BBH Siblings Series : Plagiarisme
Author : Fossa Olecranon
Genre : Family, Drama
Main Cast : Byun Baekhyun, Byun Baekhee, Nyonya Byun
Length : Series
Note : Typo everywhere. This fanfict is mine. DLDR.
Don't forget to review! Happy reading~
.
.
.
Baekhyun sedang dalam mood yang jelek. Sangat jelek hingga ia tidak berhenti memukul drum di kamarnya. Baekhyun yang biasanya selalu ceria dan berhati-hati ketika memukul drum kini tidak lagi menghiraukan teriakan ibunya yang menyuruhnya berhenti. Ibunya sangat khawatir suara drum Baekhyun akan membuat tetangga sebelah rumah merasa terganggu.
Baekhee yang baru saja pulang ke rumah setelah selesai kursus langsung disambut bunyi pukulan tak karuan dari drum Baekhyun. Baekhee awalnya tak tertarik dan ingin langsung masuk ke kamarnya lalu belajar seperti biasanya. Akan tetapi, suara drum ternyata masih terdengar dari kamarnya yang terletak cukup jauh dari kamar Baekhyun. Baekhee tidak bisa belajar bila ada suara yang mengganggu konsentrasinya. Jadi, mau tidak mau ia mendatangi pintu kamar Baekhyun yang sudah diketuk berkali-kali oleh ibunya.
"Sudah berapa lama dia begini?" Tanya Baekhee pada ibunya yang masih setia mengetuk pintu kamar Baekhyun.
"Setengah jam yang lalu. Tiba-tiba saja dia masuk ke kamarnya lalu memukul drum dengan keras dan tidak seirama. Memukul drum dengan irama saja terkadang masih mengganggu apa lagi yang seperti ini?" omel Nyonya Byun tak karuan.
"Eomma sudah membujuknya?" Tanya Baekhee.
"Tidak lihat ya kalau sekarang eomma sedang membujuk oppamu" kata Nyonya Byun setengah kesal pada Baekhee.
"Eomma 'kan hanya mengetuk pintu si keledai bodoh itu. Mana mungkin dia bisa dengar. Coba buka pintunya" kata Baekhee.
"Pintunya dikunc…"
'Klek' bunyi kenop pintu terbuka membuat ucapan sang ibu terhenti.
"Siapa bilang?" Tanya Baekhee sarkas.
"Ya sudah, bujuk dia hm?" pinta Nyonya Byun.
"Hhh, tanpa eomma suruh juga aku akan membujuk keledai bodoh sialan itu" jawab Baekhee setengah mengumpat.
Baekhee masuk ke kamar tanpa ragu. Tak lupa ia menutup kembali pintu kamar agar tidak mengganggu yang lain. Huh, ditutup saja masih sangat mengganggu apa lagi tidak. Di ruang musik Baekhyun masih memukul drumnya dengan keras dan tidak karuan. Hal itu membuat Baekhee geram. Apalagi setelah melihat Baekhyun memakai headset.
'Heol, pantas saja keledai bodoh ini tidak mendengar eomma, telinganya tersumbat ternyata'
Baekhee menghampiri stopkontak yang terhubung dengan pengeras suara lalu mencabutnya sehingga suara drum yang dihasilkan tidak terlalu besar. Namun hal itu rupanya tidak membuat Baekhyun berhenti. Ia malah semakin keras memukul drumnya hingga membuat Baekhee emosi setengah mati.
"Byun Baekhyun!" teriak Baekhee. Tetapi Baekhyun tetap tak mendengarkannya. Huh, ia harus lebih serius kali ini.
Dengan kecepatan cahaya Baekhee menghampiri Baekhyun dan melepas headset dari kepala kembaran gilanya itu. Ia juga merebut stik drum yang dipakai Baekhyun dan membuangnya ke sudut ruangan, lalu tangannya terlipat tegas di depan dada. Baekhee menatap kembaran gilanya dengan sebal. Baekhyun juga menatap kembaran cantiknya dengan tak kalah sebal. Di saat seperti ini mata mereka seakan terhubung oleh suatu aliran listrik imaginasi.
"Mau apa kau?" Tanya Baekhyun sinis.
"Harusnya aku yang bertanya padamu, apa maumu?" Tanya Baekhee tak kalah sinis. Kembaran sialannya itu perlu dipancing lebih dulu sebelum lanjut ke masalah yang lebih serius.
"Menyerah pada mimpiku?" jawaban Baekhyun yang tidak terduga membuat Baekhee mengerutkan dahinya. Baekhyun salah makan atau salah minum obat sih sampai ia bisa mengatakan kalimat itu dengan gamblang. Lagipula nada suaranya terdengar ambigu, itu terdengar seperti pertanyaan tetapi sebenarnya itu pernyataan.
"Kau gila?" sindir Baekhee. Ia sedikit emosi sebenarnya. Satu-satunya keahlian yang dimiliki Baekhyun kan hanya di bidang musik. Lalu selain menjadi seniman ia akan menjadi apa?
"Untuk apa aku susah-susah menciptakan musik namun tiba-tiba seseorang merebutnya begitu saja?" kata Baekhyun dengan sedikit siratan cerita kekesalannya.
Oh, Baekhee tahu. Baekhyun sedang dilanda sebuah kesusahan yang teramat dalam sebagai seorang seniman. Pesan tersirat Baekhyun benar-benar sampai dengan selamat ke otak pintar Baekhee. Ia sangat mengerti dengan situasi hati Baekhyun saat ini. Perlahan emosi Baekhee menurun. Ia harus menjadi air saat orang yang dihadapinya adalah api bukan?
"Hah… harusnya kau bilang. Tak perlu memukul drum sekeras tadi bodoh, kau bisa menulikan semua telinga di dunia ini" kata Baekhee sarkas. Ingin sekali ia memukul kepala Baekhyun dengan buku fisika tebalnya. Namun sayang, Baekhee lupa membawanya tadi.
"Siapa?" Tanya Baekhee penasaran.
"Pokoknya ada" jawab Baekhyun cepat dan cuek.
"Kau sudah bicara dengannya?" Tanya Baekhee lagi.
"Melihat wajahnya saja aku seperti ingin memukulnya. Kalau aku bicara padanya bukankah dia akan mati?"
"Tahanlah sedikit emosimu" saran Baekhee pendek. Itu terdengar seperti perintah di telinga panas Baekhyun.
"Menahan emosiku? Kau pikir bertemu dengan orang yang sudah mengambil karyamu itu tidak membuatmu emosi?" kata Baekhyun sambil menggebu-gebu. Seniman mana yang suka karyanya dijiplak? Baekhyun sangat pantas untuk marah, tapi tidak dengan cara seperti ini. Baekhee harus memikirkan sesuatu rencana agar emosi Baekhyun sedikit mereda.
"Aku mengerti. Sangat mengerti. Aku bahkan lebih sering mendapatkan hal ini daripada kau" ucap Baekhee prihatin.
"Apa maksudmu?" Tanya Baekhyun tidak mengerti. Baekhee kan tidak pernah menciptakan suatu karya, itu menurut Baekhyun, sih.
"Semua orang selalu menyalin tugas dan pekerjaanku. Lalu mereka mengakui kalau itu perkerjaan mereka sendiri. Menurutmu itu tidak menyebalkan?" kini giliran Baekhee yang berkata sambil mengebu-gebu.
Itu juga merupakan sebagian dari jeritan hatinya. Ia sebal tiap kali ada temannya yang menyalin pekerjaannya dan mengklaim bahwa mereka mengerjakannya sendiri. Akan lebih baik jika mereka bertanya pada Baekhee hal mana yang tidak mereka mengerti daripada harus menyalin keseluruhan pekerjaan Baekhee.
"Ah, mian" lirih Baekhyun. "Tapi tetap saja, ini musik yang aku ciptakan sendiri! Ia menirunya!" seru Baekhyun marah.
"Kau pikir pekerjaanku juga tidak ditiru? Dasar keledai bodoh. Dan juga, jangan marah padaku! Kita sedang bernasib sama, kau tahu?" giliran Baekhee memarahi Baekhyun yang tidak mengerti dirinya.
"A…ara…sseo" cicitan Baekhyun membuat debat mereka berakhir. Emosi mereka yang tadi terlimpah begitu saja kini hilang entah kemana. Ikatan batin antara anak kembar benar-benar bisa dengan mudah membuat mereka baik kembali dengan mudah.
Baekhyun memikirkan perbuatannya tadi. Memang sih, temannya mencontek musik Baekhyun, tetapi seharusnya ia tidak begini. Mereka harus membicarakan masalah ini baik-baik. Ia juga tidak seharusnya membentak dan memarahi Baekhee tadi. Karena Baekhee juga mendapatkan masalah yang sama dengannya walau sedikit berbeda. Baekhyun mengerucutkan bibirnya sambil menatap ke lantai.
"Ck, kenapa aku jadi gemas denganmu?" bisik Baekhee hampir tidak terdengar. Ia sedikit tersenyum disela-sela perannya sebagai seseorang yang juga tersakiti. Dalam hati ia terkikik melihat saudara kembarnya mencicit seperti anak anjing yang ketahuan kencing di karpet.
"Kau bilang apa tadi?" Tanya Baekhyun sambil kembali menatap kembaran cantiknya.
"Tidak ada" kata Baekhee dengan cuek. Ia kembali ke mode seorang yang tersakiti.
"Kau… suka padaku?" Tanya Baekhyun menyelidik. Matanya ikut menyipit seakan-akan menggoda Baekhee yang kepergok menyembunyikan sesuatu.
"Hah?" Baekhee heran. Kembarannya ini kenapa sih? Tadi dia marah-marah sampai membuat gendang telinga Baekhee mau pecah, sekarang dia berlagak menggodanya seakan-akan Baekhee menyukainya.
"Eiy, suka pada saudara kembar itu tidak boleh tahu" goda Baekhyun.
"Yak, siapa yang suka denganmu?" Baekhee rasa Baekhyun benar-benar gila. Dari mana ia mendapatkan pikiran seperti itu?
"Tapi kalau cinta tentu saja harus" kata Baekhyun sambil nyengir kuda.
Ah, Baekhee sepertinya hampir kehilangan jantung.
.
.
.
Holla… Fossa comeback! BBH Siblings sayangku emang ngga bakal bisa bertengkar lama-lama. Kayak Fossa sama kakak Fossa, kalo berantem mesti langsung baikan. Dari kecil juga jarang berantem sih.
Yash, kali ini BBH Siblings update dengan membawa sedikit konflik. Baekhee di sini perannya bukan untuk membuat masalah Baekhyun menjadi tuntas, karena yang bisa nuntasin masalahnya ya Baekhyun sendiri. Baekhee di sini cuma berperan sebagai pereda emosi Baekhyun biar gak gangguin tetangga, hahaha. Trus bagian Baekhyun yang goda-goda Baekhee itu sebenernya cara ngga langsungnya Baekhyun buat minta maaf ke Baekhee. Hehe #nyengirkuda
Baekhyun dan Baekhee ngga bakal incest kok tenang aja. Awal konsep FF ini dulu itu malah Baekhyun temenan baik sama Chanyeol dan Chanyeol suka sama Baekhee gara-gara sering ketemu Baekhee pas main di rumah Baekhyun. Baekhyun di situ berperan jadi mak comblang antara Chanyeol dan Baekhee. Tapi Fossa ganti, soalnya ribet (?) dan ngga pernah sreg juga sama tiap partnya.
Udah lah, silahkan review untuk komentar, kritik dan sarannya~
