"Haki" is a power that lies dormant in all the world's creatures... "Presence", "fighting spirit" and "intimidation"... It is not different from the things that humans can naturally sense such as these... 'The act of not doubting'. That is strength!

— Silvers Rayleigh explaining Haki to Luffy at the start of his training.


Saya bukan pemilik Naruto atau One Peice!

Naruto The White Tiger – Chapter 3


"Heh...?" Naruto baru bangun dari tidurnya dengan ekspresi kebingungan.

Saat Naruto mulai bangun dia tidak merasakan keberadaan pak tua Kyo di rumahnya, bahkan dia sama sekali tidak dapat menemukan keberadaannya saat menggunakan kekuatan observasinya (Wano Negeri tertutup, jadi belum mengenal istilah Kenbunshoku Haki) diseluruh wilayah Niigata. Panik dengan hal yang tidak seperti biasanya, dia segera berlari keluar dari rumah. Menggunakan kekuatan indra penciumannya, yang didapatkan setelah mengkonsumsi buah aneh (Wano Negeri tertutup, jadi belum mengenal istilah Akuma no Mi) dia segera mengikuti arah kepergian baunya.

Naruto tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhnya ketika baru saja memasuki dunia baru yang di tempati sekarang. Saat baru saja terlahir dia dapat merasakan keberadaan orang-orang disekitarnya. Saat itu dia berada disebuah kapal besar, dan terjadi pertempuran yang sangat sengit. Dia dapat merasakan banyak suara orang-orang yang berseragam putih dan biru menghilang, kemudian pria yang mengaku sebagai ayahnya kepada Kyo membawanya pergi menjauh dari kehancuran kapal yang ditempatinya. Pria yang mengaku ayahnya bernama Panther D. Kato itu mendapatkan luka sangat parah, tetapi dia berhasil membawanya sampai ke Negeri Wano. Naruto tidak tahu harus bangga atau sedih, semua orang tuanya dari kedua dunia mengorbankan nyawa untuk memastikan bahwa dia bisa tetap hidup.

Arah terakhir bau yang dapat tercium oleh Naruto Kyo pergi kearah pantai, dia tahu alasan mengapa Kyo kesana. Tetapi dia tetap tidak merasakan keberadaan sang mentor, pengasuh, kakek angkat, pak tua, atau apalah. Sesampainya disana Naruto melihat tempat yang hancur, lubang dan retakan besar di tanah serta beberapa mayat dengan tatto bajak laut yang memiliki tanduk murip tanduk banteng. Mengerti apa yang menyebabkan tempat itu menjadi seperti sekarang dia mulai memper luas jangkaun wilayah observasinya.

"Kaido..." Dengan wajah serius dan ketidak percayaan dalam dirinya.


13 Tahun Setelah Eksekusi Gol D. Roger

"Heh...?" Naruto mengusap matanya. "UWAAA... cuma mimpi." Kemudian dia bangkit dan mulai dan menuju kamar mandi hotel.

Air hangat mulai mengguyur badannya, rambut yang putih/silver panjang sampai sepunggung tergerai menutupi punggungnya. Tubuh yang terbentuk hasil dari latihan yang luar biasa, dengan tinggi 163 cm.

Saat ini Naruto sudah berumur 15 tahun, dan memulai pengembaraannya meninggalkan Negeri Wano 3 tahun yang lalu. Semenjak kematian kakek angkatnya Miyamoto Kyo, Naruto merasa tidak aman lagi tinggal di Negeri Wano. Sudah 4 tahun dia menjadi buronan kelas tinggi di negerinya sendiri, karena keputusannya membunuh seluruh keluarga pimpinan kota Niigata kecuali anak gadis yang masih berumur 5 tahun dari keluarga itu. Belum lagi dia juga menjadi buruan salah satu Yonko karena menghancurkan salah satu kapal milik mereka dan membunuh seluruh awak kapal atas apa yang dilakukan mereka pada kakek angkatnya.

Naruto mulai membasuh badan dan rambutnya menggunakan handuk, dan mengikat rambutnya seperti biasanya. Memakai kimono abu-abu serta lambang Uzumaki berwarna biru muda terlihat pada bagian punggung dengan pengikat berwana hitam dan bawahan berwarna hitam. Dia mulai melihat wajahnya dicermin, banyak sekali perubahan selama ini. Matanya yang dulu memancarkan keceriaan sekarang terlihat redup, dan terlihat bekas sayatan pedang secara vertikal pada tepi bibir bagian kanannya.

Tersadar terlalu lama di depan cermin sambil menyentuh bekas lukanya Naruto pun kembali ke ranjang tempat tidurnya. Disana terlihat dua buah pedang, sebuah Wakizashi dengan tsuka berwarna biru dan tsuba melengkung seperti huruf S serta sarung berwarna hitam. Wakizashi ini bernama Shinsoo, hasil dari tempaannya sendiri sebelum dia memulai membuat teknik pedangnnya. Sedangkan pedang lainnya adalah sebuah katana yang memiliki tsuka warna merah dan hitam serta tsuba berbentuk persegi delapan dengan sarung berwarna hitam, katana itu bernama Murasame salah satu dari 12 Saijo O Wazamono Grade Swords yang merupakan katana warisan dari keluarga Miyamoto. Katana inilah yang menjadi penyebab awal semua tragedi dalam hidupnya 4 tahun yang lalu.

Naruto mengambil pedangnya dan menyisipkannya pada pinggang kirinya, mengambil tas kecilnya dan mulai meninggalkan kamar hotel. Dia dapat melihat pepohonan yang begitu tinggi, dan gelembung-gelembung yang berterbangan. Setelah memulai pengembaraannya, Naruto mengunjungi sebagian besar pulau di New World terkecuali kekuasaan milik Kaido. Walaupun begitu besarnya dia menginginkan bahwa salah satu Yonko itu mati, dia tidak akan mampu mengalahkannya dengan kekuatan yang dimilikinya sekarang. Belum lagi banyaknya anggota yang dimiliki Kaido, sehingga dia terpaksa menjauhinya sampai merasa benar-benar kuat dan siap mengalahkannya. Sekalipun begitu, perjalanannya juga tidak bisa dikatakan tenang karena banyaknya pemburu maupun bajak laut yang ingin mengambil kepalanya dan menyerahkan ke Kaido ataupun ke Negeri Wano.

Jadi selama perjalanannya ia berusaha mencari informasi tentang keberadaan wanita bernama Shakuyaku, kakeknya Kyo menceritakan bahwa wanita inilah yang mengetahui tentang kehidupan ibunya sebelum meninggal tidak lama setelah melahirkannya karena serangan bajak laut pada kapal milik ayahnya. Menurut informasi yang dia dapatkan wanita yang dicarinya berada dipulai ini, sabaody archipelago.

Naruto melihat pintu dari bar dihadapannya, mencoba meyakinkan diri tentang keputusannya untuk mengetaui ibu kandung. Bar bernama "Shakki Rip-off Bar" dihadapannya merupakan milik wanita yang dia cari, dia dapat mendengar keramaian teriakan dan tawa dari dalam.

"Sekarang atau tidak sama sekali." Naruto pun membuka pintu dihadapannya.

KLING

KLING

Terdengar suara lonceng yang digantung di pintu berbunyi.

Naruto dapat melihat ruangan bar yang dipenuhi orang-orang yang sedang asik meminum sake, bercerita, canda-tawa. Kemudian ruangan menjadi sepi, terhenti semua aktifitas yang terjadi sebelumnya. Semua pandangan mata mengarah kearahnya, seakan mencoba mengenalinya.

"Ara...?" Naruto memasang majah polos dan bingung dengan apa yang dilakukan meraka. "Etto... apa disini ada ramen?" Senyum lebar menghiasi wajahnya.

"Hahaha..." Kesunyian ruangan terpecah kembali dengan suara tawa dari seluruh orang orang.

"Silahkan masuk..." Ucap wanita berambut hitam dan sedang memegangi sepuntung rokok yang masih menyala ditangan kanannya sambil tersenyum ramah.

"Hahaha... kemarilah Bocah Samurai." Ucap seorang pria berambut merah dan memakai jubah hitam yang menutupi punggungnya dengan wajah penuh keceriaan. "Di sini ada yang kau cari, jadi kemarilah... duduk di sampingku." Sambil menepuk-nepuk kursi yang berada disampingnya.

Naruto pun berjalan memasuki bar sambil memasang wajah cerianya, tetapi matanya tetap mengamati semua orang disekitarnya. Dia mengenali siapa orang yang berada dihadapannya, salah satu kapten bajak laut yang menyandang gelar Yonko. Naruto mulai duduk dikursi yang ditunjunjuk oleh Shank sang kapten dari bajak laut Akagami, dan tak lupa tetap menggunakan Kenbunshoku Haki miliknya.

"Nona... kumohon, bisakah kau sediakan 10 mangkok Miso Ramen dan 10 Pork Ramen untukku?" Senyuman bibir naruto semakin lebar.

"HEH..." Keterkejutan mengisi pikiran semua orang yang berada di ruangan bar tersebut.

"APA KAU SERIUS BOCAH SAMURAI?" Teriak sang kapten dari bajak laut Akagami yang duduk disampingnya, dengan wajah yang masih tidak percaya dengan apa yang didengarkan oleh Naruto.

"Heh? Memangnya ada yang salah dengan pesananku?" Wajah polosnya memandang Shank. "Saat ini aku tidak terlalu lapar, biasanya aku memesan sampai 40 makok lebih." Sambil kembali menatap wanita penjaga bar.

"APA?" Seringai kecil dari bibir Naruto dapat terlihat jika meraka tidak terlalu terkejut dengan apa yang dia katakan.

"Hahahahaha..." Tawa keluar dari mulut pria tua berkaca mata disamping kiri tempat Shank duduk. "Aku sudah lama tidak melihat orang yang memesan makanan begitu banyak selain Big Mom dan Lightning Masa." Sambil tangannya mengusap air mata yang keluar dari matanya.

"Heh...?" Naruto melirik kearah pria tua itu sambil mengusap kuah yang menempel disamping bibirnya. "Kau kenal dengan ibuku?" Dengan wajah serius memandang pria tua disamping Shank.

TRANK

Mangkok penuh ramen yang dipegang wanita penjaga bar itu jatuh kelantai. Dengan wajah yang sangat terkejut dan pupil mata yang melebar.

BOMMM

Suara gelombang besar haki yang keuar dari tubuh Naruto.

KRAK

KRAK

Lantai kayu dan dinding mulai retak, sebagian besar orang yang mengisi ruangan bar mulai tidak sadarkan diri.

"NONA... KAU MENJATUHKAN MANGKUK YANG PENUH RAMEN PESANANKU." Naruto kini berdiri dan siap mencabut pedangnya.

"OI... OI... KAU MEMBUAT PINGSAN ANGGOTAKU DAN KAU MELAKUKANNYA HANYA KARENA SEMANG..."

TRANK

Perkataan protes Shank terkenti dan harus mencabut pendangnya untuk menahan ayunan katana milik Naruto.

"Diam kau Akagami!" Seluruh anggota bajak laut Shank yang masih sadar mulai berdiri dan mengangkat senjata mereka. "Kau tidak tahu kalau..."

"Ini makanlah, aku akan menggantikan ramen yang aku jatuhkan dengan tiga mangkok ramen gratis." Potong pelayan wanita bar.

"Terimakasih." Naruto langsung duduk kembali di kursinya dan mulai memakan ramen pesanannya, dan menghiraukan seluruh anggota bajak laut Akagami yang masih berdiri dengan wajah wajah penuh keterkejutan dan tidak percaya dengan apa yang dilihat dan didengarnya.

"HAHAHA..."Lagi-lagi pria tua berkaca mata disamping Shank yang dari tadi diam mulai tertawa lepas. "Aku percaya dengan apa yang kau katakan Anak Muda, bahwa kau anak dari Masa." Sambil mengusap air matanya kembali, lalu memandang kearah Naruto. "Jadi siapa namamu Anak Muda?" Pria tua itu menunjukkan senyum yang tulus diwajahnya.

"Hem..."

GLEK

GLEK

Naruto meminum air karena hampir tersedak. "Panther D. Lightning Naruto. Senang bertemu denganmu Pria Tua. Kau sendiri, siapa namamu?" Sambil melanjutkan menyumpit ramennya.

"Panther D.?" Pria tua itu terlihat sedang berpikir.

"Wakil Admiral yang dulu sebelum naik pangkat pernah berada di kapal milik Garp saat dia masih sering memburu kita." Wanita pemilik bar yang berada di depan Naruto mencoba mengingatkan pria tua itu.

"Ah... Kato The Hunter ya?" Pria tua itu mengarahkan pandangannya kearah Naruto yang baru saja selesai menghabiskan ramennya, "Namaku Rayleigh, Silver Rayleigh." Sambil tersenyum kearah Naruto.

"Heh..?" Shank kembali tersadar dari keterkejutannya. "Jadi kau mau mengatakan kalo bocah ramen toping (Fishcake/Kue ikan) ini... "

"HEI... Maelstrom, namaku!" Naruto memotong perkataan Shank.

"BHAHAHA..." Tawa serempak bagaikan paduan suara terdengar dari anggota bajak laut Akagami yang juga ikut tersajar dari keterkejutannya.

"Jadi dia anak dari anggota angkatan laut Kato The Hunter dengan bajak laut Masa The White Devil anggotamu Shakki?" Shank mulai duduk kembali dan meneguk sake langsung dari botolnya.

"YA." Ucap Rayleigh dan Shakki bersamaan.

"Heh... kau juga mengenal ibuku Shank?" Naruto mulai menunjukkan wajah ketertarikannya.


Carita Berakhir...


- Shinsoo atau Tombak Dewa (God Spear/Sacred Spear) = diambil dari nama Zanpakuto wakizashi milik Gin Ichimaru di Anime/Manga Bleach. Memiliki tsuka berwarna biru dengan tsuba melengkung dua bagian seperti huruf S, dan metal (besi pedang) putih/silver serta saya berwarna hitam.

- Murasame (Autumn Rain) = diambil dari nama pedang (katana) buatan dari Muramasa dan Masamune. Katana rusak yang awalnya milik guru Masamune, tetapi karena tidak mampu memperbaikinya Masamune meminta bantuan muramasa untuk memperbaikinya setelah kematian gurunya.

- Kenbushoku Haki atau juga dikenal dengan sebutan Mantra merupakan bagian Haki yang dapat merasakan keberadaan makhluk disekitar pengguna. Haki ini juga bisa mendengar suara, emosi, dan kehendak orang lain.


Maaf chapter lebih pendek dari biasanya.

Sampai jumpa dicerita selanjutnya...

Mohon tinggalkan review!

Salam... Deswa