mutual.


#3; just like kites with no strings.

.


.

Ibara Mayaka adalah jiwa yang bebas.

Seperti burung yang terbang di udara dengan sayap terentang lebar, berlatarkan birunya kuarsa langit; pergi kemanapun dirinya ingin. Dunianya begitu luas; sangkar besi yang kokoh sekalipun tak akan mampu memerangkap dirinya di satu tempat. Tak ada—tak pernah ada—yang mampu menghalanginya untuk terbang bebas. Gadis tidak terikat, tidak terkekang, tidak akan pernah terkurung.

Mayaka itu bebas.

(Satoshi berjanji untuk menjaga dara itu agar dapat selalu menikmati kebebasannya.

Ia tak pernah mengatakan hal ini pada siapapun, though. Bahkan pada Mayaka sendiri.)

.

Ibara Mayaka adalah gadis paling jujur yang ia kenal.

Saat marah, bibirnya akan otomatis merengut masam, kening menyernyit dalam-dalam sementara alis menyatu di tengah-tengah dan matanya yang kemerahan mendelik gusar. Saat dia senang, senyum itu sudah cukup untuk mengungkapkan kebahagiaan, ditambah dengan semu merah muda di masing-masing pipi yang bercahaya. Saat sedang sedih, sepasang delima yang mengatup muram dan pandangan mata yang redup akan mampu menggoda siapapun untuk memeluknya dan berharap mampu menghapus sendu tersebut.

Mayaka itu jujur.

Orang yang baru mengenalnya sekalipun dapat mengetahui apa isi hati dari gadis.

.

Bagi Fukube Satoshi, Ibara Mayaka adalah salah satu contoh dari kebahagiaan.

(Karena dia amat menyukai kepakan sayap burung yang terbang bebas itu.)

.

Katanya, cinta itu tidak mengekang.