Shingeki no kyojin hajime isayama.
Rate M for implicit scene
Warning : jangan terjebak judul, lalu suara mayoritas atau petunjuk kecil di summary, mungkin cerita ini bisa memiliki akhirnya twist ngetroll, atau sesuai kehendak anda semua,namun, biarkan plotnya mengalir sesuai mood saya yang bipolar, masih mau membacanya?
Judul : EREN BAY
########
Sampai dimana tadi?
Ah iya.. si raja bermuka kuda jatuh hati.
Matanya menatap terpaku, ada blink-blink di sekitaran pipi dan tengkuk Eren, uwooohhhh sekali.
"selamat datang di maria, putra raja Grisha yang agung" Jean berucap wibawa—lebih tepatnya deg-degan tingkat dewa. Padahal baru saja ia mengutuki raja Grisha karna mengirim sosok mahluk yang akan menjadi beban hidupnya, eh, kini sibuk ia memuja dan bersyukur jikalau Grisha telah berhasil membesarkan peri hutan mempesona di depan , puja kerang ajaib.
Fokus Jean bergerayang di muka sang peri hutan, bulu mata nan lentik , hidung mancung berisi—lalu alis simetris senantiasa bersemangat, dan autofokus jean pada bibir penuh, ranum,merah yang basah. Membuka untuk mengucapkan..
"A—AHH!"
Eh? Jean tersadar dari dunia mimpinya, sang peri hutan menunjuk muka Jean kurang ajar, mundur beberapa langkah untuk kemudian menekuk wajahnya sedemikian rupa—yang bahkan sempat-sempatnya Jean anggap manis—sembari menggeram layaknya kucing yang di paksa mandi kembang.
"KAU! MUKA KUDA! KENAPA KAU BISA DI SINI?!"
Cempreng bercampur kaget, sukses Eren meruntuhkan dunia imaji Jean yang nista, demi apa, seolah roda sepeda yang mundur kebelakang, semua memory Jean terpental jauh, kemasa dimana pahlawan bertopeng dan kamen rider adalah idolanya, dan jam malam masih pas bedug magrib—eh?loh?sebentar, ini kok mukanya rasanya pernah liat?
"ASTAGAH! Sempatnya kau kosplei jadi raja! Oi Jean! Kau bisa di hukum oi!"
Bagai tertampar fakta nyata, Jean menyesal sejadi-jadinya, najis! Ini anak onta kan musuh abadinya dari jaman penjajahan! Yaelah, yang dulu sempat dikiranya wanita dan di kejarnya hingga ujung maria untuk menyatakan cinta—yang untuk kemudian di tolak mentah-mentah karna sang pujaan cintanya melorotkan celana untuk mempertontonkan belalai gajah.
.
.
Astaga. ASTAGAAAH!
Maunya Jean mengumpat untuk kemudian lari dalam derai air mata, sempat-sempatnya pula ia tadi jatuh kelubang yang sama dua kali—sungguh ia kuda yang derajatnya lebih rendah dari keledai! Peri hutan? NAJIS! Adanya juga anak onta! Yaelah! Salah apa dia musti ketemu lagi dengan mahluk yang sukses menghancurkan cinta pertamanya dengan belalai gajah!
Speechless Jean untungnya di serobot Levi yang muncul selanjutnya dari kereta. Kalo tidak—mungkin harga dirinya sudah terinjak-injak dan teronggok lebih dari pampers berharga, tak berguna, ampas bokong bayi...sampah!
"beri salam yang benar bocah, begini-begini, pemuda ini adalah putra raja braush, penguasa agung maria." Levi tak acuh memberi keterangan, dan lagi,demi, kenapa berasa Jean malah di hina ya?
"apa? Hahahaha! Kau raja?! Astagah Jean! Atu tidak menyangka kalau manusia kuda bisa memimpin maria! Ah.. sungguh aku beruntung bertemu yang mulia raja..pffftt!"
Ini bocah makin tak sopan nyatanya, Jean bad mood! Tapi pria sejati tak ngambek karna hinaan sang pujaan hati—err, mantan pujaan hati tepatnya,Jean pingin meringkih dan menendang Eren tepat di muka, uratnya mau putus menahan amarah. Tapi di depan kapten Levi? Di depan pelayan dan prajuritnya? Tidak, ia tidak mau kehilangan wibawa lebih jauh dari demi maria, demi kentang Sasha dan demi dirinya sendiri, Jean harus menunjukan kharismanya sebagai raja di depan onta sialan ini!
"yang sopan, ini kau adalah utusan kerajaanmu, tiap kata-katamu mencerminkan siapa dirimu. Kau bukan lagi bocah yang tidak tau harus bersikap dengan benar"ujar Jean bijak. Dalam hati berjoget senang karna kata-katanya mempesona.
Eren menghentikan tawanya,lalu menghela nafas,meredakan tawa."ah, maaf- Jean. Ayolah, apa kau tidak bisa di ajak bercanda Jean—ah,, maksudku ..yang mulia? Maafkan sikapku loh ya" ini masih tidak sopan sih, tapi masih lebih baik di banding Levi yang jelas enek mendengar kata-kata Jean, wong Jean juga bocah banget karna masih minum susu hangat sebelum tidur, sok bijak lagi.
"bocah sombong,tutup mulut sok bijakmu, bagaimana si kentang busuk bisa hilang? bahkan sebiji kentang pun lolos dari penjagaanmu, masih pantas kau menghirup nafas bocah? " Levi dingin menembus telinga sensitif Jean, berasa murid badung di marahin depan kelas, muka Jean pucat. Mau bagaimanapun kapten perang kerajaannya adalah guru militer sekaligus pahlawan kerajaan, kalau tidak karna Levi menolak mentah-mentah mengurus kerajaan, tak akan keluarga braush yang bergelimang tahta saat ini. Sungguh ini konspirasi.
"maaf,sir. Sasha sungguh pergi setelah mendengar tunangannya akan datang hari ini, dia sangat cepat dan tak terdeteksi." Bisik Jean pada Levi, takut jika Eren mendengar dan terkena serangan jantung—sadarlah Jean, Eren bahkan tak kenal siapa itu Sasha.
"berhenti berbisik padaku bocah sombong, nafasmu menjijikkan!" Levi malah menistainya, astagah bisakah hari Jean lebih buruk dari ini?
"nah Eren—crista akan mengantarmu ke—kenapa kau menutup mata?"
Eren membuka mata hijaunya perlahan, ada semburat merah memenuhi pipi kenyalnya—ah.. memandang pipi itu saja Jean bisa menebak seberapa kenyal 'pipi' lainnya di bagian tubuh Eren yang lain—demi, udah homo mesum lagi,
"ah.. jangan hiraukan aku,Jean. Sungguh aku tak akan mengganggumu dan sir Levi, silah kan di lanjutkan. Teruskan..."bisik Eren sembari kembali menutup mata.
Demi apa, harinya nyatanya bisa bertambah lebih buruk lagi,
Ah... ia ingin mengunyah rumput liar di padang ilalang
.
.
######
Setelah pergumulan ketiganya : Eren ngotot tidak mau mengganggu, Jean ngotot dia tidak homo, Levi berlalu tanpa tanggung jawab.—akhirnya Eren tau juga tujuan orang tua sialan itu mengirimnya kesini. Ah—beruntung Sasha kabur, ia tak harus mengencani putri kentang di usia kembali ketujuan semulanya—demi mendukung perlindungan kerajaan, Eren bersungguh-sungguh berlatih pedang dan bela diri.
Kalau masih punya kesempatan, pun ia putuskan untuk mempelajari teknik pertanian dan perkebunan,nganggur nyatanya membuang tenaga, di hari ke 2nya di maria, rupanya takdir dan tuntutan skrip membuatnya bertemu sang idola di tengah istana. Tengah berjalan cepat membawa kemoceng, lengkap dengan tudung putih dan apron sewarna.
Bak maling jemuran, insting stalkernya kumat di tempat, ia mengendap dan mengintip dalam gelap, dan taunya ketahuan. Beruntung Levi tak membabat mata kemomilenya dengan kemoceng kesayangan."mau apa kau bocah, belajar menjadi stalker dan mau menerkamku dari belakang? terlampau cepat seribu tahun. Lain ceritanya kalau kau mau aku yang terkam"
"ehehe, maaf sir, saya hanya keget."ujar Eren nyaris , bisanya Cuma ketawa garing
Levi melirik tajam, melototi Eren dari atas sampai bawah. Betulan ia lelah telah bersih-bersih kamarnya dari subuh hingga nyaris petang, sore ini pun harusnya ia lalui dengan melepas penat
Rasa-rasanya Eren mampu meringankan penatnya barang sejenak..
"ikut aku bocah."titah Levi melenggang pergi. Eren mengekor. Jean mengekor.
Ah, nyatanya sang raja pun belajar menjadi stalker—beruntung Levi tak membocorkan kekonyolan rajanya, pun hingga ia menutup pintu kamar di belakang Eren dan Jean tetap tertinggal di belakang. Di luar ruangan. .menguping.
"ehh?!tapi..."itu suara Eren.
"buka bajumu,bocah" ini perintah Levi
.
.
Jean epilepsi sambil menguping.
Oh—ini mungkin akan menjadi awal yang buruk untuk chap selanjutnya-
Sasha blaush. Kentang.
Connie springger dan teh melati.
Sasha si anak kentang, putri raja yang kelewat enerjik dan kabur dari istana.
Connie, anak petani—mantan pejabat yang bangkrut di buang raja maria karna ketauan korupsi.
Duduk berdua dalam ketidak tauan. Di suatu sore di tengah ladang kentang.
Sasha yang bahagia. Connie yang jatuh hati.
###TBC###
Ah, mood saya tengah terbanting-banting, saya kacau. Jadi maaf fic sayapun demikian.
Terimakasih untuk tak membanting hape anda atau memencet tombol off—saya tau chap ini aneh sekali #trooolllll
Betewe, yah, anda benar sekali fachan desu, saya kira pertanyaan saya terabaikan, taunya anda pula saya kira anda akan menjawab blaush itu memang yang saya inginkan, ah, jebakan saya gagal rupanya. #apresiated to you
Anon-san , terimakasih untuk masukan anda yang sungguh menampar saya. Niatan awal saya hanya untuk sekedar menulis sebagai pelampiasan anti WB, saya tidak berfikir—tepatnya tak peduli—apakan cerita saya bagus atau sebaliknya, sungguh, saya minta maaf karna pembuatan fic saya justru jauh dari niatan untuk membahagiakan pembaca. Terimakasih sudah menyadarkan saya. Saya akan memperbaikinya mulai chap depan.
Kim yesazukii, sepertinya nanti Sasha bakalan main rahasia-rahasian dengan si petani. Laluah, saya mulai berfikir ending cerita ini akan jaauuhhh dari perkiraan saya di awal, mohon bersabar menghadapi tulisan saya ini, terimakasih atas dukungannya
Akashi ryuumi, kenapa Sasha ternistakan? Jawabannya :maaf, saya hanya ingin melakukannya. Itu saja :3
Terimakasih buat pembaca yang meluangkan waktu untuk membaca fic ini—dan bahkan bermaso bareng saya dengan meriview ;nayryu, julihrc, sivanya anggarada, kazuki natsu, valge K, zora fujoshi,dan wz.
Terimakasih yang sebesar-besarnya, saya sungguh-sungguh bahagia membaca komentar kalian.
Sama seperti yang sebelumnya,di usahakan fic ini akan di update per 2 hari jika : ada kuota, sinyal g ngetroll, ide mengalir, dan ada yg menjawab benar pertanyaan di akhir bab.
Quetion 3: kalau Levi kapten, lantas erwin akan menjabat menjadi apa?
Oh, iya, kemungkinan besar akan banyak kata hilang saat cerita ini saya post, katakan saja jika betulan terjadi, nanti saya perbaiki, terimakasih.
Semoga cerita ini cukup menyenangkan untuk di nikmati, jika tidak, mari bermaso ria bersama saya~
Well, Rn R~
p.s : saya tak keberatan dengan flame, sungguh.
