Title: Blood
Pair: HunBaek (Sehun-Baekhyun)
Other pair: temukan di dalamnya
Genre: YAOI, romance, fantasy
Rate: M
Part 3
HunBaek
.
.
.
.
.
"dengar" Sehun menajamkan telinganya, suara dentuman langkah kaki yang besar mulai terdengar. Luhan, Chanyeol, dan Baekhyun juga sudah mendengarnya kemudian Baekhyun memeluk lengan Sehun erat karena merasa takut. Troll-Troll itu pasti jumlahnya lebih banyak dari yang mereka temui tadi.
"jumlahnya mungkin lebih dari lima" Luhan menyampirkan tas berisi panah-panahnya ke belakang punggung, lalu dia menggenggam erat busur di tangan kanan.
"kau baik-baik saja?" walau Luhan selalu tersenyum sejak mereka pertama bertemu, namun Chanyeol tau saat ini Luhan begitu takut. Ia takut Istana tempat kelahirannya ini di hancurkan makhluk-makhluk hutan yang besar itu.
"aku baik-baik saja.." Luhan berjalan paling depan. Tak lama kemudian mereka akhirnya berlari, Luhan menuntun mereka ke gerbang belakang Istana. Baekhyun sempat terpesona dengan labirin yang terbentang luas di sebelah timur Istana, meski sudah tidak berdaun namun ranting-ranting tanaman labirin itu masih terlihat indah.
Luhan membuka gerbang tersebut, mempersilahkan ketiga pemuda lain untuk berjalan lebih dulu. Terdengar suara dentuman-dentuman lain yang menandakan mungkin bagian entah sebelah mana Istananya yang di hancurkan para Troll tersebut. Luhan meneteskan air matanya, tapi cepat-cepat ia usap.. "Luhan, cepatlah..." perintah Sehun, dan Luhan dengan sangat berat hati akhirnya pergi meninggalkan Istana kepemimpinan Ayahnya itu.
.
.
.
.
.
Joonmyun menatap refleksi dirinya pada cermin indah di hadapannya kini. Begitu sempurna, begitu pantas untuk di agungkan.. ini lah dirinya yang seharusnya orang lain tau, yang seharusnya tidak tertutupi. Joonmyun masih ingat ucapan Ibunya yang mengatakan bahwa dia lah yang semestinya duduk di posisi tertinggi Kerajaan ini, bukan Kris ataupun Sehun.
Dia adalah anak haram yang lebih pantas untuk memimpin Kerajaan ini.. harga dirinya sudah terinjak-injak selama dia berada disini, sekarang saatnya dia menghilangkan senyum malaikatnya. Joonmyun belum cukup puas dengan hanya menjadi tangan kanan Raja, karena dia juga putranya... maka seharusnya juga dia mendapatkan posisi yang lebih layak.
Pemuda bersurai hitam itu mengusap cincin bermata ungu di telunjuknya, menerawang kembali bagaimana dulu dia bersama sang Pangeran tertinggi. Mesra... namun dia tidak ingin jatuh lebih dalam. Ia harus menyelamatkan harga dirinya lebih dari apapun.
"Kris..." Joonmyun menatap pantulan sosok Kris di cermin, matanya membulat dan begitu kaget. Dia menoleh ke belakang. Itu benar, Kris... berdiri tegap di hadapannya. Menatap Joonmyun dengan mata birunya yang tajam, membuat Joonmyun perlahan berjalan mendekatinya. Joonmyun mengusap rahang tegas Kris dengan kedua tangan mungilnya.
Kris bisa melihat mata bening itu meneteskan setitik air yang menggenang hingga ke pipi, ingin dia cegah cairan itu yang berani-beraninya mengotori wajah Joonmyun-nya.. tapi kini keadaannya sudah berbeda. Joonmyun-nya bukan lah lagi sosok yang dia kenal.
"akhirnya kau kembali... aku merindukanmu, aku mencarimu kemanapun" Joonmyun memeluk erat tubuh pemuda yang lebih tinggi darinya itu. Kris tidak melakukan apapun.. dia hanya diam.
"apa yang telah kau lakukan?" suara berat itu kini bisa di dengar Joonmyun, dia kembali memandang mata biru Kris. "...apa yang kini kau perbuat?" Kris mencengkram keras rahang Joonmyun, dia menghempaskan Joonmyun pada dinding dengan sangat kencang hingga membuat Joonmyun mengerang kesakitan.
"kau membuatku hancur... kau mempermainkan kepercayaanku.." Kris buta oleh amarah, air mata Joonmyun berderai dan dia sudah mulai terbatuk-batuk. Kris begitu ingin membunuhnya, menghancurkan Joonmyun hingga ke bagian terkecil.
Pintu ruangan terbuka dengan kasar. Zitao berlari masuk dengan dua pengawal dan langsung mencengkram lengan Kris, lalu menendang keras tubuh sang Pangeran menggunakan kakinya hingga Kris terpental jauh. Joonmyun terbebas dari cekikan mengerikan milik Kris, dia jatuh tersungkur ke lantai. Zitao berdiri di depan Joonmyun untuk melindunginya.
"akh.. cih, aku lupa kau punya anjing peliharaan baru" Kris mengusap darah di sudut bibirnya sembari bangkit berdiri. Joonmyun pun melakukan hal yang sama, dia tersenyum miring... mengusap air mata palsunya yang sejak tadi dia teteskan.
"aku terlalu mengenalmu, Kris.. begitu pula dengan dirimu yang terlalu mengenalku. Tapi sayangnya kau sudah meleset jauh. Kau terlalu naif menilai diriku.." Kris semakin tersulut, dia berubah pada sosok serigalanya. Kris berlari kencang ke arah Joonmyun namun Zitao mengeluarkan dua trisulanya, dia menebas tubuh Kris dengan cepat.
Darah menetes.. tapi Kris tidak menyerah, dia menerkam Zitao hingga mereka terjatuh bersama. Trisula terlepas dari genggaman Zitao. Zitao meninju wajah Kris sebelum Kris menggigitnya, lalu dia berdiri segera meraih pistol di balik mantelnya.
Zitao melepaskan pelurunya berkali-kali. Kris berlari menghindar sampai pada jendela, kemudian dia melompat keluar. Zitao melihat Kris yang sudah menghilang entah kemana.
"apa saja yang sudah di lakukan pembunuh bayaran yang kau suruh?" Joonmyun menatap tajam Zitao, pemuda itu langsung membungkuk 90◦ di hadapan Yang Mulia-nya, "maafkan aku Yang Mulia.. aku pastikan Kris tidak akan terlihat lagi dalam jarak pandangmu"
"aku pegang kata-katamu, Zitao.." Joonmyun melepas cincin dari jari telunjuknya, dan melemparnya keluar jendela dengan kesal.
HunBaek
Sang Pangeran tertinggi menatap luka sayatan yang kini mulai sembuh di bagian dadanya. Ia berjalan menyusuri hutan dengan pelan.. selama Kris menjadi serigala, dia jarang berkumpul dengan pack-nya. Dia terlalu khawatir dengan segala apapun yang menyangkut soal Kerajaan dan adiknya.
Kris melihat sosok pemuda yang berjalan lawan arah dengannya seiring dengan cahaya matahari yang mulai muncul dari sela-sela dahan pohon. pertanda ini sudah pagi. Pemuda itu juga berjalan santai dengan mantel berwarna hijau gelap. perlahan pemuda tersebut membuka tudung mantelnya.. menampakan wajahnya yang tampan. Kris masih terus berjalan hingga pemuda itu menyadari kehadiran dirinya.
"kau mungkin cukup lezat untuk aku santap sebagai sarapan" pemuda itu hanya menatap mata birunya dengan senyum ─menyeringai. Kris tau pemuda ini bukan pemuda biasa, dia mungkin seseorang yang juga jago bertarung.
"pergilah... aku sedang malas berburu hewan yang akan berbalik menyerangku" Kris mendengus mendengar ocehan pemuda berkulit tan tersebut. "aku akan makan nanti... jika aku memang lapar.."
Kenapa dia jadi berkisah sendiri? Pikir Kris.
"setidaknya sampai aku menemukan dua Pangeran menyusahkan itu.." si pemuda mengusap bulu hitam Kris seenaknya lalu kemudian kembali berjalan menjauh. Kris tertegun mendengar kalimat terakhir barusan, perlahan tubuhnya berubah kembali pada sosok manusia. Menatap punggung sempit pemuda tadi yang mulai menghilang... dua Pangeran?
.
.
.
.
.
"siapa namamu?" tanya Luhan ketika Sehun dan Chanyeol mencari makanan. Kini mereka singgah di suatu pedesaan yang masih dekat dengan lokasi Kerajaan Barat.
"aku Byun Baekhyun.. pasti rasanya sedih sekali tidak punya sanak saudara, aku juga seperti itu" Baekhyun yang sejak pertama bertemu belum sempat mengakrabkan diri dengan Luhan, kini berusaha untuk dekat. Setidaknya mereka bisa berbagi keluh kesah bersama.
"Orang tuamu meninggal?" Luhan juga jadi merasa iba pada Baekhyun.
"sudah sejak aku kecil. aku berjuang sendiri untuk menghidupi diriku selama ini.."
"aku salut padamu, padahal sepertinya kau lebih muda dariku.." Luhan tersenyum lagi. entah kenapa Baekhyun selalu nyaman ketika melihat senyum itu.
"aku juga salut pada Pangeran yang sangat tegar" Baekhyun merona ketika Luhan mengusap pelan kepalanya. "Pangeran pernah bertemu Sehun saat kecil?" Baekhyun sangat penasaran dengan hal ini.
"pernah.. tapi kan saat itu kami sama-sama masih kecil, sebab itu saat bertemu kemarin aku tidak mengenalinya"
"wah.. Pangeran sama tampannya dengan Sehun. Ah tidak, Sehun lebih tampan" Baekhyun tersenyum menunjukkan mata indahnya yang melengkung bagai bulan sabit. Luhan jadi ikut tertawa dan mengusap kepala Baekhyun.
"jangan panggil aku Pangeran, panggil saja aku Luhan"
"Luhan!" suara Chanyeol terdengar, dia berjalan mendekati kedua pemuda dengan tinggi badan tak jauh berbeda itu. Chanyeol membawa sekantung kecil makanan, dia memberikannya pada Luhan dan Baekhyun. "ini untuk kalian, aku sedang malas makan"
"jangan seperti itu, kau harus makan" Luhan memperingatkan, namun Baekhyun malah sudah makan duluan tanpa menunggu yang lain.
Terlihat Sehun yang juga sudah kembali "aku menemukan penginapan" ujarnya, lalu mengajak yang lain untuk ke penginapan yang dia temukan.
"ah.. tubuhku memang harus di istirahatkan" Chanyeol merenggangkan otot-ototnya yang kaku. "dasar tukang mengeluh" cibir Baekhyun yang masih bisa di dengar Chanyeol.
"apa katamu, pendek?!" Chanyeol selalu merasa emosi ketika harus bicara dengan Baekhyun, Sehun menghela napasnya sedangkan Luhan tertawa karena sepanjang perjalan Chanyeol dan Baekhyun memang banyak bertengkar. Luhan sedikit demi sedikit tau banyak tentang tiga orang yang menolongnya ini.
"tuan, kami pesan dua kamar. Terimakasih" Baekhyun dengan seenaknya memesan kamar lalu langsung menarik Sehun untuk pergi bersamanya. Sehun terlihat bingung dengan yang Baekhyun lakukan. Tentu saja si pemilik penginapan juga merasa senang
"hei, Baekhyun! dasar seenaknya.." dan terpaksa untuk pertama kalinya hari itu Chanyeol dan Sehun memesan dua kamar. "kau tidak apa bersamaku?" Chanyeol bertanya pada Luhan.
"tidak apa-apa.. Sehun dan Baekhyun, apa mereka punya hubungan spesial?"
"entahlah. Ku rasa Sehun sudah sakit jiwa kalau benar menyukai si pendek gila itu"
.
.
.
.
.
"apa maksudmu memesan dua kamar?" tanya Sehun setelah dia dan Baekhyun masuk ke kamar. Baekhyun hanya tersenyum sejak tadi.
"aku hanya ingin berdua saja denganmu" lalu dia berdiri di menghadap jendela, melihat pemandangan desa yang jauh lebih baik dari desa-desa lain di dekat Kerajaan Barat. Sehun tidak mengerti Baekhyun, terkadang dia merasa harus waspada dengannya.. tapi terkadang Sehun merasa terpesona pada sosok Baekhyun yang sepertinya tidak selalu buruk. Baekhyun peduli padanya.
"benarkah... kau melakukan sesuatu yang buruk, Sehun?" Sehun kini memusatkan perhatian pada pemuda mungil yang memunggunginya. "benarkah kau di usir karena kau melakukan hal itu?"
Sehun tidak bisa menjawab, dia masih menunggu kalimat Baekhyun berikutnya.
"benarkah... kau bukan orang baik?" Baekhyun menoleh padanya, menatap mata Sehun yang kini juga menatapnya. Tatapan Baekhyun menyiratkan keteduhan.. Sehun tau, Baekhyun tidak percaya Sehun adalah orang jahat.
Saat itu juga satu kata dari Sehun untuk Baekhyun... indah.
HunBaek
"sebenarnya apa tujuan kalian berkelana?" Luhan yang penasaran akhirnya bertanya. Chanyeol menikmati ranjang empuknya lalu memejamkan mata. "Sehun di usir dari Kerajaan.. lalu tujuan kalian berkelana itu apa?"
"entahlah.. aku rasa kami tidak punya tujuan. Hanya saja sejak awal sepertinya Sehun ingin sekaligus mencari kakaknya. Walau dia tidak mengatakannya padaku tapi yang aku lihat seperti itu"
"kakak?" Luhan memiringkan kepalanya.
"iya kakak... dulu yang datang ke perjamuan Kerajaan Barat adalah aku, Sehun, dan kakaknya.. Kris"
"maaf aku benar-benar tidak memperhatikan kalian saat itu. jadi, apa Sehun sudah bertemu kakaknya?" tirai jendela mulai berkibar karena angin yang berhembus masuk. Hari mulai siang dan matahari sudah membentang tinggi di langit.
"sudah, kami bertemu dia beberapa hari yang lalu. Tapi sayangnya dia sudah berubah.. tidak lagi seperti yang dulu"
"memangnya sudah berapa lama kakak Sehun pergi?"
"tidak pergi, dia menghilang. Dia pergi berburu lalu tidak pernah kembali lagi. setelah tujuh bulan akhirnya bertemu kembali dan Kris sudah menjadi manusia serigala"
"manusia serigala? Wah... yang aku tau manusia serigala bisa di obati, Chanyeol"
"kau tau soal manusia serigala?"
"dulu Ayah membangun sebuah ruang penuh buku di Istana. Aku suka membaca buku disana, membuatku tau tentang dunia luar yang tidak pernah aku lihat.. salah satunya, aku membaca tentang manusia serigala"
"bagaimana cara mengobatinya?" Chanyeol dan Luhan sama-sama tertarik akan topik pembicaraan ini. jika Kris bisa di obati, maka Kerajaan Timur bisa selamat... setidaknya itu yang Chanyeol pikirkan.
"aku tidak tau pastinya... tapi aku membaca buku itu kalau manusia serigala dapat di sembuhkan dengan suatu cara"
Chanyeol mengusak rambutnya sendiri, lalu Luhan hanya tersenyum kikuk tanda dia meminta maaf. Chanyeol menghela napas. "mau ikut denganku?"
"kemana?"
"kemana saja.. hanya ingin memastikan ada apa di desa ini"
.
.
.
.
.
Kemudian disini lah Chanyeol dan Luhan, mereka berjalan di sekitar desa. Melihat-lihat dan kebanyakan memang hanya ada pasar lalu bangunan-bangunan lusuh. Hampir sama dengan desa-desa yang Chanyeol kunjungi sebelumnya bersama Sehun.
"ini pertama kalinya aku keluar Istana lagi.. rasanya sangat bebas" Luhan tampak antusias.
"bagus lah kalau kau merasa seperti itu. berarti aku cukup membantu.." Chanyeol merasa bangga. Luhan tetap harus berterima kasih juga pada Sehun dan Baekhyun.
Mereka berhenti di salah satu pedagang yang menjual sayuran dan buah, Chanyeol mengambil sebuah apel lalu memakannya "hm.. Sehun pasti suka ini" ujarnya, sedangkan Luhan mencoba pisang di sebelahnya.
Si pedagang menengadah dan melotot melihat Chanyeol, mata keduanya bertemu pandang. Pedagang itu masih saja terperangah seperti melihat hantu. Chanyeol mulai heran "ada apa? Ada yang aneh denganku?" tanya Chanyeol memastikan.
"apa?" Luhan menoleh lalu bingung melihat si pedagang yang menunduk gelagapan.
"bukan kau, aku bertanya padanya.. hei, kau seperti melihat hantu. Ada yang salah denganku ha?" Chanyeol mendekati pedagang itu. si pedagang langsung berlari kencang, "hei tunggu!" Chanyeol mengejarnya. Entah mengapa instingnya mengatakan pedagang ini takut padanya dan sepertinya mereka pernah bertemu.
"Chanyeol!" Luhan ikut mengejar Chanyeol lalu mensejajarkan langkah kaki mereka "ada apa sebenarnya? Kau mengenal pedagang itu?" tanya Luhan bingung setengah mati.
"aku tidak tau, tapi sepertinya orang ini pernah bertemu denganku. Dia panik ketika melihatku" Chanyeol mempercepat larinya dan Luhan semakin bingung.
"berhenti hoi!"
Pedagang itu sedikit menoleh ke belakang, lalu dia buru-buru memakai cadar. Chanyeol baru tersadar.. mereka memang pernah bertemu. "aku tau kau!" tunjuk Chanyeol nafsu. Mereka terus berlari hingga ke bagian terkumuh di desa.
.
.
.
.
.
Sehun mengusap pipi Baekhyun yang halus, Baekhyun menikmati tangan Sehun yang begitu hangat dan selalu bisa memberikan sensasi yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Keduanya saling menatap sendu, dengan nafas yang perlahan-lahan menjadi tidak teratur.
Baekhyun melepas seluruh pakaiannya sendiri. Membuang segala apa yang menempel di tubuhnya ke sembarang arah. Sehun hanya memperhatikan dengan wajah yang datar namun dengan rahang yang mengeras. Bagaimanapun juga, Sehun selalu tidak bisa melupakan liukan tubuh Baekhyun yang sempurna.
Desahan-desahan kecil mulai lolos terdengar dari bibir mungil Baekhyun, dia menarik kerah mantel milik Sehun hingga Pangeran maskulin itu merapat dengan tubuhnya. Baekhyun mencium bibir Sehun lebih dulu, dengan lumatan yang kasar tanpa ampun kemudian Sehun menerima dengan tak kalah kasar.
Sehun melepas pakaiannya dengan sedikit bantuan dari Baekhyun, Sehun menggendong Baekhyun layaknya koala dan Baekhyun refleks mengalungkan tangan pada leher Sehun sebagai tumpuan.
"nghh mhh.. ahhnn" bibir mereka saling memagut seakan tidak ada hari esok. Perlahan Sehun merebahkan Baekhyun diatas ranjang dengan Sehun menindih tubuh mungilnya. Baekhyun melepas ciuman itu lebih dulu, ia membuka kakinya lebar-lebar seiring dengan Sehun yang menggesek-gesekan kejantanan mereka berdua.
"aahh Sehun... aahh" Baekhyun menggelinjang. Rasa hebat itu kembali mendera, sensasi luar biasa yang Baekhyun dan Sehun rindukan hari ini terulang kembali. dan Baekhyun berharap ini akan berlanjut pada tahap yang lebih menakjubkan lagi.
Sehun menggeram rendah akan kenikmatan, dia meraih kejantanan Baekhyun untuk di remasnya, di urutnya tidak karuan hingga membuat Baekhyun lebih menggelinjang lagi.. membuat Baekhyun meliukkan tubuhnya yang begitu seksi di mata Sehun. Sehun terus melakukan hand job, wajah Baekhyun sudah memerah padam.
Mata mereka bertemu, Baekhyun menarik tengkuk Sehun lalu mengarahkan wajah Sehun pada puting kanannya. Sehun dengan senang hati mengulum puting itu.. menghisap, menjilat, lalu menggigit sesekali. "umhhh sehuunn.." Baekhyun menengadahkan kepala, merasakan kedua putingnya sudah menegang di tambah dengan kejantanannya yang juga sudah berdiri tegak lalu mengeluarkan precum.
Sehun menggigit kuat puting itu, dia menghisapnya lagi... manis, sangat manis. Dia suka rasa ini. Sehun berpindah pada puting yang kiri, melakukan hal yang sama dengan menjilat-jilat lalu menggelitik puting tersebut menggunakan lidahnya.
"ahhnn.. mhh.." Baekhyun terus mendesah, membuat libido Sehun semakin naik dan terbakar. Tangan mungil Baekhyun juga terus meraba kepalanya, mengacak rambutnya lalu sesekali meremas untuk menghantarkan rasa nikmat.
Akhirnya Baekhyun orgasme untuk yang pertama. "aahhh.." Sehun menjilat cairan cinta Baekhyun yang mengotori tangannya, dengan tatapan lurus menuju mata Baekhyun. pemuda mungil itu juga sudah terbuai nafsu, karena memang sang Pangeran begitu menggoda. Kemudian Baekhyun menarik tangan Sehun untuk mengulumnya.. ikut merasakan spermanya sendiri.
"rasanya sungguh manis.." bisik Sehun di telinga Baekhyun, pipi Baekhyun semakin merona hebat. Perlahan Sehun turun, menghadapkan wajahnya di depan lubang senggama Baekhyun yang berwarna merah muda. sangat lucu dan menggoda untuk di masuki. Sehun menjulurkan lidahnya, dia memasukan lidahnya itu ke dalam lubang Baekhyun.
Baekhyun merasakan geli karenanya. "nyaahh nghh... Sehun.." lidah Sehun menggelitik, dia menggerakkannya memutar dan keluar masuk tidak beraturan. Sesekali menghisap kulit luar lubang Baekhyun menggunakan bibirnya. Kedua tangan Baekhyun terulur ke bawah untuk kembali meremas rambut Sehun, betapa berantakannya rambut itu sekarang..
Tangan Sehun tidak diam, dia remas kuat-kuat twinsball milik Baekhyun lalu menyentilnya. Tangan yang kanan ia gunakan untuk membelai paha Baekhyun yang halus itu. demi apapun, Baekhyun tidak bisa mendeskripsikan lagi senikmat apa yang kini dia rasakan. Sehun begitu lihai, sungguh pandai membuatnya semakin terangsang di setiap detiknya.
"mhh.." Sehun mengeluarkan lidahnya ketika di rasa lubang Baekhyun sudah benar-benar basah, dia mengocok kejantanannya sebentar "ughh.."
Ini yang Baekhyun tunggu sejak tadi, kejantanan milik sang Pangeran yang besar itu akan memenuhi lubangnya. Kenikmatan yang akan terasa berkali-kali lipat dari yang awal. Dia memposisikan diri senyaman mungkin, lalu Sehun mulai memasuki lubang Baekhyun. "aghh... oohhh" Baekhyun menengadahkan kepala lagi dan membusungkan dadanya.
Dari inci pertama rasa luar biasa itu sudah menjalar ke seluruh tubuhnya. Sehun memasukkan lebih dalam lagi, hingga Baekhyun merasa penuh "hhh.. hah.. Sehun" Baekhyun memeluk leher Sehun erat, lalu Sehun mulai bergerak. Memaju mundurkan pinggulnya pelan sampai pada tempo yang cepat. Geraman rendah Sehun terdengar jelas di telinga Baekhyun.
Helaan nafas Sehun yang memburu menggelitik telinga Baekhyun, lalu lidah Sehun menjilat bagian di bawah telinga Baekhyun. "mhh Sehun.. eunhh" satu tanda tercipta disana. Baekhyun mencengkram bahu Sehun, lalu mereka saling bertatapan lagi.
Sehun terus menggenjot sampai akhirnya menyentuh sebuah daging kenyal, dia melihat ekspresi Baekhyun yang makin terangsang "aahh disitu Sehun... nghh ahh" Baekhyun menolehkan kepalanya ke kanan dan menggigiti jarinya. Sehun menghentakkan kejantanan besar miliknya pada benda kenyal tadi. "akhh! Ahhh shh nikmat.." Baekhyun meracau keenakan.
Kejantanan Sehun terus menumbuk titik tadi, dan Baekhyun terus terguncang-guncang di bawahnya. Sehun menunduk, mengecup dada Baekhyun lalu menghisapnya dan menggigit. Ia menciptakan beberapa tanda hingga ke perut Baekhyun. "hmm.. ahhh" keringat Baekhyun juga terasa sangat manis di lidah Sehun.
Sehun terus saja membuat tanda di sekitaran perut hingga kembali lagi ke leher Baekhyun. dia tak lupa untuk membuat tanda juga disana. lalu dia naik lagi ke rahang Baekhyun, mencium-cium dan menghisap. "anghhh ahhh.. Sehun.. umhh" Baekhyun menjambak pelan lagi rambut Sehun dan meremasnya tidak karuan.
Gerakan pinggul Sehun semakin brutal, seiring dengan precum yang Baekhyun keluarkan untuk kedua kalinya. Tangan Sehun gemas untuk kembali memompa kejantanan kecil itu, dia melakukan hand job lagi dengan lebih kencang. "oohh Sehun.. aahh ahh" Baekhyun tidak tahan lagi, seketika cairannya keluar dan mengotori perutnya sendiri juga pada tangan Sehun.
Baekhyun mengedutkan lubangnya, memberi pijatan pada kejantanan Sehun di dalam sana "ashh aahhh.." Sehun merasakan nikmat luar biasa, lalu dia makin mempercepat genjotannya. Menusuk-nusuk titik sensitif Baekhyun berkali-kali dengan kencang. Baekhyun semakin menjerit.
"aahh aahh ahh... Sehun nghhh aahh" Baekhyun meremas bantal di kepalanya. Dia membuka mulutnya ketika Sehun mendekatkan jarak wajah mereka dan menjulurkan lidah. Baekhyun menghisap lidah Sehun, mengemut hingga liur merembes di sudut bibirnya. Sehun mengirim saliva dan memainkannya di mulut Baekhyun.
"mmhh eunhh nghh.." desahan Baekhyun terus terdengar. Sehun menjilat langit-langit mulut Baekhyun, kemudian melepas tautan bibir mereka dan tercipta benang saliva di antaranya. "hahh.. nghh aahh" Baekhyun benar-benar begitu indah ketika di perhatikan sedekat ini. Sehun menghentakkan lagi kejantanannya.
Titik kenikmatan Baekhyun terhantam keras, membuatnya membusungkan dada menggelinjang. Sehun memilin kedua puting milik Baekhyun yang masih tegang, dia cubit dan putar-putar "umhh.. kau begitu liar.." ujar Sehun.
"itu karenamu... kau nakal, Sehun─ aahh ahhnn" Baekhyun mendesah di akhir kalimatnya karena Sehun menarik kuat-kuat kedua putingnya tersebut.
Sehun merasa kejantanannya mulai menggembung dan berkedut, jadi dia mempercepat tempo gerakannya. Dia memeluk pinggang Baekhyun, kemudian Baekhyun memeluk lehernya "aahh ahh Sehun aahhh.." Baekhyun menjerit untuk yang terakhir karena merasa sperma Sehun yang sudah keluar memenuhi lubangnya.
.
.
.
.
.
Napas mereka tersengal, tidak beraturan. Sehun mencium bibir Baekhyun "kau sungguh luar biasa" Baekhyun menelusuri wajah Sehun menggunakan jari telunjuknya, dia sangat suka wajah Sehun yang tampan.
"kau menang, kau sudah merasakan bagaimana bercinta denganku" Sehun tersenyum kecil, membuat Baekhyun tertawa geli.
"tentu saja, aku yakin kau sudah jatuh pada pesonaku Pangeran.."
"terlalu percaya diri" cibir Sehun, lalu mereka kembali berbagi ciuman panas. Memang Sehun terpesona dengan tubuh indah di bawahnya ini, dia tidak bisa menolak nafsu birahinya.
Ciuman itu terlepas, seiring Sehun yang kembali menggerakkan pinggulnya maju mundur. "S-Sehun aahh nghh tidak... aahhh" Baekhyun mulai mendesah kembali. Menikmati hantaman kejantanan Sehun pada titik sensitifnya.
"Sehunn.. ummhh eunhh" Baekhyun sudah pasti senang akan hal ini, dia menyukai Sehun dan dia yakin Sehun juga menyukainya. Sehun terus menghujam titik itu berkali-kali, dia juga kembali memompa kejantanan Baekhyun.
"aahh tidak... ini nghh s-sungguh.. oohh Sehun" Sehun tersenyum karena Baekhyun menikmati apa yang dia lakukan. Baekhyun mengelus pipi Sehun lembut, Sehun mengecup tangan Baekhyun yang berada di pipinya itu. pipi Baekhyun kembali merona, jari-jarinya perlahan bergerak mengelus bibir Sehun.
"hhh.. kau menyukai bibirku?" tanya Sehun di tengah aktivitasnya menumbuk prostat Baekhyun. Baekhyun hanya mengangguk, dia memasukan dua jarinya ke dalam mulut Sehun. Sang Pangeran menyambutnya lalu mengulum kedua jari Baekhyun sensual. "mhh nghh.." Sehun menyesap rasa manis di jari itu.
"ahh hmm.. Sehun nghh" Baekhyun hampir di puncak kenikmatannya lagi, dia mengeluarkan precum untuk ketiga kalinya. Baekhyun tersenyum menatap Sehun yang begitu nafsu mengulum jarinya. Wajahnya yang tampan, tubuhnya yang atletis di baluri keringat... membuat Sehun terlihat makin seksi. Baekhyun tergila-gila pada Sehun di saat seperti ini.
"ughh hahhh.." Baekhyun mengeluarkan jarinya dari mulut Sehun, dia mengusapkan jarinya tersebut pada wajah Sehun hingga basah karena salivanya. Sehun mengangkat kedua kaki Baekhyun dan dia tumpukan pada bahunya, sehingga pinggul Baekhyun terangkat dan Sehun leluasa memasukkan kejantanannya lebih dalam.
"ngaahh .. oohh Sehuunn.." Baekhyun kembali menjerit karena kejantanan Sehun serasa tepat menghantam titik sensitifnya. Tubuhnya bergerak terhentak-hentak karena guncangan hebat dari Sehun. Sang Pangeran menatap Baekhyun tajam lalu terus menghujam tidak karuan.
Baekhyun mengusap rambut Sehun ke belakang dan dia meremas lagi rambut Sehun sebagai penghantar rasa nikmat yang dia rasakan, pandangannya tertuju lurus pada wajah Sehun yang tampan dan mendesah pelan di depan wajahnya.
"ahh.. Baekhyun.. ughh" Sehun mencium kaki Baekhyun dan membuat satu tanda disana, Baekhyun tersenyum lalu merasa kejantanannya mengeluarkan cairan cintanya lagi. Sehun semakin brutal menghujamkan tusukan di lubang Baekhyun ketika melihat Baekhyun orgasme.
"tidak anghh.. hahh.. Sehuunn" Baekhyun menengadahkan kepalanya, lalu Sehun benar-benar menumpahkan sperma di lubangnya kembali. Napas mereka tersengal dan sebagian cairan milik Sehun merembes keluar dari lubang Baekhyun dan mengotori seprai ranjang.
Baekhyun menurunkan kedua kakinya dari bahu Sehun, lalu mereka saling berciuman lagi. siang yang sejuk itu menjadi panas karena aktivitas mereka yang menguras tenaga.
HunBaek
"aku yakin sekali... dia orang yang pernah menyerangku dan Sehun di penginapan tempo hari. aku baru menyadarinya ketika dia memakai cadar, karna waktu itu aku hanya melihat wajahnya yang di tutup masker" Chanyeol dan Luhan tidak berhasil menangkap si pedagang yang kabur tadi.
"tidak di sangka kalian bertemu lagi disini.. harusnya tadi kita berlari lebih cepat" Luhan menenggak minumannya. Kini mereka menghabiskan waktu di sebuah kedai.
Hening yang panjang, sampai akhirnya Chanyeol terpikirkan sesuatu. "Luhan, setelah ini kau mau kemana? Apa kau akan terus ikut denganku dan Sehun?" Chanyeol menatap Luhan yang kini ekspresinya berubah mendung.
"aku tidak tau.. aku tidak punya sanak saudara lagi, jadi aku tidak tau harus kemana"
"kalau memang kau mau ikut dengan kami tidak apa-apa. Resikonya kehidupanmu akan begini-begini saja"
"justru aku lebih suka begini.." tapi Chanyeol tau, Luhan sungguh khawatir pada Istananya.. pada Kerajaannya.
"kau sungguh tegar, aku salut padamu" Chanyeol menepuk-nepuk punggung Luhan lalu pemuda manis itu tersenyum padanya. "terimakasih. Ah, sebaiknya kita kembali ke penginapan.. ini sudah sore. Aku ingin istirahat" Luhan meletakkan gelas minumannya.
"ya, kakiku juga serasa mau patah karena terlalu kencang berlari" mereka beranjak dari kursi lalu keluar kedai.
Pemuda di ujung ruangan membuka tudung mantel hijau gelapnya lalu tersenyum melihat kepergian Luhan dan Chanyeol, sejak tadi dia mendengar obrolan kedua orang itu.
"lama tak bertemu, Pangeran Luhan..." lirihnya yang kini juga beranjak meninggalkan kedai.
.
.
.
.
.
"Zitao.. aku ingin bertanya padamu... sepertinya kau tau tentang hal ini" Zitao mendekat pada Joonmyun yang kini sedang memberi makan kucingnya di kebun Istana.
"tentang apa Yang Mulia?"
"sewaktu aku mengusir Sehun.. dia terlihat marah dan melawan, hampir seluruh penjaga di bunuhnya menggunakan pistol kesayangannya itu.." Joonmyun mengelus kucing di pangkuannya, "lalu mata kirinya... berubah menjadi warna merah yang seperti darah" lanjut Joonmyun lagi.
Zitao tau suatu hari Joonmyun akan bertanya soal hal ini. "apa yang membuatnya bisa seperti itu?" Joonmyun menampakkan wajah bingungnya.
"saat Pangeran Oh masih berusia 1 tahun, dia pernah menghilang dari Istana bersama Baginda Ratu.. pihak Kerajaan mencari mereka kemanapun. Hingga akhirnya mereka di temukan di pantai Timur. Baginda Ratu mengatakan bahwa dia percaya akan kekuatan Putri duyung yang dia ketahui dari nenek moyang keluarganya"
"Putri duyung?" Joonmyun semakin heran. Putri duyung itu benar kah ada?
"iya, Yang Mulia.. karena Pangeran Oh sejak lahir memiliki fisik yang lemah. Berbeda dengan Pangeran Kris yang kuat. Baginda Ratu memberanikan diri datang ke pantai untuk menemukan Putri duyung. Keyakinan nenek moyang keluarga Baginda Ratu memang benar adanya.. Putri duyung itu ada dan Baginda Ratu meminta Putri duyung untuk memberikan Pangeran Oh secercah harapan"
"darimana kau bisa tau cerita tentang ini?"
"Ayahku yang menceritakannya.." Ayah Zitao dulu adalah Kepala pelayan di Istana, ketika Ayahnya meninggal.. Zitao yang harus menggantikan tugasnya hingga sekarang. "..Putri duyung memberi ciuman keajaiban pada Pangeran Oh. Ciuman yang menurut sejarah niscaya bisa memberikan satu kekuatan untuk yang diciumnya"
"jadi.. mata kiri Sehun yang bisa berubah itu memberikannya kekuatan?" Joonmyun masih tidak percaya, tapi dulu ketika Sehun di usir Joonmyun melihat Sehun yang mengamuk dengan mata kirinya yang perlahan berubah merah seperti darah. Seperti bukan Sehun, sang Pangeran itu seperti di rasuki setan.
"benar, Yang Mulia.. sebab itu sejak kecil Pangeran Oh selalu di jaga dengan ketat"
Joonmyun tersenyum manis, "dan aku lah yang berhasil menyingkirkannya.."
.
.
.
.
.
TBC
Wah wah sorry untuk NC yang engga hot. Let me choose besok baru gue publish.. makasih banyak banyak banget untuk kalian yang masih nunggu ff ini dengan setia. *bow* terimakasih banyak untuk review dan favnya
