LIGHT IS BACK!

Hmm... maaf ya... telat update...

internet di rumah lagi macet... jadi susah update T.T

Baiklah... Silahkan dinikmati Fic Tsubasa ini!

Untuk lebih menikmati, dianjurkan sambil mendengarkan lagu : (Lalu, bayangkan ya..)

1. Please Be Careful With My Heart (Christian Bautista)

2. Beautiful Girl (Christian Bautista)

3. Dragon Screamer (op. Tsubasa Road To 2002) -Japanese Lyrics

Lemon belum muncul!


Rate : M

Marry Me!

Berusaha untuk ga OOC...


"TIM JEPANG! BUKTIKAN PADA MEREKA SEMUA BAHWA KALIAN BISA TANPA AKU! KALIAN PASTI BISA MENANG TANPA AKU! BILA AKU TAK ADA, ITU BUKAN SEBUAH KESULITAN UNTUK KALIAN! PERCAYYALAH KALIAN PASTI BISA!", seru Tsubasa membuat para pemain di lapangan menjadi semakin bersemangat. Sanae yang menyadari perkataan Tsubasa adalah pesan untuk teman-temannya karena dia mungkin tak akan bisa bermain sepak bola lagi bersama mereka, akhirnya ikut menyemangati mereka, Tim Jepang yang sedang berusaha di lapangan.

"BENAR! PERLIHATKAN DAN BUKTIKAN BAHWA DI TIM JEPANG ADA BANYAK PEMAIN HANDAL YANG TIDAK HANYA MENGANDALKAN TSUBASA!", seru Sanae.

"Benar kata Tsubasa dan Sanae... Kita semua berada di lapangan ini bukan untuk main-main... dan ayo kita buktikan... Kita ada di sini! Bukan hanya Tsubasa!", seru Misaki.

"Yeah! Kita memang harus menunjukan sesuatu pada mereka...", ucap Hyuga.

"Ayo... ayo! Kita hancurkan mereka!", seru Shingo tak kalah.

"Ha'i!", seru semua pemain Jepang. Akhirnya semua bermain dengan semangat mereka...

Tim Jepang bermain dengan sangat baik sekarang. Tentu saja itu semua berkat Tsubasa yang telah menyemangati mereka. Dan juga semangat mereka untuk menang. Walaupun pada kenyataannya, mereka memang terlalu banyak bertahan. Namun, mereka masih bisa menyerang dengan sedikit komando dari Tsubasa dan pelatih Kira, pelatih timnas Jepang.

"Hyuuga! Jangan diam saja, cepat ambil posisi kiri, lalu serang melalui sayap!" seru pelatih Kira pada Hyuuga.

"Misugi! Kau jaga Santana! Dia pasti akan mengoper pada Santana!" seru Tsubasa dengan semangatnya yang berapi-api. Dan benar saja... bola dioper ke arah Santana. Untung saja disana ada Misugi yang dengan sigap memotong operan. Kini, Misugi, Misaki, Hyuuga dan Matsuyama pun menyerang bersamaan. Mereka melakukan operan taktik yang sempurna. Tapi, operan tersebut berhasil dipotong oleh Rifaul. Kini, Rifaul kembali melakukan operan mautnya bersama Santana. Mereka terus menuju gawang Jepang tanpa ada yang bisa menghentikan mereka. Bukannya Jepang tidak melawan, tapi, mereka bahkan telah mengeluarkan semangat dan kemampuan mereka dengan FULL UP! Hanya saja, dua orang jenius ini memang dilahirkan untuk sepak bola. Dan merupakan kesebelasan terhebat di dunia.

"Rifaul!" seru Santana seraya mengoper bola pada Santana. Santana mengalihkan perhatiannya pada bola, namun, tidak kehilangan perhatian pada daerah sekitarnya. Dia menyadari, tim Jepang ingin membuat jebakan offside untuknya. Maka dari itu, dia pun mengoper kembali bolanya dengan cepat ke arah Santana yang jauh berada di belakangnya dan tidak kena offside.

"Santana!" seru Rifaul. Tendangan sukses diterima Santana. Dia langsung mengambil ancang-ancang untuk menendang bola langsung ke gawang. Bola pun berhasil kembali ke arah gawang dengan tendangan Santana. Bola melaju dan melesat dengan sangat cepat. Wakabayashi yang tadi sempat terkecoh karena gagal dalam jebakan offside segera bersiap. Kini bola mengarah ke gawang dengan kecepatan yang sangat cepat. Wakabayashi memejamkan matanya.

'Arah sini!'batin Wakabayashi. Lalu, dia membuka matanya dan menepis bola yang mengarah ke sudut atas kanan gawang. Bola itu masih hidup dan mengarah ke Rifaul. Rifaul yang telah siap menembak langsung menembakan bolanya begitu sampai padanya. Bola kembali lagi ke gawang, kini ke arah sudut bawah kiri gawang. Wakabayashi yang belum siap, dengan sigap menendang bola yang menuju sudut bawah kiri gawang. Bola memantul ke atas Wakabayashi dan hampir saja terjadi gol bunuh diri bila disana tidak siaga Aoi yang segera menendang bola tersebut kini masih hidup. Dan sialnya mengarah ke Santana. Dengan cekatan, Santana menendang kembali bola, namun, tanpa disangka tanpa diduga, disana ada Ishizaki yang segera menahan bola sekaligus kaki Santana yang menendang bola dengan mukanya. Otomatis, bola tersebut melenceng. Dan dengan cepat, Aoi segera mengambil bola itu dan mengoperkannya pada Hyuuga.

Hyuuga dengan langkah seribu segera mendapatkan bolanya dan kembali menggiringnya ke arah gawang. Sulit sekali menembus pertahanan Brazil. Saat ini, semua tim Jepang dengan segera langsung menyerang ke arah gawang tim Brazil. Tidak tanggung-tanggung, Wakabayashi dengan cepat bersatu dengan teman-temannya untuk menyerbu gawang Brazil. Teknik ini disebut teknik sweeper. Dimana semua anggota menyerbu langsung ke daerah lawan. Biasanya tekhnik ini digunakan bila angka sudah jauh diatas lawan. Ata minimal, mereka sangat percaya diri. Tapi, dalam tekhnik kali ini, ada kejanggalan. Yaitu, kipernya yang ikut maju. Gawang kosong melompong. Membuat singa yang bernama Brazil tidak tahan untuk mengambil umpan dan menerkamnya. Sayang, sebelum itu, mereka harus kena tekhnik sweeper ini dulu.

Ternyata, tanpa diduga sebelumnya, tim Brazil ikut menyerang semua. Sehingga, ini bukan saja sepak bola biasa. Ini seperti... American Football. Kedua tim kini beradu. Saling mengadu tekhnik dan kekuatan. Mereka kini tidak berpikir. Mereka hanya punya satu pikiran. 'Kami harus menang!'seru mereka masing-masing dalam otak mereka.

Keadaan kini berbalik, Jepang tersudut dan sedikit mundur. Tim Brazil yang memang lebih kuat fisiknya segera merebut bola dan menggiring bola ke arah gawang Jepang.

"Sial! SEMUA MUNDUR!" seru Hyuuga. Akhirnya semuanya mundur. Wakabayashi dengan cepat menuju ke arah gawang Jepang. 'Sial!'umpat Wakabayashi dalam hati.

"Nah,Penonton sekalian... sepertinya Brazil telah siap untuk menendang... Yak, Rifaul yang bernomor punggung 10, kini, dia dengan sigap mengambil ancang-ancang untuk memasukan gol! Dan mungkin ini adalah gol terakhir di pertandingan ini! Sisa waktu tinggal 30 detik lagi..." ujar seorang pembawa acara sepak bola. "Sniper Rifaul!" seru Rifaul sambil menendang bola itu keras melaju ke arah gawang seperti halnya tembakan Sniper yang mengincar jantung lawang.

DASH!

Tak disangka, Aoi segera menghadang bola dengan sundulannya. Bola itu kini bebas. Namun, tak lama kemudian, bola tersebut ditangkap Wakabayashi.

"Kerja bagus Aoi!" seru Wakabayashi seraya membetulkan topinya. Wakabayashi berjalan tenang ke rah gawang. Dia melihat papan score dan waktu. 'Hmpf,13 detik lagi dan kami menang...'batinnya. wakabayashi semakin memperlambat langkahnya.

"WAKABAYASHI! JANGAN MEMPERMALUKAN JEPANG! AYO BERTANDING SAMPAI AKHIR!" seru Tsubasa yang sudah kelewat batas sabarnya. Wakabayashi yang menyadari itu segera menendang bolanya jauh-jauh ke arah Misugi. Tsubasa tersenyum karenanya.

"Tsubasa... katakan padaku dengan jujur.." ujar Sanae sembari mendekati Tsubasa yang berjalan menuju tempat kursi cadangan.

"Apa?" tanya Tsubasa dengan wajah ceria sambil tetap menatap lapangan.

"Apakah kau..." ucap Sanae terputus karena saat itu, Tsubasa segera bersorak gembira karena Jepang menang 1-0 dari Brazil. Dia meloncat kegirangan. Lalu, dia menghampiri teman-temannya dan mereka berpelukan. Sanae yang melihatnya hanya bisa tersenyum kecut. 'Tsubasa... aku hanya ingin bertanya... Apakah kau... benar-benar mencintaiku daripada sepak bola? Dan... apakah.. kau rela melepas bola... walau itu terpaksa karena cederamu?'batinnya. sanae hanya tersenyum kecut. Sangat kecut. Matanya memanas. Mukanya memerah. Matanya kini buram oleh air mata. Telinganya kedap suara. Suara yang terdengar hanya samar. Tak tergambar. Sampai, dia mendengar suara penonton yang benar-benar sangat memekakan telinga. Tidak, rasanya bukan hanya suara. Tapi, teriakan dan... apa? Suara ini... suara... dia...

"Tsubasa!" seru Sanae terkejut melihat pemandangan di hadapannya.

"Kyaaa! Tsubasa!"

"Terimakasih semuanya... atas dukungan kalian kepada Timnas Jepang... memang, kali ini, bukan hari spesial... tapi, bagiku saat ini adalah saat spesial.. kami, aku dan teman-temanku, perwakilan dari timnas Jepang, akan menyanyikan lagu... hadiah untuk pendukung setia kami..."

"Kyaa! Hyuuga! Matsuyama! Misaki! Wakabayashi! Misugi!" jerit penonton yang sangat menggema di stadion Yokohama ini.

"Dan... spesial untuk kekasihku... Sanae... Nakazawa..." lanjut Tsubasa. Seketika itu juga, stadion Yokohama penuh dengan jeritan dari para wanita.

Sanae benar-benar sangat terkejut melihat pemandangan di depannya. Tsubasa dan teman-temannya kini sedang berdiri di hadapan puluhan ribu penonton. Dengan penampilan tak biasa. Memang sih, mereka masih memakai seragam bermain sepak bolanya. Tapi, kini yang paling tidak biasa adalah... barang yang dibawa mereka. Biasanya mereka hanya membawa barang berupa bola, sepatu bola, seragam sepak bola, tas sepak bola dan hal-hal yang berkaitan dengan bola. Tapi, kali ini... mereka membawa barang lainnya! Mereka menjadi pemain group band! Dengan Tsubasa yang menjadi vokalis, Hyuuga dan Misaki menjadi gitarist, Wakabayashi yang menjadi bassist, Matsuyama yang menjadi drummer dan Misugi yang menjadi keyboard. Masing-masing memakai microfone yang seperti headphone (ga tau apa namanya?).Bukan hanya itu yang membuat Sanae terkejut. Tapi juga perkataan terakhir Tsubasa tadi. 'Spesial untuk kekasihku Sanae Nakazawa... apa aku tidak sedang bermimpi? Tuhan... bila ini mimpi... aku mohon jangan bangunkan aku... tak apa aku tak bangun juga...aku tak ingin terbangun dari mimpi indahku...'batin Sanae. Air mata tak sanggup ia bendung lagi. Kini, air mata sudah menerobos keluar dan membasahi pipinya.'

Alat musik yang tiba-tiba saja dengan aneh ada di tengah lapangan, kini telah dimainkan. Nada-nada indah dilantunkan. Melodi yang mengirama seolah itu adalah nyanyian dari surga. Semua menikmatinya. Hangat, syahdu.

"Untuk kekasihku... Sanae..." ujar Tsubasa lagi di tengah alunan melodi.

Beautiful girl, whenever you are

I knew when I saw you, you had opened the door

I knew that I'd love again after a long, long while

I'd love again

you said 'hello' and I turned to go

but something in your eyes left my heart beating so

I just knew that I'd love again after a long, long while

I'd love again

It was destiny's game, for when love finally came on

I rushed in line only to fine that you were gone

wherever you are i fear that i might

have lost you forever, like a song in the night

now that I've loved again, after a long, long while

I've loved again

beautiful girl, I'll search on for you

till all of your loveliness in my arms come true

you've made me in love again, after a long, long while

in love again

and I'm glad that is you…

hmmmmm… beautiful girl..

Tsubasa menyanyikannya dengan penuh perasaan. Membuat semua yang mendengarnya dengan senang hati mendengarkan dengan penuh perasaan. Terutama Sanae. Dia mendengarkan dengan syahdu semua kata yang terucap dari Tsubasa. Air mata terus mengalir deras di pipinya.

Tsubasa mendekati Sanae. Dia menyapu hangat air mata Sanae. Tersenyum dengan hangat hanya pada Sanae. Lalu, dia meraih tangan Sanae yang menjuntai. Mengiringnya ke atas panggung. Semua berteriak histeris padanya. Pemain Jepang dan Brazil hanya tersenyum melihatnya. Ada juga yang teriak mendukung -contoh, Ishizaki dan Aoi-. Roberto menyunggingkan senyumannya. Dia melepaskan kacamatanya untuk melihat adegan berikutnya dari drama gratis di tengah lapangan.

Begitu mereka sampai di atas panggung –Tsubasa dan Sanae-, Tsubasa segera berjongkok di hadapan Sanae. Jangan lupa, Tsubasa orangnya to the point. Hal itu membuat Sanae memerah bak kepiting rebus. Tsubasa juga terlihat blushing.

"Sanae Nakazawa… maukah kau menikah denganku?" tanya Tsubasa. Dia memegang kedua belah tangan Sanae dan mengecupnya lembut. Membuat muka Sanae bahkan lebih merah dibanding tomat matang. Seketika, stadion yang tadinya riuh sorak sorai, kini menjadi hening. Semua harap-harap cemas menunggu jawaban Sanae. Yang lebih cemasnya itu Tsubasa. Sanae akhirnya membuka mulutnya. Tsubasa semakin mengerutkan alisnya.

"A, aku… mau menika..aah.. denganmu… Tsubasa… Oozora…" ujar Sanae. Wajah Tsubasa kini kembali ceria. Kerutan diwajahnya kini sirna. Dia segera menghambur memeluk Sanae dan memutarnya bersama dengan badannya yang memutar.

"Makasih Sanae!" seru Tsubasa. Semua penonton bersorak gembira. Walau ada yang tak sudi *termasuk Light! … plaakk!...ditampar, tapi, akhirnya mereka dengan berat hati menyetujuinya.

Setelah Tsubasa dan acara meluk mutarnya itu selesai, tiba-tiba saja penonton bersorak kembali dan entah kenapa darimana mereka malah menyuruh all star Japan Band untuk menyanyi lagi.

"LAGI! LAGI!" seru mereka menggema.

Tsubasa yang bingung melirik kea rah Misugi, yang merencanakan ide gila ini. Misugi terlihat berpikir. Lalu, dia mengangguk. Seakan menyuruh Tsubasa mendengarkan musiknya dan nyanyikan lagu yang senada dengan music itu. Melihat Tsubasa yang kebingungan, Sanae segera menggenggam erat tangan Tsubasa. Seolah berkata bahwa semua-akan-baik-baik-saja-percayalah-padaku-dan-teman-temanmu. Tsubasa pun mengangguk dan music dimainkan. Music yang terdengar dan mengiringi pertama kali adalah keyboard. Itu karena Misugi yang punya ide. Yang lainnya hanya mengikuti arah music yang dimainkan oleh misugi dan arah musiknya. Tsubasa menggenggam erat tangan Sanae. Sanae membalas genggamannya. Mereka saling menghangatkan. Music telah lama dimainkan, namun, tak ada lagu yang keluar dari mulut Tsubasa. Khawatir penonton dan pendukung kecewa, Sanae pun mengawali bernyanyi.

"If you love me like you tell me… Please be careful with my heart" sahut Sanae. Mengawali lagu yang dimainkan sembari menggenggam tangan Tsubasa hangat. "You can take it just don't break it. Or my world will fall apart" sambil menatap Tsubasa hangat.

"You are my first romance… And I'm willing to take a chance… That till lilfe is through, I'll still be loving you…" lanjut Sanae seraya mengusap lembut pipi Tsubasa.

"I will be true to you… Just a promise from you will do…From the very start…Please be careful with my heart" tambahnya lagi sambil memegang tangan Tsubasa dan menyentuhkan telapak tangan Tsubasa yang besar dan hangat ke pipinya. Hal itu membuat Tsubasa blushing.

"I love you and you know I do…There'll be no one else for me…Promise I'll be always true… For the world and all to see" jawab Tsubasa seraya mengelus lembut pipi Sanae. Sanae menikmati perlakuan Tsubasa padanya. Dia pejamkan matanya dan merasakan kehangatan tangan besar kekar Tsubasa.

"Love has heard some lies softly spoken… And I have had my heart badly broken…I've been burned and I've been hurt before" lanjut Tsubasa. Ia menatap Sanae lembut dan penuh arti. Sanae yang melihatnya hanya tersenyum. 'Hah… aku tahu… kau patah hati karena tak bisa bermain bola lagi… jangan menyerah Tsubasa'.

"So I know just how you feel … Trust my love is real for you… I'll be gentle with your heart… I'll caress it like the morning dew" ujar keduanya. Seakan telah melakukan kontak batin.

"I'll be right beside you forever…I won't let our world fall apart…From the very start I'll be careful with" sahut keduanya. kini, lengan mereka bertautan kembali.

"Your heart…" ucap Tsubasa bersamaan dengan Sanae yang mengucapkan "My heart.." . setelah itu, semua penonton, pengunjung dan penonton dalam layar televise yang melihatnya segera bersorak. Ada yang bertepuk tangan, pingsan, sweatdrop, bahkan senyum-senyum sendiri.

"Terimakasih semua yang telah mendengarkan lagu yang telah kami lantunkan…" ujar Tsubasa. Semua penonton terutama penonton wanita berteriak histeris. "Maka, kami akan memberikan hadiah special untuk SEMUA PENDUKUNG JAPAN ALL STAR!" seru Tsubasa dan Hyuuga bersamaan. Semuanya berteriak histeris. Sanae hanya bisa memandang Tsubasa dengan tatapan bingung. Tsubasa dan semua temannya pun mengangguk bersamaan dan mulai memainkan music. Music kali ini tidak slow mellow lagi. Tapi, menyemangatkan. Dan itu semua terbukti berhasil membuat semuanya bersemangat.

Tsubasa menjadi penyanyi utamanya. Dan yang lainnya menjadi back vocal. Misaki dan Matsuyama yang menjadi rapernya –yang nge-rap di lagunya-.

(Why?) mune ni kizame yo jidai no RIIDAA

(Who?) mita me yori ka wa kanari KUREEBAA

(Fool!) kawaita kokoro susamu yori wa

(Fight!) toki ni naite mireba

miete kuru asu kakeru no wa magire mo naku atarashii jibun

dare ka no tame demo naku tada motto ue o mezase

Dragon Screamer! (Why I do? Why I do? Hoo!)

noboru ryuu no you da (Why I do? Why I do? Hoo!)

kin no hikari ga yonda mirai ga michibikun da bokura o

Dragon Screamer! Dragon Fever! No Question!

(Why?) miete iru no ni haruka na GOORU wa

(Where?) mita me yori ka wa kanari ni HARDER

(Hard!) kimi ga fumidasu yuuki moteba

(Fight!) yagate hiraku michi ga

mezasubeki basho erabu no wa magire mo naku atarashii jibun

tsubasa o te ni shita kimi wa donna yama o mo koeru

Dragon Screamer! (Why I say? Why I say? Hoo!)

sakebu ryuu no you na (Why I say? Why I say? Hoo!)

gin no arashi ga fukitobasunda mayoi to ka osore o

Dragon Screamer! Dragon Fever! No Question!

Oh my way hashiridase! kakenuketeku RAIBARU to iu kaze

In that case kimochi hi pace de seisu hikari sasu asu mada minu ue mezasu

akiramezu sagashitsuzukeru finally itsu made mo kawaranu yume victory

sora ni ukabu Dragon senaka ni hikari sasu asu sekai o sono te ni rp

Dragon Screamer! (Why I do? Why I do? Hoo!)

noboru ryuu no you da (Why I do? Why I do? Hoo!)

kin no hikari ga yonda mirai ga michibikun da bokura o

Dragon Screamer! Dragon Fever! No Question!

Dragon Screamer! (Why I say? Why I say? Hoo!)

sakebu ryuu no you na (Why I say? Why I say? Hoo!)

gin no arashi ga fukitobasunda mayoi to ka osore o

Dragon Screamer! Dragon Fever! No Question!

Dragon Screamer! Dragon Fever! No Question!

Japan All Star yang lain hanya ikut-ikutan nyanyi sambil mengacung-acungkan piala kemenangan mereka lawan tanding persahabatan melawan tim Brazil. Tim Brazil pun ikut melompat dan bernyanyi sebisa mereka.

"Dan begitulah suasana di stadion Yokohama, Jepang saat ini…" ujar seorang reporter wanita. Saat ini, seorang pria yang memakai seragam pelaut sedang menyaksikan acara TV. Dan kini, dia sedang menyaksikan berita tentang kehebohan di stadion Yokohama. Yeah, kehebohan atas ulah anaknya sendiri dan teman-temannya. Matanya menatap lurus ke arah laut lepas. Lalu, berjalan dari ruang pengendali kapal ke dek kapal. Bersandar di pinggiran beranda kapal. Merasakan hembusan ombak yang membawa angin musim semi yang sejuk.

"Hmmp… Tsubasa Oozora… Anakku…" gumamnya seraya memperhatikan langit dan melihat burung elang yang terbang menembus cakrawala. Telinganya masih dengan jelas mendengar berita tentang ulah anaknya. Senyuman di wajahnya semakin tergambar jelas… "Gapailah mimpimu… anakku…"


Fiuuuh... Gimana?

Fic gajenya sukses ga? hehehe...

Kalau gak keberatan... PLEASE REVIEW!

untuk perbaikan selanjutnya...

Thanks,,