Yocchan dan Lily
"Riko chan, bukankah kamu terlalu banyak menghabiskan waktu mu di ruang music? Riko chan terlihat kayak menghindari kami" tegur Chika saat seminggu ini aku selalu meninggalkan mereka berdua setelah makan siang.
"ga kok" balas riko dengan seutas senyuman dan berlalu meninggalkan mereka.
Kali ini saat riko membuka ruang music, yoshiko sama sekali tidak disana. "Ntah kenapa hari ini rasanya ga berminat main piano. Apa karna audience (yoshio) nya g ada?" pikirnya sambil dudu menjulurkan kakinya di kursi piano. Wajah riko tampak bosan dan kurang semangat. Walau baru seminggu ini, tapi rasanya riko sudah terbiasa dengan kehadiran yoshiko di ruang music menemaninya. Ntah kenapa itu juga mempengaruhi mood nya.
Beberapa saat kemudian terdengar suara pintu terbuka dan seoranggadis tersengal sengal masuk ke dalam ruangan.
"merindukan ku, little demon"
Seketika seutas senyum terukir di wajah riko.
"dare ga little demon da? Yoshiko"
"ah, kenapa amu selalu memanggilu yoshiko yoshiko yoshiko" protesnya.
"karna namamu Yoshiko" jawab riko enteng
"Yohane yo, YOHANE" yoshiko bersikeras untu dipanggil sesuai keinginannya.
"Yoshiko, Yohane" gumam riko pelan, lalu tiba tiba riko memukul tinjunya ke telapak tangannya "Yocchan" sentaknya. "Gimana kalau Yocchan saja"
"hah" dan itu sukses membuat yoshiko bingung
"yoroshiku ne, yocchan" ucap riko sambil tersenyum memiringkan kepalanya.
"ah, baiklah kalau kamu ingin memanggilku begitu" omongannya aja kayak pasrah menerima, hatinya sangat senang karna orang yang dikaguminya memberikan nama panggilan untuknya. Yoshiko tak bisa menyembunyikan rasa senangnya dibalik muka pasrahnya. "tapi sebagai gantinya aku juga akan memberikan nama panggilan padamu"
"eh?" kali ini giliran riko yang bingung.
Yoshiko mulai berpikir "Ri….ko…Ri…Ri…Ri… Riri… Riri aja gimana" putusnya
"hah, kok jelek gitu" protes riko.
"udah, terima aja, Riri"
Riko tak bisa berbuat apa apa lagi selain menerimanya.
"Riri, berikan aku music mu hari ini" perintah yoshiko.
"haik" dan riko pun hanya menurut saja sambil mulai memainkan pianonya.
