yak :D balas review dulu nih hehe

Terima Kasih banyak buat yang udah review u,u *tebar tebar menyan*

- A. : ini sudah lanjut :D

- 1and'z a.n : hehehe ini kurang horor perasaan -_-,, sudah ada lanjutannya ini :D

- Cherry PurpleUchiha : hahah saya juga suka yang berbau humor horor XDD , maaf tapi chapter ini horornya

gak begitu kerasa kayanya T_T *ngurek2 tanah , tapi tetep review yaaa :D~ wkwkw

- Fiyui-chan : ini sudah update :D

- Natasya : ini sudah update sekilat munkin :)

- Maya : ahahaha alhamdulillah ya fict gaje ini bisa bikin orang ngakak u.u takut kalo gak berasa humornya huhuh

- karen uchiha : eheheh maap ya ._.a author rada frontal ngomongnya tapi perasaan gak frontal2 bgt deh -_-

*plak

ehehehe terima kasih untuk kalian yang mau review fict abal saya :'D

saya baru sih jadi seneng aja ada yang merespon fict buatan saya :) doomo arigatou minna

.

.

.

"Among Demons, Curses, and Love"

By : Tian Senou Mihara

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Rate : T

Genre : Horor , Humor

Pair : SasuSaku

Warning! : Bahasa Gaul , AU , OOC , TYPO , EYD enggak jelas -_- , etc ~

DON'T LIKE DON'T READ :D

Summary :

Sejak gue ketemu sama gadis itu dan nggak sengaja bersentuhan tangan sama dia , gue jadi bisa ngeliat hal-hal yang ANEH!

Oh Kami-sama apa apaan ini? Apa ini sebuah kutukan?

Enjoy Reading ~

Last Chapter :

"GYAAAAAAAAAAAAAAAAA GUE TAKUT "

"Hihihihihihi" Tawa horror yang benar-benar pelan dari sesosok tangan yang mengikuti Sasuke.

Chapter 2

'BRAAAAAAK' Bunyi gebrakan keras yang dihasilkan saat Naruto masuk ke kelas. Alhasil semua murid yang berada di kelas itu menolehkan pandanganya kearah Naruto. "Ada apa Naruto?" Tanya Kakashi guru pelajaran mereka saat ini. Naruto sangat panik keringat panas dingin keluar dari sudut-sudut pelipisnya. "Aaa.. Ano.. Guru Kakashi tadi Sas.. Sasu " Belum sempat Naruto menjawab pertanyaan Kakashi Sasuke sudah masuk kekelas dengan gaya stay cool tapi wajahnya pucat seperti mayat. "Hn? Kenapa Naruto" Ucap Kakashi pada Naruto agar Naruto segera menjawab petanyaannya tadi. Sasuke melirik ke arah Naruto dengan tatapan membunuh seakan akan berkata *Awas aja lo sampe nyeritain kejadian tadi di depan anak-anak sekelas, gua jamin pulang sekolah tinggal gigi lo yang selamet*.

Naruto langsung kikuk saat melihat Sasuke menatapnya, dian pun menatap guru Kakashi dan berkata "Tidak apa-apa hehe" Jawab Naruto sambil menggaruk belakang kepalannya yang tidak gatal.

"Hn." Jawab Kakashi sambil mempersilahkan Naruto dan Sasuke duduk.

Saat Sasuke melangkahkan kakinya menuju bangkunya yang terletak di belakang bangku Sakura, dia melihat sebuah seringai kecil dari sudut bibir gadis itu yang ditujukan untuk dirinya.

»»» oOo «««

Istirahat Siang

"Heh? Apaan sih lo?" Tanya Sakura dengan nada ketus. "Gue pengen ngomong sama lo!" Jawab Sasuke tak kalah ketus.

[FLASHBACK]

Sasuke berjalan kearah bangku Sakura. "Ikut gue" Ucap Sasuke dengan nada datar. "Kemana?" Tanya Sakura dengan ekspresi lebih datar.

"Pokoknya lo harus ikut dan jangan banyak Tanya!" Balas Sasuke yang mulai habis sabar.

"Kalau gue gak mau? Gimana?" Tanya Sakura dengan nada yang sedikit mengejek.

"Ckk." Ucap Sasuke sambil menarik Sakura secara paksa dan membawanya ke gedung belakang sekolah yang sudah tidak terpakai.

[END FLASHBACK]

"Jadi apa yang mau lo omongin Tuan U-chi-ha" Tanya Sakura dengan penekanaan di akhir kata. "Apa maksud omongan lo tadi pagi?" Tanya balik Sasuke to the point. Sakura mengernyitkan sebelah alisnya dan menatap Sasuke heran.

"Jangan pura-pura bego!" Kata Sasuke dengan ketus, "Tadi di kamar mandi gue ngeliat sesuatu yang aneh dan gue yakin itu nyata!" Lanjut Sasuke dengan nada yang masih ketus.

"Jadi? Lo takut? Tanya Sakura dengan seringai seperti iblis, "Kan tadi pagi gue udah bilang jangan salahin gue kalau lo bisa ngeliat sesuatu yang aneh-aneh." Lanjut Sakura dengan entengnya.

"Gue enggak takut dan gue gak nyalahin lo! Gue Cuma butuh jawaban kenapa gue bisa liat errrr.. itu." Jawab Sasuke dengan nada gak terima kalau ia dibilang takut. Seorang Uchiha takut? OMG! Apa kata dunia? (baca pake nada tukang sate Madura).

"Heh? Yakin?" Tanya Sakura lagi dengan seringai iblis. "Hn." Jawab Sasuke tanpa ekspresi. "Jadi gue harus jawab apa?" Tanya Sakura pada Sasuke yang berdiri tepat didepannya.

"Kenapa gue bisa liat err.. itu?" Tanya Sasuke pada Sakura.

"Hmm sebelum gue jawab pertanyaan lo boleh gue tanya sesuatu?" Tanya balik Sakura dengan sebuah seringai yang terukir dibibirnya. Sasuke mengernyitkan sebelah alisnya dan menatap Sakura dengan pandangan tajam.

"Jadi beneran lo gak takut?" Tanya Sakura dengan nada mengejek. "Hn." Jawab Sasuke yang masih stay cool, kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celana panjangnya.

"Tapi gue rasa lo takut" Ucap Sakura dengan sebuah seringai yang mengerikan. "Gak!" Jawab Sasuke dengan ketus. "Yakin?" Tanya Sakura lagi.

"Hn." Jawab Sasuke datar dan masih menunjukkan ekspresi sok coolnya.

"Oh ayolah Sas-uke apa sih susahnya ngomong ? Ngaku gak pernah, Bilang takut gak pernah?" Ucap Sakura dengan ekspresi lebay.

"Aku enggak takuuuut " Jawab Sasuke dengan ekspresi lebay karena terbawa suasana oleh Sakura.

5

3

2

1

Sasuke yang sadar akan kelakuan bodoh yang barusan ia lakukan langsung membuang muka dan bersikap stay cool lagi.

Sakura terkekeh pelan melihat tingkah seorang Uchiha ini.

[SASUKE POV]

Oh Kami-sama apa yang barusan aku lakukan didepan gadis ini? Sumfaaaaaah baru kali ini gue ngeliatin kelakuan bloon gue di depan cewek =-=' hancur sudah reputasi Uchiha yang ada dalem diri gue.

Apa kata Itachi? Dan keturunan Uchiha yang lain? OMG Mendingan ketiban Gajah Bunting dari pada harus nunjukin ekspresi kaya tadi! Bodoh banget sih lo Sas Sas ckk. Gue harap dia gak terlalu merhatiin kelakuan gue tadi , apa iya gue harus operasi plastik biar gue gak dikenal sama haruno sialan ini? Ah tapi itu terlalu berlebihan, apa gue harus pake topeng kaya Tobi biar gadis ini gak ngenalin gue?

Ah bodoh banget sih gue , jelas dia masih kenal gue lah secara gue kan ganteng ! pake topeng juga gak akan nutupin kegantengan gue kan? Hmm

Astaga demi pantat omas yang tepos dan demi apapun juga gue gak akan ngelakuin hal bodoh itu lagi!.

[END SASUKE POV]

"Oi!" Panggil Sakura pada Sasuke yang masih terbengong-bengong dengan pikirannya sendiri dan dari tadi ngucapin sumpah serapah gak jelas. Sasuke yang tersadar dari pikirannya pun hanya bisa mengernyitkan sebelah alisnya dan menatap mata emerald Sakura.

"Kok diem?" Tanya Sakura dengan nada datar dan ekspresi yang polos.

"Eh? Ng? Ta.. Tadi ada kucing terbang pake BH!" Ucap Sasuke gugup dengan nada cepat secepat kereta express.

Kriik.. Kriik.. Kriik..

5

3

2

1

Sakura baru saja mencerna perkataan Sasuke, dia hanya bisa mengernyitkan sebelah alisnya dan memandang Sasuke dengan tatapan bodoh. Sasuke yang tersadar akan perkataannya langsung megalihkan pembicaraan ke topik awal.

"Jadi kenapa gue bisa ngeliat err.. itu?" Tanya Sasuke kembali ke topik awal. "Itu? Hmm? Maksud lo itu?" Balas Sakura sambil menunjukkan telunjuknya kearah kaki Sasuke. Sasuke pun menundukan kepalanya dan melihat kearah yang ditunjukkan oleh Sakura.

.

.

.

.

.

"GYAAAAAAAAAAAAAAA!" Jerit Sasuke menggema di gedung tak terpakai itu. Refleks Sasuke memeluk tubuh kecil Sakura dan menekuk salah satu kakinya karena sedari tadi kakinya dipegang oleh sesosok makhluk gaib.

"Se.. sejak kapan?" Ucap Sasuke terbata-bata masih memeluk Sakura dan menenggelamkan kepalanya diatas bahu Sakura, tubuhnya bergetar Sasuke ketakutan. Sedangkan Sakura ? tentu saja ekspresinya sangat datar saat dipeluk oleh Sasuke karena Sakura memang orang yang cuek.

"Sejak lo kembali dari toilet dia udah ngikutin lo." Jelas Sakura dengan wajah datar dan masa bodoh karena dia sudah terbiasa dengan hal-hal seperti ini. "Lo bercanda!" Celetuk Sasuke dengan wajah pucat melebihi pucatnya wajah Sai kekasih Ino Swetie Baby Cutie Prikitew.

"Yasudah kalau tidak percaya" Jawab Sakura dengan nada yang benar-benar datar tanpa ekspresi.

Kulit pucat, rambut panjang, kuku panjang, muka hancur tak berbentuk, penuh darah di wajah dan tangannya, terlihat urat-urat pucat dari kaki hingga tangan. Sasuke merem melek melihat sosok itu, "Su.. sum.. sumpah gue takut!" Ucap Sasuke dengan nada lirih.

"Dia gak bakal ganggu lo" Kata Sakura menenangkan Sasuke. "Palelo berjidat! Apanya yang gak ganggu? Dari tadi dia ngikutin gue!" Celetuk Sasuke frustasi dan makin ketakutan saat dia melihat wajah sosok dibawahnya.

"Kok lo jadi bawa-bawa jidat?" Ucap Sakura sewot sambil megangin jidatnya yang lebar.

"Udah lah pokoknya cepet kita keluar dari sini!" Perintah Sasuke sambil narik tangan Sakura. Sakura hanya menurut dan mengikuti Sasuke keluar dari gedung tua itu.

"Jadi? Kenapa gue bisa ngalamin ini semua!" Tanya Sasuke frustasi, terlihat wajahnya saat ini sangat syok dan tegang. Punah sudah ego Uchiha untuk sekarang ini.

"Karena lo tadi nyentuh gue" Jawab Sakura enteng. "Hah? Jawaban macam apaan itu!" Pekik Sasuke depresi sambil mencengkram kuat bahu Sakura.

"Bakal gue certain semua setelah pulang sekolah" Lanjut Sakura sambil melenggang pergi meninggalkan Sasuke sendiri di depan gedung tua itu. "Hn" Jawab Sasuke yang langsung bersikap stay cool.

Sadar akan hawa-hawa gak enak yang membuat bulu kuduk Sasuke merinding dia pun menoleh ke arah belakang. Dengan gerakan seperti robot karatan yang kekurangan oli, Sasuke berusaha menolehkan kepalanya ke belakang dan

.

.

.

.

.

.

"GYAAAAAAAAAAA!" Teriak Sasuke saat melihat sosok seorang nenek-nenek dengan bola mata yang keluar dan penuh darah tengah tersenyum pada Sasuke (backsound horror).

Alhasil Sasuke pun lari terbirit-birit meninggalkan tempat itu.

»»» oOo «««

Sepulang Sekolah

"Sasuke-kun~~~" Panggil seseorang dengan nada manja. "Hn?" Sasuke menolehkan kepalanya ke arah suara yang memanggilnya, dan saat ia menoleh dia hanya menyernyitkan sebelah alisnya dan memutar bola mata bosan.

"Aku nebeng dong~~ hehe" Ucap Karin sambil bergelayut manja pada lengan Sasuke. "Hn? Gue mau pergi sama seseorang" Balas Sasuke cuek tatapannya ia alihkan ke arah lain. "Yah~ sayang banget emang kamu mau pulang sama siapa?" Tanya Karin dengan nada sok polos.

"Pengen banget tau?" Tanya balik Sasuke pada Karin. "Kok gitu sih?" Balas Karin.

"Udahlah bukan urusan lo! Oi Haruno! Lama banget ayo cepetan" Ucap Sasuke pada Karin lalu memanggil Sakura, Sasuke berjalan ke arah Sakura dan tak memperdulikan Karin yang diam mematung karena kaget.

.

.

.

"Kita mau kemana?" Tanya Sasuke yang sedang mengemudikan motor ninja berwarna biru dongker sewarna dengan warna rambutnya. "Kerumah gue" Jawab Sakura cuek.

"Lo gak salah jalan?" Tanya Sasuke lagi karena saat ini mereka sedang menelusuri sebuah hutan kecil yang sepertinya angker dan jarang ada kendaraan lewat. "Emang kenapa? Lo takut?" Tanya Sakura dengan nada mengejek.

"Gue gak takut" Jawab Sasuke ketus.

"Hah~~ masih gak mau ngaku juga ckk" Balas Sakura datar sembari menghela nafas. "Tenang aja bentar lagi juga nyampe rumah gue kok" Lanjut Sakura. "Hn" Balas Sasuke cuek.

.

.

.

"Mana rumah lo?" Tanya Sasuke celingak celinguk nyari rumah Sakura karena sepanjang pandangan Sasuke dia hanya melihat sekelebat pohon dan juga jalanan anak tangga yang cukup tinggi.

"Diatas" Jawab Sakura sambil menunjuk anak tangga panjang yang berjejer rapi. Rumah Sakura tepat berada diatas ujung anak tangga ini lebih tepatnya seperti kuil diatas bukit. *kebayang gak readers? -.-a

"Hah… hah.. hah.." Deru nafas Sasuke yang mulai kelelahan menaiki satu persatu anak tangga menuju rumah Sakura atau lebih tepatnya kuil. "Ckk lemah" Desah Sakura pelan namun masih dapat didengar oleh Sasuke. Sasuke langsung mendelik tajam ke arah Sakura, sedangkan gadis itu hanya cuek mendapat perlakuan seperti itu dari Sasuke.

Sesampainya diatas Sasuke terbengong-bengong saat melihat sebuah kuil tua yang sepertinya sudah rapuh.

"Kuil?" Tanya Sasuke dengan tatapan tidak percaya. "Hn, ayo masuk" Ajak Sakura pada Sasuke.

"Tidak!" Tolak Sasuke mentah-mentah.

"Hah?" Ucap Sakura menaikan sebelah alisnya menatap. "Aku tidak mau masuk ke kuil jelek itu!" Kata Sasuke dengan ekspresi datar.

"Oh.. oke oke aku tau kau pasti merasa jijik kan? Kau kan orang kaya, mana mungkin kau mau masuk ke rumahku yang jelek ini, hmm ya ya ya aku mengerti Tu-an U-chi-ha" Balas Sakura dengan ekspresi meledek dan nada sarkastik.

"Hn" Jawab Sasuke yang masih cuek.

Sakura pun meninggalkan Sasuke sendirian, Sasuke yang merasa lelah akhirnya pun duduk disalah satu bangku taman yang terletak di dekat kediaman Haruno.

'Cih menyebalkan' Batin Sasuke dalam hati.

Sasuke memejamkan matanya dan menikmati angin semilir sore yang menerpa wajahnya, sangat nyaman karena udara disini benar-benar sejuk dan membuat hati tenang. Saat sedang menikmati kesejukan itu tiba-tiba Sasuke dikejutkan oleh sebuah suara perempuan.

"Geser dikit dong " Ucap seorang perempuan dengan nada horror kayak di iklan kartu biru (?) ._.

"Hn" Jawab Sasuke yang menggeser posisi duduknya dan mempersilahkan wanita itu duduk, matanya masih terpejam karena ia masih menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya. Ia sama sekali tak peduli siapa orang yang sedang duduk disebelahnya karena untuk saat ini dia merasa benar-benar sangat nyaman dengan suasana ini.

"Geser dikit dong " Ucap wanita itu lagi tentunya dengan suara yang sama horornya seperti tadi.

"Hn." Jawab Sasuke dan sedikit menggeser posisi duduknya lagi, tentunya dia belum membuka matanya.

Masih menikmati semilir angin sore yang menyejukan hati.

"Geser dikit dong " Ucap wanita itu untuk yang ketiga kalinya. Oke untuk kali ini Sasuke benar benar merasa sangat kesal karena ketenangannya diganggu!.

"Heh! Dari tadi lo ngomong gesar-geser gesar-geser terus gue udah geser ! lo tuh ganggu ketenangan gue! Badan lo segede ap "

'DEG'

Kali ini seorang Uchiha benar-benar marah dan membuka kedua kelopak matanya yang tadi sempat terpejam, tapi omongannya terputus saat ia melihat siapa sosok yang tengah duduk disebelahnya saat ini.

"Aaap…. Aaaa… ng…" Ucap Sasuke geragapan saat melihat sesosok wanita berambut panjang menutupi wajahnya dan mengenakan baju berwarna putih penuh dengan bercak-bercak darah.

Ngeeek…

Ngeeek…

Ngeeek…

Bunyi gerakan kepala Sasuke seperti robot karatan kekurangan oli. Kali ini dia benar-benar kikuk dan takut, dia mengalihkan wajahnya kearah berlawan dari sesesok wanita itu. Wajah Sasuke benar-benar pucat kebiruan karena dia menahan nafas saking takutnya sampe nafas aja susah ckk. Kakinya bergetar tak karuan.

"ahysbwn xmshubska jdjnjsika," Mulut Sasuke tak henti-hentinya komat kamit entah ia membaca doa atau dia membaca mantra, atau dia sedang merutuki nasipnya saat ini? Entah lah author juga enggak tau XDD #plak.

[SASUKE POV]

Oh Kami-sama mahkluk apa lagi ini yang ada di sampingku sumpah sumpah gue takut banget gak berani nengok kesamping , jangankan nengok ! melek aja gue gak berani! Kami-sama , mana sih cewek sialan itu? Kenapa dia ninggalin gue sendiri? Kampret banget kan.

Sumpah pengen lari tapi gak bisa. Tapi kalau gue disini terus ? OMG! Bisa mati kencing duduk gue T_T

Gue harus berani! Ya gue harus berani!

[END SASUKE POV]

"AAAAAAAAAAAA…" Teriakan Sasuke menggema keseluruh lingkungan kediaman Haruno. Sasuke lari bagaikan roket yang melesat menuju luar angkasa (?).

Sasuke terus berlari dan berlari sampai akhirnya dia tersadar bahwa ia berlari kea rah pintu masuk utama kediaman Haruno.

'CKLEK' bunyi pintu dibuka.

"AAAAAA MINGGIR " Teriak Sasuke pada seseorang yang membuka pintu kediaman pintu tersebut.

Sasuke tak bisa menghentikan langkahnya karena ia berlari sangat kencang.

"Hah?" Ucap suara seseorang yang membuka pintu tersebut. Dia membelalakan matanya tak percaya saat ia melihat sesosok laki-laki yang akan menyeruduk (?) dirinya.

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAA….." Teriak kedua orang itu bersamaan.

.

.

Mereka akan bertabrakan.

.

.

.

'BRUUUUUUUUK'

Akhirnya tabrak seruduk itu pun tak dapat terhindarkan oleh kedua makhluk ini.

Dan..

'CUUUUUP "

T B C

Nah? Para sesepuh, readers, dan yang lainnya gimana nih ceritanya? XDa

Aduhh maaf ya gaje banget ckk , dimohon kritik dan sarannya.

RnR PLEASE~~