Title : The War of Titan
Crossover : Naruto X Shingeki no Kyojin
Disclaimer : Naruto & SNK bukan punya saya
Warning : OC, OOC, typo, bahasa tidak baku
Rate : M (jaga – jaga)
Arc : Titan's Attack
.
.
.
Chapter 3 : Titans comeback
.
.
.
DUAR
Dengan satu tendangan, Colossal Titan menendang gerbang di Distrik Trost. Dan dengan banyak uap, Naruto dkk langsung jatuh ke bawah. Untuknya mereka semua berhasil bertahan dengan 3D Manuver Gear milik mereka masing – masing. Namun...
" Samuel! "
Samuel gagal bertahan dan jatuh ke bawah. Sepertinya dia sempat terkena salah satu bagian dari meriam. Dan dengan cepat Sasha mengarahkan kait ke kaki Samuel untuk mencegahnya jatuh.
" Gerbangnya... dihancurkan... " Ucap Thomas
" Sial. Para titan akan segera masuk. " Ucap Naruto
" SEMUANYA! BERSIAP UNTUK BERTARUNG! SASARAN ADA DI DEPAN MATA KITA! DIA ADALAH COLOSSAL TITAN. " Ucap Eren pada rekan – rekannya. Dengan cepat Eren melesat ke Colossal Titan. Eren pun sampai ke bagian atas dinding lagi. " Hai, sudah lima tahun. "
Dengan cepat Colossal Titan menyerang bagian atas dinding. Itu dilakukan untuk menghancurkan meriam yang ada di atasnya. Eren berhasil menghindar dan mengincar tengkuknya.
'Dia mengincar meriamnya. Ternyata dia menyerang gerbang bukanlah sebuah kebetulan. Ternyata dia itu... punya akal.' Batin Eren
Colossal Titan yang melihat Eren berusaha menangkapnya dan membunuhnya. Namun, dengan cepat Eren melesat ke punggung Colossal Titan, lebih tepatnya tengkuk Colossal Titan yang merupakan kelemahan semua titan.
'Kena kau!'
Namun, Colossal Titan mengeluarkan asap panas ke belakang punggungnya dan hilang seketika. Ini dibuktikan dari Eren yang menembus asap.
'Meleset!? Tidak. Dia menghilang.' Batin Eren
" Eren, apa kau berhasil mengalahkannya? " Tanya Naruto
" Tidak! Ini seperti 5 tahun yang lalu. Dia datang dan pergi. " Jawab Eren
.
Di atas dinding
" Maaf, dia lolos. " Ucap Eren meminta maaf
" Apa maksudmu minta maaf? Kita malah tidak bi- "
" Woy! Sekarang bukan saatnya untuk bicara. " Ucap Conny memotong pembicaraan Thomas
" Conny benar. Kita harus menutup lubang itu supaya para titan tidak masuk. " Ucap Naruto menimpal
" Sedang apa kalian? Perencanaan strategi untuk menangani kemunculan Colossal Titan sudah dimulai. Segera kembali ke markas! Bagi yang telah berhadapan langsung dengannya, laporkan dengan terperinci. " Ucap seorang Garnisum.
" Ha'i. " Ucap Naruto, Eren, Conny, dan Thomas
.
.
.
Di markas
" Seperti saat latihan, bergabunglah dengan regu masing – masing. Kalian akan dipimpin oleh Garrison. Tugas kalian adalah menyediakan perbekalan, komunikasi, dan membasmi para titan yang lolos! Barisan pertama akan diisi oleh satuan garis depan Garrison. Barisan kedua akan diisi oleh kadet yang dipimpin oleh Garrison! Barisan belakang akan diisi oleh satuan elit Garrison! Kami telah mendapat kabar kalau barisan pertama telah dimusnahkan. Gerbang bagian luar telah hancur dan para titan telah memasuki kota! Ini berarti, jika mereka ingin membobol gerbang bagian dalam, Armored Titan bisa muncul kapan saja. " Ucap panjang lebar kapten dari Garrison, Kitz Woermann.
" Tidak.. "
" Ini bohong, kan... "
" Kalau Rose Wall sampai ikut hancur... "
" Harap diam semuanya! Saat ini, penjaga garis depan sedang bertarung. Misi operasi pertahanan ini hanya satu: Pertahankan Rose Wall sampai semua warga berhasil dievakuasi! Selain itu, biar kuperingatkan, jika kalian membangkang, kalian bisa dihukum mati. Bersumpahlah sepenuh hati demi nyawa kalian! Bubar! "
.
.
Beberapa saat kemudian
Jean saat ini sudah bersiap untuk kabur. Lalu dia menabrak Eren
" Minggir. " Ucap Jean dingin
" Hey, Jean! Kenapa kamu? " Tanya Eren
" Kenapa katamu? Bisa – bisanya kau menanyakan itu dasar tukang bunuh diri! Kau ini ingin bergabung Survey Corps, kan? Jadi kau sudah siap menjadi santapan para titan! Tapi, aku seharusnya besok sudah berada di bagian dalam! " Ucap Jean emosi
" Tenang- "
" Tenang saja dan pasrah akan kematianku? "
" Bukan, bangsat! Ingatlah! Ingatlah semua latihan yang kita jalani selama 3 tahun.! " Ucap Eren yang membuat Jean terkejut. " Selama 3 tahun, kita menjalani hidup di ambang kematian. Bahkan ada teman – teman kita yang meninggal. Ada yang kabur, dan ada yang dipindahkan. Tapi, kita bisa bertahan! Benar, kan?! Sekarang kita pasti bisa bertahan! " Ucap Eren melanjutkan. Bukan hanya Jean, mereka yang sempat kehilangan harapan kembali bangkit.
" Baiklah, baiklah. Kita habisi para titan itu, lalu kalian bisa melanjukan mimpi kalian masing – masing. " Ucap Naruto yang muncul bersama Mikasa
" Sial! " Umpat Jean lalu pergi. " Ayo, Daz. Jangan murung terus. "
" Eren, jika keadaan memburuk, temui aku. " Ucap Mikasa
" Hah!? Regu kita, kan berbeda. " Balas Eren
" Di tengah kekacauan ini, hal yang diluar kendali sering terjadi. Aku akan melindungimu. " Ucap Mikasa
" Woy, apa mak- "
" Kadet Ackerman! Kadet Namikaze! Kalian berdua ditempatkan di barisan belakang. Ikutlah denganku. " Terdengar seorang anggota Garrison bernama Ian Dietrich memanggil Mikasa dan Naruto
" Kami hanya akan menghambat pasukan anda! " Ucap Mikasa
" Aku tidak meminta pendapatmu. Evakuasinya berjalan lambat. Kita butuh pasukan elit sebanyak mungkin untuk melindungi warga. " Ucap Ian lalu pergi
" Tapi- "
DUK
" Hoi! " Bentak Eren sambil mengadu dahinya dengan Mikasa.
" Sudah cukup, Mikasa. Ada apa denganmu? Tidak biasanya kau panik. Tenang saja. Eren pasti selamat. Dia punya kemampuan yang mengerikan. " Ucap Naruto
" Naruto benar! Pergilah dan ikuti perintah mereka. " Ucap Eren
" Maaf. Aku tidak bisa berpikir jernih. Satu hal saja. Kumohon. Kumohon... jangan sampai mati. "
WUSH
Setelah Mikasa mengucapkan itu, angin bertiup kencang. Dan setelah itu, Eren pergi dari sana ke regunya
.
.
.
Sudah hampir satu jam sejak Colossal Titan menjebol tembok. Namun, para warga masih belum dievakuasi hal itu disebabkan oleh Dimo Reeves, pemilik dari Reeves Company yang merupakan perusahaan yang mengelola pertanian dan pangan.
BRUK
Terlihat seorang warga terlempar.
" Hei, apa kalian tidak mengerti keadaan kita sekarang? " Tanya seorang warga yang lain
" Tentu saja aku mengerti! Kalau kalian masih ingin hidup, cepat bantu kami. " Ucap Dimo
" Yang benar saja! "
" Kalau begini, kami bisa dimakan titan. "
DUK DUK DUK DUK
Terdengar langkah kaki yang cukup nyaring. Dan muncullah Abnormal Titan yang melesat ke arah kerumunan warga. Tentu saja para warga ketakutan setengah mati.
" Demi tembok! Jika kalian ingin hidup, cepat bantu kami. " Ucap Dimo ketakutan
Sementara itu, di sisi para Garrison
" Sial! Mengapa dia mengabaikan kita? "
" Dia jenis abnormal! Percuma memikirkan hal itu. "
" Cepat sekali! Padahal kita ini pasukan elit, tapi tidak bisa mengejarnya. "
" Kalau begini... "
WUSH
Terlihat 2 orang melesat dengan kecepatan tinggi menuju tengkuk si titan. Namun, salah satunya langsung turun dan menebas kaki si titan dan memudahkan rekannya untuk menebas tengkuk dari si titan. Mereka adalah Naruto dan Mikasa. Mikasa melumpuhkan titan, sedangkan Naruto menghabisinya
Saat si titan jatuh, Naruto dan Mikasa sangat terkejut melihat para warga belum mengungsi
" Kalian masih belum mengungsi? " Tanya Mikasa
" Wah! Pas sekali! Hei, kalian! Suruh mereka semua membantu kami! Kau akan mendapatkan imbalan. " Ucap Dimo
" Sekarang ini, banyak rekan kami yang sudah meninggal. Ini gara – gara para penduduk yang belum mengungsi. " Ucap Mikasa
" Tentu saja! Kalian mengabdikan hidup kalian demi melindungi harta dan nyawa kami, kan? Hanya karena kalian bisa berguna sejak seabad ini, jangan bertingkah sok. " Ucap Dimo
Naruto yang melihat itu turun dari bangkai titan yang ia bunuh lalu berjalan ke Dimo.
" Jika menurutmu mengorbankan nyawa demi menolong orang lain itu hal biasa, kau juga pasti mengerti. Terkadang, satu pengorbanan nyawa bisa menyelamatkan banyak nyawa. " Ucap Naruto dingin
" Coba saja! Aku ini sudah kenal dekat dengan atasanmu! Kami akan tertawa di hadapan mayatmu. " Ucap Dimo. Dan di saat yang bersamaan, 2 bodyguard Dimo berlari ke arah Naruto dan langsung dihempaskan oleh Naruto
" Memangnya mayat bisa tertawa? " Tanya Naruto. Dan...
SRING
" Tunggu! "
Naruto siap untuk menebas Dimo, namun menggagalkan hal itu saat Dimo mengatakan tunggu.
" Tarik keretanya. " Ucap Dimo
Dan dengan perintahnya itu, seluruh anak buah Dimo menarik mundur kereta milik Dimo. Dan hal itu membuat semua warga berhasil mengungsi.
" Onii-chan, arigato. " Ucap seorang anak
" Berkat anda, kami tertolong. Terima kasih banyak. " Ucap ibu dari anak itu
Naruto membalas mereka dengan senyuman dan hormat militernya.
.
.
Beberapa saat kemudian. Saat ini hujan sedang turun
" Kerja bagus, Ackerman, Namikaze. Kalian memang hebat. " Puji Ian
" Terima kasih. Tapi, karena terburu – buru, pedangku jadi tumpul hanya dalam satu tebasan. " Ucap Naruto sambil mengganti pedangnya
" Kalian selama ini telah mengalami kejadian apa? " Tanya Ian.
" Hm... "
" Tidak, lupakan saja. " Ucap Ian melanjutkan
" Apa kau teringat kejadian itu, Mikasa? " Tanya Naruto
" Ya. " Jawab Mikasa
Ya, kejadian 6 tahun yang lalu. Dulu, Mikasa diculik oleh para penculik. Kedua orang tuanya dibunuh. Dan saat Mikasa kehilangan harapannya, Eren datang dan menyelamatkannya. Diketahui mereka berhasil membunuh para penculik.
Saat ini, walaupun Mikasa tidak bisa berhenti memikirkan dan mengkhawatirkan Eren, dia belum mengetahui, jika Eren telah dimakan oleh titan. Sungguh ironi.
.
.
.
Sementara itu, para kadet ke 104 sedang berada di satu titik. Mereka semua kehabisan gas untuk bermanuver.
" Hei, Jean! Bagaimana ini? " Tanya Conny
" Bisa apa kita? " Tanya balik Jean. " Padahal kita sudah mendapatkan perintah mundur, tapi gara – gara kehabisan gas, kita tidak bisa menyeberangi tembok. Kita semua akan mati. Semua gara – gara pengecut itu. " Ucapnya melanjutkan
" Maksudmu regu bantuan? Bagaimana nasib mereka? Apa mereka semua mati?" Tanya Conny bertubi – tubi
" Entahlah. Mungkin mereka sudah tidak mau bertarung lagi. Aku mengerti perasaan mereka. Tapi, mereka tidak mungkin menelantarkan misi mereka begitu saja dan berlindung di dalam markas. Mungkin para titan sudah mengepung mereka sehingga mereka tidak bisa menyediakan gas untuk kita. " Ucap Jean
" Kalau begitu, kita harus melawan semua titan yang ada di sana. Kalau kita berdiam diri di sini akan sama saja! Para titan juga bisa mengepung kita. Jika kita terus kabur dari mereka, kita hanya akan membuang – buang gas kita saja. Kalau kita sudah tidak bisa bermanuver, semuanya akan berakhir. " Ucap Conny
" Tumben sekali kau mengutarakan pendapat yang sepintar itu, Conny. Tapi, memangnya dengan sisa pasukan kita yang sekarang ini, apa yang bisa kita lakukan? Para senpai juga sudah dikalahkan. Lagipula, kita para kadet, mana mungkin bisa memimpin operasi sepert ini. Yah, meskipun ada pemimpin pun, kita tidak akan berkutik di hadapan para titan. Saat ini, gudang penyimpanan gas pasti sudah dipenuhi oleh titan kelas 3 – 4 meter. Tentu saja kita tidak mungkin menghadapi mereka dari dalam gudang. " Ucap Jean
" Sudah tidak ada harapan lagi? " Tanya retoris Conny
" Hidupku ini membosankan. Kalau saja sebelum ini ada yang memberitahuku... " Gumam Jean.
" Mikasa!? Naruto!? " Ucap Marco
" Bukannya kau berada di barisan belakang? " Tanya Conny
" Ya, tadi aku mencari kalian. Aku sudah tahu situasinya. Annie, apa kau punya permen karet? " Ucap Naruto
" Permen karet? Untuk apa? " Tanya Annie
" Untuk memenangkan diri. Aku hampir membunuh orang dengan tanganku sendiri. " Jawab Naruto
Semua yang mendengar itu membeku seketika.
" Ini. " Ucap Annie sambil memberikan permen karetnya ke Naruto
" Maaf sudah mengganggu, apa kau melihat regu Eren? " Tanya Mikasa
" Tidak, yang memanjat tembok pun tidak ada. " Jawab Annie
" Tapi Armin ada di sana. " Ucap Reiner
" Armin! " Ucap Mikasa
'Mikasa!? Gawat! Bagaimana aku bisa menatap wajahnya? Aku ini tidak layak untuk hidup. Kalau aku tahu ini akan terjadi... sebaiknya, waktu itu aku saja yang mati.'
" Armin, apa kau terluka? Kamu baik – baik saja? " Tanya Mikasa
Armin hanya bisa mengangguk.
" Di mana Eren? "
Armin yang mendengar ini menangis
" Armin. "
Armin yang mendengar Mikasa memanggilnya langsung mengadahkan kepalanya. Memperlihatkan wajahnya yang sedang menangis. Mikasa yang melihat itu terkejut.
" Begitu, ya. " Gumam Naruto yang melihat ekspresi Armin
" Ada apa, Naruto? " Tanya Annie
" Kau akan segera tahu. " Ucap Naruto
" Regu kami... Regu kadet ke-34... Thomas Wagner... Nic Tius... Mylius Zeramuski... Mina Carolina... Eren Jaeger... Mereka berlima telah menjalankan tugas mereka dan telah gugur dalam pertarungan! " Ucap Armin
Tentu saja semua yang ada di sana terkejut bukan main.
" Mustahil... "
" Jadi regu ke-34 sudah hampir dimusnahkan... "
" Jika kita melawan titan, kita hanya akan bernasib seperti mereka. "
" Maafkan aku, Mikasa, Naruto... Eren telah mati menggantikanku... Aku tidak bisa berbuat apa – apa... Maaf... " Ucap Armin yang terus meminta maaf pada Mikasa dan Naruto
" Armin... " Armin menatap wajah Mikasa. Terlihat Mikasa memperlihatkan raut wajah datar. " Tenanglah. Saat ini bukan waktunya untuk bersedih. " Tentu saja Armin terkejut mendengar penuturan Mikasa
Mikasa kemudian berdiri. " Ayo, berdiri. " Ucapnya sambil membuat Armin ikut berdiri
Kemudian Mikasa berjalan ke Marco. " Marco. Jika kita membasmi para titan di sekitar markas, kita bisa mengisi ulang persediaan gas kita dan memanjat temboknya. Betul, kan? " Tanya Mikasa
" Be-Betul, sih... Tapi, meski kau bersama kami, mereka terlalu banyak... " Ucap Marco
" Kita pasti bisa. " Balas Mikasa cepat. " Aku ini kuat. Lebih kuat dari kalian semua. Sangat kuat. Aku akan membasmi semua titan yang ada di sana. Meski cuma sendirian. Entah kalian ini pengecut atau tidak bisa apa – apa. Menyedihkan. Kalian hanya bisa berdiam diri sambil menghisap jari. Lihat saja. " Ucap Mikasa melanjutkan
" Tunggu, Mikasa! Apa maksudmu? "
" Apa kau ingin menghadapi para titan itu? "
" Mana mungkin kau bisa melakukan itu. "
" Jika aku tidak bisa, aku akan mati. Tapi, jika aku menang, aku akan hidup. Jika aku tidak bertarung, aku tidak akan bisa menang. " Balas Mikasa sambil pergi
" Hei! "
" Kau terlalu naif, Mikasa. Apa kau ingin mati lalu bertemu Eren di akhirat? " Gumam Naruto.
CUH
Naruto langsung membuang permen karet yang ia kunyah. " Hei, memangnya kita dilatih untuk membiarkan teman kita bertarung sendirian!? Kalau begini terus, kalian semua hanya akan menjadi lebih rendah dari sampah. " Ucap Naruto lalu pergi menyusul Mikasa
" Aku tidak percaya dia mengucapkan itu. " Gumam Reiner
.
.
.
Berkat ucapan Naruto dan Mikasa, para kadet kembali memiliki harapan untuk hidup. Sementara itu di tempat Mikasa. Mikasa terus membantai semua titan yang ada
" Cepat! Semuanya ikuti Mikasa! " Ucap Naruto
" Kita harus bertarung dengan cepat. " Balas Jean
" Kita harus menghabisi mereka sebelum kita kehabisan gas. " Ucap Naruto
" Mikasa memang hebat. Bagaimana caranya dia bergerak secepat itu? " Puji dan tanya Conny
'Tidak, dia terlalu menghamburkan gas. Kalau begini, gasnya akan segera habis. Mau sekuat apa dia, selama dia tidak bisa bermanuver, dia tidak bisa berbuat apa – apa lagi.' Batin Armin
'Dia tidak tenang seperti biasanya. Dia melampiaskan kemarahan dan kesedihannya dengan bertarung . Apa ini karena kematian Eren? Bagaimana ini, Grisha-san? Misi yang telah diberikan dari 'dia' telah gagal. Aku harus mencari titan yang telah memakan Eren.' Batin Naruto
Dan benar saja. Mikasa kehabisan gasnya dan jatuh ke salah satu sudut bangunan
" Mikasa! " Teriak Armin
" Sial! " Umpat Jean
" Jean, kau yang pimpin tim ini. Conny, ikut aku bersama Armin. Kami akan menyusul nanti. " Ucap Naruto menyusul Armin yang diikuti oleh Conny
.
.
Di tempat Mikasa
Saat ini, Mikasa berbaring telentang di atas sebuah tempat sampah.
'Terjadi lagi.' Batin Mikasa sembari mengangkat pedangnya yang telah patah. 'Aku telah kehilangan keluarga lagi...' Batinnya melanjutkan. Kemudian ia turun dari tempat sampah itu.
Dengan cepat Mikasa langsung berlutut. 'Kepedihan ini terasa lagi. Apa aku harus memulaii hidup yang baru bersama Naruto?'
DUK DUK DUK DUK
Terdengar langkah kaki Titan berjalan ke arah Mikasa.
'Dunia ini kejam... dan sangat indah...' Batin Mikasa sambil mengingat pertemuannya dengan Eren. 'Aku telah melalui hidup yang indah.'
Mikasa hanya terdiam dan pasrah saat Titan gendut yang mendekatinya. Titan itu bersiap untuk memegang Mikasa dan memekannya. Namun...
SRING
Dengan reflek seorang Ackerman, Mikasa menghindari tangan Titan itu.
'Eh!?' Bahkan dia sendiri terkejut mengapa ia memilih menghindar.
Berkali – kali Mikasa diserang oleh Titan itu
'Mengapa!? Padahal kukira aku sudah menyerah... Mengapa aku malah melawan? Untuk apa!? Padahal hidupku sudah tidak berarti lagi. Apa yang membuatku seperti ini?'
Mikasa yang mulai ketakutan dan kewalahan berusaha lari ke belakang. Namun, muncul titan dengan rambut gondrong berjalan ke arahnya. Mikasa dikepung dari 2 sisi.
" Bertarunglah! Bertarunglah! Bertarunglah! Bertarunglah! "
(NB: kalimat yang digarisbawah atau di-underline adalah ucapan Eren di kepala Mikasa)
Kemudian ucapan Eren terngiang – ngiang di kepala Mikasa. Ucapan saat Eren akan dibunuh oleh penculik yang menculiknya dulu.
" Eren... "
" Bertarunglah! " Kata itu semakin terngiang – ngiang di kepala Mikasa. " Kau harus bertarung. Bertarunglah! Bertarunglah! "
Mikasa yang terus mendengar suara itu menangis.
'Maaf, Eren... Aku tidak akan menyerah... Aku tidak akan pernah menyerah lagi... Jika aku mati, aku tidak akan bisa mengingatmu lagi... Karena itu... apapun yang terjadi... aku pasti menang... Apapun yang terjadi, aku akan bertahan hidup.'
" AAAAAAA! " Mikasa yang siap melawan titan itu berteriak. Namun...
BUM
BLAR
Si titan gondrong meninju kepala si titan gendut. Bahkan Mikasa sempat terlempar karena hentakan kaki si titan gondrong yang nyaris mengenainya. Mikasa terhempas cukup jauh dan si titan gendut lebih jauh lagi.
" Ada apa ini? " Gumam Mikasa. Dan alangkah terkejutnya saat melihat titan berbadan kekar berdiri dengan gagah setelah menghajar titan yang akan memakannya.
" GGGGWWWAAAARRRRR! " Titan itu meraung dengan keras sehingga Mikasa harus menutup telinganya. Dengan cepat, titan itu menghajar titan gendut itu dengan menginjak – injak tengkuknya.
" Para titan... saling membunuh!?" Gumam Mikasa
Dan setelah si titan gendut itu mati, si titan gondrong berdiri dengan gagah.
.
.
Di sisi lain, Naruto, Armin, dan Conny sedang mencari Mikasa.
" Di mana perempuan itu. Dia itu selalu merepotkanku. " Gumam Naruto
" Mikasa! " Dengan pengelihatannya yang jeli, Armin berhasil menemukan Mikasa. Dengan cepat, Armin langsung mendorong Mikasa hingga Mikasa naik ke atap.
" Mikasa, apa kau terluka? " Tanya Armin
" Sudah puas kau merepotkan orang lain. Untung saja kau tidak mati. Jika itu terjadi, aku bisa dihantui Eren, Carla-san, dan Grisha-"
Ucapan Naruto berhenti saat mengucapkan nama Grisha Yaeger, ayah dari Eren.
" Ada apa, Naruto? " Tanya Armin
" Tidak. Lupakan saja yang terakhir. " Ucap Naruto
" Apa kalian baik – baik saja? Kita harus pergi. " Ucap Conny
Kemudian terlihat 2 titan setinggi 15 meter. Salah satunya adalah si titan kekar yang menyelamatkan Mikasa.
" Ada 2 titan kelas 15 meter. " Ucap Conny
" Tidak... Raksasa itu... " Ucap Mikasa
Kemudian Armin melihat ka arah bangkai titan. Armin sangat ingat jika bangkai itu adalah titan yang berada di dekat Mikasa.
" GGGGWWWAAAARRRRR! " si titan kekar meraung
" RRROOOAAARRR! " si lawan ikut meraung
Terlihat si titan kekar menggunakan kuda – kuda. Dan itu membuat Naruto, Mikasa, Conny, dan Armin terkejut. Dan dengan satu tabokan, si titan kekar menghempaskan kepala si lawan dengan sangat mudah. Terlihat telapak tangan di titan kekar beregenerasi karena ikut hancur saat menabok si lawan. Terlihat si lawan masih bisa berdiri karena tengkuknya belum hancur. Dan dengan cepat si titan kekar menginjak tengkuk si lawan sampai hancur. Setelah memastikan si lawan mati, titan itu pergi mencari mangsa lainnya.
" Dia menghabisi titan lain? " Ucap Conny.
" Dia juga mengetahui kelemahan titan. " Ucap Armin.
" Untuk saat ini, kita harus segera pergi sebelum dia ke arah sini. " Ucap Conny.
" Tidak. Titan itu tidak mengincar kita. Selain itu, harusnya dia langsung menyerang ke kita, bukan ke titan lain. " Ucap Naruto.
" Tampaknya dia juga mengetahui teknik bela diri tangan kosong. Sebenarnya dia itu apa? " Ucap Mikasa.
" Anggap saja dia tipe abnormal. Ada banyak sekali hal yang tidak kita ketahui. Untuk sekarang, kita harus pergi ke markas. " Ucap Conny.
" Tunggu, Conny. Mikasa kehabisan gas. " Ucap Naruto.
" Hah? Kamu serius? " Ucap Conny kaget.
" Ini benar – benar situasi yang merepotkan. " Gumam Naruto.
" Lalu, apa yang harus kita lakukan? " Tanya Conny.
" Sudah jelas kita harus melakukan ini. Meski gas milikku tinggal sedikit, kau bisa menggunakan gas milikku. " Ucap Armin sambil menukar tabung gas miliknya dengan milik Mikasa.
" Armin!? " Ucap Mikasa terkejut.
" Tidak, Mikasa. Ini adalah cara yang paling benar. Ini juga satu – satunya pilihan. Baiklah, dengarkan aku baik – baik. Conny, aku ingin kau menggendong Armin. Aku dan Mikasa akan melindungi kalian. Lalu, kita akan berlindung di balik titan kekar itu. Hanya itu saty – satunya cara supaya kita bisa selamat. " Ucap Naruto.
" Baiklah. " Ucap Mikasa dan Conny.
" Baguslah kalau begitu. Armin, apakah kau sudah selesai? " Tanya Naruto.
" Sudah. " Jawab Armin.
" Oke. Ayo bergerak. " Ucap Naruto. Dan mereka langsung bergerak.
.
Mikasa's POV
Pada saat itu... Aku sangat kebingungan. Aku tidak pernah mendengar kalau titan bisa saling membunuh. Lalu, aku merasa sedikit kagum. Karena apa yang kulihat itu... terlihat seperti kumpulan kemarahan umat manusia.
Mikasa's POV end
.
Naruto's POV
Aku yakin Colossal Titan dan Armor Titan itu penyusup dari 'mereka'. Selain itu, mereka pasti membawa satu atau dua titan lain yang ikut menyusup. Sudah pasti mereka tidak akan membongkar identitas mereka hanya untuk melindungi diri.
Selain itu, titan itu memiliki ciri fisik yang mirip dengan titan biasa. Di antara 9 Titans, hanya Attack Titan, Founding Titan, dan War Hammer Titan yang memiliki ciri fisik mirip dengan titan biasa. Aku yakin... itu adalah Eren. Dia tidak mati. Dia berubah menjadi titan.
Titan itu... Titan yang diwariskan dari 'dia', kemudian kepada Grisha-san, dan sekarang Eren.
"Attack Titan. Aku yakin itu. Sepertinya aku harus membongkar identitasku untuk melindunginya. "
Naruto's POV end
.
.
.
TBC
.
.
.
Yo
Lama nggak ketemu, ya.
Aku yakin sebagian dari kalian pasti tidak merindukanku.
Hah... noraknya aku :(
.
Baiklah, Karena keseringan main game Attack on Titan 2 dan beberapa kesibukan di real life, aku terpaksa jarang update FF.
Jujur saja, saya sudah membuat beberapa draf untuk beberapa FF. Sepertinya, saya akan mem-publish 3 FF dalam waktu dekat. Yang pertama adalah remake Human with his Blade, kedua crossover Naruto dan Shokugeki no Souma, dan yang ketiga adalah crossover Naruto dan HS DxD. Jadi, kalian ingin FF yang mana terlebih dahulu.
Selanjutnya, di sini diperlihatkan Naruto mengenal seseorang yang ia sebut 'dia'. Si 'dia' ini adalah orang yang memberikan Attack Titan pada Grisha. Kalian yang sudah baca manga atau nonton anime-nya sampai season 3 part 2 pasti tahu siapa yang ku maksud.
Selain itu, Naruto juga mengetahi banyak hal tentang 9 Titans atau para fans lebih familiar dengan Titan Shifter atau Shifting Titan.
Selain itu, Naruto juga bersiap untuk membongkar identitasnya. Menurut kalian, identitas Naruto yang sebenarnya itu apa? Titan? Kalau iya, titan apa? Seorang Ackerman? Keturunan keluarga bangsawan? Atau bahkan iblis yang memberi kekuatan pada Ymir Frizt? Coba kalian tebak.
.
Baiklah
Sekian dulu chapter 3 kali ini
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
Bye – bye
