Our Promise
Rated : T
Genre : Romance, humor,dll
Disclaimer : KnB is not mine! Tapi punya om Tadatoshi Fujimaki-sensei!
Summary :
Kanzaki Kaoru, mantan seorang pianis yang kini bersekolah di Yosen Kouko sebagai murid kelas 2 disana. Sejak kedatangan murid baru yang bernama Himuro Tatsuya, seringkali dia melihat bayangan masa lalunya yang dia lupakan dan juga janjinya dengan seorang anak laki-laki! Bad summary, OOC, Typo dimana-mana.
.
.
.
Sudah 3 hari aku tidak sekolah. Kenapa? Aku akan berterimakasih pada Liu-kun, Ookamura-senpai, Fukui-senpai, dan Megumi-chan yang telah mengguyurku dengan air es ketika aku sedang flu sehingga sekarang aku demam. Katanya sih ucapan selamat dari mereka sehingga melakukan ' Ice Bucket Challenge ' kepadaku.
" Hatchim! "
Aku kembali meringkuk di kasurku itu sambil menunggu Megumi-chan pulang untuk memeriksaku. Kulihat jam yang ada didinding, baru jam 11.59. Uh! Ternyata masih lama, ini baru istirahat makan siang. Jujur aku tidak tahan terus berada di dalam kamar asramaku ini, aku ingin pergi kesekolah.
Tring!
Suara itu terus terdengar dari 10 menit yang lalu. Jika ku hitung kini pasti ada sekitar 8-10 mail yang belum dibuka. " Ah mou! Aku tidak tahan dengan suara mengerikan itu! " ujarku sambil mengacak-ngacak rambutku dan berlari tanpa peduli dengan kepalaku yang agak pusing itu untuk mengambil hpku yang ada di atas kulkas ( tentu saja agak jauh dengan tempat tidurku ).
Dan benar saja, ada 9 mail masuk tapi itu bukan dari Megumi-chan saja. Ada Liu-kun, Ookamura dan Fukui-senpai, Araki-sensei, dan 2 alamat email yang tidak aku kenal. Baiklah kita intip (?) isinya!
Pertama dari Megumi-chan..
From : Megumi-Chan
To : Kaoru-Chan
Subject : Lati-Ah! Apapun itu.
Araki-sensei meliburkan latihan hari ini, nanti sepulang sekolah aku, Liu, Kenichi-senpai, Kensuke-senpai, Tatsuya-san dan Atsushi-san akan menjengukmu.
Baiklah pemberitahuan itu cukup tapi dia sama sekali tidak meminta maaf? Dan siapa lagi Atsushi itu?
Argh! Jika saja aku tidak sakit sekarang ini, aku ingin segera meremukan tulang-tulangnya. Baiklah Kaoru, tenang...
Baiklah sekarang dari Araki-sensei..
From : Araki-sensi
To:Kanzaki-san
Subject : Latihan dan lainnya
Hari ini latihan ku liburkan, anak-anakku akan menjengukmu nanti.
Itu tidak ada bedanya dengan Megumi-chan. Aku menghela nafasku sambil menggaruk-garuk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal itu. dan sejak kapan Araki-sensei memanggil mereka ' anak-anakku '.
Aku kembali membuka mail yang selanjutnya yang ternyata dari Fukui-senpai. Kira-kira begini isinya..
From : Fukui-senpai
To : Kaoru
Subject : Apapun itu.
Maaf.
Hening
Hening
Hening
" EEHHHH?! " aku berteriak saking kagetnya. Mimpi apa aku semalam? Jarang-jarang Fukui-senpai meminta maaf padaku. Tapi yang tertulis di mail itu ya MAAF! Tidak lain dan tidak bukan! M-a-a-f! Ahghhhhh!
Tenangkan dirimu Kanzaki Kaoru!
" Huf. Baiklah itu Cuma kebetulan... "
Selesai berteriak ria, aku kembali fokus kepada 'setumpuk' mail yang aku terima itu. Aku membuka mail dari Liu-kun yang sama isinya dengan mail yang dikirim oleh Fukui-senpai ( dan sukses membuatku kaget lagi ). Lalu Ookamura-senpai yang meminta maaf juga, ya itu tidak terlalu mengejutkan sih.
Aku pun berjalan menuju kasurku lagi sambil membawa hpku dan membanting tubuhku. " Membosankan~ " keluhku sambil berguling-guling diatas kasur. " Oh iya masih ada mail yang belum kubuka.. "
Aku melihat mail yang lain, yang ternyata oh ternyata dari Megumi-chan yang hanya berisi ' Kaoru-chan? ', ' Moshimossu~ ', ' Kau tidur ya? ' . baiklah, aku mengabaikan pesan itu dan menuju mail yang alamat emailnya tidak kukenal dan membukanya. Pertama begini isinya...
Kaoru-chan bagaimana keadaanmu?
Untuk pemanggilan namaku yang seperti itu, pasti itu Megumi-chan. Tapi kenapa alamat emailnya tidak kukenal? Kalau Himuro-san? Darimana dia tahu alamat emailku?
Lalu pesan selanjutnya...
Kaoru-chan? Kau tidur? Moshimossu~
Mungkin Megumi-chan. Aku meletakan hpku di dekat bantal dan merebahkan diriku lagi. " Aku ingin sekolah. Aku ingin melihat yang lain berlatih basket.. " gumamku sambil menutup mataku dengan lenganku dan tertidur.
Di Sekolah~
Normal POV
Sementara si hero kita sedang sakit, mari kita lihat keadaan sekolahnya yang mengenaskan dan bobrok ini! ( Author didepak sama Liu dan Himuro karena gak terima sampai ke jalur Gaza dan mati ketembak Israel ( woi ) ).
Kini anggota klub basket ( ples Megumi ) sedang dalam keadaan mengenaskan di atas atap. Kenapa? Mari kita lihat keadaannya.
Liu, ia sedang mengikuti perang mulut ke 122 dengan Megumi perihal makanan untuk menjenguk Kaoru nanti. Ookamura dan Fukui lagi guling-guling. Himuro? Dia lagi nganter Murasakibara ke kantin ( Himuro : kenapa kau tahu? Author : karena saya ' yang maha kuasa ' di cerita ini :V ).
" Membosankan~ " ujar Fukui dengan posisi tiduran. " Dari tadi kita hanya disuguhi perang mulut dua sejoli itu.. " timpal Ookamura yang sukses ditimpuk sama sendal jepit oleh Liu. " Siapa yang dua sejoli!? " teriak Liu dan Megumi.
" Udah dong KDRT nya, ngomong-ngomong jadinya mau bawa apa untuk Kaoru? " tanya Fukui sambil bangkit kini dia dalam posisi duduk sebelum ditimpuk kursi sama Liu.
" Belum... " kini Megumi yang menjawab. " Ini semua gara-gara dia yang ngajak ribut " tunjuk Megumi kepada Liu. " Kau yang duluan... " balas Liu lempeng. " Kau.. " ujar Megumi tak mau kalah sambil menyikutnya yang dibalas oleh Liu dengan menyikutnya lagi. Dan terjadilah adegan ' sikut-menyikut ' yang berujung dengan tangan Liu yang diinjek Megumi.
" Aku bodoh sudah bertanya padamu Taniguchi... " ujar Fukui dengan wajah MADESU. Ookamura pun menghela nafas berat melihat ' adegan ' didepannya itu dan berkata,
" Buah kesukaannya saja! Bagaimana? " usulnya. Hening sesaat. Fukui, Megumi, dan Liu saling memandang dan mengangguk setuju. " Tapi buah kesukaannya apa? " celetuk Liu. Hening lagi.
" Ng, kalau tidak salah sih apel " ujar Megumi dengan nada ragu. " Yosh! Nanti pulang sekolah kita akan beli apel sebanyak sepuluh! " teriak Fukui tiba-tiba sambil mengacungkan kepalan tangannya. " Kok sepuluh? " tanya Ookamura sweatdrop. " Hm? Kagak tahu~ " jawabnya enteng sambil nyengir.
" Jadi gimana setuju ngak sama ide Kenichi-senpai? Bel nya udah mau bunyi lho! " ujar Megumi sambil memijit keningnya. " Setuju aja deh~ " ujar Fukui dan Liu berbarengan dengan nada terpaksa. Kenapa? Karena mereka setuju-gak-setuju sama idenya, mau ngebantah? Mereka ngak punya ide lagi yaudah 'pasrahkan saja' batin mereka berdua.
Tak lama setelah itu bel masuk pun berbunyi.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kaoru POV
Kepalaku terasa sangat berat, badan-badanku pun terasa kaku. Ingin sekali aku membersihkan tubuhku atau lebih tepatnya mandi. Kenapa jam segini aku belum mandi? Salahkan Megumi-chan yang seenaknya akan 'memandikanku' selama aku sakit. Ya, aku tahu itu memalukan, SANGAT malahan.
Aku masih meringkuk diatas kasurku dengan wajah yang sangat merah dan juga kompresan di dahiku dan baskom berisi air ½ dari tingginya disisiku . Untuk kompresan dan baskom itu, aku yang mengompres dan membawa air itu oleh diriku sendiri. Lihat saja titik-titik air yang ada di sepanjang jalan dari kamar mandi hingga ke tempat tidurku. Maklum, aku membawa baskom itu dengan gemetaran.
Aku menoleh sedikit guna melihat jam yang ternyata menunjukan pukul 15.30, seharusnya teman-teman sudah pulang sekarang karena Araki-sensei meliburkan latihan harian itu. setelah itu aku melihat ke meja kecil yang ada di tengah kamar. Diatasnya penuh dengan buku-buku pelajaran yang selalu Megumi-chan berikan sesuai dengan permintaanku.
Tok tok tok!
" Masuk~ ha-hatchim! " dengan lemas aku menjawab ketukan pintu itu diiringi (?) dengan suara bersinku. Karena penasaran, akupun bangkit dari tidurku dengan jaket yang agak tipis ( yang kebetulan berada didekatku ) menggantung dipundakku.
Kriek...
Baru saja aku mau meraih knop pintunya,pintunya sudah terbuka dan menampilkan 2 orang pria. Yang satu berambut hitam dan yang satunya berambut ungu.
" Himuro-san? " gumamku. Ya, lebih terdengar seperti bisikan. " Kaoru-chan harusnya kau tidur saja kan? " ujarnya sambil tersenyum. Lalu dia membuka sepatunya dan masuk kekamarku diikuti dengan seorang lagi yang sangat tinggi sementara aku hanya bengong sambil memegang jaket yang ada dipundakku.
Tanpa sadar 2 orang itu sudah ada dikamarku tapi ada seseorang menghampiriku. Yap siapa lagi selain Himuro-san.
" Kenapa kau terus bengong disitu? Yang sakit kan kau? " ujar Himuro-san dengan senyuma khas-nya sambil memegang tanganku. Sejujurnya, aku tidak sadar aku bengong dari tadi, pada akhirnya aku ditarik oleh Himuro-san kedalam.
" Mejamu penuh sekali buku. Kau benar-benar tidak mau ketinggalan pelajaran ya? Atau kau itu kutu buku? "
" Maaf Himuro-san, itu pujian atau celaan?"
" Menurutmu? "
Lagi-lagi aku kehabisan kata-kata jika menghadapi Himuro-san. Akhirnya aku, Himuro-san, dan satu orang lagi itu berdiam diri. Aku duduk di pinggir ranjang, Himuro-san dan entahlah-siapa-namanya itu membereskan mejaku atau lebih tepatnya Himuro-san saja yang membereskannya. Orang itu baru saja keluar dengan alasan ingin membeli cemilan lainnya.
" Apa kau sudah makan? " tanyanya. " Belum "
" Kau sudah minum obat? "
" Sudah tadi pagi "
" Kalau begitu sekarang kau belum minum lagi? "
" Mau bagaimana lagi? Di aturannya obat itu harus diminum jika sudah makan! Jika keadaanku seperti ini mana mungkin aku masak! Membawa baskom kecil berisi air setengahnya itu juga sudah susah~" ujarku sedikit meninggikan suaraku tapi masih dengan nada lemas.
Dia pun menghela nafasnya dan berjalan kearahku. " Jika kau lapar bilang saja... " ujarnya sambil duduk disampingku dan mengelus kepalaku lembut. Aku bisa merasakan tangannya dikepalaku, elusan yang begitu lembut sehingga tanpa kusadari wajahku semakin memanas.
" Hm? Kenapa? Wajahmu tambah memerah " tanyanya sembari berhenti mengelus kepalaku. " T-Tidak apa-apa kok! Eheheh... " aku menjawabnya sembari bergeser sedikit dan tertawa garing. " Benarkah? " kini dia mendekatiku sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku. Dekat sekali, Walaupun dia hanya mencoba menempelkan keningnya dikeningku tetap saja aku malu. Percuma saja aku mau menghindar, aku berada di pinggir kasur dan juga dibagian kepala kasur yang terbuat dari kayu.
Aku ingin mendorongnya tapi apa daya, aku terlalu lemas saat ini.
Tok tok tok
Nice timing!
Begitu terdengar suara ketukan pintu, Himuro-san pun pergi meninggalkanku dengan wajah datarnya sambil sedikit berlari. Aku menghela nafas lega. Terimakasih kepada orang yang sudah mengetuk pintu karena telah memisahkan ku dengan Himuro-san dari 'adegan' yang terbilang ambigu itu.
Dan terlihatnya 6 orang berbeda tinggi badan masuk ke kamarku. Kalian tahu siapa itu? yep. Megumi-chan, Liu-kun, Fukui-senpai, Ookamura-senpai, Himuro-san, dan juga orang berambut ungu tadi.
" KAORU-CHANN! "
" Megu-"
Bruk!
" Uwaa! Taniguchi! "
" Kaoru bangunlah! "
" Ebuset! Megumi! "
Mau tahu kejadian apa tadi? Megumi-chan melompat untuk memelukku hingga aku terjungkal dan sedikit membentur tembok ( kasurku dekat dengan tembok ). Liu-kun, Fukui-senpai, dan Ookamura-senpai langsung menjauhkan Megumi-chan dariku atau lebih tepatnya menggusurnya.
Aku bangun dari posisiku yang terlentang tadi sembari memegang puncak kepalaku yang sukses mencium tembok tadi. " Itte..." gumamku seraya mengelus-ngelus kepalaku.
" Eheheh, maaf~ " ujar Megumi-chan. Aku mengerucutkan bibirku kesal. " Oh iya! Ini, kami membelinya untukmu " ucap Fukui-senpai sampil menunjukan 1 kantong keresek. " Apa itu? " tanyaku.
" Buah apel. Ya walaupun cuma 10 buah.. " kini Ookamura-senpai yang berbicara. " Berapa? "
" Eh? Sepuluh "
" Bukan itu maksudku! Uangnya! Nanti akan kuganti "
" Tidak perlu! " jawab Fukui-senpai, Ookamura-senpai, Liu-kun, Megumi-chan, dan Himuro-san berbarengan. Sedangkan orang yang bersama Himuro-san tadi? Memasang tampang ' au-ah-gelap ' sambil memakan potato chips nya.
" W-wah masa? Arigatou! " aku menatap takjub mereka. Tidak biasanya mereka memberiku sesuatu tanpa pamrih (-Himuro-san dan orang berambut ungu itu, merekakan baru ).
" Apa kau mau apel? Sini biar kukupaskan! "
Tiba-tiba Megumi-chan langsung menyambar keresek dari tanganku tanpa ba-bi-bu lagi padahal aku belum menjawab mau atau tidaknya. " Megu-"
" Sudahlah, anggap saja permintaan maaf ku.. " ujarnya sambil nyengir. Aku pun bengong ditempat dengan mulut menganga lalu menghela nafas dan tersenyum. " Terserah kau saja " jawabku. Megumi-chan pun tersenyum dan berlari menuju dapur.
" Kalau dilihat-lihat kamarmu berantakan ya~ " celetuk Fukui-senpai. " Eh? Maaf ... " ujarku sambil menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal itu dan mengalihkan pandanganku kearah lain. " Hm? Bahkan kau belajar saat sakit? Super sekali~ " ujar Ookamura-senpai sambil mengambil salah satu buku yang ada di mejaku.
" Ahahah~ " aku tertawa renyah mendengarnya. " Oh iya, apa kau sudah dengar? Kaoru-chan " tanya Megumi-chan yang muncul dari dapur sambil membawa sepiring apel yang sudah dipotong-potong mirip dengan kelinci dan diletakannya di meja dan duduk disebelahku. Aku memiringkan kepalaku dengan watados sambil bertanya, " Tentang? "
" Akan ada festival musim semi di sekolah, dan juga kami tidak tahu kenapa tiba-tiba begitu~ " kini Fukui-senpai yang menjawab. " Eh~? Kalian tahu dari siapa? " tanyaku sambil memakan salah satu apel itu. " Dia~ " jawab mereka serempak sambil menunjuk Himuro-san yang sedang tersenyum. " Himuro-san kau tahu darimana?" tanyaku lagi dengan mulut masih mengunyah apel.
" Data-data yang ada di OSIS. Aku sudah menjadi anggota OSIS " jawabnya enteng. " Uhuk! Uhuk! " begitu mendengar jawabannya aku langsung terbatuk-batuk dan tentu saja dengan kecepatan kilat, Megumi-chan memberi ( baca : mencekokki )ku air minum.
" Fuaahh~ apa kau yakin? Kudengar pekerjaan anggota OSIS itu banyak loh... "
" Tidak apa-apa kok" ujarnya enteng. Aku memasang wajah datar ala Seo Yuzuki dari fandom sebelah(?) dan mengangguk. " Ngomong-ngomong apa kalian mau? Apel? " ujarku lagi sambil mengambil satu potong apel lagi dan detik itu juga orang berambut ungu itu menyambar satu potong apel dengan kecepatan flazh.
" Atsushi bisakah kau memintanya dengan baik? " kini Himuro-san angkat bicara. Atsushi? Oh~ jadi nama orang ini Atsushi. " Nyem..nyem baiklah nyem..nyem.. * glek * aku minta apelnya ya Kao-chin~ " ujarnya dengan nada malas. " Eh? I-iya silahkan saja.. " ujarku agak canggung, asal kalian tahu aku ini termasuk orang yang agak susah bergaul. ( Author : sapa yang nanya ya? )
" Arigatou~ "
" Kalau kalian? Tidak mau? " tanyaku. " Tidak.. " jawab mereka berbarengan. " Oh iya, ngomong-ngomong ada acara apa saja di festival itu? " tanyaku ( lagi. )
" Lomba lari estafet, kompetisi Piano, dan beberapa acara lainnya. Intinya ini festival musim panas yang KECEPETAN.. " jelas Himuro-san dengan penekanan di kata ' kecepetan'. " Oh~ tunggu darimana kau tahu bagaimana festival musim panas itu? " tanyaku lagi dan lagi. " Taniguchi-san yang menjelaskannya. ". Lagi-lagi kubulatkan mulutku.
" Eh tunggu! Tadi kau bilang kompetisi piano? " tanya Megumi-chan antusias, gawat. " Iya, memang kenapa? Kau bisa bermain piano?" tanya Himuro-san lagi. " Tidak-"
" Tapi dia bisa! " ujarnya sambil mengangkat tangan kananku tinggi-tinggi. " Eh? "
" EH?!"
.
.
.
.
Anda didiagnosis terkena TuBerColosis *vlak*
HUWAAA! APAAN INI? * nangis guling-guling * * dilempar batu sama Liu *
Yo minna balik lagi sama ni author sarpin!
Hoho maaf lama ngak update lagi banyak kesibukan di duta *w*
Okey bales review aja gitu ya?
LeafandFlower : Haha masa? Wkwkwkwkwkwk gomenne. Tenang nanti nasibmu bakal malangkok * ditabok Leafy (?) * makasih udah nge review sama nantikan terus ff nista ini :v /
Stay tune okei? And
RnR please? No flame!
Oh iya ada yang bisa nebak siapa ' Kakak angkat ' dan ' salah satu tim bully ' Oc saya disini? Dah gitu aja * gubrak *
