Chapter 3

Naruhina

Maafkan aku hinata

genre : family & drama , hurt/comfort

Rated : T

Naruto © Masashi Kishimoto

Haloaa saya kembali dengan fic aneh bin abal ini TvT

Gak menyangka kalau fic ini ada peminatnya'-'/

Semoga pada suka yaaa :D

Summary : rumah tangga hinata dengan naruto hampir hancur, dan itu semua gara-gara seorang wanita yang tidak tahu malu!. ia mencoba merebut dan bertujuan menguasai harta naruto. bagaimana tindakan hinata untuk mencegah perbuatan jahat wanita itu dan mempertahankan rumah tangganya?

Tak pande buat summary sumpah T.T

Happy reading minna \=D/ chap 3

Sudah berjam-jam lamanya Hinata berjalan-jalan, sesekali menanya kepada orang-orang apakah ada sebuah rumah kosong yang disewa atau dikontrakan tapi hasilnya nihil. Sampai hari mulai gelap Hinata juga belum juga mendapatkan rumah kontrakan. Ia lelah, juga sedikit lapar. Tetapi ia enggan untuk pulang sebelum menemukan rumah kontrakan. Sekarang ia sedang duduk di pinggir jalan dekat sebuah kantor yang megah.

Kemudian Hinata terdiam sambil melamun.

'Heum... Dimana aku harus mencari rumah kontrakan aku sudah lelah dan hari sudah larut, aku takut ada orang jahat yang macam-macam denganku' dengus Hinata sambil memegang sebotol air mineral yang ia beli di supermarket.

Tiba-tiba terdengar suara orang mendekat kearah Hinata, awalnya Hinata merasa takut tapi setelah ia memberanikan diri untuk melihat siapa orang itu ia menghela napas lega, ternyata ia bukan orang jahat, batin Hinata.

"Hinata?, kamu benar Hinatakan?" Tanya yang mulai melangkah mendekati Hinata.

Hinata takut-takut untuk menjawabnya karna ia takut itu orang jahat, tetapi ia tersadar kalau suara seseorang yang memanggilnya adalah suara seorang wanita.

"Iya aku Hinata, apakah kamu... Hu'm ehh...?" Jawab Hinata tetapi sebelum Hinata menlanjutkan ucapannya wanita cantik yang menghampiri Hinata tadi tiba-tiba berlari memeluknya, membuat Hinata terkaget juga meringis karna pelukan wanita itu sangat kuat membuat Hinata sedikit merasa sesak napas.

"Ini aku Sakura, teman SMA mu masa kau melupakan ku Hinata... Huwaahh huwahh TvT" ujar wanita yang memeluk Hinata yang ternyata teman masa SMA Hinata bernama Sakura, Sakura melepaskan pelukannya sembari menatap Hinata kesal karna ia merasa jengkel Hinata bisa melupakan sahabatnya dulu. Tapi Sakura merasa senang juga bisa bertemu lagi dengan Hinata karna Sakura dengar Hinata setelah tamat SMA ia meneruskan pendidikannya keParis dan itu cukup membuat Sakura sedih.

"Baiklah Hinata kau sudah membuatku sedih karna kau meninggalkanku disini sendiri dan pergi keParis,ditambah kau sekarang membuatku kesal karna kau bisa-bisanya melupakanku" kini Sakura angkat bicara, " sekarang ceritakan bagaimana keadaanmu sekarang apa kau sudah menikah?" Tanya Sakura. " Kau harus menceritakan panjang lebar denganku".

"Heumm... Maafkan aku Sakura soalnya aku sedang ada masalah sekarang yang membuat pikiranku kacau sekarang. Baiklah aku akan menceritakannya padamu tapi aku ingin meminta bantuanmu" jawab Hinata dengan wajah sedih,

"Masalah apa ?, ceritakan dengan sahabat lamamu ini, aku pasti bisa membantumu" ujar Sakura

"Aku akan menceritakannya tapi aku butuh rumah kontrakan sekarang"

"Untuk apa?, jadi kau tinggal bersama siapa sekarang?". Sakura benar-benar merasa aneh dengan Hinata sekarang tapi ia mencoba sabar melihat keadaan Hinata yang tampak sedih sekarang ini.

"Aku ingin pindah dari rumahku yang sekarang, jadi apa kau ada kenalan yang mempunyai rumah kosong untuk dikontrakkan?" Tanya Hinata

"Rumah kontrakan?,,, hemm..." Sakura tampak berpikir sejenak " ahiya ada tapi rumah kostan bukan kontrakan taapa?" Tanya Sakura

"Taapa, bisa kau beritahu aku dimana? Aku ingin cepat-cepat pindah dari rumah Sakura" ujar Hinata dengan terburu-buru, dengan posisi menghadap Sakura sambil memegang bahu Sakura dengan kedua tangannya lalu digoncangnya badan Sakura membuat Sakura sedikit pusing.

"Iya..hmmiya Hinata sabar dulu, aku harus memastikan apakah masih ada yang kosong jadi, jika kau ingin pindah sekarang kau bisa beberapa hari sembari menceritakan semua kejadian yang membuatmu menjadi begini manatau aku bisa bantu. Pasti Sasuke-kun tak keberatan jika kau tinggal dirumahh kami" Sakura mengajak Hinata tinggal dirumahnya, membuat Hinata tersenyum singkat

"Tapi tak merepotkanmu Sakura?, ohya Sasuke itu suamimu?, sepertinya aku pernah mendengar namanya tapi dimanayaa..." Hinata diam sejenak.

"Iya Hinata dia seorang direktur diperusahaan Uchiha corp yang ada disana" Sakura menunjuk kearah gedung megahh yang tadi dikagumi Hinata,. "Aku tadi baru saja dari sana menghantarkan makan malam untuknya karna dia bilang dia akan pulang larut dan tak sempat makan malam dirumah, dan beruntung sekali bisa bertemu kau disini hihihi" ujar Sakura,.

"hemm/... Hinata kalau begitu bagaimana kalau kau menginap dirumahku sekarang?, aku masih kangen samamulohh'' ucap Sakura lagi

"hem... apa tidak merepotkanmu Sakura?, memang aku lagi tidak ingin pulang kerumah sekarang ini, tapi aku takut kau repot." Ucap Hinata

''tentu tidak Hinata aku malah senang kan kita sudah lama tidak berjumpaa, aku kangennya pake bangetnget loh samamu. Yasudah kalau begitu ayo kita kermhku sekarang'' ucap Sakura sembari menggandeng tangan Hinata, kemudin menarik Hinata berjaan menuju rumhnya. Mereka tak perlu naik kendaraa karna jarak rumah Sakura cukup dekat jadi hanya butuh waktu ekitar 5 menit kmudian mereka sudah sampai.

Skip at Sakura's home

Kini Hinata sudah sampai dirumah Sakura, Sakura langsung mempersilahkan Hinata masuk. Sakura menyuruh Hinata duduk kemudian ia menuju dapur untuk mengambil beberapa camilan yang ia punya dikulkas.

Tak lama kemudian Sakura datang membawa nampan yang berisi beberapa toples camilan kue kering,kacang,juga bolu. Tak lupa dua gelas jus anggur sebagai pelengkap.

Setelah sampai Sakura meletakkan nampannya dimeja, mempersilahkan Hinata untuk mencicipi camilan

" ayo Hinata dimakan, maafya camilannya hanya itu soalnya aku tak pande membuat camilan sihXD" ujar Sakura yang hanya dibalas senyum simpul oleh Hinata,.

"taapa Sakura ini juga sudah cukup,'' jawab Hinata. " eh apa?, kamu tidak pandai membuat camilan?'' kemudin Hinata brtanya dengan Sakura lagi.

"hem...eheheh seperti itu lah, soalnya aku gasabaran kalau buat kue kering jadi maels deh. hehe''jawab akura sembari tertawa kikuk

"kapan-kapan kita buat besama-sama ya, entar aku ajari kamu buat kue kering yang gampang'' kata Hinata lagi

"apa, bearkah?, baiklah Hinata aku senang sekali hihihihi''

"hem ehehee...'' Hinata membalas perkataan Sakura dengan tertawa ringan kemudia terdiam.

suasana heing sebelum Sakura membuka pembicaraan untuk mengsir kesunyian diantara mereka, lagian Sakua juga penasaran dengan keadaan Hinata sekaang ini.

''ohya Hinata cepat ceritakan pa yang mau kau ceritakan tadi" tanya Sakura penasaran.

Hinata yang ditanyai Sakura pun sedikit terkejut kemudian

"begini Sakura, aku sedih sekalius bingung dengan perasaanku sendiri sekarang'' ucap Hinata.

.

.

.

.

.

Skip time

Sudah hampir 2 jam lamanya Hinata bercerita dengan Sakura, membuat ekpresi Sakura yang tadinya ceria berubah menjadi ekspei geram, ia tampak sangat murka mendengar cerita Hinata, rasa rasanya ia ingin membegal suami Sakura harus membantu sahabatnya itu supaya sahabatnya bahagia.

"Hinata, kalau kau mau tinggal disini sementara waktu tak apa, aku akan menyiapkan tempat tidur untukmu'' kata Sakura setelah selesai mendengarkan cerita Hinata, ia takmau tampak ingin mengikut campuri urusan Hinata padahal ia sudah ingin mrencanai sesuatu,.

"tak usah Sakura, aku lebih memilih tinggal sendiri. Aku mau menenangkan diri dahulu'' tolak Hinata lembut.

"tapi Hinata..." kata Sakura terputus karna mereka mendengar suara bel berbunyi

"taapa Sakura aku tak mau merepotkan mu, kitakan juga bisa saling berkunjung'' ucap Hinata lagi

"hem,... benar juga sih tapi dengan keadaanmu yang seperti ini aku khawatir kau kenapa-napa Hinata, kitakan sahabat jadi aku takmau melihatmu sedih." ucap Sakura lagi.

"tak usah rep...'' Hinata menghentikan kalimatnya karna terdengar suara bel berbunyi

Tingnungtingnung...

''Sakura sepertinya ada tamu dirumahmu, atau suamimu sudah pulang, ohya Sakura aku ingin mandi?, dimana letak kamar mandinya?,'' tanya Hinata.

"oiya Hinata ku lupa menyuruhmu mandi, kau bisa menuju dapur, kemudian disebelah kulkas ada pintu, nah disitu kamar mandinya, aku mau membukakan pintu duu'' jawab Sakura sembari berjln menuju pintu.

"baklah" kata Hinata,

Hinata penasaran dengan seseorang yang datang kerumah Sakura jadi ia mengintip dari balik lemari, ia melihat Sakura membukakan pintu kemudain tersenyum. Hinata masih penasaran dengan tamunya Sakura jadi ia enggan pergi kekamar mandi sebelum melihatt siapa yang datang, seperti merasakan firasat buruk Hinata masih penasaran dengan tamu Sakura,

Setelah sakura mempersilahkan tamunya untuk masuk betapah terkejutnya bahwa yang datang kerumah Sakura ternyata dua orang yang dikenalnya...

"apakahh mereka benar...'' gumam Hinata

Hinata berlari menuju kamar mandi agar tamunya Sakura tak tapak menangis, dengan tersedu-sedu ia terisak dikamar mandi. Ia tak menyangka bahwa Sakura mengenal mereka. Bagaimana ini, memberi tahu Sakurapun percuma saja, jadi Hinata putuskan untuk tidak memberitahu siapa suami serta seorang gadis yang selalu bersama suaminya itu.

"Naruto-kun aku tak menyangka kau setega itu padaku..hiks...hiks... apa salahku padamu. Baiklah kalau kau begitu aku juga akan begitu'' gumam Hinata.

Hinata kembali menenangkan dirinya didalam kamar mandi, sambil mandi ia mencoba untuk menguatkan hatinya serta merencanakan masa depannya.

"aku harus kuat, tak boleh cengeng. Akan kurebut kembali Naruto-kun kembali kesisiku, atau aku yang aka pergi dari sisinya''

terdengar suara beberapa orang tertawa diruang tamu,

"Sakura-chan bisa aja, aku dan shion hanya berteman kok. iyakan Shion?'' tanya Naruto.

"heum... i-iya sakura-san kami cuma berteman'' jawab Shion malu-malu.

"tapi kalian terlihat cocok, serius" ucap Sakura.

dikamar mandi

'bahkan Sakura pun berendapat kalau mereka dua cocok, hik,,,hikss' isak Hinata didalam kamar mandi...

TBC...

Tadaaa chap 3 up!

Huwahhuwahhh saya bingung nih cerita kok makin anehyaa

Soalnya saya buatnya buru-buru paslebaran hihihi...

Ehya ngomong-ngomong soal lebaran omedetou minna!

Minal aizin walfidzin mohon maaf lahir dan batin.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436H

Semoga dihari yang suci ni kita semkin mendapatkan berkah,:"V

Terimakasih yng sudah ripiu dichap yang lalu )

Saya mohon maaf jika chap 3 ini tidak memuaskan karna saya benar-benar bingung,TvT

Semoga suka ya para readers,...

Sekian dulu

Ohayou

Terimakasih... dan jangan lupa ripiu,ripiunyaa ya ditinggal biar semangat nih nerusin chap selanjuny XD

Please review minna