Lost in Town © The Bloody Phoenix

Disclaimer: The Characters on this fanfiction are belongs to God, SM Entertainment, their family and them self.

Casts: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, and other Super Junior member.

Pairing: WonKyu (Choi Siwon x Cho Kyuhyun)

Genre: Romance/Drama, little bit of humor –maybe?

Rated: T

Warning: Boy x Boy/Shounen ai, OOC, a story from the beginner author, a Chliché plot, typo(s).

Summary: Bagaimana rasanya tersesat di tempat asing seorang diri? Tersesat, tertimpa banyak kejadian yang menyebalkan bagai jatuh tertimpa tangga pula. Lalu akankah seseorang menyelamatkannya?

Hope you guys enjoy the story,

Don't like don't read please~

. . .

.

ACTION TWO: Kyuhyun's Bad Day!

Di sebuah korporasi besar terlihat ada keramaian yang membingungkan. Ada orang-orang yang berjalan hilir mudik membawa setumpuk berkas, ada cleaning service yang sibuk mengepel lantai disana-sini. Ada juga orang yang pergi keluar masuk gedung korporasi tersebut. Namun hal seperti itu tidak berlaku di sebuah sudut dalam gedung ini. Tampak semua orang serius mendengarkan seseorang yang sedang berbicara di depan mereka.

"Terimakasih atas waktu anda yang anda sisihkan untuk kami. Kami berharap kerja sama ini akan berjalan dengan lancar. Kita akan berjumpa lagi dilain waktu, Terimakasih" seorang pria tampan dengan jas mewahnya mengakhiri pembicaraan dengan rekan bisnis barunya. Senyumnya mengembang sempurna saat suara riuh tepuk tangan audience terdengar. Setelah itu ia pun undur diri dari hadapan mereka diikuti sekertarisnya.

"Yah, Siwon-ah. Selamat, meeting perdanamu dengan mereka akhirnya berjalan dengan lancar. Untung saja mereka mau menunggumu datang dengan sabar setelah aku memberikan mereka pengertian bahwa kau tadi tertimpa insiden kecil sehingga tidak bisa datang tepat waktu. Lagipula bukankah kemarin aku sudah mengingatkanmu untuk segera datang dan jangan terlambat karena kita ada meeting dengan para pebisnis Korea itu? Kau ini selalu saja begitu" seorang namja berperawakan tinggi dan langsing langsung sibuk mengoceh tanpa jeda sesampainya mereka di ruangan bertuliskan 'CEO Office'. Siwon, si tersangka yang diocehi tersebut hanya menghela nafasnya bosan.

"Teuki hyung, bisakah kau berhenti berbicara panjang lebar seperti itu? Kau sangat mengganggu pendengaranku. Lagi pula bukan salahku juga kan jika aku tertimpa kejadian tadi, aku juga sudah berangkat sejak pagi dari rumah untuk pergi ke kantor" balasnya malas.

"Dasar anak muda, kau ini sulit sekali jika diberi tahu. Sudah, sekarang kau kerjakan berkas-berkas yang menumpuk itu. Jangan lemas begitu, Siwon!"

Tak didengarkannya perintah 'hyung'nya itu. Ia malah melamun. Rasanya ada yang tertinggal sejak ia pergi ke kantor tadi. Ia memandang kearah jendela besar yang ada di dalam ruang kantornya. Di luar salju sedang turun lebat. Salju.. salju.. seputih salju.. manis.. kenyal..

CRAP!

"YA TUHAN! AKU MELUPAKAN KYUHYUN. DAN.. JAM BERAPA INI? SIAL, SUDAH MULAI MALAM. AAAH, TIDAK!" Siwon berteriak tiba-tiba yang membuat orang yang dipanggilnya Teuki hyung a.k.a Leeteuk –sekertarisnya- menjadi terlonjak kaget. Tanpa ba-bi-bu lagi Siwon segera menyambar kunci mobilnya dan berlarian keluar ruangan seperti orang gila. Leeteuk yang menyadari Siwon yang pergi begitu saja langsung berteriak-teriak.

"Yah, Siwon-ah! Kau mau kemana? Yah!"

Sayang, teriakannya hanyalah percuma sekarang. Siwon sudah berlari meninggalkan ruangannya dengan sangat cepat.

.

.

~WonKyu~

.

.

Siwon melajukan mobilnya seperti kesetanan. Beberapa kali ia hampir menabrak mobil-mobil lain atau pun pejalan kaki. Ia merasa sangat bodoh karena ia lupa bahwa tadi ia meninggalkan Kyuhyun sendirian di taman bermain. Yah, Choi Siwon terlalu panik saat sekertarisnya menelepon bahwa hari ini ia ada pertemuan penting sampai-sampai ia meninggalkan Kyuhyun sendirian.

Saat mobilnya mulai mendekati gerbang masuk taman bermain itu ia memberhentikan mobilnya dengan mendadak. Di tengah hujan salju yang lebat pandangan matanya memang sedikit terhalangi, tapi ia bisa melihat ada seseorang sedang duduk seorang diri di depan gerbang taman bermain itu. Ah, mungkinkah itu Kyuhyun? Gawat! Siwon pun memutuskan untuk keluar dari dalam mobilnya dan berlari menembus hujan salju menghampiri orang yang sedang duduk tersebut.

Ia terpaku saat ia telah sampai dihadapan orang itu. Ia mengenalinya dari baju yang orang itu pakai. Itu Kyuhyun! Ia duduk diam sambil memeluk lututnya tanpa menyadari kehadiran Siwon disitu.

"Kyuhyun-ah.." ujar Siwon sambil mengguncangkan bahu Kyuhyun pelan. Perlahan Kyuhyun mengangkat kepalanya.

"Siwon.." sapa Kyuhyun dengan suara seraknya yang lemas. Siwon yang melihat itu pun langsung diliputi rasa bersalah. Tatapannya kepada Kyuhyun pun melembut. Siwon ingin meminta maaf atas kesalahannya yang telah meninggalkan Kyuhyun sendirian di tempat itu, namun sepertinya ia harus membatalkannya.

"YAAAAA KAU BENAR-BENAR BODOH! JAHAT SEKALI KAU MENINGGALKANKU SENDIRI! DASAR KURANG AJAR KAU!"

Karena Kyuhyun langsung memaki-maki Siwon dengan mulut pedasnya, ck.

Siwon yang dikatai begitu pun tidak terima. Sudah baik ia ingin meminta maaf, tapi niat baiknya itu harus dihentikan begitu saja.

"YAH! CHO KYUHYUN JELEK. KALAU BEGITU KENAPA KAU TIDAK PULANG SAJA DENGAN MENAIKI TAKSI DAN MALAH TERUS DIAM DISINI? PERCUMA SAJA AKU MENCEMASKANMU SAMPAI MENYUSULMU KESINI TAPI KAU MALAH MENGATAIKU SEPERTI ITU. YA SUDAH, KAU DIAM SAJA DISINI. AKU MAU PULANG" geramnya. Siwon sedang lelah sekarang, jadi ia agak sensitif kali ini. Kyuhyun yang mendengarnya pun langsung kelabakan.

'tidak! Aku tidak mau hidupku berakhir disini karena hipotermia! Aku tidak ingin ditinggalkan sendirian! Aku takut. Huaaaa' tanpa sadar Kyuhyun menjerit-jerit panik dalam hatinya. Saat melihat Siwon mulai berbalik dan mulai berjalan meninggalkannya, ia mengejarnya dan menarik tangannya.

"Apa?!" tanya Siwon ketus sambil memelototkan matanya kearah Kyuhyun. Jujur ia jengkel sekali dengan namja di depannya ini. Kyuhyun yang dipelototi hanya merengut. Ia segera melayangkan tatapan puppy eyesnya kearah Siwon.

"Siwonnie hyuuuung~ jangan tinggalkan aku, ne? Aku takut jika sendirian.." rayunya manja dengan suara yang ia buat selemah dan selembut mungkin juga matanya yang ia buat berkaca-kaca. Ck, dasar yang namanya Cho Kyuhyun pasti selalu handal dalam hal merayu orang –apalagi ia menambahkan embel-embel hyung dan 'Siwonnie' yang tak pernah ia pakai sebelumnya-. Siwon yang melihatnya pun menjadi terenyuh. Ia tersenyum tipis.

"Ayo, kalau begitu kita ke rumahku. Kau pasti kedinginan" Siwon menarik tangan Kyuhyun menuju mobilnya. Kyuhyun bersorak riang dalam hati.

'Horeeee akhirnya aku bisa membuatnya jinak dengan cara gampang seperti itu. Aku juga tidak akan menjadi gelandangan sekarang. Yeaaaay!"

.

.

~WonKyu~

.

.

Sebuah lamborghini hitam memasuki sebuah pekarangan rumah Real-Estate yang luar biasa mewahnya. Kyuhyun yang berada di dalam mobil itu sudah sejak tadi tertidur pulas disamping Siwon. Setelah menepikan mobilnya di depan rumah inti, ia turun dari dalam mobil sambil menggendong Kyuhyun dipunggungnya. Kyuhyun yang merasa tidurnya terusik menggeliatkan tubuhnya kesana kemari yang membuat Siwon harus mengeratkan gendongannya. Sungguh, namja ini terlihat lucu saat tidur, sangat polos tanpa ada kata-kata pedas yang biasa keluar dari mulutnya. Hal itu membuat senyuman Siwon merekah.

CKLEK

Siwon membuka pintu rumahnya perlahan karena ia sedang menggendong Kyuhyun. Saat Siwon baru saja melangkahkan kakinya untuk memasuki rumahnya yang damai tersebut, para maid-maid genit –yang senantiasa mengganggunya—itu menyambutnya dengan sangat 'meriah'. Senyuman Siwon yang tadinya merekah sengera layu. Ia memasang wajah irritatednya.

"Selamat datang tuan muda.. Ada yang ingin saya siapkan?"

"Tuan muda.. Apa anda lelah? Mau saya buatkan teh madu?"

"Tuan muda, bagaimana hari anda? Pasti menyenangkan, betul kan?" yang ini salah seorang maid berbicara dengan suara imutnya yang dibuat buat. Siwon saja sampai ingin muntah mendengarnya.

"Tuan muda.."

"Tuan muda.."

"Tuan mu—"

"KALIAN SEMUA DIAM!" bentak Siwon jengkel. Ia bosaaaaan sekali jika harus mendengarkan ocehan tak berguna mereka seperti ini. Ia menatap tajam kepada semua maid yang sangat mengganggu tersebut. Tiba-tiba sebuah ide cemerlang terlintas di otaknya.

"Kalian semua bisakah untuk tak selalu mengoceh seperti itu? Kalian itu sangat menggangguku, terlebih bagi KEKASIHKU ini! Jadi berhentilah bersikap menyebalkan. MENGERTIIIIII?" sekali lagi Siwon berteriak di akhir kalimatnya dan ia menekankan kata KEKASIH dalam ucapannya. Sekali-kali mengatas namakan namja manis dalam gendongannya sebagai KEKASIH-nya tidak masalah bukan? Siwon menyeringai licik.

"Nah, berhubung kalian semua ada disini, cepat bereskan kamar tamu dan susun semua barang yang ada di dalam koper yang ada di sana. Lalu sebagian dari kalian siapkan makanan special untukku dan kekasihku. Siapkan juga air hangat, aku mau mandi. Tidak pakai lama. Kalian yang tidak mendapat tugas dariku kerjakan lah pekerjan lain, mengerti?" Siwon memberi tugas langsung darinya kepada sebagian maid yang tampak bahagia sekali. Sedangkan maid lain yang tidak kebagian tugas langsung dari tuan mudanya mendesah kecewa.

"Tunggu apa lagi?! Cepat kerjakan!" perintah Siwon segera saat melihat maid-maidnya malah sibuk memekik-mekin kegirangan dan juga ada yang sibuk menangis bombay. Sebelum tuan muda Choi Siwon marah besar, mereka segera membubarkan diri masing-masing.

Setelah waktunya yang berharga terbuang sia-sia karena maid-maidnya yang tidak penting itu, Siwon pun segera melangkahkan kaki kearah kamarnya di lantai dua sambil tetap menggendong Kyuhyun. Yah biarlah sementara ini Kyuhyun tidur dikamarnya terlebih dahulu sambil maid-maidnya membereskan kamar tamu untuknya.

Kyuhyun membuka kedua matanya perlahan. Ia merasa sangat mengantuk namun sesuatu mengganggu tidurnya. Ia lapar. Setelah matanya terbuka ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempatnya terbangun. Ia tak kenal tempat ini, namun yang pasti ini adalah sebua kamar. Dindingnya dilapisi walpaper unik berwarna silver dengan motif tribal yang terlihat ramai namun elegan. Lalu pandangan matanya beralih ke sebuah sudut dimana ada sebuah lemari raksasa yang terlihat klasik. Disana ada seorang sedang berdiri memunggunginya sambil memilih-milih baju.

Kyuhyun sedang mencoba mengingat sesuatu. Seingatnya ia tidak pergi ke suatu tempat pun, apalagi sampai pergi ke sebuah kamar yang mungkin kamar hotel bersama seorang pria asing, dan bukankah tadi ia ada di gerbang depan taman bermain?

Omong-omong tentang taman bermain, tadi ia kan menunggu Siwon disana. Lalu sekarang Siwon ada dimana? Kenapa ia malah ada disini dengan pria asing. Apalagi pria itu sedang.. err mengganti baju? Oh tidak! Apa yang terjadi padanya? Apa ia sudah tak perjaka lagi? Kyuhyun langsung menatap horror pria yang memunggunginya tersebut bergantian dengan tubuhnya sendiri.

"HUAAAAAA" tanpa sadar Kyuhyun menjerit ketakutan saat membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi kepadanya sebelum ia sadar dari tidurnya. Pria yang sedang memakai bajunya pun menoleh kaget karena teriakan Kyuhyun yang cukup kencang.

"Eh, Kyu? Kau kenapa?" tanyanya sambil mendekati ranjang yang Kyuhyun tempati.

"S-Siwon.. K-kau.." Kyuhyun terbelalak kaget saat melihat bahwa Siwon lah pria yang memunggunginya tadi.

"Ne, Kyu? Kau kenapa?" tanya Siwon lagi sambil menaikan sebelah alisnya saat Kyuhyun malah menatapnya lekat-lekat seolah-olah dia adalah hantu.

"Err.. itu.. K-kau belum memakai bajumu"

Gubrak.

Kyuhyun menjawab pertanyaan Siwon dengan jawaban yang tidak nyambung sama sekali. Siwon yang mendapat jawaban seperti itu atas kekhawatirannya pun hanya bisa melongo.

"Uh oh, kau benar Kyu" Siwon segera kembali ke tempatnya semula. Kyuhyun mengerjap kaget. Kok dia malah menjawab seperti itu sih tadi? Padahal kan sebenarnya ia ingin menanyakan kenapa ia bisa ada di tempat ini, dan kalau perlu ia akan memaki-maki Siwon kalau ternyata ia yang menculiknya ke tempat ini. Kyuhyun menarik nafasnya perlahan.

"Ya, Siwon! Kenapa aku ada di tempat ini, huh? Apa yang kau lakukan padaku? Kau menculikku ya? Ayo jawab, dasar penjahat!" semprot Kyuhyun tiba-tiba yang langsung membuat Siwon membalikkan tubuhnya kearah Kyuhyun.

"Apa kau bilang? Aku? Aku menculikmu? Bukankah kau yang merengek meminta ikut pulang ke rumahku dan kau tertidur pulas dalam mobilku? Hahaha kau itu lucu sekali Kyu" Siwon tertawa renyah menanggapi kelakuan Kyuhyun tadi. Ia tak habis pikir, hanya tidur sebentar saja namja itu sudah melupakan hal-hal yang beberapa jam lalu terjadi padanya. Lucu sekali.

Kyuhyun yang mendapat jawaban mengejutkan dari Siwon pun segera mencoba mengingat dengan keras apa yang sudah terjadi padanya. Setelah satu menit, akhirnya ia mengingat semuanya –termasuk saat ia merengek kearah Siwon untuk ikut pulang. Wajah Kyuhyun langsung berubah menjadi merah padam, ia malu karena telah menuduh Siwon yang tidak-tidak.

"Sudah, sekarang kau cuci lah mukamu dulu. Aku tunggu di bawah, kita makan bersama" perintah Siwon sambil berlalu keluar kamar. Kyuhyun hanya mengangguk pelan. Untung saja Siwon tidak menyadari wajahnya yang memerah karena malu tadi.

.

.

~WonKyu~

.

.

Setelah selesai mencuci mukanya seperti yang diperintahkan Siwon, ia pun pergi menuruni tangga yang membawanya ke lantai dasar rumah itu. Kyuhyun sempat kebingungan mencari jalan menuju ruang makan karena rumah ini ternyata begitu luas, untunglah ia bertemu seorang maid wanita yang kebetulan sedang melintas.

"Um, permisi. Apa kau tahu dimana ruang makan berada?" tanya Kyuhyun dengan bahasa Korea. Untung lah maid itu sepertinya mengerti dan membalikan tubuhnya. Ia memandang Kyuhyun sebentar lalu tersenyum.

"Kau mencari Siwon? Kalau begitu ikutlah denganku" jawabnya ramah. Kyuhyun mengangguk pelan lalu mengikuti langkah maid itu. Setelah sampai di tempat yang ia cari ia pun mengucapkan terimakasih kepadanya.

Ternyata disana Siwon telah menunggunya. Di meja makan terhidang banyak sekali berbagai jenis makanan yang membuatnya lapar. Segera saja ia menempatkan dirinya disamping Siwon.

"Hm, Kyu. Bagaimana kalau kita langsung makan saja, aku sudah lapar" ajakan Siwon kepada Kyuhyun yang langsung disambut anggukan antusias darinya.

Cukup lama mereka saling berdiam diri hingga akhirnya Kyuhyun membuka pembicaraan mereka.

"Siwon, yang tadi mengantarku itu siapa? Tampaknya ia akrab sekali denganmu" tanya Kyuhyun.

"Yang tadi? Tifanny maksudmu? Ah aku sudah mengenalnya sejak kecil, dia adalah anak dari butler Appa-ku, makanya aku akrab dengannya" Jawab Siwon singkat sambil terus meneruskan acara makannya. Kyuhyun hanya ber-'oh' ria dengan suara pelan. Mendengar hal itu Siwon merasa agak aneh, tidak biasanya Kyuhyun hanya menjawab sesingkat itu tanpa berbicara panjang lebar.

"Kenapa? Kau cemburu ya?" Goda Siwon dengan senyum jahilnya. Kyuhyun langsung mendelik tajam.

"Enak saja! Untuk apa aku cemburu pada pria seperti dirimu, kau itu bukan tipeku!" sewot Kyuhyun.

"Oh kalau aku bukan tipemu, lalu pria seperti apa yang menjadi tipemu? Yang berotot atau yang imut-imut, hmm?" tanya Siwon lagi yang terlihat semakin antusias untuk menggoda Kyuhyun.

"A-ah itu.. itu.. Ish, kau ini menyebalkan sekali!" wajah Kyuhyun berubah kemerahan. Siwon yang melihatnya pun menjadi kegirangan karena ia telah berhasil menggodanya. Ia tertawa-tawa keras sekali saat wajah Kyuhyun berubah masam dan mendelikan mata kearahnya.

"Uhuk uhuk.. Ha-hahaha, uhuk" saking serunya Siwon tertawa, ia sampai-sampai tersedak makanannya. Ia segera menggapai-gapai gelas berisi air tawar dihadapannya. Kyuhyun menyeringai.

"Rasakan itu, dasar jelek! Itulah akibatnya kalau kau menggoda ku. Haha Tuhan membalas perilaku jahatmu. Weeek" ledek Kyuhyun sambil memeletkan lidahnya kearah Siwon yang masih berusaha mengatasi tragedi tersedaknya. Kyuhyun lalu memilih beranjak dari meja makan setelah ia menghabiskan makan malam-nya dengan kilat. Ia berjalan menuju ruang keluarga lalu merebahkan tubuhnya di sofa bermotif abstrak yang ada disana.

"Haaah lelahnyaaa. Aku ingin tidur lagi" gumam Kyuhyun saat matanya mulai terpejam. Namun belum sempat namja itu menggapai alam mimpinya di sofa yang cukup nyaman itu, tiba-tiba sebuah teriakan memanggilnya dari arah ruang makan. Bukan teriakan histeris , melainkan teriakan yang luar biasa kencangnya yang berasal dari mulut seorang Choi Siwon! Huh, sebenarnya apa lagi sih yang ingin diperbuatnya?

Dengan malas Kyuhyun melangkahkan kakinya kembali kearah dapur.

"Wae? Kenapa kau memanggilku dengan berteriak seperti itu sih?" tanya Kyuhyun sebal saat ia tiba dihadapan Siwon.

"Oi Kyu, tadi kan kau sudah menumpang makan malam disini. Sekarang kau harus membereskan semuanya, mulai dari membawa semua piring-piring kotor ke dapur dan mencucinya sampai mengkilap, juga masukkan makanan sisa kedalam kulkas. Kau mengerti? Baiklah, cepat selesaikan ya!" perintah Siwon sambil tersenyum manis. Kyuhyun melotot tak terima dan ia sudah akan melayangkan protesnya kepada Siwon saat Siwon malah beranjak pergi dari dapur meninggalkannya sendirian di dalam dapur.

"Dasar pria sialan! Memangnya aku ini maidnya apa?!" Kyuhyun berteriak-teriak kesal sampai ia puas. Namun ia merasa jika hanya berteriak-teriak, pekerjaan yang diberikan si pria sialan itu tidak akan kunjung selesai. Maka dengan berat hati Kyuhyun membereskan semuanya persis seperti perintah Siwon tadi.

.

.

~WonKyu~

.

.

Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam saat Kyuhyun menyelesaikan pekerjaannya. Sebenarnya pekerjaan itu cukup mudah dan tidak memakan waktu lama untuk menyelesaikannya, namun karena Kyuhyun melaksanakan pekerjaannya dengan setengah hati maka pekerjaannya itu baru selesai satu seperempat jam kemudian.

Ia merasa sudah sangat mengantuk, tapi ia bingung sekarang ia harus tidur dimana? Maka dengan maksud mempertanyakan hal itu kepada Siwon, ia melangkahkan kaki menuju kamar Siwon di lantai dua.

CKLEK

Dasar Kyuhyun yang tak punya rasa sopan santun terhadap 'Penyelamat'nya ini, ia membuka pintu kamar Siwon tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan langsung masuk seenak jidatnya. Ia menemukan Siwon sudah terlelap diatas kasurnya.

"Siwon.. Siwon.. bangun!" Kyuhyun mengguncang-guncangkan tubuh Siwon dengan maksud agar ia terbangun. Tapi nihil, Siwon tetap berada dalam alam mimpinya.

"Siwooooon.. banguuun!" coba Kyuhyun sekali lagi dengan guncangan yang cukup kencang. Dan.. berhasil! Siwon mulai terusik tidurnya.

"Hnng, ada apa Kyuuu?" tanya Siwon setengah sadar sambil tetap memejamkan matanya.

"Siwon, aku harus tidur dimana? Tunjukkan kamarku!" jawab Kyuhyun setengah berteriak agar Siwon mendengarnya. Tapi bukannya mendapatkan petunjuk tentang kamarnya, ia –yang belutut disamping Siwon yang sedang berbaring diatas kasur—tiba-tiba ditarik dengan kasar ke atas kasur oleh Siwon. Sedangkan Siwon sendiri bergeser kearah tempat kosong di tempat tidurnya.

"HUAAA! KENAPA KAU MALAH MENARIKKU KE ATAS KASUR? KAU MAU APA BODOH?!" teriak Kyuhyun histeris saat ia sudah diposisikan berbaring dengan nyaman diatas kasur oleh Siwon. Otak Kyuhyun yang cerdas itu langsung berpikir yang tidak-tidak. Jangan-jangan ia mau diperkosa oleh Siwon?! Oh tidak! Ia masih belum mau hilang keperjakaannya T.T

"Diamlah, ini sudah malam. Hmm, aku mengantuk" sahut Siwon pelan sambil kembali memejamkan matanya rapat. Tangannya yang bebas segera meraih tubuh Kyuhyun untuk dipeluknya.

"HUAAAAAA" sekali lagi Kyuhyun bertiak histeris saat Siwon malah memeluknya dengan erat. Sialan, pria bodoh ini lancang sekali memeluk tubuhnya yang masih suci ini! Memangnya ia guling apa?! Oh, bagaimana jika setelah ini Siwon akan mencium bibirnya saat ia tertidur?! BIG NOOOOOO! Pria ini mesum!

Sial, Kyuhyun harus tidur sambil menanggung kembali kesialan yang membuat kinerja otaknya yang sudah kacau menjadi semakin kacau. Berdoa lah semoga saat ia terbangun nanti ia bisa melakukan mandi kembang tujuh rupa untuk membuang kesialannya.

Yah, berdoa lah Kyu..

.

.

.

TBC

A/N: Annyeong haseyo yeorobuuuun! Yeay, akhirnya kita bertemu lagi dalam chapter kedua dari fanfic ini, hohoho. Saya ingin meminta maaf apabila cerita dalam chapter kali ini kurang memuaskan dan garing, karena pada saat pembuatan chapter ini saya sedang sibuk sekali sehingga berkurangnya fokus pada fanfic ini. Untuk yang request agar WonKyu momentnya ditambah, ini sudah lebih banyak belum? Mohon maaf jika WonKyu momentnya masih kurang *bow* dan untuk yang minta agar fanficnya agak diperpanjang.. mungkin dilain waktu ya kalau mood saya sedang sangat baik :) kekeke. Kritik dan saran akan saya terima dengan senang hati demi kebaikan fanfic ini kedepannya.

At least, Mind to review? :)

Sign,

The Bloody Phoenix