Halo, minna. Gomen ne aku udah lama buanget ngak mengupdate fic ini. Soalnya, tugas menumpuk di rumah. Sudah itu, aku lagi persiapan ikut olimpiade matematika tiap pulang sekolah.
Data tentang fic ini juga sempat hilang. Jadinya aku ngak ada waktu buat mengupdate fic ini.
Well, balasan review nanti di bawah aja. Sekarang, selamat membaca fic Pulau Hantu chapter 3 ini. Dan jangan lupa untuk me-review-nya^^
DISCLAIMER : One Piece adalah milik Oda-sensei. Don't forget that!!
*****
Pulau Hantu
*****
Chapter 3 : Just Dream
*****
Nami terbangun dan menemukan dirinya tidak terikat, tapi dia berada di sebuah kamar yang cukup besar.
Tiba-tiba, Nami mendengar sebuah pintu terbuka. Lalu dihadapannya muncul seseorang yang dirasanya asing.
Wajah orang itu tidak terlihat menakutkan. Dan tingginya kira-kira 170 cm. Dia terlihat mengenakan hakama biru dengan ikat pinggang hitam. Dia pula membawa sebuah pedang.
"Namaku Kimura. Aku seorang pemburu bajak laut. Dan target utamaku sekarang adalah sencho kalian yaitu Monkey D. Luffy yang memiliki 300 juta beri," jelas orang yang bernama Kimura itu.
"Memangnya kau sekuat apa untuk bisa mengalahkan Luffy?!"
"Hmph. Aku tahu dia memang kuat. Tapi, kalau aku dapat menemukan kelemahannya, aku pasti dapat mengalahkannya," jelas Kimura.
"Dan, apa hubungannya itu dengan menculik aku dan Usopp?" tanya Nami.
"Yang kuketahui dari dia adalah dia pasti akan datang menyelamatkan teman-temannya yang diculik atau sebagainya. Awalnya, kupikir kalian akan kalah sewaktu di Thriler Bark. Sebab, aku melihat di sana sudah terdapat 2 orang Shichibukai. Apalagi ada si Bartholomew Kuma."
Nami terkejut dengan apa yang dikatakan orang tersebut. jangan-jangan, dia sejak awal mengikuti kami dan tahu kami akan singgah kemari, batin Nami.
Nami berusaha mencari jalan keluar. Dia melihat sekitarnya dan……BINGO!!!
Ada sebuah jendela tidak jauh dari tempatnya. Tanpa pikir panjang, Nami berlari sekuat tenaga menuju jendela tersebut.
Tiba-tiba, sebuah tangan memegang pundaknya dan menghentikan langkah Nami. Lalu, akhirnya yang dilihat Nami hanyalah kegelapan.
"Ternyata kau cukup berani untuk mencoba kabur dariku. Tapi, aku takkan membiarkan hal itu terjadi. Sebab, saat ini, kau merupakan salah satu dari kelemahan terbesar Monkey D. Luffy."
*****
Sementara itu……….
Luffy dan teman-temannya telah memasuki istana besar tersebut. Saat ini dihadapan mereka, terdapat ruangan dengan banyak pintu.
"Ja-ja-jadi, se-sekarang apa y-yang ha-harus kita la-lakukan?" tanya Usopp yang ketakutan sejak masuk istana tersebut.
"Lagi-lagi ruangan penuh pintu. Dasar, tidak ada car alain selain membukanya satu per satu 'kan?!" seru Zoro sambil menyiapkan pedangnya.
"Huh!! Jangan sok, dasar marimo," ucap Sanji.
BRUAKH
Dua pintu hancur tak tersisa karena serangan dari Zoro dan Sanji.
"Heh, aku juga tidak mau ketinggalan pesta. WEAPON LEFT!!"
DHUAR
Satu pintu lagi hancur karena serangan Franky tersebut.
"Heh, tunggulah Nami-san. Aku datang untuk menyelamatkanmu!!"
Dengan semangat yang membara, Sanji mulai 'membuka' (baca: menghancurkan) pintu-pintu yang lain.
Sementara mereka mencoba membuka pintu itu, Luffy merasakan sebuah firasat buruk.
"Apa-apaan perasaan ini? Perasaanku tidak enak. Aaahh…… apa yang terjadi dengan diriku!!! Kau harus kuat, Luffy!! Tunggulah, Nami. Kami akan segera datang menolongmu!!!" seru Luffy menghiraukan perasaan buruknya.
*****
Nami terbangun dan mendapati dirinya berada di bagian teratas istana.
"Kenapa aku berada di sini? Siapa yang….."
"KYAAAAAA!!!!" Nami melihat teman-temannya yang telah bersimbah darah.
"A-a-a… apa yang….." Nami melihat teman-temannya yang sudah (hampir) mati. Di antara teman-temannya, Nami melihat tubuh Luffy yang bergerak, menandakan bahwa dia masih hidup.
"Luffy!!" Nami berlari menuju Luffy. Nami lalu duduk dan menyandarkan kepala Luffy ke pangkuannya.
"Oi Luffy. Bertahanlah!!" ucap Nami sambil berusaha menahan tangisnya.
"Na-na-Nami. Kaukah itu?" ucap Luffy menahan sakitnya.
"Apa yang terjadi di sini? Kenapa semuanya…."
"Orang yang bernama Kimura itu terlalu kuat. Kau harus segera lari dari pulau ini."
"Tidak!! Aku tidak mau meninggalkanmu!! Apa yang akan terjadi padaku jika tanpamu?!!" kesedihan Nami tak terbendung lagi dan dia mulai menangis.
"Jangan menangis. Kau kan perempuan yang kuat dan pemberani," ucap Luffy sambil menghapus air mata Nami.
"Lu-Luffy, ak-aku ti-tidak ma-mau kehilangan orang yang kusayangi lagi. A-aku juga tidak mau kehilangan teman-temanku lagi. A-aku….."
"Shhhh… Nami. Kau takkan kehilangan apapun, Nami. Aku janji."
"Tapi, bagaimana caranya? Kau dan juga teman-teman….."
Kata-kata Nami terpotong ketika dirasanya tangan Luffy menggenggam tangannya.
"Nami, aku….UGH!!!
"Luffy. bertahanlah!!"
"A-ari-arigatou, Nami."
Setelah berkata begitu, Monkey D. Luffy, sencho dari Mugiwara Kaizoku-dan, menghembuskan nafas terakhirnya.
"Tidak!! Luffy, jangan mati!! Luffy, sadarlah!!" tangis Nami sambil menggoyang-goyangkan tubuh Luffy.
*****
"TIDAKK!!!" teriak Nami terbangun dari mimpinya.
"Hah…hah…hah… ternyata hanya mimpi. Kenapa mimpiku begitu? Padahal ini hanya seperti penculikan biasa. Apa musuh kita kali ini berbeda dari yang lainnya?"
Banyak pertanyaan-pertanyaan yang berkutat dalam pikirannya.
"Daripada mikirin itu, sekarang aku ada di mana?"
Nami lega karena hal yang mengerikan yang dilihatnya hanya sebuah mimpi buruk. Tapi, bagaimana keadaan Luffy dan kawan-kawan?
*****
Huff…… akhirnya di update juga nih fic. Buat readers yang udah nunggu lama, gomen ne karena kelamaan update.
Gomen juga karena chap kali ini sanggggaaaaat pppeeennnndddeeekkk…!!!!!!
Saatnya balas review :
edogawa Luffy : sekarang udah tau kan siapa penculiknya. Ceritanya juga udah mulai ngerti ya. Bakalan hancur.
MelZzZ : nih udah update. Gomen karena chap kali ini gak ada ZoRo-nya.
Ruki_ya_cH : ngak apa-apa kok. Iya, Luffy lagi dalam perjalanan buat selamatin Nami.
Azure R. Aori : HAH? Ceritaku keren, ya?! *GR ndiri* Thx. Ni udah di update.
Monkey D. Cyntia : Iya iya. Nih udah di update. Ada misstypo ya. Nanti aku perbaiki deh. Moga chap ini ngak ada misstypo nya. Alurnya terlalu cepat? Soalnya aku emang ngak mau fic ini kepanjangan.
FYI :
Berhubung dalam waktu dekat (bulan Desember) akan ada ujian Semester, fic ini bakal HIATUS MODE ON.
Aku minta maaf sebesar-besarnya karena fic ini sering lama updatenya dan kebanyakan hiatus. Tapi, kalau ujian udah selesai (atau ada kesempatan) aku bakalan meng-update fic ini.
Akhir kata……..
PLEASE REVIEW
