Maaf ini fic pertama saya ... jadi saya harap anda semua dapat memakluminya !
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Rate : T
WARNING ! maaf kalau fic ini penuh dengan ,
AU,Gaje,OOC...dsb
Naru x Hina
Don't like dont READ !
" LE PAPILLON"
"Hi … Hime ? Ka-kau Hinata kan ? " seru Naruto
"I-iya … " Seru Hinata sambil menundukan wajahnya,Naruto pun melihat Hinata dari Atas sampai bawah.
"Wah-wah , lihat kau sudah besar yah sekarang … hehehe " Seru Naruto dengan senyumannya yang sukses membuat wajah Hinata memanas,namun saat Naruto sedang bernostalgia dengan kawan lamanya itu terdengarlah suara tak diundang dari Kakashi-sensei .
"ehem , bisa kita mulai pelajarannya ? "
Naruto dan Hinata pun langsung duduk di mejanya masing-masing . Dan pelajaran dari Kakashi sensei pun dimulai .
Lalu bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,siang telah berganti menjadi sore siswa dan siswi Konoha-gakuen pun bergegas pulang , dan saat pulang terlihatlah seorang wanita berambut indigo sedang digoda dan diajak pulang bersama oleh beberapa siswa teman barunya di Halaman depan dan dari kejauhan terlihatlah seorang laki-laki berambut pirang yang masih ada dikelasnya sendirian yang tidak sengaja melihat kawan lamanya Hinata dari jendela kelasnya yang sedang di lobby (digoda) oleh beberapa laki-laki teman barunya itu .Naruto pun menghela nafasnya panjang.
"Hhhh … Hebat,baru beberapa jam disini sudah punya banyak penggemar , padahal dulu kau hanyalah…"
Gumam Naruto lirih .
"Hei … ada apa denganku , bukankah seharusnya aku senang,Lihat sekarang Hinata sudah menjadi wanita yang cantik dan sekarang dia sudah tidak dipandang rendah lagi." Batin Naruto marah pada dirinya sendiri.
"lupakan Naruto kau dan dia hanya TEMAN ya teman , tidak lebih..."
Naruto pun merapikan mejanya yang dipenuhi buku setelah itu Naruto pun meraih hand-phone dari saku kirinya dan memasang ear-phone di kupingnya dan melangkahkan kakinya keluar kelas untuk segera pulang dia berjalan santai dan memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana merah-hitam kotak-kotak miliknya, satu kata buatnya dari saya selaku AUTHOR "so cool banget lo !" *dirasenggan*
Saat Naruto sedang walk alone sambil menikmati alunan lagu dari Hand-Phone-nya tiba-tiba terlihatlah sepercik kilatan cahaya yang mengarah kebelakang halaman sekolahnya .
"Ng ?Apa itu tadi ? Jangan-jangan bintang jatuh …Ahh lebih baik aku kesana untuk memeriksanya". Naruto pun bergegas pergi menuju halaman belakang Konoha-Gakuen dan seperti sebelumnya si penguntit masih saja terus mengawasinya dari belakang .
"Sial … sepertinya mereka sudah mulai bergerak ! ini gawat Naruto dalam bahaya !"
Sementara itu Di belakang halaman sekolah …
"Ugh ,sial sakit sekali … Hei Sasori apa kau yakin energi itu berasal dari tempat ini ! " Seru seorang laki-laki berambut pirang yang memiliki poni menutup sebelah matanya.
"Jaga ucapan-mu Deidara ,apa kau meremehkan benang pelacakku ! " Seru Sasori pada partnernya Deidara.
"Hei-hei kenapa kau galak sekali sih , aku kan Cuma bercanda atau jangan-jangan kau sedang mens hari ini ? " Seru Deidara.
"Kubunuh kau sekali lagi bicara seperti itu …" Seru Sasori datar.
"Apa kau yakin bisa membunuhku Tuan Sa-so-ri ?" Celetuk Deidara dengan nada mengejek.
"Cihh,seandainya aku tidak dalam misi , aku pasti sudah membunuhmu sedari tadi " Batin Sasori.
"Oh iya Sasori , dimana posisi benda itu … apa dia ada di sekitar sini?"Seru Deidara
"Ya,aku belum bisa pastikan tapi aku yakin posisi kita sudah benar …"Seru Sasori datar .
"Baiklah kalau begitu …"Lalu munculah benda kecil mirip Burung dari tangan Deidara dan dia melepas burung itu terbang masuk kedalam gedung Konoha-gakuen high school .Dan tak lama kemudian terjadilah ledakan besar yang menghancurkan Konoha-gakuen high school.
"Hei ,apa yang kau lakukan Deidara ?"Seru Sasori kaget karena ulah partnernya.
"Nah , dengan begini kita akan mudahkan mencarinya …" Seru Deidara santai .
"Hhh,terserah !" Seru Sasori pasrah dengan kelakuan partnernya yang semena-mena.
Tanpa mereka sadari ternyata Naruto melihat kejadian itu dan sekarang dia sangat syok dengan apa yang baru saja iya lihat . Tanpa Naruto sadari iya berjalan mundur dengan kaki gemetaran dan sepertinya ini hari sial untuknya saat iya berjalan mundur iya tak sengaja menginjak ranting kering.
"Siapa disana ! " Teriak Sasori .
Naruto pun terjatuh , dia tidak bisa menggerakan kakinya matanya terbelalak ,dia benar-benar sangat takut saat itu .
"Wah-wah ! Lihat ada manusia , Maaf tuan Sasori tapi bolehkah aku bermain-main dengannya sebentar …"Seru Deidara dengan wajah sumringah.
" Kita tidak punya banyak waktu … "
"Hahhh , membosankan,yasudah terserah kau saja "
Lalu Sasori-pun mencodongkan tangan kirinya kearah Naruto , sesaat Naruto bingung dengan tingkah dari Sasori yang mencondongkan tangannya yang kosong kaearahnya tapi beberapa saat kemudian bola matanya membulat ,karena tangan kiri Sasori berubah menjadi sebuah senjata mirip Basoka .
"Selamat tinggal , Makhluk Bumi ! Tiiiiit ! Zlep "
Belum sempat Sasori menembakan senjatanya ternyata ada sesosok wanita bersayap yang menghentikan aksi Sasori dengan melepas anak panahnya kearahnya dan sukses membuat tangan Sasori putus .
"Hentikan sekarang juga … " Seru Wanita tersebut. Deidara Naruto dan Sasori pun menoleh kearah pusat suara .
"Wew …Kushina ! lama tidak bertemu,wah-wah sudah kuduga ternyata Orochimaru memang gagal membunuh mu …" Seru Deidara santai .
"Cepat lepaskan anak itu …!" Seru Kushina lantang . Lalu Sasori-pun melepas Naruto dan kini dia menatap Kushina tajam .
"Deidara … kau tetaplah disini jaga anak itu , biar aku yang menghadapi Bedebah ini!"Seru Sasori geram karena Kushina berani memotong sebelah tangannya .
"Dengan senang hati Tuan Sa-so-ri …" Jawab Deidara santai .Lalu terjadilah pertarungan yang diantara Kushina dan Sasori .Pertarungan mereka sungguh Dahsyat dan mengakibatkan bangunan-bangunan disana hancur berantakan , satu Jam pun berlalu mereka berdua sangat seimbang namun putusnya sebelah tangan Sasori adalah petaka baginya . Disaat Kushina sudah terpojok Sasori mencondongkan tangan kirinya yang putus kearah Kushina dan mengunci gerakannya dengan tangan kanannya.
" Mati kau Kushina ! Ng ,kenapa benda ini … sial aku lupa tanganku … " Seru Sasori lupa tangan kirinya rusak akibat serangan mendadak Kushina tadi.
"Hosh…sepertinya …hosh ini bukan hari keberuntunganmu Sasori " Dan dengan cepat Kushina menendang perut Sasori , Sasori pun terpental jauh dan membentur pohon sepertinya Kushina tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini , Kushina-pun langsung membidik Sasori dengan busur putihnya dan melepas anak panahnya .
"Tamat kau Sasori …Zlep"
Dan anak panah itu sukses menembus kepala dari Sasori dan membunuhnya .
"Plok-plok-plok … Amazing! Beautiful …" Puji Deidara kepada Kushina yang telah berhasil membunuh partnernya Sasori .
"Sudah kuduga,Tuan Sasori terlalu percaya diri , hhh dasar bodoh ! " Gumam Deidara kepada jasad Sasori.
"Hosh…cepat …Lepaskan anak itu …" Seru Kushina dengan nafas terputus-putus karena kelelahan . Deidara-pun menyeringai bengis kearah Kushina .
"Hhh … ambil saja , tapi itu juga kalau kau mampu Nona Ku-shi-na !" Seru Deidara dengan tatapan meremehkan . Lalu terjadilah pertarungan diantara mereka tapi kali ini berbeda ,pertarungan kali ini sungguh berat sebelah . Kushina yang baru saja menghadapi Sasori sepertinya sudah kehabisan tenaga dan kini sepertinya dia sudah tak bisa melakukan apa-apa .
Lima belas menit kemudian …
"Hhh,membosankan apa hanya ini kemampuan mu ! " Seru Deidara sambil menginjak-injak tubuh Kushina yang terkapar lemah .
"La-larilah nak pergi dari sini ! …hosh .uhuk-uhuukk"
"Hei , masih bisa bicara rupanya … "
Melihat Deidara yang terus saja menginjak-injak tubuh wanita yang menolongnya tentu saja membuat Naruto marah dan dengan segenap keberanian yang dia punya dia pun berlari sambil membawa sebilah Balok dan memukul kepala Deidara dengan Balok itu . Deidara sontak langsung menoleh kearah Naruto dan menatapnya tajam .
"Wah-wah , berani juga anak ini memukul kepala ku ! "
Lalu Deidara pun beralih ke Naruto dia mencengkram kerah bajunya dan mengangkat Naruto keatas . Lalu tidak lama kemudian munculah benda mirip laba-laba dari tangannya .
"Mati kau bocah …"
"Jangan ! ku-kumohon jangan lakukan i-itu … bunuhlah aku tapi jangan anak itu … uhuk-uhk" Seru Kushina sambil memeluk sebelah Kaki Deidara .
" Ng ? Wah-wah , sungguh menyedihkan… apa aku harus menangis saat ini ? satu Pria bodoh tak punya otak dan yang satunya Wanita penjilat sungguh mengharukan ! " Seru Deidara . Deidara pun menatap Kushina tajam lalu tak lama kemudian seringaian bengis terpampang di bibirnya .
"Baiklah jika itu mau-mu ,kau yang memintanya …jadi selamat tinggal Uzhumaki … KUSHINA!"Seru Deidara sembari melepaskan cengkramannya dari Naruto dan mengeluarkan benda mirip Laba-laba dari tangannya .
Ditempat lain …
"U-Uzhumaki katanya …" Batin Naruto terkejut karena ucapan Deidara dia pun teringat perkataan Pamannya Jiraiya sebelum iya wafat 5 tahun silam .
"Naruto …"
"Hiks i-iYa …Paman …"
"ini …"
"Apa ini Paman …"
"Simpanlah , Ini adalah benda yang sangat berharga dan juga sangat berbahaya .uhuk-uhuk ! "
"Paman bertahanlah …! "
"Hhh , Sepertinya Paman sudah tidak punya banyak waktu …"
"Paman bertahanlah , ja-jangan bicara seperti itu Pa-paman tidak boleh mati, ja-jangan tinggalkan aku sendiri Paman kumohon Paman bertahanlah Paman hiks! "
"Hahaha , Naruto apa yang kau katakan ! Baiklah sepertinya sudah tidak ada yang perlu kusembunyikan darimu …'
"Pa-paman apa maksudmu …"
"Naruto sebenarnya Ibumu masih hidup , dia masih ada di Bumi ini , uhukk ..uhukk kau tidak sendiran naruto .uhuk "
"Paman sudahlah hiks , aku tidak mau dengar kau bicara lagi … "
"Naruto ingatlah … Ibu-mu selalu disamping-mu ,dia selalu menjaga-mu secara tidak langsung uhuuk-jadi ja-jangan khawatir …"
"Paman hiks…kumohon berhentilah bicara … "
"Uhuk … Naruto kau mirip sekali dengan Ibu-mu…uhuk..uhuuuuk ..Uzhu ..uhuk MAKI ! Uzhumaki Kushinaaaa ..uhukk ..tiiiiiiiiiiiiiiiittttttt ! "
"Paman ? Hiks … Paman ? Hiks ..Pamaaaaan ! "
Kembali ke Naruto …
" Ibu … ? Uzhumaki …? "
Sejenak Naruto menatap nanar Kushina yang tergeletak tak berdaya diinjak-injak oleh Deidara dan beberapa saat kemudian emosinya mulai meluap urat sarafnya menegang , tubuhnya gemetar . Pupil matanya mengecil,mengecil dan tak lama kemudian dia bangkit berdiri dan mengepal kedua tangannya.
Lalu tiba-tiba munculah aura putih samar-samar dari tubuhnya dan beberapa saat kemudian menjadi sumber cahaya yang sangat dahsyat yang menghempaskan benda-benda disekitarnya, Mata Naruto memutih bola matanya menghilang entah kemana Naruto mengangkat tangannya dan tak lama kemudian munculah Kusarigama bergagang Hitam panjang dari setelah itu munculah sayap-sayap putuh indah dari Punggung Naruto . Deidara pun reflek menoleh kearah pusat energi dahsyat tersebut matanya terbelalak , kakinya gemetar …"Oww shit !" Naruto pun menatap Deidara tajam .
"Lepaskan… Lepaskan IBU KUUU BANGSAAAAAAAAAAT ! " Teriak Naruto geram yang sukses membuat benda-benda disekitarnya hancur dan terpental kesegala arah .
Ditempat lain …
" Cahaya apa itu barusan sepertinya berasal dari Konoha-Gakuen high school …" Gumam Laki-laki berambut mirip pantat ayam Sasuke,apa sudah di mulai ?.
Kembali ke Naruto …
Hal itu sukses membuat Deidara ketakutan dia pun mengeluarkan sebuah benda besar mirip Burung dari tangannya dan menaiki benda itu dan benda mirip burung itu pun terbang melayang . Ya ,saat itu Deidara mencoba kabur . Tapi sepertinya usahanya sia-sia , karena dengan cepat Naruto sudah ada didepannya dan menebasnya dengan Kusarigama Hitam miliknya , dan sukses membelah tubuh Deidara menjadi dua dan setelah itu meledak di langit-langit . Setelah itu Naruto pun menghampiri tubuh Kushina yang tergeletak lemah ditanah dan merebahkan tubuh itu kepangkuan tubuhnya yang sudah dalam mode manusia .
"Na-Naruto kau kah itu nak …" Seru Kushina lirih .
"I-Ibu !? … " Kushina tersenyum dan mengelus lembut rambut jabrik Naruto .
"Kau sudah besar nak … Dan kau mirip sekali dengan ayahmu uhuuk-uhuuk" Seru Kushina lemah .
"Su-sudah hentikan … aku akan membawamu kerumah sakit …" Seru Naruto sambil membopong tubuh Ibunya namun disaat Naruto mengangkatnya Kushina langsung menarik tangannya .
"Naruto…sudahlah ,a-aku tak akan selamat …uhuk-uhuk …"
"Ja-jangan bicara lagi , hentikan … kau pasti akan selamat !" Seru Naruto kesal karena ucapan Ibunya.
"Sudahlah Naruto…Hentikan ! uhuk … " Teriak kushina dan hal itu sukses membuat Naruto melunak dan terdiam.
"Naruto …"
"I-iya …"
"Apa kau masih menyimpan gantungan itu ?"
"Ng ? Ti-tidak aku-aku sudah memberikannya ke seseorang .Me-memangnya kenapa …"
Tiba-tiba Kushina memukul kepala Naruto .
"Anak bodooohh … apa kau tahu benda itu sangat berbahaya ,benda itulah yang mereka incar "
" Ng ? … "
"Kepada siapa kau memberikan benda itu …"
"Mmm, kepada si-siapa ya …"
"Hhh , Naruto uhuk … kau harus membunuh orang itu … uhuk-uhuk !"
"Uaaaapaaa ? , memangnya kenapa aku harus membunuhnya …"
"Karena hanya bangsa manusia yang pernah menyentuh gantungan itu yang bisa melepas segel dari Stroj Rukobi …uhuuk!
Melihat ekspresi Naruto yang bingung membuat Kushina menghela nafas pasrah .
"Naruto apa kau tahu siapa mereka tadi , dan kenapa mereka memiliki kekuatan yang tidak masuk akal … Mereka adalah sejenis Stroj (Mesin) yang hidup di dimensi lain … mereka ingin membangkitkan Stroj terkuat mereka yang selama ini tersegel . Dan segel itu memiliki kunci dan kunci itu ada di bumi ini dan selama ini bangsa kita bangsa Papillon secara turun temurun menjaga dan melindungi Kunci itu , Apa Paman mu tidak pernah bercerita kepadamu dan apa kau tidak tahu penyebab kematiannya haah ?" Seru kushina panjang.
"Ng ? aku tidak mengerti … "
"Uhuk-uhuk … "
"Ng ,, eh bertahanlah …" Seru Naruto Panik.
"Naruto sepertinya Ibu sudah tidak punya banyak waktu lagi …Ambilah Livre ( Kitab ) ini , bacalah dan pelajarilah … ini adalah Buku yang akan mengajari-mu dan membantu-mu mengalahkan bangsa mereka …Uhuk-uhuk "
" … "
" Naruto Dunia bergantung padamu ! Jagalah Bumi ini baik-baik … aku yakin kau pasti orang yang selama ini ditakdirkan .Jagalah dirimu baik-baik karena jika kau mati Tamatlah Bumi ini Uhuk-uhuk "
"Sudahlah ,, hentikan ! jangan bicara lagi !"
"Naruto … ingatlah kekuatan besar melahirkan kewajiban besar , jadi jangan pernah coba-coba untuk lari dari kewajiban-mu ini … uhuk-uhuk…aku tahu ini sangat mendadak dan tidak bisa dipercaya dengan akal sehat manusia , tapi inilah kenyataannya , kau adalah satu-satunya Bangsa Pappilon yang tersisa …uhuk-uhuk"
"Hentikan … berhentilah berbicara …hiks"
"Naruto … bisakah Ibumu yang jahat ini meminta satu permohonan padamu anak-ku untuk yang terakhir kali …"
"…hiks …hiks "
"Bisa kau panggil aku Ibu sekali lagi …uhuk-uhuk-uhuk… "
"Hiks …hiks … I-I-IBU … " Seru Naruto lirih tapi masih dapat didengar Kushina .Kushina pun tersenyum .
"Uhuk-Uhuk … Te-terimaksih Naruto anak-ku …deg-deg…deg…."
"Ibu ? Ibu bangunlah hiks , kau belum mati kan , Ibu … Ibu … Ibuuuuuuuuuuuuuu ! "
Burung-burung gagak pun beterbangan dari pepohonan menjatuhkan bulu-bulu mereka yang rontok ketanah , dan menjadi saksi kematian Kushina si penguntit di bawah sinar Bulan Sabit . Naruto-pun mengangkat jasad Ibunya dan membawanya kesebuah tebing tinggi dan membakar jasadnya dan setelah itu membuang abunya ke samudera terdekat .
"Ibu …Apa kau bisa mendengar-ku , Kau tenanglah di Alam sana …aku berjanji akan membalas mereka yang telah menyakiti-mu … menyakiti kita. Karena itulah takdir-ku… " Gumam Naruto dalam hati .
Lalu Di sebuah Gua besar gelap terlihatlah Laki-laki berambut pirang berkuncir berjalan terpinjang-pincang …
"Hosh…huntung saja , hosh aku bisa menipunya dan melarikan diri , hosh … " Lalu dia berjalan tertatih-tatih menuju sebuah Gerbang besar dan beberapa saat kemudian gerbang itu terbuka dan menampilkan beberapa makhluk yang terlihat tidak jelas .
"Deidara ? … Apa yang terjadi … Dimana Sasori "Seru Makhluk bermata Merah dengan tiga tomoe di pupilnya.
"Maaf , Tuan dia sudah tewas … dia dibunuh Kushina "
"Hhh , Mati ? Lalu bagaimana … Apa kau membawa benda itu … "
Raut wajah Deidara pun berubah menjadi pucat pasi saat makhluk itu bertanya seperti itu . Keringat dingin keluar dari sela-sela Dahinya .
"Ma-ma-maaf Tuan … tapi se-sepertinya aku-aku … " Belum sempat Deidara melanjutkan kata-katanya makhluk yang ia panggil Tuan langsung memotongnya .
"Apa kau tidak berhasil ?"Seru Makhluk itu datar .Deidara hanya menunduk , tapi hal itu sudah cukup menjadi jawaban bagi makhluk itu .
"Kau tahu-kan Deidara , aku paling benci kegagalan dan kau taukan konsekuensinya …"
"Tu-tuan, Kumohon ma-maafkan aku , tolong berikan aku satu kesempatan , aku berjanji akan berhasil membawa kunci itu … Kumohon …" Seru Deidara gagap wajahnya sangat pucat kala itu sepertinya dia sangat ketakutan .
"Maaf Deidara … Kisame !? " Serunya datar.
"Ya Tuan Madara … ?"
"Habisi dia ! "
"Dengan senang hati …"
Lalu tiba-tiba munculah pria besar berwajah aneh berkulit biru dengan tiga goresan kecil di bawah matanya . Dari kesimpulan yang saya lihat dia mirip sekali dengan predator laut bernama Hiu . Pria itu membawa benda besar mirip pedang dipunggungnya dan tidak lama kemudian dia menghampiri Deidara . Deidara pun sontak menatap Pria berkulit biru itu dan menatapnya nanar .
" Kisame … hentikan , kita satu kelompokkan ingatlah kita satu kelompok Kisame ! " Seru Deidara panic.
"Persetan dengan kelompok , kau tahu Deidara sudah lama aku ingin membunuh-mu … hahaha…"Seru Kisame dengan wajah bengisnya tak lama kemudian dia menarik gagang benda mirip pedang itu dan mengayunkannya kearah Deidara. Mata Deidara pun membulat . Tubuhnya gemetar hebat .
"Brengseeek … bangsaaat kau kisameeeee … Craaaaaat "
Kepala Deidara pun putus dengan indahnya dan menggelinding kearah Ketua kelompok tersebut ketua kelompok itu pun menginjak kepala Deidara yang putus hingga hancur tak berbentuk.
"Aku tidak butuh orang yang tidak berguna … " Seru Makhluk bermata Merah dengan tiga tomoe 'Madara' santai.
"Hidan … Kakuzhu ! … " Teriaknya . Lalu tak jauh dari sana munculah dua sosok yang tidak jelas karena kegelapan pekat yang menyelemuti tempat itu .
"Aduuuh … merepotkan …" Seru Laki-laki berambut klimis malas .
"Sudah diam dan tutup mulutmu ! " Seru Pria bermasker dingin .
"Bersiapalah ke Bumi ! "
Ditempat lain … terlihatlah beberapa mobil Stasiun Tv Nasional Jepang , mobil polisi dan beberapa masyarakat Konoha-gakure sedang berada di Konoha-gakuen high-school yang hancur karena kejadian kemarin . Sepertinya ini akan menjadi berita menggemparkan ke seluruh Jepang , kenapa saya beranggapan seperti itu , Karena tak jauh dari sana mereka menemukan sebuah potongan tangan mirip basoka berada disana yang bahkan ilmuan-ilmuan dunia belum pernah berhasil membuat karya seperti itu sebelumnya ,Lalu tak jauh dari sana tampaklah Naruto sedang berjalan sendirian .
"Sial … ternyata aku belum membuang tangannya , hhh yasudahlah " Lalu Naruto kembali berjalan menjauh dari sana . Dan beberapa saat kemudian tibalah Naruto disebuah Rumah Mewah nan megah dan berdiri didepan pintu masuk rumah tersebut …
"Tok-tok-tok … Permisi !"
"Ya … Sebentar …aduh siapa sih pagi-pagi sudah berisik sekali ?" drap-drap-drap
"Ng … Naruto-kun …? A-ada apa tu-tumben kerumahku pagi-pagi seperti i-ini … "
"Kenapa ? Keberatan ? Baik aku pulang … "
"Ekh … Bu-bukan begitu Naruto-kun … Ha-hanya saja aku-aku …"
"Hhhh , Hanya apa ? Canggung ? "
"I-iya … "
"Hahaha kau ini jujur sekali , kau memang tidak pernah berubah ya hmm …" Hinata Blushing dan menundukan wajahnya.
"…"
"Hinata-chan ada waktu …?"
"Ng … sepertinya ada …me-memangnya ke-kenapa ? "
"Bagus…!" Serunya semena-mena sambil menarik tangan Hinata keluar dari gerbang rumahnya .
"Na-Naruto-kun sebenarnya ada a-apa ini … ?" Tanya hinata bingung dengan tingkah Naruto yang tidak seperti biasanya .
"Aku ingin meminjam-mu hari ini …"
"Ng …?"Hinata cengo.
"Kencan !" Serunya datar.
"Ng ? " Hinata masih cengo .
"Kita Kencan … "Serunya tetap datar . Hinata Blushing.
"A-apa …" Hinata mulai bergagap-ria.
"perlu kuulangi ?"Seru Naruto Santai . Hinata berdebar-debar.
Hening sejenak .
Karena Naruto lama Hinata pun lemas , wajah Hinata memanas dan membuat Naruto tersenyum lembut . Tak lama kemudian Naruto berhenti berjalan dan menyentuh lembut kedua pipi Hinata dan menatap Amelhystnya dalam dan mendekatkan wajahnya dan tak lama kemudian dia menyeringai .
"Ehm,Listen Hinata-chan … You and Me ! Kita … K-E-N-C-A-N , Kita kencan Hinata-chan mau tidak ?"
"Ap-apa ini mimpi Kami-sama …" Batin Hinata.
"Ya Kita Kencan untuk yang pertama dan yang … Terakhir !" Batin Naruto.
To be continue …
Permisi maaf kalau ceritanya jadi aneh dan ga nyambung tapi jujur cerita ini ga nyambung karena gw percepat alur ceritanya cozz sepertinya cerita ini kurang diminati para readers .Tadinya sih gw pengen apus aja tapi gw inget pesan Ibu gw yang tercinta "Mengerjakan sesuatu itu jangan setengah-setengah" Jadi gw lanjutin aja deh .Hehehe
Sekedar informasi mengenai Kusarigama : atau dalam bahasa indonesia di sebut Rantai Sabit adalah senjata Tradisional Jepang ( Senjata Sango di Film Inuyasaha ) Tapi punya Naruto agak berbeda Kusarigama milik Naruto lebih mirip senjata Hidan tapi bedanya mata sabit Kusarigama Naruto satu sedangkan Hidan tiga maaf buat penggemar HIDAN karena senjatanya gw tiru hehehe .
Dan yang terakhir Maaf jika ada kesalahan penulisan dan sebagainya dan maaf jika Hinata belum berperan banyak di chapter ini. Dan sekali lagi terima kasih anda mau mampir melihat Fic saya yang menurut saya aja aneh apa lagi anda ?
Bye … :)
