Sebelumnya thanks buat kalian yang sudah review ff gaje ini :-D
Seneng banget rasanya kalau ada yang demen sama ff ini.
Mf gk bisa bls review kalian satu2...
Pokoknya matursuwun.
Yg udh follow & favourite jg.
Yaudah,
-happy reading-
.
.
...Someone who loves and cares not necessarily
love, but someone who loves surely love and
cherish...
.
.
Hari ini adalah hari senin. Hari dimana akhir pekan telah berakhir dan seluruh anak sekolah harus kembali lagi ke sekolah untuk belajar. Tapi tidak bagi seorang Oh Sehun. Yeoja manis itu dari tadi pagi masih asyik bergelut dengan selimut tebalnya. Dia tidak pergi ke sekolah hari ini dengan alasan kurang enak badan.
Drrrttt...drrrttt...
Ponsel Sehun yang ada disampingnya bergetar. Ada sebuah pesan masuk dari Baekhyun.
From : Baekhyunee
-Knp kau tdk prgi sekolah hari ini?-
Sehun mengabaikan pesan dari sahabatnya tersebut. Tidak berniat untuk membalasnya. Dia lalu menaruh kembali benda persegi panjang tersebut ke sampingnya. Dia ingin melanjutkan tidurnya lagi. Dia masih mengantuk dan sudah berkali-kali dia menguap lebar.
Sehun mulai memejamkan kedua matanya. Namun bunyi getaran ponsel disebelahnya sangat mengganggunya dan membuatnya tidak bisa melanjutkan tidurnya lagi. Dia lalu meraih ponselnya guna melihat siapa gerangan yang mengganggunya.
From : Kyungie
-Knp kau tdk prgi ke sklah hari ini?-
Sehun berdecak kesal melihatnya. Ternyata itu pesan dari Kyungsoo. Dan yang lebih menyebalkan lagi, isi pesannya sama dengan yang dikirim oleh Baekhyun tadi.
Sehun menatap layar ponselnya malas. Dia tidak ada niat buat membalas pesan Kyungsoo juga. Bukannya Sehun tidak mempunyai pulsa, tapi dia hanya malas.
Drrrttt...drrrttt...
Untuk ketiga kalinya ponsel Sehun bergetar lagi. Baekhyun mengiriminya pesan lagi untuk yang kedua kalinya. Sehun sangat berharap isinya berbeda dari yang sebelumnya.
From : Baekhyunee
-Sehuuuuuuuuuneeeee...apa kau baik2 saja? Knp kau tdk membls pesanku? Aku dan Kyungsoo akan kermhmu nanti. Bye!-
Namun kali ini Sehun dengan sedikit terpaksa membalas pesan dari sahabatnya tersebut. Dia tidak ingin mereka mengiriminya pesan dengan isi yang sama lagi.
To : Baekhyunee
-Aku hax tdk enak badan-
Sehun lalu melempar ponselnya asal ke atas kasur dan bangun dari acara tidurannya. Dia kemudian berdiri didepan sebuah cermin besar, mengamati seluruh tubuhnya dengan teliti. Dia cantik, dan juga tinggi. Tidak kalah dengan yeoja yang diklaim Sehun sebagai kekasih Chanyeol itu. Tetapi, tidak ada kata seksi sama sekali dari bentuk badannya. Dia kurus. Wajar saja jika Jaehyun, hoobae nya di sekolah menjulukinya si "tikus" alias tinggi kurus. Dia lalu menangkup kedua pipinya yang tirus. Ah, sepertinya dia harus memperbanyak porsi makannya mulai sekarang.
Sehun menjatuhkan tubuhnya kembali ke atas kasur. Dia benar-benar sangat mengantuk sekarang. Tidak butuh waktu lama, dengkuran halus sudah terdengar dari mulutnya.
.
.
Sore telah tiba. Sehun kini masih tiduran diatas kasurnya sambil memainkan benda persegi panjang yang ada ditangannya itu. Seperti biasa, menstalker(?) berbagai akun sosial media milik seorang Park Chanyeol. Dia terus menggeser layar smartphone nya ke bawah. Chanyeol ternyata tidak aktif hari ini. Mungkin dia sedang sibuk, pikirnya.
Pintu kamarnya tiba-tiba terbuka, menampilkan dua orang yeoja yang sangat Sehun kenali muncul di baliknya.
"Sehuuuun!" seru Baekhyun sambil melangkah menghampiri Sehun dengan diikuti oleh Kyungsoo dibelakangnya.
"Kalau ingin masuk ke kamar orang itu ketuk pintu dulu," protes Sehun.
Kyungsoo terkekeh mendengarnya.
"Hehehe, seperti kau tidak mengenal kami saja, Hun," lanjutnya.
"Kau sakit apa? Wajahmu kelihatan pucat," tanya Baekhyun. Dia lalu mencoba menyentuh dahi Sehun dengan punggung tangannya.
"Tubuhmu tidak panas," ujarnya kemudian.
"Aku hanya meriang saja," ucap Sehun.
"Benarkah? Tapi tidak biasanya seorang Oh Sehun tidak datang ke sekolah hanya karena meriang saja," kata Kyungsoo.
"Tidak masalah, kan? Sekali-kali tak mengapa."
Ponsel Baekhyun tiba-tiba berdering. Ada sebuah panggilan masuk. Dia lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut.
"Halo! Ada apa Jongdae Oppa?"
(Aku sudah menyiapkan semua apa yang kau suruhkan.)
"Kerja bagus. Bawa itu kesekolah besok lusa, oke."
(Arasseo.)
Baekhyun lalu masuk kembali ke kamar Sehun setelah dia mengakhiri panggilannya dengan Jongdae.
"Siapa yang menelepon, Baek? Kok sampai keluar segala," tanya Sehun penasaran.
"Oh, Jongdae Oppa," jawab Baekhyun.
"Jongdae? Bukankah dia teman sekelas Chanyeol?"
"Memangnya kenapa? Dia kan sepupuku."
"Tidak apa-apa. Tapi, kenapa dia menghubungimu?"
"O-oh, dia memintaku untuk datang kerumahnya nanti malam," jawab Baekhyun bohong. Dia lalu melihat ke arah Kyungsoo sambil mengedip-ngedipkan kedua matanya. Kyungsoo yang melihatnya menganggukkan kepalanya paham.
"Oh..." ucap Sehun tanpa curiga sedikit pun.
.
.
Sehun melangkahkan kedua kaki jenjangnya menyusuri anak tangga menuju ke balkon sekolahnya yang terletak dilantai dua. Balkon tersebut menghadap langsung ke lapangan basket outdoor. Dia menghela napas panjang begitu tiba di atas sana. Iris matanya sibuk menatapi pemandangan yang ada dibawah sana, lebih tepatnya ke area lapangan basket sambil menyunggingkan senyum tipis. Dia bisa melihat Chanyeol yang sedang latihan basket bersama timnya.
Sehun senang melihatnya. Chanyeol yang sedang berkeringat terlihat sangat seksi menurutnya. Dia menjadi tersipu. Dia buru-buru menggelengkan kepalanya menepis segala pikiran anehnya. Yeoja itu lalu beralih menatap arloji dipergelangan tangan kirinya. Waktu istirahat tinggal beberapa menit lagi. Dia kemudian melangkah pergi dari tempat tersebut menuju ke kelasnya.
Sehun mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam saat sudah sampai didepan pintu kelasnya. Karena tiba-tiba saja darah mengalir dengan perlahan dari hidungnya. Dia lalu buru-buru melangkah menuju ke toilet sambil menutupi hidungnya dengan tangan kanannya.
Saat sampai dibelokkan, Sehun tak sengaja menabrak Chanyeol yang baru selesai latihan basket.
"M-mianhamnida Sunbae, mianhamnida," ujar Sehun sambil membungkukkan badannya beberapa derajat.
"A-aku tak sengaja," lanjutnya. Dia terus menundukkan kepalanya. Tidak berani menatap Chanyeol yang saat ini juga tengah menatapnya.
"Kau tidak apa-apa, kan?" tanya Chanyeol saat dia melihat ada sedikit darah di jari tangan Sehun yang masih digunakan untuk menutup hidungnya.
"Aku tidak apa-apa. Permisi," jawab Sehun lalu buru-buru pergi meninggalkan Chanyeol yang mengerutkan dahinya heran.
Sehun langsung membersihkan darah dihidungnya begitu dia sampai di dalam toilet.
"Kenapa harus sekarang, sih?" ujarnya.
"Untung hanya mimisan saja," lanjutnya sambil mengelap air yang ada diwajahnya dengan tisu. Setelah selesai, dia lalu berjalan keluar dari tempat tersebut menuju ke kelasnya.
Sehun terkejut saat dia memasuki ruangan kelasnya. Pasalnya, didalam kelasnya hanya ada Yixing dan juga Suho. Suho? Apa yang dilakukannya disini? Pikirnya. Oh, sepertinya otak Sehun sudah mulai konslet. Tentu saja Suho ada dikelasnya karena ingin berduaan saja dengan Yixing, kekasihnya. Tapi, kemana teman-temannya yang lain?.
"Apa yang Suho Sunbae lakukan disini?" tanya Sehun menghampiri keduanya.
"Oh, Sehun. Aku hanya sedang membantu yeojachinguku ini mengerjakan tugasnya. Kebetulan kelasku sedang tidak belajar," jawab Suho sambil merangkul bahu Yixing.
"Oh, begitu. Lalu, kemana teman-temanku yang lain?"
"Oh, Suho Oppa tadi menyuruh mereka semua ke perpustakaan. Kebetulan Siwon Saem tidak hadir hari ini," jawab Yixing.
Cih, bilang saja kalau ingin bermesraan disini tanpa ada pengganggu. Batin Sehun. Dia lalu melihat apa yang sedang dikerjakan oleh Yixing.
"Kau belum mengerjakan tugasmu itu?" tanyanya.
"Hehehe, belum. Aku tidak begitu paham. Jadi aku minta tolong sama Suho Oppa agar mengajariku," jawab Yixing.
"Oh."
"O, ya Hun. Bagaimana, huh?" tanya Yixing sambil mengedip-ngedipkan matanya imut kearah Sehun.
"Bagaimana apanya?" tanya Sehun balik. Dia tidak mengerti dengan maksud Yixing tersebut.
"Bagaimana anumu dengan Chanyeol Sunbae, huh?" tanya Yixing ambigu.
"Chanyeol Sunbae? Maksudmu Park Chanyeol?" ucap Suho.
"Iya, Oppa. Jadi, Sehun itu jatuh cinta sama Chanmmmmpppptttt..." Sehun langsung membekap mulut Yixing dengan tangannya.
"J-jangan dengarkan dia, Oppa!" serunya.
"Akhh...!" teriak Sehun saat Yixing menggigit tangannya.
"Sakit tahu."
"Biarin. :-p"
"Jadi kau jatuh cinta sama Chanyeol?" tanya Suho.
"Jujur sajalah, Hun. Tidak usah menyembunyikan apapun dari kami."
"Arasseo arasseo, aku jujur. Oke, aku memang mencintainya." Sehun lalu melihat-lihat sekelilingnya. Aman, tidak ada siapapun kecuali mereka bertiga. Jadi, tidak ada yang mendengar obrolan mereka.
"Tapi jangan kasih tahu siapapun, oke. Termasuk Chanyeol Sunbae," lanjutnya.
"Baiklah. Aku tidak akan mengatakannya pada siapapun."
.
.
Chanyeol pulang kerumahnya dengan raut wajah bahagia. Dia merasa senang saat tadi dia tak sengaja melihat Sehun tengah melihatnya dari balkon saat dia sedang latihan basket.
"Kau sudah pulang?" tanya Seohyun saat melihat Chanyeol masuk kedalam rumah.
"Ne. Kenapa kau kemari?"
"Aku ingin kau nanti menemaniku jalan-jalan lagi."
"Maaf, aku tidak bisa. Aku harus latihan basket nanti."
"Begitu, ya. Ya sudah, tidak apa-apa. Lain kali saja."
Chanyeol tersenyum mendengarnya. Namja tinggi itu lalu berjalan menuju ke kamarnya.
Chanyeol melepaskan seluruh bajunya saat sudah berada didalam kamarnya. Dia merasa kepanasan. Entah kenapa. Padahal pendingin ruangan di kamar tersebut sudah dia hidupkan. Dia lalu merogoh saku celananya untuk mengambil benda persegi panjang didalamnya. Dia kemudian mendial nomor ponsel Jongin, teman sekelasnya dan menghubunginya.
(Ada apa, Yeol? Tidak biasanya kau menghubungiku.)
"Aku mau tanya, apa kau mengenal banyak yeoja yang ada dikelas 2?"
(O, jelas. Waeyo?)
"Apa kau tahu nama yeoja yang cantik itu?"
(Yeoja yang cantik? Nugu? Yakk Park Chanyeol! Kalau tanya itu yang jelas dong. Banyak yeoja cantik yang ada di kelas 2. Jadi, sebutkan ciri-cirinya dengan benar, oke.)
"Baiklah. Dia cantik, manis, dan sepertinya aku pernah melihat dia mengikuti olimpiade sains bulan lalu."
(Siapa? Bisa kau menyebutkan ciri-cirinya yang lebih detail lagi?)
"Oh, apa kau mengenal sepupunya Jongdae? Dia sering bersamanya."
(Sepupu Jongdae? Si Baekhyun maksudmu?)
"Iya. Aku sering melihat dia bersamanya."
(Yeoja yang sering bersama Baekhyun yang aku tahu sih cuma Kyungsoo dan Sehun.)
"Kyungsoo dan Sehun?"
(Iya. Si Kyungsoo itu yang paling boncel, dan si Sehun itu yang paling tinggi.)
"Sepertinya yang paling tinggi, deh."
(Sehun maksudmu? Dia cantik, kan?)
"Ne."
(Manis, dan agak kurus.)
"Ya, kau benar. Jadi namanya Sehun?"
(Iya. Lebih tepatnya Oh Sehun. Wae? Apa kau menyukainya?)
"T-tentu saja tidak. Aku hanya sering melihatnya memperhatikanku. Jadi aku bertanya padamu. Sudah dulu, ya. Thanks atas infonya." Chanyeol langsung mengakhiri panggilannya sepihak. Dia senang telah mengetahui nama yeoja itu.
"Oh Sehun..."
.
.
Tbc...
