Ya-hahahahahahahahaha! Aku kembali dengan chappy 3! Pairing kuubah dari Hikari-takeru menjadi ALL! Habisnya kalau terlalu terpaku pada mereka rasanya gimana~ gitu....... Jadi~ Please enjoy this fic......XD

^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^

Tinggal

Chappy 3 : Reuni?

Disclaimer : Digimon punya aku? Kuubah War Greymon menjadi War Canyon!(==')

^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^

Koushiro's POV

Ring! Ring!

Bunyi Handphone mengagetkanku dan membukakan pintu keluar dari dunia melamunku. Aku merogoh sakuku dan kulihat nomor lama yang ada di display Hp-ku.

Yamato Calling....

Yamato? Ada apa dia meneleponku? Tumben banget. Sudah hampir 3 tahun gak ada kontak dari dia.

Eh...

Hampir 3 tahun? Atau 3 tahun? Atau sudah 3 tahun lebih?

....

Hei, hei, hentikan berpikir terlalu lama! Kasihan'kan si Yamato nunggu telepon sekian lama gak diangkat. Jadi, langsung ku angkat dan memulai pembicaraan " Hai,Yamato." Sapaku.

"Koushiro! Sekarang aku dalam masalah! Tolong aku! Please!" Yamato langsung berteriak sedemikian rupa. Aku langsung kaget begitu mendengar kata 'Mas-alah' ( Mas Alah?)

"Hei....Hei.....Tenang dulu. Ku rasa kamu harus menarik nafas panjang dulu baru bicara, kawan." Ujarku. Ku dengar dari seberang sana dia mulai menarik nafas, lalu mulai berbicara.

"Begini. Ceritanya panjang. Bisa aku bertemu denganmu di dekat Osaka Tower?" ajak Yamato.

"Kapan?" tanyaku.

"Sekarang." Jawabnya dengan singkat. Aku langsung kaget sendiri mendengarnya

"Sekarang....Hari ini?" tanyaku sekali lagi. Pertanyaan bodoh. Tentu saja sekarang ya sekarang. Aduh Koshirou... Sejak kapan kamu seperti ini nak?

"Tentu saja. Kamu pikir kapan lagi!? Kita bertemu jam 7 malam. Bye." Setelah itu sambungan bicara kami langsung terputus. Lalu kulihat jam yang terikat di tanganku ( Halah! Mau bilang jam tangan aja repot). Jam 3 sore alias 4 jam lagi. Padahal aku juga lagi ada urusan....

"Koushiro!"

Aku menoleh ke arah suara itu. Gadis berambut cokelat agak bergelombang itu mendatangiku sambil membawa dua tas belanja besar. Pastinya dia itu Tachikawa Mimi. Aku lagi nemenin dia belanja. Sudah tahu'kan berapa lama mereka berdiri di antara lorong baju dan aksesoris? Lebih lama dari pada Djarum Super yang 'berdiri sejak tahun 1912'! Aku hanya tersenyum kecil melihat dia mendatangiku yang sudah membawa banyak tas

"Sudah selesai?" tanyaku. Sebenarnya kalau dikeluarin dari dasar hati tuh, capek....pegel....pusing...5L (iklan sangobion) nungguin nih cewek. Tanganku yang kana dan kiri sekarang sudah jadi tempat gantungan tas belanja. Isinya apa aja sih?

Mimi mengangguk senang sambil menaikkan tas belanja yang dia pegang sendiri "Iya. Thanks ya udah temenin." Jawabnya. Aku yang tadinya berdiri sekarang kembali duduk sambil bernafas lega seolah-olah penderitaanku baru saja berakhir. Ternyata zaman sekarang wanita lebih mendominasi dunia. Buktinya, wanita lebih kuat berdiri dibandingkan pria.

"Hei." Panggil Mimi sambil menggoyang-goyangkan tubuhku "Kamu kenapa?" tanyanya. Aku kembali normal dan menggeleng-gelengkan kepalaku.

"Barusan Yamato telepon. Minta tolong padaku untuk bertemu di Osaka Tower 4 jam lagi." Ujarku. Mimi menatapku dengan bingung. Lalu duduk di sebelahku.

"Memangnya kenapa?" tanya Mimi dengan penasaran. Aku mengangkat bahuku.

"Mana kutahu. Dia bilang dia punya masalah. Sepertinya masalahnya berat. Tadi dia meneleponku sambil berbicara dengan setengah teriak." Jawabku. Mimi mengangguk-angguk mengerti. Terdengar suara 'oh.." dari mulutnya.

"Jadi, ku rasa aku harus berangkat sekarang." Lanjutku, lalu aku berdiri dan melangkah menuju basement. Mimi tiba-tiba berdiri dan mendatangiku.

"Aku ikut, ya." Pintanya.

"Kenapa?" tanyaku pendek.

"Kesannya kayak reunian." Jawab Mimi dengan singkat. Reuni? Hah. Ada-ada saja.

"Oke." Jawabku. Lalu kami berdua masuk ke dalam mobil dan melaju menuju Osaka Tower.

18.30...

Osaka Tower

Yamato's POV...

Dari lantai atas di Osaka Tower aku menatap kosong ke arah kota Osaka yang luas dengan panorama matahari yang akan terbenam, sebentar lagi gelap ya. Segelap pikiranku yang sekarang butuh penerangan dari seorang teman lama. Mungkin lebih dari seorang untuk membuat pikiranku menerang. Kupindahkan arah mataku menatap ke sebuah jam dinding yang menggantung tidak jauh dari tempatku menunggu. Ternyata masih 30 menit dari waktu pertemuan. Pantas saja aku merasa waktu itu lama sekali ya.

"Oi, Yamato!"

Nah, itu suara yang dari tadi kutunggu. Aku langsung menoleh dan melambaikan tanganku padanya. Koushiro membalas lambaian tanganku dan menghampiriku. Di belakangnya seorang gadis mengikuti langkah Koushiro yang langsung kukenal sebagai seorang Mimi. Wow, ingatanku hebat. Mungkin.

"Hei." Sapaku pada mereka berdua. "Lama gak ketemu ya." Ujarku dengan sedikit tertawa.

"Iya." Jawab Koushiro. Mimi hanya mengangguk-angguk.

"Oh ya" lanjutku sambil melihat Mimi " Mimi juga ikut ya?" tanyaku sambil menunjuk Mimi dan melihat ke arah Koushiro

"Memangnya kenapa?" tanya Mimi dengan nada agak ngambek.

"Apa salahnya bertanya?" balasku dengan nada ngambek juga. Sejenak hening menyelimuti kami. Tak lama kemudian kami bertiga tertawa terbahak-bahak.

" Sudah lama kita gak kayak gini ya."ucap Mimi sambil mengajak ku toast. Aku membalas ajakkannya.

"Oh ya" ujar Koushiro sambil mengelap air matanya "Ngomong-ngomong kamu mau menceritakan apa?" tanyanya. Aku langsung terdiam. Lalu kembali memandang kota Osaka yang kini telah ditemani bulan dengan perasaan sedih. Aku menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya.

"Aku...Bagaimana menceritakannya ya? Ok. Takeru kabur dari rumah." Ujarku. Kalimatku yang singkat mampu membuat raut wajah Mimi dan Koushiro berubah menjadi kaget. Aku tetap melanjutkan ceritaku. Dari ibu dan aya bertengkar hebat, aku yang memancing kemarahan ibu hingga ibu menampar pipiku, takeru yang gak terima keadaan keluarga yang sebenarnya, sampai ibu yang akhirnya memintaku untuk mencari takeru dan memintanya kembali pulang. Setelah aku selesai bererita, Koushiro dan mi mengangguk-angguk mengerti.

"Lalu kamu memintaku datang untuk membantumu mencari Takeru?" tanya Koushiro. Aku menangguk puas. Senangnya mempunyai teman yang bisa mengerti suasana.

"Kalau begitu menurutmu kita mulai darimana?" tanya Mimi secara langsung. Aku menatap Mimi cukup lama.

Iya juga ya.

Ga kepikiran.

******

Takeru's POV...

Nomor yang anda tuju sedang digunakan. Silahkan anda telepon beberapa saat lagi atau meninggalkan pesan....

Jyah. Kenapa di saat aku sedang butuh bantuan malah gak bisa diandalkan? Dasar Daisuke. Kira-kira siapa lagi ya? Jou? Dia lagi di Prancis. Ken? Pasti sibuk di sekolah Kepolisian. Iori? Mungkin juga sih. Tapi tahun ini dia sedang ujian. Kasihan kalau dia harus menampungku padahal dia juga lagi punya pikiran yang lain. Miyako? Daritadi di telepon tapi malah tidak nyambung...Hmm.....Mungkin Hikari bisa membantu. Kutekan untuk ke-3 kalinya telepon itu.

......

Aku menunggu...

"Halo?"

Akhirnya ada yang menjawab teleponku juga, aku langsung membalas sapaannya " Hai Hikari."

"Takeru!?" Suara dari seberang sana benar-benar terlihat kaget

Bersambung

V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^V^

W......O.........W

Akhirnya chappy 3 benar-benar ku publish. Ehehehehehe, sepertinya di fanficku ini bener-bener menggunakan hp ya? Maklum aku ini emang penggemar gadget modern. Jadi aku bikin mereka agak lebih bergantung sama nih gadget satu.

Hehehehehehehehehe.....

Review mungkin salah satu atau salah dua atau salatiga (?) yang kubutuhkan setelah para readers yang mereview,silent readers,atau author yang mereview, atau silent author ( ada ga' sih?)

XD