Chapter 3: Wrath
Ohayou/Konnichiwa/Konbanwa Minna-san~
Ohisashiburi desu~
Halo!
Gimana kabar kalian?
Baik?
Saya mau cing cong sedikit, fict ini mungkin terlihat datar, tidak menarik dan terabaikan. Tapi, kalian ingat kan apa genre utama fict ini? Sci-Fi dan Tragedy, kenapa saya berani masang Tragedy? Karena di fict ini akan benar-benar tragis, tragis di sini adalah tentang pengembangan cerita nanti, saya ingin membuat cerita ini se-'desperate' mungkin. Saya sendiri sudah mendiskusikan banyak hal dengan teman-teman saya mengenai plot dan perkembangan cerita ini serta ending yang sudah saya buat duluan… Dan reaksi mereka, kebanyakan merasa kalau cerita ini terlalu menakutkan dan bahkan bisa membawa kebencian bagi pembaca awam. (Tentu kebencian tersebut bakal mengarah ke saya)
Kenapa saya berani main di luar zona aman begini? Soalnya saya ingin membuat kesan tentang, "Gimana sih Aprian. di fandom vocaloid?", saya sudah hampir tiga tahun atau mungkin sudah tiga tahun ada di fandom ini dan berkarir sebagai author, saya gak bakal buat cerita statis yang itu-itu aja, kalau saya berbuat seperti itu, dimana letak perkembangan saya? Itu yang saya pikirkan ketika membuat fict ini.
Jangan terkecoh dengan genre Sci-Fi nya, walau ini Sci-Fi, beberapa hal akan tetap dimasukkan menurut imajinasi saya sendiri (seperti bagaimana definisi dari Mana itu), selebihnya baru benar-benar konkrit (seperti teori atau mitologi yang nanti bakal saya angkat ke fict ini).
Jadi, untuk yang merasa fict ini nggak 'catchy', saya minta maaf yang sebesar-besarnya karena memang bagian yang menurut saya cukup 'catchy' baru akan masuk di pertengahan nanti. ^^
Sekian pengantar kali ini, silahkan dinikmati~
~Phantasm~
Main Character: Kagamine Len, VY2 Yuuma, IA, Kagamine Rin
Main Pair:
Len X Rin
Yuuma X IA
Disclaimer : Vocaloid © Yamaha, and other companies
Story © Me
UTAUloid © Owner creator
Fanloid © Creator
Summary :
"'Tragedi berdarah dari kedua dunia tersembunyi dalam kutukan abadi keegoisan manusia'/"Harus ada orang yang memainkan peran jahat demi kedamaian dunia yang sebenarnya! Dan akulah orang yang akan melakukannya!"/'Dan… Mereka bahkan tidak tahu, apital yang sebenarnya baru akan dimulai sekarang…'"
Warning : OOC (maybe), typo(s), gaje, pendeskripsian kurang, kesalahan eja 'EYD' dan teman-temannya.
'Abc' (italic): Flashback, kata asing, atau percakapan/dialog/monolog secara tidak langsung (telepon, email, sms, dll)
"Abc" : Percakapan normal
'Abc' (kutip satu) : Hayalan, angan, atau (monolog) pikiran karakter.
'Abc'/ 'ABC' (bold atau apital) : Kata atau kalimat yang diberi penekanan, kata atau kalimat penting.
HAPPY READING!
XOXOX
Kami semua sekarang ada di atas kapal pesiar yang besar tapi tidak terlalu mewah. Neru sedang berjemur, Teto melamum sambil makan roti di sebelah Neru, mereka berdua terlihat 'sejenis' dalam berbagai hal. Maksudnya, yah… Mereka sama-sama tidak jelas sedang ingin melakukan apa.
Aria dan Yuuma ada dipojokkan, mereka berdua sama-sama duduk di bawah bayangan demi menghindari cahaya matahari. Kenapa kalian berdua terlalu mirip sih? Lagipula, kalau kalian tidak ingin terkena cahaya matahari yang sekarang sedang panas-panasnya, kenapa tidak masuk ke kabin saja?
Kiyoteru dan Yuki, seperti biasa, masih menempel satu sama lain, walau Kiyoteru terlihat ogah-ogahan seperti biasa pula. Bagaimanapun, Yuki itu dua tahun dibawah Kiyoteru, jadi wajar saya Kiyoteru agak canggung di dekat Yuki yang lebih hiperaktif dari dia. Kiyoteru sekarang berumur 18 tahun, Yuki berumur 16 tahun. Ini terlihat seperti ada seorang pedofil yang pura-pura tidak terima di dekati mangsanya, paling tidak itu yang terlihat di mataku.
Ryuto masih bermain dengan gadgetnya, tablet yang ada di tangannya terus berbunyi 'cetang cetung' yang mengganggu suasana damai. Kenapa pula dia harus menyalakan suaranya sangat keras?
Rin sedang bersosialisasi dengan beberapa orang penumpang yang lain, seperti biasa, dia mudah bergaul dimanapun dia berada.
Dell sedang mengelap gauntletnya, Dell adalah seorang petarung jarak dekat, dia menggunakan sebuah pelindung lengan yang dia beri nama 'Shiroyuki'. Kekuatan Dell cukup hebat di pertarungan jarak dekat, walau secara keseluruhan, dia masih kalah dengan Leon atau Yuuma.
Miku berdiri di tepi dek, memegang pagar batas. Aku tidak tahu kenapa, tapi belakangan ini Miku sering menyendiri dan diam. Apa dia sedang dengan terganggu masalah bulanannya?
Sedangkan aku dan Leon… Yah…
"GRAWWR!"
"Len! Singanya menjawab sapaanku!"
Yah, aku dan orang idiot ini sedang dekat dengan kandang singa. Kenapa bisa ada kandang singa di atas kapal pesiar? Jawabannya karena kami sekarang sedang melakukan pelayaran bersama dengan kelompok sirkus keliling. Walau ini zaman yang sudah sangat modern, ternyata hiburan rakyat tradisional seperti sirkus masih belum juga hilang keberadaannya.
Dan aku ingin menjelaskan suatu hal, nama Leon dekat dengan sebutan singa atau 'Lion', itu kenapa dia sangat terobsesi ketika melihat singa dan memproklamirkan dirinya sebagai orang yang akan menguasai dunia, sama seperti singa yang memiliki julukan raja hutan.
"Ya… Ya, lanjutkan pembicaraanmu, aku ingin berjalan ke sisi lain."
"Grawr!"
Leon malah menjawab omonganku dengan raungan, sial, dia kira aku ini kucing atau apa?
Aku berjalan ke sisi lain dari kapal ini, ke bagian kabin yang berisi barang bawaan, setengah dari kapal besar ini ternyata juga berfungsi sebagai pembawa kargo. Beberapa hewan sirkus banyak yang di taruh di dek kapal di luar, tapi di bagian yang aku datangi ini, juga ada beberapa 'makhluk lain' yang ditampung.
"Hai bocah, kau terlihat enak!"
"Ayo boss! Kita makan dia!"
"Bodoh! Kau ingin kepalamu meledak?!"
"…"
Bagian ini adalah… Kalian bisa menyebutnya bagian gelap.
Sirkus ini ternyata juga menampung makhluk-makhluk setengah-manusia, tiga yang bicara pertama adalah Goblin, ada satu lagi yang diam, dia adalah seorang Dark Elf. Dark Elf itu seorang wanita, tatapannya tajam. Kulitnya yang hitam tapi menawan itu seakan seperti langsung menghisapmu jika kau menyentuhnya walau sekejap.
Elf dikenal sebagai ras yang mahir melakukan sihir roh, mereka menggunakan fenomena alam untuk menciptakan ilusi yang berbentuk seperti makhluk lain yang sering disebut dengan roh.
Jika dikaitkan dengan jenis penggunaan serangan, mereka mahir dalam melakukan serangan mental.
Aku menatap Dark Elf itu, dia hanya menengok sebentar dan menyembunyikan wajahnya lagi di bawah tudung yang selalu dia gunakan.
Kalung-kalung yang sering tertempel di leher para setengah-manusia masih menempel di leher mereka yang ada di balik jeruji besi. Kalung besi dengan rantai yang terputus. Ada indikator yang terus berkedip di situ. Jika keadaan mental penggunanya menjadi parah, tidak terkendali lalu rusak, kalung itu akan langsung menyuntikkan sebuah obat yang akan membunuh si pengguna secara perlahan.
Itu seperti racun yang menyiksamu sampai mati tanpa pertolongan.
Racun tersebut memang memiliki penawar, tapi siapa yang mau menggunakan hal berharga seperti penawar racun tersebut yang tidak bisa kau dapatkan secara cuma-cuma dan tidak disembarang tempat ada, kepada seseorang dari ras setengah-manusia yang bahkan tidak kau kenal?
Aku pun pasti akan berpikir dua kali jika memakaikannya pada orang yang tidak dikenal yang terkena racun tersebut.
"Oya, oya, apa kau tertarik dengan nona di sana, tuan muda? Kami berani melepasnya dengan harga yang terjangkau untuk anak-anak zaman sekarang."
Seseorang yang mengenakan kacamata berbingkai lingkaran muncul di belakangku secara tiba-tiba. Orang itu adalah pemilik sirkus ini, yang sebenarnya juga seorang penjual budak setengah-manusia.
"Sangat kebetulan bertemu seorang buronan B.L.A.D.E di sebuah kapal murahan. Kau pasti sadar aku siapa." Ucapku sinis.
"Aku menaruh hormat yang sangat besar pada tuan muda! Sebagai seorang warga yang taat, aku membungkukkan tubuhku di hadapan agen khusus B.L.A.D.E." Orang itu membungkuk, dengan aura sombong.
Orang ini termasuk dalam daftar orang yang diburu sebagai penjual budak, menjual orang sekarang adalah hal illegal, wajar kalau orang ini dicari. Tapi, aku tidak punya hak mengadili orang ini, negara tempat orang ini berasallah yang berhak. Lagipula, aku tidak mengemban misi untuk menangkap orang ini, jadi aku tidak punya hak dalam menangkap orang ini.
Itulah kelemahan dunia sekarang, walau katanya hukum, kedamaian dan diskriminasi yang dihapuskan adalah prinsip dunia. Tapi… Birokrasi nya masih terlalu lemah, ini sama saja bohong.
"Jadi, tuan muda, apa tuan berkenan membeli Dark Elf yang di sana? Kami bisa memberikan diskon khusus agen pada anda." Ucap orang tersebut sambil menggosokkan kedua telapak tangannya.
"Jawab pertanyaanku, berapa banyak setengah-manusia yang kau tampung di kapal ini?" Tanya ku tiba-tiba dengan nada marah.
"Eh? Apa tuan muda bosan dengan Dark Elf yang disana? Tenang saja! Kami masih punya selusin Elf cantik di dalam! Apa anda berkenan untuk memilih yang lain? Hmm? Hmm?" Ucap orang itu dengan nada yang menyebalkan.
Aku tidak bisa pungkiri, dia benar-benar mengejekku karena aku tidak bisa apa-apa. Aku pergi dari ruangan kargo dengan diam, tapi aku bersumpah, aku akan membunuh orang itu jika lain kali kita bertemu.
XOXOX
"Yuuma! Berapa lama kira-kira kita akan sampai di Inggris?!" Ucapku berteriak ketika aku sampai lagi di dek.
Yuuma langsung berdiri dengan ogah-ogahan dan menjawab pertanyaanku dengan ogah-ogahan juga.
"Kira-kira 3 hari. Kita ada di Samudra Pasifik sekarang, aku menyarankan jangan berbuat kebisingan yang berlebihan." Ucap Yuuma.
Aku langsung diam, dia benar. Samudra Pasifik yang terkenal ganas, kini benar-benar tambah ganas karena menurut data, tempat ini ditinggali berbagai macam monster raksasa sekarang, itu juga merupakan dasar kenapa kapal pesiar zaman sekarang menggunakan generator ion yang lebih ramah lingkungan dan tidak berisik.
Yah, pada dasarnya kami menghindari konfrontasi dengan para monster tersebut.
"Cola! Aku mau cola ku sekarang!"
"Tenang Neru, tenang."
"Berjemur tanpa cola itu tidak tepat! Tidak tepat! Aku butu asupan soda!"
Neru?! Apa dia mabuk laut?!
"Neru! Bisa tidak kau diam!" Aku berteriak kepada Neru.
"Kau yang diam pemimpin payah! Kenapa aku harus dimarahi karena meminta cola?!" Jawabnya.
"Karena cara memintamu itu tidak benar!" Ucapku.
"Ini semua karena salah pelayannya! Dia menumpahkan cola ku!" Ucap Neru lagi.
"Kalian berdua…" Yuuma menghampiri kami.
"Ada apa Yuuma?"
"Bukannya aku bilang tadi untuk jangan terlalu berisik? Terutama untuk Rin, Neru dan Yuki. Mana mereka sangat besar sampai mereka sendiri sulit mengendalikannya. Len, kau paham kan apa yang mungkin terjadi kalau Neru terlalu banyak marah?"
"Mana nya akan merembes keluar tanpa dia sendiri sadari." Ucapku.
"Dan kau paham kan ini dimana?"
Aku berpikir satu detik.
"Oh sial…"
"Berdoalah." Balas Yuuma.
Tiba-tiba kapal bergetar hebat, guncangan tiba-tiba terjadi tanpa peringatan apapun. Aku dan Yuuma langsung menunduk agar tidak kehilangan keseimbangan. Jangan bilang hal seperti ini terjadi hanya karena pertengkaran bodoh ku dengan Neru?!
"Sudah terlambat, sepertinya." Ucap Yuuma, santai dan tanpa ekspresi, dia bahkan masih sempat mengorek telinganya.
"Len! Ada sesuatu yang terlihat!" Saat itulah teriakan Miku terdengar olehku.
Guncangan dahsyat ini memporak-porandakan segala sesuatu yang ada di dek. Kandang-kandang hewan mulai terguncang dan merosot ke sana-sini, beberapa bahkan sudah jatuh bersamaan dengan beberapa penumpang ke dalam laut. Ini seperti arung jeram yang tidak aman.
"Len!" Teriak Dell.
"Aku tahu!" Jawabku.
Kita harus mengevakuasi penumpang yang tersisa di dek untuk masuk ke dalam kabin dengan aman!
"Neru, Teto, Rin, dan Aria! Arahkan orang-orang yang tersisa ke dalam kabin! Utamakan orang tua, wanita dan anak kecil lalu lindungi kabin dengan semua tenaga kalian!"
""""Baik!""""
Neru, Teto, Rin, dan Aria langsung bergegas, walau seperti biasa, tidak ada semangat dalam ucapan Aria.
Kapal masih terus bergoyang. Sepertinya monster ini terlalu besar untuk memunculkan dirinya dengan cepat ke permukaan karena tekanan air yang kuat. Dia terus-terusan membuat gelombang kuat pada permukaan air hanya karena kedatangannya ke permukaan laut.
Neru terlalu banyak membocorkan Mana nya, hal tersebut malah menarik perhatian monster yang ada di bawah untuk keluar ke permukaan. Mana adalah hal yang esensial, perwujudan jiwa, jadi wajar saja jika Mana juga bisa menarik makhluk berjiwa yang ada di suatu tempat ke tempat tertentu. Hal ini menjadi dasar penggunaan sihir pemanggilan.
Kenapa aku masih sempat menjelaskan sesuatu pada saat seperti ini?!
"Kiyoteru, Yuki, dan Ryuto! Waspadalah dan gali informasi apapun yang bisa kalian dapatkan mengenai makhluk yang mendekat dengan sihir kalian!"
Ketiganya langsung menjalankan instruksi ku.
Kiyoteru, Yuki, dan Ryuto bergerak di bidang pencarian dan penyadapan informasi. Walau Kiyoteru sendiri juga merupakan anggota skuad menembak bersama Miku.
Kiyoteru dan Ryuto mencari informasi dengan mengolah Mana ke dalam sebuah alat khusus. Alat tersebut berguna sebagai katalis dalam memancarkan unsur yang digunakan dalam menarik informasi sekitar. "Tapi beda lagi dengan Yuki, Yuki langsung menggunakan tubuhnya sebagai pemancar dalam memancarkan unsur tersebut karena pasokan Mana nya yang terlalu banyak malah merusak kinerja alat produksi masal yang digunakan untuk mencari informasi menggunakan Mana. Kerja mereka bisa diumpamakan sebagai sonar, tapi dengan modifikasi khusus yang terlalu banyak. Karena mereka bukan hanya bisa mengenali sebuah objek, tapi mereka juga bisa mencari detail objek yang mereka cari informasinya dengan catatan tidak ada sihir jamming dari pihak ketiga atau jamming dari pihak yang dicari informasinya.
Dalam menerobos jamming, diperlukan kinerja ekstra, dan hanya Ryuto yang selalu mampu mengalahkan bentuk jamming seperti apapun dengan perhitungannya yang nyaris bisa dikatakan sempurna dalam mencari informasi. Ryuto bahkan bisa mengintip seseorang yang sedang mandi jika dia mau, tapi dia selalu berpegang teguh pada prinsipnya.
'Seni mencari informasi bukanlah hal yang cabul yang bisa kau nodai!'
Petarung depan adalah Yuuma, Leon dan Dell. Sedangkan Kaito, anggota yang nyaris tidak pernah ada dalam kelompok ini, kami asumsikan sebagai anggota yang cocok dalam hal membidik dan menembak dari data-data yang ada mengenai dia.
"Ini buruk…" Ucap Ryuto.
"Kenapa?!"
"Lawan kita adalah…"
ZRASSSH!
Suara air yang terdorong kuat dari dalam terdengar, sebuah sosok raksasa yang mungkin 4 atau 5 kali lebih besar dari kapal ini bisa terlihat dengan jelas sekarang.
"Monster kelas Kraken!" Ucap Yuki.
Kraken adalah makhluk mitos Yunani yang dianggap telah banyak menenggelamkan kapal dalam pelayaran menjelajahi bumi pada abad ke 15 sampai 19. Para peneliti menggunakan nama tersebut untuk mengidentifikasikan makhluk yang ada di hadapan kami ini, sebuah makhluk raksasa yang berbentuk seperti cumi-cumi dengan tentakel yang amat sangat besar.
"Makhluk tingkat B+?! Kenapa nasibku selalu buruk jika bersamamu sih?!" Keluh Neru.
"Kau yang buat masalah! Jangan salahkan aku!" Balasku.
"Makhluk ini terlalu besar! Kita tidak bisa membabi buta dalam penyerangan di atas kapal yang terombang-ambing ini, bahkan dalam hal kekuatan pun, monster ini tidak bisa diremehkan, bayangkan saja sudah berapa banyak pelayaran yang terhenti serta kapal yang—" Belum sempat Leon selesai, aku memotong pembicaraannya.
"Yuuma, bereskan dengan cepat. Aku sudah lelah dengan semua perdebatan dan suasana genting ini." Ucap ku.
"Oke."
Yuuma melepas sehelas kain bercorak aneh di tangannya, dia mengikat kain itu di kepalanya seperti bandana. Dengan cepat, matanya yang selalu kelihatan lelah tiba-tiba mengganas penuh amarah.
Dia memposisikan tangannya di depan wajahnya, membuka lebar-lebar telapak tangannya, sambil tesenyum menakutkan, sesuatu yang seperti bulir cahaya berkumpul di tangannya dan membentuk sebuah tombak payung.
"WUAHAHAHAHA!" Tawa gila Yuuma terdengar dengan jelas.
"WUAHAHAHA! HAHAHA! HAHAHA!"
Sebuah tombak yang terbalut api terbuat di tangannya, dia mengacungkan tombak itu ke arah monster yang ada di laut dengan satu tangan.
"MATI! MATI! MATI! MATI! MATI! MATI! MATI!"
"Inisialisasi Mana, Penyesuaian tipe sihir, pengguna: Mizuhashi Yuuma, Purebloods, Tingkat A+, Agen B.L.A.D.E cabang Jepang. Nah, sekarang, apa yang akan kita lakukan Yuuma?"
Tombak itu melakukan mekanisme seperti mesin, berekspansi dalam hal ukuran, hingga besarnya menjadi berkali-kali lipat dari besar awalnya. Terus dan terus membesar hingga besarnya bisa dengan mudah melubangi kepala monster yang sangat besar yang ada di hadapannya. Suara seperti suara wanita terus berbicara dari tombak tersebut.
"HABISI!"
"Pengaman dibuka, Menyusun ulang Mana, Trigger telah disesuaikan."
"Lakukan Penguatan ke Level 1! Akan aku lubangi kepala monster itu!"
"Penguatan level 1, Penggunaan sihir tipe penyerangan sudah dikonfirmasi."
Api besar mulai menyelimuti tombak tersebut, apinya berwarna biru, sebuah api yang merupakan api murni.
"Selesaikan, Yuuma!"
"ORYAAAA!"
DRASSSHH!
Dan dalam satu kali tubrukan, kepala monster itu pecah dan darah yang sangat banyak membanjiri kapal tanpa henti…
.
.
.
"Beneran deh, aku masih belum terbiasa dengan perubahan sifat Yuuma." Ucap Neru.
Yuuma sendiri ternyata masih mengorek telinganya dengan tatapan bosan ketika dia sudah melepas bandananya dan kembali ke dirinya yang semula.
Itulah Yuuma, entah kenapa, saat dia memakai bandana yang dia selalu ikat di lengannya ke kepalanya, sifatnya akan langsung berubah drastis menjadi orang yang sadis dan tidak kenal ampun.
Senjatanya, tombak mekanikal yang selalu dia sembunyikan menggunakan Mana, Yuuma memanggilnya dengan nama Maltet, sebutan untuk tombak yang menurut legenda selalu membawa kemenangan kepada penggunanya. Beberapa agen tingkat tinggi memegang tipe senjata khusus yang dinamakan Arc Relic, sebuah senjata sihir yang akan menjadi sangat hebat jika dialiri Mana oleh penggunanya. Dalam pemilihan pengguna Arc Relic, pengguna akan dipilih dan ditentukan terlebih dahulu bagaimana tingkat sinkronisasinya, oleh karena itulah tidak sembarang orang bisa memakainya dan bukan berarti hanya penyihir tingkat tinggi yang bisa memakainya. Semuanya benar-benar tergantung pada spesifikasi khusus tiap individu.
"Hei… Aku bahkan belum menjelaskan betapa hebatnya monster yang barusan kalah tadi…" Ucap Leon.
"Kau terlalu banyak bicara." Balas Yuuma.
Dan dengan peristiwa aneh tersebutlah, perjalanan kami akhirnya terwarnai…
XOXOX
Inggris, negaranya para ksatria.
Mungkin terdengar berlebihan, tapi itu benar adanya.
Ini adalah tempat dimana banyak legenda ksatria berasal, seperti raja Arthur dan Knights of The Round.
"Inggris ya? Sudah berapa lama aku tidak ke sini?" Ucap Dell.
Dell berasal dari Inggris, tempat ini adalah kampung halamannya.
Bicara tentang kampung halaman, kami semua memiliki kampung halaman yang berbeda-beda. Maksudku berbeda adalah, karena ada di antara kami yang berasal dari salah satu negara yang ada di Bumi dan ada juga yang berasal dari wilayah Erda-Orthe.
Dengan kata lain, sebagian dari kami adalah Hybrids, dan sebagian lagi adalah Purebloods.
Aku, Yuuma, Leon, Teto dan Ryuto diidentifikasi sebagai Purebloods, walau Mana ku sendiri sampai sekarang belum terdeteksi keberadaannya.
Sedangkan sisanya adalah Hybrids.
"Sekarang, sang Ratu dan juga Kepala Ksatria sudah menunggu kita. Lebih baik kita cepat." Ucap Miku.
Kami semua langsung turun dari kapal dan dengan cepat menaiki tumpangan yang sudah disediakan oleh Rei sebagai sambutan kedatangan kami.
Bagaimana keadaannya sekarang ya?
.
.
.
"Selamat datang, B.L.A.D.E. Selamat datang di kastil Burningham, jantung dari Holy Knight of World."
Suara itu, Rei… Ternyata dia sendiri yang menyambut kami.
Sambutannya sangat meriah, ini seperti kami adalah tokoh dunia yang memang sangat terkenal. Rei memerintahkan kepada seluruh ksatria yang ada untuk memberikan hormat menggunakan pedang di sepanjang jalan yang kami lalui.
Kastil ini lumayan luas, tidak, kastil ini sangat luas. Pekarangannya saja terlihat sangat hijau dan lebar, bahkan kastilnya sendiri masih terlihat jauh dari tempat kami berada sekarang.
Saat kami menginjakkan kaki di lantai kastil, sebuah sensasi aneh menyerangku.
Zzztt!
'Ini? Lapisan pelindung agresif?'
"Len?"
Rin menepuk pundakku karena aku terdiam sejenak di perjalanan. Aku yang tersadar langsung menyusul rekan-rekanku yang sudah berjalan ke depan duluan. Sensasi barusan… Kenapa ada perasaan kalau kastil ini dipasangi lapisan pelindung yang agresif?
Seharusnya sebuah kastil umum seperti ini hanya perlu dipasangi sebuah pelindung yang defensive mengingat jenis tersebut hanya menyerang orang-orang yang melakukan tindakan menyimpang di dalam kastil. Jenis agresif menyerang semua orang yang tidak memiliki data pernah menempati kastil atau tidak memiliki hubungan dengan kastil, dengan kata lain, pelindung tersebut bisa menyerang kita kapan saja.
"Kagamine Len."
Suara Rei langsung menghentikan langkahku, seluruh rekanku juga berhenti.
Ksatria yang penuh aura kemenangan serta kebijaksanaan, Reiss Balakovic, hanya dengan sebuah suara darinya dapat membuat kami langsung berhenti dan bergidik ngeri, seorang penyihir tingkat S memang seharusnya seperti ini.
"Kau tidak bodoh, kau pasti menyadarinya sejak masuk ke sini bukan?"
Aku terdiam.
"Hei, apa kau masih ingat bagaimana janji yang pernah kita berdua ucapkan sebelum kita berpisah?" Ucapnya lagi.
"Kita adalah pahlawan, oleh karena itu, kita berdua harus menyelamatkan orang yang butuh pertolongan, siapapun dia." Aku bergumam pelan.
"Sudah berapa orang yang kau selamatkan sekarang?" Tanya Rei.
"Lebih banyak dari yang bisa kau perkirakan." Jawabku.
"Bagus. Aku pun sama." Lanjutnya.
"Lalu, apa kau sudah menyelamatkan dirimu sendiri? Apa kau sudah tahu siapa dirimu sebenarnya?" Aku terdiam mendengar pertanyaannya.
TRANG!
Tanpa aba-aba, Rei menyerangku dengan pedangnya, beruntung Leon melindungiku dengan kedua belati andalannya.
"Atas nama Arc, belati Yamata no Orochi, tidak akan melepaskan siapapun yang menyerang ketua kami!" Teriak Leon.
Seluruh anggota langsung memasuki posisi tempur dengan cepat, Rei hanya memainkan pedangnya dengan tangannya.
"Jangan terlalu dibawa serius, aku tahu tujuan kalian ke sini adalah menginvestivigasi kejadian yang terjadi di Perancis, dan kalian mencurigai organisasi yang ada di bawah naunganku." Ucap Rei.
"Jadi begini, aku dan sang Ratu sudah membuat keputusan untuk membawa kalian semua ke sini terlebih dahulu. Kita akan memainkan sebuah permainan kecil untuk menghindari kecurigaan, jika kami menang, kalian akan tunduk dan pergi dari sini dengan tenang. Jika kalian menang, kami akan membiarkan kalian melanjutkan investivigasi kalian." Ucap Rei.
Apa?
"APA MAKSUDMU REI?! AKU BUKAN ORANG ASING BAGIMU! KATAKAN SEMUA YANG KAU KETAHUI!" Teriak ku penu emosi.
Apa-apaan ini?!
"Karena kau bukan orang asing lah, Ratu kami memikirkan kemungkinan kalau kalian akan mencampuri birokrasi dari GBM. Sang Ratu tidak menginginkan itu, pihak kami sudah mengajukan permohonan agar B.L.A.D.E tidak mencampuri tentang masalah ini. Tapi, sayang, permintaan kami diacuhkan dan mereka tetap mengirimkan pihak ketiga." Ucap Rei dengan nada yang agak kecewa.
"Apa? Kami tidak mendengar hal seperti itu!"
"Len, kita memang berjanji akan menjadi pahlawan, tapi aku sadar, menjadi pahlawan tidak selalu berjalan mulus seperti kebanyakan di cerita dongeng. Kadang, ketika kau harus melakukan sesuatu, kau harus menerima sesuatu sebagai balasannya, dan aku mengerti bagaimana balasan yang aku dapatkan karena menerima keputusan dari sang Ratu. B.L.A.D.E memang organisasi dengan GBM sebagai pemegang tertingginya, tapi tetap saja, ini organisasi tingkat dunia dan bukan hanya GBM saja yang punya wewenang di dalamnya. Oleh karena itu, pihak kami hanya menginginkan otonomi kami sendiri yang menyelesaikan masalah ini tanpa bantuan luar, jika B.L.A.D.E juga mengurus masalah ini, sang Ratu percaya kalau masalah ini tidak akan selesai."
"Apa maksudmu Rei? Apa memang sebegitu pentingnya kah masalah ini hingga kalian bahkan tidak mengizinkan pihak ketiga membantu?!"
"Sebenarnya, aku tidak punya hak menjawab pertanyaan itu." Jawab Rei.
Ini aneh! Jika memang Holy Knight of World tidak terlibat pada insiden pengeboman September lalu, lantas, kenapa seperti ada hal yang mereka ingin sembunyikan dari B.L.A.D.E yang notabene nya adalah organisasi tingkat dunia?
"Ini masalah kami sendiri, memang benar, B.L.A.D.E disetujui pembentukkanya oleh pihak GBM, dan mempersilahkan B.L.A.D.E untuk membuat markas pusat utama di sini selain di Jepang. Tapi, tetap ada beberapa masalah yang tidak bisa kalian campuri seenaknya."
Kecurigaanku makin bertambah, apa benar ada suatu konspirasi yang sedang terjadi dan tengah disembunyikan?
"Aku tidak ingin mengerti apa maksudmu, tapi kami akan menerima tawaranmu." Ucapku.
"Len?!" Miku mengeluh kepadaku.
"Tidak apa, kita bisa laporkan ini nanti. Aku lebih tertarik dengan penawaran yang diajukan oleh Rei dan sang Ratu." Ucapku, sambil sedikit menyunggingkan sebuah senyuman kasar.
"Len, apa kau mengerti bagaimana dunia ini berjalan? Kita memang pernah bersama, tapi lupakan kebersamaan itu. Aku sudah bukan Rei yang kau kenal dulu." Ucap Rei, dengan sedikit senyuman menantang.
Waktu terhenti sebentar.
"Yuuma! Hantam Rei dengan tombakmu, gunakan Penetration. Dalam selang 10 detik itu, Leon dan Dell, manfaatkan celah untuk mendekat! Kiyoteru, tembak sisi pangkal pedang dengan dua tembakan beruntun lurus untuk mengacaukan ayunan pedang Rei saat Rei akan melakukan gerakan pertahanan!"
Aku memberikan sebuah instruksi singkat.
Yuuma kembali mengeluarkan tombaknya, tapi tanpa menggunakan bandananya. Ia menarik tombaknya dengan berat ke belakang dan melakukan gerakan menusuk yang amat cepat seperti serangan buntut lebah.
Seperti dugaan, Rei dapat menangkisnya dengan mudah menggunakan pedangnya.
Saat Rei, sibuk, Leon dan Dell akan siap mengapit Rei dari dua sisi.
Sebuah bola energy tercipta di pangkal senjata Dell dan Leon, strateginya adalah serangan menjepit yang membuat Rei harus melompat ke atas dan membuatnya tanpa pertahanan penuh di udara. Setelah itu, Kiyoteru akan menembakkan dua peluru beruntun ke pangkal pedang Rei untuk menarik lengan Rei ke belakang dan Yuuma akan siap melakukan serangan penuh dengan tusukan kuat dari bawah.
"Sayang sekali, Len."
Dengan satu tarikan nafas, Rei ternyata memutar badannya di tengah udara, mengambil celah di antara tangan Leon dan Dell yang mengarah kepadanya. Dia langsung memukul Leon dengan gagang pedang, dan mementalkan Dell dengan sebuah sihir ringan dari tangan satunya.
Lingkaran pemanggilan sihir terbentuk di belakang tubuh Leon dan Dell yang terpelanting ke tembok, menandakan aktifnya sihir perlindungan dari skuad penyembuh yang memberikan bantuan dari belakang.
"Instruksimu masih seperti anak kecil yang polos, terlalu mudah di baca." Ucap Rei.
"Ini hanya pemanasan." Ucapku.
"Sebelum kau menyerang lagi, biarkan aku menjelaskan peraturan permainan ini sejenak. Kalian akan mencoba mengambil Excalibur Replica yang tertancap di ruangan luas di tengah kastil ini, dan aku akan melindunginya, tapi…"
*Tik!
Tiba-tiba beberapa orang dari anggota timku menghilang dari hadapanku.
"… Kalian akan dibuat berpencar untuk membuat permainan lebih menarik. Pelindung agresif yang aku pasang dapat menghambat yang lain sementara aku membereskanmu dan Yuuma yang ada di sini." Ucap Rei.
Aku menghela nafas dan mengusap keringatku.
"Ada apa? Kau takut? Kau takut karena kau tidak mampu bertarung?" Ucapnya dengan nada yang berat.
"Tidak." Jawabku.
"Aku menganggap ini menarik." Lanjutku.
Yuuma sudah siap melepas kain yang ada di lengannya dan memposisikan kain tersebut di sekitar kepalanya.
"Yuuma, ikuti instruksiku, kita akan melakukan sedikit taktik licik untuk melawannya." Bisikku pada Yuuma.
Yuuma menggunakan ikat kepalanya lagi, dan tatapan matanya berubah. Penyihir tingkat S ya… Ini akan menjadi permainan yang menarik, Rei. Akan kuungkap alasan di balik semua ini!
XOXOX
"Within the complications."
XOXOX
Chapter 3 selesai!
Kita akan bermain cepat dalam fict ini, plotnya lumayan panjang, jadi alurnya akan sedikit ngebut. ^^
Tapi tenang, walau alur ngebut, saya gak akan ngurangi porsi deskripsi kok, jadi bakal saya buat sejelas mungkin. ^^
Chapter depan menceritakan cerita antara Len dan Rei serta 'permainan' kecil mereka dalam mencari kebenaran~
Balas anon review~
-To reviewer named YZLoid:
Halo!
Saya senang kok kalau kamu bisa senang dengan cerita ini ^^
Tapi peringatan aja, cerita ini gak akan berjalan ke arah yang terlalu menyenangkan nantinya~ #PLAK
Inspirasi saya buat cerita ini ya? Bisa kamu lihat di pengantar chapter 3 ini ^^
Makasih ya udah review~ Ini udah lanjut~
Akhir kata, maaf jika ada kata yang kurang berkenan, saya mau tahu komentar kalian soal chapter kali ini, apapun itu, karena bentuk apresiasi dari kalian adalah kebahagiaan untuk saya.
Jaa~~ Matta ne~~ ^^
Best Regards,
Aprian
