Jarang, jarang betul. Konversasi pertama mereka adalah yang terakhir, kalau saja Gumiya tidak memalingkan wajahnya. Kalau saja Mikuo mau melihat kedua matanya. Kalau saja Lenka tidak ditemukan mati dibawah cekikan Gumiya.
Kalau saja Mikuo tidak ada saat itu, rencana Gumiya akan berjalan selancar angin yang meliuk di surai hijaunya sekarang. Itu kalau saja. Itu kalau waktu bisa diputar sesuai kehendak pemuda Nakajima itu.
Tapi, bukannya justru tujuannya mempersuasifi dan melenyapkan Lenka adalah untuk dicintai oleh Mikuo?
"... oh," Gumiya menghela napas, melepaskan bunga terakhir yang ia cabut dari taman penginapan ketika ia menoleh terakhir kali menginjakan kaki disana. Tenggelam, sendirian, kepada laut.
(Gumiya... juga ingin menghilang seperti itu.)
