " setelah menidurkan Boa disamping Luffy, Hancock kembali berdiskusi bersama yang lainnya.
" Simbol apa? " tanya Nami dan Hancock
" Simbol Jupiter " jawab Robin
" Jupiter? " gumam Nami
" Berarti kita harus mencari kunci dengan simbol yang sama dengan pintu itu? " tanya Hancock memastikan
" Sepertinya begitu " ujar Robin
" Tapi, " ujar Sanji tiba tiba, semuanya memandang Sanji
" Apa maksud dari ruangan ini? ayolah masa ada rumah sakitnya " ujar Sanji merasa aneh
" Menurutku tidak aneh, memang apanya yang aneh? " tanya Ussop
" Kupikir ini adalah kapal pesiar, tapi aku tidak bisa membayangkan kapal pesiar akan memiliki rumah sakit seperti ini " jawab Sanji
" Hmm, mungkin ini adalah kapal rumah sakit " ujar Olivia
Semuanya menoleh kearah gadis yang agak kalem dari Boa.
" Kemungkinan besar ini kapal Gigantic " lanjut Olivia
" Kapal Gigantic? " tanya Sanji,Ussop,Nami dan Hancock sedangkan Robin tampaknya tau kapal yang Olivia maksud.
" Apa itu Gigantic? " tanya Nami
" Olivia, biar aku saja " Robin tersenyum ramah kearah Olivia dan mulai menjelaskan
" Kapal Gigantic merupakan 'saudari' kapal terkenal Titanic yang dibangun pada awal abad ke-20. Sebenarnya Titanic memiliki dua saudari kapal, dan keduanya sangatlah mirip. dan Gigantic adalah salah satu dari kedua saudari kapal Titanic itu. Mereka bermaksud menjadikannya sebuah kapal penumpang seperti Titanic tetapi perang dunia 1 dimulai setelah kapal diluncurkan. Angkatan Laut Inggris membawanya dan menjadikannya kapal rumah sakit. Saat perang berlangsung, Kapal Gigantic itu rusak oleh tambang Jerman di laut Aegean. " ujar Robin menjelaskan
Semuanya menatap Robin dengan tatapan serius, kemudian Robin melanjutkan
" Dia kandas setelah itu, jadi kapal Gigantic tidak berakhir tenggelam. Apa yang terjadi setelah itu? Ada satu teori yang beredar adalah bahwa seorang pria bernama Lord Gordain membelinya. "
" Maksudmu membeli kapal Gigantic? " tanya Ussop, Robin mengangguk sembari meneruskan penjelasannya.
" Sepertinya dia adalah salah satu dari sedikit yang bertahan dari tenggelamnya Titanic. Trauma itu mengubahnya menjadi semacam kolektor obsesif dari semua hal yang berkaitan dengan Titanic. Tak lama kemudian, orang itu menginginkan Titanic itu sendiri. Dan tentu saja itu hal yang mustahil, Kapal Titanic terjebak di dasar lautan Atlantik. Dan kapal Gigantic sangatlah identik dengan Titanic. " penjelasan Robin pun ditangkap baik oleh orang orang yang serius mendengarkan,
" Jadi, maksudmu orang bernama Lord Gordain ini membawa kapal ini? " tanya Nami
" Sepertinya begitu, tapi entahlah " ujar Robin
" T-tapi bukankah itu mustahil? masa kita berada dikapal yang sudah berumur ratusan tahun! " seru Ussop sambil bergidik ngeri
" Itu hanya asumsiku saja " ujar Robin
" Lumayan masuk akal tapi tidak juga, hmm " lanjut Robin tampak berfikir. Belajar dari tenggelamnya kapal Titanic pada 14 April 1912, White Star Line membuat beberapa modifikasi dalam konstruksi Gigantic yang memang sudah direncanakan sebelumnya.Selama beberapa saat semuanya terdiam, merenungkan sesuatu. Tidak lama kemudian terdengar suara jam berdentang. Kedengarannya berasal dari jam di tangga utama, tempat mereka berkumpul pertama kali, tepatnya deck B.
10
11
12
Setelah itu dentangan berhenti, itu artinya...
" Sudah tengah malam " ujar Kaya menyuarakkan isi hati semua orang.
" Oe oe oe, gawat kan? kita harus segera keluar dari sini " seru Ussop
" Kau benar, jadi bagaimana? apa RED nya memang rusak? " tanya Sanji mulai muak
" Tidak mungkin, masa sih Zero membuat kesalahan sepele macam ini, ayolah ini persoalan yang serius mana mungkin dia membuat kesalahan kecil begini " ujar Nami
" Kesalahan kecil? menurutmu kalau memang ini merupakan kesalahan kecil itu, kita semua akan mati karena takbisa kemana mana, apa masih kesalahan kecil bagimu? " seru Hancock nyerocos panik
" Arrrghh entah aku pusing " Nami tampaknya sudah malas memahami situasi, lalu ia melihat kearah Zoro dan Luffy, melihat mereka berdua malah tertidur dengan santainya, emosinya tersulut.
" KORA! KONOYAROU, BANGUN BAKA!!!! " Nami memukul keras kepala Luffy dan Zoro, mendapat pukulan maut (?) itu mengharuskan Luffy maupun Zoro membuka matanya dan meringis kesakitan, dan saat Luffy hampir bangkit duduk ia menyadari kalau Boa sedang berada disebelahnya.
" Aa Luffy awas Boa ada disitu " seru Hancock takut Boa terjatuh
" Aa hampir saja " Luffy segera membenarkan posisi Boa agar bisa lebih tidur lebih nyaman, namun
" Nghhh " Boa membuka kedua matanya dan menguceknya pelan
" Boa! " seru Luffy, gadis kecil itu terbangun
" L-luffy-niichan " gumam Boa
" Bagaimana perasaanmu? apa kau masih sakit? " tiba tiba Hancock mendekati Luffy dan Boa
" Sepertinya begitu, aku merasa lebih baik, apa karena sedari tadi aku tidur ya? " tanya Boa bingung
" Ah yokatta, " Hancock tampak bernafas lega
" B-boa-chan! g-gomen pasti gara gara aku kau terbangun " tiba tiba Nami menghampiri mereka
" Eh? tidak kok, kenapa harus minta maaf? Nami neechan tidak ada salah apa apa " ujar Boa polos
" Pokoknya maafkan aku, kalau bukan karena aku " ucapan Nami terpotong
" Nami, sudahlah mungkin Boa memang berniat untuk bangun sejak awal, kan yang kau pukul cuman Luffy dan Zoro " ujar Hancock
" Iya kusoo, sakit tau! " gerutu Luffy
" Gahh, nde? bagaimana sekarang? apa rencana kita? " tanya Zoro
" Kita harus mencari sebuah petunjuk, karena RED nya masih tak menunjukan apapun " jelas Kaya
" Yosh, ayo " ujar Luffy
" Tunggu dulu, kita buat kesepakatan " seru Robin
" Apa maksudmu? " tanya Zoro
" Dilorong itu memang banyak pintu, mungkin sekitar 50 pintu " jelas Robin
" Naniii 50 pintu? " teriak Ussop sudah pesimis,
" Kalau Robin yang bilang kurasa tidak akan salah " ujar Kaya pasrah
" Aaaaaaa aku malas membuka pintu, apalagi pintu yang terkunci " ujar Luffy
" Setuju " sahut Zoro
" Tenang saja, kita kan saat ini ada sepuluh orang, kalau kita bagi jumlah setiap ruangan, kita bisa mencarinya dengan cepat, " jelas Robin
" 50 pintu dan kita ada 10 orang, itu artinya setiap dari kita harus memeriksa 5 pintu " ujar Zoro memastikan
" Aku tidak setuju " ujar Sanji, semuanya menoleh kearah Sanji
" oe oe oe Alis pelintir, apa kau paham situasi kita saat ini? kalau kita tidak cepat, kita semua bisa celaka " seru Zoro
" Bukan itu, maksudku aku tidak setuju dengan ucapanmu tadi soal setiap orang memeriksa 5 pintu " jelas Sanji
" Memang kenapa? bukankah itu lebih cepat? " tanya Ussop
" Kalian tidak lihat? disini ada Nami-san, Hancock-sama, Robin-chan, Kaya-chan terlebih ada dua anak kecil disini " ujar Sanji
" Lalu? apa maksudmu sih alis pelintir " Zoro mulai kesal, daritadi Sanji hanya mengoceh kesana kemari, tidak ada titik terangnya samasekali, dia kan jadi kesal
" Maksudku apa kalian bisa membiarkan seorang gadis dan juga gadis kecil mencari 5 ruangan seorang diri? " ujar Sanji
Semuanya hanya diam
" Kita tidak tau apa, ditempat sial ini hanya ada kita atau tidak, bisa saja ada orang lain disini, aku takmau kita berpincar sendiri sendiri, itupun berlaku untuk kita semua para pria, kita masih tidak tau kondisi ditempat ini " jelas Sanji panjang lebar, semuanya tanpak berfikir, benar juga mereka tidak boleh gegabah berkeliaran seorang diri, kalau salah satu dari mereka diserang orang lain bagaimana?
" Sanji " ujar Luffy dengan nada serius
Semuanya termasuk Sanji langsung menoleh kearah Luffy
" Tanpa kau bilangpun aku akan membawa Boa dan Hancock kemanapun aku pergi " ujar Luffy dengan nada serius
Semuanya bengong, Boa? itusih wajar kan dia yang sejak awal sudah bersama Luffy, tapi Hancock? ada apa dengannya?
" Aku sudah berjanji pada mereka kalau aku akan menjaga mereka semua dan takkan membiarkan siapapun mengganggunya, tentu saja aku juga ingin kalian semua tetap aman " ujar Luffy menjawab pertanyaan semua orang disana yang belum sempat menyuarakan apapun
" Umm, Luffy untuk saat ini kita bagi jadi 2 org saja untuk memeriksa 10 pintu " ujar Sanji
" Jadi maksudmu setiap dua orang dari kita harus memeriksa 10 pintu? " tanya Ussop
" Tidak mau " Luffy
" Eh? kenapa? " Ussop
" Aku tidak mau dipisahkan dengan mereka berdua " ujar Luffy sembari menunjuk Hancock dan Boa
" Gahh apa boleh buat, kalau begitu khusus untukmu saja 3 orang, tapi jumlahnya jadi ganjil, kalian tau kan maksudku? " ujar Sanji
" Ya, harus ada satu orang saja yang mencari 10 pintu " ujar Nami
" Biar aku saja " sahut Zoro
" Kalian tau kan kalau aku bisa menjaga diri, " lanjut Zoro
Harus mereka akui kalau Zoro memang pandai dalam berkelahi dan bela diri, terutama dalam bidang Katana/Kendo. Tapi tetap saja mereka tak yakin.
" Tapi kan kau buta arah " celetuk Ussop
" berisik kau " Zoro menggetok kepala Ussop kesal
" Kau yakin? kita tidak tau ada apa saja ditempat ini " ujar Robin, sepertinya ia tak setuju dengan ucapan Zoro
" Luffy, biar aku bersama Robin saja. Tenang saja kau kan tau aku bisa bela diri, aku tidak mau salah satu dari kita ada yang sendirian " Hancock mencoba membujuk Luffy, lebih tepatnya ia tak ingin melihat Robin gelisah karena Zoro sendirian, diam diam ia menyadari perasaan sahabat karibnya itu pada Zoro.
" Zoro m-maafkan aku, baiklah tapi berjanjilah Hancock kau takkan kenapa napa " Luffy
" Tentu saja, dan aku titip Boa " ujar Hancock
" Luffy, aku bisa sendirian kok " ujar Zoro masih kukuh akan ucapannya
" Tidak Zoro, aku yang salah. Aku takkan membiarkan siapapun berkeliaran sendirian ditempat ini " ujar Luffy, datang juga aura kepemimpinannya.
" Zoro, aku titip Olivia padamu " ujar Robin
" Baiklah, " ujar Zoro
" oi Hancock dan kau Robin, kalian sudah seperti seorang ibu yang menitipkan anak kalian pada ayahnya, ckckckckck " ujar Nami dan disetujui oleh Kaya.
Sontak saja muka Hancock dan Robin memerah merona, namun Luffy dan Zoro yang memang pada dasarnya tidak peka, tampak cuek saja.
" Nah sisanya, sudah jelas, Ussop kau akan mencari dengan Kaya, sedangkan aku dengan, " ujar Sanji berhenti sejenak lalu menatap sang pujaan hati (?)
" Nami swaaaaaaan "
Sedangkan Nami hanya menghela nafas, lalu merekapun sudah siap
" Nah, kita sudah sepakat kan? ayo kita mulai berpencar dan mencari petunjuk " ujar Kaya
" Baiklah, siapapun yang menemukan semacam petunjuk, berteriaklah, ok? " ujar Ussop
" Dan saat suara dentangan jam bunyi lagi, itulah batas waktu kita untuk mencari petunjuknya, " ujar Robin
" Jadi, tepat jam 1 kita berkumpul lagi disini? " tanya Sanji memastikan
" Ya, benar " jawab Robin
" Yoshhh "
" Hancock neechan " Boa
" Robin neechan " Olivia
Hancock dan Robin menoleh pada kedua gadis kecil itu
" Kumohon, berhati hatilah " ujar keduanya, mereka takut walau sekuat apapun Hancock dan Robin, mereka berdua hanya perempuan, tak didampingi oleh laki laki,
" Tenang saja, kami kuat kok jangan khawatir, " ujar Robin
" Semuanya akan baik baik saja, ok? kalian tenanglah " ujar Hancock
Mereka berdua mengangguk, namun masih khawatir.
" Boa, jangan jauh jauh dari Luffy ya? apapun itu, jangan jauh jauh dari jangkauannya, ok? " ujar Hancock pada Boa, dibalas anggukan Boa
" Kau juga Olivia, jangan jauh jauh dari Zoro " ujar Robin, sementara Olivia mengangguk mengerti
" Hah kalian benar benar seperti ibu dan anak saja " Nami mulai memperhatikan Boa dan Olivia, kalau diperhatikan memang mereka berdua ini sangat mirip... bukan tapi sangat identik dengan wajah Hancock dan Robin, apa hanya kebetulan?
" Ayo "
Merekapun bergegas kelorong yang dipenuhi oleh pintu tersebut. Hancock, Robin, Ussop, Kaya, Sanji dan Nami memeriksa ruangan dilorong yang ada diluar ruangan rumah sakit. Ya, lorong yang tadi dekat dengan tangga dan pintu rumah sakit. Luffy, Boa, Zoro dan Olivia mengecek dilorong dekat ruangan rumah sakit itu. Mereka sudah sepakat untuk bertemu lagi diruangan rumah sakit saat dentingan jam kembali berbunyi, tepatnya saat jam 1, dan jika ada salah satu dari mereka yang menemukan petunjuk, mereka harus berteriak. Jika pencarian ini tak menemukan hasil apapun, mereka akan berkumpul lagi untuk merencanakan rencana lain.
Ussop dan Kaya
Mereka berdua mulai mencari cari didalam ruangan yang untungya tidak terkunci.
" Ussop-san, kira kira apa yang harus kita cari? " tanya Kaya
" Petunjuk? aku juga tidak tau, mungkin semacam kunci atau benda aneh yang bisa berguna " jawab Ussop
" Apakah kita akan berhasil? " tanya Kaya pesimis
Ussop menatap Kaya lalu mendekatinya dan menepuk pundaknya, dan tersenyum seperti biasa saat ia hendak berceloteh omong kosong pada gadis itu.
" Tenang saja, kita semua akan baik baik saja. Kau harus percaya, dan jangan jauh jauh dariku juga teman teman yang lain " ujar Ussop mencoba menyalurkan kekuatan, ia sendiri takut bukan kepalang tapi dihadapan gadis ini ia merasa tak boleh lemah dan harus bisa tegar.
" Ussop-san " gumam Kaya, lalu ia tersenyum manis
" Baiklah, kalau begitu ayo kita cari lagi " ujar Kaya kembali optimis
" Yosh ayoo "
Sanji dan Nami
" ne, Sanji-kun " ujar Nami sembari menggeledah isi laci diruangan tempat ia dan Sanji saat ini mencari petunjuk
" Hmm? ada apa Nami-san? " jawab Sanji
" Apa mungkin kita kalau kita tak menemukan cara untuk memperbaiki RED, kita bisa keluar lewat pintu ganda yang memiliki simbol itu? " tanya Nami
" Ah benar juga, kalaupun kita tak menemukan petunjuk apa apa mengenai RED, kita masih bisa memakai pintu ganda " kenapa hal ini tak terpikirkan olehnya?
" Tadi yang diujung lorong dekat rumah sakit itu pintu ganda itu bersimbolkan apa? aku lupa " tanya Nami
" Jupiter " jawab Sanji
" Baiklah semoga kita menemukan kunci bersimbol jupiter disini, ayo Sanji-kun " ujar Nami
" Ha'i Nami-san "
Hancock dan Robin
Kini mereka mencari diruangan ketiga, sudah dua ruangan yang mereka geledah tadi, tapi tak menemukan petunjuk apapun.
" Robin " ujar Hancock tiba tiba memecahkan keheningan, memang sedari tadi mereka hanya diam, mereka mencari cari tanpa suara. Karena mereka disibukan dengan fikiran masing masing dan fokus terhadap pencarian tentunya.
" Iya? " jawab Robin
" Apakah Boa akan baik baik saja " Hancock ternyata masih khawatir terhadap gadis kecil itu
" Aku juga sebenarnya khawatir dengan Olivia, tapi aku percaya kalau Zoro akan menjaganya, kaupun harus percaya pada Luffy " ujar Robin bijak, Hancock hanya diam saja
" Ne Robin, kenapa anak sekecil Boa dan Olivia harus ikut terjebak ditempat ini? kasian kan mereka " ujar Hancock
" Mereka penculik, ingat? tapi kurasa penculikan ini bukan didasari atas uang tebusan atau semacamnya " ujar Robin
" Maksudmu? " tanya Hancock tak mengerti
" Kau tau? Zero bilang kita akan berpartisipasi dalam sebuah game, Nonary game. dan kita harus mencari jalan keluar yaitu pintu bernomor 9, dan kita bahkan diberi batas waktu " jelas Robin
Kalau difikir dikir benar juga, kenapa Hancock tak menyadarinya? kalau mereka diculik untuk dimintai tebusan mereka takkan sampai dipaksa mengikuti game kematian begini
" Kau benar " ujar Hancock
" Menurutku, " ada jeda sesaat Robin antara yakin atau tidak
" Ini semacam eksperimen? " lanjut Robin
" Hah? e-eksperimen katamu? " Hancock
" Ya, sejak awal kita selalu disuguhi berbagai macam puzzle dan mencoba cara agar bisa membuka setiap pintu yang kita lewati, dan " Robin tak meneruskan ucapannya lagi
" Sepertinya orang bernama Zero itu orang kelainan jiwa " ujar Hancock sambil sumpah serampah
" Tapi tunggu, Robin kau tau kan? Luffy, Sanji, dan Kaya bukanlah dari keluarga biasa biasa? mereka memiliki bodyguard dimana mana, terlatih apalagi keluarga Luffy itu sangat berpengaruh dipemerintahan, bagaimana bisa Luffy diculik dengan mudahnya ? " Hancock
" Benar juga, mereka bertiga adalah keluarga konglomerat, dan keluarga Luffy itu sangat berpengaruh didunia, keluarga Sanji juga, sepertinya tidak mungkin kalau keluarga Monkey D. dan Vinsmoke lengah? mereka adalah orang orang terlatih dan sangat kuat " Robin
Saat sedang berfikir tiba tiba suara dentingan jam bergema.
12
01
Dan suara itupun berhenti, itu artinya sekarang sudah jam 1 malam, mereka benar benar sudah tidak memiliki banyak waktu.
" Robin " Hancock memandang Robin, seolah paham Robin mengangguk dan berjalan keluar ruangan diikuti Hancock.
Saat Hancock dan Robin sudah hampir dekat dengan ruangan rumah sakit, mereka berpapasan dengan Sanji,Nami,Ussop dan Kaya.
" Kalian " Ussop
" Apa kalian menemukan petunjuk? " Nami
" Tidak, tapi kami menemukan kunci bersimbol Jupiter " Hancock
" Ya, kami menemukannya diruangan pertama kami mencari " Robin
" Wah bagus! kami berharap menemukan kunci itu tapi kami malah menemukan kunci simbol Uranus " Nami
" Dan selama kita mencari takada dari kita yang berteriak, itu artinya kita masih tetap mencari petunjuk untuk RED, dan sepertinya tidak ketemu " Sanji
Semuanya mengangguk setuju , lalu mereka menyadari sesuatu.
" Luffy dan Zoro bagaimana ya? " tanya Sanji
" Entahlah, tapi sepertinya mereka sudah diruangan rumah sakit itu, ayo kita kesana juga " ujar Ussop
Merekapun berjalan bersama keruangan rumah sakit, membuka pintu dan...
Tidak ada siapa siapa,
" Kemana mereka? " ujar Ussop menyuarakan pertanyaan yang sama dengan yang lain
Saat itu mereka mendengar suara tangisan..
" Hiks... hiks "
Mereka semua saling pandang, suara siapa? siapa yang menangis, namun salah satu dari mereka mengetahui dengan jelas suara siapa itu.
" Olivia "
Setelah bergumam begitu, Robin berlari kearah asal suara. Sedangkan yang lain saling pandang tak mengerti namun mengikuti Robin.
" O-olivia! " sudah ia duga kalau itu suaranya, Olivia memandang Robin untuk sesaat lalu ia kembali menangis, sontak saja Robin memeluknya dengan erat.
" Olivia, ada apa? kenapa kau menangis? " tanya Robin panik, bagaimana tidak? disana hanya ada dirinya seorang dengan keadaan menangis, kemana Zoro?
" Hiks hiks " bukannya menjawab Olivia masih menangis, melihat itu firasat Robin tidaklah bagus.
" Luffy... Boa, k-kemana mereka? dimana mereka??!! " Hancock mulai berfikiran negatif, apa apaan ini? kemana mereka? kenapa tidak ada disini? bukankah mereka semua berjanji saat dentangan jam bergema mereka akan berkumpul lagi disini, tapi kemana mereka sekarang???
Semuanya hanya diam, mereka mulai memiliki firasat buruk.
" A-aku akan mencari mereka " tanpa aba aba Hancock segera berlari namun ditahan oleh Sanji
" Tenanglah dulu, mungkin mereka masih mencari petunjuk, kita cari mereka sama sama, mereka dilorong sebelah sana kan? ayo kesana " Sanji berusaha menenangkan Hancock, gadis itu sudah pucat pasi, membayangkan hal yang tidak tidak.
" Kumohon cepat, kita harus mencari mereka " Hancock mulai panik, ia takut sesuatu yang buruk terjadi pada Luffy dan Boa.
" O-olivia! Olivia! " suara panik Robin mengagetkan mereka semua dan
" Olivia, kenapa dia " Kaya tampak khawatir melihat gadis kecil itu tak sadarkan diri. Ya, Olivia ambruk, entah apa yang terjadi padanya. Yang jelas itu bukanlah hal yang bagus.
" Sebenarnya ada apa ini? " Ussop sudah mulai frustasi, kenapa hanya ada Olivia disini, dan dia menangis sendirian, kemana Zoro? kemana Luffy juga Boa? ada apa sebenarnya ini.
" Kita harus mencari mereka, tentu saja dilorong itu " ujar Sanji berusaha tenang, ia menunjuk lorong yang ia maksudkan, semuanya mengangguk setuju, sementara Hancock mulai berkaca kaca, ia takut sesuatu yang buruk terjadi pada Luffy dan Boa, entah kenapa ia mulai dilanda rasa ketakutan padahal ia dikenal sebagai cewek tangguh dan tak takut akan apapun.
" Aku ikut, Zoro tidak ada. Dan Olivia tiba tiba ia pingsan saat sedang menangis " ujar Robin
" Aku akan membawanya, ayo kita harus cepat, aku merasakan perasaan tak enak " lanjut Robin tidak tenang atau kalem seperti biasa, jika sudah begini itu artinya Robin benar benar panik dan itu juga berlaku bagi mereka semua.
Baru saja beberapa langkah mereka berjalan menuju lorong, sebuah suara nyaring, lebih tepatnya suara teriakan terdengar diarah lorong yang hendak mereka lihat, sontak semuanya kaget.
" AAAAAAAAAAAAAA "
" TIDAAAAKKKKK AAAAAAAA TIDAKKKK!!!!!! "
Semuanya hanya diam mematung, suara itu bukan lagi suara teriakan, melainkan suara jeritan. Dan mereka tahu betul suara siapa itu.
" Boa " Hancock langsung berlari kearah lorong dengan jantung yang berdebar debar, keringat mulai membanjiri wajahnya, ia semakin takut dan memiliki firasat buruk, Sanji dan yang lain mengikuti Hancock. Mereka semua berlari karena suara Boa semakin menjerit tak terkendali,
Sesaat mereka sampai, pemandangan yang pertama kali mereka lihat adalah..
Boa yang terduduk dengan air mata yang sudah membanjiri matanya, dan... topi jerami yang ia peluk, tunggu? topi jerami?
" B-BOA! " Hancock berlari mendekati gadis kecil itu selagi ia masih menjerit sambil terus memeluk erat topi jerami yang ia peluk.
" AAAAAAAAAAAA TIDAK AAAAAAAA " Hancock segera memeluk erat Boa, ia berusaha menahan nafasnya, ia takut sangat takut.
" Boa ada apa? kenapa ka-"
" AAAAAAAAAAAAAA " Boa benar benar sudah diluar kendali, sepertinya ia sendiri tidak menyadari kehadiran Hancock dan yang lainnya. Melihat itu Hancock dan yang lain semakin yakin,
Sesuatu yang buruk terjadi...
" Boa tenanglah kumohon, tolong katakan padaku, ada apa? kemana Luffy? " Hancock berusaha menenangkan Boa namun sepertinya gadis kecil itu masih tidak sadar, ia masih menjerit lalu
Brukkk
Semuanya shock.
Boa ambruk, tentu saja Hancock dengan sigap menangkapnya, mereka semuapun diam.
Olivia yang sejak awal sangat kalem dan tenang, bisa menangis histeris seperti tadi dan tiba tiba tak sadarkan diri, lalu Boa yang menjerit tak terkendali juga ambruk. Ada apa sebenarnya?
" LUFFY!!!!!!!!!!!! "
Semua orang kaget, bagaimana tidak? Hancock menjerit sekuat tenaga memanggil Luffy,
" H-hancock, tenanglah dulu kumohon " ujar Nami
" BAGAIMANA AKU BISA TENANG? KEMANA LUFFY? KENAPA BOA SEPERTI INI? KENAPA? ADA APA SEBENARNYA? " Hancock sudah tak tahan, ia menjerit penuh emosi
" Z-zoro.. dia juga tidak ada, kenapa? tidak, aku tidak mau menduga yang tidak tidak, a-aku " Robin tanpak stress juga,
" Teman teman, sekarang sudah jam 1, apa lebih baik kita berfikir tenang dulu, ok? Hancock dan Robin kalian jagalah Boa dan Olivia diruangan tadi, tidurkan dulu mereka berdua, lalu Nami san dan Kaya temani Hancock dan Robin, sementara aku dan Ussop akan mengelilingi lorong ini , tentu saja mencari Luffy dan Zoro " Sanji harus bisa mengambil tindakan cepat, mereka tidak boleh membuang waktu percuma, waktu mereka tidaklah banyak.
" Kumohon.. Sanji tolong temukan Luffy, a-aku mohon " Hancock sudah tak bisa menahan air matanya, gadis itu menangis.
" Tenang saja, kau mengenalnya kan? Luffy bukanlah orang yang mudah menyerah apapun masalahnya " ujar Sanji
Setelah itu Hancock,Robin,Kaya dan Nami pergi keruangan rumah sakit dan menidurkan Boa juga Olivia.
Sementara Sanji dan Ussop.
Seperti kesepakatan awal, kalau setiap dua orang akan memeriksa 10 pintu, dan disana ada 20 pintu.
Ussop dan Sanji sudah memeriksa semua ruangan, dan tampak berantakan seperti sehabis diubrak abrik, tentu saja. Tujuan mereka memang mencari petunjuk, memang untuk apa lagi?
" Tidak ada, mereka takada " ujar Ussop
" Ussop ikut aku " Sanji berlari kearah ruang rumah sakit diikuti Ussop walau ia tak paham kenapa
Sesampainya disana Sanji segera mendekati salah satu pintu bernomor disana, tepatnya ada 3 pintu bernomor, sebenarnya ada 4 pintu baja namun salah satu pintu itu tidak memiliki nomor. Hanya tiga pintulah yang memiliki nomor, yaitu nomor 3, nomor 7 dan nomor 8.
Hancock dkk kaget melihat Sanji dan mereka memperhatikan Sanji yang mendekati pintu nomor 3.
Begitu melihatnya, Sanji sangat tak menduganya..
" T-tulisannya, ada! " sahut Ussop
Hancock dkk bingung, apa maksud Ussop?
" Apanya yang ada? " tanya Kaya
" Tulisan ' vacant ' " ujar Sanji, sebelum Ussop sempat menjawab
" EEEH? "
Mereka langsung mendekati pintu nomor 3 dan benar saja, seperti pintu pertama yang mereka lewati, memiliki tulisan ' vacant '
" K-kenapa bisa? " Nami tampak tak percaya
" Entahlah, tapi aku ingin kalian mendengar rencanaku sekarang " Sanji berbalik menghadap teman temannya, wajahnya seratus persen serius. Semuanya mengangguk dan Sanji memulai
" Semua ruangan dilorong sana tidak ada siapa siapa, aku tak menemukan siapapun atau petunjuk apapun " Sanji memberi jeda sesaat, lalu melanjutkan
" Merenungi atau berdebatpun tak akan menghasilkan apapun, jadi aku ingin mencari tau dipintu bernomor ini, dan aku memutuskan akan mencari di pintu nomor 3, dan siapapun yang mau ikut aku, katakan sedangkan sisanya tunggulah disini , bukan maksudnya meninggalkan kalian disini tapi rute dari nomor 3 adalah kembali lagi keruangan ini, seperti yang ada dipeta " jelas Sanji
" Eh peta? " tanya Ussop
" Ya, Nami san tadi menemukannya saat kita berpencar mencari petunjuk " jawab Sanji
" Jadi maksudmu setelah memasuki pintu nomor 3 kau akan kembali keruangan ini? " tanya Kaya
" Tepat, berbeda dengan pintu nomor 3. Pintu nomor 7 dan 8 tidak mengarah keruangan ini lagi " setelah berkata begitu, mereka semua diam.
" A-aku ikut denganmu " ujar Hancock
Semuanya menatap Hancock tak percaya
" Lalu bagaimana dengan Boa? " tanya Nami
" Aku akan membawanya juga bersamaku " ujar Hancock mantap,
" Aku takkan mau berpisah lagi darinya " ujar Hancock lagi
" Baiklah, aku takkan melarangmu " Sanji
" Aku juga ikut " ujar Robin
" Dan tentu saja aku akan membawa Olivia bersamaku " lanjutnya serius
Semuanya sudah menduga.
" Kalau Luffy dan Zoro tidak ada ditempat ini, kemungkinan mereka ada ruangan lain kan? iya kan? " tanya Hancock mencoba positif
" itulah yang kuduga, dan untungnya pintu nomor 3 terhubung kembali dengan ruangan ini, jadi kita bisa kembali kesini dan jika Luffy dan Zoro memang ada disana, kita semua bisa melanjutkan ke pintu nomor 7 dan 8 dengan cara berpencar, atau melewati pintu ganda secara bersama sama " jelas Sanji
" Baiklah, cepatlah kita takboleh membuang banyak waktu " ujar Ussop
Semuanya mengangguk dan sepakat
" Akar digital kita pas, nomor 3 tambah 4 5 tambah 9 tambah 9 hasilnya 30 lalu akar digitalnya adalah 3 tambah 0 hasilnya 3 " ujar Sanji
bagus, akar mereka pas.
" Kalau begitu ayo "
Mereka mengangguk dan menggendong Boa dan Olivia bersama mereka lalu memverifikasi gelang mereka diRED, berbeda dengan tadi, kini suara ' klik ' dapat terdengar, kemudian Sanji menurunkan tuasnya. Dan pintupun terbuka, dengan decitan dan gemuruh yang dapat menciutkan nyali.
" Siap? " Sanji memberi aba aba, merekapun mengangguk dan masuk
" Ussop, kuserahkan Nami-san dan Kaya-chan padamu " setelah berkata begitu Sanji mengikuti Hancock dan Robin masuk, dan pintupun tertutup rapat.
" Semoga berhasil " gumam Nami
" Iya, tapi Nami-san, saat ini kita juga bisa mencari dipintu ganda bersimbol jupiter kan? tadi Robin memberikannya padaku, katanya untuk jaga jaga " ujar Kaya
" Berdiam diri juga takkan memperbaiki perasaan kita semua, bagaimana Ussop? " tanya Nami.
" Aku setuju, tapi kita harus meninggalkan catatan diruangan ini " ujar Ussop
" Eh? kenapa? " tanya Kaya
" Jika Sanji dan yang lainnya tiba disini sebelum kita kembali, mereka bisa menyusul kita , dan lebih bagus lagi jika Luffy atau Zoro yang kembali kesini " jelas Ussop
Kaya dan Nami mengangguk setuju
" Baiklah, kalau begitu, ayo " Merekapun berlari kearah pintu ganda dan sesuai dugaan, pintu terbuka dengan kunci berbentuk simbol jupiter.
Merekapun masuk, Ussop sengaja meninggalkan kunci itu tertempel dipintu, supaya kelompok Sanji atau Luffy maupun Zoro dapat masuk dengan mudah.
pip pip pip pip
Suara timer digelang Sanji dkk mulai berbunyi, mereka mencari cari DEAD dengan panik.
" Dimana? " Hancock
" Entahlah, kita harus lebih teliti mencarinya " Robin
" Disana! lihat cahaya biru itu, pasti itu " Sanji berlari kearah yang ia tunjuk diikuti Hancock dan Robin, merekapun segera memverifikasi gelangnya tentu saja untuk Boa dan Olivia dibantu oleh Hancock dan Robin karena mereka masih tak sadarkan diri.
" Hah hah hah " Sanji
" Disini sangat gelap, pantas saja susah sekali mencarinya " Hancock
" Mungkin ada saklar lampunya, coba kita cari, tanpa penerangan akan sulit untuk kita bergerak " Robin
Merekapun mulai meraba raba tembok sekitar mencoba mencari saklar untuk memberikan mereka penerangan.
Saat itu..
Crrackk
" Eh? "
" A-apa ini? " Sanji yakin kalau ia sedang menginjak sesuatu yang...kental? tapi apa? terlalu gelap, ia tak dapat melihat apapun.
" Ada apa Sanji? " tanya Hancock
" Entahlah, sepertinya aku menginjak sesuatu " jawab Sanji
" Ini! sepertinya saklarnya ini " sahut Robin
" Kalau begitu cepat nyalakan Robin " ujar Hancock
" Baiklah, " Robinpun menyalakan lampunya dan, cahaya mulai muncul diruangan itu, tapi cahayanya sangat... redup. Lalu hal pertama yang mereka lihat adalah.
Mereka tak mempercayai penglihatan mereka saat ini.
" I-ini "
" T-tidak "
" U-uso "
To Be Continued.
