Summary : Disaat cahaya meredup kegelapan merangkak perlahan menuju cahaya. Dua orang anak Dengan cahaya dan kegelapan dalam dirinya mencoba untuk mengalahkan kegelapan hati nya atau setidaknya menyeimbangkan kekuatan itu Namun takdir manusia sulit Untuk dikendalikan akan kah dia jadi The Savior atau The Destroyer….
Naruto: The Savior OR..
Naruto fanfiction
Desclaimer
Naruto copyright Masashi Kishimoto
Pairing : Naruhina
Rated : T-T+
Genre : Adventure
Warning : typo, abal ,ide pasaran, dapat menyakitkan mata,OOC ,GODLIKENaruhina ,dan semuanya yang berbau keabalan
Chapter 3
Enjoy it~
Terlihat kini sesosok wanita yang bernama Kaguya sedang membungkuk memasangkan sesuatu kepada dua anak yang sedang terbaring. Wanita itu menancapkan sebuah selang yang ujungnya runcing kedalam pergelangan tangan dua anak itu sementara ujung lainnya terhubung dengan sebuah pohon yang aneh, terdapat cahaya yang berkedip-kedip di kuncup pohon itu, dari selang itu sesuatu mengalir memasuki tangan dua bocah itu.
"Dengan ini mereka tidak akan kekurangan makanan dan syukurlah keadaan mereka sekarang jadi lebih baik". Ucap Kaguya seraya duduk di samping dua bocah itu.
"Aku tidak melakukannya.. apa salahku…. Kenapa kalian ingin membunuhku…kumohon ampuni aku..Tol… ARRRRRGGGGHH.."
Terlihat seorang bocah kecil berteriak dan bangun dari tidurnya dengan nafas yang terengah-engah. Kini dia mengatur nafasnya dan melihat kesekelilingnya.
"Ternyata hanya mimpi yah.." Gumam bocah itu.
"Kenapa dengan dirimu Naruto?" Tanya sosok yang berdiri di samping bocah yang bernama Naruto. Merasa ada suara yang didengarnya Naruto mengalihkan pandangannya ke samping.
"Ah tidak apa-apa.. Aku hanya bermimpi buruk Kaguya-basan.." Jawab Naruto seraya menggelengkan kepalanya. Yang dibalas senyuman samar oleh sosok yang bernama Kaguya.
"Aku ingin pulang Kaguya-basan." Ucap Naruto tiba-tiba. Kaguya terlihat menatap Naruto,
"Kau ingin pulang kemana Naruto, Tubuhmu masih sangat lemah sebaiknya kau istirahat dulu disini sampai tubuhmu pulih.." Jawab Kaguya.
"Tak apa Kaguya-basan aku sudah merasa baikkan." Kini Naruto mencoba bangkit dan perlahan menapakkan kaki nya ketanah lalu mencoba untuk melangkah.
"Ugh" 'Bruukk'
Terlihat kini Naruto tersungkur ketanah saat mencoba untuk melangkah, sementara ini Kaguya hanya menghela nafasnya saat melihat Naruto yang mencoba melangkah malah terjatuh ketanah.
"Sudahlah bocah jangan di paksakan tubuh mu masih sangat lemah jadi percuma saja kau mencoba pergi, malah kau akan mati duluan sebelum kau mencapai tujuanmu dengan keadaan mu yang sekarang.." Ucap Kaguya. Terlihat naruto mencoba bangkit lagi,
"TAPI AKU INGIN PULANG..ughh ". Ucap Naruto sambil berusaha bangkit. Melihat itu Kaguya hanya menggelengkan kepalanya melihat ke keras kepalaan Naruto, Lalu Naruto melayang kearah Kaguya dan berhenti di hadapannya.
"Jadi kau serius ingin pulang bocah.." Tanya Kaguya yang hanya dibalas tatapan yakin oleh Naruto.
"Baiklah aku akan sedikit membantumu" Ucap Kaguya. Kini terlihat Kaguya mengulurkan tangannya kearah Naruto, Lalu terlihat tangan Kaguya mengeluarkan sesuatu yang mirip dengan lendir yang perlahan membungkus bagian tubuh Naruto, dimulai dari tangan dan dengan cepat menutupi bagian lainnya. Terlihat lendir itu kini menjadi keras dan membentuk layaknya cangkang yang membungkus tubuh Naruto. Setelah selesai terlihat Kaguya tersenyum melihat hasil karyanya.
"Itu adalah energy alam yang kini dia akan menjadi cangkangmu dan sekarang kau bebas bergerak sesuai kehendakmu mengendalikan cangkang itu dengan pikiranmu.." Terang Kaguya saat melihat wajah bodoh Naruto yang mungkin tak mengerti apa yang dilakukan wanita itu kepadanya.
"Ini hebat dan aku merasa ringan saat menggunakkan ini" Ucap Naruto sambil menggerakan tangan dan tubuhnya yang kini menjadi lentur.
"Hebat bukan Boss.." Ucap seseorang yang suaranya tak dikenal Naruto., Naruto celingak-celinguk mencari asal suara itu.
"Hey bodoh.. aku ada disini.." Terdengar suara itu lagi, Perlahan tangan Naruto terangkat sendiri dan menampil sesosok wajah di telapak tangan Naruto.
"UWAAAHHH.. SIAPA KAU DAN KENAPA KAU ADA DITANGANKU.." Teriak Naruto sambil mengibas-ibaskan tangannya.
"Hey apa yang kau lakukan bodoh.. berhentilah kau membuatku pusing" Jawab sosok yang ada di tangan Naruto.
"Jelaskan dulu siapa kau dan kenapa kau ada di tanganku". Jawab Naruto sambil melotot kearah sosok itu.
"Aku adalah cangkang yang membungkus dirimu bodoh, dan untuk namaku siapa yah.." Sosok itu terlihat mengerutkan keningnya seperti sedang memikirkan kalimat selanjutnya..
"Namanya adalah Sen dan dia cangkang yang sebenarnya hidup layaknya cloning dan kemampuannya adalah mampu menembus benda padat kecuali penghalang kekkai". Terang Kaguya yang sedari tadi diam melihat perdebatan dua orang di depannya atau lebih tepatnya Naruto dan cangkang tersebut.
"Yeay.. kau dengar namaku adalah Sen dan aku hebat" Girang sosok tersebut di sertai cengiran bangga karena telah tahu namanya.
"Baiklah Naruto sekarang kau boleh pergi untuk pulang dulu" Ucap Kaguya. Naruto hanya mengerutkan keningnya mendengarkan ucapan wanita dihadapannya yang seperti dia tahu Naruto bakal kembali lagi ketempat ini, namun Naruto mengabaikan ucapan tadi dan bersiap untuk pergi.
"Baiklah aku pergi dulu Kaguya-sama dan Arigatou telah menolongku" Ucap Naruto sambil melepaskan selang yang menancap di tangannya.
"Simpan ucapan terima kasihmu untuk nanti Naruto.." Ucap Kaguya. Naruto hanya memandangnya tak mengerti lalu langsung membungkuk sebentar.
"Aku titip gadis itu Kaguya-basan.. Yoshh saat nya aku pergi, Jaa ne.. AYO SEN " Ucap Naruto yang diakhiri teriakannya.
"Yeaayyy okey boss" Jawab Sen. Terlihat Naruto berlari dengan sangat cepat kearah dinding ruangan mengingat kemampuan cangkangnya yang dapat menembus benda padat. Naruto menerjang dinding ruangan tersebut….
"BRAKKKK" "ITTAI"
Bukannya menembus dinding tersebut kini terlihat Naruto malah menempel dengan posisi yang sangat menyedihkan.
"Ah iyah aku lupa bilang kepadamu Naruto bahwa ruangan ini dilapisi oleh kekkai yang kuat" Ucap Kaguya sambil memasang muka datarnya.
Desa Konohagakure
Desa Konoha kini tampak ramai dengan kembang api di sana sini dan serta banyak lampion yang bergelantungan disepanjang jalan konoha yang mengakibatkan jalanan ramai oleh orang-orang yang berlalu lalang di Festival di desa tersebut, yap kini desa konoha sedang mengadakan Festival untuk memperingati selamatnya desa mereka dari serangan monster ekor Sembilan atau sering di sebut monster Kyuubi. 10 oktober tepat merupakan hari penyerangan itu yang membuat desa Konoha porak poranda dan tewasnya pemimpin mereka yang biasa di sebut Hokage tepatnya Yondaime Hokage.
Dari gelapnya malam kini terlihat siluet seseorang yang sedang menatap kearah desa yang sangat ramai tersebut dan kini terlihat sosok tersebut adalah sesosok orang berambut pirang dan ditutupi jubah berwarna hitam.
"Hah.. Akhirnya sampai juga di Desa konoha." Ucap sosok tersebut sambil melihat sekeliling mereka.
"Harusnya kita sampai lebih awal kalau kau tidak tersesat dulu Boss" Kini terdengar sosok yang menyahut ucapan yang sebelumnya.
"Itu karena jalan yang kita lalui gelap Sen dan tadi itu jauh sekali dari desa" Elak sosok yang yang dipanggil Boss tersebut.
"Kalau sampai aku tidak mendeteksi keramaian dari arah sini mungkin kita akan selamanya tersesat di hutan tadi" Ucap Sen dengan nada jengkel.
"Sudahlah Sen lebih baik kita masuk kedesa yang sepertinya ada semacam Festival" Ucap sosok tersebut ang Kalau kita lihat seperti sedang berbicara sendiri.
Kini terlihat sosok itu berjalan kearah desa yang ramai tersebut, selang beberapa langkah dia bertemu dengan seseorang yang berjalan terseok-seok kearah sosok itu.
"Maaf ji-san boleh aku bertanya sesuatu ?" Ucap sosok berambut pirang tersebut kearah orang berjalan terseok-seok tersebut.
"Bertanya apa bocah? Hikk…hikk" Ucap orang itu yang kini terlihat sosoknya yang memiliki mata yang merah dan berbadan tegap serta bau alcohol menguar setelah sosok itu bicara.. Ya sepertinya orang itu sedang mabuk. Mengabaikan aroma tak sedap yang dikeluarkan orang tersebut bocah pirang tersebut kembali bertanya.
"Sebenarnya ada apa didesa konoha kelihatannya ramai sekali" Ucap bocah pirang itu.
"Hik.. Kau tidak tahu yah.. Hik…didesa kini sedang mengadakan Festival tahunan..hik" Ucap orang itu sambil menegak botol yang tergengam di tangannya.
"Festival?" Ucap bocah pirang sambil memiringkan kepalanya.
"Iyah..Hik Festival untuk mengenang gugurnya Yondaime hokage dan selamatnya desa konoha dari serangan " Ucap orang tersebut
'Ah iyah aku ingat, berarti ini hari ulang tahunku yah' Batin bocah pirang tersebut
"Dan kau tahu Festival tahun ini lebih meriah mengingat mereka juga memperingati hilangnya anak IBLIS..HAHAHAHAHA H hik uhuk..uhuk.." Lanjut orang itu yang diakhiri dengan tawa menggelegar.
'Hilangnya anak iblis apa maksudnya'
'DEG'
Mata bocah itu melebar dan langsung menatap tajam orang yang berbicara barusan.
"Hey kenapa denganmu bocah..hik?" Ucap orang itu bingung melihat bocah itu yang kini menatap tajam kearahnya.
"Ah tidak.. Terima kasih atas infonya" Ucap bocah itu sambil memalIngKan wajahnya.
"Dasar bocah aneh" Ucap orang tersebut sambil melihat bocah itu kini melenggang pergi meninggalkannya
'Jadi mereka senang yah ketika melihatku sirna dari hadapan mereka..cih sungguh menyedihkan diriku ini.. Ah sebaiknya aku pergi dulu ke kantor hokage-jiji aku takut dia mengkhawatirkan ku, dan aku sepertinya harus cepat sebelum penduduk desa menemukanku.' Batin naruto
"Ayo Sen antar aku ke gedung itu" Ucap bocah itu sambil melirik gedung yang menjulang tinggi di depannya.
"Baik Boss" Ucap Sen menyahut.
Kini terlihat sosok bocah melesat dengan kecepatan tinggi menuju gedung berwarna yang bertuliskan kanji api di bagian atas gedung tersebut. Kini sosok bocah itu menyelinap melalui jalan samping yang gelap dan langsung menembus tembok gedung tersebut tanpa suara yang menimbulkan kecurigaan penjaga di sekitar gedung itu. Terlihat sosok anak kecil berdiri di depan sebuah pintu dan siap untuk mengetuk pintu itu sebelum dia mendengar suara yang cukup keras mengintrupsinya.
Naruto POV
"AKU TIDAK PERCAYA KAU GAGAL UNTUK MENJAGA NYA HIRUZEN" Kudengar suara seseorang yang sepertinya sedang membentak Hokage-jiji
"Tenang lah Danzo aku sudah mengirim pasukan terbaikku untuk mencarinya dan aku yakin Naruto baik-baik saja."Kini kudengar suara Hokage-jiji menjawab bentakkan orang yang di panggil Danzo tersebut. Ku tajamkan pendengaranku setelah obrolan mereka meyebut-nyebutkan namaku.
"Namun kudengar ada desas-desus bahwa Kumogakure lah yang telah menculik Naruto dan Hairess Hyuuga, apakah kabar itu benar Hiruzen?" Namun yang kini kudengar adalah suara serak seorang wanita yang sepertinya sudah berumur tua.
"Itu masih dugaan sementara koharu-san dan aku sudah mengirimkan surat kepada mereka untuk segera melakukan klarifikasi kepada pihak konoha mengenai insiden di perbatasan desa kita"Ucap hokage-jiji menjawab pertanyaan wanita yang disebut Koharu tersebut.
"Namun sepertinya Kumogakure akan menangani masalah ini dengan tidak kepala dingin namun malah mereka akan menyangkal tuduhan pihak kita dan mereka malah akan menyebarkan fitnah yang akan memicu peperangan antar desa lagi." Kini kudengar suara lelaki namun suara itu juga sepertinya lelaki yang sudah tua.
"Dan kalau sampai terjadi peperangan kembali maka Kumogakure berada diatas angin jika benar Naruto yang merupakan SENJATA DESA ini berada di tangan mereka. DAN ITU ADALAH KESALAHANMU HIRUZEN.."
'DEG'
Kudengar orang yang membentak hokage-jiji tadi menyebutku senjata desa, ini sungguh keterlaluan. mereka sebenarnya menganggap aku apa, setelah mereka mengucilkanku sekarang mereka mengganggapku senjata buat mereka, benar-benar keterlalulan.
Seketika tumpuan kakiku goyah saat mendengar ucapan yang terdengar dalam ruangan tersebut.
'Sejata desa' 'Senjata desa' 'senjata desa' 'Aku senjata desa' 'Ya kau hanya di anggap senjata oleh mereka Naruto..Grrr'
Tanganku terkepal mendengar ucapan tadi seketika emosiku memuncak dan tak sanggup untuk menahannya lagi.
"Tenanglah bos kalau kau bereaksi secara berlebihan maka akan menimbulkan kecurigaan penjaga gedung ini" Kudengar suara Sen memperingatiku untuk tetap tenang, perlahan emosiku sudah mulai mereda dengan di tandai deru nafasku yang mulai teratur . Kini kucoba menajamkan kembali pendengaran ku untuk mendengar pembicaraan yang ada di dalam.
"Jangan kau coba-coba untuk memanggil cucuku dengan sebutan laknat itu, Dia itu anak kecil biasa bukan senjata desa ini, Kau paham Danzo?" Kini kudengar suara hokage-jiji menjawab dengan suara pelan namun dengan nada yang mengidentimidasi lawan bicaranya tersebut.
"Memang seharusnya begitu hakikat dari seorang jinchuriki Hiruzen, Mereka diciptakan dengan kekuatan besar yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan kita sebelum dia berubah berbalik menjadi berbahaya untuk kita.." Jawab suara yang bernama Danzo tersebut.
"Tutup mulutmu Danzo, Aku akan mengusahakan yang terbaik untuk Naruto dan aku akan segera menemukannya kembali.. sekarang rapat ini aku hentikan," Terdengar suara hokage-jiji menyerukan perintah untuk menghentikan pembicaraan mereka dan diiringi dengan derap langkah yang menuju kearah pintu ini
"Dengarkan aku Hiruzen, jJika kau masih lamban dalam menangani masalah ini maka aku akan langsung turun tangan dan menjadikannya bawahanku dan kupastikan dia akan menjadi senjata terhebat yang pernah dimiliki konoha." Terdengar lagi suara orang yang bernama Danzo sebelum keadaan ruangan itu menjadi hening dan hanya terdengar suara derap langkah kaki saja.
"Boss sebaiknya kita pergi dari sini sebelum para penjaga menemukan kita" Terdengar lagi suara Sen mengintrupsiku untuk pergi dari tempat ini, Namun aku masih memikirkan pembicaraan mereka tadi yang menyebutku senjata, oh kami-sama kenapa hidupku harus seperti ini kau benar-benar tidak adil setelah aku disebut Monster kini aku pun akan dijadikan Senjata untuk kepentingan mereka. Ini tidak bisa dibiarkan aku harus melakukan sesuatu, Aku harus membalas perbuatan mereka tapi aku tidak punya kekuatan untuk membalas mereka, lamunanku terhenti saat tiba-tiba tubuhku serasa menembus lantai bangunan tersebut.
Naruto POV END
Disebuah tebing yang terpahat empat patung yang melambangkan kekuasaan desa konoha kini terlihat sesosok bocah sedang berdiri memandangi desa yang merupakan tempat lahirnya, Pandangannya menyorotkan rasa sakit yang teramat dalam, Yah sosok itu adalah Naruto yang sedang memandangi desanya sendiri dengan pandangan sendu dimata biru nya. Namun kini tatapan Naruto berubah menjadi tajam saat dirinya melihat sebuah kembang api yang meledak dihadapannya seakan Naruto merasa kembang api itu lah yang menyebabkan kesakitannya, Tidak bukan kembang api itu lah yang menyebabkan rasa sakitnya melainkan orang yang menyulut kembang api tersebut.
"Jadi Boss apa yang akan kau lakukan setelah mengetahui semuanya,tadi?" Terdengar sebuah suara yang kembali membuat orang yang di panggil Boss memecah lamunannya.
"Aku tidak tahu, Aku bingung Namun aku merasakan sakit sekali disini" Jawab sosok yang dipanggil Boss sambil menunduk dan mencengkeram bagian dadanya.
"Kalau aku bisa aku ingin membalas perbuatan mereka Namun aku juga tidak punya kekuatan untuk melakukan itu Sen." Lanjut sosok itu seraya mengarah pandangannya lagi kearah keramaian desa.
" Jadi itu masalahmu Boss, Kalau begitu aku bisa membantumu" Jawab Sen.
"Maksudmu kau bisa memberiku kekuatan Sen?" Tanya sosok yang dipanggil Boss.
"Bukan aku yang bisa melakukan itu tapi dia bisa.." Jawab Sen lagi.
"Siapa?" ucap sosok itu.
"Kaguya Ootsutsuki" Jawab Sen.
"Maksudmu Kaguya-basan" Jawab sosok itu.
"iyah" Jawab sen.
"Apakah dia mau membantuku." Tanya sosok itu.
"Tentu saja Boss dia pasti akan membantumu, dan jika kau menjadi muridnya kau akan mendapatkan kekuatan yang tak terbayangkan olehmu Boss" Jawab Sen menjelaskan.
"Baiklah Sen, Ayo kita berangkat" Tukas sosok tersebut.
"Laksanakan Boss" Seru sen. Kini terlihat sosok tersebut kembali menghilang dengan cara menembus tanah.
"Jadi kenapa kau kembali Naruto?" Terdengar seorang wanita yang tengah bersimpuh disamping seorang gadis kecil yang terbaring dengan mata diperban.
"Aku kesini karena kemauanku dan aku..aku ingin menjadi muridmu Kaguya-basan" Terdengar sosok yang di panggil Naruto itu menjawab pertanyaan sosok wanita yang di panggil Kaguya tersebut.
"Hmm kenapa tiba-tiba kau ingin menjadi muridku" Ucap Kaguya disertai senyumannya,Ah bukan tapi seringaiannya.
"Aku menginginkan kekuatan Kaguya-basan." Jawab Naruto.
"Apa motivasimu menginginkan kekuatan Naruto" Ucap Kaguya yang kini menghadap kearah Naruto.
"Aku..aku ingin membalas perbuatan orang-orang yang menyakitiku" Jawab Naruto dengan nada yang sedikit gugup.
"Jadi kau punya dendam hmm?" Ucap Kaguya sambil menatap menyelidik kearah Naruto.
"Bukan.. Aku hanya ingin menegakkan keadilan dengan mengajarkan rasa sakit yang sama kepada mereka seperti yang mereka lakukan kepadaku" Seru Naruto sambil menunduk kebawah.
"Ck.. Itu sama saja dengan balas dendam bodoh" Ucap Kaguya.
"Hehehehehe" Naruto hanya tertawa gugup karena niatnya terbongkar.
"Memang apa yang telah dilakukan orang-orang terhadapmu Bocah" Tanya Kaguya. Seketika tawa Naruto berhenti dan digantikan dengan tatapan sendu dan sorot benci yang sangat kuat.
"Mereka memperlakukan ku seperti sampah, mereka mencaciku,memaki,menindas dan aku selalu disiksa layaknya hama yang harus dimusnahkan dan sekarang aku muak menerima perlakuan mereka lagi aku ingin membalas mereka agar mereka tahu apa yang aku rasakan selama ini." Ucap Naruto menjelaskan nasibnya kepada sosok yang ada didepannya. Kini terlihat Kaguya berbalik dan memeriksa keadaan gadis kecil yang sedang terbaring disampingnya.
"Aku mohon Kaguya-basan" Ucap Naruto. Kini Naruto berlutut memohon kepada sosok didepannya agar mengabulkan permintaannya itu.
"panggil aku Kaguya-sensei Bocah" Ucap Kaguya di sertai seringaiannya. Terlihat senyum Naruto mengembang mendengar ucapan sosok didepannya.
"baiklah Kaguya-sensei" Ucap Naruto masih dengan senyumannya.
"Kau lihat Boss, Kaguya-sama pasti menerimamu menjadi muridnya" Terdengar suara dari dalam tangan Naruto yang membuat pandangan nya teralih ketangan kanan nya yang kini terlihat wajah yang sedang tersenyum lebar kearah Naruto.
"Iyah ini semua berkat kau Sen, Terima kasih untuk sebelumnya." Jawab naruto diiringi cengirannya kearah Sen, yang dibalas cengiran yang tak kalah lebar oleh Sen.
'enggghhh'
"Dimana ini" Terdengar suara yang feminim yang menyebabkan fokus orang yang ada di ruangan itu menoleh kearah asal suara tersebut..
"Kau sudah sadar nak" Ucap Kaguya sambil memeriksa lagi keadaan gadis kecil itu. Terlihat Naruto juga mendekat kearah gadis itu.
'suara ini' 'sentuhan i-ini'
"kasan"
TBC
Author Note.
Maaf sebelumnya karena keterlambatan hamba yang telat mengupdate fic ini, alasannya kemarin saya sedang ada acara camping dan saya menjadi salah satu panitia di acara tersebut.
sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada yang sudah meriview fanfic abal ini dan memberi support kepada saya mohon maaf bila fic ini masih jauh dari kata bagus maklum saja saya masih awam dalam dunia tulis-menulis sehingga mohon maaf bila ada kata atau kalimat yang kurang dimengerti jadi saya sangat mengharapkan kritik beserta saran dari pada reader dan author-author yang sudah senior :)
Lanjut pembahasan riview
"sikap kaguya beda sama di canon" jawabannya nanti bakal ada flashback mengenai perubahan sikap kaguya tapi itu masih lama sekarang enjoy aja dulu :D
"naruto sama hinata lebih hebat mana" dua'' nya hebat namun mungkin naruto lebih kuat mengingat ada sosok kyuubi di tubuhnya. Namun untuk kekuatan saya mengikuti umur mereka dan untuk menjadi Godlike masih lama.
"apakah mata hinata byakugan" kita tunggu aja chap depan tapi yang pasti itu doujutsu, Namun saya masih bingung mengenai doujutsu tersebut apakah mau ngarang sendiri atau pake yang udah ada di canon dan juga saya masih memikirkan buat jutsu-jutsunya :D
untuk yang meriview mohon maaf tidak bisa membalasnya mengingat kondisi saya juga kurang fit abis acara kemaren..
special thanks for "uzumaki Nawawi"
see you
RnR~
