Title : Dark Shadow
Cast : Siwon | Heechul | Kibum
Genre : Romace, Hurt, Comfort
.
.
*Dark Shadow*
.
"Aku pikir kau marah padaku, tapi ternyata kau masih mau datang menemuiku" ujar Choi Siwon di tengah aktivitas makan siangnya bersama Heechul.
"Marah? Mengapa aku harus marah padamu?" tanya Heechul bingung. Tangannya yang terulur hendak mengambilkan irisan daging sapi untuk Siwon terhenti di udara.
"Tentang hari itu. Aku membuat keributan di butikmu. Maaf. Aku tidak tahu kau sangat sibuk sampai Kibummie menelponku dan menjelaskan tentang fashion show-mu itu" jelas Siwon.
Heechul meletakkan sepasang sumpit yang dipegangnya ke atas meja. Siwon meminta maaf padanya setelah Kibum menjelaskan bahwa ia akan menggelar fashion show dalam waktu dekat. Tapi bukankah waktu itu ia juga sudah menjelaskan hal yang sama? Mengapa Siwon tidak mau mengerti dengannya? Mengapa harus Kibum yang menjelaskan baru namja itu mau menerimanya?
"Ah, masalah itu. Gwaenchanha, aku juga harus minta maaf padamu karena tidak bisa menepati janji. Seharusnya aku yang menyelesaikan rancangan kalian, bukannya Eunjoo"
"Sudahlah, anggap saja kita impas. Lagipula kudengar Eunjoo juga memiliki keahlian yang nyaris sempurna sepertimu. Aku tidak lagi mempermasalahkan hal itu. Sudah, lanjutkan makanmu"
Heechul terdiam sejenak. Tangannya belum bergerak untuk mengambil sumpit miliknya. Entahlah, rasanya ini tidak adil baginya. Dilihat dari sisi manapun, jika Siwon dan Kibum dapat bersatu tentu tidak adil bagi Heechul yang menjaga persahabatan mereka bertiga.
"Kau yakin kau mencintai Kibum?" tanya Heechul tiba-tiba.
Siwon mengernyit heran. Heechul begitu cepat mengganti topik pembicaraan mereka. Dan pertanyaan yang dilontarkan Heechul barusan sedikit membuatnya tercengang.
"Tentu saja. Kau sendiri juga tahu kan? Wae? Kau meragukanku?"
Siwon turun menghentikan kegiatan makannya.
"Sejujurnya aku meragukanmu" sahut Heechul tenang.
Tapi hal itu justru sedikit memancing emosi Siwon.
"Apa maksudmu?"
"Well, Siwon. Kita bersahabat bertiga. Banyak menghabiskan waktu bertiga. Bagaimana kau yakin kalau yang kau rasakan dengan Kibum adalah cinta? Tidak pernahkah kau berpikir untuk mencintai seseorang di luar sana?"
"Tidak perlu alasan untuk mengetahui yang kurasakan pada Kibum adalah cinta, bukan? Kita bertiga memang bersahabat, bahkan aku lebih dulu mengenalmu dibanding dengan Kibum. Aniya, kita saling mengenal lebih dulu baru kemudian Kibum bergabung dengan kita. Tapi Heechul-ah, ada yang tidak kau mengerti. Meski kita bertiga sering menghabiskan waktu bersama, tapi yang kurasakan denganmu dan yang kurasakan dengan Kibum berbeda. Awalnya aku juga tidak yakin dengan apa yang kurasakan. Tapi ketika Kibum kembali ke Amerika, saat itulah aku menyadari kalau aku kehilangan dirinya"
"Bagaimana jika aku mengatakan aku sempat mencintaimu? Bagaimana jika aku mengatakan apa yang kau rasakan pada Kibum sama dengan apa yang kurasakan padamu?"
Siwon tertegun. Terkejut dengan penuturan Heechul tadi.
"Kau bercanda?"
"Jika aku bercanda maka perasaanmu dengan Kibum juga sebuah candaan. Jika aku bercanda maka pernikahanmu dengan Kibum juga sebuah candaan!"
"Heechul... K-kau..."
"Aku mencintaimu Siwon. Sampai sekarang! Mengapa kau tidak bisa mengerti?!"
"Kau tidak mengatakannya padaku"
"Aku berusaha menutupinya, menutupi darimu dan juga Kibum. Semua kulakukan agar persahabatan kita tidak hancur. Aku tidak ingin persahabatan kita hancur hanya karena cinta. Tapi aku dan Kibum justru melakukannya!"
"Heechul, aku sungguh tidak-"
"Sudahlah. Semua sudah terlanjur terjadi. Apapun yang terjadi pernikahan kalian memang harus terjadi"
Heechul segera keluar dari ruangan Siwon tanpa berpamitan. Meninggalkan Siwon yang masih tertegun di tempatnya. Sedetik kemudian Siwon segera berlari mengejar Heechul. Ia tidak bisa membiarkan Heechul menyetir seorang diri dengan keadaan yang sedang kacau. Ia terlalu mengerti Heechul. Namja itu sering berpikiran pendek. Melakukan apa saja sesuai suasana hatinya.
"Heechul-ah!"
Siwon memanggil –meneriakkan nama Heechul ketika tiba di basement kantornya. Mencari keberadaan sahabatnya di antara banyaknya mobil yang berjejer. Siwon memicingkan matanya ketika penglihatannya menangkap sosok pria yang dikenalnya sedang merunduk dibalik kemudi. Bahu pria itu bergetar membuat Siwon yakin bahwa ia sedang menangis.
Siwon segera berjalan mendekati mobil Heechul. Mengetuk kaca jendelanya berkali-kali agar Heechul menyadari keberadaannya. Sesuai dugaannya, Heechul mengangkat kepalanya. Namun tidak seperti yang diinginkan Siwon, Heechul justru terburu-buru menyalakan mobilnya.
Siwon terus mengetuk kaca jendela Heechul, berkali-kali membuka pintu mobil Heechul namun percuma karena Heechul telah menguncinya.
"Heechul-ah, buka pintunya!"
Heechul menulikan pendengarannya. Ia memilih menginjak pedal gasnya kuat-kuat dan pergi dari sana. Mengabaikan Siwon yang masih berdiri di tempatnya.
Sore harinya Siwon memilih berkunjung ke apartemen Heechul sekedar memastikan keadaan sahabatnya itu. Siwon segera menekan tombol pin apartemen Heechul yang sudah dihafalnya. Tentu saja ia hafal. 0407. Tanggal ulang tahunnya. Sekarang ia tahu mengapa Heechul memakai empat digit angka itu sebagai password apartemennya. Dulu ketika ia bertanya, Heechul hanya menjawab kalau angka itu yang paling dihafalnya. Bodoh sekali dulu ia tidak menyadari arti sebenarnya.
Siwon terkejut ketika pintu apartemen Heechul tidak bisa dibuka karena password yang ia masukan salah. Heechul mengganti passwordnya. Siwon segera mengambil ponselnya dan menelpon Heechul yang ia yakini berada di dalam. Tapi setelah beberapa kali menelepon, tidak ada satupun yang dijawab oleh Heechul. Pada akhirnya Siwon menyerah dan menuliskan sederet pesan untuk Heechul sebelum pergi meninggalkan apartemen namja cantik itu.
.
*Dark Shadow*
.
Heechul menangis di dalam kamarnya yang sengaja diredupkan. Ia tidak menyangka berhasil mengatakan perasaannya pada Siwon. Meski sudah sangat terlambat, tapi ia berhasil mengatakannya. Tapi itu justru membuatnya semakin sedih. Air matanya terus mengalir. Mengotori wajahnya yang putih pucat. Seandainya ia menyatakan perasaannya pada Siwon sejak dulu, mungkin sekarang keadaannya sudah berbeda.
Ponselnya bergetar berkali-kali, tanda ada panggilan masuk untuknya. Ia melirik dan melihat nama Siwon tertera disana. Tidak. Untuk sekarang ini ia tidak ingin mendengar suara namja itu apalagi bertemu dengannya.
Kemudian suara pesan masuk menyadarkan Heechul. Ia mengambil ponselnya dan membaca pesan masuk yang ternyata dari Siwon.
[Heechul-ah. Aku tahu kau di dalam. Aku tahu kau tidak ingin bertemu denganku..
Heechul-ah, aku minta maaf...
Maaf untuk cintamu yang tak terbalas,
Maaf karena aku yang tidak peka terhadap perasaanmu...
Aku berpikir selama ini perhatian yang kau berikan hanya sebatas persahabatan kita,
Tapi ternyata semua itu berarti lebih untukmu...
Heechul-ah, seperti yang kau katakan tadi,
Aku dan Kibum akan tetap menikah.
Maaf jika ini menyakiti hatimu...
Heechul-ah... Jangan melakukan hal bodoh.
Jangan menyakiti dirimu sendiri seperti dulu...
Aku menyayangimu...]
Prakk!
Ponsel itu hancur menjadi beberapa bagian. Ia baru saja melempar benda mahal itu sedetik setelah pesan Siwon selesai dibacanya.
Heechul bangkit dari tempat tidurnya, segera menarik keluar koper besar yang diletakkan di bawah ranjang. Mengambil seluruh pakaian dari dalam lemari dan menyusunnya asal ke dalam koper. Heechul juga memasukkan semua barang-barang miliknya ke dalam koper.
Kemudian Heechul menghubungi asistennya –Eunjoo dengan telepon karena ponselnya telah hancur membentur dinding tadi.
"Eunjoo-ya, hubungi pihak di New York dan katakan pada mereka kalau fashion show-nya akan dipercepat dan urus keberangkatanku kesana dalam minggu ini"
"..."
"Ya. Aku akan berangkat hari Minggu nanti dan tolong jangan beritahu siapapun tentang keberangkatanku yang dipercepat ini"
Setelah mengabari asistennya, Heechul segera mengambil kunci mobil dan kacamata hitam miliknya. Dengan memakai kacamata hitam –untuk menutupi matanya yang bengkak, Heechul keluar dari flat apartemennya menuju basement. Heechul mengendarai mobilnya menuju butik miliknya dan mengunci diri di dalam ruangannya begitu sampai disana.
Heechul tetap berada disana meski hari sudah gelap. Butik memang ditutup lebih cepat hari ini. Sehingga tidak ada orang ketika ia datang sore tadi. Meski sudah hampir jam 9 malam, Heechul tetap bekerja menyelesaikan beberapa desain untuk fashion show-nya nanti. Beberapa gelas kopi menemaninya malam ini. Tangannya tetap telaten memotong kain-kain sesuai rancangannya, meskipun matanya sudah sangat lelah.
Menyibukkan dirinya adalah hal yang paling baik untuk menutupi sakit hatinya. Heechul sering melakukan itu. Tidak peduli kalau nanti tubuhnya akan ambruk, yang penting ia lupa dengan sakit di hatinya.
.
*Dark Shadow*
.
"Heenim, Siwon-ssi datang untuk mencoba jas pengantinnya" lapor Eunjoo yang masuk ke ruangannya.
Heechul yang sedang menjahit sebuah gaun untuk fashion show-nya berhenti sejenak menatap Eunjoo.
"Berikan saja jas pengantinnya, nanti aku akan turun"
Eunjoo mengangguk mengerti dan keluar dari ruangan Heechul, meninggalkan Heechul yang masih duduk diam di kursinya. Ia tidak menyangka Siwon akan datang menemuinya –meski dengan alasan untuk mencoba jas pengantinnya. Padahal sudah beberapa hari terakhir ia sengaja menghindar dari Siwon. Ia sengaja tidak membeli ponsel baru agar Siwon tidak bisa menghubunginya begitu juga sebaliknya.
Heechul berdiri dari duduknya, menatap tiga gaun berwarna senada yang telah dipajang di manekin. Tidak sia-sia ia bekerja lembur selama beberapa hari terakhir, tiga dari tujuh gaun yang akan dibawa saat fashion show nanti sudah selesai dibuat. Sekarang ia sedang menyelesaikan gaun ke empat dan masih ada dua hari sebelum keberangkatannya ke New York. Kemungkinan ia akan membayar penjahit profesional untuk membantunya membuat tiga gaun lainnya agar selesai dalam dua hari. Beruntung fashion show di New York ini diadakan oleh majalah mode disana, jadi tidak hanya dirinya yang ikut menyumbangkan karya, tapi ada beberapa fashion desainer lain yang ikut turut serta. Karena itu ia hanya perlu membuat tujuh gaun untuk fashion show nanti.
Tok! Tok! Tok!
Terdengar pintu ruangannya diketuk dari luar dan Eunjoo muncul dari balik pintu tidak lama kemudian.
"Siwon-ssi sudah selesai mencoba jas pengantinnya, tapi masih ada beberapa bagian yang tidak sesuai. Saya tidak berani mengaturnya, Heenim"
"Aku turun sekarang"
Heechul dan Eunjoo turun beriringan. Keduanya segera berjalan menuju ruang fitting dimana Siwon sedang menunggunya. Heechul menghela nafas pelan ketika melihat punggung tegap pria yang dicintainya itu. Ia berdoa dalam hati semoga ia kuat bertemu dengan Siwon.
"Ehmm"
Siwon segera berbalik begitu mendengar suara Heechul. Tapi Heechul berusaha mengabaikan Siwon dengan tidak menatap Siwon sama sekali. Heechul segera mengukur beberapa bagian dari jas Siwon yang memang kebesaran.
"Bagian ini kebesaran beberapa centi, akan segera diperbaiki" ucap Heechul datar seraya mencatat dan menandai bagian yang perlu diperbaiki nanti.
"Chullie-ya, kau baik-baik saja?" tanya Siwon hati-hati.
"Dasinya tidak sesuai dengan model jas. Eunjoo-ya tolong ambilkan koleksi dasi kita"
Heechul sepenuhnya mengabaikan Siwon. Ia fokus memeriksa bagian lain dari jas Siwon yang sebenarnya sudah selesai itu.
"Kau baik-baik saja 'kan? Beberapa hari ini kau tidak bisa dihubungi, kau tidak tahu seberapa khawatirnya aku"
"Eunjoo-ya, dasinya cepat!"
Heechul lagi-lagi mengabaikan Siwon.
"Ini dasinya Heenim"
Heechul mengambil koleksi dasi rancangannya dan mencocokkan satu per satu model dasi dengan jas yang masih dipakai Siwon.
"Aku minta maaf untuk masalah kemarin, Chullie"
"Eunjoo-ya, buatkan satu dasi seperti ini dengan warna yang sesuai. Selesaikan dengan cepat, usahakan dua hari lagi sudah selesai dan sudah bisa diambil beserta jasnya. Selebihnya kuserakan padamu, aku harus kembali ke atas"
Heechul memberikan contoh dasi yang dikira sesuai dengan jas Siwon pada Eunjoo dan segera beranjak keluar dari ruang fitting. Tanpa mempedulikan Siwon yang masih berupaya untuk mengikutinya dan mengajaknya berbicara, Heechul segera naik ke lantai dua dan kembali mengunci diri di ruangannya.
Sementara Siwon yang berdiri di ujung tangga hanya bisa menatap pintu ruangan Heechul yang telah tertutup rapat. Dengan berat hati namja itu kembali turun seraya melepaskan jas yang masih terpasang di tubuh tegapnya.
"Siwon-ssi, kembalilah dua hari lagi untuk mengambil jas dan dasinya. Saya pastikan dalam dua hari semua sudah selesai" ucap Eunjoo yang mengantarnya keluar dari butik.
"Pernikahanku masih 10 hari lagi. Tidak perlu terburu-buru menyelesaikannya"
"Seluruh ucapan Heenim adalah perintah. Dalam dua hari jas dan dasinya sudah bisa diambil seperti ucapan Heenim tadi"
Siwon akhirnya mengalah. Ia mengangguk dan berjalan menuju mobilnya.
Tidak, bukan Siwon tidak ingin jas pengantinnya selesai dengan cepat. Hanya saja, jika dalam dua hari semua sudah bisa diambil, maka ia akan bertemu Heechul dua hari lagi dan mungkin akan menjadi hari terakhir bertemu dengan Heechul sampai hari pernikahannya kelak. Ia tidak punya alasan lain untuk menemui Heechul jika jas pesanannya sudah selesai.
Ada apa dengannya? Mengapa ada perasaan janggal saat merasa tidak bisa bertemu dengan Heechul nanti?
.
*Dark Shadow*
.
Meski diminta untuk kembali saat pesanannya sudah selesai dibuat, Siwon datang lagi keesokan harinya. Bukan untuk mengambil jas pengantinnya, tapi untuk menemui Heechul yang semakin sulit ditemui. Pagi-pagi ia sudah datang ke apartemen namja cantik itu tapi tidak ada yang membukakan pintu untuknya. Karena itu ia memutuskan untuk datang ke butik sahabatnya ini. Meski Heechul sudah mengatakan perasaannya, tapi bagi Siwon tidak ada yang berubah. Jatuh cinta itu wajar dan ia tidak ingin kehilangan sahabatnya hanya karena cinta yang tidak semestinya. Heechul lebih dari sekedar sahabat baginya, Heechul sudah termasuk dalam keluarganya.
"Heenim tidak datang ke butik hari ini, Siwon-ssi" ucap Eunjoo ketika Siwon menanyakan keberadaan Heechul.
"Dia tidak datang ke butik? Lalu kemana dia? Apa dia tidak bilang akan pergi kemana?"
"Sepertinya mengurus keperluan fashion show di New York"
"Ah-aku lupa mengenai fashion show itu. Apa karena itu juga belakangan ini ia susah sekali dihubungi?"
"Anda tidak tahu? Ponsel Heenim rusak beberapa hari yang lalu dan Heenim belum sempat membeli yang baru karena terlalu sibuk. Karena itu Heenim sulit dihubungi"
"Rusak? Baiklah, kalau begitu aku pergi saja"
"Eh-Siwon-ssi, gaun milik Kibum-ssi juga sudah diambil bisa bersama dengan jas pesanan anda besok" ucap Eunjoo ketika Siwon hendak keluar dari butik.
"Gaunnya juga sudah selesai? Bukankah untuk gaun membutuhkan waktu lebih lama? Terlebih Kibum sedang hamil jadi ukuran gaun harus disesuaikan dengan kondisi kehamilannya"
"Ya. Heenim sempat mengubah sedikit gaun untuk Kibum-ssi. Reseleting diganti dengan karet jadi gaunnya bisa mengikuti bentuk tubuh. Jadi anda bisa mengambilnya besok, Siwon-ssi"
"Baiklah. Aku tidak tahu, tapi aku merasa Heechul sangat terburu-buru menyelesaikan semuanya" gumam Siwon seraya keluar dari butik.
Siwon tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya. Sejak Heechul mengungkapkan perasaannya hari itu, ia tidak bisa berhenti memikirkan namja cantik itu. Perasaan bersalah menyelimuti hatinya, Siwon tidak tahu bagaimana bisa Heechul menyembunyikan perasaannya selama ini. Tapi jika diingat lagi, seharusnya Siwon tahu segala bentuk perhatian yang dicurahkan Heechul bukan semata-mata atas nama persahabatan. Tapi ia terlalu buta akan semua itu, Siwon terlalu mencintai Kibum yang jauh darinya dan mengabaikan cinta yang begitu dekat dengannya. Siwon memperjuangkan cintanya pada Kibum tapi Heechul justru menelan cintanya mentah-mentah hanya untuk menjaga persahabatan mereka.
Dan ketika ditelisik kembali, Siwon tidak bisa menggambarkan seberapa besar rasa sakit yang dialami Heechul. Ketika telah mengorbankan cinta dan perasaannya, ia justru datang membawa kabar bahagia –bagi dirinya- mengenai pernikahannya dengan Kibum. Yang secara tidak langsung mengatakan pada Heechul bahwa namja cantik itu telah kalah dengan segala pengorbanannya.
Ia bahkan dengan tanpa perasaan meminta Heechul untuk merancang pakaian untuk pernikahannya kelak. Betapa hancurnya perasaan Heechul saat membuatkan pakaian pengantin untuk orang yang dicintainya. Dan Siwon justru memarahinya karena Heechul menyerahkan urusan itu pada asistennya.
Siwon lebih dulu mengenal Heechul daripada Kibum, ia sangat mengerti tingkah laku Heechul lebih dari siapapun. Walau Heechul selalu tersenyum, tapi Siwon tahu apa yang ada dibalik senyuman Heechul. Tidak ada yang mengenal Heechul seperti ia mengenal Heechul. Siwon tahu segalanya tentang Heechul, tapi ia tidak tahu dengan perasaan Heechul. Meski terlihat tidak peduli dengan sekitarnya, tapi Siwon tahu Heechul tidak seperti yang terlihat. Heechul terlihat kuat, tapi sebenarnya ia begitu rapuh. Dan Siwon –sebagai orang yang paling mengenal Heechul, telah berhasil menyakiti namja cantik itu melebihi apapun.
"Aku yang paling mengerti dirimu, tapi aku juga yang paling menyakiti hatimu. Mianhae, Heechul-ah"
.
.
*TBC*
Maaf lama banget update ff ini. Habis part 2 kemarin author ga dapet feel sama sekali buat lanjutin ff ini. Tapi ada banyak reader yang rajin PM author buat lanjutin ff ini. Dan ini author lanjutin, mian ya kalau ga kena. Semoga sedikit mengobati kangennya reader yang suka sama ff ini. Keep reading 'n review^^
November 1, 2015 – 20:48
