aku bukanlah gadis lugu yang kebanyakan orang – orang kira kai". Tangan kyungsoo menyelusup masuk kedalam kaos milik kai meraba abs kai yang terpahat begitu sempurna. kalimat itu terdengar merdu oleh kai.

Kai mengerang, kyungsoo habis kau malam ini!

LAST KISS

No plagiat!

*FF pertama *

GS

Kaisoo

Bahasa tidak baku

Typo bertebaran

RATED M

Sangat mengharapkan

Kritik dan saran

Di kolom

REVIEW

HAPPY READING

.

.

.

.

.

.

.

.

Kyungsoo menyipitkan matanya, berusaha mengerjapkan mata bulatnya. ia merasakan seluruh badannya remuk. Apalagi bagian bawahnya, semalam kai sungguh luar biasa kasar .

Kyungsoo berusaha bangun tanpa membangunkan kai disebelahnya, ia menyibakan selimut tebalnya dan berjalan berjinjit segera berlari kekamar mandi.

Kyungsoo menatap tubuh telanjangnya di depan cermin saat ia selesai mandi. Banyak terdapat bercak berwarna biru keunguan seluruh tubuhnya apalagi disekitar payudaranya. ia menatap dirinya dalam. Teringat akan hubungannya bersama kai.

hubungan mereka memang terbilang belum lama. Dimulai dari kyungsoo yang menyatakan cintanya terlebih dahulu dan diakhiri dengan desahan – desahan mereka. Sampai saat ini mereka masih menyembunyikan hubungan mereka pada jongin. Kyungsoo sebenarnya tidak tega harus membohongi jongin terlalu lama, Namun kai menyuruhnya untuk tetap merahasiakannya.

Kyungsoo terlalu mencintai kai, sehingga ia menurut apa saja yang dikatakan kai padanya meskipun kai bersikap misterius, dan sulit ditebak. Kyungsoo tahu bahwa kai tidak benar – benar mencintainya karena terlalu banyak yang dirahasiakan kai. Entah kyungsoo tidak tau apa itu tapi ucapan kai seolah dibuat – buat dan terkesan tidak tulus, namun kyungsoo menutup diri dan membodohi dirinya sendiri. Enggan melihat kenyataan. Kyungsoo terlalu buta sekarang.

toktok… "kyung " kyungsoo terlonjak kaget saat kai memanggil dan mengetuk pintu dari luar kamar mandi.

"iya aku baru saja selesai kai" jawab kyungsoo setelah membuka pintu kamar mandinya. terpampanglah wajah datar kai yang tanpa basa basi masuk kekamar mandi.

Kyungsoo merapikan kamar kai, mengganti selimut, menyapu, dan mengepel seluruh rumah kai. Khusunya bagian kamar kai dan ruang tv. Ini adalah hari minggu jadi kyungsoo mempunyai banyak waktu lebih lama untuk menemani kai pikirnya.

Kyungsoo melirik handphonenya saat ia sedang mengambil beberapa sampah mie dan juga kaleng soda di meja.

Ia mengerenyitkan dahinya saat melihat begitu banyak pesan yang ia terima semalam.

From : jongin

soo, apa kamu sudah pulang?

From: jongin

Soo aku kerumah mu ya

From : jongin

Soo balas pesan ku, aku didepan rumah mu

From : jongin

Kata ibu mu kamu tidak pulang hari ini, benar kamu menginap dirumah baekhyun?

From : jongin

Kamu dimana?

Aku barusan kerumah baekhyun. Kamu tidak ada?!

From : jongin

Kamu kemana? Aku khawatir

*Dan masih banyak lagi pesan – pesan serupa yang dikirimkan jongin*

Begitu banyak pesan yang kyungsoo terima. Sampai ia merasa pusing. Jongin mencarinya semalaman tapi kenapa jongin tidak mencariya dirumah kai dan kenapa kai harus berbohong dengan ummanya soal ia yang menginap dirumah kai.

"kyung, apa yang kau lakukan?" Tanya kai menghampiri kyungsoo. Saat ini kai sudah lebih fresh dengan kaos lengan pendek dan jeansnya serta rambutnya yang ia atur. Kai sungguh tampan dalam benak kyungsoo.

"jongin mencari ku semalaman kai, dan ini eum kenapa kau membohongi umma ku kalo aku menginap dirumah baekhyun?! Da-ann kapan umma mu pulang jongin? cecar kyungsoo namun suaranya sedikit terputus – putus.

"oh itu IYA aku bohong sama umma mu dan umma ku aku tak tahu dia akan pulang kapan mungkin lusa" jawab kai santai.

"…."

"kyung aku harus pergi, ada urusan. Maaf aku tidak bisa mengantarmu pulang" ucap kai terburu-buru, mencium kening kyungsoo yang masih butuh penjelasan darinya kemudian menghilang.

Kyungsoo menahan tangisnya. Ia meneruskan pekerjaan bersih – bersihnya. Dada nya sesak atas perlakuan kai yang meninggalkannya begitu saja. Ia masih butuh penjelasan kai.

.

.

.

Saat dirasa pekerjaan nya sudah selesai. Kyungsoo menata rambutnya dan mengambil tasnya. Sejenak mengambil handphone didalam tas nya.

To : jongin

jonginie apa kamu sibuk? Jemput aku di taman tempat biasa

kemudian pergi meninggalkan rumah jongin.

.

.

.

.

"maaf soo aku terlambat" ucap jongin terengah engah. Ia baru saja sampai ditaman.

"ia tidak apa – apa jongin" jawab kyungsoo tersenyum manis.

"soo kemana saja kamu semalam?" ucap jongin kemudian terduduk dibangku taman sebelah kyungsoo.

"akuu menginap dirumah minah" ucap kyungsoo berbohong.

Jongin menghela nafas kemudian membuangnya. Ia tau kyungsoo sedang berbohong.

"soo benar kamu menginap dirumah minah?" Tanya jongin lagi.

"iya jongin, apa kamu tidak mempercayaiku?! Jawab kyungsoo sedikit membentak lebih tepatnya.

"hei kenapa marah? Aku hanya bertanya kyungsoo-ya" ucap jongin mencubit pipi gembil kyungsoo.

"eh, tunggu apa ini?! Tanya jongin kemudian menyibak rambut kyungsoo. Jongin menemukan bercak kissmark dileher kyungsoo.

Kyungsoo sudah kalah. Ia menyerah tubuhnya bergetar serasa ingin menangis sekencang – kencangnya, jongin pasti berpikiran yang aneh – aneh tentang dirinya.

"besok –besok jangan main menginap dirumah minah lagi ne? lihat kamu banyak digigit serangga sampai seperti ini" ucap jongin berusaha menetralkan amarahnya agar masih terdengar lembut. Ia tidak bodoh, ia sangat tau kalo itu adalah bercak kissmark. Namun jongin enggan untuk mencecar kyungsoo. Lagipula kyungsoo tidak lagi jujur padanya. Jongin bertekad apapun itu ia ingin tahu apa yang sedang disembunyikan kyungsoo darinya.

Kyungsoo menghela napas lega saat mendengar ucapan jongin tadi. Rahasianya tidak terbongkar. "jong, aku lapar" rengek kyungsoo.

"baiklah kajja kita makan" kemudian menggandeng tangan kyungsoo pergi.

.

.

.

.

Kai's home 08:20pm KST

Seorang pria dengan dengan hodie merah sedang memencet bel sebuah rumah yang terbilang mewah. Ya itu adalah jongin. Setelah sekian lama ia tidak berkunjung kerumah ini. Perasaan jongin saat ini memang sedang tidak enak, seharian setelah mengantar kyungsoo pulang, jongin kembali lagi kesebuah restoran tempatnya bekerja. Saat kyungsoo menghubunginya sebenarnya jongin sedang bekerja namun karena ia sangat khawatir tentang keberadaan kyungsoo yang semalaman menghilang, ia berlari ketaman dimana kyungsoo mengajaknya bertemu.

"jongin" terlihatlah seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik membuka gerbangnya untuk jongin.

"jja masuk, maaf lama membuatmu menungu lama. Eomma sedang mandi tadi" ucap yixing. Wanita paruh baya itu adalah ibu jongin dan tentu saja ibunya kai juga. jongin mengikuti wanita paruh baya itu memasuki rumahnya.

"jongin ini minumannya" ucap yixing sambil menyodorkan teh hangat untuk anaknya.

"terimakasih eomma" jawab jongin singkat kemudian meminum tehnya.

"maaf jongin menyuruh mu datang kesini malam – malam" ucapannya terputus. "bagaimana keadaan appa mu jongin?" Tanya yixing dengan hati – hati.

"appa sudah baikan eomma, kemarin sempat kambuh tapi sekarang sudah baikan" jawab jongin melemah mengingat akan kondisi appa nya selama ini.

"jongin maafkan eomma membuat mu sulit seperti ini, maafkan eomma jongin" yiking meneteskan air matanya.

"…" taka da jawaban dari jongin. Jongin larut akan ingatan – ingatannya bersama keluarganya yang dulu.

"jongin, kamu sangat kurus nak" yixing memeluk jongin dengan terus terisak akan penyesalannya.

"sudahlah eomma jangan menangis, ini bukan sepenuhnya salah eomma hanya saja memang takdirnya yang sudah seperti ini" ucap jongin mengusap punggung eommanya berusaha menenangkan eommanya.

"jongin eomma minggu depan akan menikah" ucap yixing tangisnya semakin menjadi – jadi memeluk jongin erat.

jongin begitu kaget dengan ucapan eommanya yang begitu cepat melupakan appanya bahkan saat ini appa nya sudah sakit – sakitan. jongin marah lalu melepaskan paksa pelukan eommanya. Melihat respon jongin yixing kembali mencoba memeluknya kembali sambil terus menangis. Namun jongin berusaha menghindar dengan melayangkan tatapan kemarahan kepada eommanya itu.

"eomma harap kamu mengerti dengan keadaan kita sayang, perusahaan eomma bangkrut dan eomma banyak hutang, eomma bersalah! Eomma melakukan kesalahan eomma dijebak dan eomma hampir saja dimasukan kepenjara karena kasus penggelapan uang, eomma…eomma dijebak" tutur yixing sambil terus menangis.

"….." jongin berusaha mencerna setiap kata demi kata apa saja yang baru ia dengar. Eommanya begitu tertekan saat ini. Itulah yang dirasakan jongin pada diri eommanya.

"jongin kamu tau kan perihal penyakit kai" yixing menggengam tangan anakya itu. "eomma mau kamu menjelaskannya pada kai, eomma takut kai tidak bisa menerimanya dan malah menambah penyakitnya semakin mengkhawatirkan, eomma menyayangi kalian berdua jongin. Ibu mohon tolong bantu kai melewati ini semua" ucap yixing penuh dengan rasa bersalah.

"baiklah eomma, aku akan membantu kai untuk melewati masa – masa sulitnya".

Tanpa diketahui mereka berdua, seseorang dibalik pintu mendengar semua pembicaraan anak dan ibu itu. Wajahnya penuh amarah dengan nafas yang memburu. Ia mengepalkan kedua tangannya, kuku jarinya memutih siap meledak. Kemudian sosok itu pergi meninggalkan rumah menghilang dalam kegelapan malam.

.

.

.

.

.

TBC

Adakah yang menantikan FF abal ini?

Ini FF pertama ku, dan mohon maaf karena chapter sebelumnya sempet kepotong dan aku salah kasih judul, aku mohon maaf karena update yang keburu – buru. hehe

Kasih kritik dan sarannya ya

Dikolom

Review

Terimakasih

KAISOODYO

*bow